cover
Contact Name
Chaidir Adam
Contact Email
chaidir.adam03@gmail.com
Phone
+6282170290640
Journal Mail Official
ejournal@upr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Jl. Damang Salilah I Kampus UPR Palangka Raya Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
BiosciED: Journal of Biological Science and Education
ISSN : 27469786     EISSN : 27756777     DOI : https://doi.org/10.37304/bed.v1i1
BioscieED is a Peer-Reviewed journal that is published 2 (two) times a year in June and December. BiosciED is an acronym for Biological Science and Education which represents the focus and scope of the Biology Education journal. The focus and scope of the journal include research related to the field of biological sciences and the field of biology education. It is hoped that this BiosciED journal can become a forum for publishing quality and innovative scientific works with new information and knowledge (New Insights). BiosciED is published in English and Bahasa Indonesia. Focus & Scope: Biological Sciences: Biology, Microbiology, Ethnobiology, Ecology & Conservation, Biosystematics, Bioinformatics, Genetics, Enviromental Science, Cell Biology, etc. Biology Education: Learning Models, Learning Materials, Learning Media, 21st Century Learning, Distance Learning, Digital, Learning, R&D, etc.
Articles 58 Documents
Efektivitas Ekstrak Buah Pir Dalam Menghambat Streptococcus Pyogenes Pada Media NA : Effectiveness of Pear Fruit Extract in Inhibiting Streptococcus Pyogenes in NA Media Aditami, Tanzilal; Jannah, Ena S A R; Maharani Putri, Zahra
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.22192

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of pear fruit extract (Pyrus pyrifolia) in inhibiting the growth of Streptococcus pyogenes in vitro using the disk diffusion method on Nutrient Agar (NA) media. Infection by Streptococcus pyogenes is the main cause of acute pharyngitis and often shows resistance to certain antibiotics, so natural treatment alternatives are needed. Pear fruit extract was tested at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. The test was conducted using the disk diffusion method on Nutrient Agar (NA) media, with inhibition zone measurements taken after incubation for 48 hours at 37°C. The results showed that all concentrations of the extract were able to form inhibition zones, with the 100% concentration producing the largest inhibition zone. Analysis showed a correlation between increasing extract concentration and antibacterial effectiveness, although it was not completely linear. The content of phytochemical compounds such as flavonoids and phenols in pears is thought to play a role in disrupting bacterial cell membranes and cell metabolism. This study supports the potential of pears as a natural antibacterial agent against Streptococcus pyogenes and contributes to the development of natural-based therapies to overcome antibiotic resistance.
Kajian Pemanfaatan Rotan oleh Masyarakat Kecamatan Bolaang dan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow: Study of Rattan Utilization by The Community of Bolaang and Bolaang Timur Districts, Bolaang Mongondow Amon, Hendra
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.22510

Abstract

Abstrak. Usaha pemanfaatan rotan ditemukan pada beberapa desa di Kecamatan Bolaang Timur dan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow, namun belum ada informasi ilmiah, sehingga penelitian ini mengkaji pemanfaatan rotan masyarakat. Metode yang digunakan survei dengan teknik wawancara dan kuisioner. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rotan dimanfaatkan adalah batang, sedangkan jenis pemanfaatan secara subsisten dan komersial. Pemanfaatan secara subsisten sedikit dijumpai masyarakat hanya memanfaatkan rotan sebagai tali pengikat, pagar, penyambung rumah, sedangkan secara komersial paling banyak dijumpai. Hasil pendapatan setiap bulan sebagai tambahan penghasilan dari usaha pemanfaatan rotan adalah di desa Lolan Rp 2.533.000, desa Bantik Rp 313.000, desa Ambang I Rp 2.557.500, desa Solimandungan I Rp 1.282.500, dan desa Solimandungan II Rp 1.469.000. Abstract. Efforts to utilize rattan were found in several villages in Bolaang Timur and Bolaang Districts, Bolaang Mongondow Regency, but there is no scientific information, so this research examines the community's use of rattan. The method used was a survey with interview techniques and questionnaires. Data analysis uses descriptive methods. The results of the research show that the rattan used is stems, while the types of use are subsistence and commercial. There are few subsistence uses, people only use rattan as binding ropes, fences, and house connections, whereas commercially it is most often found. The monthly income as additional income from the rattan utilization business is IDR 2,533,000 in Lolan village, IDR 313,000 in Bantik village, IDR 2,557,500 in Ambang I village, IDR 1,282,500 in Solimandungan I village, and IDR 1,469,000 in Solimandungan II village.
Kajian Literatur Integrasi Steam Pada Kurikulum Biologi dan Manfaat Terhadap Motivasi Belajar Siswa: Literature Review of Steam Integration in Biology Curricuum and its Benefts on Students’ Learning Motivation Rahman, Yulia; Efendi, Yarsi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025): BiosciED June 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i1.22513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, And Mathematics) dalam kurikulum biologi serta mengevaluasi manfaatnya terhadap motivasi belajar siswa. Pembelajaran biologi sering kali dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa, sehingga dibutuhkan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. Integrasi STEAM diyakini dapat menjembatani teori dan praktik melalui pendekatan multidisipliner yang relevan dengan dunia nyata. Melalui kajian literatur dari berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah, penelitian ini mengidentifikasi bahwa penerapan STEAM dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa, mendorong kreativitas, serta memperkuat keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Selain itu, model pembelajaran berbasis proyek, eksperimen teknologi, visualisasi artistik, dan analisis matematis dalam konteks biologi membuat proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Artikel ini juga menyajikan studi kasus dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya serta rekomendasi strategis untuk pendidik dan pembuat kebijakan agar integrasi STEAM dapat terlaksana secara optimal di berbagai jenjang pendidikan.
Makna Simbolik dan Peran Etnobotani Daun Pacar (Impatiens balsamina L.) dalam Ritual Boh Gaca pada Tradisi Pernikahan Masyarakat Aceh: Symbolic Meaning and Ethnobotanical Role of Henna Leaves (Impatiens balsamina L.) in the Boh Gaca Ritual in the Acehnese Wedding Tradition Wijaksono, Rizqia Ramadhani Haikal; Khairunnisa, Najwa; Iqbal, Muhammad Yustinian
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i2.22009

Abstract

Daun pacar (Impatiens balsamina L.) telah lama digunakan dalam berbagai tradisi dan upacara adat di Indonesia, kajian mendalam mengenai nilai simbolis dan peran kulturalnya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik, fungsi budaya, dan perspektif etnobotani dari penggunaan daun pacar (Impatiens balsamina L.) dalam ritual adat pernikahan Boh Gaca di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research) dan meta-analisis terhadap berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku etnobotani, laporan penelitian, serta artikel budaya dan etnografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun pacar dalam ritual Boh Gaca tidak hanya berfungsi sebagai pewarna kuku dengan nilai estetis, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mencerminkan kesucian, kesiapan, perlindungan spiritual, serta harapan akan kebahagiaan dan kesuburan dalam kehidupan pernikahan. Dari sudut pandang etnobotani, penggunaan Impatiens balsamina L. mencerminkan kearifan lokal masyarakat Aceh dalam memanfaatkan tanaman sekitar secara budaya dan spiritual. Temuan ini memperkuat pentingnya pelestarian tradisi lokal serta membuka peluang integrasi pengetahuan tradisional dengan sains modern dalam upaya pelestarian budaya dan keanekaragaman hayati.
Pengaruh Implementasi STEAM pada Kurikulum Biologi dan Manfaat terhadap Motivasi Belajar Siswa: The Effect of STEAM Implementation in The Biology Curriculum and Its Benefits on Students' Learning Motivation Agustina, Sinni Best; Yarsi Efendi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i2.22559

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut perubahan paradigma pembelajaran dari yang bersifat konvensional menuju pembelajaran yang integratif, kreatif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam kurikulum biologi serta manfaatnya terhadap motivasi belajar siswa. Dalam era pendidikan abad ke-21, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Pendekatan STEAM menawarkan integrasi lintas disiplin yang tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga keterampilan pemecahan masalah dan inovasi. Dalam konteks pembelajaran biologi, pendekatan ini diterapkan melalui proyek seperti pembuatan model 3D sistem organ, infografik siklus kehidupan, dan eksperimen berbasis teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi STEAM mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan efikasi diri, kepercayaan menyelesaikan tugas-tugas biologi, dan ketertarikan terhadap materi yang diajarkan. Dengan demikian, integrasi STEAM dalam kurikulum biologi tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga berdampak positif terhadap perkembangan sikap dan minat belajar siswa. Kajian ini merekomendasikan pelatihan guru serta pengembangan modul STEAM untuk mendukung implementasi secara optimal di sekolah.
Ethnomedicinal Knowledge of Coastal Lampung Ethnic Group: A Study of Medicinal Plants Used in Pesisir Selatan, Indonesia Ulmillah, Aulia; Dwijowati Asih Saputri; Putra, Kurnia Mansa
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i2.22815

Abstract

Indonesia is renowned for its high biodiversity and rich cultural heritage, particularly in traditional medicine practices among indigenous communities. The Coastal Lampung ethnic group in Pesisir Selatan, West Pesisir Regency, preserves a wealth of ethnomedicinal knowledge that has been underdocumented. This study aims to analyze the diversity, usage, and cultural significance of medicinal plants used by this community to support conservation efforts and provide a foundation for pharmacological research. Employing qualitative and quantitative ethnobotanical methods, including semi-structured interviews and field observations with 35 purposively selected informants, data were analyzed using the Index of Cultural Significance (ICS) and Species Use Value (SUV). A total of 79 medicinal plant species from 44 families were identified, used to treat ailments such as wounds, fever, cough, stomach disorders, and postpartum care, with leaves being the most commonly utilized plant part. Curcuma longa L., Zingiber officinale Rosc., and Citrus limon (L.) Osbeck had the highest cultural significance and use values, highlighting their importance in local healthcare. These findings underscore the critical need to conserve both ethnomedicinal knowledge and biodiversity, as well as to pursue pharmacological validation of key species, supporting the integration of traditional knowledge into sustainable health and biodiversity management strategies in Indonesia
Inventarisasi Tumbuhan Bawah Berkhasiat Obat di Kawasan Curug Lawe Secepit, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah: Inventory of Medicinal Understory Plants in the Curug Lawe Secepit Area, Kendal Regency, Central Java Nofitasari, Titin Ayuk; Nazhiifah, Auliya
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, salah satunya yaitu tumbuhan obat. Tumbuhan obat dapat berasal dari berbagai bentuk tumbuhan bawah seperti herba, semak, perdu, dan rumput. Tumbuhan bawah memiliki potensi besar sebagai tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi seringkali terabaikan. Penelitian ini dilakukan di kawasan Curug Lawe Secepit, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan bawah yang berkhasiat obat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksplorasi kualitatif melalui observasi, koleksi sampel secara purposive sampling, dokumentasi, identifikasi morfologi, dan penelusuran literatur ilmiah. Hasil penelitian terdapat 17 spesies tumbuhan bawah dari 12 famili yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat, diantaranya famili Poaceae, Lamiaceae, Asteraceae, Amaranthaceae, Commelinaceae, Balsaminaceae, Cyperaceae, Oxalidaceae, Plantaginaceae, Apiaceae, Melastomataceae, dan Acanthaceae. Jenis-jenis tumbuhan bawah yang ditemukan memiliki potensi farmakologi yang beragam untuk mengatasi gangguan pencernaan, pernapasan, perawatan luka, penyakit kulit, penyakit degeneratif, gangguan inflamasi, dan penyakit lainnya. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memperluas kajian literatur terkait kandungan aktivitas farmakologis tumbuhan bawah, mendorong upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat agar pemanfaatan tumbuhan bawah sebagai obat dapat berkelanjutan.
Towards Environmental Literacy As Public Infrastructure: Exploring Indonesian Youth Perspectives On Climate Change Issues: Menuju Literasi Lingkungan Sebagai Infrastruktur Publik: Eksplorasi Perspektif Pemuda Indonesia Terhadap Isu Perubahan Iklim Uda, Saritha Kittie; Prasetyo, Dwi; Uda, Subrata Aditama Kittie Aidon
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 6 No. 2 (2025): BiosciED December 2025
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v6i2.23619

Abstract

Literasi lingkungan sebagai infrastruktur publik diperlukan untuk memperkuat kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Studi ini menganalisis perspektif pemuda Indonesia khususnya dari daerah Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Timur, dalam upaya memahami tingkat pengetahuan, sikap kritis, serta preferensi aksi dan kesiapan mereka dalam mendukung literasi iklim. Penelitian dilakukan dengan metode Survei kuantitatif–kualitatif (kuesioner online, n = 222). Analisis kuantitatif dilakukan dengan frekuensi dan persentase, dengan jawaban terbuka dianalisis secara tematik untuk mengekstrak gagasan aksi dan narasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan: Responden mayoritas perempuan (52.3%) dan kelompok usia dominan 19–24 tahun (63.5%); 74.8% tinggal di lingkungan perkotaan. Dampak yang paling dirasakan adalah kebakaran hutan dan lahan (37.1%), banjir dan kenaikan muka iar laut (33,5%), kekeringan/gagal panen (14.5%), dan sisanya melaporkan beberapa dampak spesifik. Hambatan utama keterlibatan pemuda adalah rendahnya motivasi probasi (53.2%) dan keterbatasan akses informasi ilmiah (34,5%) dan kurangnya dukungan komunitas. Sumber informasi yang paling dipercaya meliputi institusi resmi dan publikasi ilmiah (63.5%); media sosial, aplikasi iklim khusus dan platform pembelajaran digital (Google Classroom, Moodle, dll) banyak digunakan namun akses dan konten kontekstual menjadi kendala. Responden merekomendasikan aksi lingkungan di komunitas, kombinasi edukasi dan kampanye publik, dan advokasi kebijakan berbasis riset. Untuk menjadikan literasi lingkungan sebagai infrastruktur publik efektif diperlukan intervensi kebijakan, penguatan kapasitas lokal, pengembangan aplikasi digital kontekstual, dan ruang partisipasi pemuda dalam perencanaan kebijakan.