cover
Contact Name
https://journal.uny.ac.id/index.php/epistema
Contact Email
monika.sidabutar@uny.ac.id
Phone
+62274586168
Journal Mail Official
epistema_ktpfip@uny.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Epistema
ISSN : -     EISSN : 27238199     DOI : https://doi.org/10.21831/ep.v2i1
Core Subject : Education,
Epistema is a showcase of original and scrupulously conducted research in educational technology. The scope includes curriculum development & course design, innovation in learning, technology in learning, digital technology in education, evaluation of technology application in education and etc. in addition, other studies that related to Educational Technology can also be published in this journal.
Articles 99 Documents
Developing English Public Speaking Learning Materials for Dentistry Department Students in Yogyakarta Pradana Akbar Tanjung; Ashadi
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.91795

Abstract

This study aims to develop English public speaking materials for dentistry students using a design-based research approach guided by Branch’s ADDIE model (2009). The participants were students from a private institution in Yogyakarta selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, field notes, and semi-structured interviews. The developed materials are categorized as English for Specific Purposes (ESP) and were developed based on Nunan’s (2004) Task-based Language Teaching (TBLT) framework. The needs analysis shows that dentistry students require English resources to improve their public speaking skills. Expert evaluations of the developed materials scores between 3.50 and 3.75, placing them in the “very good” category. Try-out results also showed “very good” scores, ranging from 3.36 to 3.52. Field notes from two implementation cycles indicate slight improvements in motivation, engagement, and group collaboration. Students’ mean scores increased from 7.94 in the pre-test to 8.11 in the post-test. Overall, the findings suggest that the developed materials are valid and effective in supporting students’ public speaking development. Keywords: ESP, public speaking, TBLT, English education, dentistry
Pemetaan Profil Kecerdasan Majemuk Generasi Z sebagai Dasar Perancangan Pembelajaran Yoga Prismanata
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.95223

Abstract

Multiple intelligences provide an overview of the variety of intelligence possessed by an individual, so that it can identify and analyze the characteristics of students. These student characteristics can be a reference for educators in determining the appropriate learning design, especially in differentiated learning. This study aims to map the profile of multiple intelligences possessed by Generation Z. The method used in this study is quantitative descriptive. Quantitative descriptive research is one type of research that aims to describe systematically, factually, and accurately the facts and characteristics of a particular population. Data collection was obtained from 950 high school students and students who are Generation Z respondents using a multiple intelligence instrument. The results of the study show that Generation Z has a percentage score of linguistic intelligence of 33%, logical-mathematical intelligence of 63%, visual-spatial intelligence of 65%, kinesthetic intelligence of 55%, musical intelligence of 72%, intrapersonal intelligence of 68%, interpersonal intelligence of 73%, naturalist intelligence of 59%, and existential intelligence of 76%. Generation Z has dominant intelligence in the form of existential, interpersonal, and musical intelligence. Mapping multiple intelligence profiles helps educators to determine the right learning design for Generation Z.
Scaffolding Dengan Media Loose Parts Untuk Meningkatkann Keterampilan Prososial Anak Usia Dini Anis Nurhidayati; Wahono; Naili Sa’ida
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.95565

Abstract

Keterampilan prososial anak di lapangan yang rendah, ditandai dengan perilaku sulit berbagi, kurangnya kemampuan bekerja sama, ketidaksabaran menunggu giliran, serta sikap egosentris saat bermain, mendorong peneliti untuk menguji pengaruh penerapan scaffolding dalam penggunaan media loose parts terhadap pengembangan keterampilan prososial anak usia dini. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain Posttest Only Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 16 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (penerapan high scaffolding) dan kelompok kontrol (penerapan low scaffolding). Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi sistematis dengan instrumen yang telah divalidasi, lalu dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian berikut dengan sampling berjumlah 16 orang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor keterampilan prososial sebesar 23,75, sedangkan kelompok kontrol sebesar 20,63. Setelah dilakukan uji hipotesis, diketahui bahwa P = 0,025 (p < 0,05), sehingga perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian berikut adalah penerapan high scaffolding melalui media loose parts secara efektif mampu mereduksi sifat egosentris dan meningkatkan perilaku kolaboratif anak. Pendidik PAUD disarankan untuk memberikan dukungan instruksional yang intensif (perancah) guna mengoptimalkan potensi sosial anak dalam kegiatan bermain eksploratif. Keywords: Scaffolding, Media Loose Parts, Keterampilan Prososial, Anak Usia Dini.
Effects of Differentiated Learning on Motivation and Learning Outcomes Students Deby Gemysa Faradiba; Fathurrahman Hafid; Fadli Ilham; Wirma Surya; Shinta Oktavia; Dian Marsyah Fabianti
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.95583

Abstract

Abstract: Setiap siswa di kelas memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Guru harus dapat membuat pembelajaran yang memahami kebutuhan dan karakteristik setiap siswa yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek pembelajaran diferensiasi terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas 5 sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket untuk mengukur motivasi siswa dan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data motivasi siswa dihitung dengan nilai rata-rata ideal dan standar deviasi ideal, sedangkan data hasil belajar siswa menggunakan SPSS versi 24.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh pembelajaran diferensiasi pada motivasi siswa kelas 5 sekolah dasar yang memperoleh hasil dalam kategori baik. (2) terdapat pengaruh pembelajaran diferensiasi pada hasil belajar siswa kelas 5 sekolah dasar melalui tes yang ditunjukkan dengan rata-rata skor siswa menjadi meningkat. Disimpulkan bahwa terdapat efek pembelajaran diferensiasi terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas 5 sekolah dasar. Pembelajaran diferensiasi membuat pembelajaran menjadi efektif dan memberikan layanan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.Kata Kunci: pembelajaran berdiferensiasi, hasil belajar, motivasi Each student in the class has different characteristics and needs. Teachers must be able to make learning that understands the different needs and characteristics of each student. This study aims to prove the effect of differentiation learning on learning motivation and learning outcomes of students. This type of research is quantitative research. The subjects of this study were grade 5 elementary school students. The data collection method is a questionnaire to measure student motivation and a test to measure student learning outcomes. Student motivation data is calculated using the ideal average value and ideal standard deviation, while the data on student learning outcomes use SPSS version 24.00 for Windows. The results showed: (1) there is an effect of differentiation learning on the motivation of grade 5 elementary school students who get results in the good category. (2) there is an effect of differentiation learning on the learning outcomes of grade 5 elementary school students through tests as indicated by the average student score increasing. It is concluded that there is an effect of differentiation learning on the motivation and learning outcomes of grade 5 elementary school students. Differentiation learning makes learning effective and provides learning services according to student needs.Keywords: differentiated learning, learning outcomes, motivation
Pengaruh Lingkungan dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMK Negeri 1 Nganjuk triastuti kusumaningrum; Mohammad Kris Yuan Hidayatullah; Djoni Irianto; Wahyu Dwi Mulyono
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.96232

Abstract

Pendidikan di SMK adalah fokus utama dari penelitian ini dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten di sektor teknik dan industri, termasuk di sektor konstruksi. Salah satu keahlian yang ada di SMK adalah Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Sebagian besar siswa kurang menunjukkan minat yang kuat terhadap pelajaran, khususnya dalam materi-materi yang memerlukan pemahaman konseptual dan pemecah masalah. Lingkungan belajar di beberapa kelas juga belum sepenuhnya kondusif, baik dari aspek fasilitas maupun interaksi pedagogis, sehingga belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian adalah meneliti bagaimana lingkungan belajar dan minat belajar mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa di SMK Negeri 1 Nganjuk, baik secara parsial maupun simultan, dengan melibatkan sampel sebanyak 110 siswa. Melalui metode kuantitatif asosiatif pendekatan yang digunakan adalah ex post facto. Alat yang digunakan dalam penelitian berupa angket. Pada tahapan penelitian mencakup wawancara dengan guru, pengumpulan data, pengujian alat, dan analisis data menggunakan uji normalitas sebagai prasyarat dan korelasi pearson product moment dipakai untuk menilai hubungan antar variabel, sedangkan uji hipotesis dilakukan menggunakan uji linear berganda melalui uji t untuk pengaruh individu dan uji f untuk pengaruh secara bersama-sama. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan, lingkungan belajar dan minat belajar memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan lingkungan belajar tidak berpengaruh secara signifikansi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa lebih dipengaruhi oleh faktor internal berupa minat belajar dibandingkan faktor eksternal yaitu lingkungan belajar. Meskipun demikian, lingkungan belajar tetap berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat pengaruh minat belajar ketika kedua variabel tersebut saling berhubungan.
Optimalisasi Beban Kognitif Elemen Visual: Analisis Kelayakan Poster Digital Sebagai Media Instruksional Pelajar Nazli Nahrowi; Diva Qoiryah; Indhy Sukma Wardhani; Maghfira Ulil Azizah; Rahayu Mentari; Ilham Laksana
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.96650

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut penyajian informasi yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif secara kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan elemen visual pada poster digital sebagai media informasi edukatif bagi pelajar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert 1–5 yang mencakup lima indikator utama: keterbacaan isi pesan, tipografi, estetika warna, kualitas ilustrasi, dan proporsionalitas tata letak. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster digital memperoleh rata-rata skor kelayakan sebesar 92,3%, yang termasuk dalam kategori "Sangat Layak". Secara spesifik, aspek keterbacaan isi pesan (92%) dan tipografi (94%) menjadi kekuatan utama dalam mendukung transmisi informasi. Namun, aspek proporsionalitas tata letak (88%) memerlukan perhatian lebih untuk meningkatkan alur baca yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi elemen visual yang harmonis dapat mengurangi beban kognitif audiens dan mempercepat pemahaman pesan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan user-centered design dalam pengembangan media grafis di bidang teknologi pendidikan.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TERHADAP KELAYAKAN DESAIN VISUAL PADA MEDIA GRAFIS PEMBELAJARAN Badaruddin Badaruddin; Khusnul Khotimah; Marcela Elvita Putri; Azzahra Viola Agustin; Divanna Duta Trimay Reynatta; Sheli Regita Cahyani; Dimas Risangseno Aji
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.96805

Abstract

Pemanfaatan media grafis dalam proses pembelajaran menuntut kualitas desain visual yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dalam menyampaikan pesan edukatif. Penggunaan elemen visual yang kurang tepat seringkali menjadi kendala dalam penyerapan informasi bagi pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap kelayakan desain visual pada media grafis pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket tertutup berbasis skala Likert yang melibatkan 30 responden mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek keterbacaan isi pesan, sebanyak 50% responden memberikan penilaian sangat baik. Pada aspek tipografi dan kesesuaian font, 50% responden juga menyatakan sangat setuju terhadap kemudahan membaca teks, meskipun terdapat 7,1% responden memberikan penilaian rendah pada konsistensi font. Pada indikator warna dan ilustrasi, sebagian besar responden (42,9% hingga 57,1%) menilai kombinasi warna dan relevansi gambar sudah sangat sesuai dengan tema pesan. Namun, pada aspek teknis tata letak dan kontras warna, masih terdapat penilaian rendah sebesar 7,1% yang menunjukkan perlunya optimalisasi detail visual. Secara keseluruhan, media grafis pembelajaran ini berada pada kategori sangat layak dengan catatan perlunya perbaikan pada aspek presisi tata letak dan ketajaman kontras guna meningkatkan kenyamanan visual pengguna secara universal.
Reorienting Educational Management Information Systems for Resilient Digital Learning Ecosystems in Industry 5.0 Indah Naela Zulfa; Indi Mazaya; Inda Millata Afna; Tsania Karima Khusna; Norma Kartika Putri; Raya Ajeng Pertiwi; Mutiah Puspita Andiny; Muhammad Ikmal Irsyadul Fairus; Rani Suci Rahmadani; Diva Agi Septiana; Mansur Chadi Mursid
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.99317

Abstract

The transition toward Industry 5.0 has encouraged educational institutions to reconsider the role of Management Information Systems (MIS) beyond administrative efficiency and technological automation. This study investigates how MIS can be reoriented to support human-centered values and organizational resilience within increasingly complex digital learning environments. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA framework, complemented by bibliometric mapping using VOSviewer. Relevant publications published between 2021 and 2025 were collected from reputable national and international databases and analyzed to identify major research trends, conceptual relationships, and emerging gaps. The findings reveal that existing studies predominantly emphasize technological innovation, while the dimensions of human-centricity and resilience remain insufficiently integrated into educational MIS research. The literature also highlights the growing need for information systems capable of maintaining institutional adaptability, learning continuity, and stakeholder well-being amid rapid technological and social change. In response to these challenges, this study develops the SIM 5.0 conceptual framework, which combines three interrelated dimensions: technological capability, human-centered design, and system resilience. The framework suggests that the effectiveness of educational MIS depends not only on technological advancement but also on its capacity to support educators, students, and administrative personnel while responding flexibly to evolving educational demands. These findings provide practical guidance for developing sustainable, adaptive, and learner-oriented digital management systems in educational institutions.
Meta-analisis: Validitas Media Booklet pada Pembelajaran Biologi SMA/MA Anggraini Dini; Zulyusri
Epistema Vol. 7 No. 1 (2026): April(On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v7i1.99565

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih sedikit kajian yang membahas keabsahan booklet sebagai alat bantu pembelajaran biologi, meskipun booklet memiliki kemampuan untuk membantu murid dalam memahami materi yang rumit. Oleh karenanya, penting untuk menerapkan media pembelajaran yang mempermudah murid dalam menyerap informasi yang diajarkan. Pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan menarik bisa meningkatkan motivasi serta pemahaman murid. Booklet adalah salah satu jenis media pembelajaran yang berisi informasi terkait topik tertentu disertai dengan ilustrasi yang tepat, sehingga dapat berfungsi sebagai tambahan alat multimedia untuk murid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kevalidan booklet dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA/MA melalui analisis meta terhadap sepuluh artikel yang diterbitkan dari tahun 2020 hingga 2026 di beberapa jurnal yang terakreditasi. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif pada empat aspek validitas, yaitu konten, bahasa, penyajian, dan grafikaan. Hasil dari analisis meta menunjukkan bahwa validitas booklet mencapai 91,17% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan temuan dari analisis ini, diharapkan bahwa validitas booklet dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA/MA dapat memenuhi kriteria sangat valid.

Page 10 of 10 | Total Record : 99