cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 395 Documents
PERAN BADAN PERLINDUNGAN KONSUMEN NASIONAL (BPKN) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA KONSUMEN: STUDI KASUS DI KOTA BESAR M. Rizki Adi Pratama; Amelia Rahmaniah; Muhammad Haris; Annajiyah Mansyuroh
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57441

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dalam penyelesaian sengketa konsumen di kota-kota besar di Indonesia. Fokus studi diarahkan pada efektivitas, mekanisme, dan kendala yang dihadapi oleh BPKN dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak BPKN, pelaku usaha, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPKN cukup signifikan sebagai lembaga advokasi dan rekomendasi kebijakan, namun keterbatasan kewenangan eksekutorial dan minimnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi BPKN menjadi hambatan utama dalam penyelesaian sengketa konsumen secara efektif. Kata Kunci: BPKN, sengketa konsumen, perlindungan hukum, kota besar, penyelesaian sengketa   Abstract This study aims to analyze the role of the National Consumer Protection Agency (BPKN) in resolving consumer disputes in major cities in Indonesia. The research focuses on the effectiveness, mechanisms, and challenges faced by BPKN in carrying out its functions. A qualitative approach was employed using a case study method conducted in Jakarta and Surabaya. Data were collected through in-depth interviews with BPKN representatives, business actors, and consumers. The findings indicate that BPKN plays a significant role as an advocacy and policy advisory institution. However, the lack of executive authority and the limited public understanding of BPKN's functions are key obstacles to effective consumer dispute resolution. Keywords: BPKN, consumer disputes, legal protection, major cities, dispute resolution
KESESUAIAN KALKULATOR ZAKAT PROFESI NU CARE DENGAN KETENTUAN NISHAB DALAM HUKUM ISLAM Elma Nadia
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57458

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji kesesuaian sistem kalkulator zakat profesi yang disediakan oleh NU Care-LAZISNU dengan ketentuan nishab dalam hukum Islam. Menggunakan metode kualitatif normatif dan teknik deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa kalkulator zakat NU Care membantu pengguna dalam menghitung zakat profesi. Namun, sistem ini tidak menyertakan parameter syar'i, seperti batas nishab, yang menyebabkan individu dengan penghasilan rendah—bahkan di bawah upah minimum—tetap diminta untuk membayar zakat. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip fikih dan maqāṣid al-syarī‘ah, yang menekankan perlunya keadilan dalam distribusi zakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk memastikan kepatuhan hukum dan keadilan distribusi zakat, sistem kalkulasi zakat digital harus dilengkapi dengan verifikasi nishab dan edukasi syariah. Dengan adanya fitur edukatif dan sistem verifikasi, pengguna dapat lebih memahami syarat kewajiban zakat, sehingga mencegah potensi kesalahan dalam pembayaran zakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk perbaikan sistem digital zakat di Indonesia agar tetap selaras dengan ketentuan syariat Islam, serta meningkatkan keadilan bagi mustahiq (penerima zakat) dan muzakki (pemberi zakat). Kata kunci : Zakat Profesi, Kalkulator Zakat, NU Care   Abstract This article examines the suitability of the professional zakat calculator system provided by NU Care-LAZISNU with the provision of nishab in Islamic law. Using normative qualitative methods and descriptive-analytical techniques, this study found that NU Care's zakat calculator helps users in calculating professional zakat. However, the system does not include any shar'i parameters, such as the nishab limit, which results in individuals with low income - even below the minimum wage - still being required to pay zakat. This contradicts the principles of fiqh and maqāṣid al-syarī'ah, which emphasize the need for fairness in zakat distribution. This research shows that to ensure legal compliance and fairness in zakat distribution, a digital zakat calculation system should be equipped with nishab verification and sharia education. With the educational features and verification system, users can better understand the requirements of zakat obligation, thus preventing potential errors in zakat payment. The findings are expected to be a reference for the improvement of the digital zakat system in Indonesia to remain in line with the provisions of Islamic law, as well as to increase justice for mustahiq (zakat recipients) and muzakki (zakat givers). Keywords: Professional Zakat, Zakat Calculator, NU Care.
PERAN SERTIFIKASI HALAL DAN LABEL BPOM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK EKSPOR Eky Ariandi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57459

Abstract

Abstrak Dalam era globalisasi dan persaingan pasar internasional yang ketat, daya saing produk ekspor Indonesia menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sertifikasi halal dan label Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing tersebut. Sertifikasi halal memberikan jaminan kehalalan produk, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama di negara-negara mayoritas Muslim. Sementara itu, label BPOM memastikan keamanan dan kualitas produk, yang merupakan syarat utama untuk mengakses pasar internasional. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan pendekatan yuridis normatif untuk menganalisis dampak sertifikasi halal dan label BPOM terhadap daya saing produk ekspor. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua instrumen ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan nilai tambah yang memperluas akses pasar dan mempercepat distribusi. Dengan regulasi yang mendukung, pelaku usaha diharapkan dapat lebih mudah memenuhi persyaratan ekspor, sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global. Kolaborasi antara sertifikasi halal dan pengawasan BPOM menjadi strategi penting dalam memperkuat posisi produk ekspor Indonesia di pasar yang semakin kompetitif. Kata Kunci : Sertifikasi Halal, Label BPOM, Ekspor.   Abstrak In an era of globalization and intense international market competition, the competitiveness of Indonesian export products is a key factor in national economic growth. Halal certification and the Indonesian Food and Drug Administration (BPOM) label play an important role in enhancing this competitiveness. Halal certification provides assurance of a product's halal status, thereby increasing consumer confidence, particularly in majority-Muslim countries. Meanwhile, the BPOM label ensures product safety and quality, which are essential requirements for accessing international markets. This study employs a literature review method with a normative legal approach to analyze the impact of halal certification and BPOM labeling on the competitiveness of export products. The results indicate that these two instruments not only comply with regulations but also provide added value that expands market access and accelerates distribution. With supportive regulations, businesses are expected to more easily meet export requirements, thereby enhancing the competitiveness of Indonesian products on the global stage. Collaboration between halal certification and BPOM oversight is a key strategy in strengthening the position of Indonesian export products in an increasingly competitive market. Keywords : Halal Certification, BPOM Label, Export.
KUALITAS PELAYANAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN LOYALITAS KONSUMEN PADA TRAVEL HAJI DAN UMROH BADUR TOUR SAMPANG Ahmad Ifan Bakhri
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57460

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen pada perusahaan jasa perjalanan haji dan umroh, khususnya Badur Tour yang berlokasi di Sampang. Kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor kunci dalam membentuk kepercayaan dan kepuasan pelanggan yang pada akhirnya berdampak pada tingkat loyalitas konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada para jamaah yang pernah menggunakan jasa Badur Tour. Aspek kualitas pelayanan yang dianalisis meliputi keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan secara konsisten dapat menjadi strategi efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan pada jasa travel haji dan umroh. Kata kunci: kualitas pelayanan, loyalitas konsumen, travel haji dan umroh, Badur Tour, Sampang   Abstract This study aims to analyze the influence of service quality on customer loyalty in the context of Hajj and Umrah travel services, specifically at Badur Tour located in Sampang. Service quality is a key factor in building customer trust and satisfaction, which ultimately impacts consumer loyalty. This research uses a quantitative approach, collecting data through questionnaires distributed to pilgrims who have used Badur Tour's services. The dimensions of service quality examined include reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The results show that all dimensions of service quality have a positive and significant effect on customer loyalty. Therefore, consistently improving service quality can be an effective strategy to maintain and enhance customer loyalty in Hajj and Umrah travel services. Keywords: service quality, customer loyalty, Hajj and Umrah travel, Badur Tour, Sampang
DINAMIKA PEMBENTUKAN KOALISI PARTAI POLITIK DALAM PEMILU 2024 Rizky Fitriantri
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57474

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas dinamika pembentukan koalisi partai politik dalam pemilu 2024 di Indonesia yang ditandai dengan munculnya tiga koalisi besar untuk mendukung calon presiden dan calon wakil presiden. Koalisi ini terbentuk sebagai tanggapan terhadap sistem presidensial multipartai yang memerlukan kolaborasi partai-partai politik untuk menciptakan pemerintahan yang stabil. Studi ini berfokus pada dua aspek utama yakni apakah pembentukan koalisi lebih mengarah pada konsolidasi kekuasaan atau kemitraan demokratis, dan apa implikasi koalisi besar terhadap kualitas demokrasi khususnya terkait mekanisme check and balances. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan data sekunder dari dokumen dan media terkait. Hasilnya mennjukkan bahwa koalisi dalam pemilu 2024 cenderung didorong oleh pragmatisme politik dan kalkulasi elektoral, sementara kesamaan ideologi menjadi kurang dominan yang mana dapat melemahkan sistem check and balance serta memperkuat oligarki meskipun terdapat upaya membangun konsensus program antar partai, langkah ini masih belum kuat untuk menyeimbangkan konsolidasi kekuasaan. Kata Kunci : Koalisi Partai Politik, dan Pemilu 2024   Abstract This research discusses the dynamics of political party coalition formation in the 2024 elections in Indonesia, which is characterized by the emergence of three major coalitions to support presidential and vice presidential candidates. These coalitions were formed in response to a multiparty presidential system that requires the collaboration of political parties to create a stable government. This study focuses on two main aspects, namely whether the formation of coalitions leads to power consolidation or democratic partnerships, and what are the implications of grand coalitions for the quality of democracy, especially related to the mechanism of checks and balances. This research uses a qualitative-descriptive approach with secondary data from relevant documents and media. The results show that coalitions in the 2024 elections tend to be driven by political pragmatism and electoral calculations, while ideological similarities become less dominant, which can weaken the check and balance system and strengthen the oligarchy. Although there are efforts to build consensus programs between parties, this step is still not strong enough to balance power consolidation. Keywords : Political Party Coalition, and 2024 Election
HALAL INDUSTRI PADA PRODUK BATIK GENTONGAN DI KABUPATEN BANGKALAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL Ahmad Ghufron; Fery Nur Hidayat; Khoirul Umam
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57629

Abstract

Abstrak Industri batik memiliki peran yang sangat penting dalam budaya dan perekonomian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan. Seiring dengan perkembangan industri ini, perhatian terhadap kehalalan produk menjadi semakin penting, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pasar yang semakin sadar akan produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Penerapan prinsip halal industri dalam berbagai sektor, termasuk batik gentongan, memerlukan pemahaman dan kepatuhan terhadap peraturan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti dalam pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu: wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi, peneliti menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis yaitu reduksi data, pengurangan data, penyajian data serta penarikan kesimpulan sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan peneliti dan triangulasi metode dan sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bahan yang digunakan dalam batik gentongan alami dan halal, dengan pengolahan pewarnaan berulang dalam gentong. Penyimpanan dilakukan dengan menjaga kebersihan dan pemisahan produk halal dari non-halal. Pengemasan memperhatikan bahan yang sesuai untuk menjaga kehalalan. Pendistribusian memastikan pemisahan produk halal dan non-halal. Dalam penjualan, prinsip pemasaran syariah diterapkan dengan mengutamakan nilai religius dan etika. Kata Kunci:  Halal Industri, Proses Produksi, Batik Gentongan   Abstract The batik industry plays a very important role in the culture and economy in Indonesia, including in Bangkalan Regency. Along with the development of this industry, attention to the halalness of products is becoming increasingly important, especially in meeting the needs of the market that is increasingly aware of products that comply with sharia principles. The application of halal industrial principles in various sectors, including batik gentongan, requires understanding and compliance with existing regulations. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Researchers in collecting data use three methods, namely: semi-structured interviews, non-participant observation and documentation, researchers use several steps in analyzing, namely data reduction, data reduction, data presentation and drawing conclusions while checking the validity of the data is carried out through the persistence of researchers and triangulation of methods and data sources. The results of this study indicate that the materials used in batik gentongan are natural and halal, with repeated coloring processing in the barrel. Storage is carried out by maintaining cleanliness and separating halal products from non-halal. Packaging pays attention to appropriate materials to maintain halalness. Distribution ensures the separation of halal and non-halal products. In sales, the principles of sharia marketing are applied by prioritizing religious and ethical values. Keywords: Halal Industry, Production Process, Batik Gentongan
PREFERENSI MUZAKKI DALAM PEMBAYARAN ZAKAT DIGITAL MELALUI BAZNAS: ANALISIS HUKUM ISLAM DAN REGULASI Satria; Eky Ariandi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57710

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis implementasi sistem digital dalam pengelolaan zakat di Indonesia dari sudut pandang hukum Islam dan regulasi nasional. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi pembayaran zakat, website, mobile banking, e-wallet, dan QRIS telah membawa perubahan besar dalam tata kelola zakat. Sistem digital mempermudah muzakki menunaikan zakat secara fleksibel, cepat, dan transparan, sekaligus meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan jangkauan layanan lembaga zakat. Studi ini juga menyoroti tantangan utama, seperti rendahnya literasi digital, tingkat kepercayaan masyarakat, serta kebiasaan pembayaran zakat secara langsung ke mustahik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi digital, pengembangan sistem yang mudah diakses, serta peningkatan transparansi dan kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah agar potensi zakat nasional dapat dioptimalkan dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Kata kunci: Zakat Digital, Aplikasi Zakat, Literasi Digital.   Abstract This research analyzes the implementation of digital system in zakat management in Indonesia from the perspective of Islamic law and national regulation. The utilization of digital technology such as zakat payment application, website, mobile banking, e-wallet, and QRIS has brought major changes in zakat governance. Digital systems make it easier for muzakki to pay zakat flexibly, quickly, and transparently, while improving the professionalism, accountability, and service reach of zakat institutions. The study also highlights key challenges, such as low digital literacy, public trust, and the habit of paying zakat directly to mustahik. This study recommends strengthening digital education, developing an easily accessible system, and increasing transparency and collaboration between zakat institutions and the government so that the potential of national zakat can be optimized and the benefits are more widely felt by the community. Keywords: Digital Zakat, Zakat Application, Digital Literacy.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PELAKU MONEY POLITICS DALAM PEMILIHAN BUPATI TAHUN 2024 Nurdiana Maisaro; Sulistina
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.57753

Abstract

Abstrak Pemilihan kepala daerah merupakan bagian penting dari proses demokrasi di Indonesia. Namun, praktik politik uang (money politics) masih menjadi persoalan serius yang mengancam integritas pemilu. Salah satu aturan yang diatur dalam perundang-undangan adalah larangan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye. Penelitian ini membahas implementasi aturan tersebut dalam konteks pemilihan Bupati, dengan menyoroti efektivitas pengawasan serta kendala yang dihadapi di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan pengumpulan data melalui analisis teoritis tentang aspek-aspek hukum, termasuk prinsip-prinsip hukum, konsepsi hukum, pandangan, dan doktrin-doktrin hukum. Metode ini menggunakan data sekunder seperti asas, kaidah, norma, dan aturan hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah dibuat, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti lemahnya penegakan hukum, minimnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan, dan adanya celah dalam pelaporan pelanggaran. Sebagai kesimpulan, dibutuhkan peningkatan kapasitas lembaga pengawas serta edukasi politik kepada masyarakat agar praktik politik uang dapat ditekan. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya sistem pelaporan yang lebih transparan dan perlindungan bagi pelapor pelanggaran sebagai upaya memperkuat penerapan aturan tersebut. Kata kunci : politik uang, kampanye, pemilihan bupati, aturan pemilu, implementasi hukum   Abstract Regional head elections are an important part of the democratic process in Indonesia. However, the practice of money politics is still a serious problem that threatens the integrity of the election. One of the rules stipulated in the legislation is the prohibition on promising or giving money or other materials to campaign participants. This study discusses the implementation of this rule in the context of the Regent election, highlighting the effectiveness of supervision and the obstacles faced in the field. The method used in this study is a normative legal approach with data collection through theoretical analysis of legal aspects, including legal principles, legal concepts, views, and legal doctrines. This method uses secondary data such as principles, rules, norms, and legal rules contained in laws and other legal documents. The results of the study show that although regulations have been made, implementation in the field still faces various obstacles, such as weak law enforcement, minimal public participation in supervision, and gaps in reporting violations. In conclusion, it is necessary to increase the capacity of supervisory institutions and provide political education to the public so that the practice of money politics can be suppressed. The suggestion that can be given is the need for a more transparent reporting system and protection for whistleblowers as an effort to strengthen the implementation of these regulations. Keywords: money politics, campaign, regent election, electoral law, legal implementation
PENEGAKAN HUKUM TANGGUNG JAWAB PIDANA NOTARIS DALAM KEWENANGAN SEBAGAI PPAT DI POLDA SULAWESI SELATAN Nurfadillah Ridwan; I Gede Yusa
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.58139

Abstract

Abstrak Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris diatur hanya sanksi Akta terdegradasi menjadi akta di bawah tangan, batal demi hukum dan sanksi administrasi. Berdasarkan permasalahan tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum terkait pengaturan sanksi pidana notaris yang melakukan suatu pelanggaran hukum dalam UUJN dalam penelitian tersebut yaitu : 1. Bagaimanakah pelaksanaan penegakan hukum Tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan? 2. Apakah Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi penegakan hukum tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan? Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (empirical research), Jenis pendekatan yaitu 1. Pendekatan Perundang-undangan, 2. Pendekatan Konseptual dan 3. Pendekatan Kasus. Lokasi penelitian adalah di Kantor Kepolisian Daerah (POLDA) Sulawesi Selatan. Sumber Data Hukum yaitu Sumber Data Hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik Pengumpulan Data Hukum yaitu Studi Dokumentasi dan Wawancara. Serta Teknik Analisis Data Hukum adalah Kualitatif Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan penegakan hukum Tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan adalah belum dilaksanakan secara efektif karena belum adanya pengaturan hukum yang mengatur secara rinci dalam Undang-undang Jabatan Notaris terkait sanksi pidana bagi notaris yang melakukan suatu pelanggaran hukum. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi penegakan hukum tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan  adalah sebagai berikut yaitu: a. Faktor Struktur Hukum, b. Faktor Substansi Hukum dan c. Faktor Sarana dan Fasilitas. Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tanggung Jawab, pidana, Notaris.   Abstract Based on the Notary Law, only sanctions are regulated for a deed to be degraded to a deed under hand, null and void by law and administrative sanctions. Based on these problems, there is legal uncertainty regarding the regulation of criminal sanctions for notaries who commit a violation of the law in the UUJN in the study, namely: 1. How is the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police? 2. What are the factors that influence the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police? This research is an empirical legal research, the types of approaches are 1. Legislation Approach, 2. Conceptual Approach and 3. Case Approach. The location of the research is at the South Sulawesi Regional Police Office (POLDA). Legal Data Sources are primary, secondary and tertiary Legal Data Sources. Legal Data Collection Techniques are Documentation Study and Interviews. And the Legal Data Analysis Technique is Qualitative Descriptive. The results of the study indicate the following: 1. The implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police has not been implemented effectively because there are no legal regulations that regulate in detail in the Notary Law regarding criminal sanctions for notaries who commit a violation of the law. 2. The factors that influence the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police are as follows: a. Legal Structure Factor, b. Legal Substance Factor and c. Facilities and Infrastructure Factor. Keywords: Law Enforcement, Responsibility, Criminal, Notary.
ANTARA UNDANG UNDANG DAN REALITA : PENEGAKAN HUKUM DALAM KASUS KEKERASAN RUMAH TANGGA Annida Rahma; Iim Fatimatu Zahro; Pandyadama Fauzan; David Nugraha
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.58213

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah isu yang telah lama ada dan tetap menjadi permasalahan utama. yang masih menjadi persoalan serius dalam masyarakat Indonesia. Meskipun telah ada payung Peraturan hukum yang dimuat dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 mengenai tindakan untuk mengakhiri kekerasan domestik menyumbangkan jaminan perlindungan kepada para korban, khususnya perempuan, masih belum optimal. Faktor penyebab KDRT meliputi kecemburuan, masalah ekonomi, dan kurangnya pemahaman hukum. Penanganan KDRT memerlukan peran aktif Pemerintah, pihak berwenang, dan komunitas untuk melakukan pencegahan dan menawarkan perlindungan berdasarkan ketentuan hukum yang efektif kepada korban. Studi ini mengaplikasikan pendekatan yuridis empiris, atau sering diistilahkan triangulasi metode, yaitu metode penelitian hukum yang menggabungkan antara pendekatan normatif yaitu hukum pada saat teoritis (sebagai law in the books) dengan pendekatan empiris, yaitu hukum pada saat praktik (sebagai lawin action). Metode ini memungkinkan peneliti untuk melihat dan membandingkan perbedaan diantara peraturan hukum berbelaku dengan praktek di masyarakat. Kata Kunci: KDRT; Keadilan Restoratif; Korban; Tindak Pidana   Abstract Domestic violence (DV) is an issue that has long existed and remains a major problem that continues to be a serious concern in Indonesian society. Although there is a legal framework provided by Law No. 23 of 2004 regarding actions to end domestic violence that offers protection guarantees to victims, especially women, it is still not optimal. The causes of domestic violence include jealousy, economic issues, and a lack of legal understanding. Addressing domestic violence requires the active role of the Government, authorities, and the community to prevent it and to provide effective legal protections to the victims. This study applies an empirical legal approach, often referred to as method triangulation, which is a legal research method that combines normative approaches, law in theoretical terms (as law in the books), with an empirical approach, law in practice (as law in action). This method allows researchers to observe and compare the differences between applicable legal regulations and social practices. Keywords:  Criminal Act; KDRT;  Restorative Justice; Victim.