cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 763 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Sebagai Stimulus Dalam Model Inkuiri Terhadap Keterampilan Bertanya Siswa Sekolah Dasar Maulida Maulida; Joko Suprapmanto
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5543

Abstract

Keterampilan bertanya merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang berperan dalam meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi aktif siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa kelas V SD yang pasif dalam mengajukan pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media video animasi sebagai stimulus dalam model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan bertanya siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n = 26) dan kelompok kontrol (n = 26). Data dikumpulkan melalui angket skala keterampilan bertanya, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui uji prasyarat yang meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test dan Paired Samples t-Test. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada post-test keterampilan bertanya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,025 < 0,05. Dengan demikian, integrasi media video animasi sebagai stimulus dalam model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bertanya siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.
Generalisasi Kemampuan Mand Anak dengan ASD dalam Natural Invoronment Teaching: Perspektif Terapis ABA Ayu Sekar Kedhaton; Khairil Musrsyidin; Erna Melina; Aini Mahabbati
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5806

Abstract

Keterampilan manding (meminta) dalam metode Applied Behavior Analysis (ABA) merupakan fondasi komunikasi bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Meskipun berkembang pesat di ruang terapi, anak seringkali gagal menggeneralisasikannya ke lingkungan alami. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dan strategi praktis terapis ABA dalam menggeneralisasi kemampuan mand anak ASD dari lingkungan terapi ke lingkungan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi eksploratif, yang melibatkan 6 terapis ABA di BBMI Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam lalu dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis.  Hasil penelitian menunjukkan hambatan utama meliputi motivasi anak yang fluktuatif, ketergantungan prompt, kesulitan transfer situmulus, serta respon orang tua di rumah yang belum konsisten. Strategi penagnagan difokuskan pada rekayasa lingkungan, penerapan pengurangan prompt bertahap (prompt fading), variasi pemberi instruks dan lokasi, serta edukasi keluarga. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun strategi yang diterapkan terapis mampu mendorong kemampuan manding anak, kunci utama keberhasilan generalisasi adalah konsistensi kolaborasi orang tua di rumah guna menjaga keberlanjutan intervensi.
Pengembangan Media Rainbow Stik Untuk Melatih Self-Awareness Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Nahliyah Septi Zahrah Manik; Fauziah Nasution
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5813

Abstract

Artikel penelitian ini bertujuan mengembangkan media Rainbow Stik dalam layanan bimbingan kelompok untuk melatih self-awareness siswa. Pengembangan media dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan yang menunjukkan adanya kesulitan siswa dalam memahami diri, mengenali emosi, menyampaikan pendapat, dan menunjukkan kepercayaan diri, serta terbatasnya penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang dibatasi sampai tahap develop. Subjek penelitian terdiri atas satu ahli materi, satu ahli media, satu guru BK, dan 10 siswa kelas VIII MTsS As-Syahaadah Kabupaten Pakpak Bharat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan media Rainbow Stik sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi sebesar 81,25% dan ahli media sebesar 80%. Uji kepraktisan menunjukkan kategori sangat praktis berdasarkan respons guru BK sebesar 80% dan praktis berdasarkan respons siswa sebesar 70,25%. Dengan demikian, media Rainbow Stik dinyatakan layak dan praktis digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam melatih self-awareness melalui bimbingan kelompok.
Negotiating Female Agency within Gendered Social and Cultural Contexts: A Feminist Reading of Selalu Ada Ruang untuk Pulang Hapsari Retno Kinasih; Else Liliani
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5838

Abstract

Women’s representation in literature provides a means of examining how gender norms shape identity, social expectations, and the possibilities for female agency. This study examines the representation of women and the construction of gender in Karima Ifha’s novel Selalu Ada Ruang untuk Pulang, focusing on ho​w the main character, Khansa, negotiates her agency within gendered social and cultural contexts. Using a descriptive qualitative design, the study analyzes the novel as its primary data source. Data were collected through repeated reading and documentation of relevant narrative passages, dialogues, and character actions, and then examined through close reading and thematic analysis informed by feminist perspectives and Judith Butler’s concept of gender performativity. The findings reveal four interconnected dimensions of women’s representation and gender construction: Khansa’s resilience and professional participation, expectations surrounding intimate relationships and physical appearance, the organization of gender within religious spaces, and solidarity among Muslim women. These dimensions indicate that Khansa is portrayed as capable of making decisions and responding to challenges, while her self-understanding and choices remain shaped by social recognition, gendered expectations, and interpersonal relationships. The study’s contribution lies in integrating women’s representation, gender construction, and agency within a contextual analysis of a contemporary Indonesian novel. It concludes that Khansa’s agency is neither wholly autonomous nor entirely constrained but is negotiated through the interaction of personal capacity, social norms, and relational support.
Evaluating Academic Supervision Through the CIPP Framework: A Qualitative Case Study of Teacher Performance Hafiah Lisda; Ihsana El Khuluqo; Moh. Suryadi Syarif
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5860

Abstract

Academic supervision is intended to support better teaching and teacher professional development; however, having formal supervisory procedures does not by itself ensure that support is systematic or developmental. This study evaluated principal-led academic supervision at SDN Karang Tengah 14, Tangerang City, using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) framework and examined evidence concerning its relationship with teacher performance. A qualitative, context-bound case study was conducted with purposively selected informants using semi-structured interviews, observations, and school documents, including 2024 Teacher Performance Assessment (PKG) records. The data were analyzed thematically through comparison across sources and an evidence-tracing analytic matrix. The findings showed a clear contextual need for supervision: the mean PKG score was 76.5 against a school target of 85, and 61.1% of teachers were classified as adequate. Reported scores for technology use and instructional innovation were 68.3 and 71.2, respectively. Although basic supervisory structures and a three-stage cycle were in place, supervision occurred only twice annually and was not implemented consistently, particularly in pre-observation, feedback, coaching, and follow-up documentation. Product evidence pointed to limited reported improvement in teachers’ awareness of lesson planning and instructional implementation, but no longitudinal evidence was available to establish changes in teacher performance attributable to supervision. The study shows, through a CIPP-based system-level analysis, that the developmental value of academic supervision depends on how closely identified needs, supervisory inputs, implementation, feedback, and differentiated follow-up are connected. The findings point to the need to strengthen supervision as a continuous process of teacher professional learning and instructional improvement.
Chemical Composition, Antioxidant Activity, Anti-Fatigue Function, and Mechanism of Trigonella foenum-graecum Extract on Exercise-Induced Physical Fatigue Armansyah Maulana Harahap; Yulia Putri; Herviani Sari
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5875

Abstract

Excessive physical fatigue post-exercise triggers muscle performance decline and cellular damage due to free radical accumulation, necessitating safe, natural nutritional interventions as alternatives to synthetic stimulants. This study aimed to analyze the bioactive compound composition, antioxidant capacity, cellular bioenergetic recovery efficacy, and molecular docking mechanisms of fenugreek seed extract (Trigonella foenum-graecum L., TFGE). Methods involved dual-polarity UHPLC-Q Exactive HF-X LC-MS/MS metabolomic profiling, cell-free in vitro antioxidant assays, hydrogen peroxide (H2O2)-induced oxidative stress modeling in C2C12 skeletal muscle myoblasts, and molecular docking simulations using AutoDock Vina against Keap1 and AMPKα proteins. Analysis identified 20 major bioactive compounds, including trigonelline, 4-hydroxyisoleucine, orientin, vitexin, diosgenin, and quercetin. TFGE exhibited potent free radical scavenging activity in DPPH (EC50 = 0.038 mg/mL) and ABTS (EC50 = 0.042 mg/mL) assays. In H2O2-treated C2C12 myoblasts, TFGE treatment (40 µg/mL) restored cell viability from 51.4% to 88.6%, suppressed reactive oxygen species (ROS) and malondialdehyde (MDA) accumulation, and reactivated endogenous antioxidant enzymes (SOD, CAT, GSH-Px). Furthermore, TFGE replenished intracellular glycogen stores, accelerated lactate clearance, and restored membrane Na+-K+-ATPase and Ca2+-Mg2+-ATPase pump activities. Docking simulations confirmed robust binding interactions between TFGE constituents and the Keap1 Kelch domain (scores up to -9.6 kcal/mol) and AMPKα kinase domain (scores up to -8.2 kcal/mol). Physical fatigue post-exercise due to oxidative stress and bioenergetic depletion presents a major physiological challenge that requires targeted natural interventions. In conclusion, TFGE demonstrates significant in vitro cytoprotective and bioenergetic recovery effects, suggesting its potential as a nutraceutical candidate pending further in vivo validation.
Model Hubungan Kepemimpinan Transformasional, Kompetensi Profesional, dan Disiplin Kerja dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Linda Suherawati; Ade Hikmat; Somariah Fitriani
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5879

Abstract

Kinerja guru merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkaitan dengan kepemimpinan sekolah, kompetensi profesional, dan praktik kerja guru. Namun, keterkaitan keempat aspek tersebut dalam satu model analisis pada konteks sekolah dasar negeri masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan transformasional, kompetensi profesional, dan disiplin kerja dengan kinerja guru, serta menguji hubungan antarkonstruk dalam model analisis jalur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 117 guru sekolah dasar negeri di Korwil Pinang, Kota Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi, serta analisis jalur. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional (β = 0,190), kompetensi profesional (β = 0,401), dan disiplin kerja (β = 0,746) berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja guru. Kepemimpinan transformasional dan kompetensi profesional juga berhubungan positif dengan disiplin kerja, masing-masing sebesar β = 0,529 dan β = 0,531, sedangkan hubungan kepemimpinan transformasional dengan kompetensi profesional mencapai β = 0,649. Meskipun model menjelaskan 93% variasi kinerja guru, tingginya multikolinearitas pada variabel disiplin kerja (VIF = 13,444) menuntut kehati-hatian dalam menafsirkan kontribusi unik setiap prediktor. Penelitian ini berkontribusi melalui integrasi keempat konstruk dalam satu model kontekstual. Pengujian lanjutan menggunakan analisis robust, pengukuran multisumber, dan desain longitudinal diperlukan untuk mengonfirmasi kestabilan hubungan serta peran potensial disiplin kerja sebagai mediator.
Situational Leadership and Work Culture in Relation to Teacher Professional Competence in Public Elementary Schools Fitri Aprillia; Moh. Suryadi Syarif; Ihsana El Khuluqo
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5881

Abstract

Teacher professional competence depends not only on individual capabilities but also on the leadership and organizational conditions in which teachers work. Yet, relatively few studies have considered situational leadership, work culture, and professional competence together in public elementary schools. This study examined the relationships among principals’ situational leadership, work culture, and teachers’ professional competence in public elementary schools in the Pinang District, Tangerang City, Indonesia. A quantitative cross-sectional survey involved 160 teachers selected through proportional random sampling from a population of 267 teachers; an additional 30 teachers participated in the instrument pilot. Data were collected through five-point Likert-scale questionnaires and analyzed using descriptive statistics, assumption testing, Pearson correlations, and hypothesis testing using IBM SPSS. The results showed significant positive associations between situational leadership and professional competence (r = .940, p < .001), work culture and professional competence (r = .806, p < .001), and situational leadership and work culture (r = .866, p < .001). The strongest association was between situational leadership and professional competence. By considering the three organizational dimensions together, this study provides contextual evidence from public elementary schools. The findings point to leadership support, a collaborative work culture, and sustained professional development as interconnected features of teachers’ work environments. However, the cross-sectional and self-report design, together with the detected deviation from linearity, calls for cautious interpretation and further study using longitudinal, multi-source, and nonlinear approaches.
Tari Salendang Keturunan Puti-Puti Tarusan: Embodied Cultural Learning and Intangible Heritage in Minangkabau Wedding Ceremonies Alhani Miranda Jamil; Nerosti Nerosti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5884

Abstract

Intangible cultural heritage is sustained not only by preserving performance forms but also by passing on the knowledge, values, and social meanings embedded in community practices. This study examines the historical development and performance form of Tari Salendang Keturunan Puti-Puti Tarusan and identifies the educational and cultural values expressed through its performance elements in wedding ceremonies in Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, West Sumatra, Indonesia. A context-bounded qualitative design was used, drawing on observations, semi-structured interviews, literature studies, and documentation. The data were analyzed using thematic and qualitative content analyses. The findings show that the dance developed through three historical stages and was reconstructed as a structured performance comprising eight movements: Warih, Paga, Anta, Balabeh, Limpapeh, Kuriak Kundi, Ikek, and Anjuang. Its educational value is embedded in movement control, adherence to performance sequences, coordination, responsibility, cooperation, politeness, self-control, and respect for others. Its cultural meanings are expressed through lineage, women's dignity, family relationships, marital bonding, and the continuity of the Minangkabau tradition within the Puti Puti community. The contribution of this study lies in the historical reconstruction, ceremonial performance, lineage, and value transmission in a single analysis. It offers a context-sensitive view of traditional dance as embodied cultural learning and indicates that safeguarding should preserve not only choreographic forms but also the community knowledge that gives these forms their meaning.​
Mengembangkan Model PARTNER untuk Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia Sekolah: Studi Kasus Kualitatif di Indonesia Khilda Fauziah Lasminingsih; Kosasih Kosasih; Yuyun Yuniarsih
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026): September-December 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i3.5887

Abstract

Peningkatan kualitas layanan pendidikan memerlukan manajemen sumber daya manusia (SDM) sekolah yang mengintegrasikan pengembangan profesional, evaluasi berkelanjutan, dukungan organisasi, dan kolaborasi dengan orang tua. Namun, praktik-praktik tersebut kerap dilaksanakan secara terpisah sehingga diperlukan kerangka manajemen yang koheren dan sesuai dengan konteks sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model PARTNER sebagai kerangka manajemen kualitas SDM sekolah yang berlandaskan evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi sekolah–orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Abu Aziz, Bandung, Indonesia. Sepuluh partisipan, yang terdiri atas kepala sekolah, tiga guru, tiga orang tua, seorang anggota komite sekolah, seorang pengawas sekolah, dan seorang perwakilan Dinas Pendidikan setempat, dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan dukungan NVivo serta tahapan pengodean terbuka, aksial, dan selektif. Kredibilitas data didukung melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member checking. Temuan penelitian menghasilkan tujuh komponen yang saling berkaitan, yaitu Planning, Advancement, Review, Togetherness, Needs, Enabling, dan Reinforcement. Ketujuh komponen tersebut mengintegrasikan perencanaan SDM, pengembangan profesional, evaluasi dan tindak lanjut, kemitraan sekolah–orang tua, pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan, dukungan organisasi, serta budaya mutu reflektif. Kontribusi penelitian ini terletak pada sintesis praktik-praktik tersebut ke dalam kerangka konseptual yang kontekstual untuk manajemen kualitas SDM sekolah. Model PARTNER dapat menjadi landasan refleksi dan perbaikan berkelanjutan di tingkat sekolah. Namun, efektivitas dan keterterapannya pada konteks yang lebih luas masih perlu diuji secara empiris.