cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 20866216     EISSN : 24769444     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan (JITP) merupakan jurnal yang mewadahi publikasi hasil penelitian/studi di bidang peternakan meliputi: Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Penambahan Sari Jahe Gajah (Zingiber officinale var. officinarum) dengan Konsentrasi Berbeda terhadap Kadar Lemak dan Mutu Organoleptik Telur Itik Asin Mulla Kemalawaty; Chairil Anwar; Zulvia Maika Letis; Nasliman Sani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i2.46745

Abstract

Telur itik asin merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur itik merupakan salah satu sumber gizi yang mengandung protein, kalori dan lemak, lebih tinggi daripada telur ayam. Pengawetan telur bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jahe gajah terhadap kadar lemak dan  mutu organoleptik telur asin itik yang dihasilkan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode percobaan desain Rancangan Acak Lengkap dengan faktor penambahan sari jahe gajah yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu P1 = 0%, P2 = 5%, P3 = 10%, dan P4 = 15%. Setiap perlakuan dilakukan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Penggunaan sari jahe gajah hingga level 15% memberikan dampak menurunkan kadar lemak dan meningkatkan kesukaan panelis terhadap nilai warna, rasa, aroma, dan tekstur telur asin itik. Telur asin itik dengan kualitas terbaik terdapat pada penambahan sari jahe gajah 15% dengan karakteristik: kadar lemak 2,78%, organoleptik warna 4,4 (suka); aroma 3,84 (agak suka); rasa 4,07 (suka) dan tekstur 4,12 (suka).
Infusa Buah Rimbang (Solanum torvum Swartz) dalam Air Minum untuk Menjaga Imunitas Broiler Fajri, Rahmad; Yulia, Eva; Malvin, Toni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i2.32326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan infusa buah Rimbang dalam air minum terhadap imunitas broiler. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan berupa tingkat pemberian infusa di dalam air minum, masing-masing 0 (kontrol), 1%, 2% dan 3%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot beberapa organ imun pada broiler, meliputi persentase bobot bursa fabricius, timus dan limpa. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase bobot bursa fabricius berkisar antara 0,229±0,070% – 0,309±0,111%, persentase bobot timus berkisar antara 0,188±0,068% – 0,366±0,135%, dan persentase bobot limpa berkisar antara 0,097±0,023% – 0,123±0,034%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa buah rimbang tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap imunitas broiler.
Dampak Perubahan Suhu Lingkungan Closed House terhadap Performa Ayam Parent Stock Broiler Fase Starter Nurhidayah, Asmaul Fitriana; Samsuddin, Samsuddin; Tullah, Muh. Firdaus; Chadijah, St.; Andriani, Indah; Sabri, Sabri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i2.36788

Abstract

Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor, termasuk peternakan unggas. Salah satu dampak perubahan suhu lingkungan yaitu  pertumbuhan dan kesehatan ayam parent stock broiler selama fase starter. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara suhu luar dan suhu dalam kandang close house selama fase starter terhadap performa ayam parent stock broiler. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gowa dengan 100 ekor DOC yang dipelihara selama lima minggu dalam kandang closed house. Penelitian ini memantau kualitas lingkungan meliputi suhu dan performa ayam meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Data dianalisis dengan korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan pada fases starter selama pemeliharaan berada dalam suhu optimal.  Suhu di luar kandang dan suhu didalam kandang closed house tidak terdapat hubungan yang signifikan. Performa ayam  konsumsi pakan dan bobot badan sesuai dengan standar yang ditetapkan pada fase starter. Manajemen suhu yang baik dalam kandang closed house mendukung produktivitas unggas.
Evaluasi Umur Simpan terhadap Kadar Air, Kualitas Mikrobiologi, dan Karakteristik Sensoris Abon Ayam Berbasis Buah Merah (Pandanus conoideus L.) Indah, Indah Pratiwi; Sritiasni, Sritiasni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.43314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar air, kualitas mikrobiologi, dan karakteristik sensori abon ayam berbasis buah merah (Pandanus conoideus L.). Abon ayam dibuat dengan minyak buah merah, dikemas dalam plastik polypropylene (PP), dan disimpan selama 1 hari, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi kadar air, angka lempeng total (ALT), kapang dan khamir, serta uji hedonik (warna, aroma, dan rasa). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air meningkat signifikan selama penyimpanan, dari 1,86% (hari ke-1) menjadi 5,48% (minggu ke-8). Namun, ALT serta kapang dan khamir tidak terdeteksi hingga akhir penyimpanan. Nilai pH tetap stabil di angka 5. Secara sensori, skor hedonik warna, aroma, dan rasa mengalami penurunan signifikan seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Kesimpulannya, abon ayam berbasis buah merah memiliki daya simpan hingga 8 minggu dengan kualitas mikrobiologi yang baik, tetapi mengalami penurunan kualitas sensori akibat oksidasi pigmen dan lemak.
Analisis Keuntungan dan Efisiensi Pemasaran Sapi Bali Pada Peternakan Rakyat Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Abadi, Musram; Has, Hamdan; Hakim, Muh Haidir; Gerhana, Gerhana; Nur, Kadir Budiman
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.45338

Abstract

Sapi Bali adalah salah satu ras ternak lokal yang berasal dari Indonesia yang banyak dikembangkan oleh masyarakat setempat karena metode pemeliharaannya yang sederhana dan kemampuannya beradaptasi dengan baik di lingkungan. Peran sapi Bali sangat krusial dalam perkembangan sektor peternakan, sebagai sumber daging yang bernilai ekonomi tinggi serta penting untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran dan efisiensi keuntungan pemasaran sapi Bali di Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada periode Mei-Juni 2024. Sebanyak 46 responden yang terdiri dari peternak dan pedagang sapi Bali diambil dengan teknik Purposive Sampling dari 3 Kelurahan dan 9 Desa. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan pemasaran sapi Bali sebesar Rp 1.542.428, dengan saluran pemasaran yang paling efisien, yaitu saluran I, yang memiliki efisiensi 0%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan standar efisiensi pemasaran sebesar 8.4%.
Karakteristik Keju Mozzarella dari Susu Kambing dengan Bahan Pengasam Sari Jeruk Nipis Amelia, Kiki; Taufik , Muhammad; Sangkek, Miksen Merko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.45675

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisik dari keju mozzarella yaitu organoleptik, kemuluran dan rendemen keju mozzarella dari 3 perlakuan berbeda. Kajian dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan dalam kajian ini adalah penggunaan sari jeruk nipis dengan 3 konsentrasi berbeda yaitu 2%, 3% dan 4%, sebagai bahan pengasam dalam pembuatan keju mozzarella yang kemudian diuji organoleptik oleh panelis, lalu dilakukan pengukuran rendemen serta uji kemuluran dengan menggunakan metode fork test. Hasil uji organoleptik warna, tekstur dan rasa menunjukkan rata-rata tertinggi pada perlakuan 4 %, untuk organoleptik aroma menunjukkan rata-rata tertinggi pada perlakuan 2%. Hasil uji dengan metode fork test menunjukkan hasil perlakuan 2% yaitu rata-rata 6,75 cm, diikuti perlakuan 3% sepanjang 9,75 cm dan perlakuan 4% yaitu 11,25 cm. Rata-rata rendemen keju mozzarella pada perlakuan 2% yaitu 6,42%, perlakuan 3% sebesar 6,85%, dan perlakuan 4% yaitu 5,50%. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sari jeruk nipis sebanyak 4% sebagai bahan pengasam dapat memengaruhi karakteristik fisik keju mozzarella, terutama dalam hal organoleptik dan kemuluran.
Karakteristik Keju Mozzarella dari Susu Kambing Menggunakan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai Koagulan Wahdania, Wahdania; Taufik, Muhammad; Sangkek, Miksen Merko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.45680

Abstract

Susu kambing mempunyai daya simpan yang relatif singkat dan mudah rusak apabila penanganannya kurang baik. sehingga perlu diolah menjadi produk olahan seperti keju Mozzarella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik dan fisik keju Mozzarella dari susu kambing dengan menggunakan sari belimbing wuluh sebagai koagulan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan konsentrasi sari belimbing wuluh (2%, 3%, dan 4%) dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur), rendemen, dan kemuluran keju. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak belimbing wuluh dengan penambahan 4% (P3) menghasilkan karakteristik kemuluran dan tekstur yang terbaik dibanding perlakuan P1 (2%) dan P2 (3%), sedangkan untuk karakteristik rasa dan aroma penambahan sari belimbing wuluh P2 (3%) dan P3 (4%) lebih baik dibanding perlakuan P1 (2%) dan untuk karakteristik rendemen dan warna, penambahan sari belimbing wuluh tidak pengaruh  secara signifikan. Penambahan sari belimbing wuluh dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk koagulan dalam pembuatan keju mozzarella.
Karakteristik Kimia dan Fisik Daging Ayam Petelur Afkir Marinasi Asam Jawa Selama Penyimpanan Suhu 4ºC Anam, Mochamad Saeful; Sutarto, Sutarto; Safitri, Safitri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.49493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama simpan daging ayam petelur afkir yang dimarinasi larutan asam jawa 10% terhadap kualitas kimia dan fisik meliputi kadar air, kadar abu, cooking loss dan cooking yield selama penyimpanan pada suhu refrigerator 4ºC. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu UPA Taman Agroteknologi Universitas Tidar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P0 = 0 hari, P1 = 4 hari, P2 = 8 hari, dan P3 = 12 hari. Marinasi asam jawa 10% dilakukan selama 30 menit. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, cooking loss dan cooking yield. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan uji ANOVA taraf 5% atau uji Kruskal-Wallis jika tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter. Rataan kadar air 71,90%–74,40%, kadar abu 0,84%–1,03%, cooking loss 27,46%–31,36%, dan cooking yield 68,62%–72,53%. Lama penyimpanan daging ayam petelur afkir yang dimarinasi asam jawa 10% selama 30 menit pada suhu refrigerator 4ºC dapat mempertahankan kualitas kimia dan fisik hingga 12 hari.
Pengaruh Fermentasi Lactobacillus bulgaricus dan Suhu Pasteurisasi terhadap Sifat Organoleptik Mentega dari Whey Dangke Syachrani, Aulya; Malaka, Ratmawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v14i1.50989

Abstract

Penggunaan lemak whey dangke sebagai bahan baku pembuatan mentega masih belum umum sehingga diperlukan pengembangan produk melalui penambahan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan perlakuan suhu pasteurisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level starter bakteri dan suhu pasteurisasi terhadap kualitas organoleptik mentega whey dangke meliputi warna, aroma, dan tekstur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4×2 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah level starter bakteri Lactobacillus bulgaricus (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%) dan faktor kedua adalah suhu pasteurisasi (60°C dan 70°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi level starter bakteri dan suhu pasteurisasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma dan tekstur mentega. Peningkatan level starter bakteri menurunkan skor warna dari 4,28 menjadi 3,11, aroma dari 4,68 menjadi 3,10, dan tekstur dari 2,53 menjadi 1,78. Suhu pasteurisasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna mentega dengan nilai rata-rata 3,77 pada 60°C dan 3,65 pada 70°C. Mentega dengan perlakuan pasteurisasi pada suhu 60°C dan fermentasi menggunakan starter bakteri 2% menunjukkan karakteristik organoleptik yang optimal.