cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 20866216     EISSN : 24769444     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan (JITP) merupakan jurnal yang mewadahi publikasi hasil penelitian/studi di bidang peternakan meliputi: Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
PENAMBAHAN FERMENTASI DAUN KATUK (Sauropus androgynus L.) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Frandika, Dedy Inko; Rahayu, Novia; Kusmayadi, Andri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i2.24878

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus L.) merupakan tanaman yang mengandung berbagai macam nutrisi salah satunya protein. Bahan makanan yang mengandung protein nabati yang cukup tinggi yaitu kacang-kacangan seperti ampas tahu yang merupakan sisa atau limbah industri produksi tahu yang mengandung 21-29% protein yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan terhadap performa ayam broiler dan untuk mengetahui persentase terbaik pemberian campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan untuk meningkatkan performa ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (100% Pakan basal + 0% Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), P1 (90% Pakan basal + 10% Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), P2 (85% Pakan basal + 15% Fermentasi daun katuk dan ampas tahu), dan P3 (80% Pakan basal + 20% Fermentasi daun katuk dan ampas tahu) dengan 5 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 ekor ayam broiler sehingga terdapat 60 ekor ayam broiler. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan campuran fermentasi daun katuk dan ampas tahu dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot potong, konsumsi pakan, dan konversi pakan (FCR).
EVALUASI PEMBERIAN PROBIOTIK BIOMOL(+) TERHADAP ORGAN TUBUH NON KARKAS AYAM BROILER Makmur, Ali; Samadi, Samadi; Ridhana, Fita; Ayuti, Siti Rani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.25101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik komersial (Biomol+) dalam pakan terhadap berat non-karkas ayam pedaging. Sebanyak 200 ekor anak ayam pedaging umur satu hari dibeli dari breeder lokal, ditempatkan secara acak ke dalam 20 unit kandang (1 x 1 m) yang masing-masing berisi 10 ekor anak ayam. Setiap kandang dilengkapi dengan sebuah tempat pakan, tempat minum, dan serbuk gergaji sebagai alas lantai. Percobaan dilakukan selama 35 hari berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan pakan dan lima kali ulangan. Semua kelompok ayam diberi pakan komersial sebagai pakan basal dan disuplementasi dengan atau tanpa Biomol(+) sesuai dengan perlakuan berikut: P0, kelompok kontrol, diberi pakan komersial sebagai pakan basal, sedangkan P1, P2, dan P3 adalah pakan basal yang disuplementasi Biomol(+) pada level masing-masing 0,15%, 0,30%, dan 0,45%. Pada akhir periode percobaan, satu ayam dipilih dari tiap kelompok dan disembelih untuk pengukuran berat non-karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar persentase non-karkas tidak dipengaruhi oleh level penambahan Biomol (+). Persentase usus halus, usus besar, paru-paru, hati, ampela, pankreas, dan lemak abdominal tidak berbeda di antara kelompok perlakuan. Hanya persentase berat jantung yang diamati meningkat secara signifikan pada level Biomol(+) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebagai kesimpulan, penambahan Biomol(+) dalam pakan ayam pedaging, tidak menunjukkan efek negatif pada kondisi non-karkas selama periode percobaan. Dengan mempertimbangkan parameter kinerja lainnya, penelitian ini menunjukkan bahwa Biomol(+) sebagai produk probiotik memiliki potensi sebagai agen pemacu pertumbuhan dalam sistem pemeliharaan ayam pedaging.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KINERJA PENYULUH DENGAN KEPUASAN PETERNAK SAPI PERAH DALAM PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (Kasus Pada Peternak Sapi Perah di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi) Maulina, Tiara Nurul Syafira; Nurlina, Lilis; Sulistyati, Marina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i1.27806

Abstract

Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi perah di Kota Cimahi sebanyak 162 kasus perlu dilakukan tindakan pencegahan salah satunya oleh penyuluh. Penelitian telah dilaksanakan pada 23 Mei hingga 23 Juni 2023 di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh, tingkat kepuasan peternak sapi perah dan hubungan antara tingkat kinerja penyuluh dengan kepuasan peternak sapi perah. Metode penelitian dilakukan melalui survei terhadap 56 responden, menggunakan metode propotional random sampling. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan (67,86%) responden menilai tingkat kinerja penyuluh termasuk kategori sedang, dan (57,14%) responden menilai tingkat kepuasan peternak  dalam penanganan wabah PMK dalam kategori sedang, serta terdapat hubungan yang cukup erat dengan nilai korelasi Rank Spearman (  = 0,418) pada tingkat kepercayaan 95% ,antara tingkat kinerja penyuluh dengan kepuasan peternak sapi perah, dalam penanganan wabah PMK di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.
The ANALISIS USAHA PETERNAKAN KELINCI DI RABBIT FARM, KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Cahyani, Fitria Dwi; Dahlan, Mufid; Aliyya, Wenny Ladhunka Nur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i2.28076

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha peternakan kelinci di Rabbit Farm Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta kuantitatif dengan melakukan observasi (pengamatan), wawancara dan kuesioner, studi pustaka dan dokumentasi. Variabel yang diamati dari penelitian ini adalah penerimaan, biaya- biaya, keuntungan, skala usaha dan efisiensi usaha. Menggunakan analisis data deskriptif dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan kelinci Rabbit Farm merupakan usaha yang layak dikembangkan, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penerimaan usaha > biaya produksi (Rp 19.045.000,00/bulan > Rp 10.551.602,00/bulan). Total pendapatan usaha peternakan kelinci di Rabbit Farm sebesar Rp 8.493.398,00/bulan, dengan popuasi 400 ekor kelinci dan hasil analisis R/C >1 (1,80 > 1).
KARAKTERISTIK PETERNAK DOMBA DALAM PENERAPAN GOOD FARMING PRACTICE DI DESA CINANJUNG KECAMATAN TANJUNGSARI Yuniza, Isti; Sulystiati, Marina; Mauludin, M. Ali
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i2.28231

Abstract

Pedoman yang baik dan benar bagi peternak dalam usaha budidaya peternakannya dapatmenggunakan Good Farming Practice (GFP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik peternak dalam penerapan GFP. Penelitian ini dilakukan di Desa Cinanjung,Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada bulan Mei 2023 dengan melibatkan 20 peternak domba penerima bantuan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak domba penerima bantuan di Desa Cinanjung mayoritas berada pada umur produktif antara 15-64 tahun, didominasi dengan jenis kelamin laki-laki, status perkawinan sebagian besar sudah kawin, tingkat pendidikan terakhir paling banyak SMA, pendidikan non-formal masih belum merata, pengalaman beternak di bawah 5 tahun dengan jumlah kepemilikan domba rata-rata 1-7 ekor dan jumlah tanggungan keluarga paling banyak 1-3 orang. Penerapan GFP pada aspek sarana diterapkan dengan baik, aspek proses produksi dan pelestarian lingkungan diterapkan dengan cukup baik dan untuk aspek pengawasan masih kurang baik. Pencapaian tujuan penerapan GFP sudah berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK DARI KEBERADAAN RUMAH POTONG HEWAN (SURVEI DI RUMAH POTONG HEWAN PERUMDA DHARMA JAYA KECAMATAN PULOGADUNG KOTA JAKARTA TIMUR) Daffa, Muhammad Haidar; Nurlina, Lilis; Fitriani, Anita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i2.28266

Abstract

Penelitian ini mengenai persepsi masyarakat terhadap dampak dari keberadaan rumah potong hewan (survei di Rumah Potong Hewan Pulogadung Kota Jakarta Timur). Penelitian dilaksanakan bulan April hingga bulan Mei 2023 di RPH Pulogadung dan RT 3,4, dan 15, RW 3, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Kota Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak positif dan dampak negatif keberadaan RPH Pulogadung. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik penentuan responden dilakukan secara two stage sampling, yaitu purporsive sampling dan proportional random sampling. Hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap dampak positif keberadaan RPH Pulogadung yaitu sebanyak 64,9% termasuk ke dalam kategori tinggi yang berarti masyarakat cukup memahami dan merasakan dampak positif dari keberadaan RPH Pulogadung, sedangkan persepsi masyarakat terhadap dampak negatif keberadaan RPH Pulogadung yaitu berada di kategori sedang dengan 59,5%. Hal ini menunjukan bahwa dampak negatif dari RPH Pulogadung cukup mengganggu masyarakat sekitar, akan tetapi masyarakat sudah terbiasa dengan dampak dari keberadaan RPH Pulogadung.
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN DOMBA DENGAN BERBAGAI LEVEL TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT KOLONJONO (BRACHIARIA MUTICA) Resthu, Muhammad; Jamilah, Maryam; Zulwanis, Zulwanis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v11i2.30958

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang domba yang bervariasi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun rumput Kolonjono (Brachiaria mutica). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kadar pupuk kandang domba yang diberikan adalah P0 = tanpa pupuk, P1 = 77 g/lubang, P2 = 154 g/lubang, P3 = 231 g/lubang, dan P4 = 308 g/lubang. Percobaan berlangsung selama 60 hari dan beberapa parameter laju pertumbuhan rumput Kolonjono diukur selama percobaan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun rumput Kolonjono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi yang teramati pada setiap parameter pertumbuhan rumput Kolonjono, namun nilai tersebut tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan. Tanaman tertinggi terdapat pada kelompok P2 (118,05 ± 11,31 cm). Jumlah daun terbanyak terdapat pada kelompok P3 (230 ± 45,18 helai), sedangkan kelompok P3 menunjukkan nilai luas daun tertinggi (50,34 ± 1,5 cm2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang domba hingga dosis 308 g tidak memberikan pengaruh terhadap perbedaan laju pertumbuhan rumput Kolonjono.
NILAI KECERNAAN IN VITRO SILASE CAMPURAN RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) DAN DAUN GAMAL (Gliricidiasepium) DENGAN LEVEL BERBEDA Ndun, Alberth Nugrahadi; Mulik, Simon Edison; Nifu, Salden Eliazar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.31178

Abstract

ujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kecernaan silase campuran rumput Kume dan daun gamal secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : R0 = rumput Kume 60% : daun Gamal 40% ; R1 = rumput Kume 70% : daun Gamal 30% ; R2 = rumput Kume 80% : daun Gamal 20% ; R3 = rumput kume 90% : daun Gamal 10%, masing-masing perlakuan ditambahkan gula air 3%, sebagai pengawet. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yakni nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan nilai kecernaan bahan kering semakin meningkat seiring bertambahnya level daun Gamal dari nilai 58,66% (R3) hingga 63,00% (R0). Bertambahnya level daun Gamal juga menyebabkan kecernaan bahan organik meningkat, 61,34% (R3) menjadi 64,34% (R0). Bertambahnya level daun Gamal, juga mampu menurunkan BETN dari 40,67% pada R3 menjadi 40,33% pada R0. Dapat disimpulkan bahwa penambahan daun Gamal dalam campuran silase rumput Kume meningkatkan kecernaan bahan kering, dan bahan organik namun menurunkan BETN.
PENERIMAAN PANELIS TERHADAP ES KRIM ALPUKAT Anwar, Chairil; Irhami, Irhami; Aprita, Ika Rezvani; Irmayanti, Irmayanti; Kemalawaty, Mulla
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.31272

Abstract

Buah alpukat memiliki daging buah dengan warna yang menarik, tidak manis namun beraroma khas, serta memiliki kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak tinggi ini menjadikan alpukat berpotensi sebagai krim nabati dalam basis pembuatan es krim sehingga berfungsi memberikan aroma dan kontribusi rasa, serta untuk memberi tekstur halus pada es krim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai krim nabati terhadap kualitas organoleptik es krim. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi penambahan buah alpukat yang terdiri 4 (empat) taraf perlakuan, yaitu A=20%, B=40%, C=60%, dan D=80%. Konsentrasi buah alpukat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai organoleptik warna dan rasa namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai organoleptik aroma dan tekstur. Es krim dengan kualitas organoleptik terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan alpukat pada konsentrasi 40% dengan karakteristik: warna 4,10 (suka); rasa 4,00 (suka); aroma 3,65 (suka); dan tekstur 3,46 (agak suka).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) PADA PEMOTONGAN PERTAMA Rahayu, Sri; Subagyo, Djoko; Murdani, Khairul
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.31338

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian pupuk kandang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Setaria (Setaria sphacelata) pada pemotongan pertama. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga kelompok. Pelakuan jenis pupuk kandang yang diberikan masing-masing: P0: tanpa pupuk kandang (kontrol), P1: 300 g feses ayam, P2: 300 feses sapi, dan P3: 300 g feses kambing. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi segar dan produksi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dari feses ayam, sapi dan kambing, nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi berat segar dan berta kering rumput jika dibandingkan dengan kontrol, akan tetapi ditemukan adanya perbedaan yang diamati diantara kelompok rumput yang mendapatkan jenis pupuk kandang berbeda.