cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 8 Documents clear
EFEKTIVITAS METODE SHOW AND TELL TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KALIREJO Hanafi, Ilyas Rozak; Hidayah, Dedi Junaidi Al; Rofi'udin, Rofi'udin; Huda, M. Qomarudinul; Astuti, Sundari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4538

Abstract

ABSTRACT The speaking process allows children to express themselves, express ideas, and express thoughts verbally. However, at the Muhammadiyah Elementary School in Kalirejo, Central Lampung, it was found that there were still students whose participation was low in class discussions, they had difficulty expressing their opinions, and lacked confidence when speaking in public. This shows that there are problems in students' communication skills. This research aims to evaluate the effectiveness of the Show and Tell method in improving students' speaking abilities. The subjects of this research were Muhammadiyah Elementary School students in Kalirejo, Central Lampung. The data analysis technique uses qualitative methods with a descriptive approach. The methods used in this research include observation and documentation. The results of the research show that the Muhammadiyah Elementary School Kalirejo Central Lampung succeeded in implementing the Show and Tell method effectively in improving students' speaking skills. This can be seen from: 1) Increasing students' self-confidence, 2) Increasing students' speaking skills by conveying information more clearly, and 3) Encouraging more active interaction between students, both as speakers and as listeners. From the results of this research, it can be concluded that the Show and Tell method has positive effectiveness on students' speaking abilities at the Muhammadiyah Elementary School in Kalirejo, Central Lampung. This method is effective in increasing students' participation in class discussions and their confidence when speaking in public. ABSTRAK Proses berbicara memungkinkan anak mengekspresikan diri, mengungkapkan ide, dan menyatakan pemikiran secara lisan. Namun, di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang partisipasinya rendah dalam diskusi kelas, mereka kesulitan mengutarakan pendapat, dan kurang percaya diri saat berbicara di depan umum. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Show and Tell dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Subyek penelitian ini yaitu Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah. Teknik analisis datanya menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah berhasil menerapkan metode Show and Tell secara efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini dapat dilihat dari: 1) Meningkatnya kepercayaan diri siswa, 2) Meningkatnya keterampilan berbicara siswa dengan penyampaian informasi yang lebih jelas, dan 3) Mendorong interaksi yang lebih aktif antara siswa, baik sebagai pembicara maupun sebagai pendengar. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell memiliki efektivitas yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah. Metode ini efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan kepercayaan diri mereka saat berbicara di depan umum.
PERAN KURIKULUM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN MAMBAUL ULUM BLITAR DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA YANG BERAKHLAK MULIA Hindun, Hindun; Mufti, Dzikra Sifa; Amelia, Rosita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.3867

Abstract

ABSTRACT Curriculum is a learning program that is designed and implemented to achieve the goal of success in certain learning. Therefore, in organizing education, a flexible concept is needed that can be adjusted to changes in the times. This study discusses the concept of curriculum that refers to the Islamic Education curriculum, with a focus on the definition, the role of the education curriculum on students' morals, and the characteristics it has. The curriculum at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School in Blitar, East Java, which applies moral education to students at the Islamic boarding school, which makes students have noble morals. This study uses a qualitative research method that focuses on an in-depth understanding of social phenomena from the perspective of people involved in the situation of students who have good morals at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School in Blitar, East Java. Data collection was carried out by means of in-depth interviews with teachers and instructors at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School, Blitar. The results of this study indicate that the Mambaul Ulum Islamic Boarding School has two curriculum, namely the salaf curriculum and the kholaf curriculum. Teachers and lecturers at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School, Blitar understand the concept of curriculum and the demands of their students to implement the values ??of the books they have studied, one of the Ta'lim Muta'alim books. In assessing the morals of students, the suri tauladan method is used, which emphasizes exemplary behavior in attitudes and behavior. Learning evaluations are carried out at the end of each academic year through teacher and lecturer meetings to assess the development of students and the effectiveness of teachers. The success of this Islamic boarding school is also reflected in the alumni who have succeeded in establishing a science council to channel their knowledge in the community. ABSTRAK Kurikulum adalah program pembelajaran yang dirancang dan diterapkan untuk mencapai tujuan keberhasilan dalam pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan, diperlukan sebuah konsep yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan zaman. Penelitian ini membahas konsep kurikulum yang mengacu pada kurikulum Pendidikan Islam, dengan fokus pada definisi, peran kurikulum pendidikan pada akhlak siswa, serta karakteristik yang dimilikinya. Kurikulum yang terdapat pada pondok pesantren Mambaul Ulum Blitar, Jawa Timur yang menerapkan pendidikan akhlak kepada siswa di pesantren, yang menjadikan siswa berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena sosial             dari perspektif orang-orang yang terlibat dalam situasi siswa yang mempunya akhlak yang baik                         pada pondok pesantren Mambaul Ulum Blitar, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara yang mendalam kepada guru dan pengajar di pondok pesantren Mambaul Ulum, Blitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Mambaul Ulum memiliki dua kurikulum, yakni kurikulum salaf dan kurikulum kholaf. Guru dan pengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Blitar memahami konsep kurikulum dan menuntut para santrinya untuk mengimplementasikan nilai-nilai dari kitab yang sudah dipelajari, salah satu kitab Ta’lim Muta’alim. Dalam penilaian akhlak santri, digunakan metode suri tauladan, yang menekankan keteladaan dalam sikap dan perilaku. Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir tahun ajaran melalui pertemuan guru dan pengajar guna menilai perkembangan santri dan efektivitas pengajar. Keberhasilan pesantren ini juga tercermin dari alumni yang berhasil mendirikan majlis ilmu untuk menyalurkan ilmu mereka di lingkungan masyarakat.
URGENSI RENCANA KERJA SEKOLAH SEBAGAI BAGIAN MUTU LULUSAN MASYARAKAT Munthe, M.Saddam Ariady; Ritonga, Syawaluddin; Sapriyani, Sapriyani; Nomy, Aldyani Remadhina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4640

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the urgency of the School Work Plan (RKS) as part of ensuring the quality of graduates in society. Quality education requires an effective quality assurance system to ensure that the learning process produces graduates who are ready to face the challenges of the workforce. The RKS serves as a guideline for planning, implementing, and evaluating policies and educational programs at the school level. However, despite the significant role of RKS, many schools still face various challenges in designing and implementing it effectively. Some of the main challenges include limited resources, both in terms of funding and the quality of teaching staff, as well as a lack of support from the government in the implementation of RKS. This study also found that, although RKS is ideally an instrument for quality assurance in education, there is often a gap between theory and practice, leading to a mismatch between the intended goals and the outcomes achieved in the field. Based on these findings, this study provides recommendations to enhance the effectiveness of RKS by involving all educational stakeholders, strengthening teacher training and professionalism, and conducting continuous evaluation and monitoring of the RKS implementation. Thus, RKS can function more effectively in ensuring the quality of education and producing graduates who are competent and ready to face the challenges of society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai bagian dari penjaminan mutu lulusan di masyarakat. Pendidikan yang berkualitas memerlukan sistem penjaminan mutu yang efektif untuk memastikan bahwa proses pembelajaran menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja. RKS berfungsi sebagai pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan serta program pendidikan di tingkat sekolah. Namun, meskipun RKS memiliki peran yang sangat penting, banyak sekolah yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam merancang dan mengimplementasikan RKS secara efektif. Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya, baik dalam hal anggaran maupun kualitas tenaga pendidik, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dalam implementasi RKS. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun RKS idealnya harus menjadi instrumen penjaminan mutu pendidikan, seringkali terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, yang menyebabkan ketidaksesuaian antara tujuan yang direncanakan dan hasil yang tercapai di lapangan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas RKS dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, memperkuat pelatihan dan profesionalisme guru, serta melakukan evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap implementasi RKS. Dengan demikian, RKS dapat berfungsi lebih maksimal dalam menjamin mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia masyarakat.
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA, UNI EMIRAT ARAB, DAN SINGAPURA DALAM INOVASI PEMBELAJARAN SAINS Marsila, Sinta; Sosri, Lexa; Rahayu, Putri Wiji; Vreticia, Enjel; Koto, Irwan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4650

Abstract

ABSTRACT Science education markedly improves a nation's competitiveness within the framework of globalization. This study seeks to analyze the differences in science education systems in Indonesia, the United Arab Emirates (UAE), and Singapore, focusing on policy, curriculum, pedagogical methods, and technological integration in education. The research is a descriptive qualitative applying comparative study method. Data was collected through literature review and document analysis from several relevant and reliable sources. The results demonstrate that the three nations utilize significantly different approaches to science education. Indonesia persists in facing challenges regarding the equitable distribution of science laboratory facilities, the training of science instructors, and the integration of technology in scientific education. The UAE has established an education system based on science, technology, and mathematics, employing artificial intelligence-enhanced educational technology and virtual laboratories. Singapore specializes in experiential learning, supported by sophisticated infrastructure and continuous professional development. The success factors for science education are the integration of technology, the improvement of science teacher skills, and the establishment of regulations that support project-based learning. Indonesia can improve the quality of science education by adopting successful strategies from the UAE and Singapore, such as strengthening the function of science laboratories, increasing technological access in schools, and establishing systematic and sustainable training for science instructors. This study's recommendations aim to assist policymakers in enhancing the quality of science education in Indonesia. ABSTRAK Pendidikan sains memainkan peran penting untuk meningkatkan daya saing suatu negara di era globalisasi. Karena pentingnya pendidikan sains, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sistem pendidikan sains di Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura, yang difokuskan pada aspek kebijakan, kurikulum, metode pembelajaran, serta integrasi teknologi dalam pendidikan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi komparatif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur, dan analisis dokumen dari berbagai sumber yang valid dan terpercaya. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga negara mengimplementasikan pendekatan yang relatip berbeda dalam pendidikan sains. Indonesia menghadapi tantangan dalam pemerataan infrastruktur laboratorium, pelatihan guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sain. UEA telah mengadopsi pendidikan berbasis STEM dan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan laboratorium virtual. Sedangkan, Singapura unggul dalam pembelajaran berbasis eksperimen, didukung oleh infrastruktur yang lengkap dan pelatihan guru yang berkelanjutan. Faktor-faktor utama keberhasilan pendidikan sains meliputi integrasi teknologi dalam pendidikan, peningkatan kompetensi guru sains, serta kebijakan yang mendukung project-based learning. Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan sains dengan mengadopsi praktik baik dalam pembelajaran dari UEA dan Singapura, seperti penguatan fungsi laboratorium sains, peningkatan akses teknologi oleh sekolah-sekolah, dan pelatihan guru sains yang sistematis dan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan sains di Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI GOOGLE SITES DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA TINGKAT SMP Sari, Jessika Nacha; Safitri, Desy; Sujarwo, Sujarwo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4838

Abstract

ABSTRACT The use of augmented reality (AR) in social studies learning integrated with Google Sites is a technological innovation that allows users to view the real world with additional digital elements such as images, text, or 3D objects. This research describes how the application of AR in social studies learning, through Google Sites, provides opportunities for students to access additional information virtually and interactively. This technology is expected to improve the quality of learning, student engagement, as well as learners' understanding of the material presented. The research objective is to analyze the effect of augmented reality integration with Google Sites on students' understanding in social studies learning. The research method used is a literature review (library research), by collecting data from secondary sources in the form of previous research articles. Based on the literature review, an overview of the influence and positive results of the application of this technology in improving the effectiveness of social studies learning is obtained. The integration of AR through Google Sites proved to be one of the innovative solutions to create a more interesting and immersive learning experience for students. ABSTRAK Penggunaan augmented reality (AR) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terintegrasi dengan Google Sites merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan tambahan elemen digital seperti gambar, teks, atau objek 3D. Penelitian ini menggambarkan bagaimana penerapan AR dalam pembelajaran IPS, melalui Google Sites, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses informasi tambahan secara virtual dan interaktif. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh integrasi augmented reality dengan Google Sites terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literature (library research), dengan mengumpulkan data dari sumber sekunder berupa artikel penelitian sebelumnya. Berdasarkan kajian literatur, diperoleh gambaran mengenai pengaruh dan hasil positif dari penerapan teknologi ini dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS. Integrasi AR melalui Google Sites terbukti menjadi salah satu solusi inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendalam bagi siswa.
PRINSIP UMUM METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hamilaturroyya, Hamilaturroyya; Hadi, Imam Anas
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4925

Abstract

ABSTRACT The methodology of Islamic education has general principles that remain relevant in modern education systems. These principles are based on religious, biological, psychological, and sociological values that influence the effectiveness of learning. The Qur’an and hadith serve as the primary foundation in determining appropriate teaching methods, while students’ biological and psychological factors also affect learning outcomes. Additionally, the social interaction between educators and students plays a crucial role in the implementation of teaching methods. This study aims to analyze the general principles of Islamic education methodology within the modern education system. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach, which involves literature review and analysis of the implementation of Islamic education methods in contemporary contexts. The findings indicate that Islamic education in modern systems emphasizes student-centered learning, the integration of theory and practice, and methodological flexibility. The teaching methods should align with students’ cognitive development and adapt to technological advancements and educational innovations to remain effective. In conclusion, selecting appropriate teaching methods in Islamic education depends on various factors, such as educational goals, student characteristics, and available facilities. Therefore, innovation in Islamic education methodology is essential by integrating technology-based and interactive learning approaches to enhance student engagement and learning effectiveness in the digital era.   ABSTRAK Metodologi pendidikan Islam memiliki prinsip-prinsip umum yang tetap relevan dalam sistem pendidikan modern. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada nilai-nilai agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis yang berperan dalam efektivitas pembelajaran. Al-Qur’an dan hadis menjadi dasar utama dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai, sementara faktor biologis dan psikologis peserta didik turut mempengaruhi efektivitas proses pendidikan. Selain itu, interaksi sosial antara pendidik dan peserta didik menjadi elemen penting yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip umum metodologi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang mengkaji literatur terkait dan melakukan analisis terhadap implementasi metode pendidikan Islam dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam dalam sistem modern menekankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, integrasi teori dan praktik, serta fleksibilitas metode. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan perkembangan kognitif peserta didik serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan inovasi pembelajaran agar tetap relevan. Kesimpulannya, pemilihan metode pembelajaran dalam pendidikan Islam bergantung pada berbagai faktor, seperti tujuan pendidikan, karakteristik peserta didik, serta ketersediaan fasilitas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metodologi pendidikan Islam dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis teknologi dan metode interaktif guna meningkatkan keterlibatan peserta didik serta efektivitas pembelajaran di era digital.
PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MIND MAPPING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA DALAM BELAJAR FISIKA Sari, Maya; Hamid, Abdul; Ngadimin, Ngadimin; Wahyuni, Agus
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4564

Abstract

ABSTRACT In physics learning, concept mastery and student creativity are crucial factors that influence material comprehension and problem solving skills. However, these factors are often hindered by conventional teaching methods that lack interactivity. One strategy to overcome this issue is use of mind mapping. This research aims to determine the influence of learning using mind mapping on students' mastery of concepts and creativity in learning physics. The research method employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques included tests and assessing students' creativity in mind mapping. The data analysis used normality as a prerequisite test, N-Gain test, and parametric test, specifically paired sample t-test using SPSS 18 for Windows. The research results showed that the calculated t-value was greater than the t-table value, specifically 8.356 > 2.079. Therefore, based on the testing criteria, the null hypothesis (H_o) was rejected. This implies that there is an influence of learning using mind mapping on the mastery of concepts. The N-Gain test results indicated a central tendency measure, with an average for the experimental group of 0.32, falling into the moderate category because 0.3 ? 0.32 < 0.7. Meanwhile, the analysis of the average creativity percentage showed an increase from the first meeting (61.5%) to 76.5%, with 19 out of 22 students scoring 75 or above, categorizing them as having high creativity (75%-100%). Based on the conducted research, it can be concluded that learning using mind mapping can influence the mastery of concepts and enhance students' creativity in learning physics. ABSTRAK Dalam pelajaran fisika, penguasaan konsep dan kreativitas siswa menjadi faktor yang sangat penting yang mempengaruhi pemahaman materi dan keterampilan pemecahan masalah. Tetapi faktor ini sering terhambat oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan mind mapping.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran menngunakan mind mapping terhadap penguasaan konsep dan kreativitas siswa dalam belajar fisika. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tes dan kreativitas siswa dalam mind mapping. Analisis data penelitian menggunakan normalitas sebagai uji prasyarat, uji N-Gain dan uji parametrik yaitu uji paired sample t test menggunakan SPSS 18 for windows. Dari hasil penelitian, maka diperoleh bahwa nilai t hitung > dari t tabel yaitu 8,356 > 2,079. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian diperoleh hasil tolak . Artinya ada pengaruh pembelajaran menggunakan mind mapping terhadap penguasaan konsep. Hasil uji N-Gain yang diperoleh yaitu ukuran tendensi sentral yang meliputi rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 0.32 dan termasuk dalam kategori sedang karena 0,3 ? 0,32 <0,7. Sedangkan untuk hasil analisis nilai rata-rata persentase kreativitas meningkat dari pertemuan pertama (61,5%) yaitu sebesar 76,5% dengan siswa yang mendapat nilai 75 keatas ada 19 siswa dari 22 siswa, nilai ini termasuk kategori kreativitas tinggi (75%-100%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan mind mapping dapat mempengaruhi penguasaan konsep dan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar fisika.
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PROGRAM MORNING DAY DI SMK MUHAMMADIYAH 2 KALIREJO Hasbullah, Hasbullah; Armadan, Aditia; Yanti, Dwi Sartika; Rais, Muhammad Amien; Hanafi, Ilyas Rozak
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4565

Abstract

ABSTRACT Religious character education through the Morning Day Program is an effort to realize the religious values ??contained in the Qur'an and Al-Hadith in a person. The purpose of this study was to determine the process of religious character education through the Morning Day Program in students at SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo and to determine the supporting and inhibiting factors. The study used a type of field research with a qualitative approach. There were 3 subjects in this study, namely: PAI teachers, IPM and students in grades X, XI and XII. While the object in this study was the process of strengthening the religious character of the Morning Day Program. Data collection techniques used interviews, observation and documentation. The data processing techniques were data collection, data reduction, data presentation and data verification. Data analysis used descriptive analysis. The results of this study indicate that the process of religious character education for students at SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, namely activities such as Sapa Salam (5S), Morning Murottal, Book Study, Reading and Writing the Qur'an (BTQ), as well as Religious Fridays, Clean Fridays, and Healthy Fridays, are designed to instill religious values ??in students' daily lives. These activities are effective in forming religious habits, strengthening moral values, and increasing students' discipline in worship. The results of this study indicate that the Morning Day program not only contributes to improving students' spiritual abilities, but also builds strong and noble characters, in line with the goals of national education. The supporting factors are teacher personality, support from parents, joint commitment from the school community, and adequate facilities. The inhibiting factors are electronic media and lack of student awareness. ABSTRAK Pendidikan karakter religius melalui Program Morning Day merupakan usaha untuk mewujudkan nilai-nilai agama yang ada di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ke dalam diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pendidikan karakter religius melalui Program Morning Day pada siswa di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo dan untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat. Penelitian menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ada 3 yaitu: guru PAI, IPM dan Siswa Kelas X, XI dan XII. Sedangkan objek dalam penelitian ini proses penguatan karakter religius Program Morning Day. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pendidikan karakter religius pada siswa di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo yaitu kegiatan seperti Sapa Salam (5S), Murottal Pagi, Kajian Kitab, Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), serta Jumat Religi, Jumat Bersih, dan Jumat Sehat, dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan tersebut efektif dalam membentuk kebiasaan religius, memperkuat nilai moral, dan meningkatkan kedisiplinan siswa dalam beribadah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Morning Day tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan spiritual siswa, tetapi juga membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Faktor pendukungnya yaitu kepribadian guru, adanya dukungan dari orangtua, komitmen bersama warga sekolah, dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambatnya yaitu media elektronik dan kurangnya kesadaran peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8