cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 52 Documents clear
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA DI SD Herawati, Nita; Eddy, Syaiful; Indrawati, Sri Wahyu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9530

Abstract

The literacy ability of elementary school students in Palembang remains relatively low, requiring a strategic role of teachers in improving literacy learning quality. This study aims to describe the role of teachers at SD Negeri 181 Palembang in enhancing students’ literacy skills, the learning strategies applied, and the challenges faced. This research employed a descriptive qualitative method using observation, interviews, and documentation techniques. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that teachers act as facilitators, motivators, and literacy role models in the classroom. Strategies used include reading aloud, small group discussions, writing summaries, and the 10–15 minute reading habit before lessons. Despite limited facilities, teachers’ creativity in integrating literacy into various subjects has successfully improved students’ reading interest, fluency, and self-confidence. In conclusion, the success of literacy improvement is strongly influenced by teachers’ consistency and school environmental support. This research reinforces Vygotsky’s and Rosenblatt’s theories on the teacher’s role in the social literacy process and recommends training and school–community collaboration to strengthen a sustainable literacy culture. ABSTRAK Kemampuan literasi siswa sekolah dasar di Palembang masih tergolong rendah, sehingga diperlukan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran literasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru SD Negeri 181 Palembang dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, strategi pembelajaran yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan literasi di kelas. Strategi yang digunakan meliputi membaca nyaring, diskusi kelompok kecil, menulis ringkasan, serta pembiasaan membaca 10–15 menit sebelum pelajaran. Meskipun sarana terbatas, kreativitas guru dalam mengintegrasikan literasi ke berbagai mata pelajaran mampu meningkatkan minat baca, kelancaran membaca, dan kepercayaan diri siswa. Kesimpulannya, keberhasilan peningkatan literasi sangat dipengaruhi oleh konsistensi guru dan dukungan lingkungan sekolah. Penelitian ini memperkuat teori Vygotsky dan Rosenblatt tentang peran guru dalam proses literasi sosial, serta merekomendasikan pelatihan dan kolaborasi sekolah–komunitas untuk memperkuat budaya literasi berkelanjutan.  
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN MANAJEMEN KELAS TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SD Puspita, Lydia; Widayatsih, Tri; Mahasir , Mahasir
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9537

Abstract

The effectiveness of learning in public elementary schools in Kalidoni District, Palembang, still shows significant variation between schools, as reflected in the uneven academic achievements of students, even though access to basic education has been quantitatively achieved. This problem is triggered by academic supervision practices that tend to be administrative and lack reflection, as well as suboptimal classroom management in creating a conducive learning environment, such as monotonous room arrangements and a lack of interactive teaching aids, thereby hampering teacher performance and holistic student achievement. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of academic supervision and classroom management on learning effectiveness. Using a quantitative approach, a sample of 86 teachers was taken from a population of 515 teachers from 28 public elementary schools via cluster random sampling; data were collected through Likert scale questionnaires, observations, and documentation, then analyzed using multiple linear regression. The results show that academic supervision has a significant positive effect of 46.3%, classroom management 38.7%, and simultaneously both contribute 61.5% to the increase in learning effectiveness. The conclusion states that increasing learning effectiveness requires a continuous academic supervision system and adaptive student-oriented classroom management practices to optimally support the quality of basic education ABSTRAK Efektivitas pembelajaran di SD Negeri se-Kecamatan Kalidoni, Palembang, masih menunjukkan variasi signifikan antar sekolah, sebagaimana tercermin dari capaian akademik siswa yang tidak merata, meskipun akses pendidikan dasar telah tercapai secara kuantitatif. Masalah ini dipicu oleh praktik supervisi akademik yang cenderung administratif dan kurang reflektif, serta manajemen kelas yang belum optimal dalam menciptakan lingkungan belajar kondusif, seperti penataan ruang yang monoton dan kurangnya alat peraga interaktif, sehingga menghambat kinerja guru dan pencapaian holistik siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan simultan supervisi akademik serta manajemen kelas terhadap efektivitas pembelajaran. Menggunakan pendekatan kuantitatif, populasi 515 guru dari 28 SD Negeri diambil sampel 86 guru via cluster random sampling; data dikumpul melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan supervisi akademik berpengaruh positif signifikan sebesar 46,3%, manajemen kelas 38,7%, dan secara simultan keduanya menyumbang 61,5% terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran. Kesimpulan menyatakan bahwa peningkatan efektivitas pembelajaran memerlukan sistem supervisi akademik berkelanjutan dan praktik manajemen kelas adaptif yang berorientasi siswa untuk mendukung mutu pendidikan dasar secara optimal.  
PERAN STRATEGI SUPERVISI AKADEMIK DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SD Natalia, Lulah; Widayatsih, Tri; Mahasir, Mahasir
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9545

Abstract

This study examines the role of academic supervision strategies and principal leadership in improving teacher professionalism at SD Negeri 167 Palembang, where challenges include misalignment in lesson planning, limited innovation in teaching methods, and low participation in professional development due to administrative burdens and insufficient humanistic supervision. The study aims to describe academic supervision strategies, leadership styles, supporting and inhibiting factors, and teachers’ perceptions of these roles. A qualitative approach was employed using in-depth interviews, participant observation (pre-observation, classroom observation, and post-observation), and document analysis such as lesson plans and supervision reports. Data validity was ensured through source triangulation involving the principal, vice principal for curriculum, and 18 teachers. The findings reveal that the principal implements clinical supervision based on coaching and mentoring through three stages: pre-observation (socialization), observation (focusing on teacher–student interaction and digital media use), and post-observation (reflective feedback and internal workshops). This is supported by a democratic, participatory, empathetic, and instructional leadership style. Supporting factors include teacher commitment, collaborative culture, and adequate facilities, while inhibiting factors involve administrative workload, time constraints, discomfort during supervision, and inconsistent follow-up. Teachers perceive this humanistic approach positively as it enhances pedagogical competence, motivation, and performance. In conclusion, responsive academic supervision and leadership function as a systemic approach to fostering sustainable teacher professionalism and a progressive school culture. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran strategi supervisi akademik dan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SD Negeri 167 Palembang. Permasalahan yang dihadapi meliputi ketidaksesuaian perencanaan pembelajaran, minimnya inovasi metode mengajar, serta rendahnya partisipasi guru dalam pengembangan profesional akibat beban administrasi dan kurangnya supervisi yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi supervisi akademik, gaya kepemimpinan kepala sekolah, faktor pendukung dan penghambat, serta persepsi guru terhadap peran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan (pra-observasi, observasi kelas, dan pasca-observasi), serta analisis dokumen seperti RPP dan laporan supervisi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber yang melibatkan kepala sekolah, wakil kurikulum, dan 18 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi klinis berbasis coaching dan mentoring melalui tiga tahapan, yaitu pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi. Strategi ini didukung oleh gaya kepemimpinan demokratis, partisipatif, empatik, dan berorientasi instruksional. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, budaya kolaborasi, dan fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat mencakup beban administrasi, keterbatasan waktu, serta tindak lanjut yang belum konsisten. Kesimpulannya, supervisi akademik dan kepemimpinan yang responsif menjadi pendekatan sistemik dalam meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN APLIKASI RUANG GTK SEBAGAI SARANA SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Rahayu, Tri; Widayatsih, Tri; Mahasir, Mahasir
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9555

Abstract

This study aims to analyze the utilization of the Ruang GTK application as an academic supervision instrument in enhancing teachers’ professional competence. A qualitative descriptive design was employed, involving one principal, one vice principal, and ten teachers selected through purposive sampling. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an interactive data analysis model. The findings reveal that the use of Ruang GTK transforms academic supervision from a conventional, administrative practice into a structured, data-driven, and continuous system. In the planning stage, supervision is conducted based on the analysis of the Education Report to identify priority areas for teacher improvement. During implementation, the integration of direct classroom observation and digital documentation enables systematic monitoring, performance assessment, and feedback delivery. The evaluation process, supported by the platform, promotes measurable follow-up actions and reflective practices. The results indicate that the most significant improvements occur in pedagogical and professional competencies, particularly in differentiated instruction design, integration of digital learning tools, and reflective teaching practices. Beyond enhancing efficiency and accountability, the platform also fosters a more collaborative, reflective, and adaptive work culture aligned with digital transformation. This study highlights that digital-based academic supervision serves not merely as an administrative tool but as a strategic mechanism to promote continuous professional development. The findings imply the need for sustained digital literacy enhancement and integrated technology-based supervision systems to improve the quality of primary education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Aplikasi Ruang GTK sebagai instrumen supervisi akademik dalam mengembangkan kompetensi profesional guru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 1 kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah, dan 10 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Ruang GTK mentransformasi praktik supervisi akademik dari pola konvensional menjadi sistem yang lebih terstruktur, berbasis data, dan berkelanjutan. Pada tahap perencanaan, supervisi dilakukan melalui analisis Rapor Pendidikan untuk menentukan prioritas peningkatan kinerja guru. Pada tahap pelaksanaan, integrasi antara observasi langsung dan dokumentasi digital memungkinkan monitoring, penilaian kinerja, serta pemberian umpan balik secara lebih sistematis dan transparan. Evaluasi berbasis aplikasi mendorong refleksi mandiri dan tindak lanjut yang terukur. Temuan utama menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru paling signifikan terjadi pada aspek pedagogik dan profesional, khususnya dalam perancangan pembelajaran berbasis diferensiasi, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kemampuan refleksi praktik mengajar. Selain meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas supervisi, penggunaan Ruang GTK juga berkontribusi terhadap terbentuknya budaya kerja yang lebih kolaboratif, reflektif, dan adaptif terhadap transformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi akademik berbasis platform digital tidak hanya berfungsi sebagai alat administratif, tetapi sebagai mekanisme strategis dalam mendorong continuous professional development. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital guru dan integrasi sistem supervisi berbasis teknologi secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar.  
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Adriyani, Riana; Ahmad, Syarwani; Nurlina, Nurlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9563

Abstract

This study aims to describe and analyze the principal’s strategies in improving teacher professionalism, focusing on pedagogical and professional competencies at SMP Negeri 4 Rambutan. The study employs a descriptive qualitative approach with a total of 11 informants, consisting of 1 principal, 2 vice principals, and 8 teachers selected purposively. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation, while data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal’s strategies are implemented through integrated stages of planning, implementation, and supervision. The improvement in teacher professionalism is primarily reflected in pedagogical competence (classroom management and the use of innovative teaching methods) and professional competence (mastery of subject matter). One innovative strategy applied is the implementation of in-house training based on teacher learning communities to overcome budget constraints. Evaluation is conducted through academic supervision, routine meetings, and continuous teacher performance appraisal (PKG). Overall, the principal has successfully established a collaborative, adaptive, and quality-oriented school culture aimed at improving the teaching and learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru yang mencakup aspek kompetensi pedagogik dan profesional di SMP Negeri 4 Rambutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 1 kepala sekolah, 2 wakil kepala sekolah, dan 8 guru yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang terintegrasi. Peningkatan profesionalisme guru terlihat terutama pada aspek kompetensi pedagogik (pengelolaan kelas dan penggunaan metode pembelajaran inovatif) serta kompetensi profesional (penguasaan materi ajar). Salah satu strategi inovatif yang diterapkan adalah pelaksanaan in-house training berbasis komunitas belajar guru untuk mengatasi keterbatasan anggaran. Evaluasi dilakukan melalui supervisi akademik, rapat rutin, serta penilaian kinerja guru (PKG) secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kepala sekolah berhasil menciptakan budaya sekolah yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Pertiwi, Lindiya Eka; Widayatsih, Tri; Mahasir, Mahasir
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9564

Abstract

  This study aims to analyze the principal’s leadership strategies in improving the quality of education at SMA PGRI 2 Palembang, focusing on planning, implementation, challenges, and evaluation aspects. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving key informants, including the principal, vice principal, and teachers. The findings reveal that leadership strategies were implemented through short-term and long-term program planning, enhancing teacher competence through training and academic supervision, and applying participatory and transparent school management. The implementation of these strategies contributed to improvements in teacher performance, instructional effectiveness, and school governance quality. However, several challenges were identified, including limited infrastructure, budget constraints, and uneven teacher adaptation to educational technology. Overall, the findings indicate that most leadership strategies were effectively implemented in supporting educational quality improvement. This study concludes that innovative, participatory, and collaborative leadership plays a significant role in enhancing educational quality. The implication of this study highlights the importance of strengthening leadership capacity and providing sustainable institutional support to ensure continuous improvement in education quality.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA PGRI 2 Palembang, meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, kendala, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan utama kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan dilaksanakan melalui penyusunan program kerja jangka pendek dan jangka panjang, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan supervisi, serta penerapan manajemen sekolah yang partisipatif dan transparan. Implementasi strategi tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru, efektivitas pembelajaran, serta kualitas tata kelola sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan anggaran, dan adaptasi teknologi pembelajaran yang belum merata di kalangan guru. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa sebagian besar strategi kepemimpinan berjalan efektif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif, partisipatif, dan kolaboratif memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Implikasinya, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan dan dukungan sistem sekolah yang berkelanjutan.  
INTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA MODEL PROBLEM-BASED LEARNING: DAMPAKNYA TERHADAP KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Wati, Marina; Bahri, Saiful; Nur, Robiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.9896

Abstract

This study aims to examine the impact of integrating the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach into the Problem-Based Learning (PBL) model on student engagement in Islamic Education (PAI). The primary issue addressed is the low level of student engagement caused by the dominance of conventional methods and a lack of relevance between the material and the students' cultural backgrounds. Utilizing a Quasi-Experimental design with a Posttest-Only Control Group Design, this research involved 69 tenth-grade students at SMKN 8 Bandar Lampung, divided into a control group (36 students) and an experimental group (33 students). Data on student engagement were collected using a questionnaire instrument (15 items, Cronbach's Alpha α = 0,782) and analyzed using an independent sample t-test. The results of the analysis showed a t-value of t = -4,925 with a significance of 0,000 (p < 0,05), and a Mean Difference of 6.414. These findings confirm a significant difference, where the class implementing the PBL-CRT integration demonstrated higher engagement levels compared to the control group. The synergy between problem-solving in PBL and the cultural aspects of CRT is proven to create a more interactive, contextual, and meaningful learning experience. The novelty of this research lies in the integrative application of these two models within the context of Islamic Education at the vocational school (SMK) level. Practically, this study provides a guide for teachers in designing innovative learning strategies capable of enhancing both student engagement and religious understanding in the contemporary era.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS SD ERA GLOBALISASI UNTUK MEWUJUDKAN SDGS4 Febrianto, Priyono Tri; Agustin, Putri Prihandini; Widayanti , Hesti Wahyu; Kamilah , Mahsa; Ramadhani , Nanda Octavia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10118

Abstract

The era of globalization presents complex challenges for the identity formation of elementary school students due to the rapid flow of unfiltered information. The main focus of this study is to analyze the strategic role of teachers in instilling character values ​​through Social Studies (IPS) learning to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 4 concerning quality education. This study used a literature study method by reviewing thirteen selected scientific sources from the period 2020 to 2026. The research stages included determining the focus of the study, searching for reputable national journal articles, in-depth content analysis, and synthesizing the results in the form of descriptive-analytical narratives. The research findings indicate that teachers have a vital function as role models, motivators, and facilitators in internalizing the values ​​of honesty, discipline, responsibility, and social awareness in students. The implementation of IPS learning strategies based on a contextual approach and the integration of local wisdom has proven highly effective in strengthening students' personalities from an early age. However, significant obstacles were found in the form of low synergy between schools and parents and teachers' limited understanding of the holistic concept of character. The main conclusion emphasizes that optimizing the role of teachers through pedagogical innovation in social studies classes is a crucial tool for producing an intellectually intelligent and morally resilient generation. Cross-sector synergy is essential to ensure national education can sustainably face the dynamics of the global era for the nation's progress. ABSTRAK Era globalisasi menghadirkan tantangan kompleks bagi pembentukan identitas siswa sekolah dasar akibat derasnya arus informasi yang tidak tersaring. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis peran strategis guru dalam menanamkan nilai karakter melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 4 mengenai pendidikan berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau tiga belas sumber ilmiah terpilih dari periode 2020 hingga 2026. Tahapan penelitian meliputi penetapan fokus kajian, penelusuran artikel jurnal nasional bereputasi, analisis konten secara mendalam, serta sintesis hasil dalam bentuk narasi deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki fungsi vital sebagai teladan, motivator, sekaligus fasilitator dalam menginternalisasi nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial siswa. Implementasi strategi pembelajaran IPS yang berbasis pada pendekatan kontekstual dan integrasi kearifan lokal terbukti sangat efektif dalam memperkuat kepribadian siswa sejak usia dini. Meskipun demikian, ditemukan kendala signifikan berupa rendahnya sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua serta terbatasnya pemahaman guru mengenai konsep karakter yang holistik. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi peran guru melalui inovasi pedagogis di kelas IPS merupakan instrumen krusial untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan tangguh secara moral. Sinergitas lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan pendidikan nasional mampu menghadapi dinamika zaman global secara berkelanjutan bagi kemajuan bangsa.  
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Tiwow, Gilly Marlya; Pudi, Intan Christina; Ranti, Devyano V.F.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10124

Abstract

ABSTRACT Students’ learning outcomes represent an important indicator in assessing the success of the educational process, which is influenced by various factors, particularly teachers’ competence and the availability of school facilities. This study aims to analyze the effect of teachers’ professional competence and school facilities on students’ learning outcomes at SMK Negeri 1 Bolaang. The research employed a quantitative approach using a survey method with an explanatory research design that emphasizes testing causal relationships among variables. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation involving 125 students as respondents. The research instruments were tested for validity and reliability to ensure the accuracy and consistency of the data obtained. Data analysis was conducted using regression techniques to examine both partial and simultaneous effects of the variables. The results indicate that teachers’ professional competence and school facilities individually have a positive and significant effect on students’ learning outcomes (p < 0.05), with a coefficient of determination (R²) of 0.798. Furthermore, both variables simultaneously have a significant effect on learning outcomes, as indicated by an F-value of 107.023, which exceeds the F-table value. The significance level of < 0.05 suggests that teachers’ professional competence and school facilities are key determinants in improving students’ learning outcomes. Therefore, enhancing teachers’ professional competence supported by adequate school facilities is an effective strategy to improve the quality of learning and students’ academic achievement. ABSTRAK Hasil belajar siswa merupakan indikator penting dalam menilai tingkat keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru serta fasilitas sekolah terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Bolaang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan desain explanatory research yang menekankan pada pengujian hubungan kausal antarvariabel. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi dengan melibatkan 125 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas guna memastikan akurasi serta konsistensi data yang diperoleh. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi untuk menguji pengaruh variabel baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan fasilitas sekolah secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (p < 0,05), dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,798. Selain itu, secara simultan kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 107,023 yang lebih tinggi dibandingkan F-tabel. Nilai signifikansi < 0,05 mengindikasikan bahwa kompetensi profesional guru dan fasilitas sekolah merupakan faktor determinan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi profesional guru yang didukung oleh penyediaan fasilitas sekolah yang memadai menjadi strategi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN TATA RIAS WAJAH Widyastuti, Vivi; Maghfiroh, Anik; Ihsani, Ade Novi Nurul; Tumangger, Mia Hafizah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10127

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of student participation and activeness in the learning process, particularly in the Facial Makeup subject in Class X Beauty 1 at SMK Negeri 6 Semarang. This condition indicates the need for an instructional model that can enhance students’ active engagement. Therefore, this study aims to optimize student activeness through the implementation of the cooperative learning model of the Student Teams Achievement Division (STAD) type. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in the 2025/2026 academic year, involving students of Class X Beauty 1 as the research subjects. The research procedure was carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data collection techniques included observation sheets of student activeness, interviews, and documentation. The results showed a gradual improvement in student activeness, increasing from an initial condition of 50% to 80% in Cycle I, and reaching 87.25% in Cycle II. Thus, it can be concluded that the implementation of the STAD learning model is effective in improving students’ activeness in the Facial Makeup learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Tata Rias Wajah di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 6 Semarang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian siswa kelas X Kecantikan 1. Prosedur penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan siswa, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa secara bertahap, yaitu dari kondisi awal sebesar 50%, meningkat menjadi 80% pada siklus I, dan mencapai 87,25% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Tata Rias Wajah.