cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PENGARUH THINK PAIR AND SHARE TERHADAP PEMAHAMAN AKIDAH AKHLAK SISWA SMA Maulidiya Zumrotul Chiqmiya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13030

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ understanding in the Akidah Akhlak subject, especially on commendable and reprehensible morals material at SMA An-Najiyah Surabaya. One effort to improve students’ understanding is by implementing the cooperative learning model of Think Pair and Share (TPS). This study aimed to determine the effect of the Think Pair and Share learning model on improving students’ understanding in terms of students’ cognitive styles. This research used a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design. The research sample consisted of 18 tenth-grade students of SMA An-Najiyah Surabaya. Data collection techniques were conducted through tests and questionnaires. Data analysis was carried out using IBM SPSS Statistics version 25 including descriptive statistical analysis, validity test, reliability test, Shapiro-Wilk normality test, and Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average pretest score of 67.33 increased to 92.78 in the posttest. The Wilcoxon test result obtained an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.001 < 0.05, indicating a significant effect of the Think Pair and Share learning model on improving students’ understanding of commendable and reprehensible morals material. Therefore, the TPS learning model can be used as an effective alternative learning model to improve students’ understanding in Akidah Akhlak subjects. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, khususnya materi akhlak terpuji dan akhlak tercela di SMA An-Najiyah Surabaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair and Share terhadap peningkatan pemahaman siswa ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 18 siswa kelas X SMA An-Najiyah Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket. Analisis data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25 meliputi analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 67,33 meningkat menjadi 92,78 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran Think Pair and Share terhadap peningkatan pemahaman siswa pada materi akhlak terpuji dan akhlak tercela. Dengan demikian, model pembelajaran TPS dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK KELAS XI DI MAN 2 PONTIANAK Fadlila Nur Hasanah; Elin B. Somantri; Mawardi Mawardi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13031

Abstract

The low mastery of students' Islamic theology and morality learning outcomes due to the dominance of passive conventional teaching models is the background of this research activity. These operational problems trigger weak internalization of spiritual values ​​and low cognitive retention of students in mastering basic daily religious concepts in class. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the effect of the application of the scramble learning model on improving the achievement of eleventh grade students' Akidah Akhlak learning outcomes. The steps of the quasi-experimental quantitative approach with a nonequivalent control group design were operated using a sample of 62 active respondents divided into control class XI C and experimental class XI E at MAN 2 Pontianak via random sampling technique. The data collection procedure was collected in a structured manner using multiple-choice tests and documentation, which were then executed through the Wilcoxon non-parametric statistical test using SPSS 27 software. Quantitative data empirically revealed an increase in the post-test results of the experimental class which reached an average of 90.03, this score was higher than the achievement of the control class which only reached 83.35. The results of the hypothesis test recorded a significance value of Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000, which indicates a probability of less than 0.05 so that the alternative hypothesis is accepted. The main conclusion confirms that random word reconstruction is proven to be reliable in boosting students' academic resilience. ABSTRAK Rendahnya ketuntasan hasil belajar teologi dan moralitas Islam siswa akibat dominasi model pengajaran konvensional yang pasif melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu lemahnya internalisasi nilai-nilai spiritual serta rendahnya retensi kognitif siswa dalam menguasai konsep dasar keagamaan harian di kelas. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh pengaplikasian model pembelajaran scramble terhadap peningkatan capaian hasil belajar Akidah Akhlak siswa kelas sebelas. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design ini dioperasikan menggunakan sampel sejumlah 62 responden aktif yang terbagi atas kelas kontrol XI C dan kelas eksperimen XI E di MAN 2 Pontianak via teknik random sampling. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur menggunakan tes pilihan ganda dan dokumentasi, yang selanjutnya dieksekusi melalui uji statistik non-parametrik Wilcoxon memakai bantuan perangkat lunak SPSS 27. Data kuantitatif secara empiris menyingkap peningkatan hasil post-test kelas eksperimen yang mencapai rata-rata 90,03, skor ini lebih tinggi dari pencapaian kelas kontrol yang hanya menyentuh angka 83,35. Hasil uji hipotesis mencatatkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang mengindikasikan probabilitas kurang dari 0,05 sehingga hipotesis alternatif diterima. Simpulan utama menegaskan bahwa rekonstruksi kata acak terbukti andal dalam mendongkrak ketahanan akademik siswa.    
FACTORS IMPACTING ENGLISH AS AN ADDITIONAL LANGUAGE (EAL) TEACHING IN VICTORIAN SECONDARY SCHOOLS Eliaser Ulimpa
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13032

Abstract

This article discusses the major challenges in the implementation of English as an Additional Language (EAL) education in secondary schools across Victoria, Australia. The background of this study is based on the increasing cultural and linguistic diversity among students, which requires the education system to provide effective and inclusive language learning services. The focus of the study is directed toward various obstacles in the implementation of EAL programs, including students’ low English proficiency, limited resources, insufficient language pedagogy competence among non-specialist teachers, and inconsistencies in educational policies and funding. This study employs a literature review method by analysing various scientific sources, academic articles, and policy documents related to EAL education in Victorian secondary schools. The research stages include literature collection, selection of relevant sources, content analysis, and synthesis of findings to identify challenges and effective strategies in EAL learning. The findings indicate that the success of EAL programs is influenced by consistent policy support, improved teacher competence, inclusive curriculum access, and learning strategies that are responsive to student diversity. The conclusion of this study emphasizes that strengthening institutional support, enhancing teachers’ professional development, and providing adequate resources are essential to improving language proficiency and academic outcomes for EAL students in secondary schools. ABSTRAK Artikel ini membahas tantangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan English as an Additional Language (EAL) di sekolah menengah wilayah Victoria, Australia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya keberagaman budaya dan bahasa siswa yang menuntut sistem pendidikan menyediakan layanan pembelajaran bahasa yang efektif dan inklusif. Fokus kajian diarahkan pada berbagai kendala dalam pelaksanaan program EAL, seperti rendahnya kemampuan bahasa Inggris siswa, keterbatasan sumber daya, kurangnya kompetensi pedagogi bahasa pada guru nonspesialis, serta ketidakkonsistenan kebijakan dan pendanaan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, artikel akademik, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan EAL di sekolah menengah Victoria. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, seleksi sumber yang relevan, analisis isi, serta sintesis temuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi efektif dalam pembelajaran EAL. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan program EAL dipengaruhi oleh dukungan kebijakan yang konsisten, peningkatan kompetensi guru, akses kurikulum yang inklusif, serta strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan dukungan institusi, pengembangan profesional guru, dan penyediaan sumber daya yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan hasil akademik siswa EAL di sekolah menengah.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KETAHANMALANGAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KARANG AGUNG ILIR Abdul Aksa; Dessy Wardiah; Andi Rahman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13033

Abstract

The disparity in teaching work ethic and the gap in educator performance in tidal waters areas due to limited physical logistics are the background to this research activity. These operational problems trigger the vulnerability of work burnout levels, instructional passivity, and a continuous decline in the quality of managerial effectiveness of educational units. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the influence of transformational leadership and principal resilience partially or simultaneously on the quality of teacher performance. The steps of the quantitative approach with the survey method are operated using a structured questionnaire instrument with a five-degree Likert scale model. Sampling is carried out via a total sampling technique involving the entire active population of 99 respondents at the Karang Agung Ilir District Public Elementary School. The numerical data processing procedure is executed through multiple linear regression analysis modeling using SPSS software. Quantitative data empirically reveals a positive functional contribution in the same direction through the formation of the estimation formula Y = 18.799 + 0.432X1 + 0.377X2. Partially, the transformational style variable obtained a t-value of 5.722, while resilience achieved a t-value of 5.333. The simultaneous accumulation of combined contributions resulted in an F-value of 27.073 with a total effective determination of 36.1 percent. The main conclusion confirms that the hybridization of inspirational role models and psychological resilience of leaders has proven to be very reliable in maintaining the stability of teacher teaching productivity. ABSTRAK Disparitas etos kerja pengajaran serta adanya kesenjangan performa pendidik di daerah perairan pasang surut akibat keterbatasan logistik fisik melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu kerentanan tingkat kejenuhan kerja, pasivitas instruksional, serta penurunan mutu efektivitas manajerial satuan pendidikan secara berkelanjutan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh kepemimpinan transformasional dan ketahanmalangan kepala sekolah secara parsial maupun simultan terhadap mutu kinerja guru. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode survei ini dioperasikan menggunakan instrumen kuesioner angket terstruktur model skala Likert lima derajat. Penarikan sampel dijalankan via teknik total sampling yang melibatkan seluruh populasi aktif sejumlah 99 responden di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Karang Agung Ilir. Prosedur pengolahan data numerik dieksekusi melalui permodelan analisis regresi linier berganda memakai bantuan perangkat lunak SPSS. Data kuantitatif secara empiris menyingkap kontribusi positif fungsional yang searah melalui bentukan rumus estimasi Y = 18,799 + 0,432X1 + 0,377X2. Secara parsial, variabel gaya transformasional memperoleh nilai t-hitung sebesar 5,722, sedangkan ketahanmalangan meraih skor t-hitung sejumlah 5,333. Akumulasi kontribusi gabungan secara simultan menorehkan parameter F-hitung sebesar 27,073 dengan total determinasi efektif sebesar 36,1 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa hibridasi keteladanan inspiratif serta ketangguhan psikologis pemimpin terbukti sangat andal memelihara stabilitas produktivitas mengajar guru.    
KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN TATA KELOLA SEKOLAH DASAR ASIA DAN EROPA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS BERBASIS PRISMA N. Tuti Suroya; Yogi Sondita Permana; Okke Rosmaladewi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13040

Abstract

This article aims to synthesize education policy and primary school governance systems in Asia and Europe from 2020 to 2025. The study employed a PRISMA 2020-based systematic literature review using articles retrieved from Scopus, ERIC, and Google Scholar. A total of 30 articles were selected through identification, screening, eligibility assessment, and final synthesis. The data were analyzed through descriptive mapping and critical narrative synthesis. The findings show that primary school governance in Asia and Europe does not follow a single model, but reflects a hybrid governance pattern. Asia tends to demonstrate stronger state control, administrative decentralization, and the expansion of school-based management, although these reforms do not always lead to substantive school autonomy. Europe shows stronger local autonomy, institutional accountability, evaluation, and data use. This review confirms that effective primary school governance depends on the balance between national standards, school autonomy, accountability, financing, leadership, equity, community participation, and digital governance. ABSTRAK Artikel ini bertujuan mensintesis kebijakan pendidikan dan sistem tata kelola sekolah dasar di Asia dan Eropa pada periode 2020-2025. Penelitian menggunakan metode systematic literature review berbasis PRISMA 2020 dengan sumber artikel dari Scopus, ERIC, dan Google Scholar. Sebanyak 30 artikel dipilih melalui proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis akhir. Data dianalisis melalui pemetaan deskriptif dan sintesis naratif kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata kelola sekolah dasar di Asia dan Eropa tidak bergerak dalam satu model tunggal, tetapi membentuk pola governance hibrida. Asia cenderung menampilkan kendali negara yang kuat, desentralisasi administratif, dan penguatan school-based management yang belum selalu menghasilkan otonomi substantif. Eropa lebih menonjol dalam otonomi lokal, akuntabilitas kelembagaan, evaluasi, dan penggunaan data. Kajian ini menegaskan bahwa efektivitas tata kelola sekolah dasar bergantung pada keseimbangan antara standar nasional, otonomi sekolah, akuntabilitas, pembiayaan, kepemimpinan, pemerataan, partisipasi masyarakat, dan digital governance.  
INTEGRASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI LABSCHOOL PAUD FKIP ULM Huriah Huriah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13041

Abstract

Strengthening character education is important to instill from an early age. This has become a crucial urgency amidst the changing times, globalization, and the decline in recognition of local cultural values ​​among the younger generation. Therefore, children require learning that focuses not only on academics, but also on personality, morals, and social-emotional development. One such theory, humanistic learning theory, is relevant because it emphasizes the development of self-potential, respect for individuals, and child-centered learning. On the other hand, local wisdom contains noble values ​​such as mutual cooperation, courtesy, responsibility, and concern for the environment, which are important to instill from an early age. The purpose of this study is to examine how humanistic learning theory is integrated with local wisdom in Early Childhood Education (PAUD) learning to shape students' character. This study uses a qualitative approach with field research. The research subjects were 18 students at Labschool PAUD FKIP ULM. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation through data validity testing using source and technique triangulation. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that this integration can be implemented through play-based learning activities, positive behavioral habits, teacher role models, regional folklore, and arts and culture as part of South Kalimantan's local identity. This implementation can foster self-confidence, empathy, discipline, responsibility, cooperation, and a love of regional culture. Thus, the integration of humanistic learning theory and local wisdom is an important and relevant strategy for holistically shaping students' character from an early age. ABSTRAK Penguatan pendidikan karakter penting untuk ditanamkan sejak anak usia dini. Hal tersebut menjadi urgensi penting di tengah perkembangan zaman, arus globalisasi, dan terjadinya penurunan pengenalan nilai budaya lokal pada generasi muda. Oleh karena itu, anak memerlukan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga pengembangan kepribadian, moral, dan sosial emosional. Salah satunya, teori belajar humanistik relevan digunakan karena menekankan pengembangan potensi diri, penghargaan terhadap individu, serta pembelajaran yang berpusat pada anak. Di sisi lain, kearifan lokal mengandung nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang penting ditanamkan sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teori belajar humanistik diintegrasikan dengan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitian yaitu peserta didik di Labschool PAUD FKIP ULM dengan jumlah 18 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi melalui uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan bermain sambil belajar, pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, cerita rakyat daerah, seni budaya sebagai identitas lokal Kalimantan Selatan. Implementasi tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan demikian, integrasi teori belajar humanistik dan kearifan lokal menjadi strategi penting dan relevan dalam membentuk karakter siswa secara holistik sejak usia dini.    
IMPLEMENTASI METODE EKSPERIMEN MENGAPUNG DAN TENGGELAM DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK Nur Anisa Khadijah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13043

Abstract

This study aims to describe the implementation of the floating and sinking experimental method in developing the cognitive abilities of children aged 4–5 years. The study used a qualitative approach with a descriptive research type conducted at the Teratai Kindergarten in Paku Village, Cintapuri Darussalam District, Banjar Regency, South Kalimantan. The research informants consisted of one teacher of group A and 15 children aged 4–5 years. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of the experimental method was carried out through three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, the teacher developed a learning plan, prepared concrete media, and related the material to everyday life and the environment. In the implementation stage, children were actively involved in observing, trying, asking questions, and concluding the results of the experiment with teacher guidance. In the evaluation stage, the teacher reflected and assessed the development of children's thinking abilities. The experimental method has been proven to be able to improve logical thinking skills, simple problem solving, curiosity, and understanding of cause-and-effect relationships. Furthermore, experimental activities also foster children's awareness of the importance of environmental protection and flood prevention. Therefore, implementing the floating and sinking experiment method is an effective and meaningful learning strategy to support the cognitive development of early childhood. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode eksperimen mengapung dan tenggelam dalam pengembangan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di KB Teratai Desa Paku, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Informan penelitian terdiri atas satu orang guru kelompok A dan 15 anak usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode eksperimen dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, guru menyusun perencanaan pembelajaran, menyiapkan media konkret, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan. Pada tahap pelaksanaan, anak terlibat aktif dalam kegiatan mengamati, mencoba, bertanya, dan menyimpulkan hasil eksperimen dengan bimbingan guru. Pada tahap evaluasi, guru melakukan refleksi dan penilaian terhadap perkembangan kemampuan berpikir anak. Metode eksperimen terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah sederhana, rasa ingin tahu, serta pemahaman hubungan sebab-akibat. Selain itu, kegiatan eksperimen juga menumbuhkan kesadaran anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah banjir. Oleh karena itu, implementasi metode eksperimen mengapung dan tenggelam menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan bermakna dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.    
THE EFFECT OF BOGGLE GAME ON STUDENTS’ VOCABULARY IN READING SKILL OF EIGHTH GRADE STUDENTS Kamiliyatun Nabila. S; Moh. Arief Wahyudi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13044

Abstract

The limited lexical mastery of students that triggers obstacles in recognizing the meaning of words and understanding the contents of instructional texts comprehensively is the background to this research activity. These operational problems trigger low literacy achievement scores, class passivity, and lack of student confidence when instructed to read drafts of foreign language texts. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the effect of using the interactive game Boggle Game on the escalation of vocabulary competence in reading skills. The steps of the quasi-experimental quantitative approach with a one-group pre-test and post-test design were operated on a sample of 25 active respondents of grade eight E at SMP Negeri 1 Sepulu. The primary data collection procedure was collected in a structured manner via an initial ability test instrument, a participant observation sheet, and a final evaluation test, which was then executed statistically using Paired Samples T-Test analysis assisted by SPSS software version 32. The quantitative data empirically revealed a jump in the average score from the initial score of 47.60 to 85.20 in the final results, with a significance parameter of p less than 0.001. The main conclusion confirms that the digitalization of word formation mechanics has proven highly effective in boosting long-term memory retention and academic resilience in students. Vocational teachers are recommended to consistently integrate educational game drafts. ABSTRAK Keterbatasan penguasaan leksikal siswa yang memicu hambatan dalam mengenali makna kata serta memahami isi teks instruksional secara komprehensif melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu rendahnya nilai capaian literasi, pasivitas kelas, serta minimnya rasa percaya diri siswa saat diinstruksikan membaca draf teks berbahasa asing. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh penggunaan permainan interaktif Boggle Game terhadap eskalasi kompetensi kosakata dalam keterampilan membaca (reading skill). Langkah-langkah pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen dengan desain one-group pre-test and post-test ini dioperasikan pada sampel sejumlah 25 responden aktif kelas delapan E di SMP Negeri 1 Sepulu. Prosedur pengumpulan data primer dihimpun secara terstruktur via instrumen tes kemampuan awal, lembar observasi partisipasi, serta tes evaluasi akhir, yang selanjutnya dieksekusi statistik menggunakan analisis Paired Samples T-Test berbantuan perangkat lunak SPSS versi 32. Data kuantitatif secara empiris menyingkap adanya lompatan perolehan nilai rerata dari skor awal sebesar 47,60 menjadi 85,20 pada hasil akhir, dengan parameter signifikansi p kurang dari 0,001. Simpulan utama menegaskan bahwa digitalisasi mekanik penyusunan kata terbukti sangat andal dalam mendongkrak retensi memori jangka panjang serta ketahanan akademik siswa. Guru kejuruan direkomendasikan mengintegrasikan draf permainan edukatif secara konsisten.    
PENGARUH LATIHAN DRILL TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI DI KLUB KENZIE Ardi Wiranata; Agung Mahendra; Rury Rizhardi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13045

Abstract

Weak motor coordination, stagnant attacking hitting techniques, and a lack of measurable visual stimulus variation in adolescent athletes underlie this research. These issues result in poor ball direction accuracy and a weakening of the team's offensive strategy during official matches. The focus of this study was to examine the effect of a drill-based training program intervention on improving volleyball smash accuracy at the Kenzie Palembang Club. This quantitative approach employed a quasi-experimental method using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. This study involved a sample of 14 male athletes aged 19 to 22 years old, selected through purposive sampling. Primary data collection was conducted in a structured manner over 18 meetings using the Nurhasan spike accuracy test instrument and analyzed statistically using parametric paired sample t-tests. The quantitative data from the study showed a linear increase in the average athlete performance score from 13.64 in the pretest to 15.35 in the posttest, with t = 10.494 > t = 2.160 at a significance level of 0.000, and a 12.54% increase in ability percentage. The main conclusion confirms that the drill training method significantly improved the automation and accuracy of athletes' aerial attacks. Coaches are recommended to adopt this coaching formula to strengthen their team's offensive performance capacity. ABSTRAK Kelemahan koordinasi motorik, stagnasi teknik pukulan serangan, serta minimnya variasi stimulus visual terukur pada atlet remaja melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut berakibat pada rendahnya ketepatan arah bola dan melemahnya strategi ofensif tim saat bertanding resmi. Fokus penelitian ini adalah menguji pengaruh intervensi program latihan berbasis metode drill terhadap peningkatan akurasi kemampuan smash bola voli di Klub Kenzie Palembang. Pendekatan kuantitatif ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan rancangan pre-experimental one-group pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 14 atlet putra berusia 19 hingga 22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dijalankan terstruktur selama 18 kali pertemuan menggunakan instrumen tes akurasi spike Nurhasan dan dianalisis secara statistik parametrik melalui uji paired sample t-test. Data kuantitatif hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan skor rata-rata performa atlet secara linear dari nilai pretest sebesar 13,64 menjadi 15,35 pada sesi posttest, dengan thitung = 10,494 > ttabel = 2,160 pada taraf signifikansi 0,000, serta mencatatkan kenaikan persentase kemampuan sebesar 12,54%. Simpulan utama menegaskan bahwa metode latihan drill secara signifikan berhasil mendongkrak otomatisasi dan akurasi serangan udara atlet. Pelatih direkomendasikan mengadopsi formula kepelatihan ini guna memperkuat kapasitas performa ofensif tim.    
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA GAMBAR SERI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V SD NEGERI BAWANG 02 KABUPATEN BATANG Kurnia Janatul Ma’wa; Suyitno Suyitno; Diana Endah Handayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13046

Abstract

This research is motivated by the low ability to write explanatory texts of elementary school students, especially in developing ideas, connecting ideas logically, and arranging texts according to structure. Learning that is still teacher-centered causes student engagement to be less than optimal. This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning model assisted by a series of pictures on the ability to write explanatory texts of fifth-grade students of SDN Bawang 02, Batang Regency. The study used a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design on 25 students using a saturated sampling technique. Data collection techniques included tests, observations, and documentation. The validity results showed that the teaching module was valid (95.5%) and the instrument was very valid (99%), while the reliability obtained a Cronbach Alpha value of 0.776. The results showed an increase in the average value from 54.88 to 78.36 and classical learning completeness from 8% to 92%. The hypothesis test showed a significance value of 0.000 <0.05 with a calculated t of -12.652 so that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Thus, the Problem-Based Learning model, supported by a series of images, effectively improves students' explanatory text writing skills. It is recommended to use a clearer and more varied series of images and to encourage students to actively participate in discussions and problem-solving. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan menulis teks eksplanasi siswa sekolah dasar, terutama dalam mengembangkan ide, menghubungkan gagasan secara logis, dan menyusun teks sesuai struktur. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan keterlibatan siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model Problem Based Learning berbantuan media gambar seri terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas V SD Negeri Bawang 02 Kabupaten Batang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest pada 25 siswa menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil validitas menunjukkan modul ajar valid (95,5%) dan instrumen sangat valid (99%), sedangkan reliabilitas memperoleh nilai Cronbach Alpha sebesar 0,776. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,88 menjadi 78,36 serta ketuntasan belajar klasikal dari 8% menjadi 92%. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan t hitung 18,619 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media gambar seri efektif meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Disarankan penggunaan gambar seri yang lebih jelas dan variatif serta pembiasaan siswa untuk aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah.