cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DALAM MENUNJANG KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR DI KOTA PALEMBANG Ine Aprilia; Bukman Lian; Bambang Hermansah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12419

Abstract

The limited fulfillment of essential nutritional elements at a young age that risks disrupting learning concentration and daily motor development is the background of this research activity. These operational problems trigger physical lethargy, decreased focus, and weakened resilience of independent learning of students in the classroom. The main focus of this scientific study is to analyze the implementation of the Free Nutritional Meal Program (MBG) in supporting learning activities, its instructional impact, as well as operational obstacles and tactical solutions in the field. The steps of this descriptive qualitative research were operated using a multi-case study strategy in two elementary schools in Palembang City. Informant recruitment was carried out using a purposive sampling method involving fourteen active subjects including the principal, teachers, and fifth-grade students. The data collection procedure was collected through periodic observation techniques, semi-structured interviews, and documentation studies, which were then synthesized interactively through data reduction and presentation. Qualitative findings empirically revealed that the MBG program was implemented very well with the use of sterile stainless steel containers and had a positive impact on boosting physical fitness and learning motivation of students. Logistical obstacles in the form of distribution delays were overcome by adjusting the draft class schedule. The main conclusion confirms that a balanced diet has proven to be highly effective in supporting the development of students' disciplined character. Elementary education practitioners are recommended to consistently strengthen periodic governance coordination. ABSTRAK Keterbatasan pemenuhan unsur nutrisi esensial pada usia anak yang berisiko mengganggu konsentrasi belajar serta perkembangan motorik harian melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya kelesuan fisik, penurunan fokus, serta melemahnya ketahanan belajar mandiri peserta didik di dalam kelas. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menunjang kegiatan pembelajaran, dampak instruksionalnya, serta hambatan operasional dan solusi taktis di lapangan. Langkah-langkah penelitian kualitatif deskriptif ini dioperasikan menggunakan strategi studi multikasus di dua sekolah dasar Kota Palembang. Penarikan informan dijalankan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan empat belas subjek aktif meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa kelas lima. Prosedur pengumpulan data dihimpun lewat teknik observasi berkala, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi, yang selanjutnya disintesiskan secara interaktif melalui reduksi dan penyajian data. Temuan kualitatif secara empiris menyingkap bahwa program MBG terlaksana sangat baik dengan pemanfaatan wadah stainless steel steril serta berdampak positif mendongkrak kebugaran fisik dan motivasi belajar siswa. Hambatan logistik berupa keterlambatan distribusi diatasi melalui penyesuaian draf jadwal kelas. Simpulan utama menegaskan bahwa asupan pangan seimbang terbukti sangat andal menunjang pembentukan karakter disiplin siswa. Praktisi pendidikan dasar direkomendasikan memperkuat koordinasi tata kelola berkala secara konsisten.  
PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERBASIS 3D AUGMENTED REALITY PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI 78 OKU Alfatiya Kaiza Mulya; Eni Heldayani; Puji Ayurachmawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12420

Abstract

The limitations of conventional media visualization in presenting complex botanical structures realistically underlie this research activity. These operational issues trigger low attention and cognitive difficulties for students in understanding abstract biological concepts. The main focus of this scientific study is to produce and test the level of validity, practicality, and effectiveness of 3D augmented reality-based flashcard media on plant body parts material in fourth-grade science lessons. The research and development steps are operated through the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation at SD Negeri 78 OKU. The primary data collection procedure is collected through expert assessment sheets, response questionnaires, and learning outcome test instruments. Quantitative data empirically reveals that the product draft is in the very feasible category with an expert validity score of 92 percent. The results of the practicality test recorded a one-to-one test percentage of 89 percent in class IV.A and 86 percent in class IV.B, while the small group test achieved 96 percent for class IV.A and 91 percent for class IV.B. An evaluation of effectiveness through student testing yielded an average pass rate of 93 percent. The main conclusion confirms that the digitalization of instructional cards has proven valid, practical, and reliable as an essential teaching aid to boost students' academic resilience. ABSTRAK Keterbatasan visualisasi media konvensional dalam menyajikan struktur botanika yang kompleks secara nyata melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu rendahnya atensi serta kesulitan kognitif bagi para siswa untuk memahami konsep biologis yang abstrak. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah memproduksi sekaligus menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan media flashcard berbasis 3D augmented reality pada materi bagian tubuh tumbuhan pelajaran IPAS kelas empat. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development) ini dioperasikan melalui model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi di SD Negeri 78 OKU. Prosedur pengumpulan data primer dihimpun lewat lembar penilaian pakar, angket respon, serta instrumen tes hasil belajar. Data kuantitatif secara empiris menyingkap bahwa draf produk berada pada kategori sangat layak dengan skor validitas ahli sebesar 92 persen. Hasil uji kepraktisan mencatatkan persentase uji satu ke satu sebesar 89 persen pada kelas IV.A dan 86 persen pada kelas IV.B, sedangkan uji kelompok kecil meraih 96 persen untuk kelas IV.A dan 91 persen untuk kelas IV.B. Evaluasi keefektifan melalui tes siswa memperoleh rerata kelulusan sebesar 93 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa digitalisasi kartu instruksional ini terbukti sahih, praktis, dan andal digunakan sebagai alat peraga esensial untuk mendongkrak ketahanan akademik siswa.
EFEKTIVITAS METODE IMLA’ MANZHUR DENGAN MEDIA GAMBAR BERBASIS KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS IV Luthfi Zulhaya; Resy Mulyani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12638

Abstract

Arabic writing skills remain one of the most challenging competencies for elementary school students due to the predominance of conventional instructional methods and the limited use of visual learning media to reinforce vocabulary acquisition. Although previous studies have demonstrated the effectiveness of the imla’ method, research integrating the imla’ manzhur method with vocabulary-based picture media at the elementary school level remains limited. This study aimed to examine the effectiveness of the imla’ manzhur method supported by vocabulary-based picture media in improving the Arabic writing skills of fourth-grade students at SDS Nurmadani Pandau Jaya. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 26 students selected through purposive sampling. Data were collected using tests, observations, and documentation and were analyzed using descriptive statistics, a paired-sample t-test, and the N-Gain test. The findings revealed that the implementation of the imla’ manzhur method supported by vocabulary-based picture media significantly improved students’ Arabic writing skills with a moderate level of effectiveness. The novelty of this study lies in integrating the imla’ manzhur method with vocabulary-based picture media, which combines visual and verbal representations to facilitate students' understanding, retention, and reproduction of Arabic vocabulary in written form. These findings suggest that this instructional approach can serve as an effective alternative for improving Arabic writing skills among elementary school students. ABSTRAK Keterampilan menulis bahasa Arab merupakan salah satu kompetensi yang masih sulit dikuasai oleh siswa sekolah dasar karena pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional dan belum mengoptimalkan media visual yang dapat memperkuat penguasaan kosakata. Berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas metode imla’, namun kajian yang mengintegrasikan metode imla’ manzhur dengan media gambar berbasis kosakata pada jenjang sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode imla’ manzhur dengan media gambar berbasis kosakata terhadap keterampilan menulis bahasa Arab siswa kelas IV SDS Nurmadani Pandau Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode imla’ manzhur dengan media gambar berbasis kosakata mampu meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab siswa secara signifikan dengan tingkat efektivitas pada kategori sedang. Integrasi metode imla’ manzhur dengan media gambar berbasis kosakata menjadi kebaruan penelitian ini karena memberikan pengalaman belajar yang memadukan representasi visual dan verbal sehingga membantu siswa lebih mudah memahami, mengingat, dan menuliskan kosakata bahasa Arab. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut layak dijadikan alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab pada jenjang sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARDABA (KARTU DAERAH MUSI BANYUASIN) PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI 2 BUMI KENCANA Sella Anggita Sari; Eni Heldayani; Puji Ayurachmawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12683

Abstract

The limited visual media relevant to the local cultural context of students and the tendency of daily student passivity in the classroom are the background of this research activity. These operational problems trigger low attention and essential understanding of children regarding the identity of the geographical diversity of their own region. The main focus of this scientific study is to produce and test the level of validity and practicality of the draft of the KARDABA (Musi Banyuasin Regional Card) instructional card media product in the fourth grade science subject. The research and development steps are operated referring to the ADDIE instructional model draft which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation at SD Negeri 2 Bumi Kencana. The primary data collection procedure is collected in a structured manner using questionnaires, observations, interviews, and documentation. Empirical quantitative data reveals that the assessment results of the validators' test draft obtained an average expert validity feasibility of 90 percent with a very feasible category. The practicality evaluation of user responses recorded a score of 99 percent for individual trials, 98 percent for small group trials, and 98 percent for large group trials. The main conclusion confirms that the digitization of local wisdom cards has proven valid and highly practical for boosting students' academic resilience. ABSTRAK Keterbatasan media visual yang relevan dengan konteks kebudayaan lokal siswa serta kecenderungan pasivitas peserta didik harian di dalam kelas melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu rendahnya atensi serta pemahaman esensial anak mengenai identitas keragaman geografis daerahnya sendiri. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah memproduksi sekaligus menguji tingkat validitas dan kepraktisan dari draf produk media kartu instruksional KARDABA (Kartu Daerah Musi Banyuasin) pada mata pelajaran IPAS kelas empat. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan (research and development) ini dioperasikan mengacu pada draf model instruksional ADDIE yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi di SD Negeri 2 Bumi Kencana. Prosedur pengumpulan data primer dihimpun secara terstruktur menggunakan instrumen lembar angket, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data kuantitatif secara empiris menyingkap bahwa hasil penilaian dari draf pengujian para validator memperoleh rerata kelayakan validitas ahli sebesar 90 persen dengan kategori sangat layak. Evaluasi kepraktisan respon pengguna mencatatkan capaian presentase skor uji coba perorangan senilai 99 persen, pengujian kelompok kecil sejumlah 98 persen, serta hasil akhir kelompok besar sebesar 98 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa digitalisasi kartu kearifan lokal ini terbukti sahih dan sangat praktis untuk mendongkrak ketahanan akademik siswa.  
STRATEGI PENGUASAAN FI’IL AMR MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU Sabrina Ayuning Pawestri; Siti Nurdinah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12787

Abstract

Mastery of fi'il amr (imperative verbs) is a fundamental Arabic language competency essential for elementary school students' active communication skills. However, its instruction in Islamic Integrated Elementary Schools (SDIT) is still dominated by rote memorization of textual nahwu (grammar) rules, leaving students unable to apply it functionally. Prior studies on the Communicative Language Teaching (CLT) approach have largely focused on general speaking skills at the secondary and higher education levels, while its application to mastering fi'il amr at the elementary level remains understudied. This study offers novelty in the form of a CLT implementation framework specifically designed for teaching fi'il amr in SDIT settings. The study aims to describe the implementation of the communicative approach in mastering fi'il amr among sixth-grade students at SDIT Imam Ahmad, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze its impact on students' communication skills. This study employed a descriptive qualitative approach, with Arabic language teachers and sixth-grade students selected purposively as subjects. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, validated using triangulation of techniques, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that CLT implementation was carried out through three stages: apperception-modeling, pair practice-role play, and reflection-rule reinforcement. Its success was supported by varied instructional media, teachers' ability to integrate approaches, and a school environment conducive to Arabic language habituation, though it still faced linguistic, psychological, and structural challenges. The communicative approach enhanced students' active engagement and functional use of fi'il amr, positioning it as an alternative strategy for more contextual and meaningful Arabic grammar instruction at the elementary level. ABSTRAK Penguasaan fi'il amr merupakan kompetensi dasar bahasa Arab yang penting bagi kemampuan komunikasi aktif siswa sekolah dasar, namun pembelajarannya di SDIT masih didominasi oleh hafalan kaidah nahwu secara tekstual sehingga siswa kurang mampu menerapkannya secara fungsional. Kajian Communicative Language Teaching (CLT) selama ini lebih banyak menyasar keterampilan berbicara secara umum di jenjang menengah dan perguruan tinggi, sementara penerapannya untuk penguasaan fi'il amr di sekolah dasar masih jarang diteliti. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa tahapan implementasi CLT yang dirancang khusus untuk pembelajaran fi'il amr di SDIT. Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan komunikatif dalam penguasaan fi'il amr pada siswa kelas VI SDIT Imam Ahmad, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan komunikasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru bahasa Arab dan siswa kelas VI yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, diuji keabsahannya dengan triangulasi teknik, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi CLT dilaksanakan melalui tiga tahap: apersepsi-modeling, pair practice-role play, serta refleksi-penguatan kaidah. Keberhasilannya didukung media pembelajaran variatif, kemampuan guru mengintegrasikan pendekatan, dan lingkungan sekolah yang mendukung pembiasaan bahasa Arab, meski masih terkendala aspek linguistik, psikologis, dan struktural. Pendekatan komunikatif meningkatkan keterlibatan aktif siswa dan penggunaan fi'il amr secara fungsional, sehingga menjadi alternatif strategi pembelajaran tata bahasa Arab yang lebih kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.
PERSEPSI GURU AGAMA KATOLIK TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 ADONARA TIMUR Yustina Pramesti Perada Tolok; Alfonsus Mudi Aran; Krisantus Minggu Kwen
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12790

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning that accommodates students’ diverse needs, abilities, interests, and learning characteristics. In this context, differentiated learning in Catholic Religious Education is considered an important strategy to improve the quality of learning. This study aims to examine the implementation of differentiated learning in the Merdeka Curriculum in Catholic Religious Education at SMA Negeri 1 Adonara Timur. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data sources were obtained from the principal, a Catholic Religious Education teacher, and students through interviews, observation, and documentation techniques. The findings show that differentiated learning has been implemented through content, process, product, and learning environment differentiation adjusted to students’ needs, abilities, interests, and characteristics. The implementation of differentiated learning contributes to increasing students’ activeness, motivation, participation, and understanding in the learning process. Student-centered learning provides opportunities for each learner to study according to their potential and learning style, enabling optimal learning outcomes. Therefore, differentiated learning is an effective strategy to support the implementation of the Merdeka Curriculum in Catholic Religious Education. This study is expected to serve as a reference for teachers, schools, and future researchers in developing differentiated learning practices to improve the quality of education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, namun dalam praktiknya masih ditemukan tantangan dalam penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Negeri 1 Adonara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang mencakup persepsi, pengalaman, serta kendala guru dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari 8 informan yang terdiri atas guru Pendidikan Agama Katolik, kepala sekolah, dan peserta didik melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berdiferensiasi dan memahaminya sebagai upaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Implementasi dilakukan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk yang membuat pembelajaran lebih aktif, inklusif, dan bermakna. Guru juga memiliki pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, meskipun masih terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana. Upaya adaptasi tetap dilakukan agar pembelajaran berjalan optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik serta menjadi strategi penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA DI SD Fitriani Fitriani; Magdad Hatim; Bz Septeiyawan Abdullah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12797

Abstract

This study aims to determine the effect of the video-assisted discovery learning model on the IPAS (Natural and Social Sciences) learning outcomes of third-grade students at SD Negeri 63 Palembang on the topic of Landform Variations. The study was motivated by students' low learning outcomes resulting from conventional teaching methods with limited active student engagement. A quantitative approach with a quasi-experimental method was used, employing a posttest only control group design. The sample was determined through simple random sampling, resulting in class III B as the experimental class and class III A as the control class, each consisting of 20 students. Data were collected using a multiple-choice achievement test and analyzed through the Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and an Independent Sample t-test using SPSS version 25. The results showed that the experimental class achieved higher and more consistent learning outcomes than the control class. Data from both groups were normally distributed and homogeneous in variance. The hypothesis test indicated that H0 was rejected and Ha was accepted, confirming a significant effect. This study concludes that the video-assisted discovery learning model significantly improves IPAS learning outcomes among third-grade elementary students, particularly on contextual material requiring visualization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan video terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas III SD Negeri 63 Palembang pada materi Ragam Bentang Alam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu desain posttest only control group design. Sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling, sehingga terpilih kelas III B sebagai kelas eksperimen dan kelas III A sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda, kemudian dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPAS kelas eksperimen lebih tinggi dan lebih konsisten dibandingkan kelas kontrol. Data kedua kelompok berdistribusi normal dan bervarians homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning berbantuan video berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas III sekolah dasar, khususnya pada materi yang bersifat kontekstual dan membutuhkan visualisasi.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF EFFICACY Mindi Lutfi Anggraini; Suci Yuniati; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12825

Abstract

Mathematical critical thinking skills are a crucial higher-order thinking competency for students, yet various findings indicate that this ability remains relatively low, largely due to teacher-centered learning that gives students little opportunity to explore ideas and develop their own reasoning. Beyond instructional factors, self-efficacy also influences students' ability to handle complex mathematical problems, making the combination of an appropriate learning approach and self-confidence an aspect that warrants deeper investigation. This study aims to analyze differences in mathematical critical thinking skills between students taught using the Scientific Approach and those taught through direct instruction, as well as to examine the influence of self-efficacy levels on this ability at MTsS PP Nurul Jadid Kampar. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design and a purposive sampling technique. Data were collected through a mathematical critical thinking test, a self-efficacy questionnaire, observation, and documentation, then analyzed using a t-test and two-way ANOVA. The results showed a significant difference in mathematical critical thinking skills between students taught with the Scientific Approach and those taught through direct instruction, as well as significant differences based on self-efficacy levels, but no significant interaction was found between them. It can be concluded that the Scientific Approach has a positive influence on students' mathematical critical thinking skills when their self-efficacy levels are taken into account. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang krusial dikuasai peserta didik, namun berbagai temuan menunjukkan kemampuan tersebut masih tergolong rendah, terutama karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang diberi ruang untuk mengeksplorasi ide dan mengembangkan penalarannya sendiri. Selain faktor pembelajaran, faktor internal seperti self efficacy turut memengaruhi kemampuan peserta didik dalam menghadapi permasalahan matematika yang kompleks, sehingga kombinasi keduanya menjadi aspek penting yang perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan peserta didik yang belajar melalui pembelajaran langsung, serta mengkaji pengaruh tingkat self efficacy terhadap kemampuan tersebut di MTsS PP Nurul Jadid Kampar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperiment non-equivalent control group design dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis, angket self efficacy, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji t dan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik dan pembelajaran langsung, serta perbedaan signifikan berdasarkan tingkat self efficacy, namun tidak ditemukan interaksi signifikan antara keduanya. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan mempertimbangkan tingkat self efficacy yang dimiliki.
EFEKTIVITAS MEDIA ISOMETRIC DRAWING BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN KUBUS DAN BALOK KELAS VI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fani Hamzany; Masniladevi; Mukta Hildatul Berby
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12836

Abstract

Geometry learning on cube and rectangular prism topics in elementary schools still faces several challenges, particularly students’ difficulties in visualizing three-dimensional objects and understanding the relationships among geometric elements. These challenges are influenced by the limited use of visual learning media and the dominance of instructional approaches that do not fully engage students in constructing conceptual understanding. This study aims to analyze the effectiveness of integrating isometric drawing media with the Problem Based Learning (PBL) model in supporting students’ understanding of cube and rectangular prism concepts in elementary schools. The research employed the Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing 20 scientific articles related to geometry learning, visual media, isometric drawing, spatial reasoning abilities, and the implementation of PBL in elementary education. The article selection process consisted of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion based on predetermined criteria. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis through thematic synthesis to identify patterns and main findings from the selected studies. The results indicate that isometric drawing media helps students visualize three-dimensional objects, understand geometric concepts, and improve spatial reasoning abilities. Furthermore, the implementation of PBL contributes to enhancing conceptual understanding, critical thinking skills, problem-solving abilities, and students’ active participation. The integration of isometric drawing media and PBL provides a potential instructional alternative for developing contextual, visual, and student-centered geometry learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran geometri pada materi kubus dan balok di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama berkaitan dengan rendahnya kemampuan siswa dalam memvisualisasikan objek tiga dimensi dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan penggunaan media pembelajaran visual serta dominannya pendekatan pembelajaran yang belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif dalam membangun pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media isometric drawing berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam mendukung pemahaman konsep kubus dan balok pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang berkaitan dengan pembelajaran geometri, media visual, isometric drawing, kemampuan penalaran spasial, dan penerapan model PBL pada jenjang sekolah dasar. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan (screening), penilaian kelayakan (eligibility), dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama dari berbagai penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media isometric drawing mampu membantu siswa memvisualisasikan objek tiga dimensi, memahami konsep bangun ruang, serta meningkatkan kemampuan penalaran spasial. Selain itu, penerapan PBL berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterlibatan aktif siswa. Integrasi isometric drawing dengan model PBL menjadi alternatif pembelajaran yang potensial dalam menciptakan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, visual, dan berpusat pada siswa.
THE EFFECTIVENESS OF THE BLOOKET IN ENHANCING VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS' READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT Mira Maulida Rahmah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12888

Abstract

Low reading comprehension ability among students remains one of the challenges in English language learning, particularly in understanding descriptive texts that involve identifying main ideas, specific information, vocabulary, inference, and referential meaning. This condition indicates the need for innovative and interactive learning media to improve students’ engagement and reading skills. This study aims to analyze the effectiveness of using the Blooket platform in improving students’ reading comprehension achievement in descriptive texts among tenth-grade students of Vocational High School (SMK) majoring in Office Management. This study employed a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test control group design. The research participants consisted of tenth-grade vocational school students who were divided into an experimental group taught using Blooket and a control group taught through conventional instruction. The research instrument was a multiple-choice reading comprehension test covering several reading skill aspects. The data were analyzed using statistical tests, including normality tests, homogeneity tests, independent sample t-tests, and effect size analysis. The results indicate that the use of Blooket has a positive effect on improving students’ reading comprehension compared to conventional learning methods. The Blooket platform provides a more interactive and engaging learning environment and increases students’ involvement in understanding descriptive texts. Therefore, Blooket can be used as an effective game-based learning alternative to support the improvement of reading comprehension skills among vocational high school students. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemahaman membaca siswa menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam memahami teks deskriptif yang mencakup kemampuan mengidentifikasi ide utama, informasi spesifik, kosakata, inferensi, dan makna referensial. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan serta kemampuan membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan platform Blooket dalam meningkatkan prestasi pemahaman membaca siswa pada materi teks deskriptif di kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Manajemen Perkantoran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas X SMK yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dengan pembelajaran menggunakan Blooket dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman membaca berbentuk pilihan ganda yang mencakup beberapa aspek kemampuan membaca. Data dianalisis menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji-t sampel independen, dan analisis ukuran efek (effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Blooket memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Media Blooket mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami teks deskriptif. Dengan demikian, Blooket dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran berbasis permainan yang efektif untuk mendukung peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa SMK.