cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PEMANFAATAN BUKU DIGITAL DALAM PLATFORM RUMAH PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN MOTIVASI LITERASI SISWA KELAS II SD NEGERI GIRIREJO Sutami Kurniasih; Jumintono Jumintono; Rahmat Mulyono
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12935

Abstract

Low literacy motivation among early grade students remains a persistent challenge in elementary education, particularly in selecting media that aligns with students' cognitive developmental characteristics. This study aimed to analyze the utilization of digital books through the Rumah Pendidikan Platform by Kemendikdasmen in building literacy motivation among second-grade students at SD Negeri Girirejo. A descriptive qualitative approach was employed, with all 19 second-grade students as research subjects. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that 89.47% of students (17 out of 19) demonstrated increased literacy motivation, indicated by greater reading enthusiasm, independent book selection, and longer attention spans compared to when using printed books. Supporting factors included the availability of technological devices, adequate internet access, and teachers' competence in facilitating digital learning. Inhibiting factors were related to differences in students' initial literacy abilities and digital technology skills. This study concludes that digital books within the Rumah Pendidikan Platform have strong potential as an innovative and effective medium to strengthen literacy culture in elementary schools, particularly among lower-grade students. ABSTRAK Motivasi literasi siswa kelas rendah masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam memilih media yang sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan buku digital dalam Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen dalam membangun motivasi literasi siswa kelas II SD Negeri Girirejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seluruh siswa kelas II yang berjumlah 19 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,47% siswa (17 dari 19 siswa) mengalami peningkatan motivasi literasi yang ditandai dengan meningkatnya antusiasme membaca, keaktifan memilih bacaan secara mandiri, serta durasi perhatian yang lebih lama dibandingkan saat menggunakan buku cetak. Faktor pendukung keberhasilan meliputi ketersediaan perangkat teknologi, akses internet yang memadai, serta kompetensi guru dalam memfasilitasi pembelajaran digital. Adapun faktor penghambat berkaitan dengan perbedaan kemampuan literasi awal dan keterampilan penggunaan teknologi digital antarsiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku digital dalam Platform Rumah Pendidikan berpotensi menjadi media inovatif yang efektif untuk memperkuat budaya literasi di sekolah dasar, khususnya pada siswa kelas rendah.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AKU SUKA BERGOTONG ROYONG SISWA KELAS IV SD Widya Khafifah; Magdad Hatim; Ida Suryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12937

Abstract

The low learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at SD Negeri 157 Palembang were caused by lecture-dominated instruction and limited instructional media, leading students to remain passive during the learning process. This study aimed to determine the effect of digital comic learning media on students' learning outcomes on the topic of Aku Suka Bergotong Royong in fourth-grade elementary school. A quantitative approach was employed using a Quasi-Experimental Design with a Nonequivalent Control Group Design. The population comprised all fourth-grade students at SD Negeri 157 Palembang, with class IV A assigned as the experimental group receiving digital comic learning media and class IV B assigned as the control group following conventional instruction. Data were collected through pretests and posttests that had been tested for validity and reliability, then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an Independent Sample t-Test. The results showed that the improvement in learning outcomes in the experimental class was higher than in the control class, and hypothesis testing confirmed that the difference was statistically significant. It is therefore concluded that digital comic learning media significantly affects students' learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level, making it a viable and effective innovative instructional media alternative for teachers in instilling character values in students. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 157 Palembang disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan keterbatasan media pembelajaran, sehingga siswa cenderung pasif selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran komik digital terhadap hasil belajar siswa pada materi Aku Suka Bergotong Royong di kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 157 Palembang, dengan sampel kelas IV A sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan berupa penggunaan media komik digital, dan kelas IV B sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dan uji hipotesis membuktikan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komik digital berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar, sehingga layak direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan efektif bagi guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS III SD Mela Astriani; Magdad Hatim; Ida Suryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12941

Abstract

This study aimed to determine the effect of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model assisted by Wordwall interactive quizzes on the science and social studies (IPAS) learning outcomes of third-grade students at SD Negeri 127 Palembang on the topic of Energy Around Us. The study was motivated by the persistently low learning outcomes in IPAS, attributed to teacher-centered instruction and limited use of varied learning models or media. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, specifically a Non-Equivalent Control Group Design. The sample was determined using a Cluster Random Sampling technique, consisting of an experimental class and a control class. Learning outcome data were collected through pretest and posttest assessments using a validated and reliable multiple-choice test instrument, which were then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent samples t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the experimental class, which implemented the STAD model assisted by Wordwall interactive quizzes, experienced a greater improvement in learning outcomes than the control class, with a statistically significant difference. These findings indicate that the STAD learning model assisted by Wordwall interactive quizzes has a significant effect on improving IPAS learning outcomes among third-grade elementary school students, and can therefore serve as an innovative alternative learning model for teachers to enhance the quality of IPAS instruction in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan kuis interaktif Wordwall terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas III SD Negeri 127 Palembang pada materi Energi di Sekitar Kita. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPAS siswa akibat pembelajaran yang berpusat pada guru dan minimnya penggunaan model maupun media pembelajaran yang variatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental), yaitu Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan model STAD berbantuan kuis interaktif Wordwall mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berbantuan kuis interaktif Wordwall terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas III sekolah dasar, sehingga dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMP DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 4 KOTA BLITAR Nadia Dwi Insani; Muhammad Ardiansyah; Nezhatian Adi Firmansyah; Surayanah Surayanah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13021

Abstract

The gap in learning characteristics of early adolescents and the presence of psychosocial anxiety barriers in students in expressing critical arguments orally are the background of this research activity. These field operational problems trigger low levels of independent thinking independence, class passivity, and inefficiency in managing the duration of academic assignments periodically. The main focus of this scientific study is to analyze the profile of student cognitive development and map the instructional barriers felt by eighth-grade students at SMPN 4 Blitar City. The steps of the quantitative approach with a descriptive survey method are operated using a closed questionnaire instrument distribution model of a four-level Likert scale criteria. Sampling was carried out using a total sampling technique that reached 27 active respondents in a structured manner. The numerical data processing procedure was executed through descriptive statistical calculations of the percentage of response distribution. The quantitative findings empirically revealed that the cognitive development of the subjects was in the good category which is in line with the characteristics of Jean Piaget's formal operational stage, where the achievement of material understanding dominated with a percentage of strongly agree at 70.3 percent. However, the aspects of courage to ask questions and independence recorded a fairly high number of disagreements at 29.6 percent. The main conclusion confirms that contextual problem conditioning has proven to be reliable in boosting students' academic resilience. ABSTRAK Kesenjangan karakteristik belajar remaja awal serta adanya hambatan kecemasan psikososial siswa dalam mengekspresikan argumen kritis secara lisan melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional lapangan tersebut memicu rendahnya tingkat kemandirian berpikir mandiri, kepasifan kelas, serta inefisiensi pengelolaan durasi pengerjaan tugas akademik secara berkala. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis profil perkembangan kognitif siswa serta memetakan hambatan instruksional yang dirasakan siswa kelas delapan di SMPN 4 Kota Blitar. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif ini dioperasikan menggunakan penyebaran instrumen kuesioner angket tertutup model kriteria skala Likert empat tingkat. Penarikan sampel dijalankan menggunakan teknik total sampling yang menjangkau sejumlah 27 responden aktif secara terstruktur. Prosedur pengolahan data numerik dieksekusi melalui penghitungan statistik deskriptif persentase sebaran jawaban. Temuan kuantitatif secara empiris menyingkap bahwa perkembangan kognitif subjek berada pada kategori baik yang selaras dengan karakteristik tahap operasional formal Jean Piaget, di mana capaian pemahaman materi mendominasi pada persentase sangat setuju sebesar 70,3 persen. Namun, aspek keberanian bertanya dan kemandirian mencatatkan angka penolakan tidak setuju yang cukup tinggi sebesar 29,6 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa pengondisian masalah kontekstual terbukti andal mendongkrak ketahanan akademik siswa.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI VERBAL PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI Muhamad Danu Anggara; Umi Hijriyah; Agus Susanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13022

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ verbal communication skills caused by learning activities that provided limited opportunities for student interaction. Therefore, the think-pair-share cooperative learning model was selected as an alternative to address this issue. The study aimed to determine whether the think-pair-share cooperative learning model had an effect on improving students’ verbal communication skills in Islamic Education (PAI) subjects among eleventh-grade students at SMK Negeri 8 Bandar Lampung. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest nonequivalent group design. The sample consisted of two classes selected through purposive sampling, namely an experimental class and a control class, each consisting of 35 students. Data were collected through observation, documentation, and verbal communication skills tests. The data were analyzed using the N-Gain test and Mann-Whitney U test assisted by SPSS 25. The results of the Mann-Whitney U test on the N-Gain scores showed an Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in the improvement of verbal communication skills between the experimental and control classes. Thus, the think-pair-share (TPS) cooperative learning model had a positive and significant effect on improving students’ verbal communication skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi verbal peserta didik yang diduga dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang kurang mendorong interaksi dan partisipasi aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) terhadap peningkatan keterampilan komunikasi verbal peserta didik pada mata pelajaran PAI di kelas XI SMK Negeri 8 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest-posttest nonequivalent group. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes keterampilan komunikasi verbal, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain dan Mann-Whitney U test berbantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,376 berada pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,149 berada pada kategori rendah. Hasil uji Mann-Whitney U test memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi verbal yang signifikan antara kedua kelas penelitian. Dengan demikian, model pembelajaran think-pair-share terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi verbal peserta didik.    
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA SCRAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Laila Lutfiana; Muhammad Aunur Rofiq; Fulusia Nurmawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13023

Abstract

This classroom action research was initiated to optimize IPAS academic outcomes, teaching competencies, and student engagement inside grade IV at SDN 2 Pelem, specifically focusing on the theme "Daerahku Kaya Sumber Daya." The intervention integrated the Problem-Based Learning (PBL) framework coupled with scrapbook media. Initially, the study was triggered by substandard student academic performance, evidenced by a pre-cycle baseline mastery of only 21.05%. Following the Kemmis and McTaggart framework, the investigation spanned two successive cycles, each encompassing systematic phases of planning, acting, observing, and reflecting. A cohort of 19 fourth-grade students served as the research subjects. To gather comprehensive data, evaluation tests, direct observation logs, interviews, and documentation were utilized. The empirical findings demonstrated a progressive upward trend in learning mastery, expanding from the initial 21.05% to 63.16% during Cycle I, and ultimately culminating at 89.47% in Cycle II. These outcomes underscore that embedding scrapbook-supported PBL into the classroom operationally elevates student attentiveness, teacher pedagogical proficiency, and conceptual comprehension of IPAS topics. ABSTRAK Penelitian penanganan kelas ini bermaksud guna mendongkrak output belajar, keterampilan guru, dan unjuk kerja peserta didik pada muatan keilmuan IPAS materi Daerahku Kaya Sumber Daya di kelas IV SDN 2 Pelem berbasiskan pengaplikasian model Problem Based Learning (PBL) dibantu media scrapbook. Hal mendasar penelitian ini karena prestasi akademis belajar rendah, dibenarkan oleh persentase tuntasnya pretest sebesar 21,05%. Penelitian dilangsungkan dua siklus dimana mereka melalui tahapan merancang, melaksanakan tindakan, memantau, dan peninjauan ulang berpatokan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek sasaran jumlahnya 19 peserta didik kelas IV. Data dihimpun dengan bantuan tes kinerja belajar, lembaran observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan meningkatnya tuntasnya belajar dari 21,05% pada pratindakan, berubah jadi 63,16% di siklus I, dan meraih 89,47% di siklus II. Peningkatan tersebut membuktikan jika diterapkannya model Problem Based Learning berbantuan media scrapbook mampu meningkatkan keaktifan, keterampilan guru, dan pemahaman peserta didik, terkhusus muatan IPAS secara signifikan.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA MATERI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X APHP UPT SMK NEGERI 8 PINRANG Fatimah Azzahrah; Jusman Tang; Firman Firman; Suardi Zain
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13024

Abstract

This research aimed to analyze the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) learning model on the topic of liquid organic fertilizer production toward the learning outcomes of Class X APHP students at UPT SMK Negeri 8 Pinrang. This study was motivated by the use of teacher-centered learning methods, which caused low student academic achievement. One solution that can be applied is the implementation ofi the Project Based Learning (PjBL) model. Objective this study aimed to determine the effectiveness of the PjBL learning model on student learning outcomes. Method this study applied an experimental approach using a one-group pretest-posttest design and involved 13 students selected through a total sampling technique. Data were collected through tests conducted before and after the learning process, then analyzed using the t-test and N-Gain test. Results the findings indicated a significant improvement in students’ learning achievement after the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. The average pretest score of 60.85 increased to 85.92 in the posttest, reflecting an increase of 25.077. Hypothesis analysis using the Paired Sample T-Test showed a calculated t-value of -4.212 at a significance level of 0.001, which was lower than 0.05. In addition, the N-Gain score of 0.58 was categorized as moderately effective. Conclusion this study concluded that the Project Based Learning (PjBL) model can improve student learning outcomes. ABSTRAK Riset ini ditujukan untuk menganalisis efektvitas model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada materi pembuatan pupuk organik cair terhadap hasil belajar siswa kelas X APHP UPT SMK Negeri 8 Pinrang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan metode pembelajaran masih berpusat pada guru menjadi penyebab rendahnya prestasi akademik siswa. Salah satu Solusi yang dapat digunakan yaitu penerapam model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model pembelajaran PjBL terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini mengaplikasikan pendekatan eksperimental dalam desain one-group pretest-posttest, penelitian ini menyertakan 13 peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui tes sebelum serta sesudah pembelajaran, kemudian di analisis dengan memanfaatkan uji t dan N-Gain. Hasil penelitian mengindikasikan terdapat kenaikan yang berarti dalam prestasi belajar peserta didik setelah implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Rata-rata skor pretest sebesar 60,85 meningkat menjadi 85,92 pada posttest, mencerminkan kenaikan sebesar 25,077. Analisis hipotesis melalui Paired Sample T-Test menunjukkan nilai t hitung sebesar -4,212 pada taraf signifikansi 0.001 yang lebih rendah dari 0,05. Serta pada uji skor N-Gain 0,58 dikategorikan sebagai cukup efektif. Kesimpulan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Leraning (PjBL) dapat meingkatkan hasil belajar siswa.    
IKAN MAS ARSIK SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Ririn Fresentia Natalia Br Pandia; Dian Syahfitri; Fretty Sarima Nainggolan; Dia Pika Marlina Br Ginting; Putu Dewi Merlyna
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13026

Abstract

The importance of integrating local cultural elements in the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) teaching program to strengthen cross-cultural communicative competence is the background to writing this article. Field operational problems trigger the limited availability of contextual teaching material drafts which result in obstacles to sociocultural understanding for international learners when learning the language. The main focus of this scientific study is to explore the symbolic meaning of the local wisdom of the traditional dish dekke na niarsik or Arsik Goldfish in Toba Batak traditional wedding ceremonies while formulating a draft for its media implementation. The steps of this descriptive qualitative research are operated using the semiotic theory of Charles Sanders Peirce which dissects the triadic correlation of signs between representamen, objects, and interpretants. Data collection procedures are collected in a structured manner through literature studies, participant observation, and draft documentation of cultural records. Empirical research findings reveal that this traditional culinary represents a draft of symbolic meaning for blessings, fertility of lineages, and household harmony. The utilization of these philosophical values ​​is then integrated into the draft of an interactive digital platform based on games using Kahoot media. The main conclusion confirms that the hybridization of culinary wisdom and digital media has proven to be very reliable in reducing class boredom and significantly increasing the learning motivation of foreign speakers. ABSTRAK Pentingnya integrasi unsur kebudayaan lokal dalam program pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) guna memperkuat kompetensi komunikatif lintas budaya melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional lapangan memicu keterbatasan ketersediaan draf materi ajar kontekstual yang berakibat pada hambatan pemahaman sosiokultural bagi para pemelajar internasional saat mempelajari bahasa. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mengeksplorasi makna simbolik kearifan lokal hidangan tradisional dekke na niarsik atau Ikan Mas Arsik pada upacara pernikahan adat Batak Toba sekaligus merumuskan draf implementasi medianya. Langkah-langkah penelitian kualitatif deskriptif ini dioperasikan menggunakan landasan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang membedah korelasi tanda triadik antara representamen, objek, dan interpretant. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur via studi pustaka, observasi partisipatif, serta draf dokumentasi rekam budaya. Temuan penelitian secara empiris menyingkap bahwa kuliner tradisional ini merepresentasikan draf makna simbolis atas pemberkatan, kesuburan garis keturunan, serta keharmonisan rumah tangga. Pemanfaatan nilai filosofis tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam draf platform digital interaktif berbasis permainan menggunakan media Kahoot. Simpulan utama menegaskan bahwa hibridasi kearifan kuliner dan media digital terbukti sangat andal dalam mereduksi kejenuhan kelas serta meningkatkan motivasi belajar penutur asing secara signifikan.  
STRATEGI DALAM MENGURANGI KECEMASAN PESERTA DIDIK PADA KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB Nurauliya Rohali; Adi Fadli
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13027

Abstract

The low interest in learning and high psychological resistance of students when instructed to express ideas verbally underlie the writing of this article. These operational issues trigger excessive emotional distress, instructional resistance, and verbal nervousness due to the infrequent use of verbalization of foreign drafts in daily cyber interactions. The main focus of this scientific study is to identify comprehensive factors causing linguistic barriers and dissect draft solution strategies to reduce mental stress in Arabic speaking skills. The steps of this qualitative research, using the literature review type, were carried out through a structured search of draft secondary literature. The data collection procedure collected reputable scientific journal articles published between 2020 and 2025, which were then analyzed using interactive thematic data reduction. Theoretically, the research findings reveal that anxiety is triggered by a combination of internal factors such as low self-esteem and external factors such as the educator's rigid personality and fear of being ridiculed by classmates. The main conclusion confirms that the innovative draft of a supportive teaching method that does not judge pronunciation errors has proven highly reliable in maintaining the stability of students' mental health. Educators are recommended to design a continuous adaptive small group discussion draft program. ABSTRAK Rendahnya minat belajar serta tingginya resistensi psikologis peserta didik sewaktu diinstruksikan mengekspresikan gagasan secara verbal melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya distres emosional berlebih, penolakan instruksional, serta kegugupan verbal akibat jarangnya verbalisasi draf asing tersebut digunakan dalam interaksi siber harian. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mengidentifikasi faktor komprehensif penyebab hambatan linguistik serta membedah draf strategi solutif dalam mereduksi ketegangan mental pada keterampilan berbicara bahasa Arab. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (literature review) ini dioperasikan melalui penelusuran draf literatur sekunder secara terstruktur. Prosedur pengumpulan data menghimpun artikel jurnal ilmiah bereputasi dalam rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025, yang selanjutnya dianalisis menggunakan reduksi data tematik secara interaktif. Temuan penelitian secara teoretis menyingkap bahwa kecemasan dipicu oleh kombinasi faktor internal berupa rendahnya self-esteem serta faktor eksternal seperti kepribadian kaku pendidik dan ketakutan diejek oleh teman sekelas. Simpulan utama menegaskan bahwa draf inovasi metode pengajaran suportif yang tidak menghakimi kesalahan pelafalan terbukti sangat andal dalam memelihara stabilitas kesehatan mental siswa. Pendidik direkomendasikan merancang program draf diskusi kelompok kecil adaptif secara berkelanjutan.    
MANAJEMEN SANTRI DI PONDOK PESANTREN: KAJIAN LITERATUR TENTANG PEMBINAAN MORAL DAN KEDISIPLINAN SANTRI Afaf Sya’roni; Muhammad Aminullah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13029

Abstract

The rapid flow of digital technology disruption and the widespread shift in religious moral values ​​among the coastal youth generation are the background to this article. These operational issues have triggered a vulnerability to personality crises, a fading of daily cyber social ethics, and the inefficiency of conventional supervisory systems within the dormitory environment. The main focus of this scientific study is to examine the implementation of administrative governance and formulate an effective managerial strategy for reconstructing moral development and fostering discipline among students. This qualitative research, using a library review, was conducted through a structured search of secondary literature from a database of reputable scientific journals spanning the years 2020 to 2026. The data synthesis procedure was executed using a functional interactive analysis model that integrates planning, organizing, implementation, and control parameters. Empirical research findings reveal that a hybrid collaborative approach, conditioning the draft of reward and punishment instruments, and strengthening the mentoring method of the kiai (Islamic teacher) have proven effective in boosting student academic resilience. Logistical obstacles, such as limited operational funds, were overcome through diversification of the Islamic boarding school's independent business units. The main conclusion confirms that adaptive student administration standards have successfully maintained the existence of Islamic boarding schools (pesantren) as bastions of national morality in the modern era. Institutional administrators are recommended to draft a consistent cyber ethics curriculum. ABSTRAK Derasnya arus disrupsi teknologi digital serta maraknya pergeseran nilai-nilai moralitas keagamaan di kalangan generasi muda pesisir melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional tersebut memicu kerentanan krisis kepribadian, pudarnya etika bersosial siber harian, serta inefisiensi sistem pengawasan konvensional di lingkungan asrama. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah implementasi tata kelola kepengurusan serta merumuskan draf strategi manajerial yang efektif dalam merekonstruksi pembinaan moral dan pembentukan kedisiplinan santri. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library review) ini dioperasikan melalui penelusuran draf literatur sekunder secara terstruktur dari basis data jurnal ilmiah bereputasi dalam rentang tahun 2020 hingga 2026. Prosedur sintesis data dieksekusi memakai model analisis interaktif fungsional yang mengintegrasikan parameter perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengendalian. Temuan riset secara empiris menyingkap bahwa hibridasi pendekatan kolaboratif, pengondisian draf instrumen penghargaan dan hukuman, serta penguatan metode mentoring figur kiai terbukti andal dalam mendongkrak ketahanan akademik siswa. Hambatan logistik berupa keterbatasan dana operasional diatasi melalui diversifikasi unit usaha mandiri pesantren. Simpulan utama menegaskan bahwa standardisasi administrasi kesiswaan yang adaptif sukses mempertahankan eksistensi pesantren sebagai benteng moralitas bangsa di era modern. Pengelola lembaga direkomendasikan menyusun draf kurikulum etika siber secara konsisten.