cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 328 Documents
Pengembangan LKS Model PjBL untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Hasna, Nawar; Sagita, Laela; Utami, Niken Wahyu
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS model PjBL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model penelitian ini menggunakan ADDIE. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Instrumen penelitian meliputi angket penilaian kepraktisan guru dan siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis PjBL yang dikembangkan memenuhi aspek valid dengan kriteria “baik”, memenuhi aspek praktis dengan kriteria “Sangat Baik”, dan memenuhi aspek efektif dimana diperoleh nilai rata-rata siswa lebih dari 73. Dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis PjBL efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. This research aims to develop PjBL model worksheets to improve students' mathematical problem-solving abilities. This research model uses ADDIE. The research subjects were 29 students of SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Research instruments include teacher and student practicality assessment questionnaires, learning implementation observation sheets, and problem-solving ability tests. The results of the research show that the PjBL-based LKS that were developed meet the valid aspects with the "good" criteria, fulfill the practical aspects with the "Very Good" criteria, and fulfill the effective aspects where the average student score is more than 73. It can be concluded that the PjBL-based LKS are effective in improving students' problem-solving abilities and fulfilling aspects of validity, practicality, and effectiveness.
Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Muzaki, Ahmad; Kurniawan, Ade; Royani, Inda; Yuliyanti, Sri; Majudin
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1625

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses pendekatan Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X di SMAN 2 Jonggat tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XE-1 yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, angket minat belajar matematika dan tes evaluasi kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil angket dan tes  matematika siswa meningkat dari  siklus I ke siklus  II. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. The research aims to describe the Contextual Teaching and Learning approach process which can increase the interest and ability to solve mathematical problems in class X students at SMAN 2 Jonggat for the 2023/2024 academic year. This research is Classroom Action Research (PTK). The research subjects were 36 students in class XE-1. The instruments used were observation sheets, interest questionnaires in learning mathematics, and evaluation tests of mathematical problem-solving abilities. The data analysis techniques used are quantitative and qualitative data analysis techniques. The results of student questionnaires and mathematics tests increased from cycle I to cycle II. It can be concluded that the Contextual Teaching and Learning approach can increase students' interest in learning and mathematical problem-solving abilities.
Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis ditinjau dari Self-Regulated Learning Siswa SMA Fajriah, Indah Hanna; Amir, Zubaidah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1632

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari self -regulated learning. Jenis penelitian yaitu quasy eksperimen. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Tambang. Teknik pengumpulan data berupa soal tes, angket, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu uji-t dan anova dua arah. Dari hasil analisis disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara dua kelompok siswa, jika ditinjau dari Self-Regulated Learning tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara dua kelompok siswa, dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan Self-Regulated Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. The research aims to determine the effect of Discovery Learning on critical mathematical thinking skills in self-regulated learning. The type of research is quasi-experimental. The study was conducted at SMAN 1 Tambang. Data collection techniques include test questions, questionnaires, observation sheets, and documentation. The analysis used is the t-test and two-way ANOVA. From the analysis results, it was concluded that there were differences in mathematical critical thinking abilities between the two groups of students. If viewed from Self-Regulated Learning, there were no differences in mathematical critical thinking abilities between the two groups of students, and there was no interaction effect between the learning model and Self-Regulated Learning on thinking abilities. students' mathematical critical skills.
Study of Javanese Cultural Weton Significance Through Falak Science: An Ethnomathematical Analysis Septia, Tika; Handayani, Ucik Fitri; Ramadhan, Muhammad Rizky
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1644

Abstract

Ilmu Falak memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, ilmu ini juga berkaitan erat dengan beberapa materi matematika, salah satunya dalam proses perhitungan weton budaya Jawa. Bidang ilmu matematika yang mempelajari matematika dengan pendekatan budaya adalah etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk etnomatematika dalam penentuan weton budaya Jawa dengan menggunakan ilmu falak. Penelitian dilakukan di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan wawancara. Proses dokumentasi didasarkan pada artikel ilmiah dan buku-buku, sedangkan wawancara dilakukan dengan narasumber tertentu untuk memperkuat hasil yang diperoleh dari dokumentasi.  Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bantur menggunakan ilmu falak dalam menentukan weton seseorang dengan menerapkan konsep operasi bilangan. Falak has an important role in various religious activities. In addition, science is closely related to several mathematical materials, one of which is calculating Javanese cultural weton. The field of mathematics that studies mathematics with an artistic approach is ethnomathematics. The purpose of this study is to describe the ethnomathematical form used to determine Javanese cultural weton using Falak. The research was conducted in Bantur Village, Bantur District, Malang Regency. This research uses qualitative methods with documentation and interviews. The documentation process is based on scientific articles and books, while interviews are conducted with certain sources to strengthen the results obtained from the documentation. The data validity technique used is source triangulation. The results showed that the people of Bantur Village used falak science to determine a person's weton by applying the concept of number operations.
Perbedaan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa yang Mendapatkan Model Pembelajaran Kooperatif antara Tipe Index Card Match dan Think-Pair-Share Sofyan, Deddy; Sindi Rahmasari; Puspitasari, Nitta; indrajaya, Undang
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1684

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan dasar yang krusial dalam pembelajaran matematika. Siswa dengan kemampuan pemahaman matematis yang baik cenderung mampu menguasai konsep-konsep matematika dengan lebih mendalam dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dengan  siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan non-tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP YP 17 Nagreg dan sampel diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas VII-A dan kelas VII-B. Berdasarkan hasil pengolahan data, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi para pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih efektif. The ability to understand mathematics is a crucial basis for learning mathematics. Students with good mathematical understanding abilities tend to be able to master mathematical concepts in more depth and can apply them in various contexts. This research aims to identify differences in the mathematical understanding abilities of students who receive the index card match type cooperative learning model and students who receive the think-pair-share type cooperative learning model. The method used is quasi-experimental. The instruments used in this research were tests and non-tests. The population in this study were students at SMP YP 17 Nagreg and samples were taken from two classes, namely class VII-A and class VII-B. Based on the results, there is no significant difference in the understanding ability of students who received the index card type cooperative learning model matched with students who received the think-pair-share type cooperative learning model. The results of this research can provide useful recommendations for educators in designing more effective mathematics learning.
Mathematical Reasoning Skills Review of Student Self-Regulated Learning in Number Pattern Maulandani, Siva; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1685

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan aspek penting yang perlu dikuasai dan dikembangkan oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang dapat menunjang kemampuan penalaran matematis adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis bagaimana tingkat kemampuan penalaran matematis ditinjau dari kemandirian belajar siswa pada materi pola bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, wawancara, dan observasi. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa SMP kelas VIII di kampung Tabrik Desa Lingamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut pada materi pola bilangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi, sedangkan siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan penalaran matematis sedang, dan siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah memiliki kemampuan penalaran rendah juga. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kemandirian belajar dan kemampuan penalaran matematis. The development of mathematical reasoning ability is essential for students as they progress in mathematics. Fostering self-regulated learning is a key factor in enhancing this ability. This study seeks to assess and analyze the impact of students' self-regulated learning on their mathematical reasoning ability in the context of number pattern material. Employing qualitative research methods, the study utilized tests, interviews, and observations for data collection. Focusing on three eighth-grade students from Tabrik Village, Lingamukti Village, Sucinaraja District, and Garut Regency, the study examined their engagement with number pattern material. According to the study's findings, pupils who exhibit high self-regulated learning also demonstrate high levels of mathematical reasoning, while those who exhibit moderate self-regulated learning also demonstrate moderate levels of mathematical reasoning, and those who exhibit low self-regulated learning also demonstrate low levels of reasoning. Thus, it can be said that developing one's independence and mathematical thinking skills are related.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Septiani, Norma; Asih, Endang Cahya Mulyaning
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1746

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan media pembelajaran matematika interaktif berupa aplikasi yang dapat dijalankan di smartphone dengan pendekatan  Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini adalah Mengembangkan media pembelajaran matematika interaktif dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang layak digunakan siswa SMP; Melihat respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan; dan Melihat keefektifan media pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan pengembangan ADDIE yaitu tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa aplikasi yang bernama Math Of Algebra (MOA) yang diujicobakan kepada 34 siswa SMP. Aplikasi Math of Algebra (MOA) dapat dijalankan di  smartphone android yang berisi ringkasan materi, contoh soal, latihan soal dan kuis materi aljabar untuk siswa kelas VII SMP. Hasil penilaian ahli materi mendapat skor rata-rata 4,3 dengan kategori sangat valid sedangkan hasil penilaian ahli media mendapatkan skor rata-rata 4,2 dengan kategori valid. Hasil respon siswa mendapatkan skor rata-rata 4,4 dan termasuk pada kategori sangat baik. Keefektifan media dilihat dari persentase hasil ketuntasan belajar dan pada penelitian ini sebesar 72,2% dengan kategori efektif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi Math of Algebra (MoA) berkualitas. This research is the development of interactive mathematics learning media in the form of an application that can be run on a smartphone with a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The objectives of this study are To develop interactive mathematics learning media with a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach that is suitable for use by junior high school students; To see students' responses to the developed learning media; and To see the effectiveness of the developed learning media. This research method is Research and Development (R&D) with ADDIE development stages, namely the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The learning media developed in this study is an application called Math Of Algebra (MOA) which was tested on 34 junior high school students. The Math of Algebra (MOA) application can be run on an Android smartphone that contains a summary of the material, sample questions, practice questions, and quizzes on algebra material for grade VII junior high school students. The results of the material expert assessment got an average score of 4.3 with a very valid category while the results of the media expert assessment got an average score of 4.2 with a valid category. The results of the student responses got an average score of 4.4 and were included in the very good category. The effectiveness of the media is seen from the percentage of learning completion results and in this study, it was 72.2% with an effective category. These results indicate that the Math of Algebra (MoA) application is of high quality.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometi Analitik Berdasarkan Newman’s Error Analysis Mimi Nur Hajizah; Ellis Salsabila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri analitik berdasarkan Newman’s Error Analysis. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mneyelesaikan soal geometri analitik perlu dianalisis untuk mengetahui beragam kesalahan yang dilakukan. Kesalahan tersebut perlu diidentifikasi untuk melihat letak kesalahan serta penyebab kesalahan tersebut. Dengan demikian informasi tersebut dapat menjadi umpan balik untuk peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Partisipan penelitian adalah 81 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Geometri Analitik pada. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dengan menggunakan teknik tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis, mahasiswa masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah geometri analitik di antaranya merupakan kategori kesalahan reading (decoding), comprehension, transformation, process skill, dan encoding. This study aims to analyze students' errors in solving analytic geometry problems based on Newman’s Error Analysis. The mistakes made by students in solving analytic geometry problems need to be analyzed to identify the various types of errors. These errors need to be identified to determine their locations and causes. Thus, this information can serve as feedback for improving the quality of education. This research is descriptive, using a qualitative approach. The study was conducted in the Mathematics Education Study Program at FMIPA, Jakarta State University. The participants were 81 students enrolled in the Analytic Geometry course. The data collected includes both quantitative and qualitative data obtained through testing and interviews. Based on the analysis, students still make errors in solving analytic geometry problems, including errors in reading (decoding), comprehension, transformation, process skills, and encoding. Keywords: Error analysis, analytic geometry, Newman’s Error Analysis.
Optimizing Algebraic Thinking using the Area Model Algebra Worksheet based on PhET Interactive Simulation Artasari, Adika; Oktaviyanthi, Rina; Zahwatuzzukhrufiah; Delvianingsih, Nenden
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan, memvalidasi dan menguji lapangan Area Model Algebra Worksheet berbasis Phet Interactive Simulation sebagai upaya optimalisasi berpikir aljabar siswa. Metode penelitian ini mengadaptasi prosedur penelitian pengembangan model ADDIE, terdiri dari fase Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluating. Pengambilan data uji ahli menggunakan kuesioner dengan aspek substansi konsep aljabar, struktur lembar kerja yang dinilai, dan penggunaan bahasa. Pengambilan data uji coba terbatas dilakukan dengan pengisian lembar kerja yang telah divalidasi dan dinyatakan layak oleh validator ahli. Data uji ahli dianalisis menggunakan Statistika Q-Cochran dan data penggunaan lembar kerja oleh subjek penelitian dianalisis dengan Cronbach Alpha. Dari hasil uji Q-Cochran validasi lima orang ahli diperoleh nilai Asymp.Sig. = 0.539 > 0.05 untuk validitas muka dan nilai Asymp.Sig. = 0.707 > 0.05 untuk validitas isi yang mengindikasikan kelima orang validator menunjukkan pertimbangan yang seragam pada Area Model Algebra Worksheet berbasis Phet Interactive Simulation. Implikasinya, worksheet yang disusun memenuhi kelayakan untuk digunakan dalam membantu menyelesaikan masalah siswa pada konsep perkalian aljabar sekaligus menstimulasi kemampuan berpikir aljabar siswa. Adapun dari hasil uji terbatas dan uji lapangan pada 15 dan 65 orang siswa diperoleh perhitungan nilai r hitung > r kritis yang disimpulkan kelima butir worksheet valid dan reliabel. The aim of this research is to develop, validate, and field test an Area Model Algebra Worksheet based on PhET Interactive Simulation as an effort to optimize students' algebraic thinking. The research method adapted the ADDIE model development procedure, which consists of the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection for expert validation used questionnaires assessing aspects of algebraic concept substance, worksheet structure, and language usage. Limited tests data were collected through the completion of validated worksheets considered appropriate by expert validators. Expert validation data were analyzed using the Q-Cochran statistic, and worksheet usage data by research subjects were analyzed using Cronbach's Alpha. The results of the Q-Cochran validation by five experts generated an Asymp.Sig. value of 0.539 > 0.05 for face validity and an Asymp.Sig. value of 0.707 > 0.05 for content validity, indicating that the five validators had consistent evaluations of the Area Model Algebra Worksheet based on PhET Interactive Simulation. The implication is that the developed worksheet meets the criteria for use in helping students solve algebraic multiplication problems while stimulating their algebraic thinking skills. Additionally, the results of limited and field tests with 15 and 65 students showed that the coefficient r values were greater than the critical r values, leading to the conclusion that the five items in the worksheet are valid and reliable.
Application of The Rasch Model in Research Publications: A Bibliometric Analysis Khotimah, Khotimah; Hadi, Tb Sofwan; Lestari, Indri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.1466

Abstract

Model Rasch merupakan teknik yang ideal untuk menilai respons secara teratur dan meningkatkan analisis data. Model ini merupakan instrumen yang berguna untuk mengukur pencapaian dalam tes pendidikan dan psikologi. Namun, penting untuk mengidentifikasi potensi keterbatasan model dan mempelajarinya dalam penelitian di masa depan. Analisis bibliometrik penelitian digunakan untuk menentukan tren penelitian tentang penggunaan model Rasch. Pencarian literatur ekstensif dilakukan dengan menggunakan database scopus pada tanggal 19 Februari 2023, dengan menggunakan kata kunci "model Rasch". Temuan menunjukkan bahwa model Rasch adalah alat pengujian yang diterima secara luas dan berguna yang mungkin lebih efektif daripada metode alternatif. Meskipun model Rasch adalah alat yang berguna untuk mengkalibrasi tes psikologi, namun penting untuk menangani masalah yang mungkin terjadi saat menggunakannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengevaluasi hasil dengan hati-hati dan memahami keterbatasan model Rasch ketika menggunakan psikotes. The Rasch model is an ideal technique for regularly assessing responses and improving data analysis. This model is a useful instrument for measuring achievement in educational and psychological tests. However, it is important to identify potential limitations of the model and study them in future research. Bibliometric analysis of research was used to determine research trends regarding the use of Rasch models. An extensive literature search was conducted using the Scopus database on February 19, 2023, using the keyword "Rasch model". The findings suggest that the Rasch model is a widely accepted and useful testing tool that may be more effective than alternative methods. Although the Rasch model is a useful tool for calibrating psychological tests, it is important to address the problems that may occur when using it. Therefore, it is important to evaluate the results carefully and understand the limitations of the Rasch model when using psychological tests.