cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
jurnal.mkmi@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
journal.mkmi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 02162482     EISSN : 23564067     DOI : https://doi.org/10.30597/mkmi.v18i1
Core Subject : Health,
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia accepts scientific papers in the form of research reports (original research papers) with a focus on the development of public health issues problems in Indonesia, including the developments and main problems in the field of epidemiology; Health Promotion; Environmental Health, Occupational Health, and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information Systems in Regional of Indonesia.
Articles 406 Documents
Level Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Warga Lanjut Usia Syamsumin Kurnia Dewi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.532 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i3.4604

Abstract

A previous study showed active participation in physical exercise program was the major factorrelated to better quality of life in Community Elderly Care Services (CECS) participants. This study,therefore, undertaken to know the relationship between physical activity level and quality of life ofthe elderly at Bambanglipuro subdistrict, Bantul. A cross-sectional study was conducted from June-September 2017. Samples were 123 elderly subjects selected with consecutive sampling technique.Physical activity level was measured with IPAQ-short form. Quality of life was measured with The SF-36 Health Survey, including the Physical Component Summary (PCS) and Mental Component Summary(MCS). Data then were analyzed using chi-square test and Multiple Logistic Regression. Results showedmost of the elderly have better PCS and MCS (69,1%;76,4%). Multivariate analysis showed high physicalactivity level and the absence of hypertension was related to better PCS (aPR=9.38; 95%CI=1.81-48.45 vs aPR=5.12; 95%CI=1.55-16.93) and better MCS (aPR=11.87; 95%CI=2.50-56.33 vs aPR=4.39; 95%CI=1.16-16.70). High physical activity level and the absence of hypertension were related tobetter quality of life of the elderly.
INTERVENSI PENYULUHAN STANDAR PUSKESMAS DALAM MENINGKATKAN PERILAKU SEHAT PADA IBU HAMIL Usman Usman; Ida Leida M.Thaha; Ridwan M Thaha
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 1: MARET 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.341 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i1.509

Abstract

Komplikasi kehamilan dan persalinan menjadi penyebab utama kematian ibu di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan standar puskesmas terhadap peningkatan kehamilan sehat dan persalinan aman di Kabupaten Gowa tahun 2015. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan randomized pre-test post-test one group matched design. Sampel yang diambil sebanyak 70 responden, yaitu ibu dengan usia kehamilan tiga bulan yang terdaftar didaftar kunjungan ibu hamil di Puskesmas Somba Opu dan Puskesmas Pallangga. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan (paired t-test), dan uji t tidak berpasangan (independent samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan standar puskesmas terhadap perilaku ibu terhadap peningkatan kehamilan sehat dan persalinan aman di Kabupaten Gowa, yaitu pengetahuan (p=0,607), sikap ibu (p=0,437), dan praktik (p=0,005) dalam praktik kehamilan sehat dan prsalinan aman. Hal ini berarti bahwa penyuluhan standar puskesmas dapat meningkatkan praktik ibu terhadap peningkatan kehamilan sehat dan persalinan aman di Kabupaten Gowa tahun 2015.
Kendali Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Tuberkulosis Paru Wahiduddin Wahiduddin; Agung Pranoto; Sudjarwo Sudjarwo
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 1: MARET 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.115 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i1.5292

Abstract

Glycemic control is important for people with diabetes mellitus (DM) because it has implications for effortsto manage DM. Pulmonary tuberculosis (PTB) is one of the many complications in DM patients associatedwith the process and results of treatment of the disease. The study aimed to determine glycemic control based onparameters of fasting blood glucose level (FBG), 2 hours post prandial blood glucose (2hPBG) and HbA1c in patientswith type 2 diabetes mellitus (T2DM) who had pulmonary TB. A cross-sectional study was conducted on 45T2DM subjects with PTB and 45 T2DM subjects without PTB who were outpatient in two hospitals in Surabaya.The results of the examination of FBG, 2hPBG, and HbA1c were analyzed descriptively, displayed in the form ofmean values and standard deviations (SD). The mean and SD were FBG (202.11 ± 78.68 mg/dl), 2hPBG (283.20± 107.20 mg/dl), and HbA1c (11.20 ± 2.61%) in T2DM subjects with pulmonary TB while subjects without pulmonaryTB were obtained FBG (175.29 ± 61.38 mg/dl), 2hPBG (208.22 ± 75.60 mg/dl), and HbA1c (9.34 ± 2.22%).The mean of FBG, 2hPBG and HbA1c of T2DM patients with pulmonary TB were higher than T2DM withoutpulmonary TB. This shows that the control criteria for DM that have not yet reached the target need to be done inan effort to better monitor glycemic control.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KOMPREHENSIF HIV DAN AIDS MELALUI PEER GROUP Bs. Titi Haerana; Salfiantini Salfiantini; M. Ridwan
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 2: JUNI 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.514 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i2.544

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang HIV dan AIDS bagi remaja sangat penting dilakukan karena angka kejadian HIV dan AIDS mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari 65 juta remaja hanya 20,6% yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV dan AIDS. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode peer group terhadap peningkatan pengetahuan komprehensif siswa. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pretest and post-test control group design. Populasi adalah seluruh siswa SMAN 11 Kota Jambi. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 70 siswa. Kelompok intervensi diberikan intervensi dengan metode peer group sedangkan kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi metode peer group (metode ceramah). Analisis data dilakukan dengan uji t dependent dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p=0,000) skor mean pengetahuan siswa setelah diberikan metode peer group dengan pre-test (12,485 ± 2,33) dan post-test (21,685 ± 3,25). Pengetahuan pre-test kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,959). Terdapat perbedaan signifikan (p=0,013) rata-rata skor pengetahuan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh metode peer group terhadap peningkatan pengetahun komprehensif siswa.
Perpaduan Determinan Individu dan Tingkat Ekologi terhadap Kejadian Infeksi Malaria di Endemis Malaria Artha Budi Susila Duarsa
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.09 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6731

Abstract

Epidemiological studies of malaria regarding risk factors are limited to knowing the biobehavioral effectat the individual level. Determinant analysis at various levels with various methodological problems has notbeen widely considered by epidemiologists to date. This study used hybrid design ecological studies. Qualitativestudies were conducted to look at the parameters of village conditions in response to operational policies onmalaria prevention programs. The analysis carried out was multilevel logistic regression and content analysis.Samples were taken in stages from 1,206 residents in 240 households in 30 villages in 3 malaria endemic districtsof South Lampung Regency & Pesawaran. The incidence of malaria infection was found [with parasitic indicators(+)] in 30 malaria endemic sub-villages in South Lampung Regency & Pesawaran District of 11.2%, with themajority of malaria plasmodium species being 55.8% P. Vivax, followed by P. Falciparum (41.5%), and the lowestwas P. Malariae (2.7%). The role of the individual level (level 1) is 0.17%, the role of the household level (level2) is 43.8% and the role of the village level (level 3) is 55.9% in explaining the incidence of malaria infection.Conclusions from the results of the study found that the difference in incidence of malaria infection in individualsis more determined by contextual factors (level of household (level 2) and village level (level 3) compared tocompositional factors (individual level (level 1).
ANALISIS FAKTOR QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN PEGAWAI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS DI KOTA MAKASSAR Rianda Ridho Hafizh Thaha; Ria Mardiana; Fauziah Umar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 3: SEPTEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.32 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i3.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Quality of Work Life yang terdiri dari variabel lingkungan kerja, partisipasi, sistem imbalan, pengembangan karir terhadap kinerja pelayanan kesehatan karyawan Rumah Sakit serta untuk menguji variabel paling dominan memengaruhi kinerja karyawan pada Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Makassar. Jenis penelitian yang di gunakan adalah cross sectional, untuk menganalisis digunakan analisis chi square dan regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara lingkungan kerja (p=0,001), sistem imbalan (p=0,024), pengembangan karir (p=0,017) dengan kinerja pelayanan kesehatan karyawan, sedangkan pada variabel partisipasi (p=0,055) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kinerja pelayanan kesahatan karyawan RS Unhas. Dari hasil analisisregresi diperoleh persamaaan regresi ketiga variabel, yakni lingkungan kerja, sistem imbalan dan pengembangan karir mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja pelayanan kesehatan karyawan pada Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Makassar, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Makassar adalah lingkungan kerja, hal ini dikarenakan lingkungan kerja yang baik, suasana yang positif, metode kerja yang teratur, komunikasi yang baik antar karyawanakan meningkatkan kinerja Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Kota Makassar.
PERBEDAAN PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN METODE CERITA DAN CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN SISWA SD TENTANG PENYAKIT DBD Wa Ode Analestariastuti; Hartati Bahar; Lymbran Tina
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 10 No. 1: MARET 2014
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.782 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i1.471

Abstract

Anak usia SD sangat rentan terkena penyakit DBD. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Kendari, Kecamatan Kambu tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi di tahun 2013. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh penyuluhan kesehatan dengan metode bercerita dan metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan siswa SD tentang penyakit DBD. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangannon equivalent control group design dengan sampel sebanyak 54orang yang dipilih berdasarkan proportional stratified random sampling,masing-masing 27 siswa pada SDN 10 Poasia dan SDN 15 Poasia sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, analisis yang digunakan, yakni analisis bivariat dengan uji wilcoxon signed ranks testdan uji mann-whitney. Hasil penelitian terdapat peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah penyuluhan pada kedua kelompok dengan p yang sama berurutan (p=0,001 pengetahuan, p=0,001 sikap, dan p= 0,000 tindakan), dan terdapat perbedaan nilai selisih pengetahuan antara metode cerita dan metode ceramah (p= 0,000) serta tidak ada perbedaan selisih sikap dan tindakan antara metode ceramah dan metode cerita (p= 0,447 untuk sikap, dan p= 0,067 untuk tindakan). Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan sikap, dan tindakan pada masing-masing kelompok perlakuan. Ada perbedaan tingkat pengetahuan antara metode cerita dan metode ceramah.
Penetapan Tarif Rasional Pelayanan Kesehatan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone Darmawansyah Darmawansyah; Muhammad Yusri Abadi; Suci Rahmadani; Dian Saputra Marzuki; Ryryn Suryaman
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 2: JUNI 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.03 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i2.3603

Abstract

Tariff of health service RSUD Tenriawaru Bone Regency is still based on by law in 2012 so that needmore research about rational tariff. This study aims to obtain information on the rational tariff of several costcenter services in RSUD Tenriawaru Bone Regency. This type of observational research is intended to identifyall caracteristic used to calculate total cost (fixed cost) and total fixed operational cost (semi variable cost), andtotal operational cost is not fixed (variable cost) and tariff every action there. Sample research of all transactionsrelated to fixed costs, semi-variable costs and variable costs at cost centers. Data collection using observationaltechniques and documentation. Data analysis using unit cost analysis with microsoft excell. The result of researchshows that the health service tariff of RSUD Tenriawaru Bone Regency based on unit cost in the biggest radiologyunit is USG (Ultrasound) Rp.280.000,-; the largest physiotherapy unit is action using gymnastic pool Rp.250.000,-; hemodialysis rate on hemodialysis unit is Rp.1,000,000,-; largest NICU is resuscitation Rp.360.000,-; and unitcost of treatment classification with normative output (BOR 80%) are as follows: Main VIP Class Rp.420.000,-;VIP Class Rp.300.000,-; Class I Rp.240.000,-; Class II Rp.150.000,-; and Class III Rp.95.000,-. The conclusion ofthe calculation results in a higher rational tariff than the current service rate.
HUBUNGAN PERSEPSI K3 KARYAWAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN DI BAGIAN PRODUKSI UNIT IV PT. SEMEN TONASA Sholihin Shiddiq; Atjo Wahyu; Masyitha Muis
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 10 No. 2: JUNI 2014
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.707 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i2.501

Abstract

Perilaku tidak aman merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja akibat kelalaian pekerja saat bekerja, angka kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku tidak aman di Indonesia sebesar 80% dan kondisi tidak aman sebesar 20%. Kecelakan yang diakibatkan oleh perilaku tidak aman merupakan masalah pekerja yang sering dihadapi oleh perusahaan-perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi K3 karyawan dengan perilaku tidak aman di bagian produksi unit IV PT. Semen Tonasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh karyawan di bagian produksi unit IV PT. Semen Tonasa sebanyak 153 karyawan. Adapun sampel penelitian ini adalah 60 karyawan. Penarikan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisa data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji phi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 variabel independen yang diteliti, terdapat lima variabel yang memiliki hubungan dengan variabel dependen, yaitu umur (p=0,011), masa kerja (p=0,026), pengetahuan (p=0,025), sikap (p=0,020) dan persepsi (p=0,011). Sedangkan variabel pelatihan K3 tidak berhubungan dengan nilai (p=0,57). Kesimpulannya adalah ada hubungan antara umur, masa kerja, pengetahuan, sikap dan persepsi dengan karyawan di bagian produksi unit IV PT. Semen Tonasa.
KARAKTERISTIK, ASUPAN GIZI DAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Zulhaida Lubis; Jumirah Jumirah; Maya Fitria
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v13i3.2670

Abstract

Anemia pada kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan ibu. Di Indonesia umumnya ditemukan anemia gizi besi pada ibu hamil dengan penyebab utama adalah asupan zat besi yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh  karakteristik ibu dan asupan gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian explanatory research dengan desain cross sectional pada 114 orang ibu hamil di Medan. Kadar Hb darah diukur dengan alat Hemoglobin Testing System: Quik-Check, karakteristik ibu hamil diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, asupan gizi diperoleh dengan metode recall 24 jam. Analisis faktor yang memengaruhi kejadian anemia dilakukan dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 44,7%. Sebagian besar ibu hamil (>80%) mempunyai tingkat kecukupan gizi (energi, protein, zat besi) yang rendah (<80% AKG). Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa jarak kelahiran merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian anemia ibu hamil, dengan nilai OR=4,399. Ibu hamil dengan jarak kelahiran <24 bulan mempunyai risiko 4 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan ibu hamil dengan jarak kelahiran >24 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa jarak kelahiran <24 bulan merupakan faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Medan.