cover
Contact Name
Akhmad Yanuar
Contact Email
yanuarfahmi20@gmail.com
Phone
+6282143172001
Journal Mail Official
yanuarfahmi20@gmail.com
Editorial Address
JL Letkol Istiqlah 109 penataban Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27156249     DOI : -
Core Subject : Health,
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles 908 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12- 60 BULAN DI POSYANDU BALITA: PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12- 60 BULAN DI POSYANDU BALITA Mertisa Dwi Klevina; Irmawati Mathar
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.623

Abstract

ABSTRACT The nutritional problem that occurs in Indonesia is stunting. Stunting is growth failure characterized by low and normal height according to the age of the toddler which is caused by lack of nutritional intake, health status, exclusive breastfeeding, age at which MPASI is given, birth weight, mother's education and economic status. It is feared that toddlers who are stunted will experience growth and development problems, both short and long term. The aim of this research was to determine the relationship between birth weight and early provision of complementary breast milk (MPASI) with the incidence of stunting in toddlers at the toddler posyandu in Genilangit Village, Poncol District, Magetan Regency. The research design used is correlational analytic with a cross sectional approach. The research sample was 67 respondents using the Proportional Random Sampling technique. Data were collected using KIA books, questionnaires and observation sheets, data were analyzed using the Chi-Square Test with a significance level of α = 0.05. The results of research on giving early MPASI showed that the majority of toddlers who were given early MPASI were stunted, 15 respondents (22.4%) and the majority of toddlers who were given MPASI at the right age were not stunted, 39 respondents (58.2%). The analysis results obtained for birth weight were p-value = 0.001 < α = 0.05. Meanwhile, the results of the analysis for giving early MPASI showed a p-value = 0.000 < α = 0.05. Early provision of complementary breast milk (MPASI) is closely related to the incidence of stunting in toddlers. Normal birth weight and giving MPASI at the right age is good for the growth and development of toddlers and has a very low risk of toddlers experiencing stunting. Thus, it is hoped that mothers will pay more attention to nutrition before pregnancy and during pregnancy which is related to the birth weight of toddlers. As well as providing age-appropriate complementary foods for breast milk (MPASI), namely at 6 months of age. Key words: birth weight, early provision of MP-ASI, stunting ABSTRAK Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia adalah stunting. Stunting adalah kegagalan pertumbuhan ditandai dengan tinggi badan kurang dan normal sesuai dengan usia balita yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi, status kesehatan, ASI eksklusif, usia pemberian MPASI, berat badan lahir, pendidikan ibu dan status ekonomi. Balita yang stunting dikhawatirkan akan mengalami gangguan tumbuh kembang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini dengan kejadian stunting pada balita di posyandu balita Desa Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sejumlah 67 responden dengan menggunakan teknik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan buku KIA, kuesioner dan lembar observasi, data dianalisa dengan Uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α =0.05. Hasil penelitian pemberian MPASI dini didapatkan sebagian besar balita yang diberikan MPASI dini mengalami stunting 15 responden (22,4%) dan sebagian besar balita yang diberikan MPASI tepat usia tidak stunting 39 responden (58,2%). Hasil analisa yang didapatkan untuk berat badan lahir nilai p-value =0,001 < α = 0,05. Sedangkan hasil analisa untuk pemberian MPASI dini didapatkan nilai p-value =0,000 < α = 0,05. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini sangat berkaitan dengan kejadian stunting pada balita. Berat badan lahir normal dan pemberian MPASI tepat usia baik untuk tumbuh kembang balita dan sangat rendah resiko balita mengalami stunting. Dengan demikian diharapkan untuk ibu lebih memperhatikan nutrisi sebelum kehamilan dan selama kehamilan yang berkaitan dengan berat lahir balita. Serta memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) tepat usia yaitu saat usia 6 bulan. Kata kunci :berat badan lahir, pemberian MP-ASI dini, stunting
Analisis Harapan Dan Persepsi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Nur Asifa Kurnia Sari; Samsualam; Muh. Khidri Alwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.630

Abstract

Semakin membaiknya tingkat pendidikan, meningkatnya keadaan sosial ekonomi, dan semakin mudahnya informasi menyebabkan semakin banyaknya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas. Rumah sakit saat ini harus mampu memberikan pelayanan secara cepat, akurat, bermutu, dan terjangkau. Hal ini guna memenuhi harapan dan persepsi pasien terhadap rumah sakit yang pada akhirnya dapat memberikan rasa kepuasan pasien. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah mentode analisis deskriptif. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data penelitian ini menggunakan analisis Gap dengan metode Servqual dan Importance Performance Analysis dengan bantuan Microsoft Excell dan SPSS 21.0 dan Uji Paired T-Test dengan bantuan SPSS 21.0. Adapun informan dalam penelitian yang terdiri dari 85 orang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa gambaran harapan terhadap dimensi service quality diperoleh gambaran semua dimensi memiliki harapan tinggi dan paling tertingginya pada dimensi responsiveness dan emphaty. Untuk gambaran persepsi paling tinggi yang melebihi harapan pasien nampak pada dimensi tangible, reability, assurance dan dimensi yang tidak melebihi harapan nampak pada dimensi responsiveness dan emphaty. Untuk penilaian Gap antara persepsi dan harapan, mayoritas responden memiliki nilai gap positif yaitu pada dimensi tangible, reability, assurance. Namun, berbanding terbalik dengan dimensi responsiveness dan emphaty, dimana mayoritas responden memiliki nilai gap negatif. Pada Uji Paired T-Test didapatkan seluruh indikator memiliki nilai perbedaan yang signifikan antara harapan dan persepsi yang diperoleh, dengan nilai signifikan < 0.05.
Analisis Faktor Perilaku Seksual Yang Menyimpang (Homoseksual) Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023 Wayan Aryawati; Angkas Mandala Putra; Christin Angelina Febriani; Aprina; Nurul Aryastuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.631

Abstract

Abstrak Homoseksual merupakan kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap sesama jenis. Indonesia menjadi negara kelima terbesar penyumbang LGBT dan mempunyai populasi 3% LGBT. Dari 250 juta rakyat Indonesia, sekitar 7,5 jutanya merupakan LGBT. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis faktor risiko perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) di wilayah kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini 180 kejadian LSL. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 sampel yang terdiri dari 51 kasus dan 51 kontrol dengan teknik purposive sampling dengan analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (logistic regression). Hasil uji univariat terdapat 50% homoseks, dan 50% tidak homoseks. Usia berisiko 91.2% dan usia tidak berisiko 8.8%. Status pekerjaan yang bekerja 60.8% dan yang tidak bekerja 39.2%. pendidikan rendah 30.4% dan pendidikan tinggi 69.6%. riwayat peristiwa traumatik 66.7% dan yang tidak memiliki peristiwa traumatik 33.3%. Lingkungan yang buruk dan baik sama sebesar 50%. Prevalensi keluarga tidak harmonis 63.7% dan keluarga harmonis 36.3%. Dari hasil uji bivariat didapatkan hubungan antara pekerjaan dengan perilaku homoseks (p-value=0.008), peristiwa traumatik dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), keluarga dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), dan lingkungan dengan perilaku homoseks (p-value=0.047). faktor paling dominan adalah peristiwa traumatis (p-value=<0.0001) dengan OR sebesar 14.06. Diharapkan keluarga, orang terdekat, puskesmas dan tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan dan perhatian untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga diharapkan bisa mengurangi rasa trauma atau ketakutan dimasa lalu dan pelaku homoseksual dapat memiliki kesadaran diri sendiri untuk tidak melakukan penyimpangan orientasi seksual. Kata kunci: Homoseksual, LGBT, LSL
Pengaruh Mutu Layanan Tenaga Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Muhammad Fazar Sidiq Alhayat; Samino; Dina Dwi Nuryani; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.632

Abstract

Abstrak Nilai IKM Puskesmas Wanakaya tahun 2021 adalah sebesar 61,55 yang masuk dalam kategori tidak puas. Kepuasan pasien adalah keadaan senang atau bahagia yang dialami pasien selama menggunakan suatu pelayanan kesehatan. Pembentukan kualitas pelayanan kesehatan bergantung pada beberapa faktor, seperti tangible atau bukti langsung, reliability atau kehandalan petugas kesehatan, responsiveness atau daya tanggap petugas kesehatan, assurance atau jaminan tenaga kesehatan, dan empathy atau perhatian petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu layanan tenaga kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 138 pasien rawat jalan yang sudah mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Product Moment dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa ada pengaruh antara mutu layanan tenaga kesehatan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy dengan kepuasan pasien. Hasil uji Regresi Linear Berganda menunjukkan ada pengaruh antara mutu tenaga kesehatan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles) secara simultan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Saran yang dapat disampaikan hendaknya dapat mengevaluasi kembali standar waktu pelayanan yang efektif dan efisien, sehingga waktu tunggu pasien dapat lebih singkat Kata kunci: Assurance, Empathy, Reliability, Responsiveness, Tangibles
Pelaksanaan Stimulasi Mencegah Lansia Pikun Dan Kurang Teliti Melalui Latihan Aktivitas Brain Gym Di Program Sekolah Lansia Desa Sliyeg Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Masliha
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.633

Abstract

Everyone who is blessed with a long life will definitely experience old age. One of the problems that occurs in the elderly is dementia. Dementia is a disorder that occurs as a result of physiological changes in the form of cognitive decline. To overcome this, include brain exercises. Brain gym is a series of simple and fun movements that are used to improve learning abilities by using the whole brain. This research is quantitative research using a quasi-experimental method with a one group pretest - posttest approach. The population is 56 elderly people in the elderly school program in Sliyeg Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. Samples were taken using accidental sampling. The research was carried out from April 3 – June 30 2023. Research results: the level of dementia before the Brain Gym Stimulation action was carried out was 19 people (73.1%) experiencing moderate levels and the level of dementia after the Brain Gym Stimulation action was carried out as many as 23 people (88.5%) were in the mild category and the results of the Paired Samples t Test The test shows that the average difference between the level of dementia before and after the brain gym stimulation was 2.615. This means that there was a decrease in the level of dementia after the intervention with an average decrease of 2.6 points. The result of calculating the "t" value is that a p-value is 0.000 < 0.005 (2-way test). This means that Ho is rejected and concludes that statistically there is a significant difference in the level of dementia in the elderly before and after brain gym stimulation in Sliyeg Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. The conclusion is that there is a significant effect between the level of dementia in the elderly before and after Brain Gym Stimulation in Sliyeg Village, Sliyeg District, Indramayu Regency.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK P HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN EFIKASI DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KEMOTERAPI KANKER PARU DI POLI PARU RUMAH SAKIT DR. SAIFUL ANWAR MALANG: HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN EFIKASI DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KEMOTERAPI KANKER PARU DI POLI PARU RUMAH SAKIT DR. SAIFUL ANWAR MALANG Maria Magdalena Widyastutie; Achmad Dafir Firdaus; Evi Dwi Prastiwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.634

Abstract

Kanker sering dianggap sebagai penyakit mematikan dan banyak orang takut sehingga salah satu dampak yang timbul sebagai akibat dari diagnosis kanker adalah kecemasan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu komunikasi terapeutik dari seorang perawat dan efikasi diri pasien kemoterapi kanker paru. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dan efikasi diri dengan tingkat kecemasan pasien kemoterapi kanker paru di Poli Paru Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling . Sampel penelitian yaitu pasien kemoterapi kanker paru sebanyak 40 responden. Berdasarkan hasil uji statistik Spearmen Rho didapatkan nilai korelasi sebesar -0,648 dengan p value sebesar 0,000 menunjukkan bahwa ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kecemasan dan memiliki hubungan dengan kategori kuat. Sedangkan antara efikasi diri dengan kecemasan didapatkan nilai korelasi sebesar -0,817 dengan p value sebesar 0,000 menunjukkan bahwa hubungan efikasi diri dengan kecemasan memiliki hubungan dengan kategori sangat kuat. Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin efektif tingkat komunikasi teraupetik perawat kepada pasien, maka semakin rendah tingkat kecemasan pasien kemoterapi kanker paru dan semakin tinggi efikasi diri maka akan semakin menurunkan tingkat kecemasan.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II Luluk Cahyanti; Devi Setya Putri; Alvi Ratna Yuliana; Vera Fitriana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.638

Abstract

ABSTRACT Background: Type II Diabetes Mellitus or commonly called lifestyle diabetes is diabetes caused by an unhealthy lifestyle. In someone with type II diabetes mellitus, insulin can still be produced by the pancreas, but the amount of insulin is still insufficient so that type II diabetes mellitus is considered as NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus). IDF estimates that there are 463 million people in the world experiencing diabetes mellitus in 2019. There has been an increase in the incidence of diabetes mellitus by 19.9% ​​in 2020. In Central Java in 2019 there were 13.4% new cases of diabetes mellitus. Data from the Kudus Regency Health Office in 2019 noted that 17,869 people had diabetes mellitus, especially at the UPTD health centers in Japan, as many as 1,210 people had diabetes mellitus in 2022. There are 4 pillars in the management of DM, such as education in the form of knowledge about DM, regulation/diet in the form of low carbohydrates, pharmacological therapy in the form of Oral Hyperglycemic Drugs (OHO), and physical exercise, one of which is progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing blood glucose levels in diabetes mellitus. The design in this study was pre-experimental, with a one-group pre-test and post-test design approach. There are two variables, namely the independent variable giving Progressive Muscle Relaxation Therapy while the dependent variable is Blood Glucose Levels in Type II Diabetes Mellitus. The population is all patients with Diabetes Mellitus in the working area of ​​the Kudus Japan Health Center in 2022 as many as 1210 people. Taken by purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire and checklist. Data analysis techniques using SPSS with the Wilcoxon statistical test. The Asimp.Sig result is 0.000 <0.05, then H0 is rejected, meaning that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing blood glucose levels in diabetes mellitus II. Respondents who used it experienced a decrease in GDS after being given progressive muscle relaxation therapy 84.7% greater than before being given the action. For this reason, it is necessary to provide progressive muscle relaxation therapy to reduce blood glucose levels in diabetes mellitus II.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku WUS Dalam Melakukan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Siti Fadilah; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari; Christin Angelina Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.639

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang berkembang di leher rahim, bagian terbawah rahim yang meluas hingga ke ujung saluran reproduksi. Pencegahan terpadu dengan skrining sebaiknya dilaksanakan di puskesmas. Program Pemeriksaan Kanker Serviks Puskesmas Willaraga Bravasan memiliki tingkat kelulusan sebesar 13,6% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 2.479 wanita usia subur antara 30 dan 50 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bravasan, dengan sampel sebanyak 127 orang wanita. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistic sedehana. Hasilnya, 102 orang (80,3%) tidak mengikuti tes, dan 25 orang (19,7%) mengikuti tes. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,000; OR = 7,600), dukungan suami (p-value = 0,001; OR = 4,875), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,045; OR = 7,600). Diketahui bahwa ada. ) terdiri dari 1,378), sumber (p-value = 0,018 OR=3,563), dan paritas (p-value = 0,000; OR = 5,560). ). Variabel yang paling dominan yaitu variable pengetahuan (OR=11,082. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepeda Wanita Usia Subur antara 30 dan 50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bravasan agar lebih memahami tentang tes IVA dan risiko kanker serviks, sehingga dapat memperbaiki perilakunya saat melakukan tes WUS. Kata kunci: Deteksi Dini, Kanker Leher Rahin, WUS
Manajemen Pelayanan Pasien COVID-19 di Ruang Isolasi Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Tanggamus Tahun 2023 Ferry Widiatmoko; Lolita Sary; Nurul Aryastuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.643

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 menunjukkan kasus peningkatan dan menuntut respon layanan kesehatan. Puskesmas Air Naningan merupakan Puskesmas rawat inap terbanyak merawat pasien COVID-19 yaitu 6 orang dan Puskesmas Margoyoso merawat 3 orang pasien. Pelaksana pelayanan masih terhambat masalah tenaga medis, keterbatasan peralatan dan vaksin serta kapasitas ruangan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan manajemen pelayanan pasien COVID-19 di ruang isolasi yang difokuskan pada unsur man, money, material, method dan machine. Jenis penelitian adalah kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik sampling menggunakan purpossive yang terdiri dari 1 orang informan kunci yaitu Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, 2 orang informan utama yaitu Kepala UPTD Puskesmas Margoyoso dan Air Naningan serta 2 orang informan pendukung yaitu penanggung jawab ruang isolasi di kedua Puskesmas tersebut. Analisis isi menggunakan koding, kategori dan tema. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pelayanan pasien COVID-19 di ruang isolasi pada aspek man dibutuhkan tambahan SDM untuk mengurangi beban kerja. Pada aspek money sudah tersedia pembiayaan berasal dari bantuan alat dan barang dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan dana operasional Puskesmas (BOK dan JKN) dan dana insentif. Pada aspek material sarana sudah tersedia dan pedoman Kementerian Kesehatan sudah menjadi acuan pelayanan. Pada aspek method telah ditetapkan Standard Operational Procedure dan ketersediaan alat dan bahan melindungi tenaga kesehatan. Pada aspek machine logistik mampu memaksimalkan tata laksana kasus COVID-19 yang dirawat ruang isolasi. Pemerintah perlu membuat kebijakan untuk pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan yang melayani pasien COVID-19 di ruang isolasi Kata kunci: Covid-19, Manajemen, Pelayanan Kesehatan
ANALISIS HUBUNGAN RELIGIUSITAS, POLA ASUH KELURGA, DAN TEMAN SEBAYA DENGAN STATUS PENYALAHAGUNAAN NAPZA PADA REMAJA DI WILAYAH KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2019 Iwan Wahyudi; Toha Muahimin; Syamsul Anwar; Muhammad Amrullah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.644

Abstract

Drug stands for Narcotics, Psychotropic, and other addictive substances. The aim of this study was to analyze the relationship between religiosity, parenting family and peers with drug abuse in adolescents in the Praya Timur District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The study conducted was descriptive correlation with cross sectional approach in 324 adolescents. Data analysis using bivariate analysis using Chi-square The results of religiosity analysis (p value = 0,000), family upbringing (p value = 0.004) and peers (p value = 0,000) were significantly associated with drug abuse status in adolescents with p value < 0.05. While gender (p value = 0.000), and age (p value = 0,004) are related to drug abuse status and are variable confounding. Education (p value = 0.731) and socio-economic (p value = 0.125) are not related to the misuse of drugs with a p value> 0.05. The results of this study have the greatest influence on the development of drug abuse in adolescents, namely religiosity with p value 0.000 with OR 6.243 Based on the results of this study, it is necessary to make efforts for community and government nurses to prevent an increase in drug abuse cases by taking into account aspects or factors that have a major influence on drug abuse.