cover
Contact Name
muhsin
Contact Email
muhsin@iainpalu.ac.id
Phone
+6281245024976
Journal Mail Official
ilmualqurantafsir2019@gmail.com
Editorial Address
jalan Diponegoro . No. 23 Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
ISSN : 27232344     EISSN : 27164241     DOI : https://doi.org/10.24239/al-munir.v3i01.89
Core Subject : Religion,
Jurnal Al Munir adalah jurnal akademik yang di dalamnya terdapat artikel artikel tentang tafsir ulumul Quran hadis kajian living Quran Living Hadis pemikiran Islam dan hasil hasil penelitian dosen yang berhubungan dengan tafsir dan hadis Berdiri tahun 2018 jurnal ini berasal dari jurusan Ilmu AlQuran dan Tafsir di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jurnal ini diharapkan memberikan dampak positif dan pengetahuan keagamaan yang luas dan pembahasan yang dikaji harus benar benar ilmiah sehingga mampu mencerdaskan dunia akademisi khususnya di kalangan pemikir alQuran
Articles 98 Documents
PENERAPAN ETIKA AMANAH DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN MODERN PERSPEKTIF Q.S AL-AHZAB : 72 BERDASARKAN TAFSIR AL-MISBAH Kahfi, Al; Mahmud, Hamidullah
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Al-Munir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v6i2.1009

Abstract

This study aims to examine the application of the ethics of trust in modern leadership through the perspective of Surah Al-Ahzab verse 72 based on the Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab. The ethics of trust, which includes responsibility, trust, integrity, and consistency, is crucial in facing the demands of the modern era for transparency and accountability. The Tafsir Al-Misbah emphasizes that trust is a great responsibility that is even rejected by the heavens, earth, and mountains, but is accepted by humans as a moral and spiritual trust, especially in leadership. Previous studies have shown that the ethics of trust can improve the quality of decisions and trust in the context of business and education, but there is not much understanding of this concept with a deep interpretation of the Qur'an. The results of this study are expected to enrich the literature on Islamic leadership and provide ethical guidance for modern leaders to carry out trust responsibly, strengthen credibility, and meet public expectations. Keywords: Leadership, Qs Al Ahzab: 72, Tafsir Al Misbah
PENAFSIRAN FEMINIS: EKSPLORASI FEMINISME DALAM TAFSIR AL-QUR’AN Hasan Ahmad Hasan, Devy Meris Lazimatun Nazhifah
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Al-Munir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v6i2.1589

Abstract

Feminist exegesis is a genre of its own that emerged in the contemporary era when gender issues became global issues. This interpretation paradigm begins with the assumption that the basic principles of the Qur'an in the relationship between men and women are justice (al-'adalah), equality (al-musawah), propriety (al-ma'ruf), deliberation (shura). If there are classical interpretation products that contradict these principles, they will be considered inappropriate, especially when applied in the current context, because the situation and conditions are clearly different between the past and present. The analysis model used in the feminist interpretation paradigm is gender analysis, which clearly distinguishes between nature as something that cannot change, and gender as a social construct that can change. It is natural that the hermeneutic approach with the thematic interpretation method finally becomes the choice in studying verses about gender relations. Because with such a methodology, it is hoped that the interpretation products will be more intersubjective and critical in seeing the problem of gender relations.
THE LIVING QUR’AN: FENOMENA AMALAN AYAT SERIBU DINAR DI TIKTOK Susanti, Intan Fitri
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.371

Abstract

Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa terdapat penyebaran informasi mengenai amalan ayat seribu dinar yang kian merebak di media sosial TikTok. Ayat seribu dinar adalah bagian akhir ayat 2 dan keseluruhan ayat 3 dalam QS. At-Thalaq. Ayat ini disebut juga sebagai amalan kekayaan yang bisa mendatangkan rezeki yang tidak diduga sebelumnya. Di sisi lain, sejauh ini tidak terdapat dalil yang menyebutkan QS. At-Thalaq: 2-3 sebagai amalan untuk memperlancar rezeki. Maka, melalui pendekatan living Qur’an, penulis berusaha mengetahui bagaimana respon pengguna TikTok terhadap konten-konten video yang di dalamnya membahas tentang ayat seribu dinar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi melihat konten TikTok dan kemudian mendokumentasikannya. Kajian mengenai ayat seribu dinar sebelumnya terdapat dalam beberapa literatur, yaitu skripsi karya Aban Al-Hafi yang berjudul “Living Qur’an tentang Pengamalan Ayat Seribu Dinar pada Pedagang di Pasar Aceh” dan artikel yang ditulis oleh Alis Muhlis dan Za’im Kholilatul Ummi yang berjudul “Pemaknaan Ayat Seribu Dinar (Studi Komparasi antara Tafsir Ruh Al-Ma’ani Karya Al-Alusi dan Tafsir Mafatih Al-Ghaib Karya Al-Razi). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 95% pengguna TikTok memberikan respon positif terhadap konten-konten yang membahas tentang ayat seribu dinar. Sebagian dari mereka bahkan telah mengamalkannya dan merasakan sendiri kemujaraban dari ayat tersebut.Kata Kunci: Living Qur’an, TikTok, Amalan, Ayat seribu dinar.
MEMBACA ULANG KISAH ADAM DAN HAWA DENGAN PARADIGMA FEMINISME KONTEMPORER Permana, Fadhila Sidiq; Handoyo, Budi
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.910

Abstract

Dalam ranah teori, feminisme mempunyai konsep dan paradigma yang telah melahirkan produk pemikiran dan gagasan perubahan, dimana fokus utamanya adalah untuk memperjuangkan kesetaraan gender. Pendekatan feminisme yang kemudian dijadikan alat dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an yang terlanjur ditafsirkan secara patriarki, dimulai dari apa yang oleh para tokoh feminis sebut sebagai “ketidakadilan gender”, dan terlanjur dijustifikasi sebagai pemahaman agama yang otoritatif. Tujuan dari tafsir feminis adalah untuk mengakhiri ketidakseimbangan penafsiran yang cenderung bias gender. Kisah Adam dan Hawa dalam artikel ini akan dibaca ulang menggunakan paradigma feminisme kontemporer yang lebih dominan pada pendekatan hermeneutik dan berbasis keadilan gender. Paradigma feminisme kontemporer memandang bahwa, tidak mungkin ada suatu diskriminasi terhadap perempuan yang dilegitimasi oleh al-Qur’an. Jika itu ada, berarti ada kesalahan dalam memahami pesan moral al-Qur’an. Karena prinsip utama al-Qur’an adalah keadilan dan kesetaraan. Para tokoh feminisme memandang bahwa kisah dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga tidak bisa dipahami bahwa Hawa sebagai salah satu penyebab utamanya, karena penafsiran semacam itu akan memicu produk tafsir yang bias gender dan semakin memperkuat asumsi bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah akalnya dan lemah agamanya.
LIVING QUR’AN RESEARCH METHOD Adi, Habib Maulana Maslahul; ., Muhsin; Zarkasyi, Mohammad Fikri; Mufidah, Afifah Ikram
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.1696

Abstract

This study aims to analyze the application of triangulation as a method for testing data validity in Living Qur’an research within student papers. This research employs a qualitative approach, which, in terms of its background, falls under library research. Data were obtained from the repository of students’ final assignments at PTIQ Jakarta University as the research sample. Data collection was conducted using documentation techniques, followed by content analysis. Based on the research findings, it is concluded that only a small portion of student papers related to the Living Qur’an explicitly mention triangulation as part of their data validation process. However, triangulation techniques have been implicitly applied in student research. The types of triangulation used mainly include methodological triangulation and source triangulation. Nevertheless, inconsistencies in its application have been observed, which may raise doubts about data validity and lead to premature conclusions. Apart from these two types, time triangulation and theoretical triangulation have not been widely utilized and, in fact, tend to be entirely absent.
GAYA HIDUP KONSUMTIF DAN REGULASI EKONOMI SYARIAH : ANALISIS QS AL ISRA’ 26-27 TERHADAP FENOMENA BUY NOW PAY LATER (BNPL) DI INDONESIA A, Enny Ratnawati; Aseri, Akh Fauzi; Hafidzi, Anwar
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.1999

Abstract

Gaya hidup konsumtif secara sederhana dimaknai sebagai gaya hidup (lifestyle) dengan perilaku konsumsi yang berlebihan dalam membeli atau mengkonsumsi sebuah barang. Salah satu gaya hidup konsumtif yang banyak terjadi di masyarakat saat ini adalah perihal buy now pay later (BNPL). Islam memberikan pedoman tentang konsumsi, termasuk larangan terhadap perilaku boros (israf) dan pemborosan sumber daya (tabdzir), serta keharusan untuk mengonsumsi barang yang halal dan thayyib (baik dan bermanfaat). Artikel ini akan menganalisis konsep gaya hidup konsumtif perspektif QS. Al-Isra’ 26-27 dan menjelaskan implikasi Fenomena Buy Now, Pay Later (BNPL) di Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode Studi kepustakaan atau literatur dengan pendekatan hukum normatif khususnya perspektif QS. Al-Isra’ 26-27 dari Tafsir Al Munir karya Wabah Zuhaili dan tafsir Al Misbah karya Quraish Shihab digunakan untuk analisa gaya hidup konsumtif dan kajian kasus BNPL dalam perspektif Islam. Penelitian terdahulu memang juga menyebutkan Shopee paylater mendatangkan kemudaratan kepada konsumen karena fitur ini memberikan keuntungan dari pengguna dan penundaan pembayaran ini bersifat riba karena salah satu syaratnya berisi ketentuan denda jika melebihi tempo yang telah disepakati sebelumnya Hasil penelitian ini menyebutkan gaya hidup konsumtif bukan hanya merusak diri sendiri tapi juga masyarakat dan BNPL yang tidak disikapi dengan bijak salah satu penyebabnya.
LARUNG SESAJI SEBAGAI EKSPRESI SYUKUR KOLEKTIF “Analisis Tradisi Pesisir Dukuh Jambean Desa Pecakaran dalam Perspektif Al Qur’an” Arifada, Tsania
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.2058

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam dalam keberagaman budaya, bahasa, suku bangsa, dan tradisi. Keanekaragaman ini menciptakan sebuah harmoni yang indah. Salah satu contohnya dapat dilihat pada masyarakat Jawa daerah pesisir pantai yang memiliki berbagai macam tradisi, salah satunya yaitu tradisi larung sesaji. Larung sesaji merupakan suatu kegiatan yang sering disebut dengan sedekah laut. Tradisi tersebut telah menjadi adat atau kebiasaan bagi masyarakat di Dukuh Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, yang mana dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada bulan suro atau bulan Muharrom yang mana bertepatan dengan tahun baru hijriyah atau tahun baru Islam. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk meneliti lebih mendalam mengenai tradisi larung sesaji dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkana metode kualitatif di mana penulis menganalisis fenomena yang terjadi berdasarkan hasil data observasi dan wawancara. Fokus kajian dalam penelitian ini mencakup keberadaan tradisi larung sesaji serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa keberadaan tradisi larung sesaji sudah ada sejak zaman dahulu, zaman nenek moyang. Tradisi tersebut sulit dihilangkan karena sudah melekat di masyarakat secara turun temurun.
ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF HADITH TRENDS IN INDONESIA (Literature Study in The Journal of Al-Qur'an and Hadith Studies UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2022–2024) Sari, Rusita
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.2086

Abstract

This study analyzes the phenomenon of hadith contained in the journal of Qur'anic Sciences and Hadith Studies of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Year 2022-2024, namely how hadith is understood, applied, and debated in various aspects of Muslim life. This study covers the meaning of hadith in Islamic art through hermeneutic, criticism and living hadith approaches spread in various regions in Indonesia. The results show that hadith not only functions as a normative text, but also adapts to modern social, cultural and technological contexts, making it an integral part of contemporary Islamic dynamics.
NASIKH-MANSUKH PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN Fadil, Muhammad Reza; Basit, Abdul
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i01.2111

Abstract

This article aims to analyze M. Quraish Shihab's views on the concept of nasikh-mansukh in the Quran and its implications for tafseer. The research was carried out using a literature review method on the works of M. Quraish Shihab related to the theme being studied. The results show that M. Quraish Shihab takes a compromise-reconciliatory attitude regarding two opinions that support and reject nasikh-mansukh in the Qur'an. It was carried out by reconstructing the meaning of nasikh-mansukh. For him, nasikh-mansukh does not mean erasing or canceling the law of the previous verse with the verse that follows, but changing the law according to the context without canceling the laws in each verse. This view has implications for his interpretation: first, all verses are still valid, or, in other words, no legal content in the Quran has been deleted; second, the discussion of the verses that Mansukh considered was moreless; Third, in the interpretation of the verse assessed by mansukh, the two opinions, both supporting and opposing, are explained without carrying out tarjih.
FROM SCRIPTORIUM TO DIGITAL ARCHIVE: The Transformation of Qur’anic Philology in The Technological Era Nisa’, Lia Khoirotun; Mufid, Abdul; Syaiful, Muhammad
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2025): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v7i2.2483

Abstract

Digital transformation has profoundly influenced the practice of Qur’anic philology, a discipline focused on the critical study of the history of transmission, authenticity, and reading variants of the sacred text. This study aims to analyze the impact of advancements in digital technology on working methods, source accessibility, and the repositioning of scholarly authority within Qur’anic philological studies. Using a literature review method and a historical comparative approach applied to twenty primary and secondary sources including digital case studies such as Corpus Coranicum and e-Mushaf this research examines how traditional methods once centered in scriptoriums have undergone transformation through digital archive platforms and modern analytical tools. The findings indicate that digitalization not only expands the global reach of Qur’anic manuscript preservation and distribution but also introduces epistemological challenges, such as textual decontextualization, digital literacy gaps, and shifts in authority from classical scholars and philologists to technology developers and digital curators. On the other hand, digitalization fosters unprecedented cross-disciplinary and transnational collaboration, while simultaneously demanding renewed reflection on methodological principles and scholarly ethics. As a conceptual contribution, this study proposes a framework for Digital Qur’anic Philology (DQP), emphasizing the integration of traditional textual precision with contemporary technological capabilities. The study concludes that digital archives function not merely as tools for preserving textual heritage, but also as catalysts for shaping new epistemic horizons in Qur’anic studies. Therefore, strengthening digital literacy and epistemological awareness becomes essential for safeguarding the authenticity and integrity of Qur’anic philology in the technological era.

Page 9 of 10 | Total Record : 98