cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 291 Documents
Pengenalan Posyandu Terintegrasi Dan Upaya Pencegahan Penyakit Di Tingkat Desa Sebagai Langkah Mendukung Transformasi Layanan Primer Sariyanto, Iwan; Oktaviani, Ika; Riyanto, Riyanto; Mulyani, Roza
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23459

Abstract

Transformasi layanan primer Kementerian Kesehatan menjadi fondasi utama dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, dengan Posyandu sebagai ujung tombak. Namun, di Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Posyandu belum terintegrasi secara optimal, menyebabkan masih tingginya prevalensi stunting, anemia, dan kasus Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan Posyandu terintegrasi, dan mengimplementasikan upaya pencegahan penyakit guna mendukung transformasi layanan primer. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan luring (teori dan praktik) bagi kader posyandu. Pengabdian ini dilaksanakan pada Bulan April Hingga November tahun 2025. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader Posyandu. Sebelum pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, sebanyak 13 dari 21 kader (61%) menunjukkan tingkat pemahaman yang belum memadai, sementara hanya 8 kader (38,09%) yang memiliki pemahaman baik. Pasca-intervensi, terjadi pergeseran positif yang substansial; proporsi kader dengan pemahaman yang belum memadai menurun menjadi 4 orang (19,05%), sedangkan proporsi kader yang memahami meningkat menjadi 17 orang (80,95%). Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi pengabdian masyarakat mampu meningkatkan kapasitas. Disarankan untuk meningkatkan komitmen perangkat desa dan mengimplementasikan Posyandu terintegrasi secara penuh.
Promosi Kesehatan Tentang Pencegahan Seks Bebas Susilawati, Susilawati; Evayanti, Yulistiana; Suarniti, Ni Kadek intan; az-zahra, Haviza; rohmah, Baiti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23455

Abstract

Pendahuluan : Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana terjadi perubahan yang pesat baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Masa ini sering kali menjadi periode yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif lingkungan, seperti pergaulan bebas, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan bullying. Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan sosial remaja.Tujuan: Mengetahui peran promosi kesehatan dalam mencegah pergaulan bebas(seks bebas) di kalangan remaja.Metode:Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan penyuluhan tatap muka langsung.Kegitan di awalai dengan Persiapan pembuatan Mayeri penyuluhan oleh tim penyuluh.Peserta penyuluhan adalah siswa siswi kelas 3 SMP IT Baitul Jannah,dengan jumlah siswa 111 orang.Kegitan ini di laksanakn di SMP IT Baitul Jannah,pada tanggal 27 Oktober 2025. Evaluasi kegitan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait menvegah pergaulan bebas,baik sebelum dan sesudah penyuluhan.Hasil:Peserta penyuluhan sebanyak 111 siswa ,selain itu juga peserta penyukuhan adalah 15-16 tahun,sebelum kegiatan penyuluhan,dari 111 orang peserta penyuluhan,mayoritas memiliki pengetahuan tentang pergaulan bebas kurang baik ,setelah di lakukan promosi kesehatan tentang pencegahan seks bebas didapatkan bahwa mayoritas dari peserta memilki pengetahuan yang baik tentang cara mencegah seks bebas.Kesimpulan:Kegitan penyuluhan tentang pencegahan seks bebas di SMP IT Baitul Jannah ,berjalan dengan baik.Kegitan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pencegahan seks bebas.
Peer Group Remaja Siaga: Mencegah Pernikahan Dini, Menurunkan Stunting Menuju Kelurahan Bandarharjo Bebas Stunting Ariyanti, Ida; Ngadiyono, Drs.; Setiasih, Sri; Prastika, Dewi Andang
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23411

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia. Kondisi ini merupakan masalah gizi kronis yang berawal sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, dan dapat berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Di Kelurahan Bandarharjo, angka stunting cukup memprihatinkan dan erat kaitannya dengan masih tingginya angka pernikahan dini pada remaja. Pernikahan pada usia muda menyebabkan kehamilan berisiko tinggi yang berkontribusi pada lahirnya bayi dengan status gizi buruk, sehingga memperparah kejadian stunting.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai bahaya pernikahan dini serta kaitannya dengan kejadian stunting, sekaligus membangun jejaring peer group remaja yang berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya.Metode: Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah kesehatan remaja di Kelurahan Bandarharjo, penyusunan materi edukasi kesehatan reproduksi, koordinasi dengan perangkat desa dan karang taruna, pelaksanaan kegiatan berupa edukasi langsung kepada remaja, pembagian buku saku ber-ISBN sebagai panduan praktis, serta pembentukan peer group remaja siaga di tiap RW. Selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitas peer group dalam menjalankan peran edukasi sebaya terkait pencegahan pernikahan dini dan stunting.Hasil: Kegiatan menghasilkan terbentuknya peer group remaja siaga cegah pernikahan dini di seluruh RW di Kelurahan Bandarharjo. Selain itu, disusun buku saku ber-ISBN sebagai media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Hasil monitoring menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini dan stunting, serta adanya komitmen remaja untuk menjadi pelopor pencegahan di lingkungannya.Kesimpulan: Peer group terbukti efektif sebagai media edukasi sebaya dalam menyampaikan pesan kesehatan, khususnya dalam upaya mencegah pernikahan dini dan menurunkan risiko stunting di masyarakat.
Cegah Anemia, Selamatkan Generasi: Edukasi Gizi Dan Suplementasi Zat Besi Bagi Ibu Hamil puspita, linda; Umar, Mareza Yolanda; Ifayanti, Hikmah; Fuaida, Fatmah Indriana; Fatma Sari, Nadya Dwita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23422

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Rendahnya pengetahuan gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merupakan faktor utama penyebabnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi di PMB Nursyamsiah Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, demonstrasi konsumsi makanan kaya zat besi, dan pemberian tablet tambah darah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner tertutup untuk menilai perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan ibu hamil mengenai anemia, gizi seimbang, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe setelah pelaksanaan kegiatan. Program edukasi gizi dan suplementasi zat besi terbukti efektif meningkatkan kesadaran serta perilaku sehat ibu hamil dalam mencegah anemia, sehingga berpotensi mendukung upaya penurunan angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah sasaran.Kata Kunci: anemia, ibu hamil, edukasi gizi, suplementasi zat besi
Pemberdayaan Kader Dalam Mendukung Keberhasilan Program Imunisasi Anak Adriana M.S Boimau; Serlyansie V. Boimau; Odi L. Namangdjabar; Nabilah Nurul Ilma; Dewa Ayu P.M Kencanawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25789

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi merupakan upaya preventif yang efektif dalam melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Namun demikian, cakupan imunisasi anak di beberapa wilayah pedesaan, termasuk Desa Penfui Timur, masih belum optimal. Rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat serta belum optimalnya peran kader posyandu dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada keluarga sasaran. Kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat, sehingga peningkatan kapasitas kader melalui kegiatan pemberdayaan menjadi langkah penting dalam mendukung keberhasilan program imunisasi anak di tingkat desa. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program imunisasi anak di Desa Penfui Timur. Metode Penelitian: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Desa Penfui Timur dengan sasaran 27 orang kader kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi komunikasi efektif, dan pendampingan kader. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader serta observasi untuk menilai perubahan sikap dan keterampilan kader dalam pelaksanaan edukasi imunisasi.  Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari sekitar 65% pada pre-test menjadi sekitar 90% pada post-test. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan sikap proaktif dan kepercayaan diri dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada keluarga sasaran imunisasi. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara kader, puskesmas, dan pemerintah desa dalam mendukung keberlanjutan program imunisasi anak. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan di Desa Penfui Timur terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung keberhasilan program imunisasi anak. Pendekatan edukatif dan partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Diperlukan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari puskesmas serta dukungan pemerintah desa agar peran kader dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak dapat terus berjalan secara optimal. Kata kunci: Pemberdayaan Kader, Imunisasi Anak, Posyandu, Pengabdian kepada Masyarakat
Penyuluhan Kesehatan Tentang Jenis-Jenis Bullying Dan Penecegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Atika Kurnia Sari; Sefria Indah Primasari; Ekta Puspita Sari; Weda Ayu Ardini; Fatwa Auliya
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.26244

Abstract

Kejadian perundungan (bullying) dan kekerasan seksual pada remaja merupakan permasalahan yang saling berkaitan dan semakin kompleks, terutama di lingkungan sekolah dan era digital saat ini. Perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun cyberbullying, dapat berkembang menjadi perilaku kekerasan yang lebih serius. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai permasalahan sosial dan kesehatan, termasuk berbagai bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, terutama di era digital. Studi menunjukkann korban perundungan (bullying) berisiko 2,5 kali lebih tinggi mengalami gejala depresi, yang berdampak langsung pada Kesehatan seksual dan reproduksi. Kurangnya pengetahuan serta keterampilan remaja dalam mengenali dan mencegah bullying menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja mengenai jenis-jenis bullying dan pencegahan kekerasan seksual. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Gunung Sugih dengan menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest. Sebanyak 25 siswa dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi pendidikan kesehatan disampaikan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan dukungan media PowerPoint, leaflet, serta studi kasus. Hasil: Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 56,4 (pretest) menjadi 82,8 (posttest), dengan peningkatan sebesar 26,4 poin. Distribusi tingkat pengetahuan juga mengalami pergeseran dari kategori cukup dan kurang menjadi dominan kategori baik. Kesimpulan: pendidikan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai jenis-jenis bullying dan pencegahan kekerasan seksual. Program berkelanjutan berbasis sekolah direkomendasikan untuk memperkuat kesadaran dan perilaku pencegahan. Kata Kunci   : Penyuluhan Kesehatan, bullying, pencegahan kekerasan seksual, remaja
Penyuluhan Tentang Pencegahan Stroke Kepada Pasien Dan Keluarga Pasien Lina Wati Novikasari; Prima Dian Furqoni; Djunizar Djamaludin; Triyoso Triyoso; Shandy Aulia Wiratama
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25986

Abstract

Introduction: Stroke is a sudden disruption of brain function caused by blocked blood flow or rupture of blood vessels in the brain, which may lead to disability or death. Health promotion is important to prevent stroke.Objective: This community service activity aimed to improve patients’ and families’ knowledge regarding stroke prevention.Method: The activity was conducted through face-to-face counseling using lectures, discussion, leaflets, banners, and projector media. Participants were patients and families in Siger Ward, RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. The activity was conducted on January 09, 2026.Results: The majority of participants were female, accounting for 9 people (60.0%). Before the counseling activity, most participants had moderate knowledge, with 7 people (46.7%), while only 3 people (20.0%) had good knowledge. After the health promotion activity, participants’ knowledge increased, with 13 people (86.7%) having good knowledge, and no participants remaining in the poor knowledge category.Conclusion: Health education on stroke prevention was carried out successfully and had a positive impact on improving participants’ knowledge.Keywords: counseling, health promotion, stroke
Promosi Kesehatan Dalam Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Nurliyani Nurliyani; Fijri Rachmawati; Neneng Siti Lathifah; Ni Kadek Intan Suarniti; Putri Sawitri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25811

Abstract

Pendahuluan: Masa kehamilan trimester akhir merupakan periode penting yang membutuhkan kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan, seperti kontraksi efektif, keluarnya lendir bercampur darah, pecahnya ketuban, serta perbedaan dengan kontraksi palsu, dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengambil keputusan untuk mencari pertolongan. Selain itu, ketidakmampuan ibu dalam mengelola nyeri saat pembukaan sering menimbulkan kecemasan yang berlebihan dan dapat mempengaruhi proses persalinan. Di sisi lain, kurangnya pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, penurunan gerakan janin, dan gejala preeklamsia, berisiko meningkatkan kejadian komplikasi pada ibu dan janin. Oleh karena itu, diperlukan upaya Promosi Kesehatan berupa Penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan secara aman.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda persalinan, teknik pengendalian nyeri, dan tanda bahaya pada kehamilan trimester akhir.Bahan dan Metode: Kegiatan Promosi Kesehatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan tatap muka langsung , kegiatan diawali dengan persiapan pembuatan leaflet, banner, dan penyusunan materi penyuluhan oleh Tim penyuluh. peserta penyuluhan adalah ibu hamil di PMB Bidan Wirahayu, dengan jumlah peserta 16 ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Bidan Wirahayu, pada tanggal 28 April 2026 dengan menggunakan metode pemaparan materi dan diskusi interaktif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait Pentingnya Mengetahui Tanda-Tanda Persalinan, Manajemen Nyeri, dan Tanda Bahaya pada Kehamilan TM 3, baik sebelum maupun sesudah penyuluhan.Hasil: Peserta penyuluhan berjumlah 16 ibu hamil di PMB Bidan Wirahayu. Sebelum penyuluhan, mayoritas memiliki pengetahuan kategori sedang (62,5%). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan dimana sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kategori baik (93,8%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil terkait tanda-tanda persalinan, manajemen nyeri, dan tanda bahaya kehamilan..Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan kesehatan di PMB Bidan Wirahayu efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda persalinan, manajemen nyeri saat pembukaan, serta tanda bahaya kehamilan trimester ketiga, yang ditunjukkan dengan peningkatan kategori pengetahuan dari sedang menjadi baik setelah penyuluhan.Saran: Diharapkan kegiatan promosi kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta menurunkan risiko komplikasi.Kata Kunci:Tanda Tanda Persalinan, Manajemen Nyeri, Tanda Bahaya Kehamilan Tm 3
Strategi Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Generasi Sehat, Mandiri, Dan Berkarakter Kemas Muhammat Abdul Fatah; Yudi Arya Pratama; Herman Syah; Rama Hidayanto; Fadillah Dwi Putri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25793

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Pariaman, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi stunting pada balita, rendahnya kesadaran pola hidup bersih dan sehat, kurangnya budaya menabung sejak dini, masih adanya kasus bullying, serta pengelolaan sampah yang belum optimal. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui penyuluhan, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola makan sehat, dan olahraga rutin. Sosialisasi stunting berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak. Program menabung sejak dini menumbuhkan kesadaran finansial anak-anak di sekolah dasar serta mendorong orang tua untuk mengelola keuangan keluarga lebih baik. Edukasi stop bullying menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif bagi siswa. Sementara itu, edukasi pengelolaan sampah mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Program pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) juga mulai diterapkan oleh beberapa keluarga sebagai alternatif pengobatan tradisional. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan, karakter, serta kemandirian masyarakat di Kelurahan Pariaman.
Generasi Sehat dan Percaya Diri: Sosialisasi Menstruasi dan Personal Hygiene untuk Menyambut Masa Pubertas Tanti Tri Lestary; Nur Indah Novianti; Rusmiati Rusmiati; Vinny Alvionita; Susanti Susanti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.26092

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi karena pada usia 10–12 tahun mereka mulai memasuki masa pubertas dan menghadapi menarche. Minimnya pengetahuan mengenai menstruasi, personal hygiene, serta perubahan tubuh dapat menimbulkan ketidaksiapan fisik maupun emosional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche, pubertas, dan praktik kebersihan diri yang benar. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi interaktif yang dipadukan dengan yel-yel dan permainan edukatif, disertai penyampaian materi menggunakan media presentasi. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pemberian pretest sebelum penyampaian materi dan posttest setelah kegiatan selesai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan awal peserta berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 67, dengan miskonsepsi yang dominan terkait personal hygiene, khususnya penggunaan sabun untuk membersihkan vagina. Setelah mengikuti sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest sebesar 82 yang termasuk kategori baik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, aktif berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan terkait perubahan tubuh dan kesehatan reproduksi. Interaksi dua arah terbukti efektif dalam mendukung pemahaman dan menciptakan ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche, personal hygiene, dan pubertas, serta mempersiapkan mereka menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan sehat.