cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
Bakti Sosial Dan Penyuluhan Tentang PHBS Dan Pengolahan Sampah Masra, Ferizal; Karbito, Karbito; Barus, Linda; Indarwati, Suami
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23454

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Bakti Sosial dan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pengolahan Sampah merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitarnya. Program ini dilaksanakan di Panti Asuhan Assalam, Natar, Lampung Selatan, yang merupakan lembaga sosial dengan jumlah penghuni cukup padat dan memiliki permasalahan dalam penerapan PHBS serta pengelolaan sampah organik. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan rendahnya kesadaran anak-anak panti terhadap kebersihan pribadi dan lingkungan, serta belum adanya sistem pemilahan dan pengolahan sampah yang berkelanjutan (Rahmawati et al., 2021).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penghuni panti dalam menerapkan PHBS dan mengolah sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, penyuluhan interaktif, dan praktik langsung. Mencakup penyampaian materi tentang PHBS, kebersihan lingkungan, serta demonstrasi pembuatan kompos dengan menggunakan bahan organik rumah tangga dan aktivator EM4. Materi PHBS yang diberikan meliputi cuci tangan pakai sabun, kebersihan makanan, pengelolaan air bersih, dan sanitasi lingkungan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI, 2023).Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan perubahan perilaku peserta dalam menerapkan PHBS dan pengelolaan sampah organik. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah PHBS dengan benar serta menunjukkan keterampilan membuat kompos secara mandiri.Kegiatan bakti sosial dan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam pendidikan kesehatan efektif untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mengajarkan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi produk bermanfaat (Suwatanti & Widiyaningrum, 2017). Program ini dapat dijadikan model pengabdian masyarakat berkelanjutan dalam bidang kesehatan lingkungan dan pemberdayaan sosial. 
Upaya Peningkatan Kebersihan Diri Pada Anak Aliyanto, Warjidin; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23409

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif di masyarakat. Upaya untuk merubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS juga menjadi upaya mengajak individu, keluarga dan masyarakat untuk menjadi agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari–hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat (Kemenkes, 2011).PHBS dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat umum. Secara umum, PHBS mencakup beberapa langkah untuk membiasakan diri dalam menjalani perilaku hidup sehat termasuk didalamnya tentang personal higiene. Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan pribadinya agar terhindar dari berbagai penyakit (Hidayat, 2008). Personal hygiene bertujuan untuk dapat mempertahankan perawatan diri, meningkatkan rasa aman dan relaksasi diri, dapat menghilangkan kelelahan, mencegah terjadinya infeksi, dan gangguan sirkulasi darah, serta dapat mempertahankan integritas pada jaringan serta kesejahteraan fisik dan psikis (Hidayat, 2008). Personal hygiene yang buruk pada anak berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, anemia, penyakit kulit, cacingan, dan diare (Rosso & Arlianti, 2009 Dikutip dari Triasmari, 2019). Personal hygiene meliputi kebersihan tangan, kebersihan mulut dan gigi, kebersihan tubuh, kebersihan rambut, kebersihan kuku, kebersihan pakaian dan kebersihan area intim.Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung merupakan panti yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat terutama dalam bidan usaha penyantunan anak yatim piatu dan dhuafa dengan pola panti asuhan dan lembaga pendidikan formal pondok pesantren, serta memberikan kesejahteraan dengan membantu kepada masyarakat yang dikatagorikan tidak mampu. Pada pengelolaan pendidikan formal ada sebagian peserta didik yang tinggal di asrama. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara pada studi pendahuluan dengan pengurus atau pengasuh panti asuhan pada tanggal 21 Mei 2025, tidak semua anak yang berada di panti asuhan tersebut berperilaku baik dalam bidang kesehatan akan tetapi ada juga yang berprilaku kurang baik, hal ini ditunjukan anak yang masih tidak menerapkan perilaku bersih hidup sehat antara lain tidak buang sampah pada tempatnya, kebersihan diri yang kurang meliputi anak yang jarang mandi, tidak mengganti pakaian setelah mandi, tidak  gosok gigi terutama sebelum tidur, cara menggosok gigi yang salah.Oleh karenanya, tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat  di Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung berupa penyuluhan tentang personal hygiene. Berkaitan dengan kegiatan pengabdian masyarakat, pengelola panti asuhan cukup antusias dan peserta didik cukup aktif dalam mengikuti kegiatan pengabmas. Sebagian besar peserta didik menyimak materi penyuluhan yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti praktik tentang menggosok gigi dengan benar. Disarankan, agar pengelola panti  asuhan memprogramkan kegiatan usaha kesehatan sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Terdekat dalam rangka peningkatan personal hygiene kepada peserta didiknya.
Pemberdayaan UMKM Kue Kering Sagon Ibu Sita Wibowo, Heri; Anggraini, Meilani; Khikmawati, Emy; Wardana, Marcelly Widya; Fattah, Kemas Muhammad Abdul
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23692

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kategori usaha yang memiliki skala kecil dan menegah, yang biasanya dikelola oleh individua tau kelompok Masyarakat. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, karena mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi local. UMKM Kue Kering Sagon Bu Sita Adalah salah satu UMKM yang berada di Pekon Tanjung Kurung Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, yang mana usahanya bergerak dibidang pengolahan pembuatan kue kering. Kegiatan Pengadian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kehidupan ekonomi Masyarakat setempat dalam berwirausaha, serta memberikan motovasi pentingnya berwirausaha. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini Adalah mendapatkan peluang untuk berwirausaha dengan sumber daya yang dimiliki oleh Masyarakat setempat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta dapat membuka lapangan kerja. Hasil kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan penjualan produk dengan memberikan pengetahuan tentang desain produk, manajemen usaha, dan strategi pemasaran, sehingga hasil produksinya dikenal oleh Masyarakat luar dan menjadi sumber daya yang potensial.
Duta Gemitasi (Gemar Minum Tablet Besi) Pada Remaja Dalam Pencegahan Stunting Setiasih, Sri; Mursiti, Titi; Sundari, Ana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23406

Abstract

Pendahuluan: program Gerakan Minum Tablet Fe Serentak di Kabupaten Kendal hanya dilakukan 1 bulan sekali tersebut tidak berjalan dengan baik di sekolah masing – masing. Sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempersiapkan sejak dini dengan di mulai dari remaja yang sehat, tidak mengalami anemia dengan menganjurkan remaja putri untuk mengonsumsi tablet tambah darah selama menstruasi dan dilanjutkan satu tablet per minggu selama satu tahun, minimal remaja mengonsumsi tablet tambah darah sebanyak 48 tablet per tahun. Penyiapan SDM berkualitas unggul bisa dimulai sejak usia dini, sejak dalam kandungan, bahkan dapat ditarik lebih jauh saat masih remaja. Memanfaatkan kaderisasi atau pendidikan oleh teman sebaya, diharapkan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi tablet Fe seperti investasi pada diri kita di masa depan untuk menjadi keluarga sehat. sehingga pendampingan kepada remaja putri melalui edukasi dan pembentukan Duta GEMITASI (Gerakan Minum Tablet Besi) untuk menjadi pendamping dan pengawas remaja minum tablet Fe bagi teman sebaya.Tujuan: terbentuknya duta remaja siaga untuk bisa mempromosikan atau mengarahkan remaja – remaja di minum tablet Fe (Besi). Remaja ini nantinya akan menjadi kader bagi teman sebaya di lingkungan Kelurahan Bandengan untuk terus memberikan kaderisasi tentang pentingnya minum Tablet Fe dalam rangka mencegah stuntingMetode: penyuluhan kepada para remaja dan kader serta membentuk Remaja Siaga. Sasaran pengabdian adalah kader kesehatan dan remaja di kelurahan Bandengan. Mulai dari persiapan, yaitu perizinan dan koordinasi, pelaksanaan dengan metode edukasi dan praktik lapangan, serta monitoring dan evaluasi dengan cara membuat video praktik edukasi minum tablet Fe dengan teman sebayaHasil: Kegiatan ini diikuti oleh 20 remaja dari perwakilan 5 RW yang menjadi sasaran utama program, dengan rangkaian acara yang terdiri atas pretest, pemberian edukasi kesehatan, sesi diskusi interaktif, post test, dan praktik lapangan. Kemudian untuk remaja wanita dibagikan juga tablet Fe agar diharapkan bisa menjadi teladan dan menyebarkan informasi tentang manfaat Tablet Fe.  Kesimpulan: Kegiatan PkM Duta GEMITASI berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya konsumsi tablet Fe secara rutin sebagai langkah pencegahan anemia dan stunting, serta menunjukkan bahwa pendekatan peer education efektif dalam membangun kebiasaan sehat di kalangan remaja.
Bakti Sosial Dan Penyuluhan Tentang Kesehatan Kulit Dan Hygiene Sanitasi Makanan Barus, Linda; Indarwati, Suami; masra, Ferizal; Karbito, Karbito
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23453

Abstract

Panti asuhan merupakan lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi dan fasilitas sanitasi yang terbatas, sehingga rentan terhadap penularan penyakit menular seperti skabies dan gangguan kesehatan akibat pengelolaan makanan yang tidak higienis (WHO, 2022; Kemenkes RI, 2023). Rendahnya pemahaman anak-anak dan pengurus panti terhadap kebersihan pribadi, serta kurangnya penerapan prinsip hygiene dan sanitasi makanan menjadi faktor utama yang perlu mendapatkan perhatian (Wulandari & Sari, 2022).Metode kegiatan meliputi observasi awal, wawancara, penyuluhan interaktif, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup pengenalan penyakit kulit skabies, cara pencegahan dan perawatannya, serta pelatihan hygiene sanitasi makanan mulai dari kebersihan diri, pengolahan bahan pangan, hingga penyimpanan makanan yang aman (Jatmika & Fadila, 2019). Kegiatan ini melibatkan 2 petugas panti dan 20 anak asuh di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa II, Bandar Lampung.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang penyebab dan pencegahan skabies serta praktik hygiene dan sanitasi makanan. Peserta mampu mengidentifikasi gejala awal skabies, memahami pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan tidur, serta menerapkan langkah-langkah dasar pengolahan makanan yang higienis. Kegiatan ini juga mempererat keakraban antara mahasiswa pelaksana, pengurus, dan anak-anak panti, sehingga menciptakan suasana edukatif yang menyenangkan dan efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (Putri & Nugraha, 2022).Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku higienis penghuni panti asuhan. Melalui edukasi dan praktik langsung, peserta mampu menerapkan PHBS serta hygiene sanitasi makanan secara mandiri guna mencegah penyakit kulit dan penyakit berbasis makanan. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukatif berkelanjutan dalam peningkatan kesehatan lingkungan panti asuhan.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawat Tentang Pre Dan Post Conference Nurhakiki, Nurhakiki; Elasari, Yunina; Surmiasih, Surmiasih
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23405

Abstract

Pre  conference  adalah  komunikasi  katim dan perawat pelaksana setelah selesai serah terima untuk  rencana  kegiatan  pada  shift  tersebut  yang dipimpin  oleh  ketua tim atau penanggung jawab. Post conference adalah komunikasi katim dan   perawat   pelaksana   tentang   hasil   kegiatan sesudah     implementasi     asuhan     keperawatan. Jika Pre dan Post Conference tidak dilakukan maka dampak yang ditimbulkan adalah pelayanan yang diberikan tidak efisien dan efektif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang sudah dilakukan di ruang jantung pada tanggal 10-15 februari 2025 didapatkan hasil, kegiatan pre confre belum optimal disebabkan oleh 8 dari 10 perawat belum mengetahui batas waktu pelaksanaan pre dan post conference, pre dan post conference hanya dilakukan di shift pagi, dan tidak mengetahui tujuan dan langkah – langkah pre dan post conference. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kegiatan Pre dan Post Conference diruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Rencana kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2025 tentang edukasi Penerapan Pre dan Post Conference di ruang jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro dengan menggunakan buku saku. Hasil evaluasi di ruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro di dapatkan hasil, sebelum dilakukan edukasi skor pre test sebesar 90 % dan hasil post test sebesar 100 %. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat mengikuti standar operasional prosedur dalam melaksanakan Pre dan Post Conference agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih efektif.
Edukasi dan Implementasi Kompres Hangat Sebagai Intervensi Nonfarmakologi Dismenore Pada Mahasiswa Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Ermasari, Anissa; Evrianasari, Nita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23438

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer merupakan nyeri haid yang umum dialami wanita usia remaja dan dewasa muda tanpa kelainan anatomis pada organ reproduksi. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, termasuk pada mahasiswa kebidanan. Meskipun memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, sebagian mahasiswa masih bergantung pada penggunaan analgesik untuk mengatasi nyeri haid. Salah satu intervensi penanganan yang efektif, aman, dan mudah dilakukan adalah kompres hangat, yang bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot uterus. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dalam melakukan kompres hangat sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap dismenore primer. Hasil kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Universitas Malahayati dengan melibatkan 40 mahasiswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dismenore primer dan pelatihan praktik kompres hangat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan (berdasarkan hasil pre-test dan post-test). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik kompres hangat dengan benar. Umpan balik kualitatif mengindikasikan bahwa kegiatan dianggap bermanfaat, aplikatif, dan relevan dengan bidang kebidanan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi dan implementasi kompres hangat ini efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa kebidanan dalam penanganan dismenore primer secara nonfarmakologis. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa sebagai agen edukator kesehatan reproduksi yang mampu menerapkan intervensi sederhana dan aman dalam praktik kebidanan. Kata Kunci: Dismenore primer, kompres hangat, intervensi nonfarmakologis
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Anggraini, Anggraini; Agustin, Feni Nia; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22287

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar kurva pertumbuhan. Kondisi ini terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama stunting, dampak yang ditimbulkannya, serta upaya pencegahan dan penanganannya berdasarkan literatur ilmiah terbaru.Penyebab stunting bersifat multifaktorial, mencakup asupan nutrisi yang tidak memadai, praktik pemberian makan yang kurang tepat, sanitasi dan akses air bersih yang buruk, serta kurangnya pendidikan kesehatan pada ibu (Kemenkes RI, 2021). Dampak stunting tidak hanya terbatas pada masalah fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar, penurunan produktivitas di usia dewasa, dan peningkatan risiko penyakit metabolik di kemudian hari (Black et al., 2020). Secara makro, tingginya prevalensi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara karena menurunkan kualitas sumber daya manusia (UNICEF, 2021).Berbagai intervensi telah dirancang untuk mengatasi masalah ini, termasuk program pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama, dengan fokus pada periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun (WHO, 2022).
Manfaat Kompres Air Hangat Dan Teknik Relaksasi Benson Untuk Mengurangi Nyeri Disminore febrina, viola; Hodijah, Siti; Febriyani, Putri Agus
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23210

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), kejadian dismenore mencapai 90%. Lebih dari 50% wanita menstruasi di dunia melaporkan menderita dismenore primer. Dua metode non-farmakologis yang populer untuk mengatasi nyeri menstruasi adalah penggunaan kompres air hangat dan teknik relaksasi Benson. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan remaja putri terkaiit metode non farmakologi berupa Kompres Air Hangat dan Teknik Relaksasi Benson Terhadap penurunan nyeri disminore. Metode pelaksanaan meliputi pre-test pengukuran pengetahuan remaja putri terkait dismenore dan terapi non farmakologi, serta post-test setelah dilakukan edukasi atau penyuluhan. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri terkait penanganan non farmakologis dismenore. Sehingga remaja putri perlu mendapatkan edukasi yang tepat mengenai nyeri menstruasi (dismenore) agar dapat memahami penyebab, cara pencegahan, serta penanganannya secara mandiri dan sehat.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Pemanfaatan Potensi Pangan Lokal Ikan Patin Hertati, Dessy; Stefanicia, Stefanicia
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23716

Abstract

Pendahuluan:Ibu hamil perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Kondisi ekonomi yang kurang baik, status gizi ibu yang rendah, dan minimnya asupan gizi pada anak dapat menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. Kementerian Kesehatan RI (2017) menyatakan bahwa stunting umumnya terjadi akibat kekurangan zat gizi atau kegagalan dalam pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Janin memperoleh nutrisi dari makanan yang dikonsumsi ibu serta dari cadangan gizi yang tersimpan dalam tubuh ibu. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai kandungan gizi ikan patin sebagai pangan lokal, serta mendorong pemanfaatannya dalam menu sehari-hari selama masa kehamilan. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pembagian buku resep olahan ikan patin yang. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Manfaat: Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang. Materi yang diberikan mencakup makanan bergizi untuk ibu hamil, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta berbagai resep olahan bergizi dengan bahan utama ikan patin. Hasil: Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 47 meningkat menjadi 82 pada posttest setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 35 poin setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berbasis pemanfaatan ikan patin sebagai pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil serta mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata Kunci : Ibu hamil, Pangan Lokal, Ikan Patin, DAS