cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
Inovasi Bunda Ami (Buah Naga Dan Madu Atasi Anemia) Astriana, Astriana; Rosmiyati, Rosmiyati; Sari, Ita Maya
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20844

Abstract

Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin dalam darah dibawah normal. Penyebabnya karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti Zat Besi, asam folat, atau Vitamin B12. Anemia dapat terjadi apabila kadar Hemoglobin 10 gr/dl,dan jika kadar Hb kurang dari 6 gr/dl maka disebut Anemia Gravis. Pada wanita normal nilai hemoglobin sebesar 12-15 gr/dl namun pada ibu hamil memiliki resiko lebih besar untuk terkena anemia, kondisi ibu hamil yang anemia adalah Ibu yang memiliki kadar Hb kurang dari 11 gr/dl. Kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah anemia dengan pemanfaatan jus buah naga dan madu. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu kepada ibu hamil selama 45 menit. Media yang digunakan adalah power point dan leaflet. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2024 di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 7 ibu hamil. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi tentang manfaat dari mengkonsumsi jus buah naga dan madu untuk meningkatkan HB selama masa kehamilan. Diharapkan hasil kegiatan inovasi ini dapat bermanfaat bagi ibu hamil untuk meningkatkan HB dalam darah dengan cara mengkonsumsi jus buah naga dan madu. Kata kunci : Anemia, Buah naga, Ibu hamil, Madu
Pendampingan Ibu Hamil Persiapan Menyusui Dalam Masa Kehamilan Dan Pengenalan Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Dan Persalinan Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Berliana, Eva
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20383

Abstract

Masa sejak konsepsi hingga dua tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas yang  menentukan kualitas kehidupan. Nutrisi yang adekuat  selama periode tersebut  menjadi dasar bagi perkembangan potensi setiap anak. WHO (World Health Organization) merekomendasikan Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat meliputi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir minimal selama 1 jam, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sampai usia 6 bulan, memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.Pola  pemberian  makan  yang  baik  pada  anak  sejak  lahir sampai berusia  dua  tahun merupakan  salah  satu point  penting  dalam  memenuhi  kualitas  gizi  yang  optimal  dalam pertumbuhan  dan  perkembangan  anak.  Kehidupan  anak  dapat  tercapai         optimal apabila ditunjang  dengan  asupan  nutrisi tepat  sejak  lahir. Selain masalah asi yang tidak kalah penting adalah angka kematian ibu di Indonesia. Penyebab kematian tersebut Sebagian besar dapat dicegah dengan mengenali tanda bahaya kehanilan dan  persalinanKegiatan Pengabdian  masyarakat  ini bertujuan  untuk  memberikan pendampingan  ibu hamil dalam persiapan menyusui  dan pengenalan tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan. Metode kegiatan ini  dilakukan dengan memberikan edukasi berupa leaflet dan poster kepada ibu hamil .Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober  2024 di Posyandu desa  Jatimulyo kec Jati Agung  Kabupaten Lampung Selatan. Jumlah peserta  sebanyak 30 orang. Peserta mendapatkan edukasi pentingnya persiapan menyusui, dan tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan.  Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu hamil dalam persiapan memberikan ASI secara eksklusif dan ibu mengenal tanda bahaya dalam masa kehamilan dan persalinan sehingga dapat diambil keputusan yang tepat saat ibu mengalami tanda bahaya tersebut .
Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Pendekatan Business Plan: Pemberdayaan Kader Cegah Stunting Dwihestie, Luluk Khusnul; Dewi, Ratih Kumala; Mahmudah, Himmatunnisak
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23491

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi di Indonesia yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta kualitas sumber daya manusia. 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan fase penting pencegahan stunting. Tahun 2024, Kabupaten Boyolali mencatat 19 kematian ibu dan 174 kematian bayi, menempati peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta mencegah stunting, Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan Gerakan Merbabu (Gerakan Peduli Bayi dan Ibu). Kader berperan penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting dengan mengoptimalkan tumbuh kembang balita pada 1.000 hari pertama kehidupan dengan pendekatan business plan. Sasaran kegiatan ini adalah 32 kader dari 8 posyandu di Desa Keyongan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan, penerapan teknologi, bimbingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam edukasi gizi, peningkatan partisipasi ibu hamil dan balita di posyandu, serta tersusunnya rencana usaha “cemilan sehat ceria” yang memanfaatkan bahan pangan lokal labu kuning dan dipasarkan pada kegiatan posyandu Desa Keyongan. Implementasi business plan ini mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi di Desa Keyongan.
Manfaat Pemberian Sayur Bayam Merah Untuk Meningkatkan Kadar Haemoglobin (Hb) Pada Ibu Hamil Budiarti, Asri Pahala; Sari, Agustina; Hanifa, Fanni
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23445

Abstract

Anemia dalam kehamilan, khususnya anemia ringan, merupakan salah satu masalah gizi yang paling umum dialami oleh ibu hamil di seluruh dunia. Diperkirakan sekitar 41,8% ibu hamil di dunia mengalami anemia, dan sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sayur bayam merah terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB A Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Metode pelaksanaan meliputi pre-test berupa pemeriksaan Hemoglobin (Hb), konsumsi tablet tambah darah, serta post-test. Hasil penelitian menunjukan Rerata kadar hemoglobin Pada Ibu hamil Sebelum Diberikan sayur bayam merah di TPMB A adalah 10.4 g/dL dan sesudah adalah 12.7 g/dL yang berarti mengalami peningkatan dengan selisih 2.3. Kegiatan ini menunjukan terdapat Pengaruh Pemberian sayur bayam merah terhadap  peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di TPMB A di Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Sehingga disarankan Ibu hamil yang mengalami anemia agar dapat mengaplikasikan terapi non farmakologis berupa konsumsi sayur bayam merah guna mengantisipasi terjadinya komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan kondisi kesehatan. Ibu dan janin.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kelas Ibu Balita Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Hasan, Amrul; Octaviana, Amrina; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23092

Abstract

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak, mencakup aspek kesehatan fisik, kemampuan kognitif, serta potensi produktivitas di masa depan. Salah satu upaya preventif dan promotif yang penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam tatanan rumah tangga. Namun, hasil observasi awal di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan bahwa pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki bayi dan balita terhadap indikator PHBS masih terbatas, ditambah dengan rendahnya keterlibatan mereka dalam kegiatan edukasi kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, serta memotivasi ibu agar mampu menerapkan PHBS secara konsisten dan berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kelas ibu balita di Posyandu Melati 2 pada 11 Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Rangkaian kegiatan mencakup pre-test, diskusi interaktif, penyampaian materi melalui pendekatan partisipatif berbasis media visual dan leaflet edukatif, serta post-test sebagai alat evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 50% peserta belum memahami indikator PHBS, namun setelah kegiatan, seluruh peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan. Selain itu, separuh dari mereka menyatakan komitmen untuk menerapkan minimal lima indikator PHBS di rumah serta bersedia menyebarkan informasi kepada keluarga dan tetangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kesadaran, dan membentuk perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. 
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Filter Air Sederhana Berbahan Lokal Untuk Peningkatan Kualitas Air Bersih Wuryanti, Lestari; Mahesa, Valka Fajar; Piya, Eni Okta; Afifah, Niken Dilla
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22628

Abstract

Pendahuluan: Ketersediaan air bersih merupakankebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatanmasyarakat. Namun, di beberapa wilayah pedesaanseperti Pekon Karang Anyar, Kec. Wonosobo, Kab.Tanggamus, kualitas air masih rendah karena belummelalui proses penyaringan yang memadai.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikanedukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentangcara membuat filter air sederhana berbahan lokal,sehingga dapat meningkatkan kualitas air bersih yangdigunakan sehari-hari.Metode: Metode yang digunakan adalahpendekatan partisipatif melalui sosialisasi,demonstrasi, dan praktik langsung. Bahan lokal yangdigunakan dalam pembuatan filter air antara lainarang kayu, ijuk, pasir, kapas, kerikil, serta wadahdari galon bekas.Hasil: Masyarakat mampu memahami pentingnyapenggunaan filter air dan terampil membuat filtersederhana secara mandiri. Hasil uji sederhanamenunjukkan air yang melalui filter menjadi lebihjernih, berkurang bau, dan layak digunakan untukkebutuhan rumah tangga.Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan pembuatanfilter air sederhana berbahan lokal efektifmeningkatkan pengetahuan dan keterampilanmasyarakat dalam menyediakan air bersih. Programini berpotensi berkelanjutan karena memanfaatkanbahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan.Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan, Filter Air, BahanLokal, Air Bersih ABSTACTIntroduction: Access to clean water is afundamental necessity for public health. However,in several rural areas such as Pekon Karang Anyar,Wonosobo Sub-district, Tanggamus Regency, waterquality remains low due to the lack of adequatefiltration systems.Objective: This activity aims to provide educationand training for the community on how to makesimple water filters using locally availablematerials, in order to improve the quality of cleanwater for daily use.Method: The method applied was a participatoryapproach through socialization, demonstration, andhands-on practice. Local materials used inconstructing the water filter included charcoal,palm fiber, sand, gravel, and recycled galloncontainers.Result: The community successfully gainedknowledge about the importance of water filtrationand acquired skills to independently constructsimple filters. Basic tests showed that filteredwater became clearer, odorless, and more suitablefor household use.Conclusion: Education and training on simplewater filter construction using local materials areeffective in enhancing community knowledge andskills in providing clean water. The program hassustainability potential since it utilizes easilyaccessible local resources.Keywords: Education, Training, Water Filter,Local Materials, Clean Water
Sosialisasi Membuat Olahan Makanan Dari Singkong Dan Kelor Untuk Menunjang Penurunan Angka Stunting Hamzah, Zarma; Fitria, Fitria; Parina, Febriyantina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23456

Abstract

Laporan ini menyajikan hasil dari Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) dengan tema "Mahasiswa Peduli Stunting" yang dilaksanakan di Pekon Kanoman. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga 5 September 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penyuluhan, demonstrasi masak, dan pendataan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data mengenai status gizi anak. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting, terutama pada bayi dan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14% anak di Pekon Kanoman yang berisiko stunting, dan program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Keterlibatan masyarakat, terutama kader kesehatan, sangat penting dalam keberhasilan program ini.
Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemberian Asi Ekslusif Sudarmi, Sudarmi; Asih, Yusari; Purwaningsih, Dewi; Pranajaya, R
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23408

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu serta kader Posyandu mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Program dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa kebidanan melalui pendekatan edukasi partisipatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis Posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025 di Posyandu Desa Marga Agung, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan kader Posyandu. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi teknik menyusui dengan bantuan media edukatif seperti leaflet, banner, dan slide presentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, di mana lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, serta terbentuk lima kader Posyandu terlatih yang mampu melakukan konseling dasar tentang ASI eksklusif. Sebagai luaran, dihasilkan media edukasi (leaflet, banner, dan booklet) serta terbentuk kelompok pendukung ibu menyusui (breastfeeding support group) untuk keberlanjutan program. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan kader dalam promosi kesehatan ibu dan anak. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di wilayah Lampung Selatan.
Brownies Singkong Eliminasi Stunting (Best) Sebagai Inovasi Pangan Lokal simarmata, leni; virginia, diva arsynta; sepriani, jilan; susti, tiara; fadilasari, dewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22488

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan: Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan asupan gizi keluarga dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Program kerja Kuliah Kerja Lapangan - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) kelompok 38 Universitas Malahayati tahun 2025 dilaksanakan di Desa Tanjung Kurung Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, dengan tema “Dari Desa untuk Generasi Tanpa Stunting.” Kegiatan utama adalah program Brownies Singkong Eliminasi Stunting (BEST) sebagai inovasi pangan lokal yang Manfaat: untuk memberdayakan masyarakat dalam pembuatan produk pangan bergizi, memberikan edukasi gizi seimbang, serta membuka peluang usaha berbasis bahan pangan lokal. Metode: pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang stunting, pelatihan pembuatan brownies bergizi, praktik bersama masyarakat, serta diskusi peluang usaha. Hasil: kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti seluruh rangkaian, 85% peserta memahami materi stunting dan gizi, serta 75% peserta mampu mempraktikkan pembuatan brownies secara mandiri. Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat dan membuka potensi pengembangan produk pangan lokal sebagai usaha mandiri.Kata Kunci : Stunting, Gizi, Inovasi Pangan, Singkong, Pemberdayaan MasyarakatABSTRACTIntroduction: Stunting is a chronic nutritional problem that impacts child growth and development. Objective: Stunting can be prevented by improving family nutritional intake by utilizing local food potential. The 2025 Field Work Lecture - Community Empowerment Learning (KKL-PPM) work program of Group 38 of Malahayati University was implemented in Tanjung Kurung Village, Wonosobo District, Tanggamus Regency, with the theme "From the Village for a Generation Without Stunting." The main activity was the Cassava Brownies for Stunting Elimination (BEST) program as a local food innovation. Benefits: empowering the community to produce nutritious food products, providing balanced nutrition education, and opening up business opportunities based on local food ingredients. Methods: The implementation included counseling on stunting, training in making nutritious brownies, community practice sessions, and discussions about business opportunities. Results: Participants actively participated in the entire program, 85% understood the material on stunting and nutrition, and 75% were able to practice making brownies independently. Conclusion: This program successfully increased community nutritional knowledge and opened up the potential for developing local food products as independent businesses.Keywords: Stunting, Nutrition, Food Innovation, Cassava, Community Empowerment
Edukasi Pencegahan Sarcopenia dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Berliana, Eva
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23712

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat  dengan tema edukasi  pencegahan sarcopenia dan pemeriksaan gula darah dengan sasaran para lansia dibawah organisasi Pensiunan wredatama Republik Indonesia  (PWRI) Ranting kelurahan Surabaya Kec  Kedaton Kota Bandar Lampung  . Adalah kegiatan pengabdian Masyarakat dalam rangka meningkatkan Kesehatan para lansia agar dapat tetap sehat jasmani dan rohani .Tujuan dari pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan anggota PWRI tentang pencegahan penyakit tidak menular Meningkatkan pengetahuan anggota PWRI tentang pencegahan sarcopenia  . Gaya hidup tidak sehat penyebabkan terjadinya peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyakit tidak menular telah menjadi penyebab utama kematian secara global pada saat ini (Shilton, 2023). Data WHO menunjukkan bahwa sebanyak 57 juta (63%) angka kematian yang terjadi di dunia dan 36 juta (43%) angka kesakitan disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular. Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2020 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM dan 4% meninggal sebelum usia 70 tahun. Seluruh kematian akibat PTM terjadi pada orang-orang berusia kurang dari 60 tahun, 29% di negara negara berkembang, sedangkan di negara negara maju sebesar 13% (Remais, 2022).Kegiatan Kegiatan berlangsung dengan baik sesuai rencana. Bentuk kegiatan dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Materi diberikan dalam bentuk leaflet dan dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktuHasil kegiatan ini adalah bertambahnya wawasan para lansia tentang PTM dan pencegahan sarcopenia . serta diketahuinya hasil pemeriksaan gula darah sewaktu para peserta penyuluhan .Kata kunci : Edukasi,  PTM,Sarcopenia, PWRI