cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 27 Documents clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN KAMAD TERHADAP PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU DI KOTA BANDAR LAMPUNG PUTRA, HAFIZ RIWATAMA; ROMLAH, ROMLAH; KUSWANTO, EKO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2901

Abstract

This research discusses the influence of kamad leadership on improving teacher pedagogy and professionalism in Bandar Lampung City. This research aims to analyze the influence of kamad leadership on teacher pedagogy and professionalism in Bandar Lampung City. This research uses quantitative methods with a descriptive approach. The research method used is the correlational method. The data collection methods used were observation, documentation with kamad, and a questionnaire in the form of Google Form. The population used by researchers was all State Madrasahs in Bandar Lampung City with a total of 409 Certified Teachers. By using Robert & Morgan's theory, we obtained a sample of 199 Certified Teachers. Data analysis used the product moment test, Cronbach's alpha test, normality test, simple regression test and multiple regression test using SPSS. The results of the findings in the field show: (1) The results of research on the influence of kamad leadership on pedagogy in Bandar Lampung City which was analyzed using SPSS in the summary table with an R-Square of only 12%. According to the interpretation criteria on the Likert scale, it is in the very low category, namely 0% -20%, so it is stated that the influence of kamad leadership on pedagogy in Bandar Lampung City is in the very low category. (2) The influence of kamad leadership on professional teachers in Bandar Lampung City which was analyzed using SPSS was only 14.4%. According to the interpretation criteria on the Likert scale, it is in the very low category, namely 0% -20%, so it is stated that the influence of kamad leadership on professional teachers in Bandar Lampung City is in the very low category. (3) The influence of kamad leadership on teacher pedagogy and professionalism in Bandar Lampung City is only 14.7%. According to the interpretation criteria on a Likert scale, it is in the very low category, namely 0% -20%, so it is stated that the influence of kamad leadership on teacher pedagogy and professionalism in Bandar Lampung City is in the very low category. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang pengaruh kepemimpinan kamad terhadap peningkatan pedagogik dan professional guru di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh kepemimpinan kamad terhadap pedagogik dan professional guru di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dengan kamad, dan kuesioner berupa Google Form. Populasi yang digunakan peneliti adalah seluruh Madrasah Negeri di Kota Bandar Lampung dengan jumlah Guru Sertifikasi 409 orang. Dengan menggunakan teori Robert & Morgan, sehingga mendapatkan sampel sebanyak 199 Guru Sertifikasi. Analisis data menggunakan uji product moment, uji alfa cronbach, uji normalitas, uji regresi sederhana dan uji regresi berganda menggunakan SPSS. Hasil temuan dilapangan menunjukkan : (1) Hasil penelitian pengaruh kepemimpinan kamad terhadap pedagogik di Kota Bandar Lampung yang di analisis menggunakan bantuan SPSS pada tabel summary dengan R-Square hanya 12%. Menurut kriterian interpretasi dalam skala likert bahwa termasuk kategori sangat rendah yaitu 0%-20%, sehingga dinyatakan bahwa pengaruh kepemimpinan kamad terhadap pedagogik di Kota Bandar Lampung yaitu kategori sangat rendah. (2) Pengaruh kepemimpinan kamad terhadap professional guru di Kota Bandar Lampung yang di analisis menggunakan bantuan SPSS hanya 14,4%. Menurut kriterian interpretasi dalam skala likert bahwa termasuk kategori sangat rendah yaitu 0%-20%, sehingga dinyatakan bahwa pengaruh kepemimpinan kamad terhadap professional guru di Kota Bandar Lampung kategori sangat rendah. (3) Pengaruh kepemimpinan kamad terhadap pedagogik dan professional guru di Kota Bandar Lampung hanya 14,7%. Menurut kriterian interpretasi dalam skala likert bahwa termasuk kategori sangat rendah yaitu 0%-20%, sehingga dinyatakan bahwa pengaruh kepemimpinan kamad terhadap pedagogik dan professional guru di Kota Bandar Lampung kategori sangat rendah.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PBL KELAS VII SAIDAH, NAFISATIN AWWALIN; TRIMULYONO, GUNTUR; HIKMAH, ZIYADATUL
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2902

Abstract

Collaborative Class Action Research (PTKK) with the aim of improving the creative thinking skills of class VII students at UPT SMPN 10 Gresik. Based on the results of observations, problems were found in the learning process, the majority of students were less active, conventional, most students did not participate enough in learning and creative thinking skills had not yet emerged. The solution will be by applying a learning modelProblem Based Learning (PBL) to improve the creative thinking skills of class VII students at UPT SMPN 10 Gresik on ecology and biodiversity material in the even semester. Learning is carried out in two cycles, each cycle consists of two meetings, namely planning, action, observation and reflection. The data used is in the form of observation sheets and tests. The resulting data shows an increase in creative thinking skills as indicated by a pre-cycle percentage of 65.63%, an increase of 75% in cycle I, while cycle II increased to 87.5%. The final results in cycle II exceeded the target of 80%, so that the application of the problem-based learning model was proven to improve the creative thinking skills of class VII students at UPT SMPN 10 Gresik on ecology and biodiversity in the even semester. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) dengan tujuan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII UPT SMPN 10 Gresik. Berdasarkan hasil observasi masalah ditemukan pada proses pembelajaran peserta didik mayoritas kurang aktif, konvensional, sebagian besar peserta didik kurang berpartisipasi dalam pembelajaran dan keterampilan berpikir kreatif masih belum muncul. Solusi yang akan dilakukan dengan menerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII UPT SMPN 10 Gresik materi ekologi dan keanekaragaman hayati semester genap. Pembelajaran dilakukan dua siklus, persiklus terdiri dari dua pertemuan yaitu rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data yang digunakan berupa lembar observasi dan tes. Data yang dihasilkan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif yang ditunjukkan dengan presentase prasiklus sebesar 65,63%, meningkat dengan presentase 75% pada siklus I, sedangkan siklus II meningkat menjadi 87,5%. Hasil akhir pada siklus II melebihi target yakni 80%, sehingga penerapan model pembelajaran berbasis masalah terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII UPT SMPN 10 Gresik materi ekologi dan keanekaragaman hayati semester genap.
IDENTIFIKASI DIMENSI SKILL LULUSAN PENDIDIKAN VOKASI DENGAN KEBUTUHAN KETERAMPILAN KERJA DI INDUSTRI ISNANDAR, ISNANDAR; MULIADI, MULIADI; NURMALASARI, RIANA; MAULA, PUTRINDA INAYATUL
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2903

Abstract

Economic development strategies often target high-skill, high-wage industries and jobs. However, the relationship between skills and wages is not always balanced. The skills needed by workers in industry today include dimensions of skills for the benefit of the industry in the future. The aim of this research is to analyze the dimensions of workers' current skills related to the competencies they possess and the position they occupy so that the relationship between the two is known. This research was conducted by doctoral education students majoring in vocational education. The method used is quantitative to understand the dimensions of skills possessed by vocational education graduates who are currently working in industry. The results of this research show that all of these competency dimensions are very much needed because all workers, managers and positions within the company agree 66.7% that these dimensions are very important and needed in the future. Dimensions of competency in individuals such as task skills, task management skills, contingency management skills, job role environment skills and transfer skills are very important for employees and workers in industry to have. ABSTRAKStrategi pembangunan ekonomi seringkali menyasar industri dan pekerjaan yang berketerampilan dan berupah tinggi. Namun hubungan antara keterampilan dan upah tidak selalu seimbang. Keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerja di industri saat ini mencakup dimensi keterampilan untuk kepentingan industri dimasa depan. Tujuan penelitian  ini adalah menganalisis dimensi keterampilan pekerja saat yang berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki dan jabatan yang diduduki sehinga diketahui keterkaitan antara keduanya. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa pendidikan doktor jurusan pendidikan vokasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif untuk memahami dimensi skill yang dimiliki lulusan pendidikan kejuruan yag sedang bekerja di industri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua dimensi kompetensi tersebut sangat dibutuhkan karena semua pekerja dan pegawai manager maupun posisi jabatan dalam perusahaan setuju 66,7% bahwa dimensi tersebut sangat penting dan dibutuhkan dimasa depan. Dimensi kompetensi dalam individu seperti task-skills, task management skills, contingency management skills, job role environment skills dan transfer skill sangat penting untuk dimiliki oleh pegawai maupun karyawan di industri.
PENGARUH NON-LINIERITAS GURU TERHADAP KOMPETENSI BELAJAR SISWA DI MA SAFINDA SURABAYA WULANDARI, OVI; NATASYA, RIZKI DWI; MASITHOH, ARINA DEWI; FUAD, AH. ZAKKI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2923

Abstract

This research aims to analyze whether there is an influence of non-linear teachers (who teach outside their field) on student learning competence at MA Safinda Surabaya. This research uses a quantitative approach with a questionnaire as the main instrument for data collection. The research instrument was created referring to aspects of learning theory according to Edgar Dale, who stated that there are 10 important aspects, namely;Read, Hear, View Images, Watch Videos, Attend Exhibitis/Sites, Watch a Demonstration, Participate in Hands-On-Workshops, Design Collaborative Lesson, Simulate and Design/Perform a Presentation. Data from the questionnaire results were analyzed using a simple regression test to assess the relationship between the independent variable (non-linear teacher) and the dependent variable (student learning competency). The results of the analysis show that the significance value (sig) is 0.007, so 0.007 > 0.05, which means Ho is accepted and Ha is rejected. Therefore, it can be concluded that there is no significant influence of teacher non-linearity on student learning competence at MA Safinda Surabaya. This shows that even though teachers do not have a background appropriate to their field, they still have the opportunity to take part in training or other self-development activities which will later haveimpact positive impact on student learning competence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh guru non-linier (yang mengajar di luar bidangnya) terhadap kompetensi belajar siswa di MA Safinda Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan angket sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Instrumen penelitian di buat merujuk pada aspek teori belajar menurut Edgar Dale, yang mengemukakan bahwa terdapat 10 aspek penting yaitu; Read, Hear, View Images, Watch Videos, Attend Exhibitis/Sites, Watch a Demonstration, Participate in Hands-On-Workshops, Design Collaborative Lesson, Simulate and Design/Perform a Presentation. Data dari hasil angket di analisis menggunakan uji regresi sederhana untuk menilai hubungan antara variabel bebas (guru non-linier) dan variabel terikat (kompetensi belajar siswa). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi (sig) sebesar 0,007, maka 0,007 > 0,05, yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari non-linieritas guru terhadap kompetensi belajar siswa di MA Safinda Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun guru tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidangnya, mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau kegiatan pengembangan diri lainnya yang nantinya dapat memiliki impact positif pada kompetensi belajar siswa.
APEL PAGI SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN JIWA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI GURU KARYAWAN SMP MUHAMMADIYAH RAWALO CHRISTANTI, ANDI DWINAMURTI; HANIF, MUH.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2929

Abstract

The school principal has a central role in creating a school environment that is conducive, disciplined and highly motivated. One strategy that can be used to achieve this goal is to carry out effective communication with teachers and employees. Morning assembly is one of the right moments to carry out this communication. Developing a spirit of work discipline and increasing the work motivation of teacher employees in a school is the main key to achieving superior quality education. Rawalo Muhammadiyah Middle School is committed to achieving this by using morning assembly as an effective communication strategy. The aim of this research is to analyze the strategies used by school principals to communicate with morning assembly in an effort to foster a spirit of discipline and work motivation of teachers and employees at Rawalo Muhammadiyah Middle School. In this case study, qualitative research methods use observation, interviews, and documents. The research results show that morning assembly is an effective way for school principals to communicate, provide motivation, foster a spirit of discipline and build positive relationships with employee teachers. By implementing this strategy, communication and cooperation between teachers increases, motivation and morale increases, the sense of ownership and responsibility for the school increases, and the school environment becomes better. ABSTRAKKepala sekolah memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, disiplin, dan bermotivasi tinggi. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan guru dan karyawan. Apel pagi merupakan salah satu momen yang tepat untuk melakukan komunikasi tersebut. Menumbuhkan jiwa disiplin kerja dan meningkatkan motivasi kerja guru karyawan dalam sebuah sekolah merupakan kunci utama untuk mencapai kualitas pendidikan yang unggul. SMP Muhammadiyah Rawalo berkomitmen untuk mencapai hal ini dengan menggunakan apel pagi sebagai strategi komunikasi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan kepala sekolah untuk berkomunikasi dengan apel pagi dalam upaya menumbuhkan jiwa disiplin dan motivasi kerja guru dan karyawan SMP Muhammadiyah Rawalo. Dalam studi kasus ini, metode penelitian kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apel pagi adalah cara yang efektif bagi kepala sekolah untuk berkomunikasi, memberikan motivasi, menumbuhkan jiwa disiplin dan membangun hubungan positif dengan guru karyawan. Dengan menerapkan strategi ini, komunikasi dan kerja sama antar guru meningkat, motivasi dan semangat kerja meningkat, rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sekolah meningkat, dan lingkungan sekolah menjadi lebih baik.
PENGEMBANGAN BUDAYA UNGGUL UNTUK PEMBENTUKAN MUTU AKADEMIK PESERTA DIDIK DI MTsN 2 KOTA KEDIRI ASAFILA, INA MACHLA; LESSY, ZULKIPLI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2993

Abstract

This research examines the development of a culture of excellence in shaping academic quality at MTsN 2 Kediri City. So the aim of this research is to find out the development of a superior culture starting from the form of existing culture, how to develop it and the implications of developing a superior culture in shaping the academic quality of students. Researchers carry out research by going directly to the field to collect data and carry out data analysis in each process of conducting research. This research method is qualitative-descriptive. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research stages are the preparation, implementation and completion stages. The findings show that MTsN 2 Kediri City has a culture that is used as an advantage of the madrasa. Some of the cultures that exist at MTsN 2 Kediri City are a culture of achievement, a culture of literacy, a culture of research and supported by a spiritual culture and a culture of discipline with the aim of strengthening positive values ??in supporting the quality of students to shape the academic quality of the madrasah as well as providing facilities. The way madrasas develop a culture of excellence is by developing activities and programs from existing types of superior culture centered on the vision, mission and goals of the madrasa. The implications of developing a culture of excellence in shaping the academic quality of students are that developing a culture of excellence creates academic excellence, achievement excellence and improves students' discipline. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai pengembangan budaya unggul dalam membentuk mutu akademik di MTsN 2 Kota Kediri. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengembangan budaya unggul mulai dari wujud budaya yang ada, cara mengembangkannya serta implikasi pengembangan budaya unggul dalam membentuk mutu akademik peserta didik. Peneliti melaksanakan penelitian dengan turun langsung ke lapangan untuk menghimpun data dan melaksankan analisis data pada setiap proses pelaksanaan penelitian. Metode penelitian ini yaitu kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahapan penelitian yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Dari hasil temuan menunjukkan bahwa MTsN 2 Kota Kediri memiliki budaya yang dijadikan sebagai keunggulan dari madrasah tersebut. Beberapa budaya yang ada di MTsN 2 Kota Kediri yaitu budaya budaya prestasi, budaya literasi, budaya riset dan didukung dengan budaya spiritual serta budaya disiplin dengan tujuan memperkuat nilai-nilai positif dalam menunjang kualitas peserta didiknya untuk membentuk mutu akademik madrasah juga memberikan fasilitas. Cara madrasah dalam mengembangkan budaya unggul yaitu dengan mengembangkan kegiatan dan program dari jenis budaya unggul yang ada dengan berpusat pada visi, misi dan tujuan madrasah. Implikasi pengembangan budaya unggul dalam membentuk mutu akademik peserta didik yaitu pengembangan budaya unggul menciptakan unggulan akademik, keunggulan prestasi dan menunggkatkan kedisiplinan peserta didik.
PROSES PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARDS BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING (BIPA) UNESA HAJJAH, RIKA ROFI’ATUL; MINTOWATI, MINTOWATI; INDARTI, TITIK
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.3059

Abstract

This research aims to describe the process of developing local wisdom-oriented flashcard media for learning speaking skills integrated with writing and reading skills in Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Surabaya State University and to describe the quality of local wisdom-oriented flashcard media for learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at State University Surabaya. Development research focuses on product development. The product developed in this research is flashcards learning media. This research approach is mixed methods. The research model in this development research uses the Addie research model. This research procedure uses the ADDIE development model. The ADDIE development procedure has five procedures, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. The results obtained in the development of East Java local wisdom-oriented flashcards media in speaking learning integrated with reading and writing for Indonesian Language and Foreign Speakers (BIPA) students at the Faculty of Languages ??and Arts, Surabaya State University resulted in the conclusion that East Java local wisdom-oriented flashcard media can be used in learning spoke about BIPA because it had carried out a series of ADDIE development stages which were based on needs analysis. ADDIE's stages in developing flashcards media are analysis, design, development, implementation and evaluation. Based on the five development stages, flashcards media has gone through the evaluation stage, namely changing or improving according to the direction of the validator. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media flashcards berorientasi kearifan lokal untuk pembelajaran keterampilan berbicara berintegrasi keterampilan menulis dan membaca Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya dan mendeskripsikan kualitas media flashcards berorientasi kearifan lokal untuk pembelajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya. Penelitian pengembangan berfokus pada pengembangan produk. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yakni media pembelajaran flashcards. Pendekatan penelitian ini yakni mixed methods. Model penelitian dalam penelitian pengembangan ini yakni menggunakan model penelitian Addie. Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan ADDIE memiliki lima prosedur yakni Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. Hasil yang diperoleh dalam pengembangan media flashcards berorientasi kearifan lokal Jawa Timur pada pembelajaran Berbicara berintegrasi membaca dan menulis peserta didik Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya menghasilkan simpulan yakni media flashcards berorientasi kearifan lokal Jawa Timur dapat digunakan dalam pembelajaran berbicara BIPA karena telah melakukan rangkaian tahapan pengembangan ADDIE yang dilandasi oleh analisis kebutuhan. Tahapan ADDIE dalam pengembangan media flashcards ini yakni analisis, desain, development, implementacion, dan evaluasi. Berdasarkan kelima tahapan pengembangan tersebut, media flashcards telah melalui hingga tahapan evaluasi yakni mengubah atau memperbaiki sesuai arahan validator.

Page 3 of 3 | Total Record : 27