cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 42 Documents clear
PEMBERDAYAAN PEMUDA SEBAGAI GURU SEKOLAH MINGGU DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IMAN ANAK SABATINI, TIYA; JUNTAK , JUSTIN NIAGA SIMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3187

Abstract

Youth have a very strategic role in national life, including in the religious context. In the environment of Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sambirejo, the role of youth is crucial in supporting and continuing the church's mission, including Sunday school activities. Sunday school is an effective means of instilling faith and moral values in children from an early age. Therefore, empowering youth as Sunday school teachers is highly relevant and urgent. In reality, many youths are unwilling to take part in this ministry, despite the church's training and development efforts. This study uses a qualitative descriptive method to examine the youth empowerment process. The research questions for the study titled "Youth Empowerment as Sunday School Teachers to Enhance Children's Faith Growth in Gereja Kristen Jawa Sambirejo" are: first, what are the strategies for empowering youth as Sunday school teachers at GKJ Sambirejo? Second, what is the role of youth as Sunday school teachers in enhancing children's faith growth at GKJ Sambirejo? Third, what are the challenges faced in empowering youth as Sunday school teachers, and how can these challenges be addressed? The objectives of this research are: first, to identify effective strategies for empowering youth as Sunday school teachers at GKJ Sambirejo. Second, to analyze the role of youth as Sunday school teachers in enhancing children's faith growth. Third, to identify the challenges faced in the youth empowerment process and provide recommendations to overcome these challenges. ABSTRAKPemuda memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak terkecuali dalam konteks keagamaan. Di lingkungan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sambirejo, peran pemuda sangat penting dalam mendukung dan melanjutkan misi gereja, termasuk dalam kegiatan sekolah Minggu. Sekolah Minggu merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan moral kepada anak-anak sejak dini. Oleh karena itu, pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dilakukan. Kenyatannya banyak para pemuda yang tidak bersedia untuk ambil bagian dari pelayanan tersebut walaupun sudah dilakukan pembinaan dan pengkaderan oleh gereja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana hendak melihat proses pemberdayaan pemuda dilaksanakan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yang berjudul: “Pemberdayaan Pemuda Sebagai Guru Sekolah Minggu Dalam Rangka Peningkatan Pertumbuhan Iman Anak Di Gereja Kristen Jawa Sambirejo” yang pertama adalah bagaimana strategi pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu di GKJ Sambirejo?, kedua, bagaimana peran pemuda sebagai guru sekolah Minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak-anak di GKJ Sambirejo? Dan ketiga, apa saja tantangan yang dihadapi dalam pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu dan bagaimana cara mengatasinya? Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu di GKJ Sambirejo. Kedua, untuk menganalisis peran pemuda sebagai guru sekolah Minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak-anak. Ketiga, untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses pemberdayaan pemuda dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi tantangan tersebut.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA REMAJA DI DESA NARU BARAT KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA KHAIR, MIFTAHUL; TANG, MUHAMMAD; ALWI, USMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3188

Abstract

This study aims to determine the role of religious figures in instilling Islamic educational values ??in juvenile delinquency (case study: in Naru Barat Village, Sape District). The type of research used in this study is qualitative research with a case study approach. In this study, the researcher has selected several people who will be used as the subjects of this study, namely religious figures and village officials in Naru Barat Village, Sape District, West Nusa Tenggara Province. The Role of Religious Figures in Instilling Islamic Educational Values ??in Adolescents in Naru Barat Village, Sape District includes several forms of the role of religious figures, namely: a) humanist approach. The humanist approach as a means of instilling Islamic educational values ??that are effective in shaping the character of adolescents who have noble personalities, and are able to appreciate differences and contribute to a directed and prosperous civilization; b) providing religious advice. Providing religious advice to adolescents is one useful way to instill Islamic educational values. through advice delivered with love and understanding, teenagers can be directed to understand and internalize Islamic teachings so that they are able to apply Islamic values ??in their daily lives and develop into individuals with noble morals; c) organizing religious activities. Religious figures have a very important role in organizing religious activities as a means of instilling Islamic educational values ??in teenagers. With their ability to direct, guide, and provide real examples of how to practice Islamic teachings in everyday life, religious figures are able to create a conducive environment for the formation of character and morality in teenagers. Through various religious activities such as religious studies, discussions, and spiritual guidance programs, religious figures not only convey religious knowledge, but also instill essential Islamic values ??such as honesty, responsibility, tolerance, and respect. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan islam pada kenakalan remaja (studi kasus: di Desa Naru Barat Kecamatan Sape). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatakan studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti telah memilih beberapa orang yang akan dijadikan sebagai subyek penelitian ini yakni para tokoh agama dan perangkat desa yang ada di Desa Naru Barat Kecamatan Sape Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islampada Remaja Di Desa Naru Barat Kecamatan Sape meliputi beberapa bentuk peranan tokoh agama yaitu: a) pendekatan humanis. Pendekatan humanis sebagai sarana penanaman nilai pendidikan Islam yang efektif dalam membentuk karakter para remaja yang mempunyai kepribadian luhur, serta mampu menghargai perbedaan dan berkontribusi dalam peradaban hidup yang terarah dan sejahtera; b) memberikan nasehat keagamaan. Memberikan nasehat keagamaan kepada remaja merupakan salah satu cara yang bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam. melalui nasehat yang disampaikan dengan penuh kasih sayang dan pengertian, para remaja dapat diarahkan untuk memahami dan menghayati ajaran-ajaran Islam sehingga mereka mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari serta berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia; c) menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan sebagai sarana penanaman nilai-nilai pendidikan Islam pada remaja. Dengan kemampuan mereka untuk mengarahkan, membimbing, dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, tokoh agama mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter dan moralitas remaja. Melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, diskusi, dan program bimbingan spiritual, tokoh agama tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam yang esensial seperti, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan rasa menghormati.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PROSEDUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS (STEAM) PADA KELAS VII MTs INDRIYATI, SRI; KUNTORO, KUNTORO; SUROSO, EKO; SUKIRNO, SUKIRNO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3189

Abstract

This study is research that develops teaching materials for learning to write procedural texts based on local wisdom using the Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) approach for seventh-grade students at MTs. The development of these teaching materials is an effort to innovate conventional teaching materials that have been used so far. This research aims to: (1) determine the needs of students and teachers in preparing teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, (2) produce the development of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, (3) produce teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach that are valid and will be used in learning at MTs, and (4) improve the effectiveness of learning outcomes for seventh-grade students at MTs through the use of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach. This research uses the Research and Development (R&D) method with the stages of the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) as follows: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Product Validation, (5) Product Revision, (6) Product Testing, and (7) Data Analysis and Reporting. Data collection in this study used interviews and questionnaires. The research instruments used were: (1) student needs questionnaire, (2) teacher needs questionnaire, (3) validation test questionnaire. The results of this study produced the development of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, with a material and media validity level ranging from 90.01% to 100.00%, and the product validity level was very feasible. Based on this analysis, it can be concluded that there is a strong need for teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach. The development of good teaching materials can serve as a model for teachers to carry out higher-quality learning. The teaching materials produced add to the reference of teaching materials that are feasible to be tested and further developed. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian yang mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics pada kelas VII MTs. Pengembangan bahan ajar merupakan upaya memberikan inovasi pada bahan ajar konvensional yang selama ini digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kebutuhan peserta didik dan guru dalam penyusunan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, (2) menghasilkan produk pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, (3) menghasilkan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM yang valid dan akan digunakan dalam pembelajaran di MTs, dan (4) meningkatkan keefektifan hasil belajar peserta didik kelas VII MTs melalui penggunaan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan penelitian model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sebagai berikut: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain produk, (4) Validasi Produk, (5) Revisi Produk, (6) Uji Coba Produk, dan (7) Analisis Data dan Pelaporan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan angket. Intrumen penelitian yang digunakan, yaitu (1) angket kebutuhan siswa, (2) angket kebutuhan guru,( 3) angket uji validasi. Hasil penelitian ini menghasilkan pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, tingkat validitas materi dan media pada rentang 90,01% - 100,00% serta tingkat validitas produk sangat layak. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan kebutuhan akan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM sangat dibutuhkan. Pengembangan bahan ajar yang baik dapat menjadi model bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih berkualitas. Bahan ajar yang dihasilkan menambah referensi bahan ajar yang layak untuk diujicobakan serta dikembangkan lebih lanjut.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN LESTARI, SRI; NURAINI, HERY; WIDIART, ANIEK; FADHILA, SRI AJENG
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3190

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of the Independent Campus Learning Curriculum at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) from the perspective of students and field supervisors. The research method used is qualitative with data collection techniques through questionnaires and interviews. The research respondents consisted of six students and three field supervisors from the Syekh-Yusuf Islamic University. The results of the research show that the majority of students agree that the policies, information system and guidebook for Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) are in accordance with the guidelines from the Ministry of Education and Culture. However, several obstacles such as course conversion regulations and inadequate responses from field supervisors are still obstacles in implementing the program. However, all respondents were also greatly helped by the easy access to information from the Ministry of Education and Culture via the YouTube channel. The interview results also showed that all respondents were very happy to take part in MBKM activities, especially the campus teaching program. Recommendations for improvement include converting the maximum value of 20 credits given to study programs, increasing training for supervisors, as well as improving coordination between universities and the Ministry of Education and Culture. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari perspektif mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Responden penelitian terdiri dari enam mahasiswa dan tiga dosen pembimbing lapangan dari Universitas Islam Syekh-Yusuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa setuju bahwa kebijakan, sistem informasi, dan buku panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sudah sesuai dengan pedoman dari Kemendikbud. Namun, beberapa kendala seperti regulasi konversi mata kuliah dan respon dari dosen pembimbing lapangan yang belum maksimal masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Meskipun demikian, semua responden juga sangat terbantu dengan kemudahan akses informasi dari Kemendikbud melalui kanal YouTube. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa semua responden sangat senang mengikuti kegiatan MBKM khusunya program kampus mengajar. Rekomendasi untuk perbaikan meliputi konversi nilai maksimal sebesar 20 SKS yang diberikan prodi, peningkatan pelatihan untuk dosen pembimbing, serta peningkatan koordinasi antara universitas dan Kemendikbud
ANALISIS CITRA PEREMPUAN PADA NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI E MODUL PEMBELAJARAN NOVEL KELAS XII (KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS) MARIYAM, SITI; SYAFRONI, RONI NUGRAHA; MELIASANTI, FERINA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3206

Abstract

The purpose of this study is to 1) Describe the intrinsic elements of the novel 172 Days by Nadzira Shafa 2) Describe the image of women in the novel 172 Days by Nadzira Shafa, and 3) Describe the results of the research on the novel 172 Days as an E Module for learning novels for class XII. This study is a qualitative descriptive study. The techniques used are literature study techniques, observation, and notes. Data analysis is carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show 1) Major theme: the struggle of a woman. Minor themes consist of themes of depression, happiness, sadness, and the struggle of a woman. 2) Results of the image of women: physical aspects, namely graceful, beautiful, pregnant, weak pregnancy, miscarriage, young women. Psychological aspects: depression, women's independence in thinking, steadfast in facing the death of a husband, women who are full of consideration, wise adult women, women who are able to be grateful, women's self-confidence, restless, anxious, sincere, and independent. Social aspects of the family: good wife, respecting husband, responsibility towards husband, loving husband, daughter-in-law, daughter who is devoted to parents, strong wife. Social aspects of society: educated women, female students, helping each other between friends, women socializing in scientific assemblies, and Arab descent. The results of this study are relevant as teaching materials for E-Module novel learning for class XII. ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk 1) Mendeskripsikan unsur intrinsik novel 172 Days karya Nadzira Shafa 2) Mendeskripsikan citra perempuan pada novel 172 Days karya Nadzira Shafa, dan 3) Mendeskripsikan hasil penelitian novel 172 Days sebagai E Modul pembelajaran novel kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu teknik studi pustaka, simak, dan catat. Análisis data yang dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan 1) Tema mayor: perjuangan seorang perempuan. Tema minor terdiri dari tema keterpurukan, kebahagiaan, kesedihan, dan perjuangan seorang perempuan. 2) Hasil citra perempuan: aspek fisik yaitu sosok anggun, cantik, hamil, kandungan lemah, keguguran, perempuan muda. Aspek psikis: depresi, kemandirian perempuan dalam berfikir, tabah dalam menghadapi kematian suami, perempuan yang penuh pertimbangan, perempuan dewasa yang bijak, perempuan yang mampu bersyukur, keyakinan diri perempuan, gelisah, cemas, ikhlas, dan mandiri. Aspek sosial keluarga: istri yang baik, menghormati suami, tanggung jawab terhadap suami, mencintai suami, menantu, anak perempuan yang berbakti kepada orang tua, istri yang kuat. Aspek sosial masyarakat: perempuan berpendidikan, mahasiswi, saling membantu antar teman, perempuan bersosialisasi majelis ilmu, dan keturunan arab. Hasil penelitian ini di relevansikan sebagai bahan ajar E-Modul pembelajaran novel kelas XII.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA NEGERI 1 LAHEWA TIMUR HULU, TRIS DESNIAT NATALIA; ZEGA, NOVELINA ANDRIANI; GULO , HARDIKUPATU; HAREFA, AGNES RENOSTINI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3207

Abstract

This study aims to: 1) Describe in depth the critical thinking skills of students at SMA Negeri 1 Lahewa Timur in biology learning. 2). Identify factors that influence students' critical thinking skills in the context of biology learning. The research method used in this study is a qualitative method using a qualitative descriptive approach. Qualitative descriptive research is a research method that aims to provide a comprehensive and in-depth picture of social reality and various phenomena that occur in society that are the focus of the study. Based on the results of the study, it was obtained: 1) Students' critical thinking skills in biology learning in class XI IPA SMA Negeri 1 Lahewa Timur are still relatively low. This can be seen from the lack of students' abilities in the aspects of analyzing, concluding, synthesizing, recognizing and solving problems, and evaluating. 2) There are factors that cause low critical thinking skills of students in biology learning at SMA Negeri 1 Lahewa Timur, including: lack of students' understanding of critical thinking, lack of student learning motivation, lack of media and learning facilities, methods and models used by teachers are not varied, and lack of availability of learning textbooks for students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan secara mendalam kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 1 Lahewa Timur dalam pembelajaran biologi. 2). Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikirkritis siswa dalam konteks pembelajaran biologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh dan mendalam tentang realitas sosial serta berbagai fenomena yang terjadi dalam masyarakat yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Lahewa Timur masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari kurangnya kemampuan peserta didik dalam aspek menganalisis, menyimpulkan, mensintesis, mengenal dan memecahkan masalah, serta mengevaluasi. 2) Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Lahewa Timur, antara lain : kurangnya pemahaman peserta didik tentang berpikir kritis, kurangnya motivasi belajar siswa, kurangnya media dan fasilitas pembelajaran , metode dan model yang digunakan guru tidak bervariasi, serta kurangnya ketersediaan buku paket pembelajaran untuk siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE-PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI NDRAHA, HISKIA; GULO, HARDIKUPATU; HAREFA, AGNES RENOSTINI; WARUWU, TOROZIDUHU
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3208

Abstract

Education is an activity that can help develop the potential and abilities of each individual so that they can be useful for their lives. Education is also the main pillar in the development of a cultured society and the ability of knowledge, attitudes and skills possessed by each individual. This study aims to determine whether or not there is an influence of the Role-Playing learning model on student learning outcomes in Biology class XI MIPA at SMA Negeri 1 Gunungsitoli. This study uses the Experimental method with Pre-Experimental Design which is one type of quantitative research where in this study to test a group or various groups with the application of cause and effect factors. The population in this study were students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Gunungsitoli with a total of 235 people. The sampling technique in this study used a sampling technique, with a non-random sampling type, the sample in this study was class XI-MIPA 7 totaling 36 people. The data collection instrument was a test consisting of a pretest and posttest. The data analysis technique used the N-Gain test, hypothesis testing. The results of the study obtained an average pretest value of 58.1944 and a posttest of 81.9722. In the hypothesis test analysis, the t-count> t-table was 18.244> 2.032 with a significance level of 0.05, so Ha was accepted and Ho was rejected. This indicates that there is a significant influence of the Role-Playing learning model on the Learning Outcomes of Class XI-MIPA 7 Students of SMA Negeri 1 Gunungsitoli. ABSTRAKPendidikan merupakan suatu kegiatan yang dapat membantu perkembangan potensi dan kemampuan setiap individu supaya dapat berguna bagi kehidupannya. Pendidikan juga merupakan pilar utama dalam pengembangan masyarakat yang berbudaya dan kemampuan pengetahuan sikap dan keterampilan yang di miliki oleh setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Role-Playing terhadap hasil belajar siswa pada mata Biologi kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan Desain Pra-Eksperimen yang merupakan salah satu jenis penelitian kuantitaf dimana pada penelitian ini untuk menguji sebuah kelompok atau berbagai kelompok yang dengan penerapan faktor sebab akibat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Gunungsitoli dengan jumlah 235 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling, dengan jenis non random sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI-MIPA 7 berjumlah 36 orang. Instrument pengumpulan data yaitu tes terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain, uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 58,1944 dan posttest sebesar 81,9722. Pada analisis uji hipotesis diperoleh t-hitung > t-tabel yaitu 18,244 > 2,032 dengan taraf signifikan 0,05 maka Ha diterima Ho ditolak. Hal ini menujukan bahwa Ada Pengaruh yang signifikan model pembelajaran Role -Playing terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI-MIPA 7 SMA Negeri 1 Gunungsitoli.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA SWASTA SANTU XAVERIUS GUNUNGSITOLI ZEGA, BOY RICARDO; ZEGA, NOVELINA ANDRIANI; HAREFA , AGNES RENOSTINI; TELAUMBANUA , DESMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3209

Abstract

Pembelajaran adalah usaha sadar antara guru dengan siswa agar membuat siswa belajar, dan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana dalam perubahan tersebut siswa mendapatkan kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Membuktikan secara signifikan ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar Biologi. 2) Mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar biologi. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen jenis Pre-eksperimental desain one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Swasta Santu Xaverius Gunungsitoli dengan jumlah 67 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling jenis purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI berjumlah 34 orang. Instrument pengumpulan data yaitu tes terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain, uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 59,705 dan posttest sebesar 84,705. Pada analisis uji hipotesis diperoleh t-hitung > Sig. yaitu 13,767 > 0,000 maka Ha diterima Ho ditolak.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF KELAS V SDN 1 PETELUAN INDAH HARTINI, HIDAYAH LENSIMIA; ISTININGSIH, SITI; NISA, KHAIRUN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3215

Abstract

This development research aims to produce products in the form of interactive multimedia-based science teaching materials for grade V SDN 1 Peteluan Indah that are feasible and practical to implement. This research is a type of Research and Development (R&D) research using the 4D development model which consists of the defining stage (define), the planning stage (design), the development stage (develop), and the dissemination stage (disseminate). The subjects of this study were 22 fifth grade students of SDN 1 Peteluan Indah. Meanwhile, the object of this research is teaching materials for grade V SDN 1 Peteluan Indah in the form of interactive multimedia. Validation was carried out to determine the feasibility of interactive multimedia-based science teaching materials developed. Validation was obtained using a data collection method in the form of a questionnaire given to material experts, media experts and learning experts. The response of students and educators (teachers) was obtained using a questionnaire data collection method. The results of material expert validation were obtained at 85.56% with a valid category, media experts obtained 88.24% with a valid category and learning experts obtained 92.50% with a very valid category.  While the results of the educator's response were obtained at 93.75% with a very practical category, the results of the small group trial obtained an average percentage of 91.85% with very practical criteria and the large group trial obtained an average percentage of 89.60% with practical criteria. So that interactive multimedia-based science teaching materials are feasible from valid and practical aspects to be used in the learning process in class V SDN 1 Peteluan Indah on theme 6 sub-theme 2 heat transfer around us. ABSTRAKPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar IPA berbasis multimedia interaktif kelas V SDN 1 Peteluan Indah yang layak dan praktis untuk diterapkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 1 peteluan indah sebanyak 22 orang. Sedangkan untuk objek penelitian ini adalah bahan ajar kelas V SDN 1 Peteluan Indah yang berupa multimedia interaktif. Validasi dilakukan untuk mengetahui kelayakan terhadap bahan ajar IPA berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan. Validasi diperoleh dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran. Respon peserta didik dan pendidik (guru) diperoleh dengan metode pengumpulan data berupa angket. Hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 85,56% dengan kategori valid, ahli media diperoleh sebesar 88,24% dengan kategori valid dan ahli pembelajaran diperoleh sebesar 92,50% dengan kategori sangat valid.  Sedangkan hasil respon pendidik diperoleh sebesar 93,75% dengan kategori sangat praktis, hasil uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata persentase sebesar 91,85% dengan kriteria sangat praktis dan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase sebesar 89,60% dengan kriteria praktis. Sehingga bahan ajar IPA berbasis multimedia interaktif sudah layak dari aspek valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas V SDN 1 Peteluan Indah pada tema 6 sub tema 2 perpindahan kalor di sekitar kita.
KEEFEKTIFAN PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SDN GUGUS I GUNUNGSARI DEWI, EVA ROSDIANA; ASRIN, ASRIN; AMRULLAH, LALU WIRA ZAIN; HUSNIATI, HUSNIATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3222

Abstract

This research aims to find out how effective the implementation of the independent curriculum referring to 3 indicators: Implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5), Implementation of literacy and numeracy programs, and Implementation of differentiated learning and adapting learning to local content. The type of research used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted at SDN Gugus I Gunungsari which consists of 9 schools but the researchers only took 3 schools as research subjects: SDN 1 Penimbung, SDN 1 Bukittinggi and SDN 2 Mekarsari. The effectiveness of implementing the independent curriculum was using observation, interviews and documentation instruments. Based on the research results, it was found that the implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) was carried out starting from the planning, action and reflection stages, guided by the project module prepared by the P5 team formed by the school. The P5 program is carried out in accordance with the 7 themes launched by the Ministry of Education and Culture and each school chooses a theme that suits the surrounding environment and the needs of students. The implementation of the literacy and numeracy program is carried out in accordance with the stages of the School Literacy Movement (GLS) and the phases of the students. There are reflections in the form of tests and non-tests to determine the implementation of the literacy and numeracy program. The application of differentiated learning is carried out using a group learning model and the use of learning media to accommodate students' needs. For differentiated learning has implemented 2 learning content, English and Sasak language content. Based on the research results, it can be concluded that the implementation of the independent curriculum at SDN Gugus I Gunungsari is said to be effective. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keefektifan penerapan kurikulum merdeka dengan mengacu pada 3 indikator yakni: Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5), Pelaksanaan program literasi dan numerasi, serta Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan penyesuaian pembelajaran muatan lokal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN Gugus I Gunungsari yang terdiri dari 9 sekolah. Namun peneliti hanya mengambil 3 sekolah sebagai subjek penelitian yakni: SDN 1 Penimbung, SDN 1 Bukittinggi dan SDN 2 Mekarsari. Dalam hal ini keefektifan penerapan kurikulum merdeka diamati secara langsung menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dijalankan mulai dari tahap perencanaan, aksi dan refleksi dengan berpedoman pada modul projek yang disusun oleh tim P5 yang dibentuk oleh sekolah. Pelaksanaan program P5 dijalankan sesuai dengan 7 tema yang diluncurkan oleh kemendikbudristek dan masing-masing sekolah memilih tema yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar dan kebutuhan peserta didik. Untuk pelaksanaan program literasi dan numerasi dijalankan sesuai dengan tahapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan fase-fase peserta didik. Terdapat refleksi berupa tes dan non-tes untuk mengetahui keterlaksanaan program literasi dan numerasi. Untuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan model pembelajaran berkelompok dan penggunaan media pembelajaran untuk mengakomodir kebutuhan peserta didik. Khusu untuk pembelajaran berdiferensiasi, sekolah telah menerapkan 2 muatan pembelajaran yakni muatan Bahasa Inggris dan Bahasa Sasak. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di SDN Gugus I Gunungsari dikatakan efektif.