cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMK SAHID JAKARTA Tibr, Tuhfah Ummu; Fauzan, Fauzan; Nurmaliyah, Yayah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6652

Abstract

  This study aims to Describe the Implementation of the Kurikulum Merdeka in Learning Islamic Religious Education and Character (PAIBP) at SMK Sahid Jakarta, the focus of the study includes Planning, Process and Assesment of PAIBP Learning at SMK Sahid Jakarta, especially on critical Thinking material phase F class XI. This study uses a Qualitative Method with Descriptive Analyse and Data collection techniques are carried out by Observation at SMK Sahid Jakarta, in-depth interviews with research subjects including the Principal of SMK Sahid Jakarta, Head of Curiculum, PAI Teachers and class XI students of SMK Sahid Jakarta and proven by Documentation in the form of research attachments. The results of the study show that Teachers have prepared teaching modules (MA) based on learning outcomes (CP) and Learning objectives (ATP) that relevant to the characteristics of students at SMK Sahid Jakarta. Critical thinking material considered effective in ecouraging Students to associate Islamic values with daily life. The learning process is carried out with relatively participatory and contextual Approach, although learning differentiation has not been fully implemented. Assesments are carried out formatively and summatively, but individual feedback is still limited and the implementation of summative assesments has not implemented differentiation. In general, the Implementation of the Kurikulum Merdeka in PAIBP learning at SMK Sahid Jakarta is quite in accordance with the principles of the Kurikulum Merdeka, especially in terms of Student centered learning and Strengthening the Pancasila Student Profile (P5). However, Assesment is needed to increase the capacity of Teachers in implementing differentiated learning and more meaningful Assesment. This research is expected to be a material for evaluation and development of PAIBP based on the Kurikulum Merdeka in Vacational High Schools (SMK). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SMK Sahid Jakarta, fokus kajian meliputi Perencanaan, Proses dan Asesmen Pembelajaran PAIBP di SMK Sahid Jakarta, khususnya pada materi Berpikir Kritis Fase F kelas XI. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan Analisis deskriptif dan Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara Observasi di SMK Sahid Jakarta, wawancara mendalam dengan subjek penelitiaan meliputi Kepala SMK Sahid Jakarta, Kepala Bidang Kurikulum, Guru PAI dan Peserta didik kelas XI SMK Sahid Jakarta dan dibuktikan dengan Dokumentasi berupa lampiran penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Guru telah menyusun Modul Ajar (MA) berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang relevan dengan karakteristik Peserta didik di SMK Sahid Jakarta. Materi Berpikir Kritis dinilai efektif dalam mendorong Peserta didik mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan sehari-hari. Proses Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan yang relatif partisipatif dan kontekstual, meskipun diferensias pembelajaran belum sepenuhnya diterapkan. Asesmen dilakukan secara formatif dan sumatif, namun umpan balik individual masih terbatas dan pelaksanaan Asesmen sumatif belum menerapkan diferensiasi. Secara umum, Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAIBP di SMK Sahid Jakarta sudah cukup sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal pembelajaran yang berpusat pada Peserta didik dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun Asesmen diperlukan peningkatan kapasitas Guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan Asesmen yang lebih bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi.
ANALISIS INSTRUMEN ASSESMENT PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Chasanah, Uswatun; Yatmi, Yatmi; Hidayah, Ian Fii Barril; Purwoko, Purwoko
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6653

Abstract

This study aims to analyze the Islamic Religious Education (PAI) learning assessment instrument based on multiculturalism in the educational environment in Indonesia. The diversity of cultures, ethnicities, and religions in Indonesia requires an inclusive learning approach that respects diversity, including in the PAI learning assessment process. This study uses a qualitative approach with literature study methods and document analysis. The results of the study indicate that the development of multicultural-based PAI assessment instruments needs to consider the principles of justice, inclusiveness, authenticity, comprehensiveness, and sustainability. Multicultural-based PAI learning assessment instruments need to cover various aspects of learning outcomes, namely cognitive, affective, and psychomotor aspects. The development of multicultural-based PAI assessment instruments involves a series of systematic stages, starting from needs and context analysis, formulation of assessment objectives, development of grids, instrument construction, review and validation, trials, to revision and finalization. The implementation of multicultural-based PAI assessment instruments in schools is influenced by various factors, including teacher competence, policy support, availability of resources and practical examples, as well as teacher perspectives and attitudes towards multicultural education. Evaluation of the impact of implementing multicultural-based PAI assessment instruments needs to be carried out systematically to determine their effectiveness and relevance in achieving inclusive and responsive PAI learning objectives towards diversity. The results of this study are expected to contribute to the development of PAI assessment instruments that are more inclusive and responsive to cultural diversity in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis instrumen assessment pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural pada lingkungan pendidikan di Indonesia. Keberagaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia membutuhkan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan menghargai keberagaman, termasuk dalam proses assessment pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan instrumen assessment PAI berbasis multikultural perlu memperhatikan prinsip keadilan, inklusivitas, autentisitas, komprehensivitas, dan berkesinambungan. Instrumen assessment pembelajaran PAI berbasis multikultural perlu mencakup berbagai aspek hasil belajar, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengembangan instrumen assessment PAI berbasis multikultural melibatkan serangkaian tahapan yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan dan konteks, perumusan tujuan assessment, pengembangan kisi-kisi, konstruksi instrumen, telaah dan validasi, uji coba, hingga revisi dan finalisasi. Implementasi instrumen assessment PAI berbasis multikultural di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kompetensi guru, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya dan contoh praktis, serta perspektif dan sikap guru terhadap pendidikan multikultural. Evaluasi dampak penerapan instrumen assessment PAI berbasis multikultural perlu dilakukan secara sistematis untuk mengetahui efektivitas dan relevansinya dalam mencapai tujuan pembelajaran PAI yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen assessment PAI yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.
STRATEGI GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK Simbolon, Erikson; Samosir, Margaret
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6703

Abstract

This study aims to explore teachers’ strategies in utilizing PowerPoint-based instructional videos in the subject of Catholic Religious Education at SD Budi Murni 2 Medan. The research was motivated by a gap between the ideal approach to religious education which should be engaging, interactive, and meaningful and the reality in the field, where conventional methods such as lectures and passive assignments still dominate. This descriptive qualitative study employed observation, interviews, and documentation for data collection. The findings reveal that teachers implement systematic strategies including structured learning objectives, contextually relevant and visually engaging material development, communicative media implementation through classical discussion, and evaluation via interactive quizzes and student reflection. PowerPoint media served not only as a visual aid but also as an interactive platform that encouraged active student participation, improved comprehension of faith content, and supported independent learning. The study concludes that digital literacy and contextual pedagogy are essential for effective use of instructional videos and recommends further development through teacher training and the integration of interactive digital technologies in religious education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam memanfaatkan media video pembelajaran berbasis PowerPoint pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SD Budi Murni 2 Medan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara pendekatan pembelajaran agama yang diidealkan yakni yang menarik, interaktif, dan bermakna dengan kenyataan di lapangan yang masih dominan menggunakan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru meliputi perencanaan tujuan pembelajaran yang terstruktur, pengembangan materi yang kontekstual dan visual, implementasi media yang komunikatif melalui pendekatan klasikal, serta evaluasi melalui kuis interaktif dan refleksi siswa. Media PowerPoint yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai sarana interaktif yang mendukung keterlibatan aktif, pemahaman ajaran iman, dan pembelajaran mandiri. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik baik dari aspek kognitif, afektif, maupun spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital dan pedagogi kontekstual menjadi kunci dalam pemanfaatan media video PowerPoint yang efektif, serta merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui pelatihan guru dan integrasi teknologi digital interaktif dalam pembelajaran agama.
PENGEMBANGAN MEDIA KEBUN BERHITUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA KELOMPOK A TK THEOBROMA 1 Aprilia, Rikza Veronika; Murtikusuma, Randi Pratama; Aisyiah, Laily Nur; Yuliati, Nanik; Atika, Aisyah Nur; Fitria, Luluk
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6826

Abstract

This research was motivated by the low initial numeracy skills of group A children at Theobroma 1 Kindergarten, which was caused by monotonous learning and the lack of interactive media. The focus of this research was to develop and test the feasibility of the "Kebun Berhitung" learning media as an innovative solution to improve children's early numeracy skills. As a crucial step, this development research used the ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, design, product development, implementation through group trials, and evaluation. Data on validity, effectiveness, and practicality were collected through expert questionnaires, observation sheets of children's activities, and teacher responses. The main findings showed that the "Kebun Berhitung" media was declared highly feasible with an expert validation score of 3.9. This media was also proven to be effective in increasing children's learning activities (score 4.9) and very practical for use by teachers (score 96.4%). In conclusion, the "Kebun Berhitung" media was proven to be valid, effective, and practical for improving early numeracy skills. By presenting a concrete and enjoyable learning experience, this media has succeeded in becoming a recommended solution to overcome the challenges of mathematics learning at the early childhood education level. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok A di TK Theobroma 1, yang disebabkan oleh pembelajaran monoton dan kurangnya media interaktif. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran "Kebun Berhitung" sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan numerasi awal anak. Sebagai langkah penting, penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan produk, implementasi melalui uji coba kelompok, hingga evaluasi. Data validitas, efektivitas, dan kepraktisan dikumpulkan melalui angket ahli, lembar observasi aktivitas anak, serta respons guru. Temuan utama menunjukkan bahwa media "Kebun Berhitung" dinyatakan sangat layak dengan skor validasi ahli 3,9. Media ini juga terbukti efektif meningkatkan aktivitas belajar anak (skor 4,9) dan sangat praktis digunakan oleh guru (skor 96,4%). Kesimpulannya, media "Kebun Berhitung" terbukti valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan. Dengan menyajikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan, media ini berhasil menjadi solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi tantangan pembelajaran matematika di tingkat PAUD.
KURIKULUM MERDEKA VS PENDEKATAN DEEP LEARNING : KESEIMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DENGAN PENDEKATAN PENDAGOGIS Praditya, Giceila Dias; Triana, Dinny Devi; Safrina, Rien
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5644

Abstract

The advancement of digital technology has driven a paradigm shift in the field of education, including in the implementation of the Merdeka Curriculum, which grants teachers the flexibility to design learning experiences independently and creatively. However, in practice, music education at the junior high school level still faces challenges, such as the limited availability of digital teaching materials that align with transformative pedagogical principles. This study aims to explore and compare the integration of digital technology and pedagogical approaches within the Merdeka Curriculum and the Deep Learning Approach, particularly in the context of developing digital music learning materials. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The research subjects consisted of junior high school music teachers from two schools implementing different curricula. The findings indicate that teachers who adopted the Deep Learning Approach felt more supported in developing constructive, reflective, and contextual learning due to the presence of explicit guidance in the teaching materials. In contrast, teachers using the Merdeka Curriculum enjoyed greater flexibility but still struggled to design project-based learning and integrate technology due to the lack of systematic guidance. The study concludes that the Deep Learning Approach is more effective in addressing the challenges of integrating digital technology with deep pedagogical approaches. It can serve as a meaningful and applicable alternative for developing digital music teaching materials at the junior high school level. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, termasuk dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi keleluasaan bagi guru untuk mendesain pembelajaran secara mandiri dan kreatif. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran seni musik di tingkat SMP masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan ajar digital yang sesuai dengan prinsip pedagogis transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan integrasi teknologi digital dan pendekatan pedagogis dalam Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Deep Learning, khususnya dalam konteks pengembangan bahan ajar digital seni musik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru seni musik SMP di dua sekolah yang menerapkan kurikulum berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang menggunakan Pendekatan Deep Learning merasa lebih terbantu dalam mengembangkan pembelajaran yang konstruktif, reflektif, dan kontekstual, karena adanya panduan eksplisit dalam bahan ajar. Sementara itu, guru pengguna Kurikulum Merdeka memiliki fleksibilitas tinggi, namun masih kesulitan dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi karena kurangnya arahan yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Deep Learning lebih mampu menjawab tantangan integrasi antara teknologi digital dan pendekatan pedagogis yang mendalam, serta dapat dijadikan alternatif dalam pengembangan bahan ajar digital seni musik yang lebih bermakna dan aplikatif pada jenjang SMP.
IMPLEMENTASI TEKNIK SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 BALEN Sholichah, Muqoddimatus; Rahayuningsih, Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6115

Abstract

This research is motivated by the gap between the demands for a deep understanding of mathematical concepts and the conventional learning practices that are still dominant in SMA Negeri 1 Balen, which causes students to have difficulty solving non-routine problems. The teacher-centered method has proven to be less effective in bridging individual student learning difficulties. Therefore, this study focuses on analyzing the effect of implementing the scaffolding technique—as a structured learning intervention on improving students' understanding of mathematical concepts. This study used a quasi-experimental method with a pre-test and post-test design in the experimental group (34 students) and the control group (34 students). Data were analyzed using the Independent Sample T-Test and N-Gain. The results showed that the experimental group receiving the scaffolding treatment experienced a much superior increase in conceptual understanding. The average post-test of the experimental group (82.15) was significantly higher than the control group (71.94), with a significance value of p < 0.05. The N-Gain analysis also supported these findings, with the experimental group achieving a moderate-high improvement (0.68). It was concluded that the scaffolding technique proved highly effective in facilitating a deeper understanding of mathematical concepts compared to conventional methods. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tuntutan pemahaman konsep matematika yang mendalam dengan praktik pembelajaran konvensional yang masih dominan di SMA Negeri 1 Balen, yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memecahkan masalah non-rutin. Metode teacher-centered terbukti kurang efektif dalam menjembatani kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik scaffolding sebagai intervensi pembelajaran terstruktur terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen (34 siswa) dan kelompok kontrol (34 siswa). Data dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima perlakuan scaffolding mengalami peningkatan pemahaman konsep yang jauh lebih unggul. Rata-rata post-test kelompok eksperimen (82,15) secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (71,94), dengan nilai signifikansi p < 0,05. Analisis N-Gain juga memperkuat temuan ini, di mana kelompok eksperimen mencapai kategori peningkatan sedang-tinggi (0,68). Disimpulkan bahwa teknik scaffolding terbukti sangat efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep matematika secara lebih mendalam dibandingkan metode konvensional.
METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARI SARONDE SISWA KELAS V SD Yani, Ni Luh Sindi; Pulukadang, Wiwy Trianty; Pulukadang, Mimy Astuty; Karlan, La Ode; Pomalingo, Samsi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6647

Abstract

This study aims to improve the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City through the application of the drill method. The background of this research stems from the low level of students’ ability to perform the Saronde dance in terms of technique, expression, and mastery of movements. Therefore, a learning method that can effectively and sustainably enhance students’ dance skills is needed. The drill method was chosen because it provides repeated practice that reinforces movement mastery. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research subjects consisted of 20 fifth-grade students. Data were collected through observation, documentation, and performance assessments based on established competency indicators.In the initial observation, only 6 students (30%) met the performance indicators. After the first cycle, the number increased to 7 students (35%). However, this result did not meet the success criteria of 75%, necessitating a second cycle of intervention. In the second cycle, a significant improvement was observed, with 18 students (90%) achieving the performance indicators. This result exceeds the predetermined success criteria and demonstrates that the drill method is effective in enhancing students' Saronde dance skills, particularly in movement accuracy, expression, and synchronization. Through repeated practice, students became more confident and were able to perform the dance more proficiently.In conclusion, the implementation of the drill method proved successful in improving the Saronde dance skills of fifth-grade students at SDN No. 67 Kota Timur, Gorontalo City. It is hoped that this research can serve as a reference for developing dance education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V SDN No. 67 Kota Timur, Kota Gorontalo melalui penerapan metode drill. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menarikan tari Saronde, baik dari segi teknik, ekspresi, maupun penguasaan gerakan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan siswa secara efektif dan berkelanjutan. Metode drill dipilih karena mampu memberikan latihan berulang yang dapat memperkuat penguasaan gerak tari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja siswa berdasarkan indikator ketercapaian kompetensi. Pada observasi awal, hanya 6 siswa (30%) yang mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Setelah tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang memenuhi indikator meningkat menjadi 7 siswa (35%). Namun, hasil ini belum memenuhi indikator keberhasilan tindakan yang ditetapkan, yaitu 75%, sehingga dilakukan tindakan lanjutan pada siklus II. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan. Sebanyak 18 siswa (90%) berhasil mencapai indikator kinerja, yang berarti telah melampaui kriteria keberhasilan yang ditentukan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode drill efektif dalam meningkatkan kemampuan seni tari Saronde siswa, terutama dalam hal ketepatan gerakan, ekspresi, dan kekompakan. Dengan latihan yang berulang, siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu menampilkan tarian dengan lebih baik. Dengan demikian, penerapan metode drill terbukti dapat meningkatkan kemampuan seni tari Saronde pada siswa kelas V di SDN No. 67 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran seni tari di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS MULTIMODALITAS UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Sulistyaningrum, Caecilia Fani; Kastuhandani, Fidelis Chosa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6825

Abstract

This research is motivated by the challenge of effectively stimulating early childhood language skills, where conventional learning media often fail to attract children's interest during the transition from preschool to elementary school. The focus of this study is to analyze the implementation and effectiveness of multimodality-based picture storybooks—which integrate text, images, and other visual elements—in stimulating the language skills of children aged 5–6 years. As a crucial step, this study used a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design on 15 children in group B at Al I'dad An Nuur Kindergarten. Data on children's language skills were collected through observation and documentation before and after the intervention. The main findings showed that the use of multimodality picture storybooks had a significant positive impact. Children became more active in speaking, showed better understanding of the story content, and experienced an increase in the introduction of new vocabulary. In conclusion, multimodality-based picture storybooks have proven to be an effective medium for stimulating early childhood language skills, by creating an interesting, enjoyable learning process that is appropriate to their developmental stage. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini secara efektif, di mana media pembelajaran konvensional seringkali gagal menarik minat anak pada masa transisi PAUD ke SD. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi dan efektivitas buku cerita bergambar berbasis multimodalitas—yang mengintegrasikan teks, gambar, dan elemen visual lainnya—dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak usia 5–6 tahun. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design pada 15 anak kelompok B di TK Al I’dad An Nuur. Data kemampuan bahasa anak dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi sebelum dan sesudah intervensi. Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar multimodalitas memberikan dampak positif yang signifikan. Anak menjadi lebih aktif dalam berbicara, menunjukkan pemahaman isi cerita yang lebih baik, dan mengalami peningkatan dalam pengenalan kosakata baru. Kesimpulannya, buku cerita bergambar berbasis multimodalitas terbukti menjadi media yang efektif untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini, dengan menciptakan proses belajar yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.