cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 39 Documents clear
PROBLEMATIKA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PERAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING (STUDI KUALITATIF DI SLB YAYASAN MITRA ANANDA) Astuti, May Dwi; Nita, Rahma Wira; Putri, Besti Nora Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6755

Abstract

This research is motivated by the various problems faced by children with special needs (ABK), particularly those with intellectual disabilities and autism, at the Autism Foundation Mitra Ananda Special Needs School (SLB), which include learning difficulties and barriers to social interaction. Initial observations indicated concentration problems, writing difficulties, poor conceptual understanding, and aggressive and isolating behavior. The focus of this research is to describe the learning and social problems experienced by ABK and to analyze the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing these issues. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with teachers and parents and direct observation of students. Data analysis utilized data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that ABK experience learning problems such as difficulty concentrating, slow writing, and poor mathematics comprehension. Socially, children with intellectual disabilities exhibit delayed responses but still desire to play, while children with autism tend to be solitary. The main findings revealed that although professional guidance and counseling services were not yet available, the role of guidance and counseling teachers was effectively carried out through praise, educational games, and decision-making guidance. It was concluded that the implementation of these non-professional guidance and counseling services was proven to help increase the independence, self-confidence, and social engagement of children with special needs at school. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai problematika yang dihadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya tunagrahita dan autis, di SLB Yayasan Autis Mitra Ananda, yang mencakup kesulitan belajar dan hambatan interaksi sosial. Observasi awal menunjukkan adanya masalah konsentrasi, kesulitan menulis, pemahaman konsep yang rendah, serta perilaku agresif dan isolasi diri. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika belajar dan sosial yang dialami ABK, serta menganalisis peran pelayanan Bimbingan Konseling (BK) dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan orang tua serta observasi langsung terhadap siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK mengalami problematika belajar seperti sulit konsentrasi, lambat menulis, dan rendahnya pemahaman matematika. Secara sosial, anak tunagrahita menunjukkan respons lambat namun masih berkeinginan bermain, sedangkan anak autis cenderung menyendiri. Temuan utama mengungkap bahwa meskipun layanan BK profesional belum tersedia, perannya telah dijalankan secara efektif oleh guru pendamping melalui pemberian pujian, permainan edukatif, dan bimbingan keputusan. Disimpulkan bahwa implementasi layanan BK non-profesional ini terbukti membantu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, dan keterlibatan sosial ABK di sekolah.
EVALUASI IMPLEMENTASI PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) SEKOLAH MODEL DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS MENGGUNAKAN MODEL CIPP Lestari, Neng Elis Seri; Sapriati, Amalia; Susandi, Ardi Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6814

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the dissemination of the Internal Quality Assurance System (SPMI) in primary schools serving as model schools. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The analysis was carried out using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) to identify supporting factors, constraints, and implementation achievements. The results show that, in the context aspect, the policies and commitment of the model schools form a strong foundation for the dissemination process. In the input aspect, support in terms of human resources, infrastructure, and funding is relatively adequate, although limitations still exist in recipient schools. The process aspect demonstrates a structured program implementation through training, mentoring, and continuous monitoring. In the product aspect, there is an increase in the recipient schools’ understanding of the SPMI concept, and most have successfully implemented the PPEPP cycle (Planning, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement). However, program sustainability still requires strengthened supervision and collaboration between schools. This study recommends the development of more adaptive coaching strategies tailored to the conditions of recipient schools and the optimization of the role of school supervisors. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Sekolah Dasar yang menjadi sekolah model. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk mengidentifikasi faktor pendukung, kendala, serta capaian implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, kebijakan dan komitmen pihak sekolah model menjadi dasar kuat pelaksanaan pengimbasan. Pada aspek input, dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan pendanaan relatif memadai meskipun masih terdapat keterbatasan di sekolah imbas. Aspek proses memperlihatkan pelaksanaan program yang terstruktur melalui pelatihan, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan. Pada aspek produk, terjadi peningkatan pemahaman sekolah imbas terhadap konsep SPMI dan sebagian besar berhasil menerapkan siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Namun, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan supervisi dan kolaborasi antar sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pembinaan yang lebih adaptif terhadap kondisi sekolah imbas serta optimalisasi peran pengawas sekolah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE BERMAIN TANAH LIAT PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B SPS RAMBUTAN 78 Maryana, Maryana; Gunawan, Gunawan; Dahlan, Mukhtar Zaini; Kurniawan, Nurhafid
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6869

Abstract

This research was motivated by the low fine motor skills of group B students at SPS Rambutan 78 Jember. Initial observations showed that the majority of children had difficulty with activities such as cutting and holding a pencil. This condition was caused by monotonous learning methods and a lack of creative media. The focus of this research was to improve the fine motor skills of children aged 5-6 years through the application of clay play. This study used the Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis & McTaggart, conducted in two cycles with 13 children. Data were collected through observation and analyzed descriptively quantitatively. The results showed a significant and progressive increase in fine motor skill achievement. In the pre-cycle stage, the average achievement was only 45.49% (Beginning to Develop). After the intervention in Cycle I, achievement increased to 59.18% (Developing as Expected), and peaked in Cycle II at 76.24% (Developing Very Well). It was concluded that the clay play method was proven effective in improving the fine motor skills of early childhood, successfully achieving the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus siswa kelompok B di SPS Rambutan 78 Jember, di mana observasi awal menunjukkan mayoritas anak kesulitan dalam aktivitas seperti menggunting dan memegang pensil. Kondisi ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan minim media kreatif. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode bermain tanah liat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 13 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan capaian keterampilan motorik halus yang signifikan dan progresif. Pada tahap pra-siklus, rata-rata capaian hanya 45,49% (Mulai Berkembang). Setelah intervensi Siklus I, capaian meningkat menjadi 59,18% (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai puncaknya pada Siklus II dengan 76,24% (Berkembang Sangat Baik). Disimpulkan bahwa metode bermain tanah liat terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini, berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA DINI DI SPS RAMBUTAN 78 Liana, Siti Nur; Gunawan, Gunawan; Dahlan, Mukhtar Zaini; Kurniawan, Nurhafid
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6873

Abstract

This research is motivated by the importance of color recognition as part of early childhood cognitive development. However, initial observations at SPS Rambutan 78 indicate that many children still experience difficulties. This low ability is thought to be due to a lack of varied and engaging learning media. The focus of this research is to improve the ability of 5-6 year old children to recognize colors through the application of PowerPoint-based learning media. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 13 children from Group A at SPS Rambutan 78. Data were collected through observations and child worksheets, then analyzed descriptively and quantitatively. The results showed a significant improvement: the average color recognition ability increased from 46.78% in the pre-cycle (Beginning to Develop), to 63.10% in Cycle I (Developing as Expected), and reached 79.76% in Cycle II (Developing Very Well). These findings demonstrate that the use of interactive and visual PowerPoint media is effective in improving early childhood color recognition abilities. It was concluded that PowerPoint media is an innovative alternative media that successfully improves the quality of learning at SPS Rambutan 78. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan mengenal warna sebagai bagian dari perkembangan kognitif anak usia dini, namun observasi awal di SPS Rambutan 78 menunjukkan banyak anak masih mengalami kesulitan. Rendahnya kemampuan ini diduga akibat kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam mengenal warna melalui penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 13 anak Kelompok A di SPS Rambutan 78. Data dikumpulkan melalui observasi dan lembar kerja anak, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata kemampuan mengenal warna meningkat dari 46,78% pada pra-siklus (Mulai Berkembang), menjadi 63,10% pada Siklus I (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 79,76% pada Siklus II (Berkembang Sangat Baik). Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media PowerPoint yang interaktif dan visual efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna anak usia dini. Disimpulkan bahwa media PowerPoint merupakan alternatif media inovatif yang berhasil meningkatkan mutu pembelajaran di SPS Rambutan 78.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA KELAS VII DI SMP N 1 LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Saputry, Elisa; Wijaya, Wibi; Rahayu, Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6876

Abstract

The 21st century demands that students possess critical thinking, communication, collaboration, and complex problem-solving skills. However, classroom learning is still often dominated by teacher-centered lectures, resulting in low student participation and motivation. This study aims to explore the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model in enhancing students’ engagement, creativity, and understanding in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 1 Lembah Gumanti. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects included the teacher and students of Class VII C, selected using purposive sampling. The findings indicate that the TPS model, implemented through the Think, Pair, and Share stages, effectively increased student participation, critical thinking skills, communication abilities, and self-confidence in expressing opinions. The success of TPS was supported by careful lesson planning, the preparation of teaching modules, student worksheets (LKPD), utilization of supporting media, and teacher guidance. Challenges such as limited time and differences in student abilities could be mitigated through structured teaching strategies. In conclusion, TPS is effective in improving the quality of Social Studies learning and is relevant for application in other classes or subjects. Future research is recommended to combine TPS with other learning models or educational technology to further enhance learning effectiveness. ABSTRAKAbad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, serta menyelesaikan masalah yang kompleks. Sayangnya, praktik pembelajaran di sekolah masih banyak menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru, sehingga mengurangi motivasi belajar dan partisipasi siswa. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 1 Lembah Gumanti. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas VII C, yang dipilih secara purposive agar relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPS melalui tahapan Think, Pair, dan Share berhasil menstimulasi keaktifan siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta rasa percaya diri dalam menyampaikan ide. Keberhasilan ini didukung oleh perencanaan pembelajaran yang terstruktur, penyusunan modul ajar dan lembar kerja peserta didik (LKPD), pemanfaatan media pembelajaran pendukung, serta bimbingan guru secara langsung. Beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat kemampuan siswa, dapat diminimalkan dengan strategi pembelajaran yang sistematis. Secara keseluruhan, TPS terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar di IPS, dan model ini memiliki potensi untuk diterapkan pada kelas atau mata pelajaran lain. Penelitian berikutnya disarankan menggabungkan TPS dengan model pembelajaran lain atau teknologi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa lebih jauh.
PENGARUH METODE FOUR SQUARE WRITING BERBASIS INFOGRAFIS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SAMPANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Fauzan, Ach.; Wibowo, Ari; Aminah, Siti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6967

Abstract

Writing skills are a crucial competency that students must master, particularly in composing biographical texts systematically and engagingly. However, in practice, writing instruction often encounters obstacles such as lack of interest, limited ideas, and difficulty in developing a writing outline. This study aims to determine the effect of the infographic-based Four Square Writing method on the biographical writing skills of tenth-grade students at MAN Sampang in the 2025/2026 academic year. This is a quantitative study with a quasi-experimental design using a cluster sampling technique. The sample consisted of 36 students divided into two groups: an experimental class (X-6), consisting of 18 students who received the infographic-based Four Square Writing method, and a control class (X-5), consisting of 18 students who received the conventional method. Data collection instruments included writing skills tests (pretest and posttest) and a Likert-scale questionnaire to measure students' interest, motivation, understanding of the material, and perceptions of the method's effectiveness. Data analysis was conducted using normality tests, homogeneity tests, independent t-tests, and paired sample t-tests. The results showed that the average posttest score of the experimental group reached 83.33, a significant increase from the pretest score of 54.72. Meanwhile, the control group only increased from 53.33 to 70.28. The Independent Samples T-Test produced a t-value of 4.336 with Sig. (2-tailed) = 0.000 (<0.05), which means there is a significant difference between the two groups. The Paired Samples T-Test showed a significant increase in both groups, but the increase in the experimental group was much higher. The questionnaire responses also showed that the majority of students agreed that this method makes learning more interesting, increases self-confidence, helps understand text structure, and encourages writing independence. ABSTRAKKeterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai siswa, khususnya dalam menyusun teks biografi secara sistematis dan menarik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis seringkali mengalami kendala seperti kurangnya minat, ide yang terbatas, dan kesulitan dalam menyusun kerangka tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Four Square Writing berbasis infografis terhadap keterampilan menulis teks biografi siswa kelas X MAN Sampang tahun pelajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen (X-6) sebanyak 18 siswa yang mendapatkan perlakuan metode Four Square Writing berbasis infografis, dan kelas kontrol (X-5) sebanyak 18 siswa yang menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data meliputi tes keterampilan menulis (pretest dan posttest) dan kuesioner skala Likert untuk mengukur minat, motivasi, pemahaman materi, serta persepsi siswa terhadap efektivitas metode. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, uji-t independen, dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen mencapai 83,33, meningkat signifikan dari nilai pretest 54,72. Sementara itu, kelompok kontrol hanya meningkat dari 53,33 menjadi 70,28. Uji Independent Samples T-Test menghasilkan nilai t = 4,336 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Uji Paired Samples T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua kelompok, namun kenaikan pada kelompok eksperimen jauh lebih tinggi. Respon kuesioner juga memperlihatkan mayoritas siswa setuju bahwa metode ini membuat pembelajaran lebih menarik, meningkatkan kepercayaan diri, membantu memahami struktur teks, serta mendorong kemandirian menulis.
PENGEMBANGAN LMS UNTUK MENDUKUNG MULTIPLE INTELLIGENCES BERBASIS PERSONALISASI Silalahi, Natalia; Bangun, Melly Br.; Ritonga, Rahmilawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7189

Abstract

The development of educational technology requires innovation in learning systems that can accommodate the diversity of student characteristics. This study aims to develop and analyze a personalization system in Learning Management Systems (LMS) to support Multiple Intelligences theory for elementary school children through digital integration of Teele Inventory for Multiple Intelligences (TIMI). The research method uses a Design and Development Research (DDR) approach with stages of needs analysis, system design using digital TIMI adaptation, prototype development, internal functionality testing, and expert validation. Research subjects involved 2 validators: experts in educational technology and software engineering. The development results showed that the "MeLearn" LMS prototype successfully integrated personalization systems with digital TIMI instruments, obtaining an average expert validation score of 4.1 (appropriate category with minor revisions). Internal functionality testing showed a 96.7% success rate with main features including digital TIMI assessment, personalized dashboards, and adaptive content recommendation systems. The prototype is capable of automatically mapping students' Multiple Intelligence profiles and providing learning material recommendations that match dominant intelligence tendencies. This research contributes to the development of adaptive learning technology that is responsive to the diversity of multiple intelligences of elementary school children, although it still requires empirical validation with end users ABSTRAKPerkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi dalam sistem pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menganalisis sistem personalisasi dalam Learning Management System (LMS) untuk mendukung teori Multiple Intelligences pada anak sekolah dasar melalui integrasi digital Teele Inventory for Multiple Intelligences (TIMI). Metode penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research (DDR) dengan tahapan analisis kebutuhan, desain sistem menggunakan adaptasi TIMI digital, pengembangan prototipe, uji fungsionalitas internal, dan validasi ahli. Subjek penelitian melibatkan 2 validator ahli teknologi pendidikan dan rekayasa perangkat lunak. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa prototipe sistem LMS "MeLearn" berhasil mengintegrasikan sistem personalisasi dengan instrumen TIMI digital, memperoleh skor validasi ahli rata-rata 4,1 (kategori layak dengan revisi minor). Uji fungsionalitas internal menunjukkan tingkat keberhasilan 96,7% dengan fitur utama meliputi penilaian TIMI digital, dashboard personalisasi, dan sistem rekomendasi konten adaptif. Prototipe mampu melakukan pemetaan profil Multiple Intelligences siswa secara otomatis dan memberikan rekomendasi materi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pembelajaran adaptif yang responsif terhadap keragaman kecerdasan majemuk anak sekolah dasar, meskipun masih memerlukan validasi empiris dengan pengguna akhir.
PERANCANGAN GAME SIMULASI PENGENALAN PERANGKAT KERAS CPU MENGGUNAKAN APLIKASI SCRATCH 3 PADA SISWA KELAS X TKJ SMK Roziq, Fahrul Arifatul; Fajriani, Alfiah; Razilu, Zila
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7416

Abstract

This study aims to develop an interactive 2D learning media based on Scratch 3 to assist tenth-grade TKJ students at SMKN 1 Kendari in understanding the components of a computer CPU motherboard. The background of this research lies in the low level of student interest in learning computer hardware, as the teaching methods are still predominantly lecture-based and less interactive. Therefore, innovative media are required to provide a more engaging and enjoyable learning experience. The development model employed is ADDIE, which includes the stages of needs analysis, design, media development using Scratch 3, implementation through conversion into HTML and Android application formats, and evaluation through expert validation and user testing. The validation results indicate that the average assessment from media experts reached 85.8% in the good category, while material experts obtained an average score of 87.5% in the very good category. User trials involving 30 students resulted in an overall average score of 89.1% categorized as very good, where the visual aspect achieved 85.0% good, while interactivity, ease of use, clarity of material, device compatibility, and learning motivation reached 90.0% ("very good"). Thus, this learning media is considered feasible for use, effective in enhancing students’ understanding, and has the potential to be further developed by adding automatic evaluation features and expanding the scope of the learning materials. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif 2D berbasis Scratch 3 untuk membantu siswa kelas X TKJ SMKN 1 Kendari dalam memahami komponen motherboard CPU komputer. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dalam mempelajari perangkat keras komputer karena metode pembelajaran masih dominan bersifat ceramah dan kurang interaktif. Untuk itu, diperlukan media inovatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan desain, pengembangan media menggunakan Scratch 3, implementasi melalui konversi ke format HTML dan aplikasi Android, serta evaluasi melalui uji validasi dan uji pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata penilaian ahli media sebesar 85,8% dengan kategori baik, dan ahli materi memperoleh rata-rata 87,5% dengan kategori sangat baik. Uji coba kepada 30 siswa menghasilkan rata-rata keseluruhan 89,1% dengan kategori sangat baik, di mana aspek visual memperoleh 85,0% baik, sementara aspek interaktivitas, kemudahan penggunaan, kejelasan materi, kesesuaian perangkat, dan motivasi belajar mencapai 90,0% (sangat baik). Dengan demikian, media pembelajaran ini dinyatakan layak digunakan, efektif meningkatkan pemahaman siswa, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan fitur evaluasi otomatis dan cakupan materi yang lebih luas.
PENANGGULANGAN STRES ANAK MELALUI PEMBELAJARAN (PAK) KELAS X DI SMA RK SERDANG MURNI LUBUK PAKAM Sembiring, Mimpin; Ginting, Rania Betesda Br; Simbolon, Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7507

Abstract

Stress and the management of student stress are crucial issues in the field of education, especially at the high school level. Grade X students at SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam experience academic stress caused by heavy workloads, grade competition, exam anxiety, and uncertainty about their future education. This stress affects students cognitively, affectively, behaviorally, and physiologically, which in turn disrupts their learning process. This study aims to examine how stress is managed among Grade X students and how Catholic Religious Education (PAK) contributes to the coping process. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects were Grade X students and the Catholic Religion teacher. The findings show that stress management is facilitated through spiritual guidance, moral motivation, and reflective activities such as prayer and sharing, led by the PAK teacher. The PAK learning materials, particularly "I Am a Unique Individual" and "Equality between men and women"  help students to know themselves, accept their uniqueness, and build healthy relationships with others and with God. The PAK teacher also acts as a spiritual companion who encourages students to be more open, optimistic, and faithful in facing academic pressures. Thus, Catholic Religious Education has proven to be an effective means of helping students cope with academic stress in the school environment. ABSTRAKStres dan penanggulangan stres siswa merupakan isu penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat SMA. Siswa kelas X di SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam mengalami tekanan akademik yang berasal dari banyaknya tugas, persaingan nilai, kecemasan menjelang ujian, serta kebingungan menentukan masa depan. Stres ini berdampak pada aspek kognitif, afektif, perilaku, dan fisiologis siswa yang mengganggu proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk penanggulangan stres yang dialami siswa kelas X dan bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) berkontribusi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAK dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan stres dilakukan melalui pendekatan spiritual, motivasi moral, serta kegiatan reflektif dan doa yang dipandu oleh guru PAK. Pembelajaran PAK, khususnya pada materi “Aku Pribadi yang Unik” dan “ kesetaran antara laki-laki dan perempuan” membekali siswa untuk mengenal diri, menerima keunikan mereka, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama dan Tuhan. Guru PAK juga memainkan peran sebagai pendamping rohani yang mendorong siswa untuk lebih terbuka, optimis, dan beriman dalam menghadapi tekanan akademik. Dengan demikian, pembelajaran PAK terbukti efektif menjadi sarana penanggulangan stres siswa di lingkungan sekolah.
ANALISIS KETERBATASAN MEDIA PEMBELAJARAN: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Yuniarto, Eko; Widayanti, Febi Dwi; Rahayuningsih, Sri; Rahmani, Atika Zulfa; Setya, Clarissa Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7508

Abstract

This research is motivated by the crucial role of instructional media in supporting contextual learning. However, many elementary schools in Malang City still face limitations in media resources. Initial observations found that the use of teaching modules without adequate illustrations makes it difficult for students to understand abstract concepts of geometric shapes. The focus of this research is to analyze these media limitations and identify effective solutions to improve student understanding. This research used a qualitative approach with a case study design, involving students, teachers, and the principal. Data were collected through interviews, observations, document studies, and questionnaires, which were then analyzed using thematic analysis. The results confirmed that the limitations of visual media make it difficult for students to differentiate, illustrate, and draw geometric shapes. The main finding is that the implementation of creative and technological solutions, such as the use of posters, animated videos, the creation of geometric shape miniatures, and GeoGebra software, proved effective in improving student understanding, creativity, and engagement. It is concluded that technological adaptation and a variety of instructional media are crucial for overcoming the limitations of contextual learning of abstract material and developing 21st-century skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran media pembelajaran dalam mendukung pembelajaran kontekstual, namun kenyataannya banyak sekolah dasar di Kota Malang masih menghadapi keterbatasan media. Observasi awal menemukan bahwa penggunaan modul ajar tanpa ilustrasi memadai menyebabkan siswa kesulitan memahami konsep abstrak bangun ruang. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis keterbatasan media tersebut dan mengidentifikasi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa keterbatasan media visual menyebabkan siswa kesulitan membedakan, mengilustrasikan, dan menggambar bangun ruang. Temuan utama adalah bahwa penerapan solusi kreatif dan teknologi, seperti penggunaan poster, video animasi, pembuatan miniatur bangun ruang, dan perangkat lunak Geogebra, terbukti efektif meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa adaptasi teknologi dan variasi media pembelajaran sangat penting untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran kontekstual materi abstrak dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.

Page 2 of 4 | Total Record : 39