cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
ANALISIS KONTEN DALAM GALERI RASULULLAH di MASJID AL- JABBAR SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH DALAM MATA PELAJARAN PAI Muhammad Wahyu Daffa Dien; Udin Supriadi; Mohamad Rindu Fajar Islamy
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8026

Abstract

This research aims to analyze the content contained in the Rasulullah Gallery at the Al-Jabbar Mosque, one of the well-known mosques in West Java, especially in Gedebage District, Bandung City. This research also examines the relevance of gallery content as history teaching material in Islamic Religious Education (PAI) subjects. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the main data was obtained through direct observation at the Rasulullah Gallery, interviews with gallery managers, visitors and education experts. This research is also supported by secondary data in the form of gallery catalog documents, literature on the history of the Prophet, as well as literature reviews from books, journals and articles related to history teaching methods in PAI subjects. The collected data was analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the Rasulullah Gallery presents educational content that is relevant to PAI's Basic Competency and Competency Standards (SKKD). Apart from that, this gallery has the potential to become an interactive history learning medium that can increase students' understanding of the history of the Prophet. This research recommends integrating the Rasulullah Gallery into PAI learning to enrich students' learning experiences. Thus, the Rasulullah Gallery can function as an effective learning resource in supporting the learning of Islamic history. ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konten yang terdapat pada Galeri Rasulullah di Masjid Al-Jabbar, sebuah masjid yang cukup dikenal luas di Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Penelitian ini juga menilai relevansi konten galeri tersebut sebagai materi ajar sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, data utama diperoleh melalui observasi langsung di Galeri Rasulullah, wawancara dengan Tim kreatif Pt.Sembilan Matahari,  murid dan ahli pendidikan. Penelitian ini juga didukung oleh data sekunder berupa dokumen katalog galeri, literatur tentang sejarah Rasulullah, serta kajian pustaka dari buku, jurnal, dan artikel terkait metode pengajaran sejarah dalam PAI. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galeri Rasulullah menyajikan konten edukatif yang relevan dengan Capaian Pembelajaran. Selain itu, galeri ini memiliki potensi sebagai media pembelajaran sejarah interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah Rasulullah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Galeri Rasulullah ke dalam pembelajaran PAI untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Dengan demikian, Galeri Rasulullah dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang efektif dalam mendukung pembelajaran sejarah Islam  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI FLASHCARD SUKU KATA DI TK Maulida Maulida; Akmillah Ilhami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8244

Abstract

Mastery of early reading skills is a crucial foundation for early childhood cognitive and literacy development, especially during the golden phase of 5–6 years of age. Unfortunately, the actual conditions at Aisyah Muara Penimbung Islamic Kindergarten indicate an urgent need for improvement, with initial observations recording a concerning classical achievement of 38.3%. The majority of children, namely 9 out of 12 subjects, failed to achieve the Developing According to Expectations criteria because previous teaching methods, which were limited to textbooks and letter blocks, were deemed less interactive. To address this stagnation, classroom action research was implemented through two systematic cycles of the Kemmis & McTaggart model, integrating syllabic flashcards as the primary intervention. This approach aims to stimulate children's visual and cognitive aspects through meaningful play. The intervention results proved highly effective, marked by a consistent surge in the success rate: from 52.2% in the first cycle, it shot up significantly to 80.7% by the end of the second cycle. This achievement not only exceeded the target success indicator of 75%, but also qualitatively improved children's competence in identifying letter symbols, pronouncing syllables, and understanding the meaning of words, while also confirming the validity of flashcard media as an innovative solution in basic literacy learning. ABSTRAK Penguasaan kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam perkembangan kognitif dan literasi anak usia dini, terutama pada fase emas usia 5–6 tahun. Sayangnya, kondisi faktual di TK Islam Aisyah Muara Penimbung menunjukkan adanya urgensi perbaikan, di mana hasil observasi awal mencatat capaian klasikal yang memprihatinkan sebesar 38,3%. Mayoritas anak, yakni 9 dari 12 subjek, gagal mencapai kriteria Berkembang Sesuai Harapan karena metode pengajaran sebelumnya yang terbatas pada buku paket dan balok huruf dianggap kurang interaktif. Guna mengatasi stagnasi ini, penelitian tindakan kelas diterapkan melalui dua siklus sistematis model Kemmis & McTaggart dengan mengintegrasikan media flashcard suku kata sebagai intervensi utama. Pendekatan ini bertujuan merangsang aspek visual dan kognitif anak melalui permainan yang bermakna. Hasil intervensi terbukti sangat efektif, ditandai dengan lonjakan persentase keberhasilan yang konsisten: dari 52,2% pada siklus pertama, melesat signifikan hingga menembus angka 80,7% pada akhir siklus kedua. Capaian ini tidak hanya melampaui target indikator keberhasilan 75%, tetapi juga secara kualitatif meningkatkan kompetensi anak dalam mengidentifikasi simbol huruf, melafalkan suku kata, serta memahami makna kata, sekaligus mengukuhkan validitas media flashcard sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran literasi dasar.
PENGARUH GAMIFIKASI KAHOOT TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE K-MEANS CLUSTERING Reza Prastyono; Al-Khowarizmi Al-Khowarizmi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8398

Abstract

This study examines the effectiveness of Kahoot! as an interactive learning medium for improving English learning outcomes among fifth-grade students at Satit Phattanawitya Yala, Thailand, and further classifies students’ achievement levels using the K-Means Clustering method. A quantitative approach with a quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed, involving 63 students divided into an Experimental Group (31 students) receiving Kahoot!-based instruction and a Control Group (32 students) receiving conventional instruction. Learning outcome data were analyzed using t-tests, N-Gain calculations, and K-Means clustering to identify patterns of performance improvement. The findings indicate that the Experimental Group achieved significantly higher posttest scores (M = 86.65; SD = 5.21) than the Control Group (M = 74.59; SD = 3.45), with t = 10.860 and p < 0.05. K-Means analysis classified students in the Experimental Group into three categories: High Performers (19.4 percent), Medium Performers (58.1 percent), and Low Performers (22.6 percent), reflecting a more optimal distribution of improvement compared to the control group. The N-Gain values further demonstrate medium–high effectiveness for the Experimental Group (61.63 percent) and low effectiveness for the Control Group (27.60 percent), while Cohen’s d = 2.737 signifies a very strong effect size. These results confirm that Kahoot! significantly enhances English learning outcomes and produces a more progressive performance distribution than conventional instructional methods. ABSTRAK Studi ini menganalisis efektivitas penggunaan Kahoot! sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 5 di Satit Phattanawitya Yala, Thailand, serta melakukan klasifikasi tingkat pencapaian siswa menggunakan metode K-Means Clustering. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain kuasi-eksperimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, melibatkan 63 siswa yang terbagi menjadi Kelompok Eksperimen (31 siswa) yang menerima pembelajaran berbasis Kahoot! dan Kelompok Kontrol (32 siswa) yang belajar dengan metode konvensional. Data hasil belajar dianalisis melalui uji-t, perhitungan N-Gain, dan pengelompokan K-Means untuk mengidentifikasi pola peningkatan capaian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pascates kelompok eksperimen (M = 86,65; SD = 5,21) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (M = 74,59; SD = 3,45), dengan nilai t = 10,860 dan p < 0,05. Analisis K-Means mengklasifikasikan siswa kelompok eksperimen ke dalam tiga kategori performa, yaitu Performer Tinggi (19,4%), Performer Sedang (58,1%), dan Performer Rendah (22,6%), yang merefleksikan sebaran peningkatan capaian yang lebih optimal dibandingkan kelompok kontrol. Perhitungan N-Gain juga menunjukkan efektivitas sedang–tinggi pada kelompok eksperimen (61,63%) dan efektivitas rendah pada kelompok kontrol (27,60%), sedangkan nilai Cohen’s d = 2,737 mengindikasikan besaran efek yang sangat kuat. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Kahoot! secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris dan menghasilkan distribusi performa siswa yang lebih progresif dibandingkan metode konvensional.  
ANALISIS TANTANGAN DAN STRATEGI E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN (PAI) DI ERA DIGITAL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Zakiyatun Nufus Aulia Rusliana; Koderi Koderi; Fitriani Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8447

Abstract

The development of digital technology and the acceleration of online learning in the post-pandemic era have encouraged the implementation of e-learning in Islamic Religious Education (IRE). However, its implementation still faces a gap between pedagogical potential and practical realities in the field. This study aims to identify the main challenges, recommended e-learning strategies, and the impact of e-learning implementation on students’ understanding of learning materials, learning motivation, and the formation of Islamic character. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA, with the assistance of the Covidence application. The review process includes the formulation of three research questions, the determination of inclusion and exclusion criteria, literature searches in the Scopus and Publish or Perish databases, duplicate removal, title–abstract and full-text screening, quality assessment (QA1–QA3), and data synthesis. Out of 198 articles published between 2020 and 2025, 16 articles were deemed eligible for analysis. The findings indicate that e-learning has the potential to enhance students’ understanding of Islamic concepts and learning outcomes through the use of videos, interactive quizzes, and digital materials, as well as to increase students’ motivation and engagement through interactivity and gamification. The main challenges identified include technical aspects, such as limited internet access and infrastructure, and non-technical aspects, such as low digital literacy, insufficient teacher training, student motivation, and policy support. This study emphasizes that the effectiveness of e-learning in IRE can be achieved through the utilization of Learning Management Systems (LMS) enriched with interactive media and gamification, accompanied by the strengthening of teachers’ digital competencies and equitable infrastructure development to ensure sustainable implementation and value-oriented learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan percepatan pembelajaran daring pascapandemi mendorong penerapan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara potensi pedagogis dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama, strategi e-learning yang direkomendasikan, serta dampak penerapannya terhadap pemahaman materi, motivasi belajar, dan pembentukan karakter Islami peserta didik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berpedoman pada PRISMA dengan bantuan aplikasi Covidence. Proses kajian meliputi perumusan tiga research questions, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, penelusuran literatur pada basis data Scopus dan Publish or Perish, penghapusan duplikasi, screening judul–abstrak dan full-text, penilaian kualitas (QA1–QA3), serta sintesis data. Dari 198 artikel publikasi periode 2020–2025, sebanyak 16 artikel dinyatakan layak dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-learning berpotensi meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan hasil belajar melalui pemanfaatan video, kuis interaktif, dan materi digital, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui interaktivitas dan gamifikasi. Adapun tantangan utama yang ditemukan meliputi aspek teknis, seperti keterbatasan akses internet dan infrastruktur, serta aspek non-teknis, seperti rendahnya literasi digital, minimnya pelatihan guru, motivasi siswa, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas e-learning PAI dapat dicapai melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang diperkaya media interaktif dan gamifikasi, disertai penguatan kompetensi guru serta pemerataan infrastruktur agar implementasi pembelajaran tetap berkelanjutan dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.  
PEMETAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROYEK PADA KELAS VIII SMP Abdi Ajar Susilo; Memet Sudaryanto; Vera Krisnawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8538

Abstract

This Study aims to describe the implementation of project-based learning in Indonesian language instruction for eighth-grade students at public junior high schools in Purwokerto during the 2024/2025 academic year. The research was conducted in ten public junior high schools in Purwokerto, with one teacher form each school serving as a research respondent. This study employed a qualitative approach in the form of a case study. Data were collected through interviews, documentation, and observation. The data analysis technique used an interactive model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that eighth-grade teachers from the ten public junior high schools in Purwokerto have implemented project-based learning. The learning materials implemented include popular scientific articles, poetry, observation report texts, as well as advertisements, slogans, and posters. Teachers carried out project-based learning activities through the stages of introduction, core activities, and closing. The project stages were also implemented comprehensively, including: (1) determining essential questions; (2) designing project plans; (3) developing project schedules; (4) monitoring project implementation; (5) assessing project outcomes; and (6) evaluating learning experiences. Overall, the projects implemented by teachers at public junior high schools in Purwokerto are aligned with the characteristics of the project-based learning model and the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis proyek pada kelas VIII SMP Negeri di Purwokerto Tahun Ajar 2024/2025. Penelitian dilakukan di 10 SMP Negeri di Purwokerto dengan masing-masing sekolah terdapat satu guru sebagai responden penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru kelas VIII dari sepuluh SMP Negeri di Purwokerto melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Sebaran materi yang guru implementasikan di antaranya adalah artikel ilmiah populer, puisi, teks laporan hasil observasi, serta iklan, slogan, dan poster. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Tahapan proyek juga dilaksanakan guru secara lengkap yang meliputi: (1) menentukan pertanyaan mendasar; (2) mendesain perencanaan proyek; (3) menyusun jadwal proyek; (4) mengawasi pelaksanaan proyek; (5) melakukan penilaian hasil; dan, (6) evaluasi pengalaman. Secara keseluruhan proyek yang dilakukan guru SMP Negeri di Purwokerto sudah sesuai dengan karakteristik model dan kurikulum merdeka.  
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPAS DI ERA DIGITAL MELALUI PENDEKATAAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Tri Unggul Sari Asih; Akhmad Dalil Rohman; Uki Adi Prasetiya; Umi Mahmudah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8629

Abstract

The transformation of education in the digital era requires IPAS learning in elementary schools to move beyond conventional approaches and to foster students’ scientific literacy, critical thinking, and learning independence as essential 21st-century competencies. However, various reports and research findings indicate that the scientific literacy of Indonesian elementary school students remains relatively low, while classroom learning practices are still dominated by lecturing and rote memorization with limited and suboptimal use of technology. This condition highlights the need for more meaningful, contextual, and student-centered learning approaches. This study focuses on examining the application of the Deep Learning approach in IPAS learning as a strategy to enhance scientific literacy and learning independence among elementary school students. The study employed a library research method with a qualitative approach, involving the identification, selection, and analysis of various literature sources, including books, national and international journal articles, and relevant research reports published over the past ten years. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify patterns, concepts, and key findings related to Deep Learning, scientific literacy, and learning independence. The results indicate that the Deep Learning approach, implemented through problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, and blended learning strategies supported by interactive digital media, has the potential to increase student engagement, understanding of scientific concepts, the ability to analyze scientific phenomena, and learning independence. The findings conclude that the Deep Learning approach is relevant and has strong potential for implementation in elementary school IPAS learning, provided that it is supported by teacher readiness, adequate facilities and infrastructure, and systematic instructional planning to ensure optimal impact on improving students’ scientific literacy and learning independence. ABSTRAK Transformasi pendidikan di era digital menuntut pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak lagi bersifat konvensional, tetapi mampu mengembangkan literasi sains, berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, berbagai laporan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih relatif rendah, sementara praktik pembelajaran di kelas masih didominasi metode ceramah dan hafalan dengan pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini berfokus pada kajian penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran IPAS sebagai strategi untuk meningkatkan literasi sains dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran, seleksi, dan analisis berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama terkait Deep Learning, literasi sains, dan kemandirian belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning, melalui strategi problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, dan blended learning yang didukung media digital interaktif, berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep sains, kemampuan analisis fenomena ilmiah, serta kemandirian belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Deep Learning relevan dan potensial diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, dengan catatan diperlukan kesiapan guru, dukungan sarana prasarana, serta perencanaan pembelajaran yang sistematis agar implementasinya memberikan dampak optimal terhadap peningkatan literasi sains dan kemandirian belajar siswa.  
ANALYTICAL (C4) LEARNING OUTCOMES IN IRE: IMPLEMENTING THE TTW MODEL BASED ON RTE Dea Putry Apfrilia; Agus Pahrudin; Era Octafiona; Baharudin Baharudin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8659

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in Vocational High Schools (SMK) should not merely focus on the acquisition of religious knowledge, but also emphasize the development of higher-order thinking skills, particularly analytical thinking at the C4 cognitive level. However, learning outcomes in IRE at SMK SMTI Bandar Lampung remain relatively low, especially in tasks requiring analytical reasoning, largely due to conventional instructional practices that provide limited opportunities for active student engagement. This study aimed to examine the effectiveness of the Think Talk Write (TTW) learning model integrated with the Rotating Trio Exchange (RTE) strategy in improving students’ learning outcomes in IRE at the C4 cognitive level. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a post-test only control group design. The research sample consisted of two classes: an experimental class taught using the TTW model based on RTE and a control class receiving conventional instruction. Data were collected using a multiple-choice test designed to assess students’ analytical skills (C4). Data analysis involved normality testing, homogeneity testing, the Independent Samples t-test, and the Mann–Whitney test. The analysis results indicate that the data did not meet the assumptions of normality and homogeneity; however, a statistically significant difference in learning outcomes was found between the experimental and control groups (p < 0.05). These results demonstrate that the TTW–RTE model significantly improves students’ analytical thinking skills in IRE. Therefore, the TTW–RTE model can be considered an effective HOTS-oriented instructional alternative for improving analytical abilities among vocational high school students. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) idealnya tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan menganalisis pada level kognitif C4. Namun, kenyataan di SMK SMTI Bandar Lampung menunjukkan bahwa hasil belajar PAI masih rendah, terutama pada soal-soal yang menuntut kemampuan analitis, akibat pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Think Talk Write (TTW) yang dipadukan dengan strategi Rotating Trio Exchange (RTE) dalam meningkatkan hasil belajar PAI dalam ranah kognitif C4. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe post-test only control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yakni kelas eksperimen menerapkan model TTW berbasis RTE sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur kemampuan analisis siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-Test, serta uji Mann–Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas, namun terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model TTW berbasis RTE secara signifikan meningkatkan keahlian analitis siswa pada pembelajaran PAI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model TTW berbasis RTE efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran PAI berbasis HOTS, khususnya guna meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa SMK.
DIGITALISASI PENGEMBANGAN HUMA GANTUNG DAN PEMANFAATAN EQUALIZER DALAM ASESMEN AWAL KESIAPAN BELAJAR SISWA SMKN-2 KASONGAN Ria Martallata; Iin Nurbudiyani; Ady Ferdian Noor
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8719

Abstract

This study aims to address the gap in basic drawing skills among tenth-grade Building Information Modeling and Design (DPIB) students at SMK Negeri 2 Kasongan through the development of a tiered learning strategy, HUMA GANTUNG, and an initial assessment instrument using a digital equalizer. The problem stems from varying student competencies in reading drawings, understanding standard measurements, and using scales, which hinder mastery of essential material. Using a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, this study involved students, teachers, and expert material and media validators. The development process included needs analysis, material design from concrete to abstract, digital-based product development, phased implementation, and evaluation. The findings indicate that HUMA GANTUNG effectively facilitates a systematic learning flow, supported by a digital equalizer that comprehensively maps students' learning readiness profiles. Expert validation results indicated product feasibility with scores of 81–85%, while practicality tests reached 88–95%. The effectiveness test significantly increased the average score from 79 (pre-test) to 95 (post-test) with an N-gain of 0.8367 (high category), as well as a jump in material comprehension from 60% to 100%. It was concluded that the integration of HUMA GANTUNG and a digital equalizer is a feasible, practical, and effective solution for improving the readiness and learning outcomes of vocational students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kemampuan dasar menggambar siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 2 Kasongan melalui pengembangan strategi pembelajaran berjenjang HUMA GANTUNG dan instrumen asesmen awal equalizer digital. Latar belakang masalah berakar pada variasi kompetensi siswa dalam membaca gambar, memahami ukuran standar, dan menggunakan skala yang menghambat penguasaan materi esensial. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, penelitian ini melibatkan siswa, guru, serta validator ahli materi dan media. Proses pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan materi dari konkret ke abstrak, pengembangan produk berbasis digital, implementasi bertahap, dan evaluasi . Temuan menunjukkan bahwa HUMA GANTUNG efektif memfasilitasi alur belajar yang sistematis, didukung oleh equalizer digital yang mampu memetakan profil kesiapan belajar siswa secara komprehensif. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan produk dengan skor 81–85%, sementara uji kepraktisan mencapai 88–95%. Secara signifikan, uji efektivitas memperlihatkan peningkatan nilai rata-rata dari 79 (pre-test) menjadi 95 (post-test) dengan N-gain 0,8367 (kategori tinggi), serta lonjakan pemahaman materi dari 60% menjadi 100%. Disimpulkan bahwa integrasi HUMA GANTUNG dan equalizer digital merupakan solusi layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kesiapan serta hasil belajar siswa vokasi.    
LITERASI KEUANGAN SISWA DAN PENGELOLAAN UANG SAKU DI SMA Yunita Sulastri; Daroe Iswatiningsih
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8787

Abstract

Financial literacy is an essential competency for the younger generation to face the dynamics of the digital economy, but currently there is still a wide gap between the level of conceptual knowledge and the actual practice of pocket money management among teenagers. The focus of this research problem is to analyze the in-depth relationship between financial literacy and pocket money management behavior among 10th grade students of SMA Mu'allimin Muhammadiyah West Lombok in the Islamic boarding school education ecosystem. This study uses a quantitative approach with an exploratory correlational design to twenty respondents through a saturated sampling technique. The systematic research stages involved distributing a five-point Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability, followed by data analysis using descriptive statistics and Spearman's correlation test. The results showed an average financial literacy score of 23.40 and a pocket money management score of 6.50. Quantitative findings revealed a very strong and significant positive relationship between the two variables with a Spearman correlation coefficient value of 0.974 at a significance level of 0.000. The main conclusion confirms that mastery of financial concepts, positive attitudes, and access to information play a crucial role in shaping students' financial behavior that is much more planned, responsible, and rational. This study suggests the integration of financial education programs based on real economic behavior habits in schools to strengthen students' financial independence in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kompetensi esensial bagi generasi muda guna menghadapi dinamika ekonomi digital, namun saat ini masih terdapat kesenjangan lebar antara tingkat pengetahuan konseptual dan praktik nyata pengelolaan uang saku di kalangan remaja. Fokus masalah penelitian ini adalah menganalisis kaitan mendalam antara literasi keuangan dengan perilaku pengelolaan uang saku pada siswa kelas X SMA Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat dalam ekosistem pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksploratif terhadap dua puluh responden melalui teknik sampling jenuh. Tahapan penelitian sistematis melibatkan penyebaran kuesioner skala Likert lima poin yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata literasi keuangan sebesar 23,40 dan skor pengelolaan uang saku sebesar 6,50. Temuan kuantitatif mengungkap adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,974 pada taraf signifikansi 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa penguasaan konsep keuangan, sikap positif, serta akses informasi berperan sangat krusial dalam membentuk perilaku finansial siswa yang jauh lebih terencana, bertanggung jawab, dan rasional. Studi ini menyarankan integrasi program pendidikan keuangan berbasis pembiasaan perilaku ekonomi nyata di sekolah guna memperkuat kemandirian finansial siswa secara komprehensif serta berkelanjutan.  
ANALISIS PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL dALAM MENGATASI TANTANGAN RENDAHNYA KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI TREN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII Sahrul Muzekki; Linda Ramadhanty Januar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8894

Abstract

The use of audiovisual media plays a crucial role in enhancing students' listening skills in Indonesian language learning. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, was the location of this quasi-experimental research, focusing on improving the listening skills of 8th-grade students in understanding story content presented through audiovisual media. This study aims to describe the effect of using audiovisual media on listening skills and compare the learning outcomes of students taught using audiovisual media with those taught without it. The research employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The subjects were 30 8th-grade students of SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, consisting of 15 students in the experimental class and 15 students in the control class. Data collection techniques used objective multiple-choice tests and documentation. Data analysis was performed statistically using validity, reliability, normality, homogeneity tests, and Paired-Samples T Test with SPSS 26. The results showed that the use of audiovisual media had a significant impact on students' listening skills. The average score of the experimental class increased from 59.5 in the pretest to 75.2 in the posttest, while the control class only increased from 48 to 53.8. This proves that audiovisual media can attract students' attention, create a more interactive learning atmosphere, and make it easier for students to understand story content compared to lecture methods or audio media alone. Therefore, audiovisual media is proven effective in improving students' listening skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penggunaan media audio visual memegang peran penting dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, menjadi lokasi penelitian kuasi eksperimen ini dengan fokus pada peningkatan kemampuan siswa kelas VIII dalam memahami isi cerita yang disajikan melalui audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak serta membandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan yang diajar tanpa media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, terdiri dari 15 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif pilihan ganda dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta uji Paired-Samples T Test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa. Rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 59,5 pada pretest menjadi 75,2 pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 48 menjadi 53,8. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual mampu menarik perhatian siswa, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta memudahkan siswa memahami isi cerita dibandingkan metode ceramah atau media audio saja. Dengan demikian, media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.