cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS NARASI SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR Dhiyaun Nadhira
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8895

Abstract

The low reading literacy of Indonesian students, as reflected in the 2022 PISA rankings and the 2020 Minimum Competency Assessment (AKM) results, demands effective learning interventions, particularly in understanding complex narrative texts. This study aims to evaluate the effectiveness of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model in improving fifth-grade elementary school students' narrative reading comprehension skills through the Systematic Literature Review (SLR) method. By analyzing 12 carefully selected articles published between 2020 and 2024, the study's findings consistently demonstrate that the implementation of CIRC contributes significantly to improving students' understanding of narrative elements such as plot, characters, and moral messages. The model's effectiveness is further enhanced when combined with visual media such as picture books and a multimodal approach, and supported by students' reading habits. It is concluded that CIRC is a potential cooperative learning strategy to address literacy deficits by encouraging active interaction and in-depth understanding. Therefore, it is recommended for widespread implementation in the Indonesian language curriculum in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya literasi membaca siswa Indonesia, sebagaimana tercermin dalam peringkat PISA 2022 dan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) 2020, menuntut adanya intervensi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam memahami teks narasi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks narasi siswa kelas V sekolah dasar melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Dengan menganalisis 12 artikel terbitan 2020–2024 yang telah diseleksi secara ketat, temuan studi ini secara konsisten menunjukkan bahwa penerapan CIRC berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa pada unsur-unsur naratif seperti alur, tokoh, dan pesan moral. Efektivitas model ini semakin optimal ketika dipadukan dengan media visual seperti buku cerita bergambar dan pendekatan multimodal, serta didukung oleh kebiasaan membaca siswa. Disimpulkan bahwa CIRC merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang potensial untuk mengatasi defisit literasi dengan mendorong interaksi aktif dan pemahaman mendalam, sehingga direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam kurikulum Bahasa Indonesia di sekolah dasar.  
PENGARUH KURIKULUM BERJENJANG TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN: STUDI KASUS SPESIALISASI MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA Yola Aprilia Mushlihah; Khansa Dzikri Aulia Farah; Mahayoni Zaenab Satrianing Khotimah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8896

Abstract

Higher education in Indonesia faces significant challenges in ensuring its curriculum is relevant to the needs of the workplace, particularly for prospective Islamic Religious Education (PAI) teachers. While the PAI curriculum at State Islamic Religious Colleges (PTKIN) is generally general, UIN Raden Mas Said Surakarta adopts a unique approach with specialized courses based on educational level (MI, MTs, and MA). This study aims to investigate the impact of this tiered curriculum on the professional competence and work readiness of PAI graduates. Using a qualitative case study method, the research involved in-depth interviews with university officials and employed alumni to obtain comprehensive data. The results indicate that the tier-specific curriculum significantly contributes to improving the pedagogical, professional, and personal competencies of graduates. Alumni feel more prepared and confident in teaching material appropriate to their assigned educational level. These findings confirm that innovation in curriculum design, such as that implemented at UIN Raden Mas Said Surakarta, is highly urgent as a model for addressing the gap between higher education and the needs of the workplace. It is recommended that other PTKIN consider implementing a similar curriculum model to improve the quality and relevance of their graduates in the workforce. ABSTRAK Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam memastikan kurikulumnya relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Umumnya kurikulum PAI di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersifat umum, namun UIN Raden Mas Said Surakarta mengadopsi pendekatan unik dengan spesialisasi mata kuliah berdasarkan jenjang pendidikan (MI, MTs, dan MA). Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak kurikulum berjenjang tersebut terhadap kompetensi profesional dan kesiapan kerja lulusan PAI. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan pihak kampus dan alumni yang telah bekerja, untuk mendapatkan data komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum spesifik perjenjang secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, dan personal lulusan. Alumni merasa lebih siap dan percaya diri dalam mengajar materi yang sesuai dengan jenjang pendidikan di mana mereka ditempatkan. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi dalam desain kurikulum, seperti yang diterapkan di UIN Raden Mas Said Surakarta, memiliki urgensi tinggi untuk menjadi model dalam mengatasi kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Disarankan agar PTKIN lain dapat mempertimbangkan adopsi model kurikulum serupa untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan mereka di dunia kerja.  
PENGARUH KOMPETENSI GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SD KELAS VI DI KECAMATAN BAYAN Widiastuti Widiastuti; Farikah Farikah; Septian Aji Permana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8897

Abstract

Students’ learning motivation is a crucial factor that encourages them to actively participate throughout the learning process; however, this motivation may descrease when teachers’ competence is low and the learning environment lacks sufficient support. The purpose of this study is to test the hypothesis regarding the impact of teacher competence and the learning environment on the learning motivation of sixth-grade elementary school students in Bayan District, Purworejo, both partially and simultaneously. This research employs a quantitative method with a cluster random sampling technique conducted in four elementary schools as research sites. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using t-tests, F-tests, and the coefficient of determination with SPSS version 25. The results indicate that: (1) teacher competence has a positive effect on learning motivation, with t-value of 6.568 > t-table 1.983 and a coefficient of determination of 33.8%; (2) the learning environment has a positive effect on learning motivation, with t-value of 6.986 > t- table 1.983 and a partial determination coefficient of 36.4%; and (3) teacher competence and the learning environment jointly have a positive effect on learning motivation, with F- value of 62.187 > F- table 3.09 and a coefficient of determination of 55.7%. Based on these findings, it can be concluded that the higher the influence of teacher competence and the learning environment, either individually or jointly, the higher the learning motivation of sixth-grade elementary school students in Bayan District. ABSTRAK Motivasi belajar siswa merupakan faktor yang dapat mendorong mereka untuk senantiasa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung, tetapi hal ini dapat menurun apabila kompetensi yang dimiliki guru rendah dan kurangnya dukungan dari lingkungan belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh kompetensi guru dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa SD kelas VI di Kecamatan Bayan, Purworejo, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik cluster random sampling pada empat sekolah dasar sebagai lokasi penelitian. Data diperoleh melalui penyebaran kuesiner dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi pada aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini, yaitu: (1) terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi guru terhadap motivasi belajar dengan nilai thitung 6,568 > ttabel 1,983 dan nilai koefisien determinasi sebesar 33,8%, (2) terdapat pengaruh yang positif antara lingkungan belajar terhadap motivasi belajar dengan nilai hasil thitung 6,986 > ttabel 1,983 dan nilai koefisien determinasi parsial sebesar 36,4%, dan (3) terdapat pengaruh positif antara kompetensi guru dan lingkungan berlajar terhadap motivasi belajar dengan hasil berupa nilai Fhitung sebesar 62,187 > dari Ftabel 3,09 dan nilai koefisien determinasi 55,7%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengaruh yang diberikan oleh variabel kompetensi guru dan lingkungan belajar, baik secara mandiri maupun secara bersama-sama, maka semakin tinggi juga pengaruh yang diterima oleh motivasi belajar siswa SD kelas VI di Kecamatan Bayan.
MEASURING THE IMPACT OF JIGSAW TECHNIIQUE FOR COMMUNITY LANGUAGE LEARNING IN DIPLOMA OF MEDICAL EDUCATION: A FUTURE CHALLENGE ENGLISH STUDY Lalu Dwi Satria Ardiansyah; Yan Reiza Permana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8899

Abstract

Modern medical education demands a shift from passive to active learning to build professional competence, yet EFL students in Indonesia often face significant barriers to speaking skills, such as limited vocabulary and low self-confidence. This quasi-experimental study aimed to evaluate the impact of implementing the Jigsaw technique in Community Language Learning (CLL) on the speaking skills of Diploma students, focusing on vocabulary, accuracy, fluency, and pronunciation. The study involved 48 Bima International University students who were randomly divided into a control group (N=20) and a Jigsaw experimental group (N=28). The study used a mixed-methods design integrating quantitative testing and classroom observations. The data analysis revealed a statistically significant difference favoring the Jigsaw group, with students in this group demonstrating significantly better speaking performance than the control group across all tested competencies. These findings confirm that the Jigsaw CLL technique is effective in improving oral proficiency, transforming students into active learners, and reducing communication anxiety. Therefore, this method is recommended as an essential pedagogical strategy for improving the quality of English language learning in medical education contexts. ABSTRAK Pendidikan medis modern menuntut pergeseran dari pembelajaran pasif ke aktif untuk membangun kompetensi profesional, namun mahasiswa EFL di Indonesia sering menghadapi kendala signifikan dalam keterampilan berbicara, seperti keterbatasan kosa kata dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian kuasi-eksperimental ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknik Jigsaw dalam Community Language Learning (CLL) terhadap kemampuan berbicara mahasiswa Diploma, dengan fokus pada aspek kosa kata, akurasi, kelancaran, dan pengucapan. Studi ini melibatkan 48 mahasiswa Universitas Bima Internasional yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol (N=20) dan kelompok eksperimen Jigsaw (N=28), menggunakan desain metode campuran yang mengintegrasikan tes kuantitatif dan observasi kelas. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan yang mengunggulkan kelompok Jigsaw, di mana mahasiswa dalam kelompok ini menunjukkan kinerja berbicara yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh kompetensi yang diuji. Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknik Jigsaw CLL efektif dalam meningkatkan kemahiran lisan, mengubah mahasiswa menjadi pembelajar aktif, serta mengurangi kecemasan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai strategi pedagogis esensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks pendidikan medis.    
ANALISIS PERBANDINGAN KURIKULUM INDONESIA DAN NEGARA MAJU DALAM KONTEKS KUALITAS PEMBELAJARAN Alif Tulusiyah Anggraini; Anggi Nur Afiyah; Erna Milosopa; Ni Gusti Ayu Putu Widiastari; Theresia Henlong; Salsabila Annisa Fitri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8900

Abstract

Basic education is a crucial foundation for the quality of student learning, but cross-national literature indicates that educational success is determined more by consistent implementation and a teacher support ecosystem than simply by the completeness of curriculum documents. This study aims to compare the characteristics, philosophies, and success factors of basic education curricula in Indonesia, Singapore, and Japan, with a focus on their impact on learning quality. Using the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA protocol, this study examined 20 selected journal articles from 2015–2025 that had passed due diligence and quality assessment. Thematic analysis grouped the findings into aspects of curriculum orientation, teacher development, character internalization, and technology integration. The synthesis revealed that Singapore implements curriculum efficiency by reducing content breadth for the sake of conceptual depth, supported by research-based teacher development. Japan maintains quality through the internalization of culturally ingrained moral values ??and the improvement of collaborative teaching through lesson study. Meanwhile, Indonesia has an adaptive curriculum policy design but faces the challenge of inconsistent implementation due to the high administrative burden on teachers and resource gaps. The main conclusion emphasizes that the effectiveness of the curriculum is highly dependent on a support system that is able to maintain the teacher's pedagogical space and regular evaluation of learning experiences at the classroom level, not just on changes to formal documents. ABSTRAK Pendidikan dasar merupakan fondasi krusial bagi mutu pembelajaran siswa, namun literatur lintas negara mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan lebih ditentukan oleh konsistensi implementasi dan ekosistem pendukung guru daripada sekadar kelengkapan dokumen kurikulum semata. Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan karakteristik, filosofi, serta faktor keberhasilan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, Singapura, dan Jepang, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, kajian ini menelaah 20 artikel jurnal terpilih dari rentang tahun 2015–2025 yang telah lolos uji kelayakan dan penilaian kualitas. Analisis tematik mengelompokkan temuan ke dalam aspek orientasi kurikulum, pembinaan guru, internalisasi karakter, dan integrasi teknologi. Hasil sintesis mengungkapkan bahwa Singapura menerapkan efisiensi kurikulum dengan mereduksi keluasan konten demi kedalaman pemahaman konsep, didukung oleh pembinaan guru berbasis riset. Jepang memelihara mutu melalui internalisasi nilai moral yang membudaya serta perbaikan pengajaran kolaboratif melalui lesson study. Sementara itu, Indonesia memiliki desain kebijakan kurikulum yang adaptif namun menghadapi tantangan inkonsistensi implementasi akibat tingginya beban administratif guru dan kesenjangan sumber daya. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas kurikulum sangat bergantung pada sistem pendukung yang mampu menjaga ruang pedagogis guru serta evaluasi pengalaman belajar secara berkala di tingkat kelas, bukan hanya pada perubahan dokumen formal.  
EDUCATIONAL COMMUNICATION MANAGEMENT IN ADDRESSING ALGORITHMIC BIAS AND PUBLIC TRUST CRISIS: DIGITAL LITERACY AND AI ETHICS STRATEGIES IN INDONESIA’S DIGITAL DEMOCRACY ERA Candra Kusuma; Widiyanto Widiyanto; Sidartha Adi Gautama; Wistina Seneru
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8901

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence in Indonesia’s digital democracy has precipitated algorithmic bias and a public trust crisis, necessitating robust educational strategies. This study investigates the role of educational communication management, digital literacy, and AI ethics in mitigating these challenges and restoring institutional credibility. Employing an explanatory quantitative approach with Structural Equation Modelling (SEM), the research analyzed data from 100 purposively selected students to test the relationships between communication governance, algorithmic perception, and trust. The results reveal that educational communication management significantly enhances decision-making effectiveness (?= 0.397$), while AI ethics significantly positively influences public trust (?= 0.298). Conversely, algorithmic bias was found to substantially impact decision-making dynamics (? = 0.414). Interestingly, digital literacy demonstrated a positive yet statistically non-significant direct effect on trust variables. The study concludes that educational communication management and AI ethics are pivotal pillars for modern educational governance. To address the trust crisis and algorithmic distortions, educational institutions must implement transparent communication strategies integrated with ethical AI principles, thereby fostering an inclusive and accountable digital information ecosystem. ABSTRAK Kemajuan pesat kecerdasan buatan dalam demokrasi digital Indonesia telah memicu bias algoritmik dan krisis kepercayaan publik, sehingga memerlukan strategi pendidikan yang kuat. Studi ini menyelidiki peran manajemen komunikasi pendidikan, literasi digital, dan etika AI dalam mengurangi tantangan ini dan memulihkan kredibilitas institusional. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), penelitian ini menganalisis data dari 100 mahasiswa yang dipilih secara purposif untuk menguji hubungan antara tata kelola komunikasi, persepsi algoritmik, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan secara signifikan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan (?= 0,397), sedangkan etika AI secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepercayaan publik (?= 0,298). Sebaliknya, bias algoritmik ditemukan berdampak substansial pada dinamika pengambilan keputusan (? = 0,414). Menariknya, literasi digital menunjukkan pengaruh langsung yang positif namun secara statistik tidak signifikan terhadap variabel kepercayaan. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan dan etika AI merupakan pilar penting bagi tata kelola pendidikan modern. Untuk mengatasi krisis kepercayaan dan distorsi algoritmik, lembaga pendidikan harus menerapkan strategi komunikasi transparan yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip AI yang etis, sehingga mendorong ekosistem informasi digital yang inklusif dan akuntabel.  
AI-BASED GAMIFICATION IN LEARNING: AN ANALYSIS OF ITS IMPACT ON STUDENTS’ ENGAGEMENT - A MIXED METHODS STUDY Jiny Dharma Ditha; Susanto Susanto; Taridi Taridi; Ayu Ardiyaningsih
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8902

Abstract

Declining student engagement is a crucial challenge in the global education system in the era of digital transformation, demanding innovative interventions such as the integration of artificial intelligence (AI) technology. This study aims to evaluate the impact of implementing AI-based gamification on student learning engagement, given the urgent need for adaptive learning strategies for the digital generation. Using a mixed-methods research design with a sequential explanatory strategy, this study collected data through a quantitative survey of 43 students and qualitative in-depth interviews. Statistical analysis revealed a significant positive correlation (r=0.560), with regression analysis confirming that gamification elements contributed 31.3% to increased student participation. Qualitative findings support this result by demonstrating that features such as points, badges, automated feedback, and content personalization are effective in stimulating intrinsic motivation and learning consistency, although competitive elements such as leaderboards need to be managed judiciously to avoid excessive pressure. Overall, the study concludes that AI-based gamification is an effective strategy for fostering student cognitive and emotional engagement and recommends the development of a varied and adaptive reward system to maintain long-term learning motivation. ABSTRAK Penurunan keterlibatan siswa menjadi tantangan krusial dalam sistem pendidikan global di era transformasi digital, yang menuntut adanya intervensi inovatif seperti integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan gamifikasi berbasis AI terhadap keterlibatan belajar siswa, mengingat urgensi kebutuhan strategi pembelajaran yang adaptif bagi generasi digital. Menggunakan desain penelitian metode campuran (mixed-methods) dengan strategi eksplanatori sekuensial, studi ini mengumpulkan data melalui survei kuantitatif terhadap 43 mahasiswa dan pendalaman kualitatif melalui wawancara. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (r=0,560), di mana analisis regresi mengonfirmasi bahwa elemen gamifikasi berkontribusi sebesar 31,3% terhadap peningkatan partisipasi siswa. Temuan kualitatif memperkuat hasil ini dengan menunjukkan bahwa fitur seperti poin, lencana, umpan balik otomatis, dan personalisasi konten efektif dalam memicu motivasi intrinsik dan konsistensi belajar, meskipun elemen kompetitif seperti leaderboard perlu dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan tekanan berlebih. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa gamifikasi berbasis AI merupakan strategi efektif untuk menumbuhkan keterlibatan kognitif dan emosional siswa, serta merekomendasikan pengembangan sistem penghargaan yang variatif dan adaptif guna menjaga motivasi belajar jangka panjang.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERNSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DALAM MATERI SASTRA PIWULANG Fadila Fatikasari; Agus Yuwono; Joko Sukoyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8903

Abstract

Problems in learning Javanese, especially Piwulang Literature material, at SMA N 16 Semarang show low student interest and learning achievement, as well as the diversity of learning styles that have not been properly accommodated. This study aims to examine the effectiveness of the differentiated learning model as a solution to these problems. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 70 grade XI students, who were divided into experimental and control groups through random sampling techniques. The instruments used were multiple-choice tests, closed questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed through Aiken’s V validity test, normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed that differentiated learning was able to increase the average post-test score of students from 64.85 to 85 with an N-Gain value of 59.91 (high category). These findings indicate that the application of differentiated learning is significantly more effective than conventional learning in improving student learning outcomes. The conclusion of this study is that the differentiated learning model is effective in Javanese language learning, particularly in the Piwulang Literature material, because it can improve student understanding, adapt to individual learning needs, and strengthen the internalization of cultural values within the independent curriculum. ABSTRAK Permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya materi Sastra Piwulang, di SMA N 16 Semarang menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar siswa, serta keberagaman gaya belajar yang belum terakomodasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis melalui uji validitas Aiken’s V, uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test berpasangan, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan rata-rata skor post-test siswa dari 64,85 menjadi 85 dengan nilai N-Gain sebesar 59,91 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi Sastra Piwulang, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyesuaikan dengan kebutuhan belajar individu, dan memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum mandiri.  
PERAN GURU DALAM PENGUATAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK SMP RADEN FATAH CIMANGGU Muhamad Aldi; Muh. Hanif
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8904

Abstract

The digital era requires students to have strong technological literacy skills for effective and safe participation in the global community. This study aims to analyze the strategic role of teachers in strengthening digital literacy at Raden Fatah Cimanggu Junior High School, including their roles as facilitators, ethical mentors, and role models in technology use. Using a qualitative approach with descriptive methods, data was collected through a series of participant observations, in-depth interviews with educators, and analysis of school policy documents. Data analysis was conducted through comprehensive stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that teachers have implemented their vital role by integrating technology into the learning process, utilizing collaboration platforms such as Google Classroom, and providing digital-based assignments. In addition to technical aspects, teachers actively instill digital ethical values ??and the ability to evaluate the validity of information, despite still facing challenges of equitable infrastructure and the need for ongoing training. It is concluded that teachers play a significant role in shaping students' character and critical thinking regarding technology, thus synergistic support from all stakeholders is essential to ensure the readiness of the younger generation to face a digitally connected future. ABSTRAK Era digital mengharuskan peserta didik memiliki kecakapan literasi teknologi yang kuat demi partisipasi yang efektif dan aman dalam masyarakat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis guru dalam penguatan literasi digital di SMP Raden Fatah Cimanggu, mencakup fungsi sebagai fasilitator, pembimbing etika, dan teladan penggunaan teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui serangkaian observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para pendidik, serta analisis dokumen kebijakan sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan peran vital dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memanfaatkan platform kolaborasi seperti Google Classroom, serta memberikan penugasan berbasis digital. Selain aspek teknis, guru aktif menanamkan nilai etika digital dan kemampuan evaluasi validitas informasi, kendati masih dihadapkan pada tantangan pemerataan infrastruktur dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa peran guru sangat signifikan dalam membentuk karakter dan daya kritis siswa terhadap teknologi, sehingga dukungan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan yang terhubung secara digital.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UMI MAKASSAR Muh. Azhar; Aidil Sudarmono R; Juhri Juhri; Abdul Wahab; Nabilatul Khairiah; Azizah Mutmainnah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8906

Abstract

The transformation of education in the digital era requires Islamic higher education institutions to integrate technology to overcome the limitations of conventional methods, which tend to be passive and less engaging. This study aims to analyze the implementation of multimedia learning and its contribution to improving student achievement at the Faculty of Islamic Studies at the Muslim University of Indonesia (UMI) Makassar, reviewed through theological, managerial, and sociological approaches. Using a descriptive qualitative method with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies with lecturers and students, then validated using triangulation techniques. The results revealed that the implementation of multimedia, which includes the use of video, animation, interactive presentations, and digital quizzes, has been effective. From a theological perspective, multimedia helps visualize abstract Islamic concepts; from a managerial perspective, its implementation requires structured planning and facility support; while from a sociological perspective, this method builds a collaborative digital learning culture. Key findings indicate that multimedia integration significantly improves student attention, motivation, and understanding, which leads to improved academic achievement. It is concluded that multimedia learning is a vital strategy in the modernization of Islamic education which is able to change class dynamics to be more active and competitive without eliminating the essence of Islamic values. ABSTRAKTransformasi pendidikan di era digital menuntut perguruan tinggi Islam untuk mengintegrasikan teknologi guna mengatasi keterbatasan metode konvensional yang cenderung pasif dan kurang memikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multimedia dan kontribusinya terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ditinjau melalui pendekatan teologis, manajerial, dan sosiologis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap dosen serta mahasiswa, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi multimedia, yang meliputi penggunaan video, animasi, presentasi interaktif, dan kuis digital, telah berjalan efektif. Dari perspektif teologis, multimedia membantu visualisasi konsep keislaman yang abstrak; secara manajerial, penerapannya menuntut perencanaan terstruktur dan dukungan fasilitas; sedangkan secara sosiologis, metode ini membangun budaya belajar digital yang kolaboratif. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi multimedia secara signifikan meningkatkan atensi, motivasi, dan pemahaman mahasiswa, yang bermuara pada peningkatan prestasi akademik. Disimpulkan bahwa pembelajaran multimedia merupakan strategi vital dalam modernisasi pendidikan Islam yang mampu mengubah dinamika kelas menjadi lebih aktif dan berdaya saing tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai keislaman.