cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPAS Pegalia Yulita; Silvester Silvester
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12633

Abstract

This study aims to describe the reading comprehension skills of third-grade students in Natural and Social Sciences (IPAS) learning at SD Negeri 09 Rangkang and to identify the factors that influence them. The background of this research is based on preliminary findings showing that students' reading comprehension skills in IPAS learning are still low and uneven, while IPAS texts demand mastery of scientific vocabulary that is more complex than ordinary narrative texts. This study employed a qualitative descriptive approach involving third-grade students and the homeroom teacher as subjects. Data were collected through observation, student interviews, and homeroom teacher interviews, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, comprising data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that students' reading comprehension skills in IPAS learning have not developed optimally across the seven indicators examined: reading fluently and clearly, understanding the general content of the text, answering questions based on the text, retelling the content in their own words, explaining the meaning of unfamiliar words, expressing opinions about the text, and connecting the text content to daily life experiences. The retelling indicator recorded the lowest achievement, while the factors influencing students' reading comprehension include low basic reading fluency, limited mastery of scientific vocabulary, psychological barriers in the form of fear of making mistakes, and the lack of a structured literacy program at school. These findings highlight the need for a comprehensive and structured instructional approach to strengthen students' reading comprehension in IPAS learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Negeri 09 Rangkang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan awal bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III pada pembelajaran IPAS masih rendah dan belum merata, sementara teks IPAS menuntut penguasaan kosakata ilmiah yang lebih kompleks dibandingkan teks naratif biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas III dan wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara siswa, dan wawancara wali kelas, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III dalam pembelajaran IPAS belum berkembang secara optimal pada ketujuh indikator yang diteliti, yaitu membaca teks dengan lancar dan jelas, memahami isi bacaan secara umum, menjawab pertanyaan berdasarkan teks, menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri, menjelaskan makna kata yang belum dipahami, mengungkapkan pendapat tentang isi bacaan, serta mengaitkan isi bacaan dengan pengalaman sehari-hari. Indikator menyampaikan kembali isi bacaan mencatat capaian paling rendah, sementara faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa meliputi rendahnya kelancaran membaca dasar, keterbatasan penguasaan kosakata ilmiah, hambatan psikologis berupa rasa takut salah, serta minimnya program literasi yang terencana di sekolah. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang menyeluruh dan terstruktur untuk menguatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS.
ANALISIS KESULITAN MENYIMAK SISWA KELAS II DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO CERITA PENDEK Sandy Dwi Febrianto; Fulusia Nurmawati; Anna Mariyani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12847

Abstract

Listening learning in elementary schools requires media that can help students understand information in a more concrete and engaging way. Short story videos are one of the media used in Indonesian language learning at elementary schools. In practice, some students were found to experience difficulties in understanding the story content after listening activities. This study aims to analyze the forms of listening difficulties experienced by second grade students of SDN 1 Botoreco in short story video-based learning, the factors causing these difficulties, and the teacher’s strategies to overcome them. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through observation, semi-structured interviews, questionnaires, and documentation. The research subjects included second grade teachers and students of SDN 1 Botoreco. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that students experienced difficulties in understanding the storyline, maintaining focus during listening activities, and comprehending certain vocabulary used in the video. These difficulties were influenced by the characteristics of lower grade students, language use in the video, video duration, and differences in students’ cognitive abilities. The use of short story videos was able to increase students’ learning interest when accompanied by active teacher involvement in guiding the listening process. Therefore, audiovisual-based listening learning needs to be designed to support the optimal development of elementary school students’ literacy skills. ABSTRAK Pembelajaran menyimak di sekolah dasar memerlukan media yang mampu membantu siswa memahami informasi secara lebih konkret dan menarik. Video cerita pendek menjadi salah satu media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Praktiknya, ditemukan siswa mengalami kesulitan memahami isi cerita setelah kegiatan menyimak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk kesulitan menyimak siswa kelas II SDN 1 Botoreco dalam pembelajaran berbasis video cerita pendek, faktor penyebabnya, serta strategi guru dalam mengatasinya. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dari observasi, wawancara semi terstruktur, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian memcakup guru kelas II dan siswa SDN 1 Botoreco. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami kesulitan memahami alur cerita, mempertahankan fokus saat menyimak, serta memahami kosakata tertentu dalam video. Kesulitan dipengaruhi oleh karakteristik siswa kelas rendah, penggunaan bahasa dalam video, durasi tayangan, dan perbedaan kemampuan kognitif siswa. Penggunaan video cerita pendek mampu meningkatkan minat belajar siswa apabila disertai keterlibatan aktif guru dalam membimbing proses menyimak. Pembelajaran menyimak berbasis audiovisual perlu dirancang agar membantu perkembangan kemampuan literasi siswa sekolah dasar secara optimal.  
MENGHIDUPKAN SUASANA LEWAT SUARA: MEDIA INTERAKTIF MUSIK ILUSTRASI DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK SMA Alexander Satria Teguh Prasetya; Dwi Kusumawardani; Dian Herdiati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.5645

Abstract

This study aims to develop and test the effectiveness of interactive teaching media based on illustrated music in music art learning in Senior High Schools (SMA). The background of this study is the lack of active participation of students in conventional learning about illustrated music, which functions to strengthen the emotional atmosphere in the narrative. By utilizing digital technology, a multimedia application-based teaching media was developed to encourage students' exploration and creativity. This study uses the Borg and Gall Research and Development (R&D) model method, with subjects of grade XI students at one of the state high schools in Jakarta. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires, and pre-tests and post-tests, which were then analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study showed that this interactive teaching media was effective in increasing conceptual understanding, improving the learning atmosphere, and encouraging students' creativity. This is evidenced by the average increase in post-test scores of 24% and positive responses from students who stated that this media was interesting and easy to use. This media successfully supports project-based and constructivist learning, where students actively create meaning. These findings contribute to the development of music art learning strategies in the digital era, showing the great potential of interactive media for strengthening cultural literacy and character building of students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan media ajar interaktif berbasis musik ilustrasi dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Menengah Atas (SMA). Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran konvensional mengenai musik ilustrasi, yang berfungsi memperkuat suasana emosional dalam narasi. Dengan memanfaatkan teknologi digital, sebuah media ajar berbasis aplikasi multimedia dikembangkan untuk mendorong eksplorasi dan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg dan Gall, dengan subjek siswa kelas XI di salah satu SMA negeri di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta pre-test dan post-test, yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ajar interaktif ini efektif meningkatkan pemahaman konsep, memperbaiki suasana belajar, dan mendorong kreativitas siswa. Terbukti dari rata-rata peningkatan nilai post-test sebesar 24% dan respons positif siswa yang menyatakan media ini menarik serta mudah digunakan. Media ini berhasil mendukung pembelajaran berbasis proyek dan konstruktivistik, di mana siswa aktif menciptakan makna. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran seni musik di era digital, menunjukkan potensi besar media interaktif untuk penguatan literasi budaya dan pembentukan karakter siswa.
FUNGSI TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN HUBUNGAN ANTARKARAKTER DI FILM AGAK LAEN Ramadoni Novrianda; Khalidatun Nuzula
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.6441

Abstract

This study aims to analyze the role of commissive speech acts in character development and the dynamics of inter-character relationships in the film Agak Laen by Muhadkly Acho. This research is grounded in pragmatic theory, focusing on commissive illocutionary acts, which include promises, offers, threats, and other forms of commitment that obligate the speaker to perform future actions. The study employs a descriptive qualitative approach with a library research method. Data were collected through observation and note-taking techniques on dialogues among characters in Agak Laen and then analyzed based on the forms and functions of the commissive speech acts that emerged. The results indicate that commissive speech acts serve two primary functions: (1) shaping characters through expressions of intention, determination, and responsibility, and (2) building and influencing the social dynamics among characters. Speech acts such as promises and offers play a role in conveying traits such as honesty, leadership, and solidarity, while threats or prohibitions reflect social hierarchy and interpersonal tension among characters. Thus, commissive speech acts in the film function not only as a means of verbal communication but also as dramatic instruments that strengthen the narrative structure, deepen characterization, and underscore social and moral values in the story. This study is expected to expand understanding of the application of pragmatic theory in audiovisual media and serve as a reference for linguistic studies as well as language learning through film.. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tindak tutur komisif dalam pembentukan karakter dan dinamika hubungan antarkarakter dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Kajian ini berlandaskan pada teori pragmatik dengan fokus pada tindak tutur ilokusi komisif yang meliputi janji, tawaran, ancaman, dan bentuk komitmen lain yang mengikat penutur untuk melakukan tindakan di masa mendatang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat terhadap dialog antar tokoh dalam film Agak Laen, kemudian dianalisis berdasarkan bentuk dan fungsi tindak tutur komisif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur komisif memiliki dua fungsi utama, yaitu (1) membentuk karakter tokoh melalui ungkapan niat, tekad, dan tanggung jawab, serta (2) membangun dan memengaruhi dinamika hubungan sosial antar karakter. Tindak tutur seperti janji dan tawaran berperan dalam menunjukkan sifat-sifat seperti kejujuran, kepemimpinan, dan solidaritas, sementara bentuk ancaman atau larangan memperlihatkan hierarki sosial dan ketegangan antar tokoh. Dengan demikian, tindak tutur komisif dalam film tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi verbal, tetapi juga sebagai instrumen dramatik yang memperkuat struktur naratif, memperdalam karakterisasi, dan menegaskan nilai-nilai sosial serta moral dalam cerita. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai penerapan teori pragmatik dalam media audiovisual dan menjadi acuan bagi kajian linguistik serta pembelajaran bahasa melalui film.  
PEMBELAJARAN KITAB MUTHOLA’AH AL-HADITSAH MENGGUNAKAN METODE MUSTAQILI UNTUK MENINGKATKAN MAHARAH QIRO’AH Amilatus Sholekhah; Jumhur Jumhur; Kemas Muhammad
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7012

Abstract

Arabic language learning, particularly reading skills (maharah qiro’ah), is often dominated by conventional methods that emphasize rote memorization of vocabulary without fostering contextual understanding. This condition results in students’ low reading comprehension ability, as found at SMA Muhammadiyah 2 Palembang, where most students failed to achieve the minimum mastery standard in the pre-test. This study aims to examine the effectiveness of the Mustaqili method in teaching the Muthola’ah Al-Haditsah book to improve students’ reading skills. A mixed-method approach with a sequential explanatory design was employed, involving all 67 tenth-grade students divided into experimental and control classes. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, documentation, and tests (pre-test and post-test). Quantitative data were analyzed using statistical tests (Mann Whitney and N-Gain), while qualitative data were analyzed using Miles and Huberman’s model. The findings revealed a significant improvement: the average student score increased from 40.57 (pre-test) to 78.29 (post-test), more than 80% of students met the mastery standard, and the N-Gain score of 0.65 was categorized as moderate. Beyond enhancing technical reading comprehension skills, the Mustaqili method also improved students’ motivation, independence, and self-confidence. Thus, the Mustaqili method can be considered a strategic alternative in Arabic language learning that aligns with the demands of 21st-century education. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab, khususnya keterampilan membaca (maharah qiro’ah), seringkali masih didominasi metode konvensional yang menekankan hafalan mufrodat tanpa memberikan ruang bagi pemahaman kontekstual. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks, sebagaimana ditemukan di SMA Muhammadiyah 2 Palembang, dimana sebagian besar siswa tidak mencapai standar ketuntasan minimal pada tes awal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Mustaqili dalam pembelajaran kitab Muthola’ah Al-Haditsah guna meningkatkan keterampilan maharah qiro’ah. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory, melibatkan seluruh siswa kelas X (67 siswa) yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, angket, dokumentasi, serta tes (pre-test dan post-test), dengan analisis data kuantitatif melalui uji statistik (Mann Whitney dan N-Gain) serta kualitatif melalui model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan: rata-rata nilai siswa naik dari 40,57 (pre-test) menjadi 78,29 (post-test), lebih dari 80% siswa mencapai standar ketuntasan, serta skor N-Gain 0,65 berada pada kategori sedang. Selain meningkatkan kemampuan teknis membaca pemahaman, metode Mustaqili juga terbukti meningkatkan motivasi, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, metode Mustaqili dapat dipandang sebagai alternatif strategis dalam pembelajaran bahasa Arab yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad 21.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMPN 1 SIDOREJO MAGETAN Miftakhul Jannah; Eli Masnawati; Mufaizah Mufaizah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7511

Abstract

The background of this research is based on the phenomenon of low student achievement, which is more pronounced in non-academic areas than in academic areas. This study employed a quantitative approach with a survey method. Data collection was conducted through observation, questionnaire distribution, and documentation. The population in this study was all students of SMPN 1 Sidorejo Magetan, using a total sampling technique, with a sample size of 340 students, excluding inclusive students. Data analysis used multiple linear regression with IBM SPSS Version 26 statistics to test the simultaneous and partial effects of the three independent variables on student achievement. This study used an eight-point Likert scale as the instrument for distributing the questionnaire via Google Form. The results showed that learning discipline, learning motivation, and learning facilities had a positive and significant influence on student achievement at SMPN 1 Sidorejo Magetan. This finding indicates that student achievement is not solely determined by enthusiasm and support from the learning environment, but also by a disciplined attitude in undergoing the learning process and utilizing school infrastructure effectively. Therefore, schools are expected to instill a culture of consistent learning discipline as part of a strategy to improve student achievement. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya prestasi belajar siswa yang lebih menonjol dalam bidang non-akademik dibandingkan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Sidorejo Magetan, dengan teknik total sampling, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 340 siswa kecuali siswa inklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui statistik, IBM SPSS Versi 26 untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan skala likert delapan poin sebagai instrumen penyebaran kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMPN 1 Sidorejo Magetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan prestasi siswa tidak hanya ditentukan oleh semangat dan dukungan lingkungan belajar, tetapi dipengaruhi oleh sikap disiplin dalam menjalani proses pembelajarandan memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan baik, oleh karena itu sekolah diharapkan mampu menanamkan budaya disiplin belajar yang konsisten sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi belajar siswa.  
ANALISIS KOMPETENSI GURU, TANTANGAN PEDAGOGIK, DAN STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Endah Windarti; Yuliana Nur Amini; Indarwati Indarwati; Joni Tri Wahyono; Arief Rahman Yusuf
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7650

Abstract

This study aims to analyze the implementation of bilingual education at Semesta Bilingual Boarding School Semarang, focusing on teacher competence, pedagogical challenges faced, and improvement strategies applied. The research method used was a qualitative approach through direct observation and semi-structured interviews with the principal and teachers. The results of the study show that the implementation of bilingual education in this school has been running well and is supported by modern infrastructure such as interactive boards and Chromebooks. Teachers demonstrate strong professional and pedagogical competencies, although there are still variations in English proficiency and the application of Content and Language Integrated Learning (CLIL). The main challenges include the uneven linguistic abilities of teachers, the adaptation of new students to the bilingual system, and the suboptimal use of technology. Improvement efforts are carried out through regular training, workshops, seminars, and strengthening the teacher performance monitoring or evaluation system. This study concludes that the success of bilingual education is not only determined by language skills, but also by a continuous teacher professional development system, institutional support, and contextual instructional design. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan bilingual di Semesta Bilingual Boarding School Semarang, dengan fokus pada kompetensi guru, tantangan pedagogik yang dihadapi, serta strategi peningkatan yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan bilingual di sekolah ini telah berjalan dengan baik dan ditunjang oleh infrastruktur modern seperti interactive board dan Chromebook. Guru menunjukkan kompetensi profesional dan pedagogik yang kuat, meskipun masih terdapat variasi dalam penguasaan bahasa Inggris dan penerapan pembelajaran berbasis Content and Language Integrated Learning (CLIL). Tantangan utama meliputi ketidakmerataan kemampuan linguistik guru, adaptasi siswa baru terhadap sistem bilingual, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Upaya peningkatan dilakukan melalui pelatihan rutin, workshop, seminar, penguatan sistem monitoring atau evaluasi kinerja guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan bilingual tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bahasa, tetapi juga oleh sistem pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, dukungan kelembagaan, dan desain instruksional yang kontekstual.  
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS: REFLEKSI TENTANG PENGEMBANGAN KETERAMPILAN AKADEMIK DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI KKL KOLABORATIF Yuanita Ardyanti; Anindya Faradila; Ayu Rahmawati; Nungki Restuningtyas; Istiroah Ida K; Fifi Arisanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.7669

Abstract

This study examines the role of out-of-class learning through collaborative Field Work Lectures (KKL) between Muhammadiyah University Ponorogo (UMPO) and PGRI University Semarang (UPGRIS) in developing students' academic and soft skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through student reflective notes, participatory observation, and documentation during the activities. The results of the study reveal that collaborative KKL creates meaningful learning experiences through direct interaction with the realities in the field. These activities not only deepen academic competence in their respective fields of study, but also significantly hone soft skills. Students showed real progress in communication skills, teamwork, adaptability, and critical reflection. Active involvement in various academic tasks and social interactions during KKL increased self-awareness, discipline, and analytical thinking skills. The systematic reflection process was key in helping students build a bridge between the theory learned in the classroom and the complexity of real-life situations in the field. Thus, the study concluded that learning outside the classroom through the collaborative KKL model is an effective pedagogy. This model successfully combines empirical experience with deep reflection, thereby supporting the holistic development of students' capacities, preparing them not only intellectually but also socially and personally to face challenges in the professional world. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran pembelajaran di luar kelas melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mengembangkan keterampilan akademik dan sosial  mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan reflektif mahasiswa, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian mengungkap bahwa KKL kolaboratif menciptakan pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi langsung dengan realitas lapangan. Aktivitas ini tidak hanya memperdalam kompetensi akademik sesuai bidang ilmu, tetapi juga secara signifikan mengasah keterampilan sosial . Mahasiswa menunjukkan perkembangan nyata dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, adaptabilitas, dan refleksi kritis. Keterlibatan aktif dalam berbagai tugas akademik dan interaksi sosial selama KKL meningkatkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir analitis. Proses refleksi yang sistematis menjadi kunci dalam membantu mahasiswa membangun jembatan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kompleksitas situasi nyata di lapangan. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas melalui model KKL kolaboratif merupakan sebuah pedagogi yang efektif. Model ini berhasil memadukan pengalaman empiris dengan perenungan mendalam, sehingga mampu mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara holistik, menyiapkan mereka tidak hanya secara intelektual tetapi juga secara sosial dan personal untuk menghadapi tantangan di dunia profesional..
INSTITUTIONAL BRANDING STRATEGIES THROUGH INTERNAL ENGLISH CAMP AT ISLAMIC BOARDING SCHOOL Saryati Purwanigara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7861

Abstract

Speaking proficiency in English is an essential competence in the era of globalization, especially for students in educational environments such as Islamic boarding schools. This study aims to evaluate the effectiveness of the Internal English Camp Program in enhancing students’ English-speaking skills at SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation, interviews, and questionnaires involving 30 student participants of the program. The results indicate that the program significantly increased students’ motivation, confidence, and frequency of English usage in daily activities. Communicative and interactive learning methods, supported by experienced instructors from Kampung Inggris Pare, established a conducive and enjoyable learning environment. The majority of respondents rated the program very positively and reported noticeable improvements in their speaking skills and motivation to learn. These findings underscore the importance of language-rich environments and programs such as the Internal English Camp as effective strategies for fostering English-speaking proficiency in Islamic boarding schools and other residential educational settings. ABSTRAK Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan kompetensi esensial di era globalisasi dan sangat diperlukan bagi siswa di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Internal English Camp dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa di SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan 30 siswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan frekuensi penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari siswa. Metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, serta didukung oleh instruktur berpengalaman dari Kampung Inggris Pare, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Sebagian besar responden memberikan penilaian sangat baik terhadap program, serta melaporkan adanya peningkatan keterampilan berbicara dan motivasi belajar. Temuan ini mempertegas pentingnya penerapan program berbasis lingkungan bahasa yang mendukung, seperti Internal English Camp, sebagai strategi efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di boarding dan sekolah berasrama lainnya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MENGUATKAN CIVIC RESPONSIBILTY SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Feriyadi Feriyadi; Nuraini Asriati; Shilmy Purnama; Sulistyarini Sulistyarini; Tri Utami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7977

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious values in strengthening civic responsibility among students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, focusing on religious program planning, religious activity implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation of the principal, civics teachers, Islamic Education teachers, homeroom teachers, and students from each grade level. The results show that religious values are applied through the habit of worship such as the dhuha prayer, tadarus, congregational zuhur prayer, kultum, clean Friday, and the habit of religious attitudes through the example set by teachers. The implementation of these religious values has a significant impact on students' civic responsibility, as reflected in increased discipline, concern for the environment, ability to work together, courage to express opinions, and moral awareness among students. The main supporting factors for the successful implementation of the program are teacher role models, a religious school culture, and the integration of religious values in civic education. The obstacles encountered were the influence of the environment and social media, differences in family backgrounds, and limited facilities. This study concluded that the internalization of religious values is an effective strategy in strengthening students' civic responsibility when applied consistently, comprehensively, and sustainably. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai religius dalam menguatkan civic responsibility siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, dengan fokus pada perencanaan program religius, pelaksanaan kegiatan keagamaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PKn, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta siswa dari setiap jenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius diterapkan melalui pembiasaan ibadah seperti shalat dhuha, tadarus, shalat zuhur berjamaah, kultum, Jumat bersih, serta pembiasaan sikap religius melalui keteladanan guru. Implementasi nilai religius tersebut berdampak signifikan terhadap civic responsibility siswa, tercermin dari meningkatnya kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, serta kesadaran moral siswa. Faktor pendukung utama keberhasilan implementasi program adalah keteladanan guru, budaya sekolah religius, dan integrasi nilai religius dalam pembelajaran PKn. Hambatan yang ditemukan yaitu pengaruh lingkungan dan media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, serta keterbatasan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius merupakan strategi efektif dalam memperkuat civic responsibility siswa apabila diterapkan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan.