cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 43 Documents clear
CLASSICAL TEST THEORY ANALYSIS USING ANATES: A STUDY OF MATHEMATICS READINESS TEST FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS SHEPTIAN, RIKY; SARIFAH, IVA; RIYADI , RIYADI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.3863

Abstract

Penilaian kesiapan siswa dalam matematika membutuhkan alat ukur yang kuat berdasarkan prinsip-prinsip psikometrik yang baik. Studi ini meneliti penerapan Teori Tes Klasik (CTT) dalam menganalisis tes kesiapan matematika melalui platform perangkat lunak ANATES. Data dikumpulkan dari 214 siswa sekolah dasar yang menyelesaikan penilaian pilihan ganda 15-item. Analisis tersebut mengungkapkan koefisien reliabilitas sedang (0,68, 95% CI [0,60, 0,76]), dengan indeks diskriminasi berkisar antara 20% hingga 84,48%. Tingkat kesulitan item menunjukkan konsentrasi yang signifikan dalam kisaran sedang (73,3% item), sementara analisis pengalih menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan 86,7% opsi dinilai sebagai "Sangat Baik." Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tes tersebut menunjukkan sifat-sifat psikometrik yang dapat diterima untuk penggunaan di kelas, peningkatan yang ditargetkan dalam reliabilitas dan distribusi kesulitan dapat meningkatkan efektivitasnya sebagai alat penilaian. ABSTRACTThe assessment of student readiness in mathematics demands robust measurement tools based on sound psychometric principles. This study examines the application of Classical Test Theory (CTT) in analyzing a mathematics readiness test through the ANATES software platform. Data were collected from 214 elementary school students completing a 15-item multiple-choice assessment. The analysis revealed a moderate reliability coefficient (0.68, 95% CI [0.60, 0.76]), with discrimination indices ranging from 20% to 84.48%. Item difficulty levels showed significant concentration in the moderate range (73.3% of items), while distractor analysis indicated exceptional performance with 86.7% of options rated as "Very Good." These findings suggest that while the test demonstrates acceptable psychometric properties for classroom use, targeted improvements in reliability and difficulty distribution could enhance its effectiveness as an assessment tool.
PENGARUH APLIKASI TIKTOK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI INTERAKSI SOSIAL DI SD N 08 PALEMBANG Apriani, Kurnia Ayu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4270

Abstract

This research aims to analyze the influence of the TikTok application on students’ interest in learning in science subjects, especially social interaction material, at SD Negeri 08 Palembang. The research uses a True Experimental Design approach with a Posttest-Only Control Design. The population, namely fourth grade students at SD Negeri 08, amounted to 58 students who were selected as research subjects using random sampling techniques. The sample was divided into two groups, namely Class IVA (control) which used traditional learning methods and Class IVB (experiment) which applied the TikTok application as a learning medium. Data collection was carried out through normality, homogeneity and hypothesis tests to measure students’ interest in learning and social interactions. The research results show that the use of the TikTok application significantly influences students’ learning motivation in understanding science material, as well as improving the quality of social interaction in the experimental class compared to the control class. TikTok as a learning medium has proven effective in creating a more interesting and interactive learning atmosphere, especially through visual content and creative approaches that are relevant to student characteristics. This research provides important implications for the development of digital technology-based learning methods in elementary schools. Applications like TikTok can be integrated strategically to increase learning motivation while strengthening students’ social interactions in the learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi TikTok terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi interaksi sosial, di SD Negeri 08 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan True Experimental Design dengan desain Posttest-Only Control Design. Populasi yaitu siswa kelas IV SD Negeri 08 berjumlah 58 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian melalui teknik random sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelas IVA (kontrol) yang menggunakan metode pembelajaran tradisional dan Kelas IVB (eksperimen) yang menerapkan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis untuk mengukur minat belajar dan interaksi sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok secara signifikan memengaruhi motivasi belajar siswa dalam memahami materi IPAS, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi sosial di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. TikTok sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif, terutama melalui konten visual dan pendekatan kreatif yang relevan dengan karakteristik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi digital di sekolah dasar. Aplikasi seperti TikTok dapat diintegrasikan secara strategis untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperkuat interaksi sosial siswa di lingkungan pembelajaran.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK DI SMPN 4 TASIKMALAYA CAHYAWATI, YANI; K, PURWATI KUSWARINI; M, ROMY FAISAL; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH , LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4316

Abstract

This study aims to describe the numeracy literacy skills of students at SMP Negeri 4 Tasikmalaya and the factors that influence them. A survey was conducted to measure three indicators of numeracy literacy: (1) using various numbers and symbols related to basic mathematics to solve everyday problems, (2) analyzing information displayed in various forms (graphs, tables, charts, etc.), and (3) interpreting the results of the analysis to predict and make decisions. The results showed that the first indicator obtained the highest score (65.33), followed by the second indicator (56.00), and the third indicator obtained the lowest score (52.67). The average overall score of students' numeracy literacy was 58.00, which is considered sufficient. The low numeracy literacy skills are influenced by several factors, including less contextual learning methods, educators' readiness to implement relevant learning, and students' tendency to be more comfortable with mechanistic questions than questions that require critical thinking and application of concepts. To overcome this problem, it is recommended to implement a more effective learning approach, such as differentiated learning and the Problem-Based Learning (PBL) model, which can encourage an increase in students' numeracy literacy skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi peserta didik di SMP Negeri 4 Tasikmalaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Survei dilakukan untuk mengukur tiga indikator literasi numerasi: (1) menggunakan berbagai angka dan simbol terkait matematika dasar untuk memecahkan masalah sehari-hari, (2) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.), dan (3) menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pertama memperoleh skor tertinggi (65,33), diikuti indikator kedua (56,00), dan indikator ketiga memperoleh skor terendah (52,67). Rata-rata skor keseluruhan literasi numerasi peserta didik adalah 58,00, yang tergolong cukup. Rendahnya kemampuan literasi numerasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya metode pembelajaran yang kurang kontekstual, kesiapan pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang relevan, dan kecenderungan siswa yang lebih nyaman dengan soal-soal mekanistis daripada soal-soal yang menuntut pemikiran kritis dan aplikasi konsep. Untuk mengatasi permasalahan ini, direkomendasikan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, seperti pembelajaran berdiferensiasi dan model Problem-Based Learning (PBL), yang dapat mendorong peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik.
EVALUASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM IPA DI SMA EDU GLOBAL SCHOOL BERDASARKAN PERMENDIKBUD NO.8/2018 TAUFIK, ALIFIA ZHAFIRA; AZZA, ZAIMA MAHIROTUL; RAHMAWATI, ZIA; CAHYANI, AMELIA; BARIQ, AKMAL AL; SETIAWAN, BUDI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4340

Abstract

The research was conducted to evaluate the facilities and infrastructure of the Natural Sciences (Science) laboratory at SMA Edu Global School Bandung. The method used is an evaluative approach with a quantitative framework, where data collection was carried out through observation, data recording, and brief interviews. The focus of this research is on the importance of the IPA laboratory in supporting effective and quality learning processes. This study assesses the conformity of the laboratory's facilities and infrastructure with the standards set forth in Permendikbud No. 8/2018. The evaluation results indicate that although some aspects have met the standards, there are deficiencies in the completeness of tools and facilities necessary for student practical activities, such as incomplete equipment and uncomfortable workspace. The conclusion of this study recommends the need for improvements and development of the IPA laboratory facilities and infrastructure to enhance the quality of education at SMA Edu Global School, enabling students to learn optimally and effectively. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMA Edu Global School Bandung. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pendataan, dan wawancara singkat. Fokus penelitian ini adalah pada pentingnya laboratorium IPA dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Penelitian ini menilai kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium dengan standar yang ditetapkan dalam Permendikbud No. 8/2018. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun beberapa aspek telah memenuhi standar, terdapat kekurangan dalam kelengkapan alat dan fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan praktikum siswa, seperti peralatan yang tidak lengkap dan ruang kerja yang kurang nyaman. Simpulan dari penelitian ini merekomendasikan perlunya perbaikan dan pengembangan sarana serta prasarana laboratorium IPA agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Edu Global School, sehingga siswa dapat belajar secara optimal dan efektif.
PROFIL BUNGA ANGIOSPERMAE PADA LKPB UNM SEBAGAI SUMBER BELAJAR MORFOLOGI TUMBUHAN GH, MULIANA; ARSAL, ANDI FARIDA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4341

Abstract

This study aims to identify the floral morphology of plants found in the LKPB (Biology Experimental Garden Laboratory) at Universitas Negeri Makassar as a learning resource for plant morphology for students. The research method employed is an exploratory method with a descriptive approach for data management. This study specifically examines the floral morphology of plants found at LKPB UNM, focusing on flower symmetry, types of flowers (axillary or terminal), completeness of flowers (complete or incomplete), sexual characteristics (unisexual or bisexual), and whether the flower parts are categorized as perfect or imperfect, including modifications of flower parts discovered. The research identified 24 flower species: Hibiscus fragilis, Tabernaemontana divaricata, Leea guineensis, Mussaenda philippica, Bougainvillea buttiana, Hibiscus rosa-sinensis, Catharanthus roseus, Ixora sp., Adenium obesum, Oxalis barrelieri, Oxalis corniculata, Celosia argentea, Passiflora foetida, Saggitaria latifolia, Solanum melongena, Portulaca oleracea, Euphorbia hirta, Oldenlandia corymbosa, Cuphea hyssopifolia, Amaranthus viridis, Mangifera indica, Mimosa pudica, Centella asiatica and Tridax procumbens. The flowers from these species can serve as a biological learning resource in the plant morphology course for students, supporting contextual learning approaches. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi bunga dari tumbuhan yang terdapat di LKPB (Laboratorium Kebun Percobaan Biologi) Universitas Negeri Makassar sebagai sumber belajar morfologi tumbuhan bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi yang menggunakan pendekatan deskriptif dalam mengelola data. Penelitian ini secara khusus mengkaji morfologi bunga tanaman yang ditemukan pada LKPB UNM, untuk mengkaji simteri bunga, tipe bunga axilarris atau terminalis, bunga lengkap atau tidak lengkap, bunga uniseksual atau biseksual, serta bagian-bagian bunga apakah tergolong bunga sempurna atau tidak sempurna, hingga modifikasi dari bagian-bagian bunga yang ditemukan. Penelitian ini berhasil menemukan 24 spesies bunga, yakni Hibiscus fragilis, Tabernaemontana divaricata, Leea guinensis, Mussaenda philippica, Bougainvillea buttiana, Hibiscus rosa-sinensis, Catharanthus roseus, Ixora sp, Adenium obesum, Oxalis barrelieri, Oxalis corniculata, Celosia argentea, Passiflora foetida, Saggitaria latifolia, Solanum melongena, Portulaca oleracea, Euphorbia hirta, Oldenlandia corymbosa, Cuphea hyssopifolia, Amaranthus viridis, Mangifera indica, Mimosa pudia, Centella asitisa dan Tridax procumbens. Bunga dari spesies tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi pada mata kuliah morfologi tumbuhan bagi mahasiswa yang mendukung pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.
PENILAIAN KETERAMPILAN KREATIVITAS PRODUK DALAM PENYUSUNAN PUZZLE MAHASISWA PGSD LESTARI, WIWIT YULI; RATNA, AYU SANTIKA; ANWAR , SITI NAZILA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4342

Abstract

This study aims to assess creativity in developing innovative learning media in the form of puzzles. Assessment plays a crucial role in measuring various aspects, including product development. This research aims to describe the creativity of elementary school teacher education students in developing puzzle-based media for science subjects at a private university in West Java. The study involved the product evaluation of 7 groups through observation. The assessment focused on novelty, resolution, elaboration, and synthesis. The findings revealed that the percentage for the novelty aspect was 55%, the resolution aspect was 83%, and the elaboration and synthesis aspect was 72%. The average creativity aspect of PGSD students showed that novelty scored the lowest, followed by elaboration and synthesis, while resolution scored the highest at 83%. Measuring creativity skills among prospective teacher students is essential to help enhance and train their creative abilities. This article is expected to contribute to developing creative, innovative, and relevant learning media to support quality education. ABSTRAKPenelitian ini untuk menilai kreativitas dalam penyusunan media pembelajaran inovatif yaitu berupa puzzle. Penilaian sangat berperan penting dalam mengukur berbagai hal, begitu juga bisa untuk mengukur penyusunan produk. Tujuan penelitian untuk mendesrksipkan kreativitas mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media berupa puzzle pada materi IPA di salah satu universitas swasta di Jawa Barat. Penelitian yang dilakukan menggunakan penilaian produk kepada 7 kelompok dengan cara observasi. Dalam penelitian ini dilihat dari ketiga aspek yaitu novelty, resoluty, dan elaboraty and synthesis. Hasil temuannya menunjukkan bahwa pada persentase pada aspek novelty mahasiswa prodi pgsd 55%, aspek resolusi 83%, dan aspek elaboration dan sintesis 72%. Rata-rata aspek kreativitas mahasiswa pgsd yang paling rendah yaitu novelty, kemudian aspek elaboration sintesis, dan yang paling gginggi resolusi yaitu 83%. Penting mengukur keterampilan kreatifitas pada mahasiswa calon guru untuk membantu meningkatkan dan melatih keterampilan kreatifitas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan untuk mendukung pendidikan berkualitas.
INTERVENSI NILAI BERKEADILAN SOSIAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR HARTOYO, AGUNG; PRASODJO, BAYU; IZUDIN, MUHAMMAD IRFAN; SAFIRANTY, NANY; MUSKANIA, RICKA TESI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4343

Abstract

Ideally, mathematics education is expected to equip students with creative thinking skills, which involve innovative problem-solving, and the ability to see a problem from various perspectives and provide multiple alternative solutions. One effort that can be made is to provide social justice value interventions in mathematics learning in elementary schools. The application of social justice values ??in learning can have a positive impact on the development of student's creativity in solving problems. Therefore, this study aims to determine the contribution of social justice value interventions in mathematics learning to improving students' creative thinking skills. This study is a quantitative descriptive study. Participants were students at Pontianak Elementary School in grade V with 45 participants. This study selected participants using a purposive sample with the consideration that participants were selected based on availability and representation in heterogeneous groups that reflect socio-economic diversity. Students' creative thinking skills were measured twice, namely before and after the social justice value intervention by focusing on four indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results showed that the intervention of social justice values ??in mathematics learning improved students' creative thinking skills. In the fluency indicator, the average score increased from 76.00 to 89.33. Then flexibility indicator, the average score increased from 61.33 to 83.11. In the originality indicator, the average score increased from 65.78 to 85.78. The last indicator, elaboration, the average score increased from 67.56 to 85.78 ABSTRAKIdealnya, pendidikan matematika diharapkan dapat membekali siswa dengan kemampuan berpikir kreatif, yang melibatkan pemecahan masalah secara inovatif, serta kemampuan agar dapat melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang dan memberikan berbagai alternatif solusi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan intervensi nilai berkeadilan sosial pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. penerapan nilai berkeadilan sosial dalam pembelajaran dapat memberikan dampak positif pada perkembangan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kontribusi intervensi nilai berkeadilan sosial dalam pembelajaran matematika terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Partisipan merupakan siswa di Sekolah Dasar Pontianak di kelas V dengan 45 partisipan. Penelitian ini memilih partisipan menggunakan purposive sample dengan pertimbangan bahwa partisipan dipilih berdasarkan ketersediaan dan representasi dalam kelompok heterogen yang mencerminkan keberagaman sosial-ekonomi. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik diukur sebanyak dua kali yaitu pada sebelum intervensi dan sesudah intervensi nilai berkeadilan sosial dengan berfokus pada empat indikator yakni kelancaran, keluwesan, keaslian, dan pendetailan. Hasilnya didapatkan bahwa intervensi nilai berkeadilan sosial pada pembelajaran matematika mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Pada indikator kelancaran, skor rata-ratanya meningkat dari 76,00 menjadi 89,33. Kemudian pada indikator keluwesan, skor rata-ratanya meningkat dari 61,33 menjadi 83,11. Pada indikator keaslian, skor rata-ratanya meningkat dari 65,78 menjadi 85,78. Dan indikator yang terakhir yaitu kerincian, skor rata-ratanya meningkat dari 67,56 menjadi 85,78
ENHANCING PROBLEM-SOLVING SKILLS IN ELEMENTARY STUDENTS THROUGH REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION SUSANTI, ERMA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4344

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) is an innovative approach aimed at enhancing students' problem-solving skills by connecting mathematical concepts to real-world contexts. Traditional mathematics education often focuses on rote memorization and abstract procedures, leaving students disengaged and unable to apply their knowledge effectively. RME addresses this gap by emphasizing context-based learning, student-centered exploration, and progressive mathematization, fostering critical thinking and conceptual understanding. This study examines the implementation of RME through literature reviews and case studies from schools worldwide. Methods include analyzing research findings on the impact of RME on student outcomes, including test scores, engagement, and confidence.  Results indicate that RME significantly improves problem-solving skills, with students in RME classrooms outperforming peers in traditional settings. Enhanced engagement and confidence in mathematics were also observed, particularly in scenarios where students collaboratively tackled realistic problems. However, challenges such as resource constraints, teacher preparation, and curriculum adaptation remain. The findings underscore RME’s transformative potential in mathematics education. Schools and policymakers are encouraged to adopt RME, supported by targeted professional development and further research to refine and innovate its practices. ABSTRAKRealistic Mathematics Education (RME) adalah pendekatan inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan menghubungkan konsep matematika ke konteks dunia nyata. Pendidikan matematika tradisional sering kali berfokus pada hafalan dan prosedur abstrak, yang menyebabkan siswa kurang terlibat dan tidak mampu menerapkan pengetahuan mereka secara efektif. RME mengatasi kesenjangan ini dengan menekankan pembelajaran berbasis konteks, eksplorasi yang berpusat pada siswa, dan matematisasi progresif, sehingga mendorong pemikiran kritis dan pemahaman konseptual. Penelitian ini mengkaji penerapan RME melalui tinjauan literatur dan studi kasus dari sekolah-sekolah di seluruh dunia. Metode yang digunakan termasuk menganalisis temuan penelitian tentang dampak RME terhadap hasil belajar siswa, termasuk skor tes, keterlibatan, dan kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa RME secara signifikan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, di mana siswa di kelas RME menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan teman-teman mereka dalam pengaturan tradisional. Peningkatan keterlibatan dan kepercayaan diri dalam matematika juga diamati, terutama dalam skenario di mana siswa secara kolaboratif menyelesaikan masalah realistis. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, persiapan guru, dan adaptasi kurikulum. Temuan ini menegaskan potensi transformasi RME dalam pendidikan matematika. Sekolah dan pembuat kebijakan didorong untuk mengadopsi RME, didukung oleh pengembangan profesional yang terarah dan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan dan menginovasikan praktiknya.
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM MATA PELAJARAN PROJEK IPAS DI SMKN BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA MARWAN, ASEP; WAHIDIN, WAHIDIN; MUSTOFA, ROMY FAISAL; BADRIAH, LIAH; HERNAWATI, DIANA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4403

Abstract

This study aims to describe the profile of vocational high school (SMK) students' science process skills (SPS) in the Project-Based Natural and Social Sciences (IPAS) subject. The research employs a mixed-method approach using questionnaires and interviews as instruments. Quantitative data were collected from 60 tenth-grade students at SMKN Bantarkalong using a Likert-scale-based questionnaire, analyzed with the Rasch Model to assess reliability and validity. Qualitative data were obtained through in-depth interviews with three purposively selected students. SPS encompasses basic skills, such as observation, measurement, and classification, as well as integrated skills, such as variable control and hypothesis formulation. The findings indicate that students' SPS fall within the moderate category across all indicators, with the highest average percentage in experimental design (51.46%) and the lowest in prediction (42.50%). Further analysis revealed that a lack of hands-on laboratory experience contributes to the low mastery of SPS. Interviews also indicated that students face difficulties in understanding variables and relating them in experimental contexts. This study highlights the importance of implementing more practical and integrated project-based learning to enhance students' SPS. Key recommendations include strengthening laboratory practice at earlier education levels and innovating instructional approaches based on engineering design, STEM integration, or a combination of both to improve students' SPS. These findings are expected to serve as preliminary information for enhancing the quality of IPAS project-based learning in vocational schools and supporting the development of relevant and effective curricula to produce adaptive graduates for the modern technological era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil keterampilan proses sains (KPS) siswa SMK pada mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan instrumen kuesioner dan wawancara. Data kuantitatif dikumpulkan dari 60 siswa kelas X SMKN Bantarkalong dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang dianalisis melalui Model Rasch untuk mengukur reliabilitas dan validitas. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga siswa yang dipilih secara purposive sampling. KPS terdiri atas keterampilan dasar, seperti observasi, pengukuran, dan klasifikasi, serta keterampilan terpadu, seperti pengendalian variabel dan perumusan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang di semua indikator, dengan persentase rata-rata tertinggi pada desain eksperimen (51,46%) dan terendah pada prediksi (42,50%). Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa minimnya pengalaman praktik di laboratorium menjadi salah satu penyebab rendahnya penguasaan KPS. Wawancara juga mengindikasikan bahwa siswa menghadapi kesulitan dalam memahami konsep variabel dan menghubungkannya dalam konteks eksperimen. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pembelajaran berbasis projek yang lebih praktis dan terintegrasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek KPS. Rekomendasi utama meliputi penguatan praktik laboratorium di jenjang pendidikan sebelumnya serta inovasi pendekatan pembelajaran berbasis desain rekayasa, integrasi STEM, atau kombinasi keduanya untuk meningkatkan KPS siswa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran projek IPAS di SMK serta mendukung pengembangan kurikulum yang relevan, efektif, dan mampu mencetak lulusan adaptif di era teknologi modern.
POTRET AWAL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK DI SMP AL-MADINAH LISTIANI, FITRI; HERNAWATI, DIANA; MUSTOFA, ROMY FAISAL; BADRIAH, LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4429

Abstract

Analytical thinking skills and problem-solving skills are important competencies that learners need to have in facing challenges in the 21st century. Analytical thinking skills enable learners to analyze information systematically and solve problems in a logical way. Similarly, problem-solving skills support learners in finding solutions to problems faced. This study aims to determine the initial portrait of analytical thinking skills and problem solving skills of students at Al-Madinah Junior High School in Tasikmalaya Regency. The method used in this research is descriptive with 99 respondents of class VIII students selected by purposive sampling. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale and analyzed using percentages. The results showed that the students' analytical thinking skills were in the insufficient criteria with an average percentage of 59.60%, while problem solving skills were also in the insufficient criteria with an average percentage of 59.94%. These findings indicate the need for further efforts to improve learners' analytical thinking and problem solving skills, such as the application of varied learning models that are in accordance with the needs of the 21st century. This research is expected to contribute to the development of more effective learning strategies to improve learners' analytical thinking and problem solving skills. ABSTRAKKeterampilan berpikir analitis dan keterampilan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi tantangan di abad 21. Keterampilan berpikir analitis memungkinkan peserta didik untuk menganalisis informasi dengan sistematis dan memecahkan masalah dengan cara yang logis. Begitu pula, keterampilan pemecahan masalah mendukung peserta didik dalam menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret awal keterampilan berpikir analitis dan keterampilan pemecahan masalah peserta didik di SMP Al-Madinah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan responden penelitian sebanyak 99 peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir analitis peserta didik berada pada kriteria kurang dengan rata-rata persentase 59,60%, sementara keterampilan pemecahan masalah juga berada pada kriteria kurang dengan rata-rata persentase 59,94%. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah peserta didik, seperti penerapan model pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan abad 21. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah peserta didik.