cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 61 Documents clear
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA ASSEMBLR EDU TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GEMPA BUMI DI KELAS V MIST AL-AZHFAR Hamzah, Nurlaila; Abdullah, Gamar; Kudus, Kudus; Arifin, Irvin Novita; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6443

Abstract

This study aims to describe whether there is an Influence of the Problem Based Learning (PBL) Learning Model Assisted by Assemblr Edu Media on Student Learning Outcomes in Earthquake Material in Class V MIST AL-AZHFAR, North Gorontalo Regency. The research method used is quasi-experimental with a Nonequivalent control group design. This study uses data collection techniques through observation, tests, interviews and documentation. The sample in this study were 34 students of class V MIST AL-AZHFAR. The difference in learning outcomes can be seen in the average pre-test and post-test scores of the experimental class and the control class. In the pre-test, the experimental class had an average score of 61.17 and the control class had an average score of 53.23 after being given treatment and continued with the post-test, resulting in an average score of the experimental class of 79.70 and the control class of 59.11. From the data above, it can be concluded that there is an influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by Assemblr Edu Media on Student Learning Outcomes in Earthquake Material in Class V MIST AL-AZHFAR, North Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Gempa Bumi  Di Kelas V MIST AL-AZHFAR Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan desain penelitian Nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MIST AL-AZHFAR sebanyak 34 peserta didik. Perbedaan hasil belajar terlihat pada nilai rata-rata skor pre-test dan post-test  kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada pre-test kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 61,17 dan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 53,23 setelah diberi perlakuan dan dilanjutkan dengan post-test menghasilkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,70 dan kelas kontrol sebesar 59.11. Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Gempa Bumi  Di Kelas V MIST AL-AZHFAR Kabupaten Gorontalo Utara.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IPAS DI KELAS III SDN 4 TOMILITO Djafar, Dita Pratiwi D.; Panai, Abdul Haris; Kudus, Kudus; Nurfadliah, Nurfadliah; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6444

Abstract

This study aims to describe the influence of the Problem Based Learning (PBL) Model Assisted by Flipbook Media on Student Learning Outcomes in Science Material in Class III SDN 4 Tomilito. The research method used is the pre-experimental design of One Group Pretest-Postest. This study uses data collection techniques through observation, testing, and documentation. The sample in this study was 20 students of class III SDN 4 Tomilito. The difference in learning outcomes can be seen in the average pre-test and post-test scores Based on the pretest score results of 60.2, the posttest score results were 82.2. Indicating that the use of the Problem Based Learning model assisted by Flipbook media on student learning outcomes in science material is very influential. The average N-Gain data or the difference between the pretest and posttest results of student learning outcomes in science material in class III SDN 4 Tomilito is included in the medium criteria, namely 0.54, the N-Gain function to measure the effectiveness of learning. From the data above, it can be concluded that there is an influence of the use of the Problem Based Learning model assisted by Flipbook media on student learning outcomes in the science material in class III of SDN 4 Tomilito. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan terdapat Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Flipbook Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi IPAS Di Kelas III SDN 4 Tomilito. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental desain One Grup Pretest-Postest. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Tomilito sebanyak 20 siswa. Perbedaan hasil belajar terlihat pada nilai rata-rata skor pre-test dan post-test Berdasarkan hasil skor pretest 60,2 hasil skor postes 82,2. Menandakan penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Flipbook terhadapa hasil belajar siswa pada materi IPAS begitu berpengaruh. Data hasil rata- rata N-Gain atau selisih hasil pretes dan postes hasil belajar siswa pada materi IPAS di kelas III SDN 4 Tomilito termasuk kriteria sedang yaitu 0,54, fungsi N-Gain untuk mengukur efektivitas suatu pembelajaran. Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Flipbook terhadap hasil belajar siswa  pada materi IPAS di kelas III SDN 4 Tomilito.
PENGEMBANGAN MEDIA PUPPIM PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH DI KELAS III SDN NO. 75 KOTA TENGAH Sari, Rani Puspita; Abdullah, Gamar; Marshanawiah, Andi; Aries, Nur Sakinah; Assel, Hadi Yamin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6445

Abstract

This research was motivated by the low level of students' understanding of the basic concept of multiplication, particularly in the topic of whole number multiplication. The aim of this research was to develop PUPPIM learning media that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness for teaching whole number multiplication in Grade III at SDN No. 75 Kota Tengah, Gorontalo City. The research employed a development method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects were 21 Grade III students. In the feasibility test, PUPPIM was validated by experts. The combined validation results from media, content, and user experts reached 93,1%, categorized as "very feasible." For the practicality test, it used teacher observation sheets, which obtained a percentage of 97,5%, and student observation sheets, which obtained a score of 99,2%, both categorized as "very practical." Effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments, with the average pre-test score being 49 and post-test 92,8. The difference between the pre-test and post-test scores was 43,8, indicating an improvement of 89,3%. The calculated effectiveness level of the PUPPIM media was 85,9%, categorized as "effective." Therefore, PUPPIM is proven to be effective and feasible for use in primary school learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pemahaman siswa dalam konsep dasar perkalian, khususnya pada materi perkalian bilangan cacah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran PUPPIM yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada materi perkalian bilangan cacah di kelas III SDN No. 75 Kota Tengah Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SDN No. 75 Kota Tengah Kota Gorontalo yang berjumlah 21 orang. Pada uji kelayakan, media PUPPIM diuji melalui validasi oleh tim ahli. Rekapitulasi hasil validasi dari 3 ahli yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna diperoleh persentase sebesar 93,1% dengan kategori “sangat layak”. Pada uji kepraktisan, peneliti menggunakan lembar observasi guru dengan persentase sebesar 97,5% dan lembar observasi siswa memperoleh persentase sebesar 99,2% dengan kategori “sangat praktis”. Pada uji keefektifan, peneliti menggunakan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 49 dan post-test sebesar 92,8. Selisih nilai pre-test dan post-test sebesar 43,8. Hal ini berarti bahwa terdapat peningkatan dengan persentase sebesar 89,3%. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat efektivitas media PUPPIM berdasarkan perhitungan mencapai 85,9% dengan kategori “efektif”. Dengan demikian media PUPPIM terbukti efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar.
EPULIS FISSURATUM CAUSED BY CHRONIC IRRITATION FROM THE USE OF COMPLETE DENTURES: A CASE REPORT Nurhayati, Sri; Chuan, How Kim; Angela, Emerentia; Halim, Susanna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4884

Abstract

Epulis fissuratum is a reactive fibrous hyperplasia commonly caused by chronic mechanical irritation from ill-fitting complete dentures. It often presents as mucosal folds in the vestibular area of the oral cavity. Aim: This case report aims to describe the clinical features, etiological factors, management strategies, and the role of patient education in preventing recurrence. A 65-year-old female patient presented with a soft tissue enlargement in the mandibular vestibule, associated with prolonged use of unadjusted complete dentures. Clinical examination and patient history confirmed the diagnosis of epulis fissuratum. Conservative surgical excision was performed under local anesthesia, followed by prosthetic rehabilitation and oral hygiene education. Postoperative healing was uneventful, with complete tissue recovery observed within two weeks. A new denture was fabricated to accommodate the anatomical changes and prevent further trauma. Monthly follow-ups for three months showed no signs of recurrence, and the patient reported improved comfort and satisfaction. Chronic irritation from ill-fitting dentures remains a major contributor to soft tissue lesions such as epulis fissuratum. Early detection, surgical intervention when needed, and appropriate prosthetic management—combined with effective patient education—are key to successful outcomes. Denture users should be advised of the importance of routine evaluations to ensure long-term oral health and prevent recurrence of such lesions. ABSTRAKEpulis fissuratum adalah hiperplasia fibrosa reaktif yang umumnya disebabkan oleh iritasi mekanis kronis akibat gigi tiruan lengkap yang tidak pas. Kondisi ini sering muncul sebagai lipatan mukosa di area vestibulum rongga mulut. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran klinis, faktor etiologi, strategi penatalaksanaan, dan peran edukasi pasien dalam mencegah kekambuhan. Seorang pasien perempuan berusia 65 tahun datang dengan keluhan pembesaran jaringan lunak di vestibulum mandibula, yang berhubungan dengan penggunaan gigi tiruan lengkap yang tidak disesuaikan dalam jangka waktu lama. Pemeriksaan klinis dan riwayat pasien memastikan diagnosis epulis fissuratum. Eksisi bedah konservatif dilakukan dengan anestesi lokal, diikuti dengan rehabilitasi prostetik dan edukasi kebersihan mulut. Penyembuhan pascaoperasi berjalan lancar, dengan pemulihan jaringan lengkap yang diamati dalam dua minggu. Gigi tiruan baru dibuat untuk mengakomodasi perubahan anatomi dan mencegah trauma lebih lanjut. Tindak lanjut bulanan selama tiga bulan tidak menunjukkan tanda-tanda kekambuhan, dan pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dan kepuasan. Iritasi kronis akibat gigi palsu yang tidak pas tetap menjadi penyebab utama lesi jaringan lunak seperti epulis fissuratum. Deteksi dini, intervensi bedah bila diperlukan, dan manajemen prostetik yang tepat—dikombinasikan dengan edukasi pasien yang efektif—merupakan kunci keberhasilan. Pengguna gigi palsu harus diberi tahu tentang pentingnya evaluasi rutin untuk memastikan kesehatan mulut jangka panjang dan mencegah kekambuhan lesi tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU PLANET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SDN 68 KOTA TIMUR Usman, Sri Rahayu; Abdullah, Gamar; Arifin, Irvin Novita; Panai, Abdul Haris; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5669

Abstract

This study aims to develop PLANET card-based learning media that are valid, practical, and effective for use in Natural and Social Sciences (IPAS) classes to improve student learning outcomes, specifically on the topic of the solar system, in Grade V of elementary school. The research was conducted at SDN 68 Kota Timur using a Research and Development (R&D) approach, following the ADDIE model Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate To assess the validity of the PLANET card media, expert validation was carried out. Based on evaluations by experts and users, the PLANET card media received an average score of 92 40, indicating that it is highly suitable for use by both teachers and students in elementary schools. For practicality testing, an observation sheet was used, and the teacher received a score of 95 out of a maximum of 100, indicating a 95 practicality rating, which falls within the "highly practical category. To test the effectiveness of the media, pre-tests and post-tests were administered in a Grade V class at SDN 68 Kota Timur The average pre-test score was 25.62, while the post-test score after using the PLANET cards increased to 83.12 The N-Gain calculation yielded a value of 0.77, categorized as "high" These results indicate that the PLANET card media significantly improve student learning outcomes and are effective instructional tools for elementary school education. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran kartu PLANET yang layak, praktis dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran IPAS untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi konsep dasar sistem tata surya di sekolah dasar kelas V. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 68 Kota Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu yaitu analyze, design, development, Implement, dan Evaluate. Untuk menguji kelayakan media kartu PLANET dilakukan validasi kepada tim Ahli. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli dan pengguna, media kartu PLANET memperoleh hasil rekapitulasi nilai rata-rata skor 92,40 dan dinyatakan sangat layak digunakan oleh guru dan siswa di sekolah dasar. Dalam uji kepraktisan media kartu PLANET, peneliti menggunakan instrumen lembar observasi guru dengan skor yang diperoleh adalah 95 dari skor maksimum 100. Dengan demikian, persentase kepraktisan penggunaan media kartu PLANET dalam pembelajaran mencapai skor 95, yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Dalam keefektifan media kartu PLANET, pada saat penerapan media di kelas 5 SDN 68 Kota Timur, guru membagikan soal pretest dan posttets untuk mengukur keefektifan media. Rata-rata nilai pretest adalah 25,62, setelah penerapan media kartu PLANET rata-rata nilai posttest meningkat mencapai 83,12. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,77 yang masuk dalam kategori “tinggi”. Dengan hasil rekapitulasi ini maka dapat dinyatakan bahwa media kartu PLANET dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta Efektif digunakan di sekolah dasar.
PEMBELAJARAN PEMISAHAN CAMPURAN GARAM BERBASIS STEM DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORATIF SISWA SMP NEGERI 36 JAKARTA Carsono, Adi; Heliawati, Heliawati; Permana, Irvan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6117

Abstract

This study aims to analyze the improvement of collaborative skills of students of SMP Negeri 36 Jakarta through STEM-based salt mixture separation learning. Collaborative problem solving is recognized as one of the key competencies of the 21st century by the Organization for Economic Co-operation and Development. This concept of collaboration includes not only cooperation, but also communication, negotiation, sharing responsibility, and achieving joint solutions. The interest and involvement of students in collaborative learning depend not only on the group structure, but also on the quality of social interactions that occur during the learning process. Meanwhile, science learning includes four main elements, namely attitudes, processes, products, and applications. The four elements of science learning are realized through learning activities. The skills possessed in science learning are called process skills, while the attitudes that must be possessed are also called scientific attitudes. One of the new pedagogical perspectives is the STEM concept, this term and its related methods are used in connection with educational policies and curriculum choices to promote and support the development of science and technology. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan kolaboratif siswa SMP Negeri 36 Jakarta melalui pembelajaran pemisahan campuran garam berbasis STEM. Pemecahan masalah kolaboratif diakui sebagai salah satu kompetensi kunci abad ke-21 oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Konsep kolaborasi ini tidak hanya mencakup kerja sama, tetapi juga komunikasi, negosiasi, berbagi tanggung jawab, dan pencapaian solusi bersama. Minat dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran kolaboratif tidak hanya bergantung pada struktur kelompok, tetapi juga pada kualitas interaksi sosial yang terjadi selama proses pembelajaran. Sementara itu pembelajaran IPA mencakup empat unsur utama, yaitu sikap, proses, produk, dan aplikasi. Keempat unsur pembelajaran IPA tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran. Keterampilan yang dimiliki dalam pembelajaran IPA disebut keterampilan proses, sedangkan sikap yang harus dimiliki disebut juga sikap ilmiah. Salah satu perspektif pedagogi baru adalah konsep STEM, istilah ini dan metode terkaitnya digunakan sehubungan dengan kebijakan pendidikan dan pilihan kurikulum untuk mempromosikan dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB GOOGLE SITES PADA SISWA KELAS IV SDN 7 TALAGA JAYA Mokobela, Mifta; Husain, Rustam I; Marshanawiah, Andi; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Aries, Nur Sakinah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6186

Abstract

This research is motivated by the low mathematics learning outcomes of fourth grade students of SDN 7 Talaga Jaya, especially in the material of flat shapes. Data from initial observations showed a very low level of learning completion, where only 38% of students were able to achieve the Minimum Completion Criteria (KKM) of 75. Departing from this problem, this study focuses on testing the effectiveness of web-based learning media. The main objective is to find out whether the application of learning media using Google Sites can be a solution to significantly improve student learning outcomes on the material. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out in two cycles. Important stages in this study include planning, implementing actions, observation, and reflection in each cycle. The subjects of the study were fourth grade students, and data were collected through learning outcome test techniques, observation of the learning process, and documentation. The results of the study showed a significant increase in learning outcomes gradually. In cycle I, the percentage of students who achieved learning completion increased to 48%. After the action improvements were made in cycle II, there was a very good spike, where the percentage of student learning completion reached 89%. Thus, it can be concluded that the implementation of Google Sites web-based learning media has proven to be effective and successful in improving student learning outcomes in flat geometry material. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 7 Talaga Jaya, khususnya pada materi bangun datar. Data pada observasi awal menunjukkan tingkat ketuntasan belajar yang sangat rendah, di mana hanya 38% siswa yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis web. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah penerapan media pembelajaran menggunakan Google Sites dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tersebut secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV, dan data dikumpulkan melalui teknik tes hasil belajar, observasi proses pembelajaran, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara bertahap. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 48%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, terjadi lonjakan yang sangat baik, di mana persentase ketuntasan belajar siswa berhasil mencapai 89%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis web Google Sites terbukti efektif dan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun datar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEMEN GEOMETRI TOPIK LINGKARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA SISTEM LODOK DI MASYARAKAT MANGGARAI Jehurung, Paulus; Dominikus, Wara Sabon; Wulakada, Hamza H.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6187

Abstract

This study stems from the challenges students face in understanding geometry concepts, particularly circles, due to abstract instruction and limited real-life context. To address this issue, mathematics teaching materials were developed based on ethnomathematics by integrating the Lodok system a traditional radial land division system practiced by the Manggarai people of East Nusa Tenggara as a culturally rich and geometrically relevant local context. The study aimed to identify geometric concepts embedded in the Lodok system and to develop teaching materials that integrate these local wisdom elements to enhance students’ conceptual understanding and character development. The research employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate) and a qualitative approach. The Define stage involved literature review, field observation, and interviews with traditional leaders to formulate learning objectives and develop the material framework. The Design stage produced an initial draft of the Lodok-based teaching material, validated by subject matter experts and education practitioners. The Develop stage included a trial with 32 eighth-grade students at SMP Negeri 12 Kupang to assess practicality and preliminary effectiveness, while the Disseminate stage was conducted with 28 students at SMP Negeri 1 Cibal, a culturally representative Lodok site, to evaluate final effectiveness. Validation results confirmed the teaching material was highly appropriate; practicality tests indicated it was user-friendly, engaging, and aided conceptual understanding; and effectiveness tests revealed that over 85% of students achieved mastery in circle-related concepts, which were linked to Lodok components such as langang, banta, cicing, and moso. Beyond cognitive gains, the integration of Lodok also strengthened student character, particularly in justice, cooperation, and cultural appreciation. The study concludes that the developed material is valid, practical, and effective, and recommends the adoption of ethnomathematics approaches in other culturally rich regions to bridge formal mathematics with students’ lived realities. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep geometri, khususnya lingkaran, akibat pembelajaran yang abstrak dan minim konteks nyata. Untuk menjawab tantangan ini, peneliti mengembangkan bahan ajar matematika berbasis etnomatematika dengan mengangkat sistem Lodok  (pembagian lahan khas masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur) sebagai konteks lokal yang sarat nilai geometris dan budaya. Fokus permasalahannya adalah bagaimana mengembangkan bahan ajar elemen Geometri Topik Lingkaran berbasis Etnomatematika pada sistem Lodok di masyarakat Manggarai. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar elemen Geometri Topik Lingkaran berbasis Etnomatematika pada sistem Lodok di masyarakat Manggarai guna meningkatkan pemahaman dan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) serta pendekatan kualitatif. Tahap define meliputi studi literatur, observasi, dan untuk merumuskan tujuan dan kisi-kisi bahan ajar. Tahap design menghasilkan draf awal bahan ajar yang divalidasi oleh ahli dan praktisi. Tahap develop dilakukan melalui uji coba pada 32 siswa SMP Negeri 12 Kupang, sedangkan tahap disseminate diterapkan pada 28 siswa SMP Negeri 1 Cibal untuk menilai efektivitas di lingkungan budaya Lodok. Hasil validasi menunjukkan bahan ajar sangat layak, uji kepraktisan menunjukkan bahan ajar praktis atau mudah digunakan dan membantu pemahaman konsep lingkaran yang diintegrasikan dengan unsur Lodok seperti langang, banta, cicing, dan moso, sementara uji efektivitas menunjukkan peningkatan pemahaman 96,87 %  pada tahap uji coba dan 100 % pada tahap diseminasi. Selain peningkatan kognitif, integrasi sistem Lodok juga menguatkan karakter siswa, terutama nilai keadilan, gotong royong, dan penghargaan budaya lokal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Etnomatematika yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif, serta merekomendasikan pendekatan Etnomatematika di daerah lain untuk menjembatani matematika formal dengan realitas budaya lokal.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CRT UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 03 JEMBER DENGAN MODEL PBL Sari, Cindi Septia; Ah, Nurul Imamah; F, Indah Dewi Saputri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6188

Abstract

The selection of instructional methods implemented by educators can influence students’ learning activities. This study aims to examine the application of the Culturally Responsive Teaching (CRT) method through the Problem-Based Learning (PBL) model in fostering mathematics learning engagement among Grade X students at SMA Muhammadiyah 03 Jember. The subjects of this study were 31 students from class X.D at SMA Muhammadiyah 03 Jember in the 2024/2025 academic year. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach consisting of two cycles. Each cycle included four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection methods involved tests, observations, and documentation. The study's findings showed that students' learning activity in the pre-cycle was still in the low category, with a percentage of 51.01%. In the first cycle, it increased to a moderate level of activity with a percentage of 67.74%, and in the second cycle, it further rose to a high activity level with a percentage of 79.54%. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) combined with the Problem-Based Learning (PBL) model can enhance the engagement of students in class X.D, particularly in the topic of presenting single and grouped data in mathematics. ABSTRAKPemilihan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik bisa mempengaruhi kegiatan belajar peserta didik. Studi ini bertujuan guna mengetahui pengaplikasian metode Cultutally Responsive Teaching (CRT) melalui model Problem Based Learning (PBL) dalam menumbuhkan aktivitas belajar matematika peserta didik kelas X SMA Muhammadiyah 03 Jember. Subjek dalam studi ini merupakan murid kelas X.D SMA Muhammadiyah 03 Jember tahun pelajaran 2024/2025 yang totalnya 31 siswa. Studi ini menerapkan metode PTK (Penelitian tindakan kelas) beserta dua siklus. Masing-masing siklusnya berisikan empat tahapan yakni pelaksanaan, penyusunan, pengamatan, serta kontemplasi. Metode penghimpunan datanya memanfaatkan teknik tes, pengamatan, serta pendataan. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya aktivitas belajar siswa dalam pra-siklus masih ada dalam kategori aktivitas rendah yaitu dengan persentase 51,01%, kemudian dalam siklus I meningkat kedalam kategori aktivitas cukup dengan persentase 67,74%, serta di siklus kedua kembali naik jadi golongan aktivitas tinggi beserta persentase 79,54%. Menurut temuannya tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pengaplikasian metode pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) bisa menumbuhkan keaktifan siswa kelas X.D dalam materi penyajian data tunggal dan kelompok.
DENTURE STOMATITIS: AN OVERVIEW OF EPIDEMIOLOGY, ETIOLOGY, AND CURRENT THERAPEUTIC STRATEGIES Sumitro, Sumitro; Cuan, How Kim; Halim, Susanna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6189

Abstract

ABSTRACT Denture stomatitis (DS) is a prevalent inflammatory condition of the oral mucosa, frequently observed in individuals wearing removable dentures. The condition is primarily initiated by the colonization of Candida species, though its development is often accelerated by other predisposing factors, making it a multifactorial clinical challenge. This article provides a comprehensive overview of the condition by focusing on a systematic review of the most recent scientific literature published from 2020 onward. The research methodology involved a systematic search across multiple scientific databases to gather current data on the epidemiology, etiology, risk factors, and contemporary therapeutic approaches for DS. The results from this review indicate a high prevalence of the condition, with a notable incidence among elderly patients and individuals with specific systemic health issues. The findings confirm that effective management necessitates a multifaceted strategy, combining conventional antifungal agents, innovative approaches like photodynamic therapy, and strict adherence to enhanced denture hygiene protocols. In conclusion, the successful treatment of denture stomatitis is not a one-size-fits-all solution; it requires an individualized therapeutic plan that is carefully tailored to each patient's specific risk factors and the underlying etiology of their condition. ABSTRAK Stomatitis gigi tiruan (DS) merupakan kondisi peradangan yang umum terjadi pada mukosa mulut, yang sering terjadi pada orang yang memakai gigi tiruan lepasan. Kondisi ini terutama dipicu oleh kolonisasi spesies Candida, meskipun perkembangannya sering kali dipercepat oleh faktor predisposisi lain, sehingga menjadikannya tantangan klinis multifaktorial. Artikel ini memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang kondisi tersebut dengan berfokus pada tinjauan sistematis literatur ilmiah terbaru yang diterbitkan sejak tahun 2020 dan seterusnya. Metodologi penelitian melibatkan pencarian sistematis di berbagai basis data ilmiah untuk mengumpulkan data terkini tentang epidemiologi, etiologi, faktor risiko, dan pendekatan terapi kontemporer untuk DS. Hasil dari tinjauan ini menunjukkan prevalensi kondisi yang tinggi, dengan insidensi yang menonjol di antara pasien lanjut usia dan individu dengan masalah kesehatan sistemik tertentu. Temuan tersebut menegaskan bahwa manajemen yang efektif memerlukan strategi multifaset, yang menggabungkan agen antijamur konvensional, pendekatan inovatif seperti terapi fotodinamik, dan kepatuhan ketat terhadap protokol kebersihan gigi tiruan yang ditingkatkan. Sebagai kesimpulan, pengobatan stomatitis gigi tiruan yang berhasil bukanlah solusi yang cocok untuk semua orang; Hal ini memerlukan rencana terapi individual yang disesuaikan dengan faktor risiko spesifik setiap pasien dan etiologi yang mendasari kondisi mereka.