cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY MATERI BENTUK MOLEKUL KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI Nugroho, Nazario Candra; Zulfikasari, Sony
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6926

Abstract

This research is motivated by students' difficulties in understanding the abstract and three-dimensional nature of molecular shapes, exacerbated by the limitations of conventional learning media such as molymod and PowerPoint at MAN 3 Kebumen. The gap between the high visualization needs and the available facilities encourages the need for technological innovation. Therefore, this research focuses on the development and feasibility testing of interactive learning media based on Augmented Reality (AR) as a solution for visualizing molecular shapes. This research uses the Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Development, Disseminate). The research stages include needs analysis, media design using Unity and Vuforia, product development, as well as validation by experts and limited trials on teachers and students. The main findings show that this AR learning media is declared very valid by material experts (91%) and media experts (96.5%). In addition, this media is also considered very suitable for use in learning based on the results of teacher and student responses in limited trials, with a feasibility score reaching 95.58%. It is concluded that the AR learning media developed is a valid and practical solution to overcome visualization constraints in learning molecular shapes, and is worthy of being disseminated. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami materi bentuk molekul yang bersifat abstrak dan tiga dimensi, diperparah oleh keterbatasan media pembelajaran konvensional seperti molymod dan PowerPoint di MAN 3 Kebumen. Adanya kesenjangan antara kebutuhan visualisasi yang tinggi dengan sarana yang tersedia mendorong perlunya inovasi teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan dan pengujian kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) sebagai solusi untuk memvisualisasikan bentuk molekul. Penelitian ini menggunakan metode Riset dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan media menggunakan Unity dan Vuforia, pengembangan produk, serta validasi oleh ahli dan uji coba terbatas pada guru dan siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa media pembelajaran AR ini dinyatakan sangat valid oleh ahli materi (91%) dan ahli media (96,5%). Selain itu, media ini juga dinilai sangat layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan hasil respons guru dan siswa pada uji coba terbatas, dengan skor kelayakan mencapai 95,58%. Disimpulkan bahwa media pembelajaran AR yang dikembangkan merupakan solusi yang valid dan praktis untuk mengatasi kendala visualisasi dalam pembelajaran bentuk molekul, serta layak untuk disebarluaskan.
EVALUASI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS HOTS DI SD LABORATORIUM UNG Abdullah, Gamar; Isnanto, Isnanto; Marshanawiyah, Andi; Rahman, Muh. Sahman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6927

Abstract

Implementing science learning based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) is a strategic effort to improve the quality of education in elementary schools. HOTS itself refers to higher-order thinking skills that include analysis, evaluation, and creativity, which are crucial for equipping students to face the challenges of the 21st century. In the context of science learning, the application of HOTS not only requires teachers to deliver material factually but also develops students' abilities to connect concepts, solve problems, and examine scientific phenomena critically and creatively. The purpose of this study is to evaluate HOTS-based science learning in elementary schools (SD) based on Permendikbudristek No. 16 of 2022, which includes learning planning and implementation. This research is a descriptive study using a quantitative approach. The research was conducted at SD Laboratorium UNG in phases B and C, namely grades III, IV, V, and VI, consisting of 12 classes. Based on the research findings on the planning and implementation of HOTS-based science learning at UNG Laboratory Elementary School, it can be concluded that overall, HOTS implementation has been successful, although several aspects still require strengthening. Overall, HOTS-based learning at UNG Laboratory Elementary School has shown positive results, particularly in terms of learning media and student engagement strategies. However, several aspects that need strengthening include HOTS assessment and the integration of lesson plans to ensure better coordination between objectives and assessments, enabling students to maximize their higher-order thinking skills. ABSTRAKPelaksanaan pembelajaran IPA yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. HOTS sendiri merujuk pada kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi analisis, evaluasi, dan kreasi, yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam konteks pembelajaran IPA, penerapan HOTS tidak hanya menuntut guru untuk menyampaikan materi secara faktual, tetapi juga mengembangkan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep, memecahkan masalah, serta mengkaji fenomena ilmiah secara kritis dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pembelajaran IPA berbasis HOTS di Sekolah Dasar (SD) berdasarkan Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Laboratorium UNG pada jenjang fase B dan C, yaitu kelas III, IV, V dan VI yang terdiri dari 12 kelas. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran IPA berbasis HOTS di SD Laboratorium UNG, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, implementasi HOTS telah diterapkan dengan baik, meskipun terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis HOTS di SD Laboratorium UNG menunjukkan hasil yang positif, terutama dalam hal media pembelajaran dan strategi keterlibatan siswa. Namun, beberapa aspek a yang perlu diperkuat adalah penilaian HOTS dan keterpaduan rencana pembelajaran agar tujuan dan asesmen dapat lebih terkoordinasi dengan baik, sehingga siswa dapat berkembang dengan lebih maksimal dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NHT DENGAN MEDIA KOMIK KELSIPAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SDN 1 PADURENAN Hayya, Dwi Aqiella Fadilla; Ardianti, Sekar Dwi; Kironoratri, Lintang
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6928

Abstract

Learning outcomes are crucial for improving student understanding. However, at SDN 1 Padurenan, the average student achievement in science is relatively low. In addition to these issues, researchers also identified another issue: a lack of varied teaching activities, leading to students feeling lazy and bored. Innovation is essential for improving students' science learning outcomes. One approach is the Numbered Head Together (NHT) learning model, employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design, aided by the KELSIPAR (Local Wisdom of Sirup Parijoto) comic. The purpose of this study is (1) to analyze the difference in the average pretest and posttest scores on the NHT learning model with Kelsipar comic media in science learning at SDN 1 Padurenan, (2) to analyze the improvement in science learning outcomes on the material of changes in the state of matter with the NHT learning model for grade 4 of SDN 1 Padurenan with the effectiveness of Kelsipar comic media. 19 grade IV students of SDN 1 Padurenan were used as research samples. This study uses quantitative research using the pre-experimental one group pretest-posttest design method. This research was obtained through observation, interviews, tests, documentation as well as normality testing, Paired Sample T-Test, and N-Gain tests. From the results of the study, an average pretest of 55.10 increased to 89.68. The average posttest score and Sig. (2-tailed) results were 0.000 <0.5. From the N-Gain Score test, it was 77.80 and declared effective. It was concluded that (1) the average pretest and posttest on the NHT learning model with Kelsipar comic media in science learning at SDN 1 Padurenan had differences, and (2) the results of learning science on the material of changes in the state of matter with the NHT learning model for class 4 of SDN 1 Padurenan with the effectiveness of Kelsipar comic media increased. ABSTRAKHasil belajar sangatlah penting untuk meningkatkan pemahaman siswa. Namun, di SDN 1 Padurenan berbeda, dimana rata-rata hasil berlajar IPAS siswa tergolong rendah. Selain dari permasalahan tersebut, peneliti memperoleh permasalahan lain, yaitu pada kegiatan mengajar yang kurang variatif sehingga menyebabkan peserta didik merasa malas belajar dan membosankan. Dalam kegiatan pembelajaran perlu menggunakan inovasi untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design berbantuan media komik KELSIPAR (Kearifan Lokal Sirup Parijoto). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest pada model pembelajaran NHT dengan media komik kelsipar pada pembelajaran IPAS di SDN 1 Padurenan, (2) menganalisis peningkatan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud zat dengan model pembelajaran NHT kelas 4 SDN 1 Padurenan dengan efektivitas media komik kelsipar. Siswa kelas IV SDN 1 Padurenan berjumlah 19 siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Penelitian ini diperoleh dengan observasi, wawancara, tes, dokumentasi juga dengan pengujian uji normalitas, uji Paired Sample T-Test, dan uji N-Gain. Dari hasil penelitian tersebut telah diperoleh rata-rata pretest sebesar 55,10 meningkat menjadi 89,68. Skor rata-rata posttest dan hasil Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,5. Dari uji N-Gain Score sebesar 77,80 dan dinyatakan efektif. Diperoleh kesimpulan bahwa (1) rata-rata pretest dan posttest pada model pembelajaran NHT dengan media komik kelsipar pada pembelajaran IPAS di SDN 1 Padurenahasil memiliki perbedaan, dan (2) hasil belajar IPAS materi perubahan wujud zat dengan model pembelajaran NHT kelas 4 SDN 1 Padurenan dengan efektivitas media komik kelsipar meningkat.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SD NEGERI 4 GUMIWANG Atana, Yasyfi; Ansori, Isa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6929

Abstract

Education is a long-term investment for the development and progress of a nation. Entering the 21st century, Indonesia became part of the Industry 4.0 revolution era with several challenges and opportunities. In this era, it is important for students to possess 4C skills (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration). The Merdeka Curriculum expects problem-solving skills to be developed thru critical thinking abilities in learning activities. One of the recommended learning models for use in the Merdeka Curriculum and ideal for meeting 21st-century skills is the Project Based Learning (PjBL) model. Although the Merdeka Curriculum and Project-Based Learning (PjBL) offer significant potential to improve the quality of learning, the reality on the ground shows that their implementation still faces various challenges. This research was conducted to analyze the suitability of implementing the independent curriculum thru the PjBL model, the challenges faced, and the successes achieved in IPAS learning in class V at SD Negeri 4 Gumiwang, Banjarnegara Regency. This research method uses a descriptive qualitative approach with data collection thru interview techniques, observation, and documentation. In addition to thematic analysis, this study also applies SWAT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). The research findings indicate that teachers are already quite good and appropriate in implementing the Merdeka Curriculum with the PjBL Model. Students demonstrate the development of creativity, critical thinking, communication and collaboration skills, as well as literacy and attitudes that align with the Pancasila Student Profile. Challenges of time, readiness, and resources still need to be overcome for project-based learning to be implemented optimally. Therefore, this study recommends the need for further training for teachers in optimizing PjBL and improving access to resources. ABSTRAKPendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk pengembangan dan kemajuan suatu bangsa. Memasuki abad ke-21, Indonesia menjadi bagian dari era revolusi industri 4.0 dengan beberapa tantangan dan peluang. Di era ini penting bagi peserta didik untuk memiliki keterampilan 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration). Kurikulum Merdeka mengharapkan adanya kemampuan pemecahan masalah yang dibangunn melalui kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan belajar. Salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan dalam Kurikulum Merdeka dan ideal untuk memenuhi keterampilan di abad ke-21 adalah model Project Based Learning (PjBL). Meskipun Kurikulum Merdeka dan PjBL menawarkan banyak potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian impelmentasi kurikulum merdeka melalui model PjBL, tantangan yang dihadapi, dan keberhasilan yang dicapai dalam pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 4 Gumiwang Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain analisis tematik, penelitian ini juga menerapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa guru sudah cukup baik dan sesuai dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka dengan Model PjBL. Peserta didik menunjukkan perkembangan keterampilan kreativitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi, serta literasi dan sikap yang sesuai Profil Pelajar Pancasila. Tantangan waktu, kesiapan dan sumber daya masih perlu diatasi agar pembelajaran proyek terlaksana dengan optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lebih lanjut bagi guru dalam mengoptimalkan PjBL dan meningkatkan akses terhadap sumber daya.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUKASI PADA MATERI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN CONSTRUCT 3 KELAS VII SMP KARTIKA XX-6 KENDARI Dila, Dila; Saputra, Hendra Nelva; Razilu, Zila
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.7031

Abstract

The limitations of interactive learning media are often an obstacle in mathematics learning, especially in flat building materials. This research aims to design and test the feasibility and practicality of educational game-based learning media. The method used in this study is research and development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The resulting media is designed to meet the criteria of validity, and practicality of educational game-based learning media. The results of the validation of media experts showed a feasibility score of 87.01% and material experts of 97.03%. The response of the students was very positive with a practicality score of 90.51%. This shows that the learning media developed is very feasible and effective in the mathematics learning process. This media is considered easy to use, and effective in making it easier for teachers to deliver material and increasing students' enthusiasm for learning. Therefore, it can be concluded that learning media based on educational games of flat building materials is suitable for use as a learning tool. ABSTRAKKeterbatasan media pembelajaran yang interaktif sering kali menjadi kendala dalam pembelajaran matematika, utamanya pada materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan serta kepraktisan media pembelajaran berbasis game edukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and develompment (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan dirancang untuk memenuhi kriteria validitas, dan kepraktisan media pembelajaran berbasis game edukasi. Hasil validasi ahli media menunjukan skor kelayakan sebesar 87,01% dan ahli materi sebesar 97, 03%. Respon peserta didik sangat positif dengan skor kepraktisan sebesar 90,51%. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Media ini dinilai mudah digunakan, dan efektif dalam memudahkan guru dalam penyampaian materi dan meningkatkan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis game edukasi materi bangun datar layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran.
STUDI LITERATUR KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) SLOW LEARNER DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Nurjana, Herlinda; Rahayuningsih, Sri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6661

Abstract

This research is motivated by the significant challenges faced by slow learners in mathematics learning in lower grades, where difficulties understanding abstract concepts and processing information often hinder their academic progress. The focus of this research is to review and synthesize various literature on the types of mathematics learning difficulties experienced by slow learners and to identify the most effective intervention strategies. As a crucial step, this research uses a systematic literature review method with a descriptive qualitative approach, analyzing various relevant journals and scientific articles. The main findings of this literature review confirm that the main difficulties of slow learners include understanding number concepts, arithmetic operations, and solving word problems. The literature consistently recommends intervention through the use of concrete and visual learning media and an individualized approach. In conclusion, addressing mathematics learning difficulties in slow learners requires an adaptive approach. This study recommends the importance of early identification of student capacity, teacher training in inclusive pedagogy, and curriculum adaptation to maximize each child's potential. ABSTRAKSPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan signifikan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) kategori slow learner dalam pembelajaran matematika di kelas rendah, di mana kesulitan memahami konsep abstrak dan memproses informasi seringkali menghambat kemajuan akademis mereka. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mensintesiskan berbagai literatur mengenai jenis kesulitan belajar matematika yang dialami siswa slow learner serta mengidentifikasi strategi intervensi yang paling efektif. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode studi literatur sistematis (Systematic Literature Review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Temuan utama dari telaah pustaka ini menegaskan bahwa kesulitan utama siswa slow learner mencakup pemahaman konsep bilangan, operasi hitung, dan pemecahan soal cerita. Literatur secara konsisten merekomendasikan intervensi melalui penggunaan media pembelajaran konkret dan visual serta pendekatan individual. Kesimpulannya, penanganan kesulitan belajar matematika pada siswa slow learner memerlukan pendekatan yang adaptif. Studi ini merekomendasikan pentingnya identifikasi dini kapasitas siswa, pelatihan guru dalam pedagogi inklusif, dan adaptasi kurikulum untuk memaksimalkan potensi setiap anak.
MODEL MATEMATIKA SVEIQHR–SEI UNTUK PENYEBARAN PENYAKIT CACAR MONYET: INTEGRASI STRATEGI VAKSINASI DAN INTERAKSI MANUSIA–HEWAN Lusiana, Vina; Saputra, Banyu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6834

Abstract

Monkeypox is a zoonotic disease with the potential to cause outbreaks in humans, especially in areas with close interaction between humans and rodents as reservoirs. The developed model involves two main populations, namely humans and rodents, and is a modification of the Bolaji model by adding a vaccination compartment to the human population. This research is a quantitative study based on deterministic mathematical modeling that aims to develop a monkeypox spread model using a compartmental approach. The structure of the human model consists of seven compartments: susceptible, vaccinated, exposed, infectious, isolated, treated, and recovered, while the animal population is divided into four compartments: susceptible, exposed, infectious, and recovered. The methods used include the formulation of a system of ordinary differential equations (ODEs) to describe population dynamics over time, stability analysis of disease-free and endemic equilibrium points, calculation of the basic reproduction number Ro, sensitivity analysis of key parameters using elasticity indices, and numerical simulations to evaluate the effectiveness of intervention strategies. The results show that parameters such as contact rate, isolation level, treatment, and early diagnosis significantly influence the Ro value. Although the vaccination parameter is not explicitly stated in the Ro formula, vaccination has been shown to significantly reduce the number of susceptible individuals through partial protection that depends on vaccine efficacy. Numerical simulations indicate that the presence of a vaccination compartment can reduce the overall number of infectious cases and play a significant role in curbing the spread of the disease. Therefore, combining vaccination with other interventions such as case isolation and contact reduction is an effective strategy for sustainable monkeypox control. ABSTRAKCacar monyet (monkeypox) merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menimbulkan wabah pada manusia, terutama di wilayah dengan interaksi erat antara manusia dan hewan rodensia sebagai reservoir. Model yang dikembangkan melibatkan dua populasi utama, yaitu manusia dan hewan rodensia, dan merupakan modifikasi dari model Bolaji dengan menambahkan kompartemen vaksinasi pada populasi manusia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif berbasis pemodelan matematika deterministik yang bertujuan mengembangkan model penyebaran cacar monyet melalui pendekatan kompartemen. Struktur model manusia terdiri atas tujuh kompartemen: rentan, divaksinasi, terpapar, infeksius, terisolasi, dirawat, dan sembuh, sementara populasi hewan dibagi menjadi empat kompartemen: rentan, terpapar, infeksius, dan sembuh. Metode yang digunakan meliputi formulasi sistem persamaan diferensial biasa (ODE) untuk mendeskripsikan dinamika populasi terhadap waktu, analisis kestabilan titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik, perhitungan bilangan reproduksi dasar Ro?, analisis sensitivitas terhadap parameter-parameter kunci menggunakan indeks elastisitas, serta simulasi numerik untuk mengevaluasi efektivitas strategi intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter seperti laju kontak, tingkat isolasi, perawatan, dan diagnosis dini sangat memengaruhi nilai Ro?. Meskipun parameter vaksinasi tidak secara eksplisit muncul dalam rumusan Ro?, vaksinasi terbukti secara signifikan mengurangi jumlah individu yang rentan melalui perlindungan parsial yang bergantung pada efikasi vaksin. Simulasi numerik menunjukkan bahwa keberadaan kompartemen vaksinasi dapat menurunkan jumlah kasus infeksius secara keseluruhan dan berperan penting dalam menahan laju penyebaran penyakit. Dengan demikian, penggabungan vaksinasi bersama intervensi lainnya seperti isolasi kasus dan pengurangan kontak menjadi strategi efektif untuk mengendalikan cacar monyet secara berkelanjutan
TINJAUAN ARTIKEL : LAPORAN KASUS PEMASANGAN DENTAL IMPLANT SECARA DUA TAHAP Halim, Susanna; Florenly, Florenly; Siregar, Ariska Putri; Oktavia, Yuli; Harahape, Fitriah Khairani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.7358

Abstract

Tooth loss affects quality of life, chewing function, and facial aesthetics. Dental implants offer a more stable and comfortable solution compared to other treatments, but their success depends on the alveolar process and osseointegration. Bone insufficiency can lead to implant failure, making bone augmentation necessary. This study reviews case reports on implant placement with bone augmentation using titanium mesh. The first case involves a 37-year-old patient who had an accident, where titanium mesh was used to support bone growth after tooth extraction and bone grafting. The results showed good bone development. The second case discusses the placement of 46 implants with a 3.3 mm diameter in a 63-year-old woman, with CBCT evaluation to assess bone thickness. Monitoring showed optimal osseointegration and good tissue healing. This success was achieved through careful planning, appropriate augmentation techniques, and strict postoperative evaluation and monitoring. In conclusion, the success of dental implant placement depends on an individualized approach, technology-based planning such as CBCT, and the right augmentation techniques. With an optimal strategy, implant stability, as well as functional and aesthetic outcomes, can be achieved, providing long-term benefits for patients. ABSTRAKKehilangan gigi berdampak pada kualitas hidup, fungsi mengunyah, dan estetika wajah. Implan gigi menawarkan solusi yang lebih stabil dan nyaman dibandingkan perawatan lain, tetapi keberhasilannya bergantung pada proses alveolar dan osseointegrasi. Insufisiensi tulang dapat menyebabkan kegagalan implan, sehingga augmentasi tulang diperlukan. Studi ini meninjau laporan kasus tentang pemasangan implan dengan augmentasi tulang menggunakan titanium mesh. Kasus pertama melibatkan pasien 37 tahun yang mengalami kecelakaan, di mana titanium mesh digunakan untuk mendukung pertumbuhan tulang setelah pencabutan gigi dan cangkok tulang. Hasil menunjukkan perkembangan tulang yang baik. Kasus kedua membahas pemasangan 46 implan berdiameter 3,3 mm pada wanita 63 tahun, dengan evaluasi CBCT untuk menilai ketebalan tulang. Pemantauan menunjukkan osseointegrasi yang optimal dan penyembuhan jaringan yang baik. Keberhasilan ini dicapai melalui perencanaan matang, teknik augmentasi yang sesuai, serta evaluasi dan pemantauan pascaoperasi yang ketat. Kesimpulannya, keberhasilan pemasangan implan gigi bergantung pada pendekatan individual, perencanaan berbasis teknologi seperti CBCT, serta teknik augmentasi yang tepat. Dengan strategi yang optimal, stabilitas implan serta hasil fungsional dan estetis dapat tercapai, memberikan manfaat jangka panjang bagi pasien. Kata Kunci: Augmentasi Tulang, Tittanium Mesh, Osseointegrasi, dan Perencanaan Bedah   ABSTRACT