cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS V PADA MATERI BANGUN DATAR DI SDN 93 PALEMBANG Pirnando, Meilan; Handayani, Widya; Octaria, Dina
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6667

Abstract

This study aims to determine whether or not there is an influence of the PMRI approach on the problem-solving abilities of fifth-grade students of SD Negeri 93 Palembang. The research method used is experimental research. The subjects in this study were fifth-grade students of SD Negeri 93 Palembang. The research sample was 26 students, and the population was 52 students. The data collection techniques used were tests and documentation. From the results of the analysis carried out by the author, the influence of the Indonesian realistic mathematics education approach on students' problem-solving abilities on flat geometry material includes: understanding problems, planning problem solving, calculating, and rechecking. Based on the Independent Sample T-Test test, it was obtained that the t-value was 7.327> t-table value of 1.671, thus it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. The results of the study conducted by the researcher showed that there was a significant influence between the use of the Indonesian realistic mathematics education approach on the problem-solving abilities of fifth-grade students on flat geometry material. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk adalah untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh pendekatan PMRI terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD Negeri 93 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 93 Palembang. Sampel penelitian sebanyak 26 siswa, dan populasi sebanyak 52 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes dan dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan penulis, bahwa pengaruh pendekatan pendidikan matematika realistik indonesia terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bangun datar, meliputi: memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melakukan perhitungan, dan memeriksa kembali. Berdasarkan uji Independent Sampel T-Test diperoleh bahwa nilai t hitung 7,327 > nilai t tabel 1,671 maka dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha dierima. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan pendekatan pendidikan matematika realistik Indonesia terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V pada materi bangun datar
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS MASALAH PADA MATERI OPERASI HITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN Lestari, Melati Indah; Lusiana, Lusiana; Wahyuningsih, Sri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6670

Abstract

This research is motivated by the problem of students who have difficulty learning to solve mathematics problems. This study aims to determine the level of difficulty in learning mathematics experienced by fourth grade students in solving problem-based problems, especially on the material of multiplication and division arithmetic operations. This research method uses a descriptive quantitative method. The subjects in this study were fourth grade students of SD Negeri 196 Palembang. The data collection techniques used were in the form of test questions and documentation. The results of the study showed that the difficulties experienced by fourth grade students in solving problem-based mathematics problems on the material of multiplication and division arithmetic operations were seen based on the concept error indicator (IKK), principle error indicator (IKP) and operation error indicator (IKO). From the results found the errors made by students in solving multiplication and division problems Average IKK 48.5% with a moderate category, Average IKP 51.5% with a moderate category and Average IKO 61.1% with a high category. Based on data analysis and discussion, it can be concluded that the level of learning difficulties is seen from the errors found in solving multiplication and division problems with a moderate level of errors in the Concept and Procedure error indicators while the high level of errors in the Operation error indicator. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar matematika yang di alami siswa kelas IV dalam menyelesaikan soal berbasis masalah terkhusus pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 196 Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes soal dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan yang dialami siswa kelas IV dalam menyelesaikan soal matematika berbasis masalah pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian dilihat berdasarkan indikator kesalahan konsep (IKK), Indikator kesalahan prinsip (IKP) dan Indikator kesalahan Operasi (IKO). Dari hasil analisis yang ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan perserta didik dalam menyelesaikan soal perkalian dan pembagian Rata-rata IKK 48,5% dengan katagori sedang, Rata-rata IKP 51,5% dengan katagori sedang dan Rata-rata IKO 61,1% dengan katagori Tinggi. Berdasarkan analisa data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar dilihat dari kesalahan yang ditemukan pada penyelesaian soal perkalian dan pembagian dengan tingkat kesalahan sedang pada indikator kesalahan Konsep dan Prosedur sedangkan tingkat kesalahan tinggi pada indikator kesalahan Operasi.
ANALISIS ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN CONGKLAK DAN MAKANAN KLEPON : KESAMAAN GEOMETRI, OPERASI PENJUMLAHAN, DAN PELUANG Silitonga, Monica Anjelika; Sitorus, Rahel Febriani Anatasya; Turnip, Vinar Sinta; Tarigan, Rachel Grachia; Rajagukguk, Claudya Eklesia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6671

Abstract

This study aims to analyze the elements of ethnomathematics contained in the traditional game of congklak and klepon food, focusing on the similarity of the concepts of building space, flat buildings, addition operations, and opportunities. The background of the research is based on the richness of Indonesian culture reflected in traditional games and food, which apparently contains mathematical values. The method used was qualitative with ethnography, through literature and documentation studies of relevant sources on congklak and klepon. This research identified that both congklak and klepon represent the concept of spatial (ball and half ball) and flat (circle) shapes, which can be used as a medium for learning mathematics. In addition, the addition and chance operations that appear in the activities of playing congklak and making klepon show the relationship between culture and mathematical concepts. The results concluded that ethnomathematics is important in understanding mathematics and increasing understanding of local culture. The main conclusion of this research is that the integration of local cultural elements in mathematics learning can make the learning process more contextual, relevant and meaningful, and encourage cultural preservation through education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional congklak dan makanan klepon, dengan fokus pada kesamaan konsep bangun ruang, bangun datar, operasi penjumlahan, dan peluang. Latar belakang penelitian didasarkan pada kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam permainan dan makanan tradisional, yang ternyata mengandung nilai-nilai matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan etnografi, melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan mengenai congklak dan klepon. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa baik congklak maupun klepon merepresentasikan konsep bangun ruang (bola dan setengah bola) serta bangun datar (lingkaran), yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Selain itu, operasi penjumlahan dan peluang yang muncul dalam aktivitas bermain congklak dan pembuatan klepon menunjukkan keterkaitan antara budaya dan konsep matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa etnomatematika penting dalam pemahaman matematika serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya lokal. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa integrasi unsur budaya lokal dalam pembelajaran matematika dapat membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna, serta mendorong pelestarian budaya melalui pendidikan.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL TURUNAN FUNGSI ALJABAR Boyi, Monika Ana; Rahayuningsih, Sri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6672

Abstract

Critical thinking skills are a fundamental competency in mathematics learning, yet many high school students experience significant difficulties in essential material such as algebraic function derivatives. This background motivated the conduct of research focused on analyzing in-depth the level of students' critical thinking skills in solving problems related to this material, as well as identifying the types of difficulties and their contributing factors. This research used a descriptive qualitative approach involving two students as case study subjects. The instruments used to collect data were test questions on algebraic function derivatives designed to measure conceptual understanding and application of principles, as well as in-depth interviews to explore students' thought processes. The main findings of this study indicate that students' critical thinking skills are still at a very low level. The most prominent difficulties are students' inability to identify basic concepts such as variables and constants, as well as their failure to apply derivative rules logically and systematically. The conclusion of this study is that low critical thinking skills are directly correlated with students' learning difficulties, which are exacerbated by weak conceptual mastery and less varied teaching methods. Therefore, this study recommends the implementation of contextual learning strategies to effectively stimulate and develop students' critical thinking skills. ABSTRAKKemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran matematika, namun kenyataannya banyak siswa SMA mengalami kesulitan signifikan pada materi esensial seperti turunan fungsi aljabar. Latar belakang inilah yang mendorong dilakukannya penelitian yang berfokus untuk menganalisis secara mendalam tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait materi tersebut, serta mengidentifikasi jenis kesulitan dan faktor penyebabnya. Langkah penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang siswa sebagai subjek studi kasus. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah soal tes turunan fungsi aljabar yang dirancang untuk mengukur pemahaman konsep dan penerapan prinsip, serta wawancara mendalam untuk menggali proses berpikir siswa. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada level yang sangat rendah. Kesulitan yang paling menonjol adalah ketidakmampuan siswa dalam mengidentifikasi konsep dasar seperti variabel dan konstanta, serta kegagalan dalam menerapkan aturan turunan secara logis dan sistematis. Kesimpulan dari studi ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis berkorelasi langsung dengan kesulitan belajar siswa, yang diperparah oleh penguasaan konsep yang lemah dan metode pengajaran yang kurang variatif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan implementasi strategi pembelajaran kontekstual untuk menstimulasi dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa secara efektif.
EFEKTIVITAS PRAKTIKUM IPA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA: STUDI QUASI EXPERIMENT DI SMP ISLAMIYAH WIDODAREN Qolil, Munawar; Astuti, Rina
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6673

Abstract

The current education system is considered to still emphasize intellectual potential (IQ) too much and does not provide an adequate portion in the development of emotional (EQ) and spiritual (SQ) aspects. The purpose of this study is to examine in depth how the implementation of practicums in science learning can affect students' creativity and contribute to improving learning outcomes. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental research type that aims to analyze the effect of science practicums on students' creativity and learning outcomes. The research design used is a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design model. Data collection was carried out through several methods to ensure the validity and reliability of the research results. Data analysis in this study used descriptive statistics to describe data characteristics and inferential statistics to test the research hypothesis. The results showed a significant increase in student learning outcomes after the implementation of science practicums. The average pretest score of 44.33 (less category) increased to 83.33 (very good category) on the posttest. The average increase (gain score) reached 39.00 points, which shows the effectiveness of the practicum in improving students' understanding of science materials. It can be concluded that the implementation of science practicums has been proven to significantly improve the creativity and learning outcomes of class VII A students of SMP Islamiyah Widodaren. ABSTRAKSistem pendidikan saat ini dirasa masih terlalu menekankan pada potensi intelektual (IQ) dan kurang memberikan porsi yang memadai dalam pengembangan aspek emosional (EQ) maupun spiritual (SQ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pelaksanaan praktikum dalam pembelajaran IPA dapat mempengaruhi kreativitas siswa dan berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktikum IPA terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data dan statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah pelaksanaan praktikum IPA. Rata-rata nilai pretest sebesar 44,33 (kategori kurang) meningkat menjadi 83,33 (kategori baik sekali) pada posttest. Peningkatan rata-rata (gain score) mencapai 39,00 poin, yang menunjukkan efektivitas praktikum dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum IPA terbukti secara signifikan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Islamiyah Widodaren.
PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS Devyanti, Mutiara; Andriani, Aldina Eka
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6674

Abstract

The low levels of critical thinking skills, creativity, and curiosity among students at SDN Mustokoharjo have become a major issue that negatively affects their learning outcomes, particularly in the IPAS subject on the topic of the water cycle. This study was conducted to analyze the effect of Project Based Learning (PjBL) and Problem Based Learning (PBL) models on the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SDN Mustokoharjo. This research employed a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 40 students, with 20 students in the experimental class who were taught using the PjBL model supported by media such as PowerPoint presentations, videos, images, and interactive games, and 20 students in the control class who were taught using the PBL model with media such as videos, images, and textbooks. The instruments used included observation sheets of learning activities and learning outcome tests in the form of multiple-choice questions administered through pretests and posttests. Data analysis was carried out using descriptive analysis and t-tests to determine differences in learning outcomes. This study aimed to determine whether there was a significant difference in IPAS learning outcomes between students taught using the PjBL and PBL models. Based on the t-test results on students' science learning outcomes, a significance level of 0.001 was obtained (0.001 < 0.05). The findings indicate that there is a significant difference in science learning outcomes among fifth-grade elementary school students between the experimental class using Project Based Learning and the control class using Problem Based Learning. ABSTRAKRendahnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu peserta didik di SDN Mustokoharjo menjadi permasalahan utama yang berdampak negatif terhadap hasil belajar mereka, khususnya pada mata pelajaran IPAS materi siklus air. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN Mustokoharjo. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 40 peserta didik, dengan pembagian 20 peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model PJBL didukung oleh media seperti PPT, video, gambar, serta permainan interaktif, dan 20 peserta didik pada kelas kontrol yang menerima pembelajaran dengan model PBL menggunakan media berupa video, gambar, dan buku. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas belajar serta tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang diberikan melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara peserta didik yang diajar dengan model PJBL dan PBL. Berdasarkan uji-t yang telah dilakukan pada kemampuan hasil belajar IPA peserta didik, menunjukkan bahwa taraf singnifikan sebesar 0,001 (0,001 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar kelas V antara kelas eksperimen yang menggunakan project based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model problem-based learning.
UJI VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS E-CHEMAGZ BERBASIS CHEMOENTREPRENEURSHIP PADA MATERI IKATAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK Aspari, Nabila Tricia; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6675

Abstract

In the era of globalization and digitalization, education is required to produce students who not only understand scientific knowledge but also possess critical thinking skills, scientific literacy, and readiness to face future challenges. One of the chemistry topics considered complex and abstract is chemical bonding; therefore, innovative, interactive, and contextual learning media are needed. This study aims to develop E-Chemagz based on Chemoentrepreneurship as a digital learning media on the chemical bonding topic for Phase F senior high school students to enhance their chemical literacy. This research utilized the Plomp development model through an educational design research approach consisting of three stages: preliminary research, prototype phase, and assessment phase. Media validity was assessed by experts, resulting in an average score of 0.9525, indicating the “valid” category. Practicality tests were conducted by teachers and students, each obtaining an average score of 0.97, which falls into the “very practical” category. The results indicate that E-Chemagz is capable of presenting the material in a visual, interactive, and applicable manner while integrating the values of chemical entrepreneurship. This media not only improves students' contextual understanding of chemical bonding concepts but also supports the development of their chemical literacy. Therefore, E-Chemagz is considered feasible to be used as an innovative digital learning media in senior high school chemistry education. ABSTRAKDi era globalisasi dan digitalisasi, pendidikan dituntut untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, literasi sains, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Salah satu materi kimia yang dianggap kompleks dan abstrak adalah ikatan kimia, sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Chemagz berbasis Chemoentrepreneurship sebagai media pembelajaran digital pada materi ikatan kimia Fase F SMA guna meningkatkan literasi kimia peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp melalui pendekatan educational design research yang terdiri dari tiga tahap: preliminary research, prototype phase, dan assessment phase. Validitas media diperoleh dari hasil penilaian para ahli dengan rata-rata skor sebesar 0,9525 yang menunjukkan kategori Valid. Uji praktikalitas dilakukan oleh guru dan peserta didik, masing-masing memperoleh skor rata-rata sebesar 0,97 dengan kategori sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Chemagz mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan aplikatif serta mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan kimia. Media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep ikatan kimia secara kontekstual, tetapi juga mendukung pengembangan literasi kimia peserta didik. Dengan demikian, E-Chemagz layak digunakan sebagai media pembelajaran digital inovatif dalam pembelajaran kimia tingkat SMA.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA KIMIA MATERI ASAM BASA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK FASE F SMA/MA Ramadhani, Nurul Fitri; Iswendi, Iswendi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6676

Abstract

This study is based on the availability of a chemical snakes and ladders game about acid-base material in the form of exercises that have been tested for validity, practicality, and effectiveness, but have not yet been tested for their effect on students' cognitive learning outcomes. The purpose of this study is to analyze the effect of using the chemical snakes and ladders game on acid-base material on the cognitive learning outcomes of grade XI Fase F students at SMAN 1 Banuhampu. The type of research used is Quasi-Experimental Research through a Posttest Only Control Group Design. The research population includes all grade XI Chemistry students at SMAN 1 Banuhampu. The sample was selected using Total Sampling technique, so that the 11th grade Chemistry 1 class became the experimental group and the 11th grade Chemistry 2 class became the control group. The research instrument was a learning outcome test (posttest) with 20 multiple-choice questions. The average learning outcomes of students in the experimental group were 82.71, while those in the control group were 78. The data were analyzed using a t-test at a significance level of ? = 0.05. The results showed that the calculated t-value was 1.80 and the table t-value was 1.66, meaning that the calculated t-value exceeded the table t-value. Therefore, it can be concluded that the use of the chemistry snakes and ladders game had a significant effect on the cognitive learning outcomes of students in the 11th grade Fase F class at SMAN 1 Banuhampu. ABSTRAKPenelitian ini didasarkan pada ketersediaan permainan ular tangga kimia tentang materi asam-basa berbentuk latihan yang sudah dilakukan uji validitas, praktisitas, serta efektivitas, namun belum diuji pengaruhnya terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan media permainan ular tangga kimia pada materi asam-basa terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI Fase F SMAN 1 Banuhampu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi-Experimental Research melalui rancangan Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik kelas XI Kimia di SMAN 1 Banuhampu. Sampel dipilih menggunakan teknik Sampling Total, sehingga kelas XI Kimia 1 menjadi kelompok eksperimen serta kelas XI Kimia 2 menjadi kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar (posttest) dengan 20 soal pilihan ganda. Rata-rata hasil belajar peserta didik di kelompok eksperimen yaitu 82,71, sedangkan di kelompok kontrol 78. Data dianalisis mempergunakan uji t pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil ini memperlihatkan bahwasanya nilai thitung 1,80 serta nilai ttabel 1,66, sehingga nilai thitung melebihi ttabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwasanya penggunaan permainan ular tangga kimia berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI Fase F SMAN 1 Banuhampu.
EFEKTIVITAS LKPD LARUTAN PENYANGGA BERBASIS GUIDED INQUIRY LEARNING TERINTEGRASI ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK FASE F SMA Kurniawan, Rahmi; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6677

Abstract

The Buffer Solution Student Worksheet (LKPD), developed using the Guided Inquiry Learning model and incorporating ethnoscience elements, has been validated by experts and rated as highly practical. However, its effectiveness in enhancing student outcomes had not been previously evaluated. This research aims to evaluate the effectiveness of the ethnoscience-integrated LKPD in enhancing students’ chemical literacy, specifically in the domains of context, content knowledge, and competence. A quasi-experimental approach was employed, using a non-equivalent control group design. The participants were 11th-grade students (Phase F) from UNP Laboratory Development Senior High School. Two classes were selected through purposive, homogenous sampling: XI F4 as the experimental group and XI F6 as the control group. The instrument used was a 15-question multiple-choice test measuring chemical literacy, which was validated for reliability, difficulty, and discrimination index. Findings revealed that the experimental group achieved an average N-Gain score of 0.628, categorized as moderately effective, while the control group scored 0.495, indicating lower effectiveness. An independent samples t-test conducted at a ? = 0,05 significance level showed tcount (3,649) > ttable (1,672), leading to the rejection of the H0 hypothesis. Consequently, the results suggest that the ethnoscience-based guided inquiry LKPD effectively improves students’ chemical literacy. ABSTRAKLembar Kerja Peserta Didik (LKPD) larutan penyangga berbasis Guided Inquiry Learning terintegrasi etnosains telah dinyatakan valid dan sangat praktis berdasarkan hasil uji ahli, namun belum teruji efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas LKPD larutan penyangga berbasis guided inquiry learning terintegrasi etnosains untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik aspek konteks, pengetahuan dan kompetensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental, desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI Fase F SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Sampel terdiri dari kelas XI F4 (eksperimen) dan XI F6 (kontrol) yang  ditentukan dengan teknik purposive, homogenous sampling. Data didapatkan melalui tes pilihan ganda literasi kimia sebanyak 15 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukarannya. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor N-Gain literasi kimia kelas eksperimen 0,628 (cukup efektif), sedangkan kelas kontrol 0,495 (kurang efektif). Perbedaan ini diperkuat melalui uji (t) sebagai uji hipotesis dengan taraf signifikansi ? = 0,05, menunjukkan bahwa thitung (3,649) > ttabel (1,672) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, kemampuan literasi kimia peserta didik di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan  kelas kontrol, sehingga LKPD larutan penyangga berbasis Guided Inquiry Learning terintegrasi etnosains efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJAARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASA PENGUKURAN KELAS III SDN 85 KENDARI Rismawati, Rismawati; Saputra, Hendra Nelva; Fajriani, Alfiah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6678

Abstract

Mathematics is often considered difficult by elementary school students, especially because of the abstract material delivery and lack of visualization. Based on the results of observations in grade III of SDN 85 Kendari, students experienced difficulties in understanding the concept of measurement, such as length, weight, and time. Conventional methods that are not supported by learning materials that do not interest students can lead to this. Therefore, it is very important for learning media that is easy to use, attracts students' interest, and is suitable for elementary school students. The goal is to create an interactive learning media with measurement materials using the Articulate Storyline 3 application and conduct an assessment of its feasibility and practicality. The stages of this research process began with the analysis, design, development, implementation, and evaluation stage, which is the ADDIE model in the Research and Development (R&D) method The results of validation by three media experts with an average score of 78.89% "valid" and three subject matter experts with an average score of 84.89 "very valid", while the results of the practicality test by students showed an average of 82.38% "very practical". The results of this study show that the media that has been developed can be used properly and effectively during the learning process. These media can also improve student participation and their ability to understand measurement material. ABSTRAKMatematika sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar, terutama karena penyampaian materi yang bersifat abstrak dan minim visualisasi. Berdasarkan hasil observasi di kelas III SDN 85 Kendari, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep pengukuran, seperti panjang, berat, dan waktu. Metode konvensional yang tidak didukung oleh bahan pembelajaran yang tidak menarik minat siswa dapat menyebabkan hal ini.Oleh karena itu, sangat penting untuk adanya media pembelajaran yang mudah digunakan, menarik minat siswa, dan sesuai pada siswa sekolah dasar. Tujuannya adalah membuat media pembelajaran yang interaktif dengan materi pengukuran menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 dan melakukan penilaian kelayakan dan praktisitasnya. Tahapan proses penelitian ini diawali tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, yang merupakan model ADDIE dalam metode Research and Development (R&D). Hasil validasi oleh tiga ahli media dengan nilai rata-rata 78,89% “valid” dan tiga ahli materi dengan nilai rata-rata 84,89 “sangat valid”, sedangkan hasil uji kepraktisan oleh siswa menunjukkan rata-rata 82,38% “sangat praktis”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media yang telah di kembangkan dapat digunakan dengan baik dan efektif selama proses pembelajaran. Media ini juga dapat meningkatkan partisipasi siswa dan kemampuan mereka untuk memahami materi pengukuran.