cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI.4 SMAN 1 PALEMBANG A, Cici Meiliza; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5624

Abstract

Problem-Based Learning is a student-centered learning model that engages students with various real-world problems and asks them to solve these problems. This research aims to improve student learning outcomes through the application of the Problem-Based Learning model in Chemistry, specifically on the topic of Solubility and Solubility Product, for class XI.4 at SMA Negeri 1 Palembang. The research was divided into two cycles: Cycle I was conducted on April 28 and May 2, 2025, and Cycle II was conducted on May 5 and May 9, 2025. The method used in this research is classroom action research, adapting the Kemmis and McTaggart (1988) research model, which consists of 1) Planning, 2) Acting, 3) Observing, and 4) Reflecting. The research results show the effectiveness of applying the Problem-Based Learning model in Chemistry for the topic of Solubility and Solubility Product, evidenced by a significant increase in learning outcomes. In the pre-cycle phase, the percentage of classical learning completeness (KBK) only reached 51.28%. After interventions in Cycle I, there was an increase to 74.36%, although this had not yet met the minimum completeness standard of 75%. Subsequently, through improvements in Cycle II, the KBK percentage maximally increased to 100%. ABSTRAKProblem-Based Learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yakni melibatkan peserta didik dengan berbagai masalah nyata dan meminta mereka untuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning pada mata pelajaran Kimia materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan di kelas XI.4 SMA Negeri 1 Palembang. Penelitian dibagi menjadi dua siklus: Siklus I dilaksanakan pada tanggal 28 April dan 2 Mei 2025, Siklus II dilaksankan pada tanggal 5 dan 9 Mei 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengadaptasi model penelitian Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 1). Perencanaan, 2). Tindakan, 3). Observasi dan 4). Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penerapan model pembelajaran Problem-based Learning pada mata pelajaran Kimia materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan terlihat dari peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada fase pra-siklus, persentase ketuntasan belajar klasikal (KBK) hanya mencapai 51,28%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 74,36%, meskipun belum mencapai standar ketuntasan minimal sebesar 75%. Selanjutnya, melalui perbaikan pada siklus II, persentase KBK meningkat secara maksimal hingga mencapai 100%.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Rizka, Rizka Salsabilah Putri; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5625

Abstract

Low student learning outcomes are often caused by conventional teaching methods that fail to accommodate the diversity of individual needs in the classroom. This background is what prompted the research that focused on examining the effectiveness of the implementation of differentiated learning integrated with the Problem-Based Learning (PBL) model in improving learning outcomes in acid-base material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles, this study involved 38 students of grade XI.3 at SMA Negeri 1 Palembang in the even semester of 2024/2025. Each cycle included the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through tests and observations to measure improvements in learning outcomes. The research findings showed a significant and sustainable improvement in learning outcomes. The percentage of student learning completion increased progressively from only 26.32% in the pre-cycle stage, to 52.63% in Cycle I, and reached 84.21% at the end of Cycle II. Thus, it can be concluded that the strategic combination of differentiated learning and the PBL model has proven effective in creating a more inclusive, active learning environment and is able to significantly improve student learning outcomes. ABSTRAKRendahnya hasil belajar siswa seringkali disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang gagal mengakomodasi keberagaman kebutuhan individu di dalam kelas. Latar belakang inilah yang mendorong dilakukannya penelitian yang berfokus untuk mengkaji efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang diintegrasikan dengan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar pada materi asam-basa. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, penelitian ini melibatkan 38 siswa kelas XI.3 di SMA Negeri 1 Palembang pada semester genap 2024/2025. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan pengumpulan data melalui tes dan observasi untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dan berkelanjutan. Persentase ketuntasan belajar siswa meningkat secara progresif dari hanya 26,32% pada tahap pra-siklus, menjadi 52,63% pada Siklus I, dan mencapai 84,21% pada akhir Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategis antara pembelajaran berdiferensiasi dan model PBL terbukti efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, aktif, dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara nyata.
INTEGRASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) DAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) MELALUI MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT LARUTAN GARAM Tumirah, Tumirah; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5654

Abstract

This study aims to improve the learning activities and academic achievement of Grade XI.3 students at SMAN 1 Palembang on the topic of salt solution properties through the Problem Based Learning (PBL) model integrated with the Teaching at the Right Level (TaRL) and Culturally Responsive Teaching (CRT) approaches. The integration of these two approaches into the PBL model is designed to promote active student participation in the learning process by considering their initial academic abilities and cultural backgrounds. The research subjects consisted of 38 students. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, conducted in three stages: the Pre-cycle, Cycle I, and Cycle II. Data were collected using cognitive test instruments and student activity observation sheets, and then analyzed using both descriptive qualitative and quantitative methods. The results showed a significant improvement in student activity and learning outcomes. In Pre-cycle, 14 students (36.84%) achieved the minimum mastery criteria, which increased to 33 students (86.84%) in Cycle II. These findings indicate that implementing the PBL model integrated with TaRL and CRT approaches is effective in enhancing both student engagement and academic achievement in learning the properties of salt solutions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI.3 di SMAN 1 Palembang pada materi sifat larutan garam melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT). Integrasi kedua pendekatan tersebut ke dalam model PBL dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, dengan mempertimbangkan kemampuan awal serta latar belakang budaya mereka. Subjek penelitian terdiri atas 38 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kognitif dan lembar observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Pada Prasiklus, sebanyak 14 siswa (36,84%) mencapai ketuntasan belajar, dan meningkat menjadi 33 peserta didik (86,84%) pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL dan CRT efektif dalam meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa pada materi sifat larutan garam.
THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL AND LEARNING STYLE ON MATHEMATICAL CREATIVE THINKING ABILITY OF STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SALAMAN MAGELANG Toifur, Imam; Sugiman, Sugiman; Santoso, Agus
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5673

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the PBL model and learning styles on students' mathematical creative thinking abilities. This study is a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The population of the study was 143 students of grade XII of SMA Negeri 1 Salaman Magelang in the 2024/2025 academic year who took advanced mathematics electives. The research sample was 71 students with a purposive sampling technique. Data collection with pretest-posttest questions on mathematical creative thinking abilities. The research instrument was in the form of descriptive questions covering fluency, flexibility, originality, and elaboration. For data analysis, the normality test, homogeneity test, and hypothesis test uses two way anova were used. The findings of the research results are as follows: (1) There is a difference in the ability to think creatively mathematically between students who have followed the PBL model and the direct learning model as shown by the Sig. 0.002 < 0.05. (2) There is no difference in the ability to think creatively mathematically between students with different learning styles as shown by the Sig. 0.122 > 0.05. (3) There is no significant interaction effect between the learning model and students' learning styles on the ability to think creatively mathematically as shown by the Sig. 0.245 > 0.05. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model PBL dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain eksperimen non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Salaman Magelang tahun ajaran 2024/2025 yang mengambil mata pelajaran pilihan matematika tingkat lanjut yang berjumlah 143 siswa. Sampel penelitian berjumlah 71 siswa dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan soal pretest-posttest kemampuan berpikir kreatif matematis. Instrumen penelitian berupa soal uraian yang mencakup kelancaran, keluwesan, keaslian serta kemampuan memperinci, memperkaya dan mengembangkan. Untuk analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan anova dua arah. Temuan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang telah mengikuti model PBL dan model pembelajaran langsung ditunjukkan dengan nilai Sig. 0.002 < 0.05. (2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa dengan gaya belajar yang berbeda ditunjukkan dengan nilai Sig. 0.122 > 0.05. (3)  Tidak ada pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis ditunjukkan dengan nilai Sig. 0.245 > 0.05.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN SIKAP GOTONG-ROYONG IPAS MELALUI MODEL AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION (AIR) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DIORAMA Damayanti, Indriana Meisa; Muslim, Arifin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6073

Abstract

The low learning achievement and attitude of mutual cooperation are the basis for this research. This classroom action research applies the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model using diorama media in an effort to improve students' learning achievement and attitude of mutual cooperation. The research conducted consisted of two cycles and each cycle consisted of two meetings, so this research was carried out in 4 meetings. The subjects of the research were grade IV students of SDN 2 Purbalingga Lor with a total of 33 students, with data collection using tests and non-tests. The instruments used were tests, questionnaires, observations and documentation. The results of the study showed an increase in learning achievement from cycle I 43.93% (less) and cycle II to 84.84% (very good). Then, the results of the study also showed an increase in the attitude of mutual cooperation from cycle I 2.48 (sufficient) and cycle II to 3.29 (very good). The results of this study indicate that the application of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model using diorama media is able to improve students' learning achievement and cooperative attitudes in the science subject. ABSTRAKRendahnya prestasi belajar dan sikap gotong-royong menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) dengan menggunakan media diorama dalam upaya meningkatkan prestasi belajar dan sikap gotong-royong siswa. Penelitian yang dilakukan terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, maka penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 2 Purbalingga Lor dengan total 33 siswa, dengan pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Intsrumen yang digunakan yaitu tes, angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus I  43,93% (kurang) dan siklus II menjadi 84,84% (baik sekali). Kemudian, hasil penelitian juga menunjukan peningkatan pada sikap gotong-royong dari siklus I 2,48 (cukup) dan siklus II menjadi 3,29 (sangat baik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) menggunakan media diorama mampu meningkatkan prestasi belajar dan sikap gotong-royong siswa pada mata pelajaran IPAS.
PERSEPSI GURU MATEMATIKA TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN Luon, Maria Adriani Pulo; Sogen, Teodora Basi Ina; Kabu, Desky Ronaldy; Dosinaeng, Wilfridus Beda Nuba; Jagom, Yohanes Ovaritus; Nai, Yustinus Didimus
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6080

Abstract

The advancement of Artificial Intelligence (AI) technology has opened new opportunities in the field of education, particularly in supporting the efficiency and adaptability of lesson plan development. However, the use of AI among teachers especially in regions with limited infrastructure such as Kupang has not been fully explored. This study is motivated by the lack of empirical information regarding mathematics teachers’ perceptions of AI as a tool to assist in the preparation of lesson plans and other teaching materials. Using a qualitative descriptive approach, this research involved two mathematics teachers from SMA Katolik St. Arnoldus Janssen Kupang. Data were collected through structured interviews and analyzed using the Technology Acceptance Model (TAM), which includes four key indicators: perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, and behavioral intention to use. The results show that both teachers have a positive perception of AI, particularly in accelerating the preparation of teaching and evaluation tools. Therefore, the integration of AI in education requires teacher readiness, ongoing training, and supportive policies and infrastructure to ensure effective implementation. ABSTRAKKemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung efisiensi dan adaptabilitas penyusunan perangkat pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI di kalangan guru, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur seperti Kupang, belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya informasi mengenai bagaimana persepsi guru matematika terhadap penggunaan AI sebagai alat bantu dalam menyusun RPP dan perangkat ajar lainnya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan dua orang guru matematika di SMA Katolik St. Arnoldus Janssen Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup empat indikator utama yakni perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, dan behavioral intention to use. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI karena dapat mempercepat proses penyusunan perangkat ajar dan evaluasi. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan akses internet dan ketidaksesuaian hasil AI dengan konteks lokal masih menjadi hambatan yang signifikan. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam pendidikan memerlukan kesiapan guru, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur sekolah agar dapat diimplementasikan secara optimal.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL LARUTAN PENYANGGA BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK FASE F SMA Safira, Rara; Iryani, Iryani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6548

Abstract

This study was motivated by the availability of problem-based buffer solution e-modules that have been tested for validity, practicality, and effectiveness, but have not yet been tested for their effect on learning outcomes in the cognitive domain, so the e-modules cannot yet be disseminated. This study aims to reveal the effect of using problem-based e-modules on the cognitive learning outcomes of high school students in phase F. The type of research used was a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. The research population was grade XI Fase F students at SMAN 3 Bukittinggi. The sample was selected using purposive sampling techniques, with grade XI F2 as the experimental class and grade XI F4 as the control class. The research instrument consisted of a written test with 25 multiple-choice questions that had been pilot-tested. The data analysis techniques used in this study were normality test, homogeneity test, and t-test. Based on the data analysis results, it was found that both sample classes had normally distributed data with Dcalc < Dtable and had homogeneous variance with Fcalc < Ftable. The results of the hypothesis test using the t-test at a significance level of 0.05 showed that tcalc (4.60) > ttable (1.67). These results indicate that the learning outcomes of the experimental class were significantly higher than those of the control class. Based on the research results, the use of problem-based e-modules on buffer solutions had a significant effect. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tersedianya e-modul larutan penyangga berbasis masalah yang telah diuji validitas, praktikalitas, dan efektivitas, namun belum diuji pengaruhnya terhadap hasil belajar pada ranah kognitif sehingga e-modul belum bisa disebarluaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh penggunaan e-modul larutan penyangga berbasis masalah terhadap hasil belajar pada ranah kognitif peserta didik fase F SMA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI Fase F SMAN 3 Bukittinggi. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kelas XI F2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes tertulis sebanyak 25 buah soal pilihan ganda yang telah diujicobakan. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kedua kelas sampel memiliki data yang berdistribusi normal dengan Dhitung < Dtabel dan memiliki varians yang homogen dengan Fhitung < Ftabel. Hasil uji hipotesis dengan uji-t pada taraf signifikan 0,05 yaitu thitung (4,60) > ttabel (1,67). Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan e-modul larutan penyangga berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
EFEKTIVITAS E-MODUL LARUTAN PENYANGGA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI TEACHING AT THE RIGHT LEVEL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK FASE F SMA Fauziah, Ivo; Iryani, Iryani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6551

Abstract

Buffer solutions are a topic taught in the even semester of Grade XI Phase F in Indonesian senior high schools (SMA/MA). This subject is inherently complex and involves extensive mathematical calculations, often making it difficult for students to comprehend. Based on interviews with teachers and a questionnaire distributed to students at the UNP Laboratory Development Senior High School, it was found that 87% of students reported difficulty in understanding the concepts of buffer solutions. The instructional materials used were limited to printed formats and failed to capture students attention. One of the key components of successful learning is the quality of instructional materials provided to students. Therefore, a buffer solution e-module based on Problem-Based Learning (PBL) integrated with the Teaching at the Right Level (TaRL) approach was implemented. Although this e-module had undergone validation for content quality and practicality, its effectiveness had not yet been tested, and as such, it was not ready for widespread adoption. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of the buffer solution e-module based on PBL integrated with TaRL in improving student learning outcomes. The research employed a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 students from Grade XI F5, selected using purposive sampling. The instrument used in this study was a multiple-choice test that met criteria for validity, discriminating power, reliability, and appropriate difficulty level, indicating good item quality. Data analysis yielded an N-Gain score of 0.713, which falls into the high category. The statistical analysis of the hypothesis test using the paired sample t-test yielded a calculated t-value of 19.489 > table t-value of 1.699. Based on these findings, it was proven that the e-module on buffer solutions based on PBL integrated with TaRL is effective in improving student learning outcomes. ABSTRAKLarutan penyangga merupakan salah satu materi yang dipelajari pada kelas XI Fase F SMA/MA semester genap. Materi ini bersifat kompleks dan banyak menggunakan perhitungan matematika sehingga seringkali dianggap sulit oleh peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara guru dan penyebaran angket peserta didik di SMA Pembangunan Laboratorium UNP didapatkan data bahwa 87% peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep dari materi larutan penyangga. Bahan ajar yang digunakan masih sebatas bahan ajar cetak dan kurang menarik perhatian peserta didik. Salah satu komponen keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh kualitas bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik. Untuk itu, dilakukan pembelajaran dengan menggunakan e-modul larutan penyangga berbasis Problem Based Learning terintegrasi Teaching at The Right Level. E-modul larutan penyangga ini telah diuji validitas dan praktikalitasnya, namun belum melalui uji efektivitas sehingga belum dapat digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan e-modul larutan penyangga berbasis Problem Based Learning terintegrasi Teaching at The Right Level terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang peserta didik kelas XI F 5 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes pilihan ganda yang memiliki validitas, daya pembeda, reliabilitas dan indeks kesukaran dengan kriteria soal baik. Data hasil analisis didapatkan nilai N-gain sebesar 0,713 dengan kategori tinggi dan hasil analisis statistik uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test, didapatkan hasil thitung 19,489 > ttabel 1,699. Berdasarkan temuan tersebut terbukti bahwa e-modul larutan penyangga berbasis PBL terintegrasi TaRL efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PEMBELAJARAN POTENSI LOKAL DI WILAYAH GARUT DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP Lestari, Wiwit Yuli
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6596

Abstract

The utilization of local potential as a source for science learning in junior high school is a strategic step to create contextual learning that is relevant to students' daily lives. This study aims to identify the compatibility of local potential in the Garut region with science subjects and analyze its integration in the learning process. A qualitative approach was employed using a literature review method to collect information from various sources. The study results show that Garut’s local potential is highly diverse, ranging from traditional foods such as dodol, burayot, and dorokdok; natural tourism such as waterfalls, craters, and wildlife parks; livestock such as Garut sheep; to the leather tanning industry. All these potentials correspond to science topics such as food additives, the digestive system, energy, biodiversity, biotechnology, and chemical reactions. Integrating local potential into learning not only enhances the understanding of scientific concepts but also fosters positive character traits such as environmental awareness, collaboration, and social responsibility. Learning becomes more meaningful, exploratory, and contextual. The findings recommend the development of local-potential-based teaching materials as an innovation in junior high school science education.. ABSTRAKPemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran IPA di SMP menjadi langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian potensi lokal wilayah Garut dengan materi IPA serta menganalisis integrasinya dalam proses pembelajaran. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode telaah pustaka untuk menghimpun informasi dari berbagai sumber literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi lokal Garut sangat beragam, mulai dari makanan khas seperti dodol, burayot, dan dorokdok; wisata alam berupa curug, kawah, dan taman satwa; hewan ternak seperti domba Garut; hingga industri penyamakan kulit. Semua potensi ini sesuai dengan materi IPA seperti zat aditif, sistem pencernaan, energi, keanekaragaman hayati, bioteknologi, dan reaksi kimia. Integrasi potensi lokal dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep sains, tetapi juga menumbuhkan karakter positif seperti cinta lingkungan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, eksploratif, dan kontekstual. Hasil ini merekomendasikan perlunya pengembangan perangkat ajar berbasis potensi lokal sebagai inovasi dalam pendidikan IPA di tingkat SMP.
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PENJUMLAHAN PENGURANGAN PECAHAN Gobel, Agung R.; Abdullah, Gamar; Aries, Nur Sakinah; Marshanawiah, Andi; Assel, Hadi Yamin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6655

Abstract

This research aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by animated videos on problem-solving abilities in the addition and subtraction of fractions material in Class V SDN No. 66 Kota Timur. The research method used is Pre-experimental Design with a One-Group Pretest-Posttest Design research design. This study uses data collection techniques through observation, descriptive tests, and documentation. The sample in this study were 25 students of class V SDN No. 66 Kota Timur. The hypothesis of this study is that there is an effect of the PBL model assisted by animated videos on problem-solving abilities in the addition and subtraction of fractions material in Class V SDN No. 66 Kota Timur. Based on the results of the paired sample t-test, the results of the study indicate that there is an effect of the PBL model assisted by animated videos on problem-solving abilities in the addition and subtraction of fractions material in class V SDN No. 66 Kota Timur. This is proven by the significance value of 0.00 less than 0.05 with an average pretest of 30.88 and an average posttest of 73.28. Thus, H0 is rejected and H1 is accepted. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video animasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di Kelas V SDN No. 66 Kota Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pre-experimental Design dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes uraian, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN No.66 Kota Timur sebanyak 25 siswa. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh model PBL berbantuan video animasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di Kelas V SDN No. 66 Kota Timur. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL berbantuan video animasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SDN No. 66 Kota Timur. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0.00 kurang dari 0.05 dengan perolehan rata-rata pretest 30,88 dan rata-rata posttest 73,28. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima.