cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NHT DENGAN MEDIA KOMIK KELSIPAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SDN 1 PADURENAN Hayya, Dwi Aqiella Fadilla; Ardianti, Sekar Dwi; Kironoratri, Lintang
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6928

Abstract

Learning outcomes are crucial for improving student understanding. However, at SDN 1 Padurenan, the average student achievement in science is relatively low. In addition to these issues, researchers also identified another issue: a lack of varied teaching activities, leading to students feeling lazy and bored. Innovation is essential for improving students' science learning outcomes. One approach is the Numbered Head Together (NHT) learning model, employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design, aided by the KELSIPAR (Local Wisdom of Sirup Parijoto) comic. The purpose of this study is (1) to analyze the difference in the average pretest and posttest scores on the NHT learning model with Kelsipar comic media in science learning at SDN 1 Padurenan, (2) to analyze the improvement in science learning outcomes on the material of changes in the state of matter with the NHT learning model for grade 4 of SDN 1 Padurenan with the effectiveness of Kelsipar comic media. 19 grade IV students of SDN 1 Padurenan were used as research samples. This study uses quantitative research using the pre-experimental one group pretest-posttest design method. This research was obtained through observation, interviews, tests, documentation as well as normality testing, Paired Sample T-Test, and N-Gain tests. From the results of the study, an average pretest of 55.10 increased to 89.68. The average posttest score and Sig. (2-tailed) results were 0.000 <0.5. From the N-Gain Score test, it was 77.80 and declared effective. It was concluded that (1) the average pretest and posttest on the NHT learning model with Kelsipar comic media in science learning at SDN 1 Padurenan had differences, and (2) the results of learning science on the material of changes in the state of matter with the NHT learning model for class 4 of SDN 1 Padurenan with the effectiveness of Kelsipar comic media increased. ABSTRAKHasil belajar sangatlah penting untuk meningkatkan pemahaman siswa. Namun, di SDN 1 Padurenan berbeda, dimana rata-rata hasil berlajar IPAS siswa tergolong rendah. Selain dari permasalahan tersebut, peneliti memperoleh permasalahan lain, yaitu pada kegiatan mengajar yang kurang variatif sehingga menyebabkan peserta didik merasa malas belajar dan membosankan. Dalam kegiatan pembelajaran perlu menggunakan inovasi untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design berbantuan media komik KELSIPAR (Kearifan Lokal Sirup Parijoto). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest pada model pembelajaran NHT dengan media komik kelsipar pada pembelajaran IPAS di SDN 1 Padurenan, (2) menganalisis peningkatan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud zat dengan model pembelajaran NHT kelas 4 SDN 1 Padurenan dengan efektivitas media komik kelsipar. Siswa kelas IV SDN 1 Padurenan berjumlah 19 siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Penelitian ini diperoleh dengan observasi, wawancara, tes, dokumentasi juga dengan pengujian uji normalitas, uji Paired Sample T-Test, dan uji N-Gain. Dari hasil penelitian tersebut telah diperoleh rata-rata pretest sebesar 55,10 meningkat menjadi 89,68. Skor rata-rata posttest dan hasil Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,5. Dari uji N-Gain Score sebesar 77,80 dan dinyatakan efektif. Diperoleh kesimpulan bahwa (1) rata-rata pretest dan posttest pada model pembelajaran NHT dengan media komik kelsipar pada pembelajaran IPAS di SDN 1 Padurenahasil memiliki perbedaan, dan (2) hasil belajar IPAS materi perubahan wujud zat dengan model pembelajaran NHT kelas 4 SDN 1 Padurenan dengan efektivitas media komik kelsipar meningkat.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SD NEGERI 4 GUMIWANG Atana, Yasyfi; Ansori, Isa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6929

Abstract

Education is a long-term investment for the development and progress of a nation. Entering the 21st century, Indonesia became part of the Industry 4.0 revolution era with several challenges and opportunities. In this era, it is important for students to possess 4C skills (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration). The Merdeka Curriculum expects problem-solving skills to be developed thru critical thinking abilities in learning activities. One of the recommended learning models for use in the Merdeka Curriculum and ideal for meeting 21st-century skills is the Project Based Learning (PjBL) model. Although the Merdeka Curriculum and Project-Based Learning (PjBL) offer significant potential to improve the quality of learning, the reality on the ground shows that their implementation still faces various challenges. This research was conducted to analyze the suitability of implementing the independent curriculum thru the PjBL model, the challenges faced, and the successes achieved in IPAS learning in class V at SD Negeri 4 Gumiwang, Banjarnegara Regency. This research method uses a descriptive qualitative approach with data collection thru interview techniques, observation, and documentation. In addition to thematic analysis, this study also applies SWAT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). The research findings indicate that teachers are already quite good and appropriate in implementing the Merdeka Curriculum with the PjBL Model. Students demonstrate the development of creativity, critical thinking, communication and collaboration skills, as well as literacy and attitudes that align with the Pancasila Student Profile. Challenges of time, readiness, and resources still need to be overcome for project-based learning to be implemented optimally. Therefore, this study recommends the need for further training for teachers in optimizing PjBL and improving access to resources. ABSTRAKPendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk pengembangan dan kemajuan suatu bangsa. Memasuki abad ke-21, Indonesia menjadi bagian dari era revolusi industri 4.0 dengan beberapa tantangan dan peluang. Di era ini penting bagi peserta didik untuk memiliki keterampilan 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration). Kurikulum Merdeka mengharapkan adanya kemampuan pemecahan masalah yang dibangunn melalui kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan belajar. Salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan dalam Kurikulum Merdeka dan ideal untuk memenuhi keterampilan di abad ke-21 adalah model Project Based Learning (PjBL). Meskipun Kurikulum Merdeka dan PjBL menawarkan banyak potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian impelmentasi kurikulum merdeka melalui model PjBL, tantangan yang dihadapi, dan keberhasilan yang dicapai dalam pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 4 Gumiwang Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain analisis tematik, penelitian ini juga menerapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa guru sudah cukup baik dan sesuai dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka dengan Model PjBL. Peserta didik menunjukkan perkembangan keterampilan kreativitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi, serta literasi dan sikap yang sesuai Profil Pelajar Pancasila. Tantangan waktu, kesiapan dan sumber daya masih perlu diatasi agar pembelajaran proyek terlaksana dengan optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lebih lanjut bagi guru dalam mengoptimalkan PjBL dan meningkatkan akses terhadap sumber daya.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUKASI PADA MATERI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN CONSTRUCT 3 KELAS VII SMP KARTIKA XX-6 KENDARI Dila, Dila; Saputra, Hendra Nelva; Razilu, Zila
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.7031

Abstract

The limitations of interactive learning media are often an obstacle in mathematics learning, especially in flat building materials. This research aims to design and test the feasibility and practicality of educational game-based learning media. The method used in this study is research and development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The resulting media is designed to meet the criteria of validity, and practicality of educational game-based learning media. The results of the validation of media experts showed a feasibility score of 87.01% and material experts of 97.03%. The response of the students was very positive with a practicality score of 90.51%. This shows that the learning media developed is very feasible and effective in the mathematics learning process. This media is considered easy to use, and effective in making it easier for teachers to deliver material and increasing students' enthusiasm for learning. Therefore, it can be concluded that learning media based on educational games of flat building materials is suitable for use as a learning tool. ABSTRAKKeterbatasan media pembelajaran yang interaktif sering kali menjadi kendala dalam pembelajaran matematika, utamanya pada materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan serta kepraktisan media pembelajaran berbasis game edukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and develompment (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan dirancang untuk memenuhi kriteria validitas, dan kepraktisan media pembelajaran berbasis game edukasi. Hasil validasi ahli media menunjukan skor kelayakan sebesar 87,01% dan ahli materi sebesar 97, 03%. Respon peserta didik sangat positif dengan skor kepraktisan sebesar 90,51%. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Media ini dinilai mudah digunakan, dan efektif dalam memudahkan guru dalam penyampaian materi dan meningkatkan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis game edukasi materi bangun datar layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH STATISTIK 2 Apriani, Farida
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4731

Abstract

Activeness and critical thinking skills in students in a class are one of the necessary things in understanding lessons in class. The learning process that only conveys material makes students unable to think critically, therefore there is a learning innovation that focuses on students, one of the learning innovations is the Problem-Based Learning (PBL) approach. This study aims to apply learning methods using the Problem-Based Learning (PBL) approach in the Statistics 2 class at the Wibawa Karta Raharja College of Economics (STIE), Purwakarta. This method also aims to develop the activeness and critical thinking of students who are still lacking and some have forgotten this statistical material in the previous semester. One of the advantages of this learning method is that it can train students in different concepts and skills in solving the problems at hand. This research uses a qualitative type with five stages of implementation, one of the stages is giving students a data analysis task in groups that are presented one by one in front of the class. The results obtained from this study are that students are enthusiastic in presenting the results of their analysis in front of the class, this shows an increase in the value and activeness of students with this learning method. ABSTRAKKeaktifan dan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa didalam suatu kelas merupakan aspek terpenting memahami materi didalam kelas. Proses pembelajaran yang hanya menyampaikan materi saja membuat mahasiswa tidak dapat berpikir kritis, dikarenakan hal tersebut harus adanya inovasi pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa salah satu inovasi pembelajaran yaitu pendekatan Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada mata kuliah statistik 2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wibawa Karta Raharja, Purwakarta. Metode ini juga bertujuan untuk mengembangkan keaktifan dan daya berpikir kritis mahasiswa yang dirasa masih kurang dan ada juga yang sudah lupa dengan materi statistik ini pada semester sebelumnya. Kelebihan dari metode pembelajaran ini yaitu mampu melatih mahasiswa dalam konsep dan keterampilan yang berbeda dalam memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan lima tahapan pelaksanaan, salah satu tahapan yaitu  memberikan mahasiswa tugas analisa data secara berkelompok yang dipresentasikan satu per satu didepan kelas. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu mahasiswa antusias dalam memaparkan hasil analisa mereka didepan kelas, hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai dan keaktifan mahasiswa dengan metode pembelajaran ini kemudian mahasiswa mendapatkan hard skill yaitu dapat mengoperasikan software untuk mengolah data dan juga dapat menganalisa data secara statistik.
THE USE OF AUGMENTED REALITY IN SCIENCE LEARNING TO IMPROVE MOTIVATION AND UNDERSTANDING OF SCIENCE CONCEPTS AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Fitri, Ummiatul; Amini, Risda; Zulkarnaini, Aissy Putri; Media , Afriza
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas teknologi Augmented Reality (AR) terhadap motivasi belajar siswa serta pemahaman konsep sains pada mata pelajaran sains sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif untuk penelitian ini dikumpulkan melalui uji pretest dan posttest yang selanjutnya diolah dengan statistik deskriptif, uji normalitas, Paired Sample t-Test dan analisis korelasi Pearson. Sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi serta dianalisis melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AR bersama dengan pembelajaran interaktif meningkatkan hasil belajar yang ditunjukkan dengan nilai posttest siswa yang secara signifikan lebih tinggi daripada nilai pretest mereka (p < 0,05). Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang kuat, positif dan signifikan antara penggunaan teknologi AR dan motivasi belajar siswa (r = 0,78, p < 0,05). Penelitian ini memiliki beberapa implikasi untuk praktik mengajar yang menunjukkan bahwa dengan memaksimalkan penggunaan AR, guru dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa di kelas dan juga membantu siswa untuk lebih memahami konsep-konsep kompleks yang abstrak dalam mata pelajaran sains. Oleh karena itu, sosialisasi yang luas tentang konsep integrasi AR ke dalam kurikulum melalui pelatihan guru dan pengembangan media model AR relevan dengan proses pembelajaran perlu dilakukan.  ABSTRACTThe objective of this research is to evaluate the effectiveness of Augmented Reality (AR) technology on students' learning motivation as well as understanding of science concepts in elementary school science subjects. The approach used in this research is mixed methods, which is a combination of quantitative and qualitative methods. Quantitative data for this study was collected through pretest and postest tests that afterward were processed descriptive statistical, normality test, Paired Sample t-Test and Pearson correlation analysis. While the qualitative data was collected through interviews and observations and analyzed through thematic analysis. The research findings show that the use of AR technology together with interactive lessons improves learning outcomes as indicated by the students’ posttest scores being significantly higher than their pretest scores (p < 0.05). In addition, the results of the regression analysis showed a strong, positive and significant relationship between the use of AR technology and students’ learning motivation (r = 0.78, p < 0.05). This study has some implications for teaching practice which suggests that by maximizing the use of AR, teachers can enhance students’ motivation and participation in class and also help students to better understand abstracted complex concepts in science subjects. Therefore, broad socialization on the concept of AR integration into the curriculum through teacher training and AR model media development relevant to the learning process need to be carried out.
MANAGEMENT OF GINGIVAL ENLARGEMENT IN PATIENT WITH NON SURGICAL TREATMENT: A CASE REPORT Watri, Desi; Chuan, How Kim; Halim, Susanna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4748

Abstract

Penyakit gingiva merupakan peradangan pada rongga mulut dan pembengkakan gingiva merupakan salah satu hal yang paling sering ditemukan. Pembesaran gingiva merupakan lesi inflamasi kronis yang disebabkan oleh plak bakteri dan kalkulus. Pembesaran gingiva muncul pada tingkat papila interdental dan/atau jaringan marginal gingiva, dapat terlokalisasi atau menyeluruh. Artikel ini mengkaji kasus pasien yang menderita pembesaran gingiva dan lesi gingiva yang disebabkan oleh plak bakteri. Kasus ini ditangani dengan perawatan periodontal nonsurgical. Selama lima hari, dilakukan terapi antibiotik dan terapi manual. Evaluasi ulang satu bulan kemudian menunjukkan resolusi pembesaran, penurunan peradangan, supurasi, persentase poket periodontal dan penurunan pembengkakan gingiva; perawatan periodontal dilakukan pada saat itu. Setelah tiga bulan, terjadi penurunan persentase poket periodontal dan pembengkakan gingiva; pada saat itu dilakukan terapi periodontal pemeliharaan. ABSTRACTGingiva diseases is an inflammation in oral cavity and gingiva enlargement is one of the most common things found. Gingival enlargement is a chronic inflammatory lesion caused by bacterial plaque and calculus. It appears at the level of interdental papilla and/or marginal gingival tissue, it can be localized or generalized. This article studies a case of a patient who suffered from gingival enlargement and gingival lesions caused by bacterial plaque. This case was managed with the use of nonsurgical periodontal treatment. For five days, antibiotic therapy and manual therapy were performed. Re-evaluation one month later showed resolution of the enlargement, decrease in inflammation, suppuration, percentage of periodontal pockets and decrease gingival swelling; periodontal treatment was performed at that time. After three months, a decrease in the percentage of periodontal pockets and gingival swelling was observed; at that time maintenance periodontal therapy was performed.
EPULIS FISSURATUM CAUSED BY CHRONIC IRRITATION FROM THE USE OF COMPLETE DENTURES: A CASE REPORT Nurhayati, Sri; Chuan, How Kim; Angela, Emerentia; Halim, Susanna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4884

Abstract

Epulis fissuratum is a reactive fibrous hyperplasia commonly caused by chronic mechanical irritation from ill-fitting complete dentures. It often presents as mucosal folds in the vestibular area of the oral cavity. Aim: This case report aims to describe the clinical features, etiological factors, management strategies, and the role of patient education in preventing recurrence. A 65-year-old female patient presented with a soft tissue enlargement in the mandibular vestibule, associated with prolonged use of unadjusted complete dentures. Clinical examination and patient history confirmed the diagnosis of epulis fissuratum. Conservative surgical excision was performed under local anesthesia, followed by prosthetic rehabilitation and oral hygiene education. Postoperative healing was uneventful, with complete tissue recovery observed within two weeks. A new denture was fabricated to accommodate the anatomical changes and prevent further trauma. Monthly follow-ups for three months showed no signs of recurrence, and the patient reported improved comfort and satisfaction. Chronic irritation from ill-fitting dentures remains a major contributor to soft tissue lesions such as epulis fissuratum. Early detection, surgical intervention when needed, and appropriate prosthetic management—combined with effective patient education—are key to successful outcomes. Denture users should be advised of the importance of routine evaluations to ensure long-term oral health and prevent recurrence of such lesions. ABSTRAKEpulis fissuratum adalah hiperplasia fibrosa reaktif yang umumnya disebabkan oleh iritasi mekanis kronis akibat gigi tiruan lengkap yang tidak pas. Kondisi ini sering muncul sebagai lipatan mukosa di area vestibulum rongga mulut. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran klinis, faktor etiologi, strategi penatalaksanaan, dan peran edukasi pasien dalam mencegah kekambuhan. Seorang pasien perempuan berusia 65 tahun datang dengan keluhan pembesaran jaringan lunak di vestibulum mandibula, yang berhubungan dengan penggunaan gigi tiruan lengkap yang tidak disesuaikan dalam jangka waktu lama. Pemeriksaan klinis dan riwayat pasien memastikan diagnosis epulis fissuratum. Eksisi bedah konservatif dilakukan dengan anestesi lokal, diikuti dengan rehabilitasi prostetik dan edukasi kebersihan mulut. Penyembuhan pascaoperasi berjalan lancar, dengan pemulihan jaringan lengkap yang diamati dalam dua minggu. Gigi tiruan baru dibuat untuk mengakomodasi perubahan anatomi dan mencegah trauma lebih lanjut. Tindak lanjut bulanan selama tiga bulan tidak menunjukkan tanda-tanda kekambuhan, dan pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dan kepuasan. Iritasi kronis akibat gigi palsu yang tidak pas tetap menjadi penyebab utama lesi jaringan lunak seperti epulis fissuratum. Deteksi dini, intervensi bedah bila diperlukan, dan manajemen prostetik yang tepat—dikombinasikan dengan edukasi pasien yang efektif—merupakan kunci keberhasilan. Pengguna gigi palsu harus diberi tahu tentang pentingnya evaluasi rutin untuk memastikan kesehatan mulut jangka panjang dan mencegah kekambuhan lesi tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU PLANET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SDN 68 KOTA TIMUR Usman, Sri Rahayu; Abdullah, Gamar; Arifin, Irvin Novita; Panai, Abdul Haris; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5669

Abstract

This study aims to develop PLANET card-based learning media that are valid, practical, and effective for use in Natural and Social Sciences (IPAS) classes to improve student learning outcomes, specifically on the topic of the solar system, in Grade V of elementary school. The research was conducted at SDN 68 Kota Timur using a Research and Development (R&D) approach, following the ADDIE model Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate To assess the validity of the PLANET card media, expert validation was carried out. Based on evaluations by experts and users, the PLANET card media received an average score of 92 40, indicating that it is highly suitable for use by both teachers and students in elementary schools. For practicality testing, an observation sheet was used, and the teacher received a score of 95 out of a maximum of 100, indicating a 95 practicality rating, which falls within the "highly practical category. To test the effectiveness of the media, pre-tests and post-tests were administered in a Grade V class at SDN 68 Kota Timur The average pre-test score was 25.62, while the post-test score after using the PLANET cards increased to 83.12 The N-Gain calculation yielded a value of 0.77, categorized as "high" These results indicate that the PLANET card media significantly improve student learning outcomes and are effective instructional tools for elementary school education. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran kartu PLANET yang layak, praktis dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran IPAS untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi konsep dasar sistem tata surya di sekolah dasar kelas V. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 68 Kota Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu yaitu analyze, design, development, Implement, dan Evaluate. Untuk menguji kelayakan media kartu PLANET dilakukan validasi kepada tim Ahli. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli dan pengguna, media kartu PLANET memperoleh hasil rekapitulasi nilai rata-rata skor 92,40 dan dinyatakan sangat layak digunakan oleh guru dan siswa di sekolah dasar. Dalam uji kepraktisan media kartu PLANET, peneliti menggunakan instrumen lembar observasi guru dengan skor yang diperoleh adalah 95 dari skor maksimum 100. Dengan demikian, persentase kepraktisan penggunaan media kartu PLANET dalam pembelajaran mencapai skor 95, yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Dalam keefektifan media kartu PLANET, pada saat penerapan media di kelas 5 SDN 68 Kota Timur, guru membagikan soal pretest dan posttets untuk mengukur keefektifan media. Rata-rata nilai pretest adalah 25,62, setelah penerapan media kartu PLANET rata-rata nilai posttest meningkat mencapai 83,12. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,77 yang masuk dalam kategori “tinggi”. Dengan hasil rekapitulasi ini maka dapat dinyatakan bahwa media kartu PLANET dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta Efektif digunakan di sekolah dasar.
PEMBELAJARAN PEMISAHAN CAMPURAN GARAM BERBASIS STEM DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORATIF SISWA SMP NEGERI 36 JAKARTA Carsono, Adi; Heliawati, Heliawati; Permana, Irvan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6117

Abstract

This study aims to analyze the improvement of collaborative skills of students of SMP Negeri 36 Jakarta through STEM-based salt mixture separation learning. Collaborative problem solving is recognized as one of the key competencies of the 21st century by the Organization for Economic Co-operation and Development. This concept of collaboration includes not only cooperation, but also communication, negotiation, sharing responsibility, and achieving joint solutions. The interest and involvement of students in collaborative learning depend not only on the group structure, but also on the quality of social interactions that occur during the learning process. Meanwhile, science learning includes four main elements, namely attitudes, processes, products, and applications. The four elements of science learning are realized through learning activities. The skills possessed in science learning are called process skills, while the attitudes that must be possessed are also called scientific attitudes. One of the new pedagogical perspectives is the STEM concept, this term and its related methods are used in connection with educational policies and curriculum choices to promote and support the development of science and technology. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan kolaboratif siswa SMP Negeri 36 Jakarta melalui pembelajaran pemisahan campuran garam berbasis STEM. Pemecahan masalah kolaboratif diakui sebagai salah satu kompetensi kunci abad ke-21 oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Konsep kolaborasi ini tidak hanya mencakup kerja sama, tetapi juga komunikasi, negosiasi, berbagi tanggung jawab, dan pencapaian solusi bersama. Minat dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran kolaboratif tidak hanya bergantung pada struktur kelompok, tetapi juga pada kualitas interaksi sosial yang terjadi selama proses pembelajaran. Sementara itu pembelajaran IPA mencakup empat unsur utama, yaitu sikap, proses, produk, dan aplikasi. Keempat unsur pembelajaran IPA tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran. Keterampilan yang dimiliki dalam pembelajaran IPA disebut keterampilan proses, sedangkan sikap yang harus dimiliki disebut juga sikap ilmiah. Salah satu perspektif pedagogi baru adalah konsep STEM, istilah ini dan metode terkaitnya digunakan sehubungan dengan kebijakan pendidikan dan pilihan kurikulum untuk mempromosikan dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB GOOGLE SITES PADA SISWA KELAS IV SDN 7 TALAGA JAYA Mokobela, Mifta; Husain, Rustam I; Marshanawiah, Andi; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Aries, Nur Sakinah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6186

Abstract

This research is motivated by the low mathematics learning outcomes of fourth grade students of SDN 7 Talaga Jaya, especially in the material of flat shapes. Data from initial observations showed a very low level of learning completion, where only 38% of students were able to achieve the Minimum Completion Criteria (KKM) of 75. Departing from this problem, this study focuses on testing the effectiveness of web-based learning media. The main objective is to find out whether the application of learning media using Google Sites can be a solution to significantly improve student learning outcomes on the material. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out in two cycles. Important stages in this study include planning, implementing actions, observation, and reflection in each cycle. The subjects of the study were fourth grade students, and data were collected through learning outcome test techniques, observation of the learning process, and documentation. The results of the study showed a significant increase in learning outcomes gradually. In cycle I, the percentage of students who achieved learning completion increased to 48%. After the action improvements were made in cycle II, there was a very good spike, where the percentage of student learning completion reached 89%. Thus, it can be concluded that the implementation of Google Sites web-based learning media has proven to be effective and successful in improving student learning outcomes in flat geometry material. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 7 Talaga Jaya, khususnya pada materi bangun datar. Data pada observasi awal menunjukkan tingkat ketuntasan belajar yang sangat rendah, di mana hanya 38% siswa yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis web. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah penerapan media pembelajaran menggunakan Google Sites dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tersebut secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV, dan data dikumpulkan melalui teknik tes hasil belajar, observasi proses pembelajaran, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara bertahap. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 48%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, terjadi lonjakan yang sangat baik, di mana persentase ketuntasan belajar siswa berhasil mencapai 89%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis web Google Sites terbukti efektif dan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun datar.