cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI GAYA MAGNET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV Abidah, Bintan; Nurmilawati, Mumun; Primandiri, Poppy Rahmatika
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6656

Abstract

The background of this research is the results of observations, interviews, and distribution of student needs analysis questionnaires in class IV SDN Bulusari 3, class IV students have difficulty understanding abstract material, especially on magnetic force material due to lack of teacher creativity in teaching. This study aims to develop interactive multimedia on magnetic force material to improve the learning outcomes of grade IV students. The research was conducted using the Educational Design Research (EDR) method with formative evaluation with the Tessmer model. The score obtained from media expert validation is 77.75% with a valid category and material expert validation is 93.75% with a very valid category. The score obtained from the teacher's response was 100% with a very practical category while from the one-to-one student response 97.25%, small group 95.75%, and field test 96.50% with a very practical category. The scores obtained from one-to-one student test questions were 100% complete, small group 100% complete, and field test 91.30% complete with a very effective category. From the results of the research that has been done, it can be concluded that interactive multimedia for class IV SDN Bulusari 3 is declared valid, practical, and effective so that it can be used to support learning activities. ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini merupakan hasil observasi, wawancara, dan penyebaran angket análisis kebutuhan siswa di kelas IV SDN Bulusari 3, siswa kelas IV mengalami kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak terutama pada materi gaya magnet karena kurangnya kreativitas guru dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif pada materi gaya magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian yang dilakukan menggunakan métode Development Studies dengan formative evaluation model Tessmer. Skor yang diperoleh dari validasi ahli media 77,75% dengan kategori valid dan validasi ahli materi 93,75% dengan kategori sangat valid. Skor yang diperoleh dari respon guru 100% dengan kategori sangat praktis sedangkan dari respon siswa one-to-one 97,25%, small group 95,75%, dan field test 96,50% dengan kategori sangat praktis. Skor yang diperoleh dari soal tes siswa one-to-one 100% tuntas, small group 100% tuntas, dan field test 91,30% tuntas dengan kategori sangat efektif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif untuk kelas IV SDN Bulusari 3 dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran.
PENGARUH PERMAINAN LUDO KIMIA BERBASIS ANDROID MATERI REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA FASE E SMK Maharani, Denisa; Iswendi, Iswendi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6657

Abstract

This research is part of the development of an Educational Design Research (EDR) model using the Plomp approach, which has previously been proven valid, practical, and effective, but has not yet been specifically tested in terms of its effect on learning outcomes. This study aims to examine the influence of using an Android-based chemistry ludo game as a learning medium on students' learning outcomes in redox reaction material. The method employed was a pretest-posttest control group design, with samples randomly selected from a homogeneous population. The research subjects consisted of two Grade X classes at SMK SMAK Padang, namely class X8 as the experimental group and class X4 as the control group. The instruments used in this study were learning outcome tests and questionnaires. The collected data were analyzed using a t-test to test the research hypothesis. The results of the hypothesis test showed that the t-value (2.8337) was greater than the t-table value (1.9989) at a significance level of ? = 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of Android-based chemistry ludo game media in redox reaction material has a significant positive effect on improving students’ cognitive learning outcomes at Phase E of vocational high school. ABSTRAKPenelitian ini merupakan bagian dari pengembangan model Educational Design Research (EDR) dengan pendekatan Plomp yang sebelumnya telah terbukti valid, praktis, dan efektif, namun belum diuji secara khusus dari segi pengaruhnya terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media permainan ludo kimia berbasis Android terhadap hasil belajar peserta didik pada materi reaksi reduksi dan oksidasi. Metode yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan sampel yang dipilih secara acak dari populasi yang homogen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas X di SMK SMAK Padang, yaitu kelas X8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar kognitif peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,8337 lebih besar dari ttabel sebesar 1,9989 pada taraf signifikansi ? = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media permainan ludo kimia berbasis Android pada materi reaksi reduksi dan oksidasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik pada ranah kognitif di fase E SMK.
ANALISIS TINGKAT KETERBACAAN MODUL AJAR FASE E KEANEKARAGAMAN HAYATI DI ZONA INTERTIDAL Ardyati, Dyah Pramesthi Isyana; Aba, La; Sari, Safitri Indah; Yanti, Yanti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6658

Abstract

This study aims to develop and evaluate the feasibility and readability of a biology teaching module with the theme of Biodiversity in the Intertidal Zone for Phase E (class X SMA/MA) which is contextually based and aligned with the Merdeka Curriculum. The background of this research is based on the lack of biology teaching materials that raise local environmental issues and are in accordance with the level of understanding of students. This research is a development research (R&D) using the 4-D model (define, design, develop, disseminate) with three main types of instruments: (1) content and construction validation sheet by experts, (2) readability questionnaire by students, and (3) material presentation and language comprehension questionnaire by biology teachers. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively using the Aiken V formula and the calculation of the average readability score. The validation results showed that the module had very high validity in 10 out of 11 indicators, with only one indicator in the high validity category, namely the visualization aspect. The average readability score of students was in the good category, especially on the indicators of content understanding and illustration assistance. Meanwhile, teachers stated that the language in the module was in accordance with the level of cognitive development of students, although there were notes on the need for deepening the material to strengthen conceptual understanding. Thus, this teaching module is declared feasible and relevant for use in learning biology, but requires improvement in the aspects of content depth, term selection, and assessment diversity to support optimal readability and independent learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan serta tingkat keterbacaan modul ajar biologi tentang Keanekaragaman Hayati di Zona Intertidal untuk Fase E (kelas X SMA/MA) yang berbasis kontekstual dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada minimnya bahan ajar biologi yang mengangkat isu lingkungan lokal dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model 4-D (define, design, develop, disseminate) dengan tiga jenis instrumen utama: (1) lembar validasi isi dan konstruksi oleh para ahli, (2) angket keterbacaan oleh peserta didik, dan (3) kuesioner penyajian materi dan pemahaman bahasa oleh guru biologi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan rumus Aiken V dan perhitungan rerata skor keterbacaan. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memiliki validitas sangat tinggi pada 10 dari 11 indikator, dengan hanya satu indikator yang berada pada kategori validitas tinggi, yaitu aspek visualisasi. Rata-rata skor keterbacaan peserta didik berada dalam kategori baik, terutama pada indikator pemahaman isi dan bantuan ilustrasi. Sementara itu, guru menyatakan bahwa bahasa dalam modul sudah sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, meskipun terdapat catatan perlunya pendalaman materi untuk memperkuat pemahaman konseptual. Dengan demikian, modul ajar ini dinyatakan layak dan relevan untuk digunakan dalam pembelajaran biologi, namun memerlukan perbaikan pada aspek kedalaman konten, pemilihan istilah, dan keberagaman asesmen guna mendukung keterbacaan dan pembelajaran mandiri secara optimal.
ANALISIS PENDEKATAN STEAM DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAS V Lestari, Eci Anita; Maulida, Ikrima; Sari, Cut Kumala
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6659

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) approach in learning Science in grade V elementary schools, identify obstacles faced by teachers and schools, and explore student responses and involvement during the learning process. The research method used was descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that the STEAM approach was applied through integrated and contextualized project-based learning, such as making balloon cars to understand the concepts of force and motion. The teacher acts as a facilitator, while students are actively involved in activities that encourage critical thinking, cooperation and creativity. The main obstacles faced include limited infrastructure, lack of teacher training, and limited time in the curriculum. Nonetheless, students showed high enthusiasm and improved conceptual understanding and social skills. The findings suggest that the STEAM approach has significant potential to improve the quality of science learning in primary schools if supported by adequate systems and training. ABSTRAKTujuan daripada pelaksanaan penelitian ini yakni melakukan análisis pengimplementasian STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada proses belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V sekolah dasar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dan sekolah, serta menggali respons serta keikutsertaan siswa pada proses belajar. Penelitian mempergunakan metode deskriptif kualitatif serta data pnelitian didapat lewat teknik dokumentasi, wawancara, serta observasi. Hasil temuan penelitian memperlihatkan kalau pendekatan STEAM diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dan kontekstual, seperti pembuatan mobil balon untuk memahami konsep gaya dan gerak. Guru berperan sebagai fasilitator, sementara siswa punya keterlibatan aktif pada proses aktivitas yang mendorong berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan guru, dan keterbatasan waktu dalam kurikulum. Meskipun demikian, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan sosial. Temuan ini memperlihatkan kalau pendekatan STEAM punya sebuah potensi signifikan untuk menaikkan kualitas hasil belajar IPA pada sekolah dasar jika ada dukungan oleh sistem dan pelatihan yang memadai.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS Aviani, Fenti Nur; Darman, Darman; Saputra, Hendra Nelva
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6660

Abstract

This study aims to design and evaluate the feasibility and effectiveness of a learning media to enhance motivation in learning IPAS for fifth-grade students. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The findings reveal that the video-based learning media created using the CapCut application received an expert rating of 95.6% from subject matter experts and 92.6% from media experts, indicating a very high level of feasibility. In terms of effectiveness, the video media was able to improve learning motivation in IPAS by 71.2%. Therefore, based on the feasibility and effectiveness testing, it can be concluded that the design of video-based learning media using the CapCut application is highly suitable and effective in enhancing students’ motivation to learn about a harmonious ecosystem. Furthermore, this video-based learning media offers the advantage of being stored and replayed by istudents. This allows learners to revisit difficult sections or review the material as needed, supporting self-directed learning and enabling students to learn at their own pace. ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan untuk merancang dan mengevaluasi kelayakan serta efektivitas media dalam meningkatkan motivasi belajar IPAS untuk siswa kelas V. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode R&D (Research and Development) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis video yang dibuat dengan aplikasi CapCut mendapatkan penilaian dari ahli materi sebesar 95,6% dan dari ahli media sebesar 92,6%, yang menunjukkan bahwa media tersebut sangat layak digunakan. Dari segi efektivitas, media pembelajaran video ini dapat meningkatkan motivasi belajar IPAS dengan persentase 71,2%. Oleh karena itu, berdasarkan pengujian kelayakan dan efektivitas, dapat disimpulkan bahwa desain media pembelajaran berbasis video menggunakan aplikasi CapCut sangat memadai dan sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mengenai ekosistem yang harmonis. Selain itu, media pembelajaran berbasis video dengan aplikasi CapCut memiliki keuntungan, yakni dapat disimpan untuk ditonton kembali oleh siswa. Hal ini memungkinkan siswa untuk memutar ulang bagian-bagian yang sulit dipahami atau mengulang materi sesuai kebutuhan mereka. Ini mendukung pembelajaran mandiri dan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) SISWA SEKOLAH DASAR Milinia, I Gst Ayu Krisma; Sueca, I Nyoman; Wijaya, I Komang Wisnu Budi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6662

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Group Investigation (GI) type cooperative learning model based on LKPD on elementary school students' science learning motivation. The research was conducted at SD Negeri 2 Dangin Puri on grade IV students in the 2024/2025 academic year. Sampling was done using simple random sampling. The method used is a quasi-experimental approach with a Nonequivalent Control Group Design. Data collection through questionnaires that have been tested for quality using validity and reliability tests. Data analysis is carried out descriptively and inferentially. Hypothesis testing was carried out using an independent sample T-test after previously conducting normality and homogeneity of variance tests. The results of the study showed that there was a significant difference between the learning motivation of students who participated in learning with the GI model compared to students who participated in the conventional learning model, where students in the experimental class showed a better increase in learning motivation. This is proven by the comparison of the average value of the learning motivation score of the experimental class which is higher compared to the control class. These findings indicate that the GI model based on LKPD is effective in increasing students' learning motivation, with a statistical significance value showing ? < 0.05, indicating a statistically significant difference between the experimental and control groups. In conclusion, the GI model based on LKPD has proven to be an effective learning model and can be used as an alternative in the teaching and learning process for student learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) berbasis LKPD terhadap motivasi belajar IPAS siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Dangin Puri pada siswa kelas IV tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data melalui angket yang telah diuji kualitasnya menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji-T sampel independen dengan sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas varians.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model GI dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dimana siswa dalam kelas eksperimen menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai rata-rata skor motivasi belajar kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa model GI berbasis LKPD efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan nilai signifikansi statistik yang menunjukkan ? < 0,05, menandakan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya, model GI berbasis LKPD terbukti sebagai model pembelajaran yang efektif dan dapat dijadikan alternatif dalam proses belajar mengajar untuk motivasi belajar siswa.
PERSEPSI KOMPONEN PENDIDIKAN TERHADAP INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH DASAR INPRES LABAT KOTA KUPANG Bantaika, Karina Meriaty
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6663

Abstract

This research is motivated by the increasing number of cases of sexual violence against children and the gap between the urgent need for sexual education and the limited implementation in elementary schools due to taboos. The focus of this study is to analyze in-depth the perceptions of educational stakeholders—teachers, principals, students, and parents—regarding the integration of sexual education into science and education learning using technology at SDI Labat, Kupang City. As a crucial step, this study employed a qualitative phenomenological approach, collecting data through observation, interviews, and documentation studies. Key findings indicate that all educational stakeholders have very positive perceptions and consider this integration relevant and important. However, implementation still faces challenges such as limited teacher training and cultural sensitivity. The use of technology, such as educational videos, has proven effective in overcoming these obstacles and significantly improving student understanding. In conclusion, integrating sexual education into science and education is an effective strategy for equipping children with self-protection knowledge. However, its success depends heavily on curriculum support, comprehensive teacher training, and parental involvement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak dan adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak akan pendidikan seksual dengan minimnya implementasi di sekolah dasar akibat isu tabu. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam persepsi komponen pendidikan—guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua—terhadap integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran IPAS dengan pemanfaatan teknologi di SDI Labat Kota Kupang. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa seluruh komponen pendidikan memiliki persepsi yang sangat positif dan menganggap integrasi ini relevan serta penting. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan sensitivitas budaya, di mana pemanfaatan teknologi seperti video edukatif terbukti efektif untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Kesimpulannya, integrasi pendidikan seksual dalam IPAS merupakan strategi yang efektif untuk membekali anak dengan pengetahuan perlindungan diri, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan kurikulum, pelatihan guru yang komprehensif, serta pelibatan orang tua.
PERBANDINGAN GOOGLE COLAB DAN GOOGLE SPREADSHEET DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR METODE BAGI DUA Dewi, Lathifah Aulia; Arifin, Ahmad Jayadi; Wibowo, Ari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6664

Abstract

Nonlinear equations frequently arise in various disciplines and require numerical methods for their solutions. One commonly used numerical method is the Bisection Method, which works by narrowing the search interval for the root. Although this method is relatively simple, its effectiveness can be enhanced through computational tools. However, few studies have specifically compared solving the Bisection Method manually, using Google Colab with Python, and using Microsoft Excel. This study aims to evaluate and compare these three approaches in terms of accuracy, computational efficiency, and ease of implementation. The research employs a quantitative comparative approach. The results indicate that Google Colab offers the best computational efficiency through automation, while Microsoft Excel provides a more intuitive solution for users unfamiliar with programming. Manual computation remains relevant for understanding the fundamental concepts of the method but is less efficient in practice. These findings are expected to assist students and researchers in selecting the appropriate tool for effectively solving nonlinear equations ABSTRAKPersamaan nonlinear sering muncul dalam berbagai disiplin ilmu dan memerlukan metode numerik untuk penyelesaiannya. Salah satu metode numerik yang umum digunakan adalah Metode Bagi Dua (Bisection Method). Metode ini dilakukan dengan mempersempit interval pencarian akar. Meskipun metode ini sederhana, efektivitasnya dapat ditingkatkan dengan penggunaan alat komputasi. Namun, belum banyak penelitian yang secara spesifik membandingkan penyelesaian Metode Bagi Dua menggunakan Google Colab dengan bahasa Python dan menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketiga pendekatan tersebut dalam hal akurasi, efisiensi waktu, dan kemudahan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Colab memberikan efisiensi waktu terbaik dengan otomatisasi komputasi, sementara Microsoft Excel menawarkan solusi yang lebih intuitif bagi pengguna yang tidak familiar dengan pemrograman. Penyelesaian manual tetap relevan untuk memahami konsep dasar metode ini, tetapi kurang efisien dalam praktiknya. Temuan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti dalam memilih alat yang sesuai untuk menyelesaikan persamaan nonlinear secara efektif.
ANALISIS KOMPARASI MINAT BELAJAR DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 6 KUPANG Tika, Marselinus; Budiana, I Gusti M. N.; Wulakada, Hamza H.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6665

Abstract

This study aims to examine: (1) the differences in learning outcomes between students with high and low learning interest, (2) the differences in learning outcomes between the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with Social Emotional Learning (SEL) and the PjBL model alone, and (3) the interaction between learning interest and the PjBL model integrated with SEL on students' learning outcomes. The research employed a 2x2 factorial experimental design with a population of 394 students from SMA Negeri 6 Kupang. A total of 77 students were selected using non-probability sampling through purposive sampling techniques. Data were analyzed using two-way ANOVA at a 5% significance level. The results revealed that: (1) there was a significant difference in learning outcomes based on learning interest (Fcalculated = 15.521 > Ftable = 3.972), with students who had high learning interest achieving better outcomes; (2) there was a significant difference in learning outcomes between the PjBL-SEL model and the PjBL-only model (Fcalculated = 22.302 > Ftable = 3.972), with the PjBL-SEL model proving to be more effective; and (3) a significant interaction was found between learning interest and the instructional model on learning outcomes (Fcalculated = 9.075 > Ftable = 3.972), indicating that the integration of SEL within the PjBL model can optimally enhance learning outcomes, particularly among students with high learning interest. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik dengan minat belajar tinggi dan rendah, (2) perbedaan hasil belajar antara model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) terintegrasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dan PjBL saja, serta (3) interaksi antara minat belajar dan model PjBL terintegrasi PSE terhadap hasil belajar. Penelitian menggunakan desain eksperimen faktorial 2x2 dengan populasi 394 siswa SMA Negeri 6 Kupang, dan sampel 77 siswa yang dipilih melalui non probably sampling dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar berdasarkan minat belajar (Fhitung = 15,521 > Ftabel = 3,972), di mana peserta didik dengan minat belajar tinggi memperoleh hasil lebih baik; (2) terdapat perbedaan signifikan antara model PjBL-PSE dan PjBL saja (Fhitung = 22,302 > Ftabel = 3,972), dengan PjBL-PSE terbukti lebih efektif; dan (3) terdapat interaksi signifikan antara minat belajar dan model pembelajaran terhadap hasil belajar (Fhitung = 9,075 > Ftabel = 3,972) yang mengindikasikan bahwa penerapan PjBL terintegrasi PSE secara optimal dapat meningkatkan hasil belajar, terutama pada peserta didik dengan minat belajar tinggi.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Mumtazah, Maulidah Rafa; Triyana, Illah Winiati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6666

Abstract

This research is motivated by the low level of mathematical conceptual understanding of Indonesian students in the topic of spatial geometry, where learning motivation is identified as a crucial influencing factor. The focus of this research is to analyze and describe in depth the ability of seventh grade students to understand the concept of spatial geometry, viewed from three different levels of learning motivation: high, medium, and low. As a crucial step, this study uses a descriptive qualitative approach, in which three students were selected as subjects through purposive sampling based on the results of a motivation questionnaire. Data were collected through conceptual understanding tests, in-depth interviews, and observations, then analyzed using the Miles and Huberman model. The main findings show a clear correlation between the level of motivation and the depth of understanding: highly motivated students were able to meet all indicators, moderately motivated students showed weaknesses in the application of procedures, while low motivated students had very limited understanding. In conclusion, learning motivation fundamentally influences the quality of cognitive engagement and the depth of students' mathematical conceptual understanding, emphasizing the importance of learning strategies that can build intrinsic motivation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa Indonesia pada materi bangun ruang, di mana motivasi belajar diidentifikasi sebagai salah satu faktor pengaruh yang krusial. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam kemampuan pemahaman konsep bangun ruang siswa kelas VII, ditinjau dari tiga tingkatan motivasi belajar yang berbeda: tinggi, sedang, dan rendah. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana tiga siswa dipilih sebagai subjek melalui purposive sampling berdasarkan hasil angket motivasi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan utama menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara tingkat motivasi dengan kedalaman pemahaman: siswa bermotivasi tinggi mampu memenuhi seluruh indikator, siswa bermotivasi sedang menunjukkan kelemahan pada aplikasi prosedur, sementara siswa bermotivasi rendah memiliki pemahaman yang sangat terbatas. Kesimpulannya, motivasi belajar secara fundamental memengaruhi kualitas keterlibatan kognitif dan kedalaman pemahaman konsep matematis siswa, menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang mampu membangun motivasi intrinsik.