cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 529 Documents
FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN VIDEO AI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Kansha Aurel Honey Kayla; Wakhid Fitri Albar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10739

Abstract

This study is motivated by the low level of students’ mathematical problem-solving ability and the need for contextual and adaptive learning innovations through the use of technology. This study aims to determine the improvement of students’ mathematical problem-solving ability through the implementation of a flipped classroom model assisted by artificial intelligence (AI)-based video with an ethnomathematics approach, as well as to examine the role of learning motivation. This research employed a mixed methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase used a one group pretest-posttest design involving 31 students of class VIII D at SMP Negeri 1 Randudongkal, while the qualitative phase was conducted through interviews and observations involving 9 students as interview subjects. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, normality test, one sample t-test, proportion test, paired sample t-test, N-gain, and simple linear regression, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed an improvement in students’ mathematical problem-solving ability, indicated by an increase in the average score from 68.83 to 83.83, with classical completeness reaching 100%. However, learning motivation did not have a significant effect on mathematical problem-solving ability, with a contribution of 1.4%. Qualitative findings revealed that learning motivation plays a role in enhancing students’ engagement in the learning process. Therefore, the implementation of a flipped classroom model assisted by AI-based video with an ethnomathematics approach is effective in improving mathematical problem-solving ability and creating more contextual and adaptive learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik serta perlunya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui penerapan model flipped classroom berbantuan video berbasis artificial intelligence (AI) bernuansa etnomatematika serta mengkaji peran motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 31 peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 1 Randudongkal, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan 9 peserta didik sebagai subjek wawancara. Analisis data kuantitatif meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji one sample t-test, uji proporsi, uji paired sample t-test, perhitungan N-gain, dan regresi linear sederhana, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata dari 68,83 menjadi 83,83 dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Namun, motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 1,4%. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa motivasi belajar tetap berperan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model flipped classroom berbantuan video AI bernuansa etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual serta adaptif.  
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS VI Silvina Salsabila; Sari Yustiana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10847

Abstract

ABSTRACT Learning The teaching of Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools is still dominated by conventional teaching methods, which result in suboptimal student engagement and cognitive learning outcomes. Previous studies have shown that the experimental method can improve student engagement or learning outcomes; however, research examining the simultaneous impact of the experimental method on both aspects in IPAS instruction under the Merdeka Curriculum remains limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding the effectiveness of the experimental method in improving the quality of IPAS instruction. This study aims to determine the effect of the experimental method on student learning engagement and cognitive learning outcomes in sixth grade regarding the topic of Earth’s rotation and revolution. This study employs a quantitative approach using a pre-experimental design of the One-Group Pretest-Posttest type. Data collection techniques were conducted through observation and testing, while data analysis utilized descriptive statistical tests and the Paired Sample T-Test. The results of the study on 11 students showed that the application of the experimental method was able to increase the average level of student learning activity from 66.66% to 85.22%, with the category changing from active to very active. In addition, students’ cognitive learning outcomes also showed an increase in the average score from 50.18% to 67.63%, moving from the “fairly good” to the “good” category. These results were supported by a Paired Sample T-Test, which showed a Sig. (2-tailed) value of 0.001 < 0.05; thus, Ho was rejected and H1 was accepted, indicating a significant effect. The findings of this study imply that the application of the experimental method can support the implementation of IPAS learning that is more active, meaningful, and student-centered in accordance with the characteristics of the Merdeka Curriculum. Thus, the experimental method has a significant effect on students’ learning activity and cognitive learning outcomes in IPAS learning. ABSTRAK Pembelajaran  Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional yang menyebabkan keaktifan dan hasil belajar kognitif belum optimal. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode eksperimen mampu meningkatkan keaktifan belajar atau hasil belajar siswa, namun penelitian yang mengkaji pengaruh metode eksperimen terhadap kedua aspek tersebut secara simultan dalam pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar kognitif siswa kelas VI pada materi rotasi dan revolusi bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian pada 11 siswa menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan jumlah rata-rata keaktifan belajar siswa dari 66,66% menjadi 85,22% dengan kategori aktif menjadi sangat aktif. Selain itu, hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan jumlah rata-rata dari 50,18% menjadi 67,63% dengan kategori cukup baik menjadi baik. Hasil tersebut diperkuat dengan uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan metode eksperimen dapat mendukung implementasi pembelajaran IPAS yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, metode eksperimen berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPAS.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PBL PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHANNYA Nurahmi Nurahmi; M. Nasir
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10905

Abstract

ABSTRACT Science learning on the topic of Matter and Its Changes continues to face challenges related to students’ low engagement during the learning process. This condition is associated with the limited use of learning media and instructional models that are able to provide meaningful learning experiences and encourage active participation. In response to this issue, this study developed an interactive multimedia product integrated with the Problem-Based Learning (PBL) approach to support more contextual and student-centered learning.The product was developed using a Research and Development (R&D) approach through the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The development process involved media experts, subject-matter experts, and seventh-grade junior high school students to obtain feedback regarding the quality and usability of the developed product.The findings indicate that the interactive multimedia met the required feasibility standards based on expert evaluations and was considered practical for classroom implementation. The integration of visual elements, animations, and contextual problem-solving activities contributed to increased student participation, motivation, and engagement during learning activities. In addition, the multimedia facilitated a deeper understanding of concepts related to matter and its changes while supporting a learning environment that encouraged students to think critically and construct knowledge independently. These results suggest that PBL-based interactive multimedia can serve as an innovative instructional alternative for science education at the junior high school level and contribute to the implementation of more active, engaging, and meaningful learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran IPA pada materi Zat dan Perubahannya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Situasi ini berkaitan dengan penggunaan media dan model pembelajaran yang belum sepenuhnya mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik serta mendorong peserta didik berpikir aktif. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini menghasilkan sebuah multimedia interaktif yang dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan Problem Based Learning (PBL) sebagai sarana pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik.Pengembangan produk dilakukan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses pengembangan melibatkan ahli media, ahli materi, serta peserta didik kelas VII SMP sebagai pengguna produk untuk memperoleh masukan terkait kualitas dan keterpakaian media yang dihasilkan.Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan penilaian para ahli dan dapat digunakan secara praktis dalam kegiatan pembelajaran. Kehadiran unsur visual, animasi, dan aktivitas pemecahan masalah mendorong meningkatnya partisipasi, motivasi, serta keaktifan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Selain membantu memahami konsep zat dan perubahannya secara lebih mendalam, media ini juga mendukung terciptanya pembelajaran yang memberi ruang lebih besar bagi peserta didik untuk berpikir kritis dan membangun pengetahuan secara mandiri. Temuan tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis PBL berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran IPA yang inovatif dan relevan untuk digunakan di tingkat SMP.
PENERAPAN LIVEWORKSHEET BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATERI TRANSFORMASI FUNGSI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS rani manisa putri; Selvia Erita; Rilla Gina Gunawan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10907

Abstract

Critical thinking is an essential competency in mathematics learning that determines the quality of students’ conceptual understanding. However, various studies show that this skill remains low among secondary school students, especially when dealing with problems that require analysis and higher-order reasoning. This gap highlights the need for more contextual and interactive innovations in learning media and approaches.  This study aims to analyze the effect of using Liveworksheet-based E-LKPD with a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach on students’ critical thinking skills. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design of the non-equivalent control group pretest-posttest type. The subjects were 65 eleventh-grade students at MAN 2 Kerinci, selected through cluster random sampling from a population of 129 students. They were divided into an experimental class of 33 students using Liveworksheet-based E-LKPD and a control class of 32 students using conventional learning. The instrument was an essay test that met the criteria of validity and reliability. Data were analyzed using the N-Gain test and independent sample t-test. The results show that the mean N-Gain score for critical thinking in the experimental class was 0.77 in the high category, while the control class obtained 0.66 in the moderate category. Hypothesis testing indicated a significant difference between the two groups with a p-value of 0.029. Thus, the application of Liveworksheet-based E-LKPD with the CTL approach is proven to be more effective in improving students’ critical thinking skills compared to conventional learning. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika yang menentukan kualitas pemahaman konseptual siswa. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa keterampilan ini masih tergolong rendah pada siswa tingkat menengah, khususnya dalam menghadapi soal-soal yang menuntut analisis dan penalaran tingkat tinggi. Kesenjangan ini mendorong perlunya inovasi media dan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan E-LKPD dengan Liveworksheet berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe non-equivalent control group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 65 pada kelas XI MAN 2 Kerinci yang dipilih melalui teknik Cluster random sampling dari populasi 129 peserta didik, terbagi atas kelas eksperimen (33) yang menggunakan E-LKPD dan kelas kontrol (32) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji independent sample t-test. Hasil rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 0.77 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0.66 (kategori sedang). Uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p-value = 0.029). Dengan demikian, penerapan Liveworksheet dengan pendekatan CTL terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional.
PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PjBL-STEM PADA MATERI UNTUNG-RUGI MELALUI PROYEK PEMBUATAN KOMPOS ALAMI Fajar Rizqo Maulana; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10940

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability among junior high school students in contextual topics such as profit and loss remains low because learning practices have not fully connected mathematical concepts with real-life situations, and the implementation of STEM integrated Project Based Learning (PjBL-STEM) is still limited. This study aims to describe students’ profiles of mathematical problem-solving abilities through STEM integrated Project Based Learning (PjBL-STEM) on profit and loss material through a natural compost making project. This study employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects were students of class VIII B at SMP Negeri 1 Gading, who were purposively selected and grouped into three ability categories: high, medium, and low. Data were collected through problem-solving skill tests, observations, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the interactive model of Matthew B. Miles and A. Michael Huberman, which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing, referring to George Polya’s problem-solving steps. The results showed that students’ mathematical problem-solving abilities were categorized into high (15.38%), medium (57.69%), and low (26.92%), with the majority of students in the medium category. The implementation of PjBL-STEM provided meaningful learning experiences; however, students’ problem-solving abilities still varied across categories. The implementation of PjBL-STEM through the natural compost making project offered significant and relevant learning experiences, although students’ problem-solving skills had not yet developed evenly. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi kontekstual seperti untung-rugi masih rendah karena pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan penerapan PjBL-STEM masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM (PjBL-STEM) pada materi untung-rugi melalui proyek pembuatan kompos alami. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B di SMP Negeri 1 Gading yang dipilih secara sengaja dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes keterampilan pemecahan masalah, pengamatan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaktif dari Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang mencakup reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan, merujuk pada langkah-langkah pemecahan masalah menurut George Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terbagi dalam kategori tinggi (15,38%), sedang (57,69%), dan rendah (26,92%), dengan mayoritas siswa berada pada kategori sedang. Implementasi PjBL-STEM memberikan pengalaman belajar yang bermakna, namun kemampuan pemecahan masalah siswa masih menunjukkan variasi pada setiap kategori. Implementasi PjBL-STEM melalui proyek pembuatan kompos alami memberikan pengalaman belajar yang signifikan dan relevan, namun keterampilan pemecahan masalah siswa masih belum berkembang secara merata.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Marlin Herlina Zega; Ratna Natalia Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Sadiana Lase
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.11075

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low numeracy skills of students at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara, as indicated by students’ difficulties in solving numeracy-based problems and understanding mathematical concepts optimally. In addition, the teaching materials used were still limited in variation, resulting in low student engagement during the learning process. This study aimed to develop a problem-solving-based student worksheet (LKS) that is valid, practical, and effective in improving students’ numeracy skills. The novelty of this study lies in the development of student worksheets that integrate systematic and contextual problem-solving steps, distinguishing them from conventional worksheets that generally focus only on routine exercises. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research instruments included a numeracy skills test, expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The results showed that the developed worksheet was categorized as highly valid, highly practical for classroom use, and effective in improving students’ numeracy skills, with an effectiveness level of 82%. These findings indicate that problem-solving-based worksheets can help students understand mathematical concepts through more active and structured problem-solving activities, making them a potential innovative teaching material alternative for junior high school mathematics learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara yang terlihat dari kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis numerasi dan memahami konsep matematika secara optimal. Selain itu, bahan ajar yang digunakan masih kurang bervariasi sehingga keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis problem solving yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKS yang mengintegrasikan langkah-langkah problem solving secara sistematis dan kontekstual, sehingga berbeda dari LKS konvensional yang umumnya hanya berfokus pada latihan soal rutin. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan numerasi, angket validasi ahli, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak, sangat praktis digunakan dalam pembelajaran, dan efektif meningkatkan kemampuan numerasi siswa dengan tingkat efektivitas sebesar 82%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LKS berbasis problem solving dapat membantu siswa memahami konsep matematika melalui aktivitas pemecahan masalah yang lebih aktif dan terarah sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan ajar inovatif dalam pembelajaran matematika SMP.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX Yohanes Ovaritus Jagom; Maria Sindi Klaudia Anu; Aloysius Joakim Fernandez
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11105

Abstract

The Low mathematics achievement among students remains a major issue in education, influenced by internal factors such as learning motivation. This study aims to determine the effect of learning motivation on the mathematics achievement of ninth-grade students at UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satu Atap. This study employs a quantitative approach using simple linear regression analysis. The study population consisted of 9th-grade students at UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satu Atap, and the sample comprised 48 students selected using saturated purposive sampling. Data collection was conducted through a learning motivation questionnaire and documentation of mathematics achievement scores. The results indicated that learning motivation has a positive effect on mathematics achievement, with a correlation coefficient of 0.374. The simple linear regression equation obtained is Y = 70.767 + 0.139X, meaning that a one-unit increase in learning motivation increases mathematics achievement by 0.139. The coefficient of determination of 14% indicates that learning motivation contributes 14% to mathematics achievement, while 86% is influenced by other factors outside the scope of this study. The results of the hypothesis test show a significance value of 0.009 < 0.05, so it can be concluded that learning motivation has a significant effect on mathematics achievement. Thus, the higher the students’ learning motivation, the he higher the mathematics learning achievement they attain. ABSTRAK Rendahnya prestasi belajar matematika siswa masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor internal yaitu motivasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX di UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satap dan sampel penelitian berjumlah 48 siswa dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan dokumentasi nilai hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,374. Persamaan regresi linear sederhana yang dipeoleh yaitu , yang berarti setiap peningkatan satu satuan motivasi belajar akan meningkatkan prestasi belajar sebesar 0,139. Koefisien determinasi sebesar 14% menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 14 % terhadap prestasi belajar matematika, sedangkan 86% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai yang signifikansi sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar matematika yang dicapai.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Ratnasari Ratnasari; E.I Pusta Siligar; Kusmita Sintia Ningrum
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11235

Abstract

ABSTRACT The increasing demands of 21st-century education have positioned mathematical critical thinking as an essential competency that deserves greater attention in mathematics learning. Despite the growing implementation of various innovative instructional approaches, studies specifically examining the relationship between deep learning and mathematical critical thinking remain relatively limited. Therefore, this study was conducted to provide a more comprehensive understanding of research trends, implementation characteristics, and the contribution of deep learning to students’ mathematical critical thinking skills. This study employed a Systematic Literature Review approach guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. The literature search was carried out across various national and international scientific publication sources using keywords relevant to the research focus. Of the 55 articles initially identified, 20 met the established selection criteria and were included in the synthesis process. The findings indicate that deep learning is consistently associated with the development of students’ mathematical critical thinking skills across different educational levels. Learning practices characterized by exploration, reflection, active engagement, and conceptual understanding emerged as the most frequently reported features in the reviewed studies. These findings suggest that deep learning has considerable potential to foster higher-quality thinking through learning experiences that are meaningful, reflective, and oriented toward mathematical reasoning. ABSTRAK Perkembangan tuntutan pembelajaran abad ke-21 menempatkan kemampuan berpikir kritis matematis sebagai salah satu kompetensi yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan matematika. Di tengah meningkatnya penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran inovatif, kajian yang secara khusus menelaah hubungan antara pembelajaran mendalam (deep learning) dan kemampuan tersebut masih belum banyak ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kajian, karakteristik implementasi, serta kontribusi pembelajaran mendalam terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses penelusuran dilakukan melalui berbagai sumber publikasi ilmiah nasional dan internasional menggunakan kata kunci yang relevan dengan fokus penelitian. Dari 55 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria seleksi dan digunakan sebagai sumber utama dalam proses sintesis. Sintesis yang dilakukan memperlihatkan bahwa pembelajaran mendalam secara konsisten berkaitan dengan berkembangnya kemampuan berpikir kritis matematis pada berbagai jenjang pendidikan. Karakteristik pembelajaran yang menekankan eksplorasi, refleksi, keterlibatan aktif, dan pembangunan pemahaman konseptual menjadi unsur yang paling sering ditemukan dalam berbagai penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran mendalam berpotensi mendukung pengembangan kualitas berpikir siswa melalui proses belajar yang lebih bermakna, reflektif, dan berorientasi pada penalaran matematis.
PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN, TINGKAT PARTISIPASI, DAN MAHASISWA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA SMA Rody Satriawan; Abdullah Abdullah; Basirun Basirun
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.11332

Abstract

This study aimed to determine the effect of attendance level, participation level, and students’ motivation on students’ achievement in the Mathematics for Senior High School course. The study employed a quantitative approach with an ex post facto research design. The population consisted of 22 students enrolled in the Mathematics for Senior High School course, and all population members were selected as the research sample using the total sampling technique. Data were collected through documentation, observation, and questionnaires. The data were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS for Windows. The results showed that attendance level, participation level, and students’ motivation simultaneously had a significant effect on students’ achievement, with a significance value of 0.001 < 0.05. However, partially, attendance level, participation level, and students’ motivation did not have a significant effect on students’ achievement. The coefficient of determination (R²) was 0.579, indicating that 57.9% of the variation in students’ achievement could be explained by attendance level, participation level, and students’ motivation, while the remaining percentage was influenced by other factors outside the study. Based on the findings, it can be concluded that improving students’ achievement in the Mathematics for Senior High School course is not only influenced by attendance, participation, and motivation individually, but also by the integration of various academic and psychological factors in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa terhadap prestasi mahasiswa pada mata kuliah Matematika SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 22 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Matematika SMA dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Namun, secara parsial tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa. Hasil analisis juga menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,579 yang berarti bahwa 57,9% variasi prestasi mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan prestasi mahasiswa pada mata kuliah Matematika SMA tidak hanya dipengaruhi oleh kehadiran, partisipasi, dan motivasi secara individual, tetapi juga oleh keterpaduan berbagai faktor akademik dan psikologis dalam proses pembelajaran.  
ANALISIS KESALAHAN KOLEKTIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN EKSPONEN BERDASARKAN KRITERIA NEWMAN PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF Rimayatun Maulida; Fitri Khasanah; Ruvita Iffahtur Pertiwi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.11333

Abstract

  This study aims to identify and describe students’ collective errors in solving exponential equations based on Newman’s Error Analysis, as well as to examine the factors contributing to these errors within a cooperative learning context. A qualitative descriptive approach was employed, involving seven groups of tenth-grade students who had learned exponential equations. Data were collected through diagnostic essay tests and semi-structured interviews. The findings indicate that collective errors are predominantly found in process skill errors (47.62%) and transformation errors (42.86%). Process skill errors are mainly related to students’ weaknesses in basic algebraic operations, while transformation errors reflect difficulties in translating problems into appropriate mathematical forms. In addition, the results reveal that errors do not only occur at the individual level but also develop within groups. In several cases, similar errors were consistently observed among group members, suggesting that group discussions did not fully function as a means of conceptual clarification. Several factors were identified as contributing to the emergence of collective errors, including the lack of verification processes within groups, the tendency to accept solutions without critical evaluation, and the dominance of certain group members during discussions. These findings suggest that cooperative learning needs to be supported by structured verification and reflective processes to promote more accurate mathematical understanding     ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan kolektif siswa dalam menyelesaikan persamaan eksponen berdasarkan Kriteria Newman, serta menelaah faktor-faktor yang melatarbelakanginya dalam pembelajaran kooperatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tujuh kelompok siswa kelas X yang telah mempelajari materi persamaan eksponen. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berbentuk soal uraian dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan kolektif siswa didominasi oleh kesalahan keterampilan proses (47,62%) dan kesalahan transformasi (42,86%). Kesalahan keterampilan proses terutama berkaitan dengan kelemahan dalam operasi aljabar dasar, sedangkan kesalahan transformasi menunjukkan ketidaktepatan siswa dalam mengubah permasalahan ke dalam bentuk matematis yang sesuai. Temuan lain menunjukkan bahwa kesalahan tidak hanya muncul secara individual, tetapi juga berkembang dalam kelompok. Dalam beberapa kasus, kesalahan yang sama muncul secara konsisten pada anggota kelompok, yang mengindikasikan bahwa proses diskusi belum sepenuhnya berfungsi sebagai sarana klarifikasi konsep. Faktor yang diduga berkontribusi terhadap munculnya kesalahan kolektif antara lain kurangnya proses verifikasi dalam kelompok, kecenderungan menerima jawaban tanpa pengujian ulang, serta dominasi pendapat anggota tertentu. Berdasarkan temuan tersebut, pembelajaran kooperatif perlu disertai dengan mekanisme kontrol dan refleksi yang lebih terstruktur agar dapat mendorong terbentuknya pemahaman yang lebih akurat.