cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 445 Documents
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Bu'ulolo, Three Putri Nirmala; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.
PENGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Laia, Tiar Nisanna Handayani; Mendrofa, Ratna Natalia; Telaumbanua, Yakin Niat; Lase, Sadiana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9866

Abstract

ABSTRACT Low student interest in mathematics learning remains a persistent problem that can affect learning outcomes. Based on preliminary observations at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli, some students showed limited interest and active participation during mathematics lessons. This study aimed to analyze the effect of learning interest on the mathematics achievement of eighth-grade students at the school. The research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design. The population consisted of all students at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli, while the sample included 86 eighth-grade students selected through a purposive sampling technique. Data were collected using a learning interest questionnaire and documentation of mathematics scores as indicators of learning outcomes. The data were analyzed using correlation analysis to determine the relationship between the two variables. The results indicated a positive effect of learning interest on mathematics achievement, as shown by an r_calculated value of 0.321, which was higher than the r_table value of 0.213 at a 5% significance level. These findings suggest that higher learning interest is associated with better mathematics achievement. Therefore, learning interest is an important factor contributing to students’ success in mathematics learning. ABSTRAK Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika masih menjadi permasalahan yang dapat memengaruhi pencapaian hasil belajar. Berdasarkan observasi awal di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli, sebagian siswa menunjukkan kurangnya ketertarikan dan partisipasi aktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli, sedangkan sampel berjumlah 86 siswa kelas VIII yang ditentukan melalui teknik sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi nilai matematika sebagai indikator hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif minat belajar terhadap hasil belajar matematika, ditunjukkan oleh nilai r_hitung sebesar 0,321 yang lebih besar daripada r_tabel sebesar 0,213 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi minat belajar siswa, semakin tinggi pula kecenderungan hasil belajar matematika yang dicapai. Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan pembelajaran matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI Telaumbanua, Berkat Iman; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Harefa, Agnes Renostini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9868

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in the biology learning process often results in suboptimal learning outcomes, indicating the need for instructional models that can encourage student activeness and independence. This study aims to determine the effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes in Biology at SMA Negeri 1 Sawo. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of two classes, namely an experimental class that applied the Discovery Learning model and a control class that used conventional learning. The research instrument was a learning outcome test in the form of eight essay questions used to measure students’ conceptual understanding before and after the treatment. The results of data analysis showed that the calculated t-value of 5.964 was greater than the t-table value of 2.001 at a significance level of 0.05, indicating a significant effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes. These findings indicate that the implementation of Discovery Learning can enhance student engagement in the learning process and help students construct biological concepts more actively and independently. Therefore, the Discovery Learning model can serve as an effective and relevant instructional strategy to improve both the quality of the learning process and students’ biology learning outcomes at the secondary school level. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran biologi sering berdampak pada hasil belajar yang belum optimal, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Sawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk esai sebanyak delapan butir soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 5,964 lebih besar daripada t_tabel sebesar 2,001 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa membangun pemahaman konsep biologi secara lebih aktif dan mandiri. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar biologi di tingkat sekolah menengah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC BERBASIS ETNOMATEMATIKA WAYANG KULIT UNTUK MENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI Septi, Aleza Dwi; Astuti, Wiwin; P, Heldy Ramadhan Putra; Hadiningrum, Lila Pangestu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9598

Abstract

The low level of students' numeracy literacy and the limited variety of media in mathematics learning are the background for this research. The purpose of this research is to describe the development process and determine the level of feasibility and practicality of the developed media. The main focus is to develop e-comic learning media that facilitates the understanding of the concept of congruence while supporting numeracy literacy skills through an ethnomathematics approach. The research procedure applies the Research and Development development method with a 4D model limited to the Define, Design, and Development stages. This media development was carried out by identifying congruent shapes in the shadow puppet characters Wijanarka, Werkudara, Baladewa, and Semar, then arranged using the Canva application in flipbook format. The validation results showed a feasibility level of 88.93% from material experts and 90% from media experts, both of which are included in the "Very Feasible" category. A limited trial of 10 students resulted in a practicality percentage of 90.6% with the "Very Practical" criteria. This e-comic media based on shadow puppet ethnomathematics is declared very suitable and practical to be used as an innovative learning media to facilitate contextual understanding of concepts and support students' numeracy literacy skills through the preservation of local culture. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa serta keterbatasan variasi media dalam pembelajaran matematika melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan media yang dikembangkan. Fokus utamanya yaitu mengembangkan media pembelajaran e-comic yang memudahkan pemahaman konsep kekongruenan sekaligus menunjang kemampuan literasi numerasi melalui pendekatan etnomatematika. Prosedur penelitian menerapkan metode pengembangan Research and Development dengan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Development. Pengembangan media ini dilakukan dengan mengidentifikasi bangun-bangun kongruen pada tokoh wayang kulit Wijanarka, Werkudara, Baladewa, dan Semar, kemudian disusun menggunakan aplikasi Canva dalam format flipbook. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,93% dari ahli materi dan 90% dari ahli media, yang mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Uji coba terbatas kepada 10 siswa menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 90,6% dengan kriteria "Sangat Praktis". Media e-comic berbasis etnomatematika wayang kulit ini dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman konsep secara kontekstual dan menunjang kemampuan literasi numerasi siswa melalui pelestarian budaya lokal.
INOVASI BIOREMEDIASI DALAM MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Kadir, St. Fatima; Ahqaf, Nurul Afifah; Hala, Yusminah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9939

Abstract

ABSTRAK Peningkatan pencemaran lingkungan global oleh hidrokarbon, logam berat, dan polutan baru menuntut solusi pemulihan yang berkelanjutan mengingat keterbatasan metode fisik dan kimia konvensional. Bioremediasi hadir sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi temuan inovasi terbarunya masih terfragmentasi dalam berbagai literatur tanpa adanya kajian komprehensif yang mengevaluasi efektivitas gabungan teknologi tersebut. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk memetakan perkembangan inovasi bioremediasi terkini dan mengevaluasi efektivitas gabungan (hibridisasi) teknologinya. Metode penelitian mengadopsi protokol PRISMA dengan menelusuri pangkalan data Scopus (rentang tahun 2020–2026) yang secara sistematis menyaring dan menghasilkan 18 artikel jurnal relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis literatur menunjukkan adanya pergeseran paradigma bioremediasi dari pendekatan konvensional yang cenderung mengandalkan agen biologis tunggal dan proses yang terpisah, menuju pendekatan terintegrasi berbasis sistem hibrida yang mengombinasikan mikroba indigen, strategi peningkatan bioavailabilitas, serta teknologi rekayasa modern. Pergeseran ini tercermin dalam empat temuan utama, yaitu: (1) eksplorasi galur mikrobioma lokal (indigen), (2) pemanfaatan agen pemicu ketersediaan polutan (bioavailabilitas) seperti biosurfaktan dan quorum-sensing, (3) hibridisasi sistem biologis dengan rekayasa modern (seperti modifikasi genom CRISPR-Cas9 dan Sistem Bioelektrokimia Mikroba), serta (4) identifikasi tantangan implementasi dan kesenjangan adopsi teknologi di tingkat lokal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi keempat inovasi mutakhir tersebut menjadikan bioremediasi sebagai salah satu intervensi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam pemulihan ekosistem, sehingga mampu mencegah kerusakan ekologi jangka panjang. Pendekatan ini berimplikasi pada peningkatan efisiensi degradasi polutan, pengurangan risiko polusi sekunder, serta percepatan pemulihan kualitas lingkungan.
PEMANFAATAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Maltildis, Prisca; Bajo, Firmina Dinenti; Charlin, Anastasia Silvia; Bryiliant, Dian Nan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10007

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning on the topic of integers in Grade V elementary school still faces several challenges, including students’ low conceptual understanding, difficulties in connecting abstract concepts with real-life contexts, and teacher-centered instruction that results in suboptimal student engagement. This study aims to describe the implementation of Student Worksheets (LKPD) in teaching integers using the Discovery Learning approach for Grade V students at SD Inpres Blidit. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subjects of the study were 20 fifth-grade students at SD Inpres Blidit. The object of the study focuses on the learning process of integers using LKPD based on the Discovery Learning model as a learning tool. This study emphasizes student participation and conceptual understanding that emerge during the learning activities. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, and teacher reflection on the learning process. The results of the study indicate that the use of LKPD can enhance student participation in learning activities. This is reflected in increased student engagement during group discussions, their ability to express opinions, and their collaboration skills in solving given problems. In addition, LKPD helps students gain a clearer understanding of integer concepts, particularly in distinguishing positive and negative numbers and applying them in everyday life. The use of Discovery Learning-based LKPD also assists teachers in managing learning in a more structured and student-centered way. Thus, LKPD developed based on the Discovery Learning approach can be considered an effective alternative learning tool for improving the quality of mathematics instruction in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat di kelas V SD masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep siswa, kesulitan mengaitkan konsep abstrak dengan konteks nyata, serta pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan aktif siswa belum optimal. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) diterapkan dalam proses pembelajaran bilangan bulat dengan pendekatan Discovery Learning pada siswa kelas V SD Inpres Blidit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas V SD Inpres Blidit. Sementara itu, objek penelitiannya berfokus pada proses pembelajaran bilangan bulat yang menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning sebagai perangkat pembelajaran. Kajian ini menitikberatkan pada partisipasi siswa serta pemahaman konsep yang muncul selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran oleh guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan LKPD dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya keaktifan siswa saat berdiskusi dalam kelompok, kemampuan mereka dalam menyampaikan pendapat, serta keterampilan bekerja sama untuk memecahkan masalah yang diberikan. Selain itu, LKPD membantu siswa memahami konsep bilangan bulat secara lebih terarah, khususnya dalam membedakan bilangan positif dan negatif serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan LKPD berbasis Discovery Learning juga memudahkan guru dalam mengelola pembelajaran secara sistematis dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan berbasis Discovery Learning dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar.
ANALYSIS OF STUDENTS' MISCONCEPTIONS ON PRIME NUMBERS BASED ON THE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Putri, Aisya Nabila; Saragih, Amelia Cristy; Hafiza, Mutia; Kaban, Rifka Elianti Br; Ambarita, Samuel Yordan; Siregar, Budi Halomoan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10162

Abstract

ABSTRACT Misconceptions are one of the common problems in mathematics learning and can hinder students’ conceptual understanding. In the topic of prime numbers, misunderstandings often occur because students do not fully comprehend the definition and characteristics of the factors of a number. Therefore, a systematic identification is needed to determine the types of misconceptions experienced by students. This study aims to analyze students’ misconceptions on the topic of prime numbers using the Certainty of Response Index (CRI) method. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The research subjects were 23 ninth-grade students at SMP Deli Murni Sukamaju. Data were collected through a diagnostic test consisting of 15 questions equipped with a CRI scale to measure students’ confidence in their answers. The data were analyzed by grouping students’ responses based on answer accuracy and confidence level, which were then classified into four categories of understanding: conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and guessing. The results showed that out of 345 student responses, 31.6% were categorized as understanding the concept, 39.1% experienced misconceptions, 20.9% did not understand the concept, and 8.4% answered by guessing. The dominant misconceptions were related to the definition of prime numbers, determining the factors of a number, and the assumption that all odd numbers are prime numbers. These findings indicate that the CRI method is effective in identifying students’ misconceptions and can serve as a basis for teachers to design learning strategies that emphasize conceptual understanding. ABSTRAK Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika dan dapat menghambat pemahaman konsep siswa. Pada materi bilangan prima, kesalahan pemahaman sering terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami definisi dan karakteristik faktor suatu bilangan. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi yang sistematis untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi bilangan prima dengan menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas IX di SMP Deli Murni Sukamaju. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik sebanyak 15 soal yang dilengkapi dengan skala CRI untuk mengukur tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa berdasarkan ketepatan jawaban dan tingkat keyakinan, kemudian diklasifikasikan ke dalam empat kategori pemahaman, yaitu memahami konsep, miskonsepsi, tidak memahami konsep, dan menebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 345 respons siswa, sebesar 31,6% termasuk kategori memahami konsep, 39,1% mengalami miskonsepsi, 20,9% tidak memahami konsep, dan 8,4% menjawab dengan menebak. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan definisi bilangan prima, penentuan faktor bilangan, serta anggapan bahwa semua bilangan ganjil adalah bilangan prima. Temuan ini menunjukkan bahwa metode CRI efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep.
RISIKO EROSI PENALARAN MATEMATIS DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE: SEBUAH KAJIAN LLITERATUR Gultom, Cristin; Nababan, Sisilia; Samosir, Angel; Sitanggang, Nova Marcelina; Andriani, Ade
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10174

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in mathematics education provides convenience in understanding concepts quickly and adaptively, but it also raises potential risks to students’ mathematical reasoning processes. This study aims to examine the risk of erosion of mathematical reasoning due to the use of AI in mathematics learning. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) through the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion of relevant articles. Data sources were obtained from scientific articles indexed in Google Scholar published between 2021 and 2026 with active DOIs. The data were analyzed using content analysis and thematic synthesis to identify patterns of research findings. The results indicate that AI is effective in supporting initial conceptual understanding and improving learning outcomes, although the effect tends to be moderate. However, the use of AI also has the potential to create cognitive dependency, reduce the exploration of problem-solving strategies, and weaken students’ confidence in their own mathematical reasoning. These findings highlight an indication of the erosion of mathematical reasoning as an indirect impact of uncontrolled AI use. Therefore, the use of AI needs to be balanced with pedagogical strategies that emphasize active student engagement in the thinking process. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika memberikan kemudahan dalam memahami konsep secara cepat dan adaptif, namun juga memunculkan potensi risiko terhadap proses penalaran matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko erosi penalaran matematis akibat penggunaan AI dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penentuan kelayakan, dan inklusi artikel. Sumber data berasal dari artikel ilmiah terindeks Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2026 dan memiliki DOI aktif. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI efektif dalam mendukung pemahaman awal konsep dan meningkatkan hasil belajar, meskipun pengaruhnya cenderung moderat. Namun, penggunaan AI juga berpotensi menimbulkan ketergantungan kognitif, mengurangi eksplorasi strategi pemecahan masalah, serta menurunkan kepercayaan siswa terhadap penalaran matematisnya sendiri. Temuan ini menegaskan adanya indikasi erosi penalaran matematis sebagai dampak tidak langsung dari penggunaan AI yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan strategi pedagogis yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir.    
ANALISIS PROSES BERPIKIR SPASIAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN GEOMETRI DENGAN KONTEKS BUDAYA MASJID AGUNG DEMAK Padmasari, Nadia Nur; Muhtarom, Muhtarom; Harun, Lukman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10446

Abstract

This research is motivated by the low spatial thinking ability of junior high school students in geometry, especially in visualizing three-dimensional objects and mental manipulation. The focus of the problem is directed at an in-depth analysis of students' spatial thinking processes when solving geometry problems based on the cultural context of the Great Mosque of Demak in terms of Van Hiele's theory. The research method applied is descriptive qualitative through purposive sampling of students who have been previously categorized. The research stages include a geometry ability test on twenty-one students, working on culture-based problems, and semi-structured interview observations. The identification results show eight students with low abilities, eleven with medium abilities, and two with high abilities. The findings reveal significant variations at each cognitive level. Low-ability students were only able to reach the basic visualization stage and experienced obstacles in the aspects of relations and transformation. Medium-ability students showed adequate mastery of visualization and orientation, but were not optimal in reasoning and reflection. In contrast, high-ability students managed to master all spatial indicators comprehensively and optimally. These findings confirm that the level of Van Hiele's geometry ability has a crucial influence on the development of spatial thinking processes in the context of local ethnomathematics. The main conclusion is that the integration of cultural context is able to reveal the depth of mental representation, so that geometric ability becomes the main predictor of success in solving spatial problems logically through a deep and measurable cultural approach in secondary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir spasial siswa SMP dalam geometri, khususnya dalam memvisualisikan objek tiga dimensi dan manipulasi mental. Fokus masalah diarahkan pada analisis mendalam proses berpikir spasial siswa saat menyelesaikan soal geometri berbasis konteks budaya Masjid Agung Demak ditinjau dari teori Van Hiele. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif melalui purposive sampling terhadap siswa yang telah dikategorikan sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi tes kemampuan geometri terhadap dua puluh satu siswa, pengerjaan masalah berbasis budaya, serta observasi wawancara semiterstruktur. Hasil identifikasi menunjukkan delapan siswa berkemampuan rendah, sebelas sedang, dan dua berkemampuan tinggi. Temuan mengungkapkan variasi signifikan pada setiap tingkatan kognitif. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu mencapai tahap visualisasi dasar dan mengalami hambatan aspek relasi serta transformasi. Siswa berkemampuan sedang menunjukkan penguasaan visualisasi dan orientasi memadai, namun belum optimal dalam penalaran dan refleksi. Sebaliknya, siswa berkemampuan tinggi berhasil menguasai seluruh indikator spasial secara menyeluruh dan optimal. Temuan ini menegaskan tingkat kemampuan geometri Van Hiele memiliki pengaruh krusial terhadap perkembangan proses berpikir spasial dalam konteks etnomatematika lokal. Simpulan utamanya adalah integrasi konteks budaya mampu mengungkap kedalaman representasi mental, sehingga kemampuan geometri menjadi prediktor utama keberhasilan menyelesaikan masalah ruang secara logis melalui pendekatan budaya yang mendalam dan terukur di sekolah menengah.  
ANALISIS KETERAMPILAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PENGEMBANGAN PRAKTIKUM BIOLOGI SEKOLAH Agustina, Putri; Agustina, Lina; Astuti, Rina; Saputra, Alanindra
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10151

Abstract

Practicum is an important component of Biology learning that plays a role in developing students' science process skills, conceptual understanding, and scientific attitudes. Therefore, prospective Biology teacher students need to be equipped with the ability to develop practicum-based learning. This study aims to analyze the skills of prospective Biology teacher students in developing Biology learning using the practicum method. This study used a descriptive approach, involving 30 students enrolled in the School Biology Practicum Development (PPBS) course in the 2024/2025 academic year. Data were obtained through an assessment of student portfolio documents, including practicum designs, teaching modules, practicum teaching materials, and practicum assessment instruments. Data were analyzed using descriptive percentage techniques. The results showed that the skills of prospective Biology teacher students in developing practicum-based learning were in the good category with an average achievement of 74.90%. In detail, the skills of compiling practicum designs were in the very good category (76.83%), while the skills of compiling teaching modules (75.00%), practicum teaching materials (74.50%), and practicum assessment instruments (73.50%) were in the good category. These results indicate that students have sufficient basic competencies for developing practicum-based learning, but strengthening is still needed in high-level thinking skills, the quality of teaching materials, and authentic assessment. ABSTRAK Praktikum merupakan komponen penting dalam pembelajaran Biologi yang berperan dalam mengembangkan keterampilan proses sains, pemahaman konseptual, serta sikap ilmiah peserta didik. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru Biologi perlu dibekali kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran Biologi dengan metode praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek sebanyak 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah (PPBS) pada tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui penilaian terhadap dokumen portofolio mahasiswa yang meliputi rancangan praktikum, modul ajar, bahan ajar praktikum, dan instrumen penilaian praktikum. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum berada pada kategori baik dengan rata-rata capaian sebesar 74,90%. Secara rinci, keterampilan menyusun rancangan praktikum berada pada kategori sangat baik (76,83%), sedangkan keterampilan menyusun modul ajar (75,00%), bahan ajar praktikum (74,50%), dan instrumen penilaian praktikum (73,50%) berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kompetensi dasar yang cukup dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum, namun masih diperlukan penguatan pada aspek pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kualitas bahan ajar, dan penilaian autentik.