cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 529 Documents
ANALISIS MENDALAM KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH RELASI DAN FUNGSI BERBASIS DISCOVERY LEARNING: STUDI KUALITATIF DI SMP Clarissa Dwi Setya; Rahma Wahyu; Eko Yuniarto Eko Yuniarto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.11334

Abstract

This study aims to analyze in-depth the types of student errors and their causal factors in solving relation and function problems using the discovery learning model. This study was conducted in 2025 using a qualitative descriptive approach. The subjects were eighth-grade students of SMP PGRI 8 Malang, with four students selected purposively based on error variations. The research instruments were essay tests and unstructured interviews. The results showed that student errors included conceptual errors, principle errors, and operational errors. Conceptual errors were the dominant errors caused by a weak understanding of relation and function representations. Principle errors occurred due to inaccuracies in using solution procedures, while operational errors were related to the accuracy of symbol use and calculations. These findings indicate that even though discovery learning has been implemented, students still experience difficulties without adequate scaffolding. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam jenis kesalahan siswa dan faktor penyebabnya dalam menyelesaikan soal relasi dan fungsi melalui model discovery learning. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang, dengan empat siswa dipilih secara purposif berdasarkan variasi kesalahan. Instrumen penelitian berupa tes uraian dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa meliputi kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan konsep merupakan kesalahan dominan yang disebabkan oleh lemahnya pemahaman terhadap representasi relasi dan fungsi. Kesalahan prinsip terjadi akibat ketidaktepatan dalam menggunakan prosedur penyelesaian, sedangkan kesalahan operasi berkaitan dengan ketelitian dalam penggunaan simbol dan perhitungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun discovery learning telah diterapkan, siswa masih mengalami kesulitan jika tidak didukung oleh scaffolding yang memadai.  
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI SPLDV MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBANTUAN GEOGEBRA SISWA KELAS X SMK Astiana Kaka; Muhammad Baidawi; Fitria Khasanah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.11336

Abstract

  This This study aims to describe the implementation process of the Realistic Mathematics Education (RME) approach assisted by GeoGebra in mathematics learning on the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) in Grade X of SMK PU Malang. The RME approach was chosen because it connects mathematical concepts with contextual situations close to students’ everyday lives, while GeoGebra is used as a visualization tool to strengthen conceptual understanding through graphical representations. This research employed a qualitative descriptive method with three students from Grade X TG and TKJ as the subjects. The learning process was carried out over two sessions, including activities such as understanding contextual problems, constructing and solving mathematical models using GeoGebra, participating in discussions, and drawing conclusions. Data were collected through student worksheets and interviews. The results of the study indicate that the RME approach assisted by GeoGebra helped students understand contextual problems, construct mathematical models, and solve and interpret the results. The three subjects showed varying levels of conceptual understanding development; however, in general, the approach encouraged active student engagement, deeper conceptual understanding, and the ability to solve SPLDV problems in a more contextual and visual manner. Thus, learning SPLDV through the RME approach assisted by GeoGebra is effective in enhancing students’ mathematical conceptual understanding and critical thinking skills.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan GeoGebra dalam pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) di kelas X SMK PU Malang. Pendekatan RME dipilih karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan situasi kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sedangkan GeoGebra digunakan sebagai alat bantu visualisasi untuk memperkuat pemahaman konsep melalui representasi grafik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek tiga orang siswa dari kelas X TG dan TKJ. Proses pembelajaran dilakukan dalam dua pertemuan, meliputi kegiatan memahami masalah kontekstual, menyusun dan menyelesaikan model matematika dengan GeoGebra, berdiskusi, serta menyimpulkan hasil. Data diperoleh melalui lembar kerja siswa,  dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan RME berbantuan GeoGebra membantu siswa dalam memahami permasalahan kontekstual, menyusun model matematis, serta menyelesaikan dan memaknai hasilnya. Ketiga subjek menunjukkan perkembangan pemahaman yang berbeda-beda, namun secara umum pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa, pemahaman konsep yang lebih mendalam, serta kemampuan menyelesaikan SPLDV dengan lebih kontekstual dan visual. Dengan demikian, pembelajaran SPLDV melalui pendekatan RME berbantuan GeoGebra efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika dan keterampilan berpikir kritis siswa SMK.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIKA PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH DI ACEH UTARA Ulfa Nabila; Jumat Barus; Rosimanidar Rosimanidar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11415

Abstract

ABSTRACT Students' mathematical critical thinking skills remain low, partly due to learning practices that are still teacher-centered. In addition, studies examining the effectiveness of the learning model used in this research on students' mathematical critical thinking skills are still limited. Therefore, this study aims to determine the effect of the learning model on students' mathematical critical thinking skills..The study aimed to analyze the effect of the cooperative learning model of the group investigation type on the mathematical critical thinking skills of fifth-grade students at MIN 25 North Aceh. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The population consisted of 85 fifth-grade students, while the sample included 27 students from class V Madinah as the experimental class and 27 students from class V Mina as the control class selected through random sampling. Data were collected through pretest and posttest techniques. The data were analyzed using an independent t-test with the assistance of SPSS version 31 at a significance level of 0.05. The results showed that the significance value was 0.001 < 0.05, indicating that Ha was accepted and Ho was rejected. Therefore, the cooperative learning model of the group investigation type had a significant effect on students’ mathematical critical thinking skills. This learning model was able to improve students’ activeness, collaboration, and ability to analyze and solve mathematical problems. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik masih tergolong rendah, sementara proses pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada pendidik sehingga kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara aktif. Meskipun berbagai model pembelajaran telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, efektivitas model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran yang diterapkan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik kelas V di MIN 25 Aceh Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 85 peserta didik kelas V, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 27 peserta didik kelas V Madinah sebagai kelas eksperimen dan 27 peserta didik kelas V Mina sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest. Data penelitian dianalisis menggunakan uji-t independen berbantuan SPSS versi 31 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik kelas V di MIN 25 Aceh Utara. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kemampuan peserta didik dalam menganalisis serta memecahkan permasalahan matematika.
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Afriadin Afriadin; M. Habib Husnial Pardi; Baiq Rovina Arvy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11441

Abstract

ABSTRACT Students’ low ability to understand mathematical concepts, particularly in translation geometry, remains a challenge in the learning process. Difficulties in understanding abstract concepts and relating them to everyday life are among the main causes of this problem. This study aimed to determine the effect of implementing an ethnomathematics-based Problem-Based Learning (PBL) model on the mathematical conceptual understanding ability of eleventh-grade students at MAS Al-Istiqomah Telagawaru in translation material. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 22 eleventh-grade students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through essay tests in the form of pretests and posttests and analyzed using descriptive and inferential statistics through the Paired Sample t-Test after fulfilling normality and homogeneity assumptions. The findings showed that the ethnomathematics-based Problem-Based Learning model assisted by the Subahnale woven fabric motif had a significant effect on students’ mathematical conceptual understanding ability (p < 0.05). The findings of this study may serve as a reference for developing mathematics learning materials based on Sasak local wisdom, particularly in other geometry topics. Future studies are recommended to employ a True Experimental design involving a control group and a longer research duration to obtain more comprehensive findings and improve the generalizability of the results. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, terutama pada materi geometri translasi, masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Kesulitan siswa dalam memaknai konsep yang bersifat abstrak serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu penyebab utama permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAS Al-Istiqomah Telagawaru pada materi translasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes uraian berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Paired Sample t-Test setelah memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem-Based Learning berbasis etnomatematika dengan bantuan motif Kain Tenun Subahnale memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa (p<0,05). Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal suku Sasak, khususnya pada materi geometri lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain True Experimental dengan melibatkan kelompok kontrol dan waktu penelitian yang lebih panjang agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL-STEM MATERI STATISTIKA Dhira Nur Agustin; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11494

Abstract

Students’ low mathematical literacy skills in solving contextual problems call for innovative learning models that can connect mathematical concepts to real-life situations. The purpose of this study is to analyze the profile of students’ mathematical literacy skills in solving statistics problems through the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach. The study used a qualitative descriptive method involving 32 eighth-grade students from Class VIII B at SMP Negeri 1 Pajarakan. From this group, three students were selected as the main subjects based on high, moderate, and low ability categories. Data collection was conducted through observation, testing, interviews, and documentation. The test instrument consisted of five essay questions designed based on mathematical literacy indicators to assess the consistency of students’ responses. Data analysis was based on the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed differences in students’ mathematical literacy profiles across each ability category when solving statistics problems. These findings indicate that students’ mathematical literacy abilities still vary and require development through contextual and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan persoalan kontekstual pada materi statistika masih rendah, karena pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata. Berbagai penelitian telah mengkaji peningkatan literasi matematis melalui berbagai model pembelajaran, namun penelitian yang mendeskripsikan profil kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kemampuan literasi matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil kemampuan literasi matematis siswa dalam memecahkan soal statistika melalui model PBL terintegrasi STEM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Pajarakan. Dari jumlah tersebut, dipilih tiga siswa sebagai subjek utama berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes terdiri atas lima soal esai yang disusun berdasarkan indikator literasi matematis untuk menilai konsistensi jawaban siswa. Analisis data didasarkan pada model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan profil kemampuan literasi matematis siswa pada setiap kategori kemampuan dalam menyelesaikan soal statistika. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan literasi matematis siswa masih bervariasi dan memerlukan pengembangan melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
INTEGRASI ISU SOSIOSAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Aulia Deswita Zahra; Baharudin Baharudin; Deri Firmansah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11562

Abstract

ABSTRACT Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools is expected not only to facilitate conceptual understanding but also to foster students’ ability to evaluate information, construct logical arguments, and make reasoned decisions. In practice, however, critical thinking skills often remain underdeveloped because classroom activities tend to be teacher-centered, limiting students’ opportunities to engage with authentic problems and analytical discussions. This condition prompted the integration of socioscientific issues into IPAS instruction as a means of connecting scientific concepts with real-world situations relevant to students’ daily lives. The study involved 23 fifth-grade students selected through purposive sampling. Changes in students’ critical thinking skills were examined using an essay-based assessment developed according to Ennis’s critical thinking indicators. A quantitative approach employing a one-group pretest–posttest design was used to compare students’ performance before and after the learning intervention. The collected data were analyzed through descriptive statistics, paired-sample t-test, and N-Gain analysis. The findings revealed a noticeable improvement in students’ critical thinking skills following the implementation of socioscientific issue-based learning. Statistical testing indicated a significant difference between pretest and posttest scores, with a significance value of 0.001. The average N-Gain score reached 0.4720, which falls within the moderate improvement category. Beyond enhancing critical thinking, the learning approach also encouraged students to develop a more contextual, active, and reflective understanding of IPAS concepts. These results suggest that integrating socioscientific issues into elementary school instruction offers a promising alternative for supporting the development of students’ critical thinking abilities. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak hanya ditujukan untuk menguasai konsep, tetapi juga untuk melatih peserta didik menilai informasi, mengemukakan alasan, dan mengambil keputusan secara rasional. Kenyataannya, keterampilan berpikir kritis masih belum berkembang secara optimal karena aktivitas belajar lebih banyak didominasi oleh guru sehingga kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan nyata menjadi terbatas. Situasi tersebut mendorong penerapan isu sosiosaintifik sebagai konteks pembelajaran yang menghubungkan materi IPAS dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini melibatkan 23 siswa kelas V yang dipilih melalui purposive sampling. Perubahan kemampuan berpikir kritis diamati melalui tes esai yang disusun berdasarkan indikator Ennis. Data yang diperoleh dibandingkan antara kondisi sebelum dan sesudah pembelajaran dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, paired sample t-test, dan perhitungan N-Gain. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah siswa mengikuti pembelajaran berbasis isu sosiosaintifik. Perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan terbukti signifikan dengan nilai signifikansi 0,001. Tingkat peningkatan yang diperoleh berada pada kategori sedang dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,4720. Selain memperkuat kemampuan berpikir kritis, pembelajaran ini juga mendorong siswa memahami konsep IPAS secara lebih kontekstual, aktif, dan reflektif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi isu sosiosaintifik layak dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar.
KAJIAN ETNOSAINS PROSES PEMBUATAN BABI GULING KHAS BALI SEBAGAI PENDUKUNG MATERI PEMBELAJARAN IPA DI SMP Ni Kadek Puspa Rahayu; Putri Sarini; Kompyang Selamet
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12005

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy and the limited integration of local wisdom into science learning remain significant challenges in creating contextual and meaningful learning experiences. Science instruction in schools is still predominantly textbook-oriented, making it difficult for students to connect scientific concepts with phenomena encountered in their daily lives. This study aimed to describe the process of making traditional Balinese roasted pig (babi guling), identify the ethnoscientific elements embedded in the process, and analyze its relevance to junior high school science learning materials. The research employed an ethnoscience approach using a qualitative method conducted in Bengkel Village, Kediri District, Tabanan Regency, Bali. The research subjects consisted of roasted pig artisans and junior high school science teachers. Data were collected through observations, interviews, documentation, and literature studies and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the process of making babi guling includes material selection, slaughtering, cleaning, seasoning preparation, roasting, and serving stages. Each stage contains scientific concepts related to physical and chemical changes, heat and heat transfer, the human locomotor system, simple machines, living organism classification, environmental pollution, and substances and mixtures. These findings indicate that the traditional process of making Balinese babi guling has strong potential as a contextual ethnoscience-based learning resource for science education. Therefore, integrating local wisdom into science learning can support the improvement of scientific literacy, learning motivation, and students’ understanding of both scientific concepts and local culture. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik dan minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA menjadi tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pembelajaran IPA di sekolah masih cenderung berorientasi pada buku teks sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan babi guling khas Bali, mengidentifikasi unsur etnosains yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis keterkaitannya dengan materi pembelajaran IPA tingkat SMP. Penelitian menggunakan pendekatan etnosains dengan metode kualitatif yang dilaksanakan di Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Subjek penelitian terdiri atas pengrajin babi guling dan guru IPA SMP. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan babi guling meliputi tahap pemilihan bahan, penyembelihan, pembersihan, pembuatan bumbu, pembakaran, hingga penyajian. Setiap tahapan mengandung konsep-konsep IPA yang berkaitan dengan perubahan fisika dan kimia, kalor dan perpindahannya, sistem gerak manusia, pesawat sederhana, klasifikasi makhluk hidup, pencemaran lingkungan, serta zat dan campuran. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembuatan babi guling khas Bali memiliki potensi sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains yang kontekstual. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA dapat mendukung peningkatan literasi sains, motivasi belajar, serta pemahaman peserta didik terhadap konsep sains dan budaya lokal.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SAL (STUDENT ACTIVE LEARNING) PADA MATERI LINGKUNGAN DI KELAS III SDK NYAMA Leliana Lekiwona; Samuel Patra; Fransheine Rumtutuly
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10840

Abstract

Low IPAS learning outcomes among third-grade students at SDK Nyama on Environment material motivated this study. Teacher-centered instruction and limited student participation caused most students to fall below the established Learning Objective Attainment Criteria (KKTP). This study aimed to improve IPAS learning outcomes through the Student Active Learning (SAL) cooperative learning model on Environment material in Grade III at SDK Nyama. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with 19 students as research subjects. Each cycle comprised four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were collected through learning outcome tests, observation sheets, and documentation, then analyzed using quantitative descriptive techniques across three assessment domains: cognitive, psychomotor, and affective. Results showed consistent improvement at each cycle. In the pre-action phase, the mastery rate was only 16%, with a class average of 65. Following SAL implementation, the mastery rate increased to 42% in Cycle I with an average of 70, and reached 100% in Cycle II with an average of 78. Improvement was recorded across all assessment domains, including conceptual understanding, process skills, and student learning attitudes. The SAL cooperative learning model effectively improved IPAS learning outcomes of third-grade SDK Nyama students on Environment material. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas III SDK Nyama pada materi Lingkungan menjadi permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Dominasi pendekatan pembelajaran berpusat pada guru dan minimnya keterlibatan aktif siswa menyebabkan sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Active Learning (SAL) pada materi Lingkungan di kelas III SDK Nyama. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan mengukur tiga aspek penilaian: kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada pra-tindakan, persentase ketuntasan hanya 16% dengan rata-rata nilai 65. Setelah penerapan model SAL, ketuntasan meningkat menjadi 42% pada Siklus I dengan rata-rata 70, dan mencapai 100% pada Siklus II dengan rata-rata 78. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek penilaian, termasuk pemahaman konsep, keterampilan proses, dan sikap belajar siswa. Disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe SAL efektif meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas III SDK Nyama pada materi Lingkungan secara menyeluruh..    
PENGARUH PENGGUNAAN CHROMEBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR POLA BILANGAN KELAS VIII Fania Cahyaning Wulan; Azainil Azainil; Berahman Berahman; Achmad Muhtadin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10860

Abstract

This research is motivated by the average value of daily mathematics tests that have not reached the minimum completion criteria due to the use of digital media that has not been directed at material that requires visualization of concepts. The focus of the problem in this research is to analyze the effect of the use of Chromebooks as a cloud-based learning medium on the mathematics learning outcomes of eighth-grade students on the material of number patterns. Using a quantitative approach with an ex post facto research type, the important stages in this research were carried out without variable manipulation, but rather collecting real data in the field through the distribution of questionnaires on Chromebook utilization and the implementation of objective learning outcome tests in the form of essays. Data from 155 samples selected through cluster random sampling techniques at SMP Negeri 1 Anggana were then analyzed using descriptive statistics and simple linear regression inferences assisted by the SPSS program. The research findings indicate that the level of Chromebook utilization in mathematics learning is in the moderate category, while student learning outcomes are in the high category with an effective classical graduation rate. The results of the simple linear regression analysis confirm that there is a positive and significant influence between Chromebook utilization on students' mathematics learning outcomes with a correlation coefficient value of 0.821 and a determination coefficient of 0.675. The main conclusion proves that Chromebooks are a dominant factor that significantly contributes to variations in students' inclusive number pattern learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nilai rata-rata ulangan harian matematika yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum akibat pemanfaatan media digital yang belum terarah pada materi yang menuntut visualisasi konsep. Fokus masalah dalam riset ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan Chromebook sebagai media pembelajaran berbasis cloud terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII pada materi pola bilangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto, tahapan penting dalam penelitian ini dilakukan tanpa manipulasi variabel, melainkan menjaring data riil di lapangan melalui penyebaran angket pemanfaatan Chromebook dan pelaksanaan tes hasil belajar objektif berbentuk esai. Data dari 155 sampel yang dipilih melalui teknik cluster random sampling di SMP Negeri 1 Anggana kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial regresi linear sederhana berbantuan program SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan Chromebook dalam pembelajaran matematika berada pada kategori sedang, sedangkan capaian hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan tingkat kelulusan klasikal yang efektif. Hasil analisis regresi linear sederhana menegaskan terdapat pengaruh positif serta signifikan antara pemanfaatan Chromebook terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,821 dan koefisien determinasi mencapai 0,675. Simpulan utama membuktikan bahwa Chromebook merupakan faktor dominan yang berkontribusi nyata terhadap variasi hasil belajar pola bilangan siswa secara inklusif.    
PENGARUH PEMBELAJARAN ZEP QUIZ BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS IX SMP Afif Amalia; Jailani Jailani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10869

Abstract

Zep quiz is a digital application designed to create interest and learning outcomes. Students will be more motivated, more focused, and find it easier to understand the material when learning is designed in the form of an educational quiz game. This study aims to find out the differences in learning outcomes of students who follow learning with the interactive zep quiz media based on Problem Based Learning compared to students who learn without using the media. It also aims to find out the extent of the influence of interactive learning media Zep quiz based on Problem Based Learning on the improvement of students' learning outcomes in biology subjects for class IX at SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. The type of research used is quasi-experiment. Data collection techniques were carried out through interviews and observations, tests, and documentation. Based on the data analysis results obtained, the significance value (sig. 2-tailed) is 0.189 > 0.05, so Ho is accepted and Ha is rejected. In addition, the calculated t value is 1.335 < t table 2.018, so Ho is accepted and Ha is rejected. This indicates that there is no significant difference between the learning outcomes of the experimental class and the control class. Thus, it can be concluded that the use of interactive learning media Zep Quiz based on Problem Based Learning does not have a significant effect on students' learning outcomes in the biology subject of class IX at SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. ABSTRAK Zep quiz adalah aplikasi digital yang dirancang untuk menciptakan minat dan hasil belajar. Siswa akan lebih termotivasi, lebih fokus dan lebih mudah untuk memahami materi ketika pembelajaran yang dirancang dalam bentuk permainan quiz yang edukatif. Penelitian ini bertujuan mengatahui perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media interaktif zeep quiz berbasis Problem Based Learning dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media tersebut. Mengeatahui sejauh mana pengaruh  media pembelajaran interaktif zeep quiz berbasis Problem Based Learning  terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas IX SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, tes serta dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,189 > 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Selain itu  diperoleh nilai t hitung 1,335 < t tabel 2,018, sehinggaHo diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif zep quiz berbesis Problem Based Learning tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas IX SMP Muhammadiyah 5 Samarinda