cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
SINERGI MODEL PENDIDIKAN KETARUNAAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Imam Mardi Santoso; Ninik Indawati; Dwi Fauzia Putra
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9393

Abstract

Character education is a central concern in the national education system, particularly in addressing the decline of students’ discipline and moral values. Cadet-based schools offer an alternative educational model emphasizing discipline, responsibility, and leadership through structured habituation systems. This study aims to analyze the influence of the cadet education model and social environment on character development of tenth-grade students at SMAN Taruna Nala East Java. This research employed a quantitative approach using a survey design. The population consisted of 155 tenth-grade students, all of whom were selected as respondents. Data were collected through closed-ended questionnaires and analyzed using multiple linear regression, including F-test, t-test, and coefficient of determination (R²). The results indicate that the cadet education model and social environment simultaneously have a positive and significant effect on students’ character development (Sig. = 0.000). Partially, the cadet education model shows the strongest influence, followed by the social environment, which also has a significant effect. The coefficient of determination reveals that 88.8% of the variance in students’ character development is explained by these two variables. These findings emphasize that effective character education in boarding schools relies not only on a structured cadet system but also on a supportive social environment that reinforces character values. ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pendidikan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan degradasi nilai dan disiplin peserta didik. Sekolah berbasis ketarunaan hadir sebagai alternatif model pendidikan yang menekankan pembiasaan disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan melalui sistem pembinaan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pendidikan ketarunaan dan lingkungan sosial terhadap perubahan karakter siswa kelas X di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 155 siswa kelas X, yang seluruhnya dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan ketarunaan dan lingkungan sosial secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan karakter siswa (Sig. = 0,000). Secara parsial, model pendidikan ketarunaan memiliki pengaruh paling dominan terhadap perubahan karakter siswa, diikuti oleh lingkungan sosial yang juga berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 88,8% variasi perubahan karakter siswa. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter di sekolah berasrama tidak hanya ditentukan oleh sistem ketarunaan yang terstruktur, tetapi juga oleh kualitas lingkungan sosial yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter siswa.  
ANALISIS BRAND COMMUNITY DAN OPINION LEADER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PROSUK JAM TANGAN SWATCH (STUDI MENGENAI LOYALITAS MEMBER SWATCH CLUB INDONESIA) Fellen Pangki Nugroho; Anita Rinawati; Lukman Fadhiliya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9394

Abstract

The phenomenon of fluctuating market position of Swatch watches in Indonesia demands a more adaptive marketing strategy, one of which is through optimizing the role of the community to build brand loyalty. This study aims to analyze the influence of Brand Community and Opinion Leaders on purchasing decisions of Swatch watch products, with the focus of the study on members of Swatch Club Indonesia (SCI). The research method applies a mixed method approach involving 59 respondents through saturated sampling techniques, where data are analyzed using multiple linear regression assisted by SPSS and in-depth qualitative analysis. The results of the study show strong empirical findings, where partially the Brand Community and Opinion Leader variables have a significant effect with a significance value of 0.000. Simultaneously, both variables are proven to have a positive and significant influence on purchasing decisions, indicated by the calculated F value of 22.148 which exceeds the F table of 3.17, as well as the coefficient of determination (R Square) value of 0.442 which indicates a contribution of 44.2%. These findings confirm that the existence of a solid community and the active role of opinion leaders are very effective in building consumer trust, minimizing the risk of product uncertainty, and stimulating purchasing decisions. The main conclusion of this study recommends strategic synergy between manufacturers and internal communities and influencers to maintain loyalty and increase product sales volume sustainably. ABSTRAK Fenomena fluktuasi posisi pasar jam tangan Swatch di Indonesia menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif, salah satunya melalui optimalisasi peran komunitas guna membangun loyalitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Community dan Opinion Leader terhadap keputusan pembelian produk jam tangan Swatch, dengan fokus studi pada anggota Swatch Club Indonesia (SCI). Metode penelitian menerapkan pendekatan campuran (mixed method) yang melibatkan 59 responden melalui teknik sampling jenuh, di mana data dianalisis menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS serta analisis kualitatif mendalam. Hasil penelitian menunjukkan temuan empiris yang kuat, di mana secara parsial variabel Brand Community dan Opinion Leader berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 22,148 yang melampaui F tabel 3,17, serta nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,442 yang mengindikasikan kontribusi pengaruh sebesar 44,2%. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan komunitas yang solid dan peran aktif pemimpin opini sangat efektif dalam membangun kepercayaan konsumen, meminimalisir risiko ketidakpastian produk, serta menstimulasi keputusan pembelian. Simpulan utama studi ini merekomendasikan sinergi strategis antara produsen dengan komunitas dan influencer internal untuk menjaga loyalitas serta meningkatkan volume penjualan produk secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGGUNAAN TIKTOK DI KALANGAN MAHASISWA Nabila Aorel Piktoria; Triani Widyanti; Hendro Sugiarto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9395

Abstract

TikTok is increasingly used by students and has become part of their daily activities. Among students at IPI Garut, the app is used not only for gaming but also for obtaining information, following trends, and interacting with friends. This raises the question of how TikTok use affects students' learning styles and academic activities. This study aims to understand the influence of TikTok use on the learning behavior and productivity of IPI Garut students. The method used was qualitative research with a descriptive approach. Data were obtained through interviews with several students who use TikTok and observations of how the app is used in their daily lives. The results show that TikTok has diverse effects. Some students experience benefits such as being inspired, motivated to learn from educational content, and increased creativity. However, others experience distractions, decreased focus, and procrastination due to uncontrolled use. These findings suggest that the influence of TikTok can be positive or negative, depending on how and how often it is used. In conclusion, IPI Garut students' use of TikTok has a significant impact on their learning activities. Thoughtful use can be beneficial, excessive use tends to reduce academic productivity. Thus, it is important for students to be more conscious about managing their time and limiting their use of TikTok to prevent it from disrupting their learning process. ABSTRAK Penggunaan TikTok semakin banyak digunakan oleh para mahasiswa dan sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Di lingkungan mahasiswa IPI Garut, aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk bermain, tetapi juga untuk mendapatkan informasi, mengikuti trend, dan berinteraksi dengan teman-teman. Hal ini memunculkan pertanyaan bagaimana penggunaan TikTok memengaruhi cara belajar dan kegiatan akademik para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penggunaan TikTok terhadap perilaku belajar dan produktivitas mahasiswa IPI Garut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah mahasiswa yang menggunakan TikTok dan observasi terhadap cara penggunaan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki pengaruh yang beragam. Beberapa mahasiswa merasa manfaat seperti terinspirasi, terdorong belajar dari konten edukatif, serta meningkatkan kreativitas. Namun, ada juga yang mengalami gangguan, fokus belajar menurun, dan kebiasaan menunda tugas karena penggunaan yang tidak terkendali. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh TikTok bisa positif atau negatif, tergantung pada cara dan seberapa sering digunakan. Kesimpulannya, penggunaan TikTok oleh mahasiswa IPI Garut memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas belajar. Penggunaan yang bijak bisa memberikan manfaat, namun penggunaan berlebihan cenderung mengurangi produktivitas akademik. Dengan demikian, penting bagi mahasiswa untuk lebih sadar dalam mengatur waktu dan membatasi penggunaan TikTok agar tidak mengganggu proses belajar.
REVIEW LITERATURE: INOVASI ADMINISTRASI KEPROTOKOLAN DALAM PERSPEKTIF E-GOVERNMENT Muhammad Tsaqib Almazy; Sugiyanto Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9396

Abstract

The development of information technology has encouraged local governments to innovate in the implementation of public administration, including in the field of protocol administration. Conventional protocol administration practices are often considered insufficient in responding to demands for efficiency, accuracy, and service transparency. This article aims to examine and reflect on innovations in protocol administration from an e-government perspective based on findings from previous studies. This study employs a qualitative literature review method by analyzing relevant national and international journal articles published between 2019 and 2024. The literature was collected from reputable academic databases and analyzed thematically to identify patterns, trends, and key issues. The findings indicate that digital-based protocol administration innovations contribute to improved work efficiency, better inter-unit coordination, and more orderly implementation of governmental activities. Nevertheless, the implementation of such innovations still faces several challenges, including limitations in human resources, resistance to organizational change, and inadequate technological infrastructure readiness. The study concludes that the success of protocol administration innovation is not solely determined by technological factors but also by organizational support, leadership commitment, and bureaucratic work culture. This article is expected to provide a conceptual reference for policymakers and practitioners in developing protocol administration innovations within local government institutions. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam penyelenggaraan administrasi publik, termasuk pada bidang keprotokolan. Administrasi keprotokolan yang selama ini bersifat manual dinilai kurang responsif terhadap tuntutan efektivitas, akurasi, dan transparansi layanan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merefleksikan inovasi administrasi keprotokolan dalam perspektif e-government berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode review literatur kualitatif dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu 2019–2024. Literatur dikumpulkan melalui basis data ilmiah terpercaya dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, serta isu utama yang berkembang. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi administrasi keprotokolan berbasis digital berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi kerja, kualitas koordinasi antarunit, serta ketertiban pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Namun demikian, implementasi inovasi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan, serta kesiapan infrastruktur teknologi. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi administrasi keprotokolan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh dukungan organisasi, kepemimpinan, dan budaya kerja birokrasi. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan kebijakan inovasi keprotokolan di pemerintah daerah.  
IMPLEMENTASI SIKAP SOSIAL UNTUK MEMBENTUK KAKTER SISWA KELAS VIII SMP Imelda Natalia; Tetep Tetep; Yana Setiawan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9397

Abstract

Attitude is how a person responds or reacts in responding to something. Attitude is used as a benchmark for human behavior in everyday life. The factors that influence a person's attitude are environmental factors and a person's beliefs. This is what sometimes determines a person's attitude in everyday life. Attitudes will only exist. if someone instills good behavior, both verbal behavior and one's deeds and behavior. This research aims to examine efforts to implement social attitudes to shape student character in the classroom. The problem raised is that the importance of character education cannot be separated from the emergence of several current social phenomena, which are shown by characterless behavior and the presence of symptoms that indicate its erosion. a nation. This research uses a qualitative approach with a qualitative descriptive study method, data collection techniques including observation, interviews and documentation through the media. The results of this research, the teacher has provided an example to students regarding the implementation of social attitudes to shape the character of class VIII students at SMPN 4 Tarogong Kidul where the students have succeeded in forming characters such as honest, responsible and tolerant. ABSTRAK Sikap murupakan bagaimana respon atau reaksi seorang dalam memberi respon terhadap suatu hal Sikap dijadikan patokan dari prilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, faktor yang mempengaruhi sikap seseorang yaitu dari faktor lingkungan dan keyakinan seseorang inilah yang terkadang menjadi penentu sikap seseorang dalam keseharianya sikap hanya akan ada jika seseorang menanamkan prilaku yang baik, baik itu lisan prilaku maupun perbuatan serta tingkah laku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya implementasi sikap sosial untuk membentuk karakter siswa di kelas.masalah yang di kemukakan adalah hal pentingnya pendidikan karakter tidak lepas dari munculnya beberapa fenomena sosial saat ini, yang di tunjukan dengan perilaku yang tidak berkarakter serta adanya gejala - gejala yang menandakan tergerusnya sebuah bangsa. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode setudi deskriptif kualitatif tenknik pengumpulan data meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi  melalui media. Hasil dari penelitian ini guru telah memberikan contoh kepada siswa terkait Implementasisikap sosial untuk membentuk karakter siswa kelas VIII SMPN 4 Tarogong Kidul yang diamana para siswa sudah berhasil dalam pembentukan karater seperti jujur,bertanggung jawab dan sikap toleransi.  
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL TOUR TERHADAP PEMAHAMAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN IPS Rizkiya Agil Chaerani; Asep Ginanjar
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9510

Abstract

Social studies learning at the junior high school level is often trapped in conventional lecture methods, making it difficult for students to understand the history of colonialism contextually. Cost and time constraints, as well as strict government regulations regarding study tours, limit students' access to historical sites directly in the field. This study aims to test the effect of a virtual tour of Semarang's Old Town in effectively improving the historical understanding of eighth-grade students at SMPN 6 Semarang. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design, this study involved sixty students who were divided equally into an experimental group and a control group. The research stages included administering a pre-test, administering innovative media treatments, and administering a post-test, which were analyzed using Welch's statistical test and N-Gain analysis. The research findings showed a significant positive effect with a significance value of 0.000. Quantitative data showed an increase in the average score in the experimental class from 67.07 to 89.33 with an N-Gain score of 0.7077, which is considered high. In contrast, the control class only showed an increase from 61.40 to 72.93. These results prove that the use of local history-based visual technology can provide a meaningful learning experience without the physical constraints of the school. The main conclusion confirms that virtual tours are very effective as an alternative contextual learning to strengthen students' understanding of history through digital exploration. ABSTRAKPembelajaran IPS di tingkat SMP sering kali terjebak dalam metode ceramah konvensional yang membuat materi sejarah kolonialisme sulit dipahami secara kontekstual oleh siswa. Kendala biaya dan waktu serta regulasi ketat pemerintah mengenai studi wisata membatasi akses siswa terhadap situs sejarah secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media virtual tour Kota Lama Semarang dalam meningkatkan pemahaman sejarah siswa kelas delapan di SMPN 6 Semarang secara efektif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, penelitian ini melibatkan enam puluh siswa yang terbagi secara adil ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahapan penelitian mencakup pelaksanaan tes awal, pemberian perlakuan media inovatif, dan pelaksanaan tes akhir yang dianalisis menggunakan uji statistik Welch serta analisis N-Gain. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Data kuantitatif memperlihatkan kenaikan rata-rata nilai pada kelas eksperimen dari 67,07 menjadi 89,33 dengan skor N-Gain 0,7077 yang termasuk kategori tinggi. Sebaliknya, kelas kontrol hanya menunjukkan kenaikan dari 61,40 menjadi 72,93 saja. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi visual berbasis sejarah lokal mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna tanpa kendala fisik sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa virtual tour sangat efektif sebagai alternatif pembelajaran kontekstual untuk memperkuat pemahaman sejarah siswa melalui eksplorasi digital.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN FLASH CARD TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Yustrian Bawono Saputro; Lukki Lukitawati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9548

Abstract

Social Studies learning in schools is often still dominated by conventional teaching methods, which may lead to low student learning interest. This study aimed to examine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Flash Card media on students’ learning outcomes and learning interest in Social Studies. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The participants were eighth-grade students of SMP Negeri 12 Semarang, where class VIII G was assigned as the experimental group and class VIII F as the control group. Data were collected using learning outcome tests (pretest–posttest) and a learning interest questionnaire, and were analyzed using the Independent Sample t-test. The results indicated that the experimental group achieved higher learning outcomes and learning interest compared to the control group. The t-test results showed a significance value of 0.032 for learning outcomes and 0.002 for learning interest (p < 0.05), indicating that the implementation of the TGT learning model assisted by Flash Card media had a significant effect. Therefore, the TGT learning model assisted by Flash Card media is effective in improving students’ learning outcomes and learning interest in Social Studies. ABSTRAK Pembelajaran IPS di sekolah seringkali masih didominasi metode konvensional yang berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Flash Card terhadap hasil belajar dan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Semarang, dengan kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar (pretest–posttest) dan angket minat belajar, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar dan minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, serta diperoleh nilai signifikansi uji t sebesar 0,032 pada hasil belajar dan 0,002 pada minat belajar (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran TGT berbantuan media Flash Card. Dengan demikian, model pembelajaran TGT berbantuan media Flash Card terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI KERAGAMAN BUDAYA SISWA KELAS IV SD Rezza Sari Febriani; Fitria Dwi Prasetyaningtyas
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9583

Abstract

The use of ineffective learning media that is not suited to student characteristics has resulted in low student learning outcomes in the subject of Indonesian Cultural Diversity in IPAS (Integrated Science and Mathematics) lessons. The purpose of this study was to develop scrapbook learning media and analyse its feasibility and effectiveness in improving the learning outcomes of Grade IV students at Podorejo 01 State Elementary School in Semarang City. The research used the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model, which was carried out up to the product testing stage. The research subjects consisted of 24 fourth-grade students who were divided into two testing stages, namely small-scale testing and large-scale testing. Data collection techniques consisted of observation, interviews, pretest–posttest, validation questionnaires, and response questionnaires. The validation results showed that the scrapbook media was deemed very feasible, with a percentage of 97% from media experts and 87.5% from subject matter experts. The effectiveness test results showed that student learning outcomes had improved. In the small-scale trial, the average score increased from 71.3 to 81.3, while in the large-scale trial, it increased from 61.5 to 88.6. Statistical analysis using the paired samples t-test and Wilcoxon signed-rank test showed a statistically significant difference in learning outcomes (p < 0.05). The N-Gain calculation results obtained a value of 0.67 in a small-scale trial with a moderate category and 0.89 in a large-scale trial with a high category. Thus, scrapbook learning media is declared feasible and effective for use in IPAS learning in Grade IV of elementary school. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran yang tidak efektif dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa menyebabkan hasil belajar siswa rendah pada materi Keragaman Budaya Indonesia dalam pembelajaran IPAS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran scrapbook serta menganalisis kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Kota Semarang. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dilaksanakan sampai pada tahap uji coba produk. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas IV yang dibagi ke dalam dua tahap uji coba, yakni uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, tes pretest–posttest, angket validasi, dan angket tanggapan. Hasil validasi memperlihatkan bahwa media scrapbook dinyatakan sangat layak dengan persentase 97% dari ahli media dan 87,5% dari ahli materi. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada uji coba skala kecil, nilai rata-rata meningkat dari 71,3 menjadi 81,3, sedangkan pada uji coba skala besar meningkat dari 61,5 menjadi 88,6. Analisis statistik menggunakan uji paired samples t-test dan uji Wilcoxon signed-rank test menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Hasil perhitungan N-Gain memperoleh nilai 0,67 pada uji coba skala kecil dengan kategori sedang dan 0,89 pada uji coba skala besar dengan kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran scrapbook dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.  
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD BERBANTUAN MIND MAP CANVA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS Atila Zifa Yulestian; Lukki Lukitawati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9651

Abstract

This study was motivated by the low level of student engagement and learning outcomes in social studies (IPS) learning, which is still dominated by conventional teaching methods. The research aimed to examine the effect of implementing the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model assisted by Canva-based mind mapping on improving students’ learning outcomes in the topic of Population Dynamics for eighth-grade students at SMP N 12 Semarang. The study employed a quantitative approach using a Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample consisted of two classes selected through purposive sampling, namely class VIII B as the experimental group and class VIII C as the control group, each comprising 31 students. The research instrument was a validated and reliable achievement test (Cronbach’s Alpha = 0.950). Data were analyzed using normality and homogeneity tests, Independent Sample t-Test, and N-Gain analysis. The results revealed a statistically significant difference in learning outcomes between the experimental and control groups, with a Sig. (2-tailed) value of 0.034 < 0.05. The N-Gain score of the experimental class was 0.83, while that of the control class was 0.82, both categorized as high, although the experimental group demonstrated a more optimal improvement. Therefore, the implementation of the STAD model assisted by Canva-based mind mapping has a positive and significant effect on improving students’ social studies learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model cooperative learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan mind map berbasis aplikasi Canva terhadap peningkatan hasil belajar IPS materi Dinamika Penduduk siswa kelas VIII SMP N 12 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 31 siswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,950). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-Test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,034 < 0,05. Nilai N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,83 dan kelas kontrol sebesar 0,82 yang keduanya berada pada kategori tinggi, namun kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih optimal. Dengan demikian, penerapan model STAD berbantuan mind map Canva berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa.
KEPEMIMPINAN DIGITAL SEBAGAI PENGGERAK TRANSFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH MENUJU PEMBELAJARAN BERBASIS CHROMEBOOK DI SMP Eny Ratnawati; Nihan Kristiyani; Azainil Azainil; Dwi Nugroho; Muhammad Ramli Bukari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9717

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has shifted the paradigm of educational management from conventional systems to systems based on data and digital technology. In the 21st-century learning era, principals are required to possess digital leadership competencies to facilitate the transformation of technology-based learning and school management. This study aims to describe and analyze the role of digital leadership in the transformation of school management toward Chromebook-based learning at SMP Negeri 1 Anggana, as well as to identify obstacles and strategies for sustainable implementation. A descriptive qualitative approach was used to describe the digital leadership phenomenon based on documentation and observations of the implementation of Chromebook-based learning at the school. The study results indicate that the principal plays a strategic role in developing a digital vision, organizing teacher training, and integrating technology into the learning management system. This digital transformation improves administrative efficiency, collaboration between teachers, and student engagement in cloud-based learning. Key obstacles include limited teacher digital competency, network infrastructure, and resistance to change. Therefore, sustainability strategies are directed at strengthening digital culture, continuous professional development, and regional-level policy support. This study confirms that digital leadership is a key driver in creating an innovative Chromebook-based learning ecosystem. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma manajemen pendidikan dari sistem konvensional menuju sistem berbasis data dan teknologi digital. Di era pembelajaran abad ke-21, kepala sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi kepemimpinan digital agar mampu memfasilitasi transformasi pembelajaran dan manajemen sekolah berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepemimpinan digital dalam transformasi manajemen sekolah menuju pembelajaran berbasis Chromebook di SMP Negeri 1 Anggana, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi keberlanjutan implementasinya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena kepemimpinan digital berdasarkan dokumentasi dan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis Chromebook di sekolah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam membangun visi digital, mengorganisasi pelatihan guru, dan mengintegrasikan teknologi dalam sistem manajemen pembelajaran. Transformasi digital ini meningkatkan efisiensi administrasi, kolaborasi antar guru, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis cloud. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi digital guru, infrastruktur jaringan, serta resistensi perubahan. Oleh karena itu, strategi keberlanjutan diarahkan pada penguatan budaya digital, pengembangan profesional berkelanjutan, dan dukungan kebijakan tingkat daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan digital merupakan penggerak utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran inovatif berbasis Chromebook.