cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI GEMINI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS XI SMA Windy E. M. Ohoiner; Fatimah Sialana; Aisa Abas
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9729

Abstract

This study aims to analyze the use of the Gemini application in increasing student interest in learning Pancasila education in grade XI at SMA Negeri 1 Tual. Advances in information technology have changed students' learning patterns. Today's young generation, especially Generation Z, tends to be more interested in interactive, visual, and digital technology-based learning media. This phenomenon requires teachers to innovate in utilizing technology as a learning tool. The younger generation today, especially Generation Z, tends to be more interested in interactive, visual, and technology-based learning media. This phenomenon requires teachers to innovate in utilizing technology as a learning tool, including in teaching Pancasila education material, which has often been considered monotonous by some students. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The subjects of this research consisted of students and teachers. The data collection techniques were observation and documentation. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the study showed that the use of the Gemini application in Pancasila Education learning in class XI at SMA Negeri 1 Tual has been running well as a learning support medium. This application helps students understand conceptual and normative material through the presentation of information that is simpler, contextual, and easy to understand, as well as supporting the role of teachers in planning and implementing learning. The Gemini application plays a role in shaping the character of students' digital citizenship, particularly in fostering critical thinking, responsibility, and ethics in the use of digital technology. Students not only use Gemini to obtain information, but also learn to select, evaluate, and use information wisely in accordance with the values of Pancasila. The use of the Gemini application in building students' interest in learning is influenced by supporting and inhibiting factors. Supporting factors include school support, teacher readiness, ease of use, and the characteristics of students as the digital generation. Meanwhile, inhibiting factors include limited internet access, differences in digital literacy, and the potential for distraction from the use of gadgets in learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  analisis pemanfaatan aplikasi gemini dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran pendidikan pancasila di kelas xi SMA Negeri 1 Tual. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah pola belajar siswa. Generasi muda saat ini, khususnya generasi Z, cenderung lebih tertarik pada media pembelajaran yang interaktif, visual, dan berbasis teknologi digital Fenomena ini menuntut guru untuk berinovasi dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, termasuk dalam mengajarkan materi Pendidikan Pancasila yang selama ini sering dianggap monoton oleh sebagian siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa dan guru. Teknik pengumpulan  data adalah observasi dan dokumentasi. data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa Pemanfaatan aplikasi Gemini dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas. XI SMA Negeri 1 Tual telah berjalan dengan baik sebagai media pendukung pembelajaran. Aplikasi ini membantu siswa memahami materi yang bersifat konseptual dan normatif melalui penyajian informasi yang lebih sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami, serta mendukung peran guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Aplikasi Gemini berperan dalam membentuk karakter kewarganegaraan digital siswa, khususnya dalam menumbuhkan sikap kritis, tanggung jawab, dan etika dalam menggunakan teknologi digital. Siswa tidak hanya memanfaatkan Gemini untuk memperoleh informasi, tetapi juga belajar menyeleksi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Pemanfaatan aplikasi Gemini dalam membangun minat belajar siswa dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kesiapan guru, kemudahan aplikasi, dan karakteristik siswa sebagai generasi digital. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan jaringan internet, perbedaan literasi digital, serta potensi distraksi penggunaan gawai dalam pembelajaran.  
PERAN TIM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN (TPPK) DALAM TINDAKAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH SMP Elisabet Indri Papilaya; Herpie Lambiombir; Titus Gaite
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9730

Abstract

Bullying remains a critical issue in the educational environment, thus the formation of the Violence Prevention and Handling Team (TPPK) at SMP Lab School Unpatti is the primary focus of this research. This study aims to evaluate the team's role in mitigating bullying while identifying various operational barriers in the field. Using a descriptive qualitative approach, the research stages included purposive sampling and data collection through observation and documentation. The analysis shows that the TPPK plays an active role through preventive measures such as education during the School Environment Introduction Period and tiered handling procedures. Quantitative data confirms that the team's performance has reached seventy percent effectiveness in controlling aggressive acts, thus creating a relatively safe school environment. However, crucial inhibiting factors were identified, including limited time for coaching due to teachers' heavy teaching workloads and parents' defensive tendencies in defending their children. Furthermore, a lack of supporting facilities and students' reluctance to report cases also impacted program optimization. The main conclusion of the study confirms that while the TPPK (Teacher-Based Team) has a strategic position, its success depends heavily on strengthening collective synergy between schools, parents, and students to comprehensively break the chain of bullying, creating a friendly, dignified educational ecosystem that supports the development of positive character for each individual in the future. ABSTRAK Perundungan tetap menjadi isu kritis di lingkungan pendidikan, sehingga pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di SMP Lab School Unpatti menjadi fokus utama penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran tim tersebut dalam memitigasi perundungan sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan operasional di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian meliputi pengambilan subjek secara purposive sampling serta pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa TPPK berperan aktif melalui langkah preventif seperti edukasi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan prosedur penanganan berjenjang. Data kuantitatif mengonfirmasi bahwa tingkat efektivitas kinerja tim telah mencapai tujuh puluh persen dalam mengendalikan tindakan agresif, sehingga menciptakan suasana sekolah yang relatif aman. Namun, ditemukan faktor penghambat krusial berupa keterbatasan waktu pembinaan akibat beban tugas mengajar guru yang tinggi serta sikap orang tua yang cenderung defensif dalam membela anak. Selain itu, kurangnya sarana pendukung dan keengganan siswa untuk melaporkan kasus turut memengaruhi optimalisasi program. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa meskipun TPPK memiliki posisi strategis, keberhasilannya sangat bergantung pada penguatan sinergi kolektif antara pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik guna memutus rantai perundungan secara menyeluruh demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang ramah, bermartabat, serta mampu mendukung pembentukan karakter positif bagi setiap individu di masa depan nanti.  
EKSISTENSI TATA PEMERINTAHAN ADAT DI MALUKU Belyon Talabessy; Evan Tanalepy; Bayumi Kilbaren; Yunus Boger; Fricean Tutuarima; Louisa Metekohy
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9731

Abstract

Customary governance in Maluku, known through the terms negeri, ohoi, hena, and aman, is a valuable cultural heritage that has constitutional recognition based on Article 18B Paragraph 2 of the 1945 Constitution. However, its existence faces significant pressure from the currents of modernization and globalization that have the potential to erode the original identity of indigenous legal communities. This study aims to analyze the existence of this government structure in the midst of a modern state administration system. The method used is a qualitative approach with a literature study approach, which systematically examines scientific articles and regional regulations through content analysis techniques. The results of the study indicate that customary governance still exists structurally with the continued use of traditional nomenclature such as Raja, Badan Saniri, Kepala Soa, and Kewang in the regions of Central Maluku, Ambon, Seram, and Southeast Maluku. Field findings reveal the main challenges in the form of bureaucratization and selective legal recognition that often force the integration of customary systems into the formal village administration system, so that the essence of indigenous leadership is marginalized. The main conclusion emphasizes that while customary governance still operates according to tradition, a more serious regulatory commitment is needed to protect the flexibility of local systems from the threat of cultural homogenization. This governance system has proven capable of preserving the environment and social order if given genuine autonomy as a self-governing, independent, and sustainable community. ABSTRAK Tata pemerintahan adat di Maluku, yang dikenal melalui istilah negeri, ohoi, hena, dan aman, merupakan warisan budaya berharga yang memiliki pengakuan konstitusional berdasarkan Pasal 18B Ayat 2 UUD 1945. Namun, keberadaannya menghadapi tekanan signifikan dari arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggerus identitas asli masyarakat hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi struktur pemerintahan tersebut di tengah sistem administrasi negara modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menelaah artikel ilmiah, dan regulasi daerah secara sistematis melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata pemerintahan adat masih eksis secara struktural dengan tetap digunakannya nomenklatur tradisional seperti Raja, Badan Saniri, Kepala Soa, dan Kewang di wilayah Maluku Tengah, Ambon, Seram, hingga Maluku Tenggara. Temuan lapangan mengungkap tantangan utama berupa birokratisasi dan pengakuan hukum selektif yang sering kali memaksa integrasi sistem adat ke dalam sistem administrasi desa formal, sehingga esensi kepemimpinan asli menjadi terpinggirkan. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun pemerintahan adat masih berjalan sesuai tradisi, diperlukan komitmen regulasi yang lebih serius untuk melindungi fleksibilitas sistem lokal dari ancaman homogenisasi budaya. Tata kelola ini terbukti mampu menjaga kelestarian lingkungan dan tatanan sosial jika diberikan ruang otonomi murni sebagai komunitas pengatur diri sendiri secara mandiri serta berkelanjutan.  
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPS TERHADAP SIKAP KEPEDULIAN SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VII SMP Umi Thohiroh; Yadi Suryadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9732

Abstract

This research is motivated by the decline in students' social awareness, characterized by low levels of empathy, cooperation, and responsibility in Social Studies learning. This study aims to analyze the differences and examine the effect of the Jigsaw Cooperative Learning model on the social awareness of seventh-grade students at SMPN 7 Semarang. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The research sample consisted of 60 students, with Class VII B as the experimental group and Class VII F as the control group. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.914). Data analysis included normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using an independent samples t-test. The results showed that the mean posttest score of the experimental group (103.40) was higher than that of the control group (84.20). The hypothesis testing revealed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 and a t-value of 16.892 > 2.002, indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Therefore, the Jigsaw Cooperative Learning model has a significant effect on improving students' social awareness in Social Studies learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya sikap kepedulian sosial peserta didik yang ditandai dengan rendahnya empati, kerja sama, dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan serta menguji pengaruh model Cooperative Learning tipe Jigsaw terhadap sikap kepedulian sosial peserta didik kelas VII SMPN 7 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 peserta didik yang terdiri atas kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,914). Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (103,4) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (84,20). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung 16,892 > t tabel 2,002, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, model Cooperative Learning tipe Jigsaw berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap kepedulian sosial peserta didik pada pembelajaran IPS.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KARTU KUARTET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX DI SMP Rico Tri Wahono; Himmatul Ulya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9949

Abstract

This study was motivated by the gap between the demands of social studies learning, which emphasizes student activity, and the learning practices in the ninth grade at Cijeruk Islamic Junior High School, which are still dominated by a conventional teacher centered approach. This condition has resulted in low student engagement and active participation, exacerbated by limited facilities, crowded classrooms, and the fact that the teachers are not fully qualified in social studies, so that the use of innovative media has not been optimal and learning outcomes have not met the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP). This study aims to analyze the effect of using quartet card games on social studies learning outcomes in the subject of forms of international cooperation. The study uses a quantitative approach with a quasi experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type, involving two classes, each with 32 students as the experimental and control groups. Data were collected through a 20 item multiple choice test in the form of a pretest and posttest, then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and independent samples t-tests at a significance level of 0.05. The results showed that the average posttest score for the experimental class was 80.00, which was higher than that of the control class at 64.53, with a t value of 4.312 and Sig. < 0.05. These findings indicate that quartet card games have a positive and significant effect on improving learning outcomes and are effective as a nondigital learning medium that can overcome the limitations of school facilities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tuntutan pembelajaran IPS yang menekankan keaktifan siswa dengan praktik pembelajaran di kelas IX SMP Islam Cijeruk yang masih didominasi pendekatan konvensional berpusat pada guru. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan dan partisipasi aktif siswa, diperparah oleh keterbatasan fasilitas, kondisi kelas yang padat, serta latar belakang guru pengampu yang tidak sepenuhnya linier dengan bidang IPS, sehingga pemanfaatan media inovatif belum optimal dan capaian hasil belajar belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media permainan kartu kuartet terhadap hasil belajar IPS pada materi bentuk-bentuk kerja sama internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelas, masing-masing berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal dalam bentuk pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent samples t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 80,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 64,53 dengan nilai t = 4,312 dan Sig. < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa media permainan kartu kuartet berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar serta efektif diterapkan sebagai media pembelajaran nondigital yang mampu mengatasi keterbatasan fasilitas sekolah.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD KRISTEN REGOHA Meilisa Everdina Lerrick; Semuel Patra Ritiauw; Jekriel Septory
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11575

Abstract

ABSTRACT Social Studies (IPS) education in elementary schools plays an important role in developing students' understanding of social life. However, the Social Studies learning outcomes of fourth-grade students at SD Kristen Regoha remain relatively low. This is attributed to the use of conventional teacher-centered instruction, which causes students to become passive and easily feel bored during the learning process. This study aims to describe and analyze the implementation of the Learning Cycle 5E model to improve social studies learning outcomes of fourth-grade students at SD Kristen Regoha. The Learning Cycle 5E model consists of five stages: engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The study used Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with 15 fourth-grade students as subjects. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Data collection included tests, observation, and documentation, which were analyzed quantitatively by calculating the class average and mastery percentage. The results showed significant and continuous improvement, where the class average increased from 65 at pre-action to 70 in Cycle I and reached 80 in Cycle II. The classical mastery percentage rose from 13% at pre-action to 47% in Cycle I and reached 100% in Cycle II. It is concluded that the Learning Cycle 5E model effectively improves social studies learning outcomes of fourth-grade students at SD Kristen Regoha. ABSTRAK Pendidikan IPS di sekolah dasar memegang peranan penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang kehidupan sosial. Namun, hasil belajar IPS siswa kelas IV di SD Kristen Regoha masih tergolong rendah. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif dan mudah merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E guna meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Kristen Regoha. Model pembelajaran Learning Cycle 5E terdiri atas lima tahap yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 15 siswa kelas IV. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dan berkesinambungan, di mana nilai rata-rata kelas meningkat dari 65 pada pra-tindakan menjadi 70 pada Siklus I dan mencapai 80 pada Siklus II. Persentase ketuntasan klasikal naik dari 13% pada pra-tindakan menjadi 47% pada Siklus I, dan mencapai 100% pada Siklus II. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E efektif meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Kristen Regoha.
PENGARUH ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN DISPOSISI BERPIKIR KRITIS TERHADAP INTEGRITAS AKADEMIK MAHASISWA Abdul Azis Masyhuri; Nuansa Bayu Segara; Sukma Perdana Prasetya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11736

Abstract

ABSTRACT The rapid development of artificial intelligence (AI) has transformed the learning paradigm in higher education by creating new opportunities to enhance learning effectiveness while simultaneously raising challenges related to academic ethics and academic integrity. Previous studies have predominantly focused on the impact of AI on learning outcomes and technology acceptance, whereas empirical research integrating artificial intelligence utilization, critical thinking disposition, artificial intelligence literacy culture, academic ethics, and academic integrity within a single conceptual model remains limited. This study aimed to examine the influence of artificial intelligence utilization and critical thinking disposition on academic ethics and academic integrity through artificial intelligence literacy culture as an intervening variable among pre-service teacher students at Universitas Negeri Surabaya. A quantitative approach employing a survey method was conducted with 353 respondents selected using proportional random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings revealed that all proposed hypotheses were supported. Artificial intelligence utilization and critical thinking disposition had positive and significant effects on academic ethics, academic integrity, and artificial intelligence literacy culture. Furthermore, artificial intelligence literacy culture significantly strengthened these relationships, with the strongest effect observed between critical thinking disposition and artificial intelligence literacy culture. These findings highlight that fostering AI literacy culture alongside critical thinking disposition constitutes a strategic approach to strengthening students' academic integrity and promoting the ethical, responsible, and sustainable use of artificial intelligence in higher education. ABSTRAK Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah paradigma pembelajaran di perguruan tinggi dengan menghadirkan berbagai peluang untuk meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus memunculkan tantangan terhadap etika dan kejujuran akademik. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti manfaat AI terhadap hasil belajar dan penerimaan teknologi, sedangkan kajian yang mengintegrasikan pemanfaatan AI, disposisi berpikir kritis, budaya literasi artificial intelligence, etika akademik, dan kejujuran akademik dalam satu model empiris masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan artificial intelligence dan disposisi berpikir kritis terhadap etika akademik serta kejujuran akademik melalui budaya literasi artificial intelligence sebagai variabel intervening pada mahasiswa kependidikan Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 353 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima, di mana pemanfaatan artificial intelligence dan disposisi berpikir kritis berpengaruh positif serta signifikan terhadap etika akademik, kejujuran akademik, dan budaya literasi artificial intelligence. Selain itu, budaya literasi artificial intelligence terbukti berperan sebagai mekanisme yang memperkuat hubungan tersebut, dengan pengaruh terbesar ditemukan pada hubungan disposisi berpikir kritis terhadap budaya literasi artificial intelligence. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi AI yang didukung disposisi berpikir kritis merupakan strategi penting untuk memperkuat integritas akademik serta mendorong pemanfaatan artificial intelligence secara etis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2015–2024 Sela Wahyu Fitri Cahyani; Nafik Umurul Hadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11849

Abstract

ABSTRACT The economic growth of a region is influenced by various factors, including employment conditions and wage setting policies. In recent years, East Java Province has faced various economic challenges characterized by fluctuations in the open unemployment rate and changes in minimum wage policies, especially during the economic recovery period following the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze the effect of the open unemployment rate and minimum wage on the economic growth of East Java Province during the period 2015–2024. The study uses a quantitative approach with an associative method. The data used are secondary time series data sourced from the Central Statistics Agency (BPS), the National Labor Force Survey (SAKERNAS), and Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices. The data analysis technique used was multiple linear regression supported by the classical assumption test, partial test (t-test), simultaneous test (F-test), and coefficient of determination with the help of statistical software. The results show that the open unemployment rate has a negative and significant effect on economic growth, while the minimum wage has a positive and significant effect on economic growth in East Java Province. In addition, both variables together also influence regional economic growth. The findings of this study indicate that labor market stability and appropriate wage policies play a crucial role in supporting the process of sustainable regional economic recovery. ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ketenagakerjaan dan kebijakan penetapan upah. Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Timur menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ditandai dengan fluktuasi tingkat pengangguran terbuka serta perubahan kebijakan upah minimum, terutama pada masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran terbuka dan upah minimum terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur selama periode 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda yang didukung oleh uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi dengan bantuan software statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur. Selain itu, kedua variabel tersebut secara bersama-sama turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa stabilitas pasar tenaga kerja serta kebijakan pengupahan yang tepat berperan penting dalam mendukung proses pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER KEDISIPLINAN MELALUI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH: PERSPEKTIF TEORI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW Muhammad Nashrulloh; Dwi Agustina Rahayu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11851

Abstract

ABSTRACT Students' fulfillment of basic needs serves as an important foundation for the development of disciplinary character and learning motivation. This study aims to analyze the process, forms, and implications of internalizing the value of discipline through the Free Nutritious Meal (MBG) Program in fostering students' learning motivation at SMPN 2 Kauman from the perspective of Abraham Maslow's Hierarchy of Needs Theory. Specifically, the study examines the stages of discipline value internalization, its manifestation in students' behavior and internal awareness, and its impact on learning motivation based on Maslow's hierarchy of needs. This study employed a qualitative approach with a case study design. The participants consisted of two Civic Education (PPKn) teachers, one coordinator of the Free Nutritious Meal (MBG) Program, and ten ninth-grade students at SMPN 2 Kauman. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The findings indicate that the internalization of disciplinary values through the MBG Program occurs through four sequential stages: introduction of rules, positive habituation, role modeling and shared responsibility, and value internalization until discipline becomes part of students' character. This process takes place at both the behavioral and internal awareness levels and contributes to strengthening learning motivation through improved discipline, academic responsibility, and intrinsic motivation. However, the sustainability of these positive impacts depends on the consistent implementation of the program. From the perspective of Abraham Maslow's Hierarchy of Needs Theory, the successful internalization of disciplinary values and the enhancement of learning motivation are determined by the fulfillment of students' hierarchical needs, ranging from physiological needs to self-actualization. ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan dasar siswa menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter disiplin dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses, bentuk, serta implikasi internalisasi nilai karakter kedisiplinan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMPN 2 Kauman berdasarkan perspektif teori kebutuhan Abraham Maslow. Secara lebih spesifik, penelitian ini mengkaji tahapan internalisasi nilai kedisiplinan, bentuk internalisasi dalam perilaku dan kesadaran siswa, serta dampaknya terhadap motivasi belajar berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian meliputi dua guru PPKn, satu guru koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sepuluh siswa kelas IX SMPN 2 Kauman. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai karakter kedisiplinan melalui program MBG berlangsung melalui empat tahapan, yaitu pengenalan aturan, pembiasaan positif, keteladanan dan tanggung jawab bersama, serta penghayatan nilai hingga menjadi karakter. Internalisasi tersebut berlangsung pada dimensi perilaku dan kesadaran internal siswa serta berimplikasi pada penguatan motivasi belajar melalui meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab akademik, dan motivasi intrinsik. Namun, keberlanjutan dampak tersebut dipengaruhi oleh konsistensi pelaksanaan program. Dalam perspektif teori kebutuhan Abraham Maslow, keberhasilan internalisasi nilai kedisiplinan dan pertumbuhan motivasi belajar ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan secara berjenjang, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri.
DETERMINASI JUMLAH PENDUDUK DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Eva Fitri Dwi Rahayu; Nafik Umurul Hadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12080

Abstract

ABSTRACT Poverty remains one of the major development challenges faced by local governments, including Tulungagung Regency. Although the Open Unemployment Rate has shown a declining trend in recent years, the poverty rate has decreased relatively slowly. This condition indicates the potential influence of socioeconomic factors, particularly population size and the open unemployment rate, on poverty levels. This study aims to analyze the effect of population size and the open unemployment rate on poverty in Tulungagung Regency. The research employed a quantitative approach with an associative research design. Secondary data were collected from the Central Statistics Agency (BPS) of Tulungagung Regency and East Java Province. The data were analyzed using multiple linear regression analysis preceded by classical assumption tests. The results indicate that population size and the open unemployment rate influence the poverty level in Tulungagung Regency, both partially and simultaneously. These findings suggest that changes in population size and unemployment conditions can affect poverty dynamics. Therefore, effective poverty reduction efforts require integrated policies that focus on expanding employment opportunities, improving community access to economic resources, and managing population growth sustainably. The study contributes to the understanding of the relationship between demographic and labor market factors and poverty, providing empirical evidence to support local government policies aimed at reducing poverty and promoting regional economic welfare. ABSTRAK Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Tulungagung. Meskipun tingkat pengangguran terbuka menunjukkan kecenderungan menurun dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kemiskinan masih mengalami penurunan yang relatif lambat. Kondisi ini menunjukkan adanya kemungkinan pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi, seperti jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka, terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tulungagung, baik secara parsial maupun simultan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka dapat memengaruhi tingkat kemiskinan sehingga diperlukan kebijakan yang mampu meningkatkan kesempatan kerja, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta mengendalikan pertumbuhan penduduk secara berkelanjutan. Dengan demikian, upaya penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan secara terintegrasi melalui kebijakan kependudukan dan ketenagakerjaan yang efektif.