cover
Contact Name
Fitri Damayanti
Contact Email
fitridamayantineng@gmail.com
Phone
+6281536669280
Journal Mail Official
edu.biologia@unindra.ac.id
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58 C Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
EduBiologia: Biological Science and Education Journal
ISSN : -     EISSN : 27746267     DOI : http://dx.doi.org/10.30998/edubiologia.v1i2
The focus and scope of the journal EduBiologia Biological Science and Education Journal includes pure biology and biology education. In detail, this coverage includes: Pure biology which includes biotechnology, ecology, microbiology, genetics, botany, zoology, cell biology, applied biology, biochemistry, and other biological studies that are relevant to biology in a broad sense. Biology education, including curriculum, instruction, and assessment of Biology, research method in education and biology, conceptual construction, thiking skills, and scientific literacy on Biology, learning media, tools, and modules development, pedagogical content knowledge for Biology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
Hubungan Konsep Diri dan Pengetahuan Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik di SMA Dea Pusparani; Sujiyo Miranto
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 1, No 2 (2021): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v1i2.9956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan peserta didik SMA. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi peserta didik berjumlah 570 peserta didik dengan sampel sebanyak 129 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Simple Random Sampling (teknik sampel acak sederhana) dengan tiga instrumen: satu berupa tes dan dua kuesioner. Tes digunakan untuk mengukur pengetahuan lingkungan dan kuesioner digunakan untuk mengukur konsep diri dan sikap peduli lingkungan peserta didik. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji korelasi ganda. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dengan sikap peduli lingkungan peserta didik SMA, (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan peserta didik SMA, (3) dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dan pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan peserta didik SMA.
Studi Pendahuluan Keanekaragaman Hymenoptera Parasitoid di Kawasan Hijau Kampus UNRI, Panam Arini Arini; Meyla Suhendra; Ennie Chahyadi; Ninik Nihayatul Wahibah; Ahmad Parlaongan
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11527

Abstract

Berbagai modifikasi terhadap lingkungan dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan dan hal ini berdampak terhadap biodiversitas termasuk serangga. Aktivitas urbanisasi seperti dibangunnya areal perkotaan atau pemukiman, merupakan salah satu bentuk modifikasi lingkungan yang memiliki dampak terhadap biodiversitas tersebut. Kampus UNRI dengan lanskap di dalamnya dapat diamati untuk melihat biodiversitas serangga yang ada di sana. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai keanekaragaman serangga, khususnya Hymenoptera parasitoid di kawasan hijau Kampus UNRI. Pengambilan sampel serangga tersebar pada delapan lokasi dengan metode penjaringan pada Agustus-September 2019. Sampel serangga yang diperoleh kemudian dikoleksi di dalam tabung koleksi dan diidentifikasi hingga tahapan morfospesies. Secara keseluruhan individu serangga yang paling melimpah berasal dari Ordo Diptera (49%), Hymenoptera (29%), dan Hemiptera (20%), kemudian Thysanura (Thrips sp.), Coleoptera, Lepidoptera, Odonata, dan Orthoptera. Ordo Hymenoptera yang diperoleh berasal dari sembilan superfamili dan 16 famili dengan individu paling melimpah adalah Chalcididae (26%), Braconidae (25%), diikuti dengan Eulophidae dan Scelionidae masing-masing sebesar 12%. Hasil yang diperoleh menggambarkan keanekaragaman Hymenoptera parasitoid yang terdapat di kampus berkaitan erat dengan keberadaan serangga inang dan keanekaragaman dan kelimpahan tumbuhan pada kawasan hijau.
Studi Literatur: Pemanfaatan Powerpoint Interaktif sebagai Media Pembelajaran Biologi di SMA Titin Titin; Iin Kurnia
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.10451

Abstract

Powerpoint interaktif adalah slide interaktif yang berisi materi pembelajaran sehingga dapat dimanfaatakan penggunanya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dari media tersebut. Guru dalam proses pembelajaran biologi di sekolah menengah atas dituntut dapat memanfaatakan media. Saat ini, pemanfaatan powerpoint interaktif untuk pembelajaran juga banyak ditemukan. Maka dari itu peneliti akan mengulas powerpoint interaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran biologi khususnya pada tingkat sekolah menengah atas serta kelebihan dan kekurangan terhadap pembelajaran. Adapun metode studi literature ini yaitu tinjauan sistematis (systematic literature review). Berdasarkan hasil penelitian studi literatur, bahwasanya pemanfaatan powerpoint interaktif sebagai media pembelajaran biologi di SMA memudahkan peserta didik dalam memahami materi pelajaran, penggunaannya praktis, menyampaikan informasi dengan jelas karena penyajian yang lebih menarik sehingga menumbuhkan motivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Respon Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa striata) terhadap Pemberian Tepung Ikan Rucah dan Udang pada Pakan Buatan Ayu Agustin; Emilda Emilda; Tantry Agnhitya Sari
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) dengan memberikan  pakan buatan menggunakan tepung ikan rucah dan kepala udang, juga untuk mengurangi biaya pembelian pakan komersial yang mahal. Bahan campuran pakan yang dipilih merupakan alternatif lain yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein bagi pertumbuhan ikan setiap harinya. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi panjang, berat, kelangsungan hidup, serta kualitas air. Disain penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana terdapat 4 ulangan dan 5 perlakuan. Pakan komersial yang digunakan sebagai campuran adalah pakan komersial protein rendah (PKPR) merk Eko Feed dengan taraf pemberian P0 (100% PKPR), P1 (70% PKPR + 30% tepung ikan rucah), P2 (70% PKPR + 30% tepung udang), P3 (70% PKPR + 15% tepung ikan rucah + 15% tepung udang) dan P4 (100% pakan komersial merk Hi Provite). Data yang didapatkan dilakukan analisis menggunakan uji ANOVA. Hasil uji ANOVA menunjukkan pemberian pakan campuran tepung ikan rucah dan udang berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan panjang dan berat ikan, akan tetapi terhadap kelangsungan hidup ikan gabus tidak memiliki pengaruh nyata. Data berat dan panjang ikan kemudian dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan dari setiap perlakuan. Kelompok perlakuan yang paling baik pertumbuhannya adalah kelompok perlakuan P3 yang diberi tepung ikan rucah dan udang dengan konsentrasi masing-masing 15%, dengan pertumbuhan berat dan panjang  rata-rata adalah 6.60 g dan 3.10 cm.
Analisis Kebutuhan Guru Terhadap Pengembangan Modul dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Rifqi Pratama; Mashudi Alamsyah; Shafa Noer
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.9769

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan guru dalam mengembangkan modul yang mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memahami materi. Hasil analisis angket yang telah disebar di tiga sekolah negeri yang terdapat di daerah Masbagik dan Selong ditemukan bahwa guru belum pernah membuat modul dalam proses pembelajaran (80%). Guru sebagian besar tidak mengetahui tentang kemampuan berpikir kritis (80%). Guru hanya melihat hasil belajar sebagai penilaian (100%). Guru ingin mengembangkan modul yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik (100%). Hasil analisis menyatakan perlunya untuk mengembangkan modul yang mampu membantu peserta didik dalam proses belajarnya dan modul tersebut juga mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari peserta didik selama proses belajar.
Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial di Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar, Bogor Ayelir Sukma Yolla; Fitri Damayanti; Efri Gresinta
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku terestrial di area camping ground A di kawasan hutan pinus Gunung Pancar, Bogor. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus 2021. Sampel tumbuhan paku dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan jenis dan jumlah tumbuhan paku yang terdapat pada area tertentu dengan membuat line transect sepanjang jalur 20 m yang dibuat menjadi empat daerah transek masing-masing berukuran 5x5 m. Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi lingkungan abiotik, meliputi: intensitas cahaya, suhu udara, suhu tanah, kelembaban lingkungan, dan pH tanah. Diperoleh sepuluh jenis tumbuhan paku terestrial, yaitu: Blechnum orientale, Selanginella wildenowii, Dicranopteris linearis, Lygodium cirnatum, Pleocnemia irregularis, Pteris vittata, Pityrogramma calamelanos, Adiantum lunulatum, Marsilea crenata, dan Christella parasitica. Secara keseluruhan daerah transek di Area Camping Ground A Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar Bogor memiliki indeks keanekaragaman yang melimpah sedang yaitu 1.851 dan indeks kemerataan spesies yang merata yaitu 0.334.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai Biopestisida Hama Ulat Buah (Helicoverpa armigera) Kristina Nur Patria Krisna; Yusnaeni Yusnaeni; Angela G Lika; Sudirman Sudirman
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.10541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai pembasmi hama nabati pada ulat buah (Helicoverpa armigera). Pengujian efektivitas ekstrak daun bandotan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang meliputi lima perlakuan konsentrasi yaitu: 5, 10, 15, 20, dan 25%, masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Tiap perlakuan terdapat 10 ekor ulat buah sehingga total yang digunakan 150 ekor. Data mortalitas dianalisis varians (ANAVA) dan diuji lanjut dengan uji Tuckey menggunakan program SPSS Ver.18. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak bandotan yang efektif untuk membunuh hama ulat buah adalah konsentrasi 25% dengan mortalitas hama 100%. Hasil ini mengindikasikan bahwa tanaman bandotan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bahan pembasmi hama secara alami.
Respons Pertumbuhan Tanaman Labu Kuning (Cucurbita moschata) Pada Cekaman Salinitas Melysa Indah Sari; Shafa Noer; Emilda Emilda
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11828

Abstract

Pada setiap tanaman memiliki perbedaan yang beragam pada toleransi terhadap cekaman salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan tanaman labu kuning (Cucurbita moshcata) pada cekaman salinitas. Pelaksanaan penelitian ini yaitu di Kebun Percobaan Biologi Universitas Indraprasta PGRI dimulai pada April 2021 sampai Juli 2021. Parameter pertumbuhan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen murni dengan metode kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pola perilaku faktorial terdiri dari satu faktor, yaitu larutan garam (NaCl) dengan konsentrasi berbeda yaitu  0 ppm (kontrol), 1000 ppm, 3000 ppm, dan 6000 ppm, masing-masing dengan pengulangan sebanyak 5 kali, sehingga jumlah sampel seluruhnya adalah 20 tanaman labu kuning. Masing-masing pemberian konsentrasi larutan NaCl tersebut memberikan hasil yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya cekaman salinitas dapat mengganggu proses pengangkutan unsur hara, sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman dapat terganggu. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat salinitas, pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan pertumbuhan akar tanaman labu kuning semakin lambat bahkan mengalami kematian.
Respons Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Air Kelapa dan Keong Mas Elis Hidayanti; Emilda Emilda; Titin Supriyatin
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.10222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata) terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) limbah air kelapa dan keong mas. Parameter yang diamati terdiri atas tinggi tanaman, jumlah polong, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering akar. Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yakni perlakuan pada benih (T) dengan dua taraf yakni perendaman benih dengan aquadest (T1) dan dengan POC (T2), serta pemupukan dengan empat taraf POC, yaitu 0% (P0), 15% (P1), 30% (P2), dan 45% (P3). Adapun label kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah T1P0, T1P1, T1P2, T1P3, T2P0, T2P1, T2P2, dan T2P3. Percobaan ini terdiri dari enam kali ulangan. Sehingga, terdapat 48 unit percobaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA 2 arah dan uji lanjutan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC air kelapa dan keong mas memberikan respons positif terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman kacang hijau. Kedua faktor perlakuan secara terpisah diketahui memberikan pengaruh sangat nyata (F hitung > F tabel 1%) pada seluruh indikator antara 17-67 hari setelah tanam (HST), kecuali faktor T yang memberikan pengaruh nyata pada tinggi 17 HST. Akan tetapi, kombinasi kedua faktor hanya memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi 27 HST dan nyata pada bobot kering biji per tanaman, namun tidak nyata pada indikator lainnya. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa pemupukan dengan 30% POC memberikan pengaruh paling signifikan. Secara spesifik, diketahui bahwa kelompok T2P2 menyebabkan hasil pertumbuhan paling baik dengan rerata tinggi 80.08 cm, jumlah polong 48.67 buah, bobot kering biji per tanaman 55.65 g, dan bobot kering akar 7.2 g.
Keanekaragaman Jenis Echinodermata pada Zona Intertidal di Pesisir Selatan Pulau Tidung Kecil Kepulauan Seribu DKI Jakarta Mashudi Alamsyah; Giry Marhento; Martua Ferry Siburian
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11277

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis Echinodermata apa saja yang terdapat pada zona intertidal di pesisir pantai selatan Pulau Tidung Kecil Kepulauan Seribu. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode transek garis, sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Analisis data dilakukan dengan cara menghitung kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragaman. Hasil penelitian ini ditemukan tiga kelas Echinodermata yang terdiri dari lima spesies dengan total 140 individu serta tersebar pada berbagai substrat pada ketiga stasiun. Analisis indeks keanekaragaman pada stasiun I = 0.674, stasiun II = 1.087 dan stasiun III = 0.825, sementara indeks kemerataan jenis pada stasiun I = 0.166, stasiun II = 0.310, dan stasiun III = 0.210 dan komposisi jumlah individu dari masing masing spesies jenis ketiga stasiun berkisar antara 99.95-100%.