cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 11 Documents clear
PELATIHAN GURU TENTANG PENANGANAN CEDERA DAN KONDISI KEDARURATAN DI MIT AR-ROIHAN LAWANG Ristanto, Riki
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cedera merupakan kondisi trauma yang sering dialami oleh siswa khususnya di sekolah yang menggunakan system pendidikan inklusi. Keberadaan Anak Kebutuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusi (MIT Ar-Roihan Lawang) dengan segala keterbatasan fisik maupun psikologis membuatnya sangat beresiko mengalami cedera saat belajar maupun bermain di sekolah. Guru atau pendidik selaku pengganti orang tua siswa, tentunya bertanggungjawab atas keamanan dan keselamatan dari ancaman cedera atau kondisi darurat lainnya. Adanya berbagai potensi terjadinya cedera belum diimbangi dengan fasilitas, sarana, prasarana serta SDM guru yang kompeten menangani jika sewaktu-waktu terjadi cedera dan kondisi kedaruratan pada siswa khsusunya ABK. Tujuan: Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada penanganan cedera dan kondisi kedaruratan bagi tenaga pendidik di MIT Ar-Roihan Lawang. Metode:Kegiatan tersebut dilaksanakan di MIT Ar-Roihan Lawang pada tanggal 29 - 30 April 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang guru yang terdiri dari 7 orang guru kesiswaan dan 3 orang guru pembina UKS. Pelaksanaan kegiatan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan, seminar, dan pendampingan serta pengadaan alat bagi mitra. Evaluasi keberhasilan dari kegiatan pengabdian dilakukan melalui pretest dan postest pengaetahuan serta ketrampilan para guru. Hasil: Didapatkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dan ketrampilan guru dalam penangani cedera dan kondisi kedaruratan lainya. Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa naskah publikasi dan modul sebagai sarana belajar mandiri bagi mitra serta peralatan pendukung upaya penanganan cedera dan kondisi kedaruratan di MIT Ar-Roihan Lawang. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra (guru dan pembina UKS) dalam menangani cedera dan kondisi kedaruratan lain pada siswa di MIT Ar-Roihan Lawang.
BANK SAMPAH PENGUAT KESEHATAN DAN EKONOMI KELUARGA Linawati, Linawati
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank sampah merupakan kegiatan positif dalam pengelolaan sampah sehingga sampah mempunyai nilai ekonomis. Hadirnya bank sampah memerlukan partisipasi masyarakat agar tujuan dari bank sampah terwujud, yaitu terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan menambah penghasilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi warga masyarakat di Dusun Klodran Desa Sidomulyo untuk menjadi anggota bank sampah. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan parsipatoris, dengan metode ceramah dan diskusi. Tahapan pelaksanaan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi. FGD dilakukan sebagai wadah sharing antara para pengelola bank sampah dengan warga sekitar, mengenai keberadaan, kendala pengelolaan, dan bagaimana mengembangan bank sampah. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat adanya bank sampah “Mulia” di Dusun Klodran, agar partisipasi masyarakat menjadi anggota bank sampah meningkat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil, dengan hasil yang optimal. Dalam kurun waktu selama 1 bulan keanggotaan bank sampah “Mulia” bertambah sebanyak 20 anggota. Aktivitas di bank sampah “Mulia” semakin maksimal. Setiap minggunya ada pembelian (penyetoran) dari warga, dan pada akhir bulan bank sampah melakukan penjualan sampah kepada pengepul. Jumlah tabungan bank sampah setiap warga semakin banyak. Antusiasme pengurus juga meningkat, dengan semakin banyaknya anggota bank sampah menjadikan semangat untuk mengelola bank sampah semakin baik. Lingkungan di Dusun Klodran menjadi lebih bersih, sampah – sampah seperti botol plastik tidak ada lagi dijalanan, dikarenakan warga mengumpulkan  sampah –sampah tersebut  untuk ditabung di bank sampah.
OPTIMALISASI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA MELALUI PROGRAM INOVASI “CORONG POSYANDU” Yustanta, Brivian Florentis; Setyorini, Heny Dwi; Hanifah, Sulistiana Nur; C, Fatikasari; R, Haryani
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemantauan status gizi pada balita dilakukan dengan memanfaatkan data hasil penimbangan posyandu setiap bulan berdasarkan indikator SKDN, dimana (S): sasaran balita di suatu wilayah, (K): balita yang memiliki KMS, (D): balita yang ditimbang berat badannya, (N): balita yang ditimbang dan naik berat badannya. Salah satu indikator SKDN di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri yang tidak tercapai adalah indikator D/S yang menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan di posyandu . Hasil indikator D/S pada bulan Januari – Juni 2019 berturut-turut adalah 63,3%, 74,3%, 62,7%, 64,8%, 72,5%, 68,6% dengan rerata 67,7%. Tujuan: mengoptimalkan kunjungan posyandu balita melalui program inovasi “corong posyandu”. Metode: survei pendataan jumlah sasaran balita, kerjasama lintas sektor serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai program inovasi “corong posyandu”, jadwal dan pentingnya mengikuti posyandu melalui kegiatan PKK, kegiatan arisan dan kegiatan keagamaan di desa.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Juli – Desember 2019. Hasil: terdapat peningkatan jumlah kunjungan posyandu balita dari bulan Juli – Desember 2019 dengan rerata 84,7%.  Dalam waktu 6 bulan pelaksanaan program inovasi ”corong posyandu” dapat menaikkan 17% jumlah kunjungan ke posyandu balita. Kesimpulan: program inovasi “corong posyandu” dapat meningkatkan partisipasi mayarakat untuk kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.
Penyuluhan Kosmetik yang Aman dan Notifikasi Kosmetik Agustina, Lia; Shoviantari, Fenita; Yuliati, Ninis
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kosmetik merupakan sediaan topikal yang ditujukan untuk memelihara atau memperbaiki penampilan, salah satunya adalah lipstik. Tujuan: Memberikan pengetahuan tentang notifikasi kosmetik, cara penyimpanan yang baik dan usia guna kosmetik. Metode : Pendekatan personal melalui kegiatan penyuluhan dan pengukuran kefahaman peserta melalui pemberian kuisioner. Hasil : 71% peserta tidak mengetahui bahwa dalam kosmetik (khususnya lipstik) dapat mengandung bahan yang berbahaya, sebanyak 86% peserta tidak mengetahui tentang notifikasi kosmetik dan 86% tidak mengetahui usia guna dari lipstik. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman dari peserta penyuluhan yaitu pemahaman akan bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik meningkat sebesar 81%, pemahaman akan notifikasi kosmetik yaitu 86% dan pemahaman terhadap usia guna kosmetik sebesar 86%. Kesimpulan : Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta akan bahan berbahaya, notifikasi dan usia guna kosmetik (lipstick).
Pendidikan Kesehatan tentang Penggunaan Antibiotik secara Tepat dan Efektif sebagai Upaya Mengatasi Resistensi Obat Andiarna, Funsu; Hidayati, Irul; Agustina, Eva
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bahkan berlebihan dan dalam jangka waktu panjang menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Dimana resistensi ini akan menyebabkan tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang pengertian, penggunaan, dan akibat dari pemakaian antibiotik yang tidak bijak. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, dimana mahasiswa sering mengeluh beberapa penyakit ringan akibat dari bakteri seperti diare, sakit gigi, wajah berjerawat dan lain-lain. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan dilakukan pretest, sosialisasi dan posttest. Pretest dengan cara mahasiswa target menjawab pertanyaan di google form tentang pengetahuan awal terkait antibiotik; sosialisasi dengan metode pemberian pendidikan kesehatan (penyuluhan), diskusi dan tanya jawab. Selanjutnya dilakukan posttest dengan menjawab pertanyaan di google form sebagai evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa hasil pretest pada tingkat pengetahuan rendah sebesar 60,8%, tingkat pengetahuan sedang sebesar 34,2% dan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 6%.  Sedangkan pada hasil posttest didapatkan bahwa tingkat pengetahuan rendah sebesar 6,7%, tingkat pengetahuan sedang sebesar 36,6% dan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 56,7%. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat bahwa terdapat perubahan yang signifikan tingkat pengetahuan yang rendah dan tinggi, baik sebelum dan sesudah pendidikan Kesehatan. Hal ini menunjukkan mahasiswa telah memahami penggunaan antibiotik dengan tepat dan efektif.
PENERAPAN TEKNOLOGI “TOGA Eco-Waste” BAGI MASYARAKAT DESA LEREP KECAMATAN UNGARAN BARAT Yuswantina, Richa; Vifta, Rissa; Susilo, Jatmiko
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Keberadaan TOGA bagi masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai upaya promotif dan preventif terhadap peningkatan kesehatan. Teknologi tepat guna dalam pemanfaatan tanaman TOGA belum banyak diaplikasikan. Teknologi “eco-waste” merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan potensi keberadaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Eco-waste merupakan teknologi dengan menerapkan pemanfaatan barang bekas habis pakai sebagai sarana untuk penanaman TOGA. Berdasarkan survey yang sudah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat diperoleh informasi bahwa pengetahuan masyarakat di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat mengenai tanaman TOGA cenderung masih kurang. Hal tersebut yang mendasari tim pengabdian masyarakat Program Studi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo melakukan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni Pemberian pengetahuan mengenai TOGA, Pendayagunaan sampah rumah tangga dengan konsep “Zerowaste”, serta Pemberian softskill tentang teknologi ecowaste. Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di RT 09/RW 09 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan softskill peserta tentang Prinsip Toga dan Penerapan Toga-ecowaste Bagi Masyarakat Desa Lerep. Presentase kenaikan pengetahuan dari 65% menjadi 84% yang diketahui melalui hasil monitoring dan evaluasi serta rekapitulasi nilai pritest dan postest. Edukasi dan pemberian softskill bagi masyarakat terkait pemanfaatan TOGA sangat bermanfaat khususnya dalam mewujudkan masyarakat sadar sehat.  
Pemberdayaan Pemahaman Masyarakat dalam Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Dan Antibiotik Dengan Benar Melalui Penyuluhan Dalam Rangka Manajemen Kesehatan Keluarga Pemberdayaan Pemahaman Masyarakat dalam Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Dan Antibiotik Dengan Benar Melalui Penyuluhan Dalam Rangka Manajemen Kesehatan Keluarga Restyana, Anggi; Admaja, Wika; Ubanayo, Kristian
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini sudah terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak negatif. dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masayarakat tentang tata cara  penggunaan obat dan cara penggunaan antibiotik dengan bijak. Metode dalam kegiatan ini adalah prospektif eksperimental yaitu observasi (pre test), pemberian perlakuan melalui intervensi penyuluhan dan mengukur tingkat pemahaman responden (post test) secara total sampling. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pre-test pengetahuan penggunaan  obat diperoleh score sebesar 57,96±7,61  dan pada pre test penggunaan antibiotik dengan bijak sebesar 47,26±9,39. Hasil score post-test untuk pengetahuan cara penggunaan obat sebesar 89,43±2,52 dan score post-test penggunaan antibiotik dengan bijak sebesar  84,11±6,44. Berdasarkan hasil diatas menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada responden sebesar 31,47±2,52 pada penyuluhan pengetahuan cara penggunaan obat dan 36,84±2,95 pada cara penggunaan antibiotik dengan bijak.
Ayam Geprek Bumil (Ayo Mewujudkan Gerakan Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil) Asiyah, Siti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Preeklamsia sebagai Penyebab Angka Kematian Ibu tertinggi di Jawa Timur, dari kegiatan SMD (Survey Mawas Diri) pada kelompok ibu hamil di Desa Muneng di temukan dari 17 ibu hamil ada 15 ibu hamil memiliki risiko terjadi pre eklamsiayang terdiri 9 ibu hamil mengalami obasitas,5 ibu hamil dengan MAP positif,5 ibu hamil dengan usia lebih 35 tahun, 1 ibu hamil dengan diabetes. Kondisi ini perlu dilakukan upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman, gerakan pencegahan dan rujukan di tingkat masyarakat.Tujuan dari kegiatan ini memberdayakan masyarakat sehingga terbentuk organisasi di desa Muneng yang bertujuan untuk  deteksi dan  pencegahan pre eklamsiapada ibu hamil serta rujukan kasus dengan tema Ayam Geprek Bumil(Ayo Mewujudkan Gerakan Cegah Pre eklamsiapada Ibu Hamil ) di desa Muneng atau Muneng. Metode pengabdian dengan Musyawarah Mufakat Desa (MMD),pelatihan kader tentang cara mengidentifikasi kehamilan risiko  pre eklamsia, kunjungan rumah untuk konseling pada ibu hamil dam keluarga, pemeriksaan kehamilan dan golongan darah.Kegiatan dilaksanakan tanggal 1Juli sampai 21 Juli 2019 di desa Muneng Kecamatan Purwoari Kabupaten Kediri.Hasil kesepakatan dengan masyarakat atau komitmen bersamapenyediaan mobil siaga untuk kasus rujukan (sudah tersedia jadwal hari dan pengemudi), 33 orang kader kesehatan terlatih tentang cara mendeteksi dan melakukan rujukan ibu hamil risiko pre eklamsiasehingga pemahaman dan ketrampilan kader tentang cara mendeteksi dan melakukan rujukan dini pre eklamsiameningkat, ibu hamil dan keluarga risiko pre eklamsiadi lakukan pemeriksaan golongan darah dan mendapat bimbingan perencanaan persalinan yang aman. Kesimpulan telah terbentuk desa  siaga pencegahan dan rujukan kehamilan risiko tinggi pre eklamsiabaik ditingkat masyarakat dan keluarga. Kata Kunci : Gerakan, Pencegahan ,PreeklamsiaABSTRACTPreeclampsia as a Cause of the Highest Mortality Rate in East Java, from the SMD (Introspective Survey) survey of pregnant women in the village of Muneng it was found out of 17 pregnant women there were 15 pregnant women at risk of preeclampsia which consisted of 9 pregnant women experiencing obstruction, 5 mothers pregnant with a positive MAP, 5 pregnant women over 35 years of age, 1 pregnant woman with diabetes. This condition needs to be made a real effort to improve understanding, prevention and referral movements at the community level. The aim of this activity is to empower the community to form an organization in the village of Muneng that aims to detect and prevent pre-eclampsia in pregnant women and refer to cases with the theme of Ayam Geprek Bumil (Ayo Realizing Pre-Islamic Prevent Movement in Pregnant Women) in Muneng or Muneng villages. Community service consensus method (MMD), cadre training on how to identify pre-eclampsia risk pregnancy, home visits for counseling for pregnant women and families, pregnancy check up and blood type. Activities were held from July 1 to July 21, 2019 in Muneng village, Purwoari District Kediri. Results of agreement with the community or commitment along with the provision of standby cars for referral cases (day and driver schedules are available), 33 trained health cadres on how to detect and refer pregnant women at preeclampsia risk so that cadres understand and skill on how to detect and conduct early referrals. preeclampsia is increased, pregnant women and families are at risk of preeclampsia. Perform blood type examinations and receive safe planning for delivery. In conclusion, the village has been prepared for the prevention and referral of high-risk pre-pregnancy pregnancies at the community and family level.Keywords: Movement, Prevention, Preeclampsia
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dusun Puluhan Kidul, Srandakan, Bantul melalui Pelatihan Pembuatan Agar-Agar Kering Jamu dan Agar-Agar Kering Sari Buah Kurniawan, Muhammad Fariez; Utami, Pinasti; Maziyah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dusun Puluhan Kidul, Trimurti, Srandakan, Bantul mempunyai potensi alam berupa banyaknya tanaman pertanian dengan jenis empon-empon dan banyaknya tanaman buah yang ditanam di pekarangan rumh warga. Adanya potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan yang bernilai ekonomis lebih tinggi daripada dijual mentah. Salah satu usaha yang sudah dilakukan oleh kelompok wanita tani di dusun Puluhan Kidul  adalah pembuatan jamu instan. Untuk mendukung produk tersebut dan meningkatkan tingkat pendapatan anggota kelompok maka dibuatlah varian produk yang lain yaitu agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah. Tujuan : pengabdian masyarakat ini  untuk memberikan inovasi baru pengolahan jamu dan sari buah menjadi sediaan agar-agar kering, sehingga diharapkan sediaan yang dihasilkan mempunyai nilai jual lebih tinggi dan lebih tahan lama dalam penyimpanan. Metode : kegiatan pengabdian tersebut dilakukan melalui penyuluhan tanaman obat tradisional, pelatihan pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah, pelatihan pengemasan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah serta pemberian hibah alat-alat produksi sediaan tersebut. Hasil :  diketahui cara pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar sari buah yang dapat diproduksi massal sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi anggota kelompok wanita tani dan warga dusun Puluhan Kidul pada umumnya. Kesimpulan : Warga Dusun Puluhan Kidul memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pengolahan empon-empon dan buah menjadi produk agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah.
PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI POSYANDU REMAJA DI DESA KRECEK KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI Ertiana, Dwi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di dunia sangat begitu pesat termasuk di Indonesia, dengan perkembangan teknologi yang pesat maka  berkembang juga permasalahan remaja di Indonesia. Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Tujuan Kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja, serta pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan reprodukasi, mempercepat upaya perbaikan gizi remaja serta menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat. Metode yang dipakai meliputi survey untuk mendata jumlah sasaran remaja dan tentang data kenakalan remaja, Musyawarah Mufakat Desa (MMD), pelatihan kader posyandu tentang cara melaksanakan posyandu remaja, pemeriksaan remaja dan pembentukan posyandu remaja. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1-20 Juni 2019. Hasilnya didapatkan jumlah remaja di Desa Krecek  ada 852 remaja dengan sampel yang diambil 92 remaja yang aktif di kegiatan karang taruna. Dari tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi  63 remaja pengetahuannya baik dan 28 remaja pengetahuannya kurang. Tentang kenakalan remaja, yang pernah melakukan kenakalan remaja ada 74 remaja yang tidak melakukan kenakalan remaja 17  remaja dan yang hamil diluar nikah ada 3 remaja. Pada kegiatan MMD disepakati untuk pembetukan posyandu remaja yang dapat digunakan sebagai wadah para remaja untuk menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat, meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, meningkatkan gizi para remaja, mengurangi kejadian kenakalan pada remaja di desa Krecek Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Page 1 of 2 | Total Record : 11