cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 58 Documents clear
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA (PARENTS) PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI SOSIAL ANAK PADA MASA TRANSISI Toyyibah, Niswatun; Iqbal Fikri Adi, Muhammad; Muhammad Lukman Abrori, Maulana; Fitra Auliya, Rizky; Nur Azzahro, Savira; Sulaiman, Sholehuddin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5308

Abstract

This study discusses parental parenting patterns on children's social psychology. This study uses literature review research, in which this research carries out library searches and research by reading and reviewing various journals, books and various other published manuscripts related to the research topic to produce an article relating to a particular topic or issue.  So this article is discussed to find out every kind of parenting style. Like authoritarian, democratic and permissive parenting styles. In this case, parental love patterns can play a role in shaping children's psychology. So parents can support children's social and emotional development by providing an environment that supports and facilitates their social skills. Parents can also prepare their children to interact outside, so that with this, children will be able to give positive affirmations to themselves and their environment. ABSTRAK Kajian ini membahas seputar tentang pola asuh orang tua terhadap psikologi sosial anak.  Artikel ini membahas tentang topik atau isu tertentu, penelitian ini melibatkan penelitian tinjauan literatur, yang mencakup melakukan pencarian perpustakaan dan membaca serta menganalisis berbagai jurnal, buku, dan makalah terbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Sehingga  artikel ini dibahas untuk mengetahui setiap macam macam pola asuh orang tua. Seperti halnya pola asuh otoriter, demokratis dan permisif. Dalam hal ini pola asuh orang tua dapat memberikan peran dalam membentuk psikologi anak. Sehingga orang tua dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak dengan memberikan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi keterampilan sosialnya. Orang tua juga dapat mempersiapkan anak anak untuk berinteraksi diluar, sehingga dengan hal ini, anak akan dapat memberikan afirmasi positif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
PERAN PENTING KETERAMPILAN MOTORIK HALUS UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK USIA DINI Aulia Syaputri, Ambar; Rizkina Ramadhani, Layda; Rahmawati, Novi; Nazarina, Ameylia; Markus Idulfilastri, Rita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5309

Abstract

Technological advances in the modern era make children spend more time with gadgets, resulting in decreased concentration. This research focuses on the fine motor development of children aged three to five years to improve concentration skills. This study uses a qualitative method approach by means of observation. Our findings show that at the age of five, children have difficulty connecting lines that have more than one angle (kite drawing). Out of twenty-two children, only four were successful. Furthermore, it was also found that children who were not yet five years old took a long time to complete a drawing without angles (circle drawing). Thus, these findings can be used as a reference for kindergarten teachers in providing exercises that are suitable for children's abilities. ABSTRAK Kemajuan teknologi pada era modern membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, sehingga mengakibatkan konsentrasi anak menurun. Penelitian ini berfokus pada perkembangan motorik halus anak usia tiga sampai lima tahun untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan cara observasi. Temuan kami menunjukkan pada umur lima tahun, anak mengalami kesulitan untuk menghubungkan garis yang memiliki sudut lebih dari satu (gambar layang-layang). Dari dua puluh dua anak hanya empat anak yang berhasil. Selanjutnya, ditemukan juga anak yang belum berusia lima tahun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan gambar tanpa sudut (gambar lingkaran). Dengan demikian, temuan ini dapat dijadikan referensi untuk guru Taman Kanak-kanak dalam memberikan latihan yang sesuai dengan kemampuan anak.
PEMIKIRAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) TENTANG PENDIDIKAN: ANALISIS TERHADAP KONSEPNYA Sugiyantoro, Sugiyantoro; Haryono, Pauzan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5310

Abstract

This study explores Islamic thought on education in the form of its concept from the perspective of KH. Abdurrahman Wahid. In the context of concern about the impact of globalization called future shocks, researchers see a lack of clear concepts in the world of Indonesian education to face this current of globalization. This study focuses on the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid on the concept of Islamic education that reflects neomodernism, with efforts to maintain traditional values ??while absorbing western modernization. This study uses a library research method, also known as library research whose information is collected through library research, This study is included in the category of "Analytical Descriptive" data collection according to the actual facts and then compiling, processing, and analyzing them to provide an overview of current issues. The results of the study indicate that the concept of neomodernist Islamic Education is the first part of the ideas of KH. Abdurrahman Wahid about the five parts that must be developed in Islamic education. Second, Islamic education based on freedom. Third, Islamic education based on multiculturalism. Fourth, Islamic education for all. Fifth, humanist Islamic education. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran islam tentang pendidikan dalam bentuk konsepnya dari perspektif KH. Abdurrahman Wahid. Dalam konteks keprihatinan terhadap dampak globalisasi yang disebut kejutan masa depan peneliti melihat kekurangan konsep yang jelas dalam dunia pendidikan Indonesia untuk menghadapi arus globalisasi ini. Penelitian ini fokus pada pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang konsep pendidikan Islam yang mencerminkan neomodernisme, dengan upaya menjaga nilai-nilai tradisional sambil menyerap modernisasi barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka, yang juga dikenal sebagai penelitian kepustakaan yang Informasinya dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan, Penelitian ini termasuk dalam kategori "Deskriptif Analitis" pengumpulan data sesuai dengan fakta sebenarnya dan kemudian menyusun, mengolah, dan menganalisisnya untuk memberikan gambaran umum tentang isu-isu yang ada saat ini. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa konsep Pendidikan Islam neomodernis merupakan bagian pertama dari gagasan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang lima bagian yang harus dikembangkan dalam pendidikan Islam. Kedua, pendidikan Islam yang berlandaskan kebebasan. Ketiga, pendidikan Islam yang berlandaskan multikulturalisme. Keempat, pendidikan Islam untuk semua. Kelima, pendidikan Islam yang humanis.
UPAYA TINDAKAN PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS MELALUI TOKOH MASYARAKAT DI KECAMATAN PURWOREJO KOTA PASURUAN Mahbubil Ichwan, Muhammad; Afifah Husain, Ifat; Hadi, Samsul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5311

Abstract

ABSTRACT This article examines the efforts made to prevent free association among teenagers in Purworejo Subdistrict, Pasuruan City. Free association refers to social interactions that disregard established norms and often involve irresponsible sexual behavior, drug abuse, and other detrimental activities. Recent data indicate an alarming increase in cases related to teenage pregnancies and substance abuse in this area. This study employs a qualitative descriptive approach to explore the causes and preventive actions against free association in the community. The findings reveal several factors contributing to the phenomenon, including lack of family supervision, weak social control, the influence of social media, economic pressures, and insufficient moral and religious education. In response, preventive measures include strengthening family communication, early education on moral and religious values, sexual education, counseling in schools, and active community involvement through regular awareness programs and youth empowerment initiatives. The research highlights the importance of cross-sector collaboration, involving local government, educational institutions, religious leaders, and the community, to enhance the effectiveness of prevention programs. The study concludes that a comprehensive, multi-faceted approach is essential for reducing free association among teenagers in the Purworejo Subdistrict. ABSTRAK Artikel ini membahas upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah pergaulan bebas di kalangan remaja di Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Pergaulan bebas merujuk pada interaksi sosial yang tidak mengindahkan norma yang berlaku dan sering kali melibatkan perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab, penyalahgunaan narkoba, serta aktivitas merugikan lainnya. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan kasus terkait kehamilan remaja dan penyalahgunaan zat di wilayah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali faktor penyebab dan upaya pencegahan pergaulan bebas di masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini, antara lain kurangnya pengawasan keluarga, lemahnya kontrol sosial, pengaruh media sosial, tekanan ekonomi, serta rendahnya pendidikan moral dan agama. Sebagai upaya pencegahan, langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi penguatan komunikasi keluarga, pendidikan moral dan agama sejak dini, edukasi seksualitas, konseling di sekolah, serta keterlibatan aktif masyarakat melalui program penyuluhan dan pemberdayaan remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, yang melibatkan pemerintah setempat, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat, untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang komprehensif dan multi-dimensi sangat penting untuk mengurangi pergaulan bebas di kalangan remaja di Kecamatan Purworejo.
PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DENGAN REGULASI EMOSI GEN Z Banun, Jihan Soraya; Aurora, Amelia; Larasati, Ajeng Meilyana; Manurung, Irene Hilary; Hastuti, Rahmah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5321

Abstract

This study aims to examine the influence of father involvement on emotion regulation abilities in Generation Z individuals who live in Jakarta. Generation Z, which is developing in the digital era with complex social and emotional challenges, requires an active role of the family, especially the father figure in the formation of adaptive emotion regulation strategies. This study used a non-experimental quantitative approach with correlational methods. The sample consisted of 140 individuals aged 17 to 25 years, selected using a combination of criterion sampling, convenience sampling, and snowball sampling techniques. The instruments used included the Father Involvement Scale (FIS) and the Indonesian version of the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), which have been tested for validity and reliability. Simple regression analysis showed that father involvement has a significant effect on emotion regulation in Generation Z, with a contribution of 63.9%. This result confirms that the higher the father's involvement, the better the child's emotion regulation ability. This finding reinforces previous literature on the importance of fathers' role in parenting and children's psychological development in the modern era. This study recommends the need for educational programmes and interventions that involve fathers in parenting, as well as policies that support the balance of fathers' roles in the family to improve the psychological well-being of young people. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keterlibatan ayah terhadap kemampuan regulasi emosi pada individu Generasi Z yang berdomisili di Jakarta. Generasi Z, yang berkembang dalam era digital dengan tantangan sosial dan emosional yang kompleks, memerlukan peran aktif keluarga terutama figur ayah dalam pembentukan strategi regulasi emosi yang adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan metode korelasional. Sampel terdiri dari 140 individu berusia 17 hingga 25 tahun, dipilih menggunakan kombinasi teknik criterion sampling, convenience sampling, dan snowball sampling. Instrumen yang digunakan mencakup Father Involvement Scale (FIS) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) versi Bahasa Indonesia yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwasanya keterlibatan ayah berpengaruh signifikan terhadap regulasi emosi pada Generasi Z, dengan kontribusi sebesar 63,9%. Hasil ini menegaskan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin baik kemampuan regulasi emosi anak. Temuan ini memperkuat literatur sebelumnya mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan perkembangan psikologis anak di era modern. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program edukasi dan intervensi yang melibatkan ayah dalam pengasuhan, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan peran ayah dalam keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi muda.
STUDI PERBANDINGAN DAMPAK PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP RESILIENSI SISWA MADRASAH ALIYAH Caturulandari, Caturulandari; Kur’ani, Nur; Ramadhan, Riszky
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5403

Abstract

This study aims to examine the comparative influence of parental education level on student resilience at Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak and Madrasah Aliyah Mempawah. The background of this study departs from the importance of parental education as an external factor that influences adolescents' mental resilience, especially in dealing with academic and social pressures at the end of secondary education. The study used a quantitative approach with cluster random sampling method, involving 72 XII grade students from both madrasahs. Data were collected through a Likert scale measuring parents' education level and students' resilience, with the validity of the instrument having been checked by experts and the reliability of the scale amounting to 0.802. The results of descriptive analysis showed that most of the respondents' parents had a high school education, and the average score of students' resilience was quite high (mean = 83.94). Data normality and homogeneity tests showed that the data met the requirements for further statistical analysis. Hypothesis testing using Chi-Square gave a significance value of 0.046, which indicated a significant difference in the level of student resilience based on parental education. This finding confirms that parental education has a significant influence on students' mental resilience, where students with higher educated parents tend to have better resilience. This study provides empirical evidence of the important role of family support, especially parental education, in shaping the character and resilience of adolescents in the madrasah aliyah environment, and can be the basis for developing character education programs and social interventions in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap resiliensi siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak dan Madrasah Aliyah Mempawah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan orang tua sebagai faktor eksternal yang memengaruhi ketahanan mental remaja, terutama dalam menghadapi tekanan akademik dan sosial di masa akhir pendidikan menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cluster random sampling, melibatkan 72 siswa kelas XII dari kedua madrasah tersebut. Data dikumpulkan melalui skala Likert yang mengukur tingkat pendidikan orang tua dan resiliensi siswa, dengan validitas instrumen telah diperiksa oleh ahli dan reliabilitas skala sebesar 0,802. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua responden memiliki pendidikan setingkat SMA/SMK, dan rata-rata skor resiliensi siswa tergolong cukup tinggi (mean = 83,94). Uji normalitas dan homogenitas data menunjukkan bahwa data memenuhi persyaratan untuk analisis statistik lanjutan. Pengujian hipotesis menggunakan Chi-Square memberikan nilai signifikansi 0,046, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat resiliensi siswa berdasarkan pendidikan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan mental siswa, dimana siswa dengan orang tua yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki resiliensi yang lebih baik. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai pentingnya peran dukungan keluarga, khususnya pendidikan orang tua, dalam membentuk karakter dan ketangguhan remaja di lingkungan madrasah aliyah, serta dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pendidikan karakter dan intervensi sosial di sekolah
KRISIS PERAN SOSIAL: PENGANGGURAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS DALAM STRUKTUR MASYARAKAT MODERN Koli, Yulenni Bandora; Kamaruddin, Syamsu A; Awaru, A. Octamaya Tenri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5404

Abstract

This study discusses the crisis of social roles experienced by individuals in modern society due to poverty and unemployment, as well as the psychological impact it causes. In an increasingly competitive and consumptive social context, individuals are required to carry out social roles actively, especially as part of the economic system. When this role fails due to job loss or lack of access to decent work, social dysfunction occurs that impacts an individual's identity, self-esteem, and mental health. Through a qualitative approach with the literature study method, this study found that poverty is not only an economic problem, but also a manifestation of a broader social role crisis. This phenomenon triggers psychological disorders such as stress, anxiety, and depression, which cannot be separated from structural changes in modern society. This article emphasizes the importance of a multidisciplinary and collaborative approach in addressing the crisis of social roles, including the role of states, communities, and social institutions to create systems that are more inclusive and adaptive to changing times. ABSTRAKPenelitian ini membahas krisis peran sosial yang dialami individu dalam masyarakat modern akibat kemiskinan dan pengangguran, serta dampak psikologis yang ditimbulkannya. Dalam konteks sosial yang semakin kompetitif dan konsumtif, individu dituntut untuk menjalankan peran sosial secara aktif, terutama sebagai bagian dari sistem ekonomi. Ketika peran ini gagal dijalankan akibat kehilangan pekerjaan atau tidak adanya akses terhadap pekerjaan yang layak terjadi disfungsi sosial yang berdampak pada identitas, harga diri, dan kesehatan mental individu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa kemiskinan tidak hanya merupakan persoalan ekonomi, tetapi juga merupakan manifestasi dari krisis peran sosial yang lebih luas. Fenomena ini memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi, yang tidak bisa dipisahkan dari perubahan struktural dalam masyarakat modern. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dan kolaboratif dalam mengatasi krisis peran sosial, termasuk peran negara, komunitas, dan institusi sosial untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
INTERPRETASI SKOR NORMA PARASOCIAL RELATIONSHIP IN SOCIAL MEDIA SURVEY (PRISM SURVEY) DALAM BAHASA INDONESIA Hamdoyo, Bryan; Firliansyah Maliki, Muhammad; Manuel Setia, Rio; Markus Idulfilastri, Rita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5595

Abstract

In the digital era, the relationship between fans and figures on social media has become easier to interact with. Although fans only know in cyberspace through social media with their figures, in reality, the emotional involvement of fans can lead to negative interactions. This condition can be detected through the Parasocial Relationship in Social Media Survey (PRISM Survey) measuring instrument with 4 dimensions, namely attraction, knowledge, identification, and interaction.. Parasocial relationships are defined as the relationship between fans and figures on social media. After a search of the PRISM Survey measuring instrument, it was found that there was no norm score, making it difficult for practical use. For this reason, the research objective was to develop and interpret norm scores for the PRISM Survey in Indonesian. The research sample was 209 people, aged 18 to 24 years, and 80% female. The data processing method used the z score, transformed into a T score with a mean of 50 and SD=10, and used percentile tertiles for 3 categories of low, medium, and high. The results showed that the low category (only paying attention to figures on social media) at raw scores of 22 to 68 was converted into norm scores of 14 to 46; the medium category (paying more attention to figures) at raw scores of 69 to 77 was converted into norm scores of 47 to 53; and the high category (very emotionally involved with figures) at raw scores of 78 to 110 was converted into norm scores of 54 to 76. Thus, the PRISM Survey norm scores can be used for ages 18 to 24, especially in females. ABSTRAK Di era digital hubungan antara penggemar dan tokoh figur di media sosial menjadi semakin mudah berinteraksi. Walaupun penggemar hanya kenal di dunia maya melalui media sosial dengan tokoh figurnya, namun kenyataannya keterlibatan emosional penggemar dapat mengarah pada interaksi negatif. Kondisi ini dapat dideteksi melalui alat ukur Parasocial Relationship in Social Media Survey (PRISM Survey) dengan 4 dimensi yaitu ketertarikan, pengetahuan, identifikasi dan interaksi. Hubungan parasosial (parasocial relationship) didefinisikan hubungan penggemar dengan tokoh figur di media sosial. Setelah dilakukan penelusuran terhadap alat ukur PRISM Survey ternyata belum ditemukan skor norma sehingga menyulitkan penggunaan praktis. Atas alasan ini, tujuan penelitian menyusun dan interpretasi skor norma PRISM Survey berbahasa Indonesia. Sampel penelitian dengan jumlah 209 orang, berusia 18 sampai dengan 24 tahun, dan 80% jenis kelamin perempuan. Metode pengolahan data menggunakan z score, ditransformasi menjadi T score dengan mean 50 dan SD=10 dan menggunakan persentil tertil untuk 3 kategori rendah, sedang dan tinggi. Hasil penelitian memperlihatkan kategori rendah (hanya memperhatikan tokoh figur di media sosial) pada skor mentah 22 sampai dengan 68 dikonversi menjadi skor norma 14 sampai dengan 46; kategori sedang (lebih memperhatikan dengan tokoh figur) pada skor mentah 69 sampai dengan 77 dikonversi menjadi skor norma 47 sampai dengan 53; dan kategori tinggi (sangat terlibat secara emosional terhadap tokoh figur) pada skor mentah 78 sampai dengan 110 dikonversi menjadi skor norma 54 sampai dengan 76. Dengan demikian, skor norma PRISM Survey dapat dipakai untuk usia 18 sd 24 than, khususnya pada perempuan.
PENGARUH PENYESUAIAN DIRI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNJANI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH : - Mediasari, Dita; Ayu Nyoman Ratu Ningrum, Iga; Amanda Metra, Litra
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5599

Abstract

Adjusting to the new learning environment during the COVID-19 pandemic has been a substantial challenge for student, especially on their levels of academic stress, a concern that remains relevant even in the post-pandemic era. This research investigates the influence of self-adjustment on academic stress among students participating in distance learning at the Faculty of Psychology, Universitas Jenderal Achmad Yani. Employing a non-experimental quantitative approach with a causal design, the study involved 80 students selected through accidental sampling who completed online questionnaires, including a self-adjustment scale based on Hurlock's theory (?=0,873, item validity 0,3 – 0,54) and the Perceived Stress Scale (PSS-10) developed by Cohen (?=0,741, item validity 0,35 - 0,82). Data were analyzed using simple linear regression after testing for normality and linearity assumptions. The results revealed a significant negative effect of self-adjustment on academic stress, with a significance value of p = 0.000 and a coefficient of determination R² = 0.269. This indicates that higher levels of self-adjustment are associated with lower levels of academic stress. The regression equation obtained was Y = 162.573 - 0.809X. Additional findings showed that senior students tend to have better self-adjustment. The study concludes that self-adjustment acts as a protective factor against academic stress in distance learning settings. These findings underscore the importance of strengthening psychological adaptation programs and student coping strategies in the digital and hybrid learning era. This research contributes to the development of higher education policies and psychological support services tailored to student needs. ABSTRAK Transformasi pembelajaran akibat pandemi COVID-19 telah membawa tantangan signifikan terhadap penyesuaian diri dan tingkat stres akademik mahasiswa, yang tetap relevan meski pandemi telah usai. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana peran penyesuaian diri terhadap stres akademik mahasiswa dalam konteks pembelajaran jarak jauh di Fakultas Psikologi UNJANI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan kausal. Sampel terdiri dari 80 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dan mengisi kuesioner daring yang terdiri dari skala penyesuaian diri berdasarkan teori Hurlock dengan hasil uji alat ukur ?=0,873, validitas item rentang 0.3 – 0,54 serta Perceived Stress Scale (PSS-10) dari Cohen dengan nilai ? = 0,741, validitas item 0,35-0,82. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana setelah melalui pengujian asumsi normalitas dan linearitas. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan dari penyesuaian diri terhadap stres akademik, nilai signifikansi p = 0,000 dan koefisien determinasi R² = 0,269. Semakin tinggi penyesuaian diri, semakin rendah tingkat stres akademik mahasiswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 162,573 - 0,809X. Temuan tambahan menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan lebih tua memiliki penyesuaian diri yang lebih baik. Simpulan utama dari penelitian ini adalah penyesuaian diri berperan sebagai faktor protektif terhadap stres akademik mahasiswa dalam pembelajaran daring. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya penguatan program adaptasi psikologis dan strategi coping mahasiswa di era pembelajaran digital dan hybrid. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan akademik dan layanan pendampingan psikologis berbasis kebutuhan mahasiswa.
EFEKTIVITAS EMOTION FOCUS COPING DALAM MENGURANGI DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES PADA NARAPIDANA MINIM KUNJUNGAN Vidyananda, Mudita; Regina Halim, Angelina; Clarissa Syamkemal, Earline; Basaria, Debora
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5649

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Emotion-Focused Coping (EFC) techniques through meditation in reducing levels of depression, anxiety, and stress among inmates who rarely receive visits. The research was conducted on 20 inmates at the Jakarta Narcotics Prison who had the highest scores on the DASS-21 pre-test. The intervention, in the form of a meditation program, was conducted over six sessions within two weeks. The instrument used was the DASS-21, and the data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant difference between the pre-test score of 56.60 and the post-test score of 33.60 (p = 0.000), with an average decrease of 23 points. This demonstrates that meditation as a form of Emotion-Focused Coping is effective in reducing negative psychological symptoms in inmates. These findings suggest the importance of emotion-based psychological interventions in correctional settings to improve the mental health of inmates experiencing social isolation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik Emotion Focus Coping (EFC) melalui meditasi dalam menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada narapidana yang jarang mendapat kunjungan. Penelitian dilakukan terhadap 20 warga binaan Lapas Narkotika Jakarta yang memiliki skor tertinggi pada pre-test DASS-21. Intervensi berupa program meditasi dilakukan selama enam sesi dalam dua minggu. Instrumen yang digunakan adalah DASS-21 dan data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test  56,60 dan post-test 33,60 (p = 0,000), dengan rata-rata penurunan sebesar 23 poin . Hal ini membuktikan bahwa meditasi sebagai bentuk Emotion Focus Coping efektif dalam mengurangi gejala psikologis negatif pada narapidana. Temuan ini menyarankan pentingnya intervensi psikologis berbasis emosi dalam lingkungan pemasyarakatan untuk meningkatkan kesehatan mental narapidana yang mengalami isolasi sosial.