cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 58 Documents clear
SINDROM AMNESTIK ORGANIK PADA ANAK DENGAN EPILEPSI Tulus, Angelina; Ayu Trisna Windiani, I Gusti; Agung Ngurah Sugitha Adnyana, I Gusti; Ayu Indah Ardani, I Gusti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6708

Abstract

Epilepsy is a chronic neurological disorder that can affect physical, cognitive, psychological, and social aspects in children. One of the prominent impacts is memory impairment, which in severe cases may develop into organic amnestic syndrome, particularly when accompanied by structural abnormalities such as hippocampal sclerosis. This article aims to report a case of organic amnestic syndrome in an adolescent with epilepsy and bilateral mesial temporal sclerosis, and to emphasize the importance of early detection and multidisciplinary management. The patient was a 15-year-old female adolescent with a history of generalized tonic-clonic epilepsy for the past two years and persistent memory complaints for six months. Cognitive assessment using the Indonesian version of the MoCA (MoCA-INA) showed a score of 19/30, and emotional evaluation using the CDI yielded a score of 19. Brain MRI revealed bilateral hippocampal atrophy, while EEG showed bilateral temporal epileptiform activity. The diagnosis was established based on clinical, neuropsychological, and radiological findings. The patient received combination therapy consisting of fluoxetine 10 mg/day, carbamazepine 300 mg twice daily, and supportive psychotherapy. The findings revealed a close association between epilepsy, hippocampal damage, memory impairment, and depressive symptoms. This case highlights the importance of structured memory screening and multidisciplinary intervention to minimize the cognitive and psychosocial impact of epilepsy in children and adolescents. ABSTRAK Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang dapat berdampak pada aspek fisik, kognitif, psikologis, dan sosial anak. Salah satu dampak yang menonjol adalah gangguan memori, yang pada kasus berat dapat berkembang menjadi sindrom amnestik organik, khususnya jika disertai kelainan struktural seperti sklerosis hipokampus. Artikel ini bertujuan melaporkan kasus sindrom amnestik organik pada remaja dengan epilepsi dan sklerosis mesial temporal bilateral, serta menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen multidisipliner. Pasien adalah remaja perempuan usia 15 tahun dengan riwayat epilepsi tonik-klonik umum sejak dua tahun terakhir dan keluhan gangguan memori menetap selama enam bulan. Pemeriksaan kognitif menggunakan MoCA-INA menunjukkan skor 19/30, dan penilaian emosional menggunakan CDI menghasilkan skor 19. MRI otak menunjukkan atrofi hipokampus bilateral, sementara EEG memperlihatkan aktivitas epileptiform di area temporal bilateral Diagnosis ditegakkan berdasarkan data klinis, neuropsikologis, dan radiologis. Pasien menerima terapi kombinasi berupa fluoxetine 10 mg/hari, carbamazepine 300 mg dua kali sehari, serta psikoterapi suportif. Temuan menunjukkan adanya hubungan erat antara epilepsi, kerusakan hipokampus, gangguan memori, dan gejala depresi. Kasus ini menggarisbawahi pentingnya skrining memori terstruktur dan intervensi multidisipliner untuk meminimalkan dampak kognitif dan psikososial epilepsi pada anak dan remaja.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP STRES KERJA DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA KARANG INTAN Handika, Handika; Ariani, Lita; Listin Quarta, Dicky
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6798

Abstract

The severe overcrowding at the Class IIA Karang Intan Narcotics Prison has resulted in a substantial increase in the workload of correctional officers. This study aims to analyze the effect of workload on job stress among officers using a quantitative correlational approach. A total of 46 officers were selected through purposive sampling. The instruments employed include the Health & Safety Executive-Work Related Stress Scale (HSE-WRSS) and the Role Overload Scale (ROS). Simple linear regression analysis using JASP revealed that workload significantly affects job stress (R² = 0.146; F(1,44) = 7.51; p < 0.05), contributing 14.6% to stress variation. These findings indicate a direct positive correlation between increasing workload and heightened job stress. Theoretically, this study supports the validity of the Health & Safety Executive (HSE) model of job stress within the context of correctional institutions in Indonesia. Practically, the findings provide a foundation for the development of more adaptive human resource management policies, including effective workload regulation and the provision of psychological support programs for correctional officers. ABSTRAK Tingginya tingkat overkapasitas di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berdampak pada meningkatnya beban kerja petugas pengamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap stres kerja pada petugas, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sebanyak 46 petugas dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Health & Safety Executive-Work Related Stress Scale (HSE-WRSS) dan Role Overload Scale (ROS). Hasil analisis regresi linear sederhana menggunakan JASP menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh secara signifikan terhadap stres kerja (R² = 0,146; F(1,44) = 7,51; p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 14,6%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja berbanding lurus dengan peningkatan tingkat stres kerja. Secara teoretis, penelitian ini mendukung validitas model stres kerja Health & Safety Executive (HSE) dalam konteks lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Secara praktis, hasil studi ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih adaptif, termasuk pengaturan beban kerja dan penyediaan dukungan psikologis bagi petugas lapas.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI PERKEMBANGAN ANAK 4–6 TAHUN: TINJAUAN SISTEMATIS Amalia, Novi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5804

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in supporting holistic cognitive, language, and socio - emotional development. The Merdeka Curriculum is a recent approach that emphasizes project-based learning, child-centered pedagogy, and the reinforcement of the Pancasila Student Profile. This study aims to identify the contribution of the Merdeka Curriculum implementation to the development of children aged 4 - 6 through a systematic review of 20 verified scholarly articles published between 2021 and 2025. Findings reveal that 85% of studies reported improvements in critical thinking and communication, 70% showed enhanced emotional regulation and social interaction, and language development was strengthened through increased vocabulary and speaking skills. Key supporting factors include teacher competency, parental involvement, and infrastructure readiness. Challenges include limited digital literacy among teachers and inadequate facilities. These findings offer implications for early childhood education policies, particularly in context-based teacher training, technology access, and collaborative school-family models. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan social - emosional secara holistik. Kurikulum Merdeka hadir sebagai pendekatan baru yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, berpusat pada anak, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap perkembangan anak usia 4 - 6 tahun melalui tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah terverifikasi terbitan 2021 - 2025. Hasil menunjukkan bahwa 85% studi melaporkan peningkatan berpikir kritis dan komunikasi, 70% menunjukkan perbaikan regulasi emosi dan interaksi sosial, serta penguatan aspek bahasa melalui peningkatan kosakata dan keterampilan berbicara. Faktor pendukung utama mencakup kompetensi guru, keterlibatan orang tua, dan kesiapan infrastruktur. Sementara itu, tantangan meliputi rendahnya literasi digital guru dan keterbatasan sarana. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan PAUD, terutama dalam pelatihan guru berbasis konteks, akses teknologi, dan model kolaboratif sekolah-keluarga.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN COLLABORATIVE WORKING PADA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO Maheswara, Rajendra Dwi; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5850

Abstract

Collaborative working skills have become a major factor in organizational success in an increasingly complex and dynamic world of work. Organizational commitment also plays a role in supporting the success of collaborative working. This study is intended to reveal the relationship between organizational commitment and collaborative working in Sidoarjo Regency Regional Secretariat employees. A quantitative approach with a correlational design was used in this study to determine the relationship between organizational commitment and collaborative working. The sampling method applied in this research is saturated sample. The number of subjects used, namely 120 people. The normality test conducted, namely Kolmogorov-Smirnov. It is known that the significance value is 0.200 in the collaborative working and organizational commitment variables. This shows that both variables have a significance value of more than 0.05 (p>0.05), so it can be interpreted that the two variables are normally distributed. The data analysis technique used, namely Pearson product moment correlation. The organizational commitment variable and collaborative working obtained a correlation value (r) of 0.556 (r = 0.556). This value indicates that the relationship between organizational commitment and collaborative working lies at a moderate and positive level. ABSTRAKKemampuan collaborative working telah menjadi faktor utama keberhasilan organisasi di dunia pekerjaan yang semakin kompleks dan dinamis. Komitmen organisasi turut berperan dalam mendukung keberhasilan collaborative working. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap adanya hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working pada pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working. Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Jumlah subjek yang digunakan, yaitu 120 orang. Uji normalitas yang dilakukan, yaitu Kolmogorov-Smirnov. Diketahui bahwa nilai signifikansi sebanyak 0,200 pada variabel collaborative working dan komitmen organisasi. Hal ini menunjukan bahwa kedua variabel memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p>0,05) maka dapat diartikan bahwa kedua variabel tersebut terdistribusi secara normal. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu korelasi pearson product moment. Variabel komitmen organisasi dan collaborative working diperoleh besaran korelasi (r) sebanyak 0,556 (r=0,556). Nilai tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working terletak pada tingkat sedang dan positif.
HUBUNGAN ANTARA ELECTRONIC WORD OF MOUTH DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK X PADA KONSUMEN Ibrizah, Nur; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5851

Abstract

The rapid growth of the cosmetics industry in Indonesia along with the increasing public awareness of self-care has triggered high competition between local brands. In determining purchasing decisions, electronic word of mouth on social media is a trusted source of information and has a major influence on consumer preferences in choosing products. This study aims to determine and prove the relationship between electronic word of mouth and purchasing decisions for product X in consumers. This study uses a quantitative approach with an accidental sampling technique for 354 respondents who are consumers of product X. The instrument used is a questionnaire compiled based on the electronic word of mouth scale and the purchasing decision scale. Data analysis was carried out using the Spearman's Rho correlation test using the SPSS 26 for Windows program. The results of the study showed a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.646, indicating a significant, strong, and positive relationship between electronic word of mouth and purchasing decisions. This finding indicates that the higher the electronic word of mouth received by consumers, the greater the tendency of consumers when deciding to purchase product X. ABSTRAKPesatnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri telah memicu tingginya persaingan antar merek lokal. Dalam menentukan keputusan pembelian, electronic word of mouth di media sosial menjadi sumber informasi yang dipercaya dan memiliki pengaruh besar terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan adanya hubungan antara electronic word of mouth dengan keputusan pembelian produk X pada konsumen. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik accidental sampling terhadap 354 responden yang merupakan konsumen produk X. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disusun dengan mengacu pada skala electronic word of mouth serta skala keputusan pembelian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dengan memanfaatkan program SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,646 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara electronic word of mouth dengan keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi semakin tinggi electronic word of mouth yang diterima oleh konsumen, maka semakin besar juga kecenderungan konsumen saat memutuskan pembelian terhadap produk X.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA PADA KARYAWAN DI INSTANSI X Setiawan, Ryska Wahyu; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5852

Abstract

Currently, many agencies or companies pay less attention to the balance between work life and personal life for their employees. This can be seen from several rules that have been set and the workload that must be faced by employees. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and work life balance for employees at Agency X. This study uses a quantitative research type with a saturated sampling method on a sample of 90 employees. Data collection was carried out using a questionnaire with workload scale instruments and work life balance scales. Data analysis used Pearson product moment correlation through SPSS software. The results in this study were obtained for a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient value of -0.867. This value indicates that the workload variable and work life balance have a very strong but not unidirectional relationship. The higher the workload faced by employees at agency X, the lower the work life balance owned by employees, and vice versa. The implications in this study are expected to provide opportunities for employees to be able to improve their competencies. ABSTRAKSaat ini banyak instansi atau perusahaan yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi pada karyawannya. Hal ini terlihat dari beberapa kebijakan yang telah diterapkan dan beban kerja yang dihadapi oleh karyawannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja pada karyawan di Instansi X. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode sampling jenuh pada sampel sebanyak 90 karyawan. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan instrumen skala beban kerja dan skala keseimbangan kehidupan kerja. Analisis data menggunakan korelasi pearson product moment melalui software SPSS. Hasil dalam penelitian ini diperoleh untuk nilai signifikansi senilai 0,000 (p<0.05) dan nilai koefisien korelasi senilai -0,867. Nilai tersebut menunjukkan bahwa antara variabel beban kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja memiliki hubungan yang sangat kuat namun tidak searah. Semakin tinggi beban kerja yang dihadapi karyawan di instansi X maka keseimbangan kehidupan kerja yang dimiliki oleh karyawan semakin rendah, begitupun sebaliknya. Implikasi dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki.
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DENGAN SUSTAINABLE EMPLOYABILITY PADA PEGAWAI PT X Denta Fitria, Shafira; Santi Budiani , Meita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5907

Abstract

This study aims to determine the relationship between job crafting and sustainable employability in organic employees of PT. X. The background of the research is based on the changing dynamics of the world of work, demanding employees to be able to adapt and survive in the long term in the company. Job crafting as a form of proactive employee behavior in modifying their work is thought to play an important role in increasing sustainable employability. This study used a quantitative approach with correlational techniques. The research subjects totaled 140 PT. X organic employees, who were selected using saturated sampling technique. Data were collected using job crafting and sustainable employability scale questionnaires that had gone through validity and reliability tests. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation test through SPSS version 27.0.0 for Mac. The results showed that there is a very strong positive relationship between job crafting and sustainable employability with a correlation coefficient of 0.813 and a significance of 0.000 (p < 0.05). This finding suggests that the higher the ability of employees to customize and modify their jobs, the higher their ability to survive, adapt, and thrive in a dynamic work environment. This study provides practical implications for organizations in encouraging job crafting as a strategy to maintain employee continuity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dengan sustainable employability pada pegawai organik PT. X . Latar belakang penelitian didasari oleh dinamika dunia kerja yang terus berubah, menuntut pegawai untuk mampu beradaptasi dan bertahan dalam jangka panjang di perusahaan. Job crafting sebagai bentuk perilaku proaktif karyawan dalam memodifikasi pekerjaannya diperkirakan berperan penting dalam meningkatkan sustainable employability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Subjek penelitian berjumlah 140 pegawai organik PT. X, yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala job crafting dan sustainable employability yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui SPSS versi 27.0.0 for Mac. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara job crafting dan sustainable employability dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,813 dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan pegawai dalam menyesuaikan dan memodifikasi pekerjaan mereka, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang dalam lingkungan kerja yang dinamis. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam mendorong job crafting sebagai strategi untuk mempertahankan keberlanjutan pegawai.
HUBUNGAN ANTARA CELEBRITY WORSHIP DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA KOMUNITAS FANS JKT48 MARSHAOSHI Syuhada, Dva Alqil; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5992

Abstract

The advancement of technology and information has driven the emergence of consumptive behavior in society, including among fans of the idol group JKT48. One of the factors that may influence such behavior is celebrity worship, which refers to an individual's emotional attachment to a celebrity. The MarshaOshi community, as part of the JKT48 fanbase, shows strong indications of high consumptive behavior. This study aims to examine the relationship between celebrity worship and consumptive behavior within the MarshaOshi community. A quantitative correlational approach was employed with a convenience sampling technique. The sample consisted of 116 members of the MarshaOshi community, selected based on their active involvement with Marsha JKT48. The research instrument used a four-point Likert scale developed based on the aspects of celebrity worship. Data were analyzed using Spearman correlation with the assistance of SPSS 27.0. The results revealed a positive and significant relationship between celebrity worship and consumptive behavior (r = 0,938 ; p = 0,00). The higher the level of celebrity worship, the greater the tendency toward consumptive behavior. These findings are expected to serve as a foundation for educating fans to support their idols wisely without placing a burden on their personal finances. ABSTRAKPerkembangan teknologi dan informasi mendorong munculnya perilaku konsumtif dalam masyarakat, termasuk di kalangan penggemar idol grup JKT48. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif tersebut adalah celebrity worship, yakni keterikatan emosional individu terhadap selebriti. Komunitas MarshaOshi sebagai bagian dari fans JKT48 menunjukkan gejala perilaku konsumtif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif pada komunitas MarshaOshi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri dari 116 anggota komunitas MarshaOshi, yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif terhadap Marsha JKT48. Instrumen penelitian berupa skala likert empat poin yang disusun berdasarkan aspek celebrity worship. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan perilaku konsumtif (r = 0,938 ; p = 0,00). Semakin tinggi tingkat celebrity worship, semakin tinggi pula kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi penggemar agar mendukung idolanya secara bijak tanpa membebani finansial pribadi.
PERAN POLA ASUH BERBASIS KEARIFAN LOKAL "RUMASA" DALAM MEMBENTUK RESILIENSI PADA REMAJA DI KOMUNITAS PEDESAAN SUNDA BANTEN Zidni Assalam, Mohamad; Septarinjani, Hernindya; Rahman Hidayat, Raihan; Windi Oktara, Tri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6068

Abstract

Adolescent development in the modern era faces complex challenges due to the friction between local cultural values and the currents of globalization. Amidst these challenges, local wisdom has the potential to be an essential foundation for mental health. This study focuses on "Rumasa," a noble value in Sundanese culture that emphasizes self-awareness, empathy, and humility.This study aims to explore and describe in-depth the role and manifestation of "Rumasa"-based parenting in the process of resilience formation among adolescents in a Sundanese rural community. This research employed a qualitative approach with an ethnographic case study design. The participants consisted of five Sundanese families (parents and adolescents aged 15–18) who were purposively selected from an agrarian village in Tasikmalaya Regency, West Java. Data were collected through in-depth interviews, participant observation over a three-month period, and analysis of related cultural documents. Data analysis was conducted using a thematic approach, which includes six stages: data familiarization, initial coding, theme searching, theme reviewing, theme naming, and reporting.The findings identified three main practices of "Rumasa" parenting: (1) ngajénan (teaching respect for oneself and others), (2) teu adigung (educating not to be arrogant and to be aware of one's limitations), and (3) ngaragap rasa (training sensitivity and empathy toward the feelings of others). These practices directly contribute to the development of adolescent resilience pillars such as emotional regulation, social competence, and realistic optimism. "Rumasa" functions as vital cultural capital in Sundanese parenting. This value is not only taught verbally but also internalized through daily practices, equipping adolescents with resilience to face life's challenges. This research affirms the importance of integrating local wisdom into developmental psychology studies in Indonesia. ABSTRAK Perkembangan remaja di era modern menghadapi tantangan yang kompleks akibat adanya gesekan antara nilai-nilai budaya lokal dengan arus globalisasi. Di tengah tantangan tersebut, kearifan lokal berpotensi menjadi landasan penting bagi kesehatan mental. Penelitian ini berfokus pada "Rumasa", sebuah nilai luhur dalam budaya Sunda yang menekankan kesadaran diri, empati, dan kerendahan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam peran dan manifestasi pola asuh berbasis "Rumasa" dalam proses pembentukan resiliensi pada remaja di masyarakat pedesaan Sunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografi. Partisipan terdiri dari lima keluarga Sunda (orang tua dan remaja berusia 15-18 tahun) yang dipilih secara purposive dari sebuah desa agraris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan selama tiga bulan, dan analisis dokumen budaya terkait. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik, yang mencakup enam tahap: familiarisasi data, pembuatan kode awal, pencarian tema, peninjauan tema, penamaan tema, dan pelaporan. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga praktik utama pola asuh "Rumasa": (1) ngajénan (mengajarkan rasa hormat kepada diri sendiri dan orang lain), (2) teu adigung (mendidik untuk tidak sombong dan menyadari keterbatasan diri), dan (3) ngaragap rasa (melatih kepekaan dan empati terhadap perasaan orang lain). Praktik-praktik ini secara langsung berkontribusi pada pengembangan pilar-pilar ketahanan remaja, seperti regulasi emosi, kompetensi sosial, dan optimisme yang realistis. "Rumasa" berfungsi sebagai modal budaya yang vital dalam pola asuh orang Sunda. Nilai ini tidak hanya diajarkan secara lisan tetapi juga diinternalisasi melalui praktik sehari-hari, membekali remaja dengan ketahanan untuk menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam studi psikologi perkembangan di Indonesia.
MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING Indrawati, Mulyani; Rasido, Ikhlas; Puswiartika, Dhevy; Hasan, Hasan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6069

Abstract

This research investigates the effectiveness of psychoeducational intervention in enhancing mental health literacy among first-year students in the Guidance and Counselling program. The research employed a quasi-experimental with pretest-post test a nonequivalent control group design, using two groups: an experimental group receiving psychoeducation and a control group receiving standard treatment (with 48 students in each group). Mental health literacy scale was assessed using a validated questionnaire administered as both a pretest and a posttest measure. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the experimental and control groups. The experimental group demonstrated substantial improvement, with mean scores increasing from 87.77 (pretest) to 114.13 (posttest), representing a gain of 26.36 points. In contrast, the control group showed minimal improvement, with scores rising from 87.40 to 95.00, a gain of only 7.60 points. These findings provide empirical evidence that psychoeducational intervention significantly enhances mental health literacy among first-year students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest Non equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 48 mahasiswa Instrumen yang digunakan adalah angket skala literasi kesehatan mental. Perlakuan menggunakan psikoedukasi pada kelompok eksperiman. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen meningkat dari 87.77 menjadi 114.13, sedangkan kelompok kontrol dari 87.40 menjadi 95,00. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru.