cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 50 Documents clear
RESILIENSI PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Hakim, Ihya Lutfil; Widjanarko, Mochamad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6950

Abstract

Sexual harassment is a worrying phenomenon that causes long-term psychological impacts on victims, such as profound trauma, depression, and social isolation. Therefore, this study focuses on uncovering and describing the resilience experienced by survivors of sexual harassment, with the aim of understanding their subjective experiences and identifying factors supporting recovery. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this study involved four female survivors as subjects. Data were collected through observation and in-depth interviews, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to explore the meaning of their experiences. The results found that the victims experienced significant psychological impacts in the form of decreased self-esteem and a tendency to self-isolate, but they demonstrated a conscious effort to recover from adversity. It was concluded that this resilience process is supported by two main factors: internal factors in the form of emotional regulation abilities to manage trauma, and external factors in the form of strong social support from family and friends. Resilience in survivors is a dynamic process formed from the synergy between an individual's internal strengths and a supportive social environment. ABSTRAK Pelecehan seksual merupakan fenomena mengkhawatirkan yang menyebabkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban, seperti trauma mendalam, depresi, dan isolasi sosial, sehingga memunculkan urgensi untuk memahami proses resiliensi mereka. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengungkap dan mendeskripsikan gambaran resiliensi yang dialami oleh para penyintas pelecehan seksual, dengan tujuan memahami pengalaman subjektif mereka dan mengidentifikasi faktor pendukung pemulihan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan empat orang perempuan penyintas sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa para korban mengalami dampak psikologis signifikan berupa penurunan harga diri dan kecenderungan isolasi diri, namun mereka menunjukkan adanya upaya sadar untuk bangkit dari keterpurukan. Disimpulkan bahwa proses resiliensi ini didukung oleh dua faktor utama: faktor internal berupa kemampuan regulasi emosi untuk mengelola trauma, dan faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari keluarga serta teman. Resiliensi pada penyintas merupakan sebuah proses dinamis yang terbentuk dari sinergi antara kekuatan internal individu dan lingkungan sosial yang suportif.
MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELL BEING : IMPLEMENTASI PROGRAM MINDFULNESS DI TEMPAT KERJA Hurriyati, Dwi; Prasetyo, Seto
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6952

Abstract

In the dynamics of the modern workplace, high work pressure and psychological stress can potentially lead to a decline in employees' subjective well-being (SWB). This study aims to evaluate the effectiveness of a mindfulness program in improving the SWB of employees in the Social Rehabilitation Division of the Social Service Office of Musi Banyuasin Regency. Mindfulness is an approach that helps employees reduce impulsive reactions that often worsen psychological conditions. Beyond alleviating mental burdens, mindfulness also enhances employee well-being and work productivity. This research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The subjects consisted of 11 employees from the Social Rehabilitation Division. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring subjective well-being, which was self-developed by the researcher and tested for validity and reliability using SPSS version 27.0.1. Initially, the SWB scale contained 54 items; after item analysis, 49 valid items were retained with a reliability coefficient (Cronbach’s Alpha) of 0.899, indicating strong internal consistency. SWB scores were measured before and after the mindfulness program to evaluate its effectiveness. The Paired Sample T-Test analysis showed a significance value of P = 0.002 (P < 0.05), indicating a significant improvement in SWB following the intervention. These findings offer a practical solution for enhancing employee well-being and managing occupational stress more effectively, thereby increasing motivation and productivity at work.ABSTRAKPada dinamika dunia kerja yang penuh dengan tekanan kerja yang tinggi dan stres psikologis dapat berpotensi dalam penurunan subjective well being pada pegawai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi efektivitas program mindfulness dalam meningkatkan subjective well being pada pegawai di bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin. Mindfulness adalah salah satu pendekatan yang dapat membantu pegawai dalam mengurangi reaksi impulsif yang sering kali memperburuk kondisi psikologis, tidak hanya mengatasi beban mental mindfulness juga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain one-group pretest- postest. Subject penelitian sebanyak 11 orang pegawai pada bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Muba. Data dikumpulkan dalam bentuk skala Likert melalui kuesioner subjective well being yang dibuat sendiri oleh peneliti yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS 27.0.1 dengan jumlah 54 item sebelum diuji coba dan setelah uji coba menjadi 49 item valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0.899, yang menandakan sudah layak untuk digunakan. Tingkat SWB pada pegawai diukur setelah dan sesudah diberikan program mindfulness untuk melihat seberapa efektif program ini dalam meningkatkan subjective well being pegawai. Analsis Uji Paired Sample T-Test menunjukkan hasil P (Sig) 0.002 (P < 0.05) yang dapat disimpulkan bahwa program mindfulness memiliki dampak signifikan dalam peningkatan SWB sebelum dan sesudah treatment pada pegawai bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Muba. Hasil dari penelitian ini memberikan solusi kepada pegawai bidang Rehabilitasi Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan serta dapat mengelola stress kerja menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan semangat kerja mereka.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN ISLAMI DENGAN PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH PADA ANAK USIA DINI Amalia Abdiah, Nor
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6739

Abstract

The development of akhlakul karimah (noble character) in early childhood is a fundamental pillar of character education. An Islamic environment comprising a religious atmosphere, teacher role models, and a culture of Islamic values is considered instrumental in the internalization of moral values in children. This study aims to examine the relationship between the Islamic environment and akhlakul karimah in early childhood, introducing a methodological novelty through the use of standardized psychometric instruments grounded in Islamic theory and the Indonesian Regulation Permendikbudristek No. 16 of 2022. Employing a quantitative correlational approach, the study involved 60 children aged 5–6 years from three early childhood education institutions (PAUD) in Hulu Sungai Selatan. Data were collected using two validated and reliable Likert scales: the Islamic Environment Scale and the Akhlakul Karimah Scale. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between the Islamic environment and akhlakul karimah (r = 0.611; p < 0.01). These findings highlight the importance of a structured Islamic environment in shaping children's character. The study offers practical contributions to strengthening Islamic value-based PAUD strategies through teacher training, religious cultural integration, and parental involvement. Further research is recommended using longitudinal designs and multi-perspective approaches. ABSTRAK Pembentukan akhlakul karimah sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pendidikan karakter. Lingkungan Islami yang meliputi suasana religius, keteladanan guru, dan budaya nilai Islami diperkirakan berperan penting dalam internalisasi nilai moral pada anak. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara lingkungan Islami dan akhlakul karimah pada anak usia dini dengan kebaruan metodologis berupa penggunaan instrumen psikometrik terstandar berdasarkan teori Islam dan Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 60 anak usia 5–6 tahun dari tiga PAUD di Hulu Sungai Selatan. Data diperoleh melalui dua skala Likert yang valid dan reliabel: Skala Lingkungan Islami dan Skala Akhlakul Karimah. Hasil analisis Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antara lingkungan Islami dan akhlakul karimah (r = 0,611; p < 0,01). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya desain lingkungan Islami yang sistematis dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan strategi PAUD berbasis nilai Islam melalui pelatihan guru, pembudayaan religius, dan pelibatan orang tua. Studi lanjutan disarankan dengan desain longitudinal dan pendekatan multi-perspektif.
KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI PILAR DALAM REDUKSI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH STUDI LITERATUR Almanhettam, Alexander Oktario; Sulastri, Augustina
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6905

Abstract

This study examines the role of emotional intelligence (EI) as a protective factor in reducing bullying behaviour among elementary school students through a systematic literature review. Ten articles were selected from 250 publications (2020–2025) based on specific inclusion and exclusion criteria. The analysis revealed a negative relationship between EI indicators such as emotional clarity, emotion regulation, and empathy and bullying behaviour as well as victimization risk. Approximately 80% of the studies stated that higher EI reduces bullying frequency, and 60% supported the effectiveness of Social Emotional Learning (SEL)-based interventions. Students with high EI are less likely to behave aggressively and more likely to defend victims. SEL programs incorporating reappraisal training, affective regulation, and empathy have proven effective in improving school social climate and reducing bullying incidents when implemented comprehensively and sustainably. The practical implication of these findings highlights the importance of integrating EI modules into the school curriculum, training teachers and parents, and developing school policies based on social-emotional learning to support systemic bullying prevention. ABSTRAK Penelitian ini meninjau peran kecerdasan emosional (KE) sebagai faktor pelindung dalam mengurangi perilaku bullying pada siswa sekolah dasar melalui tinjauan literatur sistematis. Kajian ini menyeleksi 10 artikel dari 250 publikasi (2020–2025) berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil analisis menunjukkan hubungan negatif antara indikator KE seperti kejelasan emosi, regulasi emosi, dan empati dengan perilaku bullying dan risiko menjadi korban. Sekitar 80% studi menyatakan bahwa peningkatan KE menurunkan frekuensi bullying, dan 60% mendukung efektivitas intervensi berbasis Social Emotional Learning (SEL). Siswa dengan KE tinggi lebih jarang berperilaku agresif dan cenderung membela korban. Program SEL yang mencakup latihan reappraisal, regulasi afektif, dan empati terbukti memperbaiki iklim sosial sekolah dan menurunkan insiden bullying jika diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi modul KE dalam kurikulum, pelatihan guru dan orang tua, serta penyusunan kebijakan sekolah berbasis pembelajaran sosial-emosional untuk mendukung pencegahan bullying secara sistemik.
STIMULASI MENGENAL ANGKA PADA ANAK USIA DINI DENGAN METODE BERMAIN baroroh, Ema Zati; Miftahulhadi, Salwa Amany; Nuraini, Nuraini
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7008

Abstract

Early childhood is a critical phase in children's cognitive development, making play-based learning an effective approach for introducing abstract concepts such as numbers. This study aims to evaluate the effect of educational play stimulation on number recognition skills in children aged 3–5 years at TK Z Pontianak. Using a one-shot case study experimental design, four children were selected through purposive sampling. The intervention was conducted over two days through five types of educational games, including number cards, sand play, fruit-tree games, concrete numbers, and dice. Data were collected using post-tests, worksheets, and non-participant observation. The results showed an increase in the average post-test score from 8.25 to 15.75, along with improved enthusiasm, focus, and social interaction during the learning process. These findings indicate that play-based methods enhance number recognition skills and support children's social-emotional development. The study recommends the continued application of play-based strategies in early childhood education to strengthen children's foundational numeracy. ABSTRAK Masa usia dini merupakan fase krusial dalam perkembangan kognitif anak, sehingga pendekatan pembelajaran berbasis bermain dinilai efektif dalam memperkenalkan konsep abstrak seperti angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh stimulasi permainan edukatif terhadap kemampuan mengenal angka pada anak usia 3–5 tahun di TK Z Pontianak. Penelitian menggunakan desain eksperimen one-shot case study dengan empat subjek yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama dua hari melalui lima jenis permainan edukatif, seperti kartu angka, pasir, buah-pohon, bilangan konkret, dan dadu. Data dikumpulkan melalui post-test, lembar kerja, dan observasi non-partisipatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata post-test dari 8,25 menjadi 15,75, serta adanya peningkatan antusiasme, fokus, dan interaksi anak selama proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bermain mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode bermain secara berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini untuk memperkuat fondasi numerik mereka.
APAKAH DUKUNGAN SOSIAL SECARA ONLINE DAPAT MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN KERJA PADA PEKERJA MUDA? Fitriana, Nina; Muliati Abdullah, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7074

Abstract

Job happiness plays an important role in employee success and productivity; however, many young workers experience low levels of happiness. One factor that can support job happiness is online social support, given the high usage of digital media among younger generations. This study aims to examine the effect of online social support on job happiness among young workers in Indonesia and the role of gender in differences in job happiness. Using a quantitative approach and a survey of 222 young workers in Yogyakarta, regression analysis results showed that online social support significantly affects job happiness (R² = 0.124, p < 0.001), with male employees reporting higher job happiness levels than female employees. This study emphasizes the importance of developing digital social support strategies in human resource management, though it has limitations in its cross-sectional approach, which does not allow for in-depth causal analysis, and geographical limitations. Future research is suggested to use a qualitative approach or longitudinal design. ABSTRAK Kebahagiaan kerja berperan penting dalam kesuksesan dan produktivitas karyawan, namun banyak pekerja muda mengalami tingkat kebahagiaan yang rendah. Salah satu faktor yang dapat mendukung kebahagiaan kerja adalah dukungan sosial online, mengingat tingginya penggunaan media digital oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dukungan sosial online terhadap kebahagiaan kerja pada pekerja muda di Indonesia dan peran gender dalam perbedaan kebahagiaan kerja. Dengan pendekatan kuantitatif dan survei terhadap 222 pekerja muda di Yogyakarta, hasil analisis regresi menunjukkan dukungan sosial online berpengaruh signifikan terhadap kebahagiaan kerja (R² = 0.124, p < 0.001), dan karyawan pria melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi dukungan sosial digital dalam manajemen sumber daya manusia, meskipun memiliki keterbatasan pada pendekatan cross-sectional yang tidak memungkinkan analisis sebab-akibat yang mendalam dan keterbatasan geografis. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan pendekatan kualitatif atau desain longitudinal.
REGULASI EMOSI PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERPENYAKIT KRONIS: PERAN RELIGIUSITAS DAN DUKUNGAN SOSIAL Nur Setiani, Prima
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7081

Abstract

Parents caring for children with chronic illnesses often face high emotional stress due to long-term treatment. Emotion regulation becomes a key factor in maintaining the psychological resilience of parents. Previous studies have primarily examined the roles of religiosity or social support separately, but no study has tested the simultaneous influence of both on emotion regulation in parents of children with chronic illnesses. This study aims to examine and compare the influence of religiosity and social support on emotion regulation in parents of children with chronic illnesses. A total of 115 parents participated in this study, and data were collected using questionnaires on religiosity, social support, and emotion regulation, which were then analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25. The results show that religiosity has a significant effect on emotion regulation, with an R² value of 13.8%, indicating a moderate influence of religiosity on parents' ability to manage their emotions. In contrast, social support did not show a significant effect on parents' emotion regulation. These findings imply that religiosity is not only a source of spirituality but also a key factor in strengthening parents' emotional resilience in the face of prolonged stress. Therefore, this study provides an important contribution to psychological interventions based on religiosity, which can improve the emotional well-being of parents of children with chronic illnesses and open opportunities for further research with a more holistic approach. ABSTRAK Orang tua yang merawat anak dengan penyakit kronis sering kali menghadapi tekanan emosional yang tinggi akibat perawatan jangka panjang. Regulasi emosi menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan psikologis orang tua. Penelitian sebelumnya lebih banyak menguji peran religiusitas atau dukungan sosial secara terpisah, namun belum ada studi yang menguji pengaruh simultan keduanya terhadap regulasi emosi dalam konteks orang tua dengan anak berpenyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan pengaruh religiusitas dan dukungan sosial terhadap regulasi emosi pada orang tua yang memiliki anak dengan penyakit kronis. Sebanyak 115 orang tua berpartisipasi dalam penelitian ini, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas, dukungan sosial, dan regulasi emosi, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki pengaruh signifikan terhadap regulasi emosi dengan nilai R² sebesar 13,8%, yang menunjukkan pengaruh moderat dari religiusitas terhadap kemampuan orang tua dalam mengelola emosi mereka. Sebaliknya, dukungan sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap regulasi emosi orang tua. Temuan ini mengimplikasikan bahwa religiusitas bukan hanya sebagai sumber spiritual, tetapi juga sebagai faktor utama dalam memperkuat ketahanan emosional orang tua dalam menghadapi stres berkepanjangan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk intervensi psikologis yang berbasis religiusitas, yang dapat meningkatkan kesejahteraan emosional orang tua dengan anak berpenyakit kronis, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih holistik.
PENGARUH PELATIHAN MINDFULNESS TERHADAP KELELAHAN KERJA PERSONEL SATUAN BINMAS POLRES SIKKA Bela, Stevania Elcista; Barus, Debi Angelina BR.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.4446

Abstract

This study aims to examine the effect of mindfulness training on work fatigue among personnel of the Sikka Police Department. The research utilized an associative one-group method with a pretest-posttest design. Sampling was conducted using a quantitative method with an associative approach. Data collection was carried out using a questionnaire based on the Fatigue Assessment Scale (FAS). The respondents included all members of the Sikka Police Department, with 15 personnel participating in the training. Data analysis techniques included validity tests and wilcoxon test. The results of this study indicate that mindfulness training has a significant effect on reducing the level of work fatigue in Sikka Police personnel, as evidenced by a decrease in scores on the work fatigue scale after the training. This reduction reflects improvements in stress management, attention, and psychological well-being. Based on the wilcoxon test results, the sig. (2-tailed) value showed a very small p-value (.001 or less than 0.05), indicating a statistically significant difference between pre- and post-intervention conditions. These findings demonstrate that mindfulness training effectively reduces work fatigue. The results provide valuable contributions to the development of training programs aimed at improving occupational well-being and reducing work fatigue in police environments. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan mindfulness terhadap kelelahan kerja pada personel Polres Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif one group dengan desain pretest-posttest. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Fatigue Assessment Scale (FAS). Responden yang terlibat dalam penelitian ini yakni seluruh anggota Polres Sikka dengan 15 personel yang akan mengikuti pelatihan. Teknik análisis data menggunakan uji validitas dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi tingkat kelelahan kerja pada personel Polres Sikka, yang tercermin dari penurunan skor pada skala kelelahan kerja setelah pelatihan. Penurunan ini menunjukkan peningkatan dalam pengelolaan stress, perhatian dan kesejahteraan psikologis. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = .001 menunjukkan bahwa p yang sangat kecil (.001 atau kurang dari 0.05), artinya adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness memiliki pengaruh untuk mengurangi kelelahan kerja. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program pelatihan yang dapat meningkatkan kesejahteraan kerja dan mengurangi kelelahan pada lingkungan kepolisian.
EFEKTIVITAS KONSELING CBT PADA REMAJA HAMIL DILUAR NIKAH DI UPTD PPA KABUPATEN SIKKA Yulyani, Theresia; M. H. Gaharpung, Maria
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.4602

Abstract

This study uses a descriptive qualitative research method with the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach. The study produces data in the form of written or spoken words, as well as observed behaviors. Data collection techniques were carried out through clinical interviews to gather more in-depth information about the problems faced by the subject, the causes of the condition, and the extent of its impact on the subject. Additionally, observations were made to monitor the subject's condition during psychological assessments, including emotional reactions when the subject discussed the conflicts experienced. The subject received counseling for 4 sessions. The primary goal of using CBT in this study was to reduce depression and other psychological symptoms experienced by the subject. The results showed that after 4 counseling sessions, the subject was able to reduce symptoms such as eating disorders, sleep disturbances, social withdrawal, and loss of interest in activities. The subject also began to demonstrate more positive thinking and better emotional management. ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan, serta perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara klinis untuk menggali informasi lebih dalam mengenai permasalahan yang dihadapi oleh subjek, penyebab kondisi tersebut, dan sejauh mana dampaknya terhadap subjek. Selain itu, observasi dilakukan untuk mengamati kondisi subjek selama pemeriksaan psikologis, termasuk reaksi emosional yang muncul ketika subjek berbicara mengenai konflik yang dialami. Subjek diberi konseling sebanyak 4 sesi. Tujuan utama dari penggunaan CBT dalam penelitian ini adalah untuk mengurangi gejala depresi dan gangguan psikologis lainnya yang dialami oleh subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 4 sesi konseling, subjek mampu mengurangi gejala-gejala seperti gangguan pola makan, gangguan tidur, menarik diri dari aktivitas sosial, serta kehilangan minat untuk beraktivitas. Subjek juga mulai menunjukkan pemikiran yang lebih positif dan kemampuan untuk mengelola emosinya dengan lebih baik.
GAMBARAN COPING STRESS MAHASISWA KULIAH SAMBIL BEKERJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME DI BANJARMASIN Amalia, Riski; Quarta, Dicky Listin; Fikrie, Fikrie
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7305

Abstract

Students who study while working and come from broken-home families are vulnerable to psychological stress due to the demands of dual roles and family-related issues. This condition requires effective coping strategies to maintain mental well-being and ensure academic success. This study aims to identify coping strategies employed by students with such backgrounds in Banjarmasin. This research employed a qualitative approach with a phenomenological method. Participants consisted of three students selected purposively based on the criteria of coming from broken-home families, working while studying, and not receiving financial support from parents. Data were collected through semi-structured interviews, passive participant observation, documentation, and triangulation with significant others. Data were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman (1994). The findings revealed that all three participants applied eight coping indicators proposed by Lazarus and Folkman (1984), with the dominant strategies being planful problem solving, seeking social support, positive reappraisal. The study highlights the importance of social support and problem-management skills in coping with dual-role stress. ABSTRAK Mahasiswa yang menjalani studi sambil bekerja dan berasal dari keluarga broken home rentan mengalami tekanan psikologis akibat tuntutan peran ganda serta permasalahan keluarga. Kondisi ini memerlukan strategi coping yang efektif untuk menjaga kesejahteraan mental dan kelancaran studi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa dengan latar belakang tersebut di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan terdiri atas tiga mahasiswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria berasal dari keluarga broken home, bekerja sambil kuliah, dan tidak menerima dukungan finansial dari orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan pasif, dokumentasi, serta triangulasi dengan significant others. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1994). Temuan menunjukkan ketiga partisipan menerapkan delapan indikator coping menurut Lazarus dan Folkman (1984), dengan strategi dominan planful problem solving, mencari dukungan sosial, dan positive reappraisal. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan keterampilan manajemen masalah dalam menghadapi tekanan peran ganda.