cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 32 Documents clear
PROBLEMATIK IMPLEMENTASI PENGUATAN POTENSI SISWA DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Unisa, Lesni; Azzahra, Siti Fatimah; Juanda, Mayshir; Rahmanda, M Dino; Abdurrahmansya, Abdurrahmansya
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7835

Abstract

The Independent Curriculum was designed as a strategic response to create flexible learning to optimize students' interests and talents. However, its implementation at the elementary school level still faces various complex obstacles that prevent students from maximizing their potential. This study aims to analyze the challenges of implementing this curriculum through a qualitative approach using a literature review method, which examines secondary data from various scientific literature and relevant documents. The research findings outline three fundamental obstacles. First, the limited availability of resources and technology-based learning media, which reduces the effectiveness of the knowledge transfer process. Second, the imbalance in school readiness, including disparities in facilities between urban and remote areas, and variations in teacher competency in adapting new pedagogical methods. Third, the lack of parental support and understanding of this educational paradigm, which leads to a lack of synergy between the learning environment at school and at home. Based on this analysis, it is concluded that the success of the Independent Curriculum does not depend solely on regulations but rather requires integrative collaboration between the government, schools, and parents to create a conducive educational ecosystem for the realization of independent and creative student profiles. ABSTRAKKurikulum Merdeka dirancang sebagai respons strategis untuk menciptakan pembelajaran yang fleksibel guna mengoptimalkan minat dan bakat peserta didik. Kendati demikian, implementasinya di tingkat sekolah dasar masih dihadapkan pada berbagai hambatan kompleks yang menghalangi penguatan potensi siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerapan kurikulum tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji data sekunder dari berbagai literatur ilmiah dan dokumen relevan. Temuan penelitian menguraikan tiga kendala fundamental. Pertama, keterbatasan ketersediaan sumber daya dan media pembelajaran berbasis teknologi yang mengurangi efektivitas proses transfer ilmu. Kedua, ketimpangan kesiapan sekolah yang mencakup disparitas fasilitas antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, serta variasi kompetensi guru dalam mengadaptasi metode pedagogik baru. Ketiga, minimnya dukungan dan pemahaman orang tua terhadap paradigma pendidikan ini, yang menyebabkan kurangnya sinergi antara lingkungan belajar di sekolah dan di rumah. Berdasarkan analisis tersebut, disimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada regulasi, melainkan menuntut kolaborasi integratif antara pemerintah, sekolah, dan wali murid untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif demi terwujudnya profil pelajar yang mandiri dan kreatif.
ANALISIS KOMPARATIF KERANGKA KURIKULUM VICTORIA F-10 DAN KURIKULUM MERDEKA: IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM NASIONAL INDONESIA Videlia, Beatric; Mulyono, Mulyono; Waluya, SB
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7672

Abstract

The purpose of this study is to compare the curriculum frameworks between the Victorian F-10 Curriculum in Australia and the Merdeka Curriculum in Indonesia with the aim of identifying similarities, differences, and their implications for the development of the Indonesian national curriculum. This study uses qualitative methods with comparative document analysis from official sources of both curricula. The results show that the Victorian  Curriculum F – 10 emphasizes a balance between knowledge and cross disciplinary critical and ethical thinking skills, while the Merdeka Curriculum emphasizes structural flexibility and strengthening national character through learning projects. The Victorian assessment system is based on rigorous standards and evidence, while Indonesia emphasizes authentic, contextual, and flexible assessment. The implications of this study recommend the development of an adaptive and evidence based Indonesian national curriculum, by strengthening competency alignment and empowering teachers as learning designers. In conclusion, the integration of global and local values ??and an authentic assessment system are key to updating the Indonesian curriculum to face the challenges of the 21st century. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kerangka kurikulum antara Kurikulum Victoria F-10 di Australia dan Kurikulum Merdeka di Indonesia dengan tujuan mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum nasional Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis dokumen komparatif pada sumber resmi kedua kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa Kurikulum Victoria F-10 menekankan keseimbangan antara pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis serta etis secara lintas disiplin, sedangkan Kurikulum Merdeka lebih menonjolkan fleksibilitas struktural dan penguatan karakter nasional melalui proyek pembelajaran. Sistem penilaian Victoria berbasis standar ketat dan evidensi, sedangkan Indonesia menekankan asesmen autentik yang kontekstual dan fleksibel. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum nasional Indonesia yang adaptif, berbasis bukti, dengan memperkuat alignment kompetensi dan pemberdayaan guru sebagai desainer pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi nilai global dan lokal serta sistem penilaian yang autentik menjadi kunci pembaruan kurikulum Indonesia untuk menghadapi tantangan abad 21.  
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP INOVASI GURU MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DIGITAL Noviko, Heri; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8013

Abstract

This study aims to analyze the effect of transformational leadership on teacher innovation in the use of simple digital learning technologies at SMAN 2 Sipora. As a school located in an island region, teachers face resource constraints, but the presence of digital platforms such as Google Classroom, Canva Edu, and Quizizz provides opportunities for more innovative learning. This study used a quantitative method with a correlational design and involved 35 teachers selected through total sampling. The research instrument was a Likert-scale questionnaire, and data analysis was performed using Pearson's correlation and simple linear regression. The results showed that transformational leadership had a positive and significant relationship with teacher innovation, as indicated by a correlation ue of 0.399. The regression model produced the equation Y = 24.43 + 0.40X, which shows that an increase in transformational leadership is followed by an increase in teacher innovation. These findings emphasize the importance of leadership support and the use of simple digital technology in encouraging innovative learning practices. This study recommends strengthening transformational leadership competencies and increasing access to technology as efforts to improve teacher innovation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap inovasi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital sederhana di SMAN 2 Sipora. Sebagai sekolah yang berada di wilayah kepulauan, guru menghadapi keterbatasan sumber daya, namun hadirnya platform digital seperti Google Classroom, Canva Edu, dan Quizizz memberikan peluang bagi terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 35 guru yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan inovasi guru, ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,399. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 24,43 + 0,40X yang menunjukkan bahwa peningkatan kepemimpinan transformasional diikuti oleh peningkatan inovasi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kepemimpinan serta pemanfaatan teknologi digital sederhana dalam mendorong praktik pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional dan peningkatan akses teknologi sebagai upaya untuk meningkatkan inovasi guru.    
PRAKTIK MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR Rivada, Feby Suci Firly Amanda; Suriansyah, Ahmad; Harsono, Arta Mulya Budi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8093

Abstract

ABSTRACT The background of this study stems from the need for effective principal management in creating a clear and sustainable teacher support system, so that the quality of education can significantly improve. This study aims to evaluate the role of the principal in improving teacher professionalism at SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. The background of this study stems from the need for effective principal management in creating a clear and sustainable teacher support system, so that the quality of education can significantly improve. This study used a qualitative method with a case study approach, because it aimed to understand the principal's management practices in depth. Data collection was conducted through in-depth interviews, non-participatory observation, and document analysis such as workshop reports and teacher teaching modules. The research findings indicate that the principal successfully implemented four aspects of management: planning, organizing, implementing, and monitoring in an integrated manner. Activities such as workshops, learning communities, and learning supervision contributed to improving teachers' skills in the personality, pedagogical, social, and professional aspects. The main challenges faced included limited time, facilities, and coordination in training. The principal addressed these problems through reflection and collaborative solutions with teachers. This study shows that the principal's participatory and reflective leadership style can improve teacher professionalism and the quality of learning. The findings of this study also contribute to strengthening instructional leadership theory and serve as a reference for the development of school-based teacher development policies. ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini berasal dari kebutuhan akan manajemen kepala sekolah yang efektif dalam menciptakan sistem dukungan guru yang jelas dan berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran kepala sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme para guru di SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik manajemen kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi tanpa partisipasi, serta analisis dokumen seperti laporan dari workshop dan modul pengajaran guru. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan empat aspek manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara terintegrasi. Aktivitas seperti workshop, komunitas belajar, dan supervisi pembelajaran berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan guru dalam aspek kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional. Tantangan utama yang dihadapi meliputi terbatasnya waktu, fasilitas, dan koordinasi dalam pelatihan. Kepala sekolah mengatasi masalah tersebut melalui refleksi dan solusi yang kolaboratif bersama pengajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif dan reflektif dapat meningkatkan profesionalisme guru serta mutu pembelajaran. Temuan dari penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam memperkuat teori kepemimpinan instruksional dan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan pengembangan guru yang berbasis sekolah.
EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK TERHADAP KINERJA GURU UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN SDG 4: LITERATURE REVIEW Rahma, Sofia Annisa; Zahra, Rona Angelica; Putri, Sabrina Imelda; Nurcahya, Nafisha Khaylani Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8103

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of academic supervision in improving teacher performance in supporting the achievement of Sustainable Development Goal 4 on quality education. The problem identified is the dominance of supervisory practices that are still administrative in nature and do not fully encourage reflection, professional development, and improvement in the quality of learning. Using a systematic literature review method, 22 selected publications (2020–2025) relevant to academic supervision, teacher performance, and SDG 4 were examined, based on searches on Google Scholar, Scopus, and ResearchGate. The analysis was conducted using descriptive qualitative methods through the synthesis of policies, reports, and empirical findings to understand the contribution of academic supervision in improving the quality of learning at the classroom and school levels. The results of the study show that effective academic supervision contributes to improving teachers' pedagogical competence and a safe, inclusive, and effective learning environment as targeted in SDG 4.a. In addition, supervision also plays a role in strengthening teacher capacity through mentoring, lesson study, and technology-based supervision, in line with SDG 4.c to increase the number of qualified teachers. This study confirms that academic supervision is a strategic instrument in sustainable education development because it encourages a culture of lifelong learning in the school ecosystem. This findings imply the need to strengthen ongoing supervision policies that are integrated with teacher professional development programs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas supervisi akademik terhadap peningkatan kinerja guru dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 4 tentang pendidikan berkualitas. Permasalahan yang diidentifikasi adalah dominannya praktik supervisi yang masih bersifat administratif yang belum sepenuhnya mendorong refleksi, pengembangan profesional, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Menggunakan metode systematic literature review dengan menelaah 22 publikasi terpilih (2020–2025) yang relevan dengan supervisi akademik, kinerja guru, dan SDG 4, berdasarkan penelusuran pada Google Scholar, Scopus, dan ResearchGate. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui sintesis kebijakan, laporan, dan temuan empiris untuk memahami kontribusi supervisi akademik dalam meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat kelas hingga sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang efektif yang berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik guru dan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta efektif sebagaimana ditargetkan dalam SDG 4.a. Selain itu, supervisi juga berperan dalam penguatan kapasitas guru melalui mentoring, lesson study, dan supervisi berbasis teknologi, sejalan dengan SDG 4.c untuk meningkatkan jumlah guru berkualifikasi. Studi ini menegaskan bahwa supervisi akademik merupakan instrumen strategis dalam pembangunan pendidikan berkelanjutan karena mendorong budaya belajar sepanjang hayat dalam ekosistem sekolah. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan kebijakan supervisi berkelanjutan yang terintegrasi dengan program pengembangan profesional guru.
INOVASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN NON-FORMAL DI PKBM Astuti, Astuti; Sunhaji, Sunhaji
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8225

Abstract

Non-formal education through institutions such as Community Learning Centers (PKBM) plays a strategic role in expanding access to education for learners who do not pursue formal schooling. However, the effectiveness of such services largely depends on how the curriculum is managed, particularly when it is designed based on the actual needs of the learners. This study aims to examine innovations in needs-based curriculum management within non-formal education at PKBM. A qualitative method with a descriptive approach was used, focusing on analyzing the curriculum management process starting from the identification of learners’ needs, the design of a responsive curriculum, the implementation of learning activities, to the evaluation and follow-up of the programs. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were then analyzed thematically to identify patterns of innovation and best practices in curriculum management. The findings indicate that by integrating learner participation mechanisms, utilizing flexible learning media and technology, and conducting evaluations based on relevance to learners’ needs, PKBM can enhance learner engagement, improve the relevance of learning, and strengthen learning outcomes. This article recommends that PKBM managers should not merely adopt the formal curriculum literally, but instead actively adapt it to the context of learners and the local environment. Thus, innovation in needs-based curriculum management holds significant potential to improve the quality and accessibility of non-formal education, while equipping learners with literacy, life skills, and contextual capacities needed in an era of rapid change. ABSTRAK Pendidikan non-formal melalui lembaga seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memainkan peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi peserta didik yang tidak menempuh jalur formal. Namun, efektivitas layanan tersebut sangat bergantung pada bagaimana kurikulum dikelola terutama kurikulum yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi manajemen kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik dalam pendidikan non-formal di PKBM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada analisis proses manajemen kurikulum mulai dari tahap identifikasi kebutuhan peserta didik, perancangan kurikulum yang responsif, implementasi pembelajaran, hingga evaluasi dan tindak lanjut program. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan mekanisme partisipasi peserta didik, pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran yang fleksibel, serta evaluasi berbasis relevansi kebutuhan, PKBM dapat meningkatkan keterlibatan peserta, meningkatkan relevansi pembelajaran, dan memperkuat hasil belajar. Artikel ini merekomendasikan agar manajemen PKBM tidak hanya mengadopsi kurikulum formal secara literal, tetapi melakukan adaptasi aktif terhadap konteks peserta didik dan lingkungan lokal. Dengan demikian, inovasi dalam manajemen kurikulum berbasis kebutuhan memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu dan akses pendidikan non-formal, serta membekali peserta didik dengan literasi, keterampilan hidup, dan kapasitas kontekstual yang dibutuhkan dalam era perubahan cepat.  
TRANSFORMASI DAN DINAMIKA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL: EKSPLORASI TEORETIS DAN EMPIRIS MENUJU EKOSISTEM PEMBELAJARAN BERKEADILAN Hertanto, Yudhi; Suryatna, Yayat; Irlan, Lanti Mustika Irtianti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8251

Abstract

This study aims to analyze the transformation of education policy implementation models in Indonesia in response to global disruption and the domestic learning crisis. The main focus of the study includes the dynamics of the implementation of the Independent Curriculum, the Zoning System for New Student Admissions (PPDB), and the digitalization of education. This study uses a qualitative method with a library research approach, analyzing policy documents, international agency reports, and related scientific literature for the 2019-2024 period. The results show a paradigm shift from a top-down model to a hybrid model that combines national standards with the autonomy of educational units. The research findings indicate that the implementation of the Independent Curriculum has begun to encourage the implementation of the Deep Learning approach, but is still hampered by teacher capacity constraints and permit inertia. Meanwhile, the Zoning policy, although effective in increasing student heterogeneity, still faces challenges of cultural resistance and infrastructure disparities. This study concludes that the success of educational transformation is highly dependent on strategies to close the implementation gap through the development of diverse capacities and adaptive instructional leadership. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi model implementasi kebijakan pendidikan di Indonesia dalam merespons disrupsi global dan krisis pembelajaran domestik. Fokus utama kajian meliputi dinamika implementasi Kurikulum Merdeka, Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan digitalisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menganalisis dokumen kebijakan, laporan lembaga internasional, dan literatur ilmiah terkait periode 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma dari model Top-Down menuju model Hybrid yang mengombinasikan standar nasional dengan otonomi satuan pendidikan. Temuan studi mengindikasikan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka mulai mendorong adopsi pendekatan Deep Learning, namun masih terkendala oleh kesenjangan kapasitas guru dan inersia birokrasi. Sementara itu, kebijakan Zonasi, meskipun efektif meningkatkan heterogenitas siswa, masih menghadapi tantangan resistensi kultural dan disparitas infrastruktur. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada strategi penutupan jurang implementasi (policy implementation gap) melalui differentiated capacity building dan kepemimpinan instruksional yang adaptif.
STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PESERTA DIDIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fauziana, Sartika Putri; Fajruddin, Muhammad Nabhan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8261

Abstract

ABSTRACT The increasing number of early childhood education institutions in Bandar Lampung City has intensified competition among kindergartens (TK). This situation requires kindergartens not only to focus on instructional quality but also to develop effective educational marketing strategies to attract and retain students. This study aims to analyze educational marketing strategies implemented to increase student enrollment at TK Assalam 1 Sukarame Bandar Lampung. A descriptive qualitative approach was employed to obtain comprehensive and in-depth data. Data collection techniques included in-depth interviews with school stakeholders, observations of learning activities and the school environment, and analysis of relevant documentation. Data were analyzed using the 7P educational marketing mix theory proposed by Kotler and Fox, which consists of product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The findings reveal that educational service quality and school achievements constitute the product aspect, while affordable tuition fees reflect the price component. A strategic location and a safe, supportive environment represent place. Promotional strategies are carried out authentically through direct engagement with the community. Competent human resources characterize the people component, while well-planned and impactful learning processes illustrate the process aspect. Adequate facilities and infrastructure that ensure students’ safety and comfort demonstrate physical evidence. The integration of all 7P components plays a significant role in increasing student enrollment, as evidenced by the sustainability and continued operation of TK Assalam 1 Sukarame Bandar Lampung for 36 years. This study contributes both theoretically and practically to the field of educational marketing management. ABSTRAK Meningkatnya jumlah lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Bandar Lampung telah memperketat persaingan antar Taman Kanak-kanak (TK). Kondisi ini menuntut setiap lembaga TK untuk tidak hanya berfokus pada aspek pembelajaran, tetapi juga mengembangkan strategi pemasaran pendidikan yang efektif guna menarik dan mempertahankan peserta didik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran pendidikan yang diterapkan dalam upaya meningkatkan jumlah peserta didik di TK Assalam 1 Sukarame Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh data yang komprehensif dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak sekolah, observasi terhadap aktivitas pembelajaran dan lingkungan sekolah, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Analisis data menggunakan teori bauran pemasaran pendidikan 7P yang dikemukakan oleh Kotler dan Fox, yang meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan dan prestasi sekolah menjadi keunggulan pada aspek produk, sementara biaya pendidikan yang terjangkau mencerminkan aspek harga. Lokasi sekolah yang strategis serta lingkungan yang aman dan kondusif menunjukkan aspek tempat. Strategi promosi dilakukan secara autentik melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Sumber daya manusia yang kompeten mencerminkan aspek orang, proses pembelajaran yang terencana dan berdampak mencerminkan proses, serta fasilitas dan sarana prasarana yang memadai menunjukkan bukti fisik. Integrasi seluruh komponen 7P tersebut berperan signifikan dalam meningkatkan jumlah peserta didik, yang tercermin dari keberlanjutan eksistensi TK Assalam 1 Sukarame Bandar Lampung selama 36 tahun. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan manajemen pemasaran pendidikan.
PENINGKATAN KINERJA GURU : STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Abidah, Farah; Al-Maghfiroh, Fika; Putri, Dini Hilmiah; Hasanah, Nanda Maulidatul; Mubarokah, Laila; Banina, Nadhifa Najwa
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8286

Abstract

This study aims to analyze the strategies of madrasah principals in improving teacher quality as a key factor in achieving madrasah education quality. The background of this study is based on the importance of the role of teachers as the main implementers of the learning process, so that improving teacher quality is a strategic necessity in the development of educational institutions. This study uses a systematic literature review method by selecting various scientific sources, such as journal articles, books, and proceedings relevant to madrasah leadership and improving teacher professionalism. The analysis process was carried out through data reduction, theme grouping, and content synthesis to find patterns of effective leadership strategies. The results show that madrasah principals play an important role in improving teacher quality through three main strategies, namely needs-based professional development through training, academic supervision, and certification; strengthening teacher work behavior such as discipline, commitment, and teaching ethos; and creating a harmonious work environment through open communication, continuous motivation, and the proportional application of rewards and punishments. These three strategies have been proven to improve teachers’ pedagogical and professional competencies, improve the quality of learning, and encourage the achievement of optimal madrasah education quality. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala madrasah dalam meningkatka mutu guru sebagai unsur utama dalam pencapaian mutu pendidikan madrasah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran, sehingga peningkatan mutu guru menjadi kebutuhan strategis dalam pengembangan lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menyeleksi berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan prosiding yang relevan dengan kepemimpinan madrasah dan peningkatan profesionalisme guru. Proses analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, serta sintesis isi untuk menemukan pola strategi kepemimpinan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan penting dalam meningkatkan mutu guru melalui tiga strategi utama, yaitu pembinaan profesional berbasis kebutuhan melalui pelatihan, supervisi akademik, dan sertifikasi; penguatan perilaku kerja guru seperti kedisiplinan, komitmen, dan etos mengajar; serta penciptaan lingkungan kerja harmonis melalui komunikasi terbuka, motivasi berkelanjutan, dan penerapan reward–punishment secara proporsional. Ketiga strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru, memperbaiki kualitas pembelajaran, serta mendorong tercapainya mutu pendidikan madrasah secara optimal.  
DUKUNGAN SISTEM BAGI MAHASISWA PENYANDANG DISABILITAS DI PERGURUAN TINGGI INKLUSIF Erawati, Muna; Sriyanti, Lilik; Kaifa, Zahara Dzalika Putri
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8345

Abstract

ABSTRACT The development of inclusive education policies in Indonesia has encouraged universities to establish Disability Service Units (ULD) to expand access and support for students with disabilities. This study aims to analyze the support systems available for disabled students at three inclusive universities kampus 1, kampus 2, and kampus 3 including policy support, academic services, mentoring, and both physical and non-physical accessibility. A qualitative approach was employed by involving students with disabilities and ULD administrators through questionnaires, in-depth interviews, observations, and document analysis. Data were examined using thematic analysis to identify patterns of support implemented across campuses. The findings show variations in support among the universities: kampus 1 excels in academic services and mentoring, kampus 2 is stronger in policy development and institutional coordination, while kampus 3 demonstrates strengths in physical accessibility, complaint services, and learning support facilities. Overall, the available support systems contribute to enhancing the learning experiences of disabled students, although further improvements are needed in service standards, policy consistency, and the expansion of disability-friendly infrastructure. ABSTRAK Perkembangan kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia mendorong perguruan tinggi membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperluas akses dan dukungan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan membahas bentuk sistem pendukung yang tersedia bagi mahasiswa difabel di tiga perguruan tinggi inklusif kampus 1, kampus 2, dan kampus 3 meliputi dukungan kebijakan, layanan akademik, pendampingan, serta aksesibilitas fisik dan nonfisik. Pendekatan kualitatif digunakan dengan melibatkan mahasiswa difabel dan pengelola ULD melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menggali pola dukungan yang diterapkan di masing-masing kampus. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dukungan antar kampus: kampus 1 menonjol pada layanan akademik dan pendampingan, kampus 2 lebih kuat pada kebijakan pengembangan dan koordinasi kelembagaan, sementara kampus 3 unggul dalam aksesibilitas fisik, layanan aduan, dan fasilitas penunjang pembelajaran. Secara keseluruhan, sistem pendukung yang tersedia memberikan kontribusi pada peningkatan pengalaman belajar siswa difabel, meskipun diperlukan penguatan standar layanan ULD, konsistensi kebijakan, serta perluasan fasilitas ramah disabilitas di seluruh lingkungan kampus.

Page 2 of 4 | Total Record : 32