cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DESA DALAM IMPLEMENTASI PERMEN NO.6 TAHUN 2018 TENTANG PTSL Gobel, Rahmat Teguh Santoso; Fuad, Andi M.; Sardadi, Asiv
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8852

Abstract

Complete Systematic Land Registration (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap/PTSL) is a national strategic policy aimed at accelerating the legalization of land rights and establishing orderly land administration; however, its implementation at the village level is often hindered by low levels of legal literacy, unclear procedures, and incomplete documentation. In Tupa Village, Bulango Utara District, these constraints are reflected in limited public access to information and insufficient administrative readiness among residents, including deficiencies in inheritance documents, land tenure history, and boundary clarity, as well as the absence of written village guidelines for data collection, verification, and assistance in the implementation of PTSL. This community service program focuses on improving public understanding and strengthening village institutional capacity through a problema based approach within a Participatory Action Research (PAR) framework. The implementation stages included initial coordination and observation, legal counseling through interactive lectures accompanied by question-and-answer sessions and case consultations conducted on 1 October 2025, follow-up discussions with village officials, and the preparation of a draft Village Regulation (Perdes) on the Governance of PTSL Implementation. The results indicate an increase in residents’ literacy regarding the urgency of land certification, the components of physical and juridical data, PTSL administrative procedures, and practical solutions to issues such as missing documents, inherited land, and unclear boundaries; the activities also helped correct misconceptions related to registration fees. At the institutional level, the draft Village Regulation provides a more structured operational guideline, including the establishment of an implementation team, mechanisms for data collection and verification, and coordination workflows between the village administration and the National Land Agency (BPN) thereby strengthening accountability in land services and supporting the sustainability of PTSL. In conclusion, the synergy between legal education and the formulation of local regulations effectively enhances community administrative readiness while reinforcing village-level land governance. ABSTRAKPendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kebijakan strategis nasional untuk mempercepat legalisasi hak atas tanah dan mewujudkan tertib administrasi pertanahan, namun implementasinya di tingkat desa sering terhambat oleh rendahnya literasi, ketidakjelasan prosedur, dan ketidaklengkapan dokumen.  Di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, hambatan tersebut tampak pada keterbatasan informasi dan kesiapan administratif warga (misalnya dokumen waris, riwayat penguasaan, dan kejelasan batas), serta belum adanya pedoman tertulis desa untuk pendataan, verifikasi, dan pendampingan PTSL.  Pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat dan penguatan kapasitas kelembagaan desa dengan pendekatan problem based approach dan kerangka Participatory Action Research (PAR).  Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi awal dan observasi, penyuluhan hukum berbasis ceramah interaktif disertai tanya jawab serta konsultasi kasus pada 1 Oktober 2025, diskusi lanjutan dengan perangkat desa, dan penyusunan draf Peraturan Desa (Perdes) tentang Tata Kelola Pelaksanaan PTSL. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya literasi warga mengenai urgensi sertifikat, komponen data fisik dan yuridis, alur administrasi PTSL, serta solusi praktis atas persoalan dokumen hilang, tanah warisan, dan batas tidak jelas; kegiatan juga membantu meluruskan miskonsepsi terkait isu biaya. Pada level kelembagaan, draf Perdes menyediakan pedoman kerja yang lebih terstruktur, termasuk pembentukan tim pelaksana, mekanisme pendataan dan verifikasi, serta alur koordinasi desa BPN sehingga berpotensi memperkuat akuntabilitas layanan pertanahan dan mendukung keberlanjutan PTSL. Simpulannya, sinergi edukasi hukum dan penyusunan regulasi lokal efektif meningkatkan kesiapan administratif masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pertanahan desa.
EDUKASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO BAGI PESERTA PENSIUN DALAM LAYANAN JP BERKALA Putri, Lola Aprilia Arwanda; Kustini, Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8935

Abstract

The digital transformation of BPJS Ketenagakerjaan services through the Jamsostek Mobile (JMO) application aims to improve efficiency and accessibility, including in submitting Periodic Pension Insurance (JP) benefits. However, the implementation of this digital service still faces obstacles in the field, especially among pensioners with limited digital literacy. Initial observations indicate that many pensioners experience technical difficulties such as login issues, misunderstanding of the service flow, and difficulty navigating the Periodic JP menu in the JMO application. This community service activity aims to improve the digital competence of pensioners so they can access the Periodic JP service independently. Using a descriptive qualitative method with a pre-test, education through direct assistance, and a post-test, this activity involved pensioners at the BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Office who were experiencing difficulties using the application. The results of the activity showed that the intervention in the form of direct assistance was effective in increasing participants' understanding and confidence in using the JMO application features. These findings confirm that digital assistance is a crucial strategy in bridging the digital literacy gap, making the JMO application not only an administrative tool but also an educational tool that supports participants' independence in accessing their social security rights. ABSTRAK Transformasi digital layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas, termasuk dalam pengajuan manfaat Jaminan Pensiun (JP) Berkala. Namun, implementasi layanan digital ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama pada kelompok peserta pensiun yang memiliki keterbatasan literasi digital. Observasi awal menunjukkan bahwa banyak peserta pensiun mengalami kesulitan teknis seperti kendala login, ketidakpahaman alur layanan, dan kesulitan menavigasi menu JP Berkala di aplikasi JMO. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital peserta pensiun agar mampu mengakses layanan JP Berkala secara mandiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan pre-test, edukasi melalui pendampingan langsung, dan post-test, kegiatan ini melibatkan peserta pensiun di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa yang mengalami kendala penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa pendampingan langsung efektif meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan fitur-fitur aplikasi JMO. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan digital merupakan strategi krusial dalam menjembatani kesenjangan literasi digital, menjadikan aplikasi JMO tidak hanya sebagai alat administratif tetapi juga sarana edukasi yang mendukung kemandirian peserta dalam mengakses hak jaminan sosial mereka.  
PERAN BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM MENINGKATKAN PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI GURU TPQ DI SURABAYA Putri, Mellysa Rahmalia; Kustini, Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8936

Abstract

Social protection for Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) teachers, categorized as informal workers, still faces challenges, particularly related to low social security literacy and limited access to formal state protection programs. This study aims to analyze the role of the Social Security Agency for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) in enhancing social protection for TPQ teachers in Surabaya through educational activities, community outreach, and multi-stakeholder collaboration. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through in-depth interviews with BPJS Ketenagakerjaan officials, document review, and indirect observation of the socialization process and registration mechanism. The findings indicate that BPJS Ketenagakerjaan conducted tiered socialization to PAC FKPQI and TPQ heads, delivering materials covering the benefits of Employment Injury Insurance (JKK) and Death Benefits (JKM), claim procedures, and reporting mechanisms. PAC served as a key liaison in data collection and coordination of reporting through communication groups. The Surabaya City Government also strengthened the program through APBD funding, ensuring all TPQ teachers received protection without any cost burden. This program was proven to enhance a sense of security, access to protection, and benefit certainty for TPQ teachers and their beneficiaries. The study concludes that the collaboration between BPJS Ketenagakerjaan, PAC, and the local government is effective in expanding social protection for informal workers. ABSTRAK Perlindungan sosial bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai pekerja informal masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya literasi jaminan sosial dan keterbatasan akses terhadap program perlindungan negara. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi guru TPQ di Surabaya melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan petugas BPJS Ketenagakerjaan, telaah dokumen, serta observasi tidak langsung terhadap alur sosialisasi dan mekanisme pendaftaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan sosialisasi berjenjang kepada PAC FKPQI dan kepala TPQ, dengan materi mencakup manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), prosedur klaim, serta tata cara pelaporan. PAC berperan sebagai narahubung dalam pendataan dan koordinasi pelaporan melalui grup komunikasi. Pemerintah Kota Surabaya turut memperkuat program melalui pendanaan APBD sehingga seluruh guru TPQ mendapatkan perlindungan tanpa beban biaya. Program ini terbukti meningkatkan rasa aman, akses perlindungan, dan kepastian manfaat bagi guru TPQ dan ahli waris. Pengabdian menyimpulkan bahwa kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, PAC, dan pemerintah daerah efektif memperluas perlindungan sosial bagi pekerja informal.    
LITERASI DIGITAL MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO UNTUK MONITORING SALDO JHT PEKERJA PT. HM SAMPOERNA Anggraini, Imroatul Husna; Kustini, Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8939

Abstract

The digitalization of public services requires community readiness to utilize technology-based services effectively and independently. The Jamsostek Mobile (JMO) application is a digital service innovation developed by BPJS Ketenagakerjaan to facilitate participants’ access to membership information, particularly for monitoring Old Age Security (JHT) balances. However, in practice, obstacles in using the application are still found due to limited digital literacy, especially among middle-aged workers. This community service activity aims to improve workers’ digital literacy through socialization of JMO application usage. The activity was conducted through face-to-face and individual assistance at PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya and PT HM Sampoerna Plant Malang, involving a total of 920 workers. A descriptive qualitative method was employed with data collection techniques including observation, pretests, and posttests. The socialization activities covered assistance with application installation, account registration and activation, as well as hands-on practice in using the JHT balance checking feature directly on participants’ smartphones. The results show an improvement in participants’ understanding and ability to independently use the JMO application after the socialization. These findings indicate that digital literacy socialization plays an important role in bridging the gap between digital public service innovation and users’ actual capabilities. This activity contributes to supporting the optimization of employment social security services and highlights the importance of sustainable digital literacy programs to ensure inclusive digital public service transformation. ABSTRAK Digitalisasi pelayanan publik menuntut kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi secara efektif dan mandiri. Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) merupakan inovasi layanan digital yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk memudahkan peserta dalam mengakses informasi kepesertaan, khususnya pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT). Namun, pada praktiknya masih ditemukan kendala penggunaan aplikasi yang disebabkan oleh keterbatasan literasi digital, terutama pada kelompok pekerja paruh baya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pekerja melalui sosialisasi penggunaan aplikasi JMO. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan individual di PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya dan PT HM Sampoerna Plant Malang dengan melibatkan total 920 pekerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pretest, dan posttest. Sosialisasi meliputi pendampingan instalasi aplikasi, pembuatan dan aktivasi akun, serta praktik penggunaan fitur pengecekan saldo JHT secara langsung menggunakan smartphone peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi JMO secara mandiri setelah sosialisasi dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara inovasi pelayanan publik berbasis digital dan kemampuan pengguna, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.  
PENDAMPINGAN ADMINISTRATIF KEPESERTAAN UNTUK EFISIENSI INPUT DATA DAN PENCETAKAN KARTU DI BPJS KETENAGAKERJAAN SURABAYA KARIMUNJAWA Nurcahyo, Rafli Tri; Kustini, Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8940

Abstract

BPJS Ketenagakerjaan is a public institution responsible for administering employment social security and holds a strategic role in providing administrative services, particularly in participant data entry and membership card issuance, both of which require accuracy, timeliness, and administrative order, however, in practice, various challenges persist, including inefficient data input processes, potential administrative errors, inconsistencies in participant data, and delays in card printing, especially at BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, resulting in service disruptions and reduced service quality. To address these issues, a community service activity was implemented to improve the efficiency and orderliness of membership administration through direct administrative assistance using a participatory approach that involved initial observations, hands-on support in membership administration, and technical assistance in data entry and card printing processes. The results demonstrate a reduction in data entry errors, faster administrative processing times, improved accuracy and consistency of participant data, and enhanced staff understanding of more systematic and efficient administrative procedures, thereby confirming that participatory administrative assistance effectively increases service efficiency and contributes positively to the sustainable improvement of service quality at BPJS Ketenagakerjaan. ABSTRAK BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan layanan administratif kepesertaan kepada masyarakat, khususnya dalam proses input data peserta dan pencetakan kartu kepesertaan yang menuntut akurasi, kecepatan, dan ketertiban administrasi. Dalam praktiknya, masih dijumpai berbagai kendala seperti ketidakefisienan proses input data, potensi kesalahan administrasi, ketidaksesuaian data peserta, serta keterlambatan pencetakan kartu kepesertaan, terutama di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, yang berdampak pada terhambatnya pelayanan dan penurunan kualitas layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketertiban administrasi kepesertaan melalui pendampingan administratif secara langsung dengan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, pendampingan administratif kepesertaan, serta asistensi teknis dalam proses input data dan pencetakan kartu peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan kesalahan input data, percepatan waktu pemrosesan administrasi, serta peningkatan ketepatan dan konsistensi data kepesertaan, diikuti dengan meningkatnya pemahaman petugas terhadap prosedur administrasi yang lebih sistematis dan efisien. Dengan demikian, pendampingan administratif kepesertaan terbukti mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan secara berkelanjutan.  
KESALAHAN PENGISIAN NILAI PROYEK DAN PENYUSUNAN PANDUAN NILAI TERMASUK PPN PADA JASA KONSTRUKSI BPJS KETENAGAKERJAAN SURABAYA KARIMUNJAWA Arafat, Mohammad Ravinda; Kustini, Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8941

Abstract

Administrative order in construction service participation in BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa still faces obstacles, particularly related to the inconsistency of project value input on Form 1. This problem predominantly occurs in projects that use Purchase Order (PO) documents, where participants often ignore the Value Added Tax (VAT) component of 11% in project value reporting, which negatively impacts the accuracy of contribution calculations and the validity of participant data. This activity aims to identify patterns of administrative errors and formulate solutions through the preparation of applicable technical guidelines. The method applied is descriptive qualitative through field observations and documentation studies of 136 registered project archives. Quantitative data findings indicate that of the total sample analyzed, there are 8 projects (5.88%) that experienced value input errors because they did not include the VAT component in their reporting. Responding to these findings, a practical, flowchart-based guide was developed to facilitate participants in determining project values ????in accordance with regulations. The main conclusion of this activity emphasized that providing simple visual guidance is crucial to minimize input errors, improve participants' understanding of administrative obligations, and ensure more accurate and accountable construction service project data governance. ABSTRAK Ketertiban administrasi dalam kepesertaan jasa konstruksi di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa masih menghadapi kendala, khususnya terkait ketidaksesuaian penginputan nilai proyek pada Formulir 1. Permasalahan ini dominan terjadi pada proyek yang menggunakan dokumen Purchase Order (PO), di mana peserta sering kali mengabaikan komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% dalam pelaporan nilai proyek, yang berdampak negatif pada akurasi perhitungan iuran dan validitas data kepesertaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kesalahan administratif tersebut serta merumuskan solusi melalui penyusunan panduan teknis yang aplikatif. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi terhadap 136 arsip proyek yang terdaftar. Temuan data kuantitatif menunjukkan bahwa dari total sampel yang dianalisis, terdapat 8 proyek (5,88%) yang mengalami kesalahan input nilai karena belum menyertakan komponen PPN dalam pelaporannya. Merespons temuan tersebut, disusunlah panduan praktis berbasis flowchart untuk memudahkan peserta dalam menentukan nilai proyek yang sesuai regulasi. Simpulan utama kegiatan ini menegaskan bahwa penyediaan panduan visual yang sederhana sangat krusial untuk meminimalkan kesalahan input, meningkatkan pemahaman peserta terhadap kewajiban administratif, serta menjamin tata kelola data proyek jasa konstruksi yang lebih akurat dan akuntabel.  
PERAN DIGITALISASI SISTEM PEGADAIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH Hasinah, Hasinah; Irbayuni, Sulastri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8942

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged service transformation in financial institutions, including PT Pegadaian (Persero). One form of this transformation is the implementation of the Tring digital system as an integrated service platform for customers. This article aims to examine the role of the Tring digitalization system in improving customer service quality at Pegadaian. The method employed is a community service (abdimas) approach using a descriptive qualitative design, conducted through preparation, implementation, and evaluation stages. Data were collected through observation, assistance in using the Tring application, and short interviews with customers and service officers. The results indicate that the Tring system enhances service speed, accessibility, data accuracy, and transaction security, leading to more efficient customer experiences. However, limited digital literacy among some customers remains a challenge, highlighting the need for continuous assistance. In conclusion, the Tring system plays a significant role in improving Pegadaian’s service quality and has strong potential to support inclusive digital financial services. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan pada lembaga jasa keuangan, termasuk PT Pegadaian (Persero). Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah penerapan sistem digital Tring sebagai platform layanan terintegrasi bagi nasabah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran digitalisasi sistem Tring Pegadaian dalam meningkatkan kualitas pelayanan nasabah. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui observasi, pendampingan penggunaan aplikasi Tring, serta wawancara singkat dengan nasabah dan petugas layanan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa digitalisasi sistem Tring mampu meningkatkan kecepatan dan kemudahan layanan, meningkatkan keakuratan serta keamanan data transaksi, dan memberikan pengalaman layanan yang lebih efisien bagi nasabah. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital pada sebagian nasabah sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan. Simpulan menunjukkan bahwa sistem Tring berperan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan Pegadaian dan berpotensi mendukung pengembangan layanan keuangan digital yang lebih inklusif.  
GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN, MANDIRI, DAN RELIGIUS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Setyabudi, Muhammad Rizky; Rahayu, Qonita Nur Aeni; Aulia, Shafa; Famularsih, Sari; Anggrain, Rosmawati Yustika; Asy’syakurni, Nurul Afdhilla
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8943

Abstract

The Scout Movement plays a strategic role as a vehicle for character education at the junior high school level, particularly in internalizing the values of discipline, independence, and religiosity. This study examines the effectiveness of scouting activities at SMP Negeri 4 Salatiga, which combine weekly routine training and camping activities as a holistic development method for students in grades VII, VIII, and IX. The main focus of the study lies in the implementation of the "Cheerful Camp" activity held from September 30 to October 2, 2025, at the Kenteng Campground, Kopeng, with the active participation of approximately 240 students. Through an experiential learning approach in the open air, students are encouraged to develop social skills and mental resilience. The findings from this activity indicate a significant increase in aspects of discipline, sense of responsibility, solid teamwork, and deepening of students' spiritual awareness. This indicates that the Scout Movement is not just an extracurricular activity, but an educational instrument that has proven effective and relevant in shaping the profile of students with strong character, independence, and a solid religious foundation in the school environment. ABSTRAK Gerakan Pramuka memegang peranan strategis sebagai wadah pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya dalam menginternalisasi nilai kedisiplinan, kemandirian, dan religiusitas. Penelitian ini mengkaji efektivitas kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 4 Salatiga yang mengkombinasikan latihan rutin mingguan dan aktivitas perkemahan sebagai metode pembinaan holistik bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX. Fokus utama studi terletak pada pelaksanaan kegiatan "Kemah Gembira" yang diselenggarakan pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Kenteng, Kopeng, dengan melibatkan partisipasi aktif sekitar 240 peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di alam terbuka, siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketahanan mental. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kedisiplinan, rasa tanggung jawab, soliditas kerja sama tim, serta pendalaman kesadaran spiritual peserta didik. Hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan instrumen edukatif yang terbukti efektif dan relevan dalam membentuk profil pelajar yang berkarakter kuat, mandiri, serta memiliki landasan religius yang kokoh di lingkungan sekolah.    
IMPLEMENTASI PROGRAM BATINKU PADANG DALAM MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN IBADAH SISWA DI SMP NEGERI 4 SALATIGA 2025/2026 Azahro, Salma Khairunisa; Roberti, Hasna Fikria; Widiani, Sri; Famularsih, Sari; Koesharjanto, Dwitjahjo; Purwanto, Tri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8944

Abstract

The Batinku Padang Program is a worship habituation initiative implemented at SMP Negeri 4 Salatiga as a form of character strengthening, particularly in developing students’ discipline in performing religious practices. This study aims to explain the planning, implementation, and evaluation of the program in fostering students’ spiritual discipline. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes collaboration and active participation among teachers, MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Teaching Assistance students, and school stakeholders. Data were collected through observations, interviews, and analysis of student attendance records. The findings indicate that the planning of the Batinku Padang Program was carried out systematically, beginning with the formulation of objectives, the preparation of morning and noon worship schedules, and the distribution of responsibilities among teachers, students, and daily worship officers. During the implementation stage, most students participated well, although some were still late for the morning worship activities. In the evaluation stage, improvements in discipline were evident through more orderly dhuha prayer practices, high discipline during dhuhur prayer, compliance in bringing worship equipment, and improved manners during worship. Overall, the Batinku Padang Program has demonstrated a positive impact in cultivating regular worship habits and shaping students’ spiritual discipline. This study reinforces that clearly planned and well-structured worship habituation is an effective strategy for developing religious character in schools. ABSTRAK Program Batinku Padang merupakan suatu pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Salatiga sebagai bentuk penguatan karakter siswa terutama dalam hal disiplin dalam beribadah. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dari program tersebut dalam membangun disiplin spiritual peserta didik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan kolaborasi dan partisipasi aktif antara guru, mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Asistensi Mengjar, dan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen kehadiran siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perencanaan Program Batinku Padang dilakukan secara terstruktur, dimulai dengan penetapan tujuan, penyusunan jadwal ibadah pagi dan siang, serta pembagian tugas antara guru, siswa, dan petugas ibadah harian. Pada tahap pelaksanaan, mayoritas peserta didik berpartisipasi dengan baik, meskipun ada beberapa yang terlambat dalam ibadah pagi. Di tahap evaluasi, terlihat adanya peningkatan disiplin yang ditunjukkan dengan lebih teraturnya pelaksanaan sholat dhuha, tinggiya disiplin dalam sholat dzuhur, kepatuhan dalam membawa perlengkapan ibadah, dan peningkatan adab saat beribadah. Secara keseluruhan, Program Batinku Padang terbukti memberikan dampak positif dalam menanamkan kebiasaan ibadah yang teratur serta membentuk karakter disiplin spiritual siswa. Pengabdian ini menegaskan bahwa pembiasaan ibadah yang direncanakan dengan jelas dan teratur merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan karakter religius di sekolah.
PERAN MAHASISWA MBKM ASISTENSI MENGAJAR UIN SALATIGA DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT KEISLAMAN MELALUI KHUTBAH JUM’AT Sumardi, Salsabila; Mubarok, Muhammad Nurul; Huda, Muhamamd Nurul; Famularsih, Sari; Suharmoko, Setyo; Rofiqoh, Eka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8945

Abstract

This study aims to describe the role of students in the teaching assistance program in fostering Islamic spirit through Friday sermon activities at SMP Negeri 4 Salatiga. Using a qualitative descriptive approach, research data were collected through direct observation and documentation of sermon activities. The results show that students play a crucial role as planners of religious activities, sermon deliverers, and spiritual guides for students. Their participation contributes to increased religious awareness, discipline, and motivation of students in practicing Islamic teachings. In addition, the implementation of Friday sermons also strengthens the school's religious culture and helps shape Islamic character in students. For students, this activity serves as a platform for learning da'wah (Islamic preaching) and developing pedagogical skills. Overall, the teaching assistance program through Friday sermons has proven effective in bridging religious theory with practice in the school environment. ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan peran mahasiswa dalam program asistensi mengajar dalam menumbuhkan semangat keislaman melalui kegiatan khutbah Jum’at Jum’at di SMP Negeri 4 Salatiga. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data pengabdian dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi kegiatan khutbah Jum’at. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai perancang kegiatan keagamaan, penyampai khutbah Jum’at, sekaligus pembimbing rohani bagi siswa. Partisipasi mereka berkontribusi pada meningkatnya kesadaran beragama, kedisiplinan, serta motivasi peserta didik dalam mengamalkan ajaran islam. Selain itu, pelaksanaan khutbah Jum’at Jum’at juga memperkuat budaya religius sekolah dan membantu membentuk karakter Islami pada diri siswa. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dakwah sekaligus pengembangan kemampuan pedagogis. Secara keseluruhan, program asistensi mengajar melalui khutbah Jum’at Jum’at terbukti efektif dalam menjembatani antara teori keagamaan dengan praktiknya di lingkungan sekolah.