cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA AL-FURQAN JEMBER MELALUI WORKSHOP DEEP LEARNING BERBANTUAN AI Murtikusuma, Randi Pratama; Oktavianingtyas, Ervin; Trapsilasiwi, Dinawati; Adawiyah, Robiatul
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8410

Abstract

Digital transformation in education requires teachers not only to master technology but also to integrate it into meaningful learning practices. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers at SMA Al-Furqan Jember in implementing deep learning supported by artificial intelligence (AI). The activity was conducted through an intensive workshop involving 16 teachers from various subject areas, focusing on strengthening AI literacy, understanding the concepts of deep learning namely meaningful, mindful, and joyful learning and utilizing Padlet TA and Gimkit as learning platforms. The implementation methods included needs analysis, theoretical and practical training sessions, as well as evaluation through pre-tests, post-tests, questionnaires, and interviews. The results showed an improvement in teachers’ competencies in designing AI-assisted lesson plans, developing interactive learning activities, and understanding deep learning concepts more comprehensively. Teachers also expressed positive responses to the use of Padlet and Gimkit, as these tools were considered effective in increasing student engagement and learning creativity. This program demonstrates that practice-based mentoring is effective in supporting the sustainable implementation of deep learning in school-based instruction. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dalam pembelajaran yang bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMA Al-Furqan Jember dalam menerapkan pembelajaran deep learning berbantuan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan dilaksanakan melalui workshop intensif yang melibatkan 16 guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada penguatan literasi AI, pemahaman konsep deep learning yang meliputi meaningful, mindful, dan joyful learning, serta pemanfaatan platform Padlet TA dan Gimkit. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, angket, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbantuan AI, merancang aktivitas pembelajaran interaktif, serta memahami konsep pembelajaran mendalam secara lebih komprehensif. Guru juga memberikan respons positif terhadap penggunaan Padlet dan Gimkit karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas dalam pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik efektif dalam mendorong implementasi pembelajaran deep learning secara berkelanjutan di sekolah.
STRATEGI BPBD PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA MITIGASI BENCANA ALAM Masrifah, Dewi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8480

Abstract

ABSTRACT The high level of vulnerability to natural disasters in East Java Province necessitates well-planned pre-disaster mitigation strategies, particularly through the strengthening of disaster education for communities. In this context, the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province plays a strategic role in designing and implementing disaster mitigation socialization for educational institutions and the general public. This study aims to analyze the disaster mitigation socialization strategies implemented by the BPBD of East Java Province in both formal and non-formal educational settings, as well as to identify the supporting and inhibiting factors influencing their implementation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews and documentation of disaster education programs. The data were analyzed thematically to capture strategic patterns and implementation dynamics. The findings indicate that the BPBD of East Java Province implements disaster mitigation socialization through various programs, including the School-Based Disaster Risk Reduction (SPAB) initiative, disaster training and simulation activities, the utilization of disaster education facilities, and the use of print and digital media. These strategies contribute to improving understanding, risk awareness, and preparedness among target groups, although their implementation continues to face challenges such as limited resources, varying levels of disaster literacy, and the wide geographical coverage of service areas. The study concludes that the effectiveness of education-based disaster mitigation socialization is strongly influenced by strengthened cross-sectoral collaboration, the involvement of local actors, and sustained institutional support as key prerequisites for long-term success. ABSTRAK Tingginya tingkat kerawanan bencana alam di Provinsi Jawa Timur menuntut adanya strategi mitigasi prabencana yang terencana, khususnya melalui penguatan edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur berperan strategis dalam merancang dan melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana bagi kelompok pendidikan dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi sosialisasi mitigasi bencana yang diterapkan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur pada ranah pendidikan formal dan nonformal, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap program edukasi kebencanaan yang dilaksanakan. Data dianalisis secara tematik untuk menggambarkan pola strategi dan dinamika pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur mengimplementasikan sosialisasi mitigasi bencana melalui berbagai program, antara lain Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pelatihan dan simulasi kebencanaan, pemanfaatan sarana edukasi bencana, serta penggunaan media cetak dan digital. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran risiko, dan kesiapsiagaan kelompok sasaran, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya, variasi tingkat literasi kebencanaan, dan luasnya cakupan wilayah layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sosialisasi mitigasi bencana berbasis pendidikan sangat dipengaruhi oleh penguatan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan aktor lokal, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan sebagai prasyarat keberhasilan jangka panjang.
EDUKASI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DAN PERUNDUNGAN BERBASIS HIFDZ AN-NAFS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP Abrori, Abrori; Praptawati, Destary; Haq, Baihaqi Izzul; Suudi, Ika Nur Aliffiyah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8617

Abstract

ABSTRACT Juvenile delinquency and bullying are serious problems at the junior high school level that adversely affect students’ mental health. Therefore, preventive approaches that emphasize moral values and the protection of life are essential for creating a safe and supportive school environment. This community service program aimed to improve students’ knowledge, attitudes, and awareness in preventing juvenile delinquency and bullying through value-based training preceded by a needs assessment at SMP Negeri 1 Sumowono. The program employed a participatory educational approach using a pretest–posttest design. A total of 62 students participated, comprising 22 male and 40 female students. The intervention was delivered through counseling sessions, group discussions, and value reflection activities integrating topics on juvenile delinquency, bullying, psychological impacts, mental health, and the principles of Hifdz An-Nafs. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires and student participation observation sheets and were analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicated a significant improvement in students’ knowledge and attitudes following the intervention. The average level of knowledge increased by 39.1%, with the greatest improvement observed in students’ understanding of Hifdz An-Nafs values. The proportion of students with a good level of knowledge increased from 35.5% to 79.0%. In addition, positive attitudes toward bullying prevention and responsibility for maintaining mental health also showed a meaningful increase. In conclusion, value-based training on the prevention of juvenile delinquency and bullying grounded in a needs assessment is effective in enhancing students’ knowledge, attitudes, and mental health awareness and is relevant for development as a sustainable preventive strategy in school settings. ABSTRAK Kenakalan remaja dan perundungan merupakan permasalahan serius pada tingkat Sekolah Menengah Pertama yang berdampak terhadap kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan yang menekankan nilai moral dan perlindungan jiwa untuk membangun lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa dalam mencegah kenakalan remaja dan perundungan melalui pelatihan berbasis nilai yang didahului oleh Need assessment di SMP Negeri 1 Sumowono. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif partisipatoris dengan desain pretest–posttest. Peserta berjumlah 62 siswa, terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, dan refleksi nilai yang mengintegrasikan materi kenakalan remaja, perundungan, dampak psikologis, kesehatan mental, serta prinsip Hifdz An-Nafs. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap serta lembar observasi partisipasi siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah pelatihan. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 39,1%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman nilai Hifdz An-Nafs. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 35,5% menjadi 79,0%. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan perundungan dan tanggung jawab menjaga kesehatan mental juga mengalami peningkatan yang bermakna.Pelatihan pencegahan kenakalan remaja dan perundungan berbasis Need assessment efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kesehatan mental siswa, serta relevan untuk dikembangkan sebagai strategi preventif berkelanjutan di lingkungan sekolah.
IOT UNTUK EFISIENSI PETERNAKAN UNGGAS SKALA RUMAHAN DALAM PROGRAM MANDIRI PANGAN Ahdiansyah, M. Hafidz; Febiharsa, Dhega; Abdillah, Fuad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8632

Abstract

The home-scale poultry farming sector in rural areas still faces challenges due to manual management that causes instability in the cage environment, waste of feed, and high poultry mortality rates. This condition hinders productivity and is contrary to the vision of the Food Independence Program which encourages village-based food sovereignty. This service activity aims to increase the efficiency and productivity of home-scale poultry farming through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based automation system in Mlilir Village, Grobogan Regency. The participatory action research approach is applied through six stages: preparation, socialization, installation of IoT prototypes, technical training, intensive mentoring, and monitoring and evaluation during the trial period. The developed IoT system consists of temperature, humidity, and light sensors, feed and drinking water automation mechanisms, as well as a mobile interface based on ESP32 and Bardi Smart devices. The implementation has succeeded in stabilizing the cage environment, saving feed by up to 12%, reducing poultry mortality by 15%, and increasing the independence of farmers in operating technology. This activity proves that IoT-based appropriate technology can be an effective solution for the modernization of micro farms. The main contribution of the activity is the integration of digital technology with the national policy of Mandiri Pangan, as well as strengthening the digital literacy-based empowerment model at the village level. ABSTRAKSektor peternakan unggas skala rumahan di pedesaan masih menghadapi tantangan akibat pengelolaan manual yang menyebabkan ketidakstabilan lingkungan kandang, pemborosan pakan, dan tingginya angka kematian unggas. Kondisi ini menghambat produktivitas dan bertentangan dengan visi Program Mandiri Pangan yang mendorong kedaulatan pangan berbasis desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan unggas skala rumahan melalui implementasi sistem otomasi berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Mlilir, Kabupaten Grobogan. Pendekatan participatory action research diterapkan melalui enam tahap: persiapan, sosialisasi, instalasi prototipe IoT, pelatihan teknis, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi selama periode uji coba. Sistem IoT yang dikembangkan terdiri atas sensor suhu, kelembaban, dan cahaya, mekanisme otomatisasi pakan dan air minum, serta antarmuka mobile berbasis ESP32 dan perangkat Bardi Smart. Implementasi berhasil menstabilkan lingkungan kandang, menghemat pakan hingga 12%, menurunkan angka kematian unggas sebesar 15%, dan meningkatkan kemandirian peternak dalam mengoperasikan teknologi. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi solusi efektif untuk modernisasi peternakan mikro. Kontribusi utama kegiatan adalah integrasi teknologi digital dengan kebijakan nasional Mandiri Pangan, sekaligus memperkuat model pemberdayaan berbasis literasi digital di tingkat desa.
PENGUATAN SISTEM KETENAGAKERJAAN KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT MELALUI PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA TENAGA KERJA DAERAH (RTKD) 2025–2029 Kaliky, Pahrul Idham; Nurhaeny, Andiah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8718

Abstract

ABSTRACT Regional labor development plays a crucial role in promoting economic growth and enhancing the quality of human resources. In West Seram Regency, relatively favorable labor conditions continue to face challenges related to the limited availability of integrated and data-driven labor information systems and planning frameworks. This situation may hinder the sustainability of labor development if not addressed through systematic interventions. This community service initiative focuses on strengthening the regional labor system through assistance in the preparation and implementation of the Regional Labor Plan (RTKD) for the 2025–2029 period. The approach involved policy planning assistance conducted over a 90-day period, encompassing the collection and processing of labor data, the projection of labor supply and demand based on economic growth elasticity, and cross-sectoral coordination among local government institutions. The results indicate the establishment of a structured and integrated labor database, the formulation of medium-term labor projections, and the development of evidence-based labor policies, strategies, and programs. In addition, the activity enhanced the capacity of local government officials to utilize the RTKD as a reference for policy decision-making. Overall, this community service activity demonstrates that data-driven labor planning assistance is effective in strengthening more focused, measurable, and sustainable regional labor governance and has the potential to be replicated in regions with similar characteristics. ABSTRAK Pembangunan ketenagakerjaan di tingkat daerah merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, capaian ketenagakerjaan yang relatif baik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sistem informasi dan perencanaan ketenagakerjaan yang terintegrasi serta berbasis data. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan ketenagakerjaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada penguatan sistem ketenagakerjaan daerah melalui pendampingan penyusunan dan implementasi Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) periode 2025–2029. Metode yang digunakan berupa pendampingan perencanaan kebijakan selama 90 hari kalender yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data ketenagakerjaan, penyusunan proyeksi persediaan dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya basis data ketenagakerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, tersusunnya proyeksi tenaga kerja jangka menengah, serta dirumuskannya arah kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang lebih berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan RTKD sebagai acuan pengambilan kebijakan. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan perencanaan ketenagakerjaan berbasis data efektif dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan daerah yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SUMBERTEBU KABUPATEN MOJOKERTO Baridah, Fiki Hurin; Anshori, Isa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8774

Abstract

ABSTRACT Village Funds are a strategic government instrument to promote rural development and community empowerment in a sustainable manner. However, their implementation often faces challenges, particularly limited administrative capacity of village officials and suboptimal community participation in planning and program implementation. This community service activity aimed to assist the government and community of Sumbertebu Village, Bangsal District, Mojokerto Regency, in managing Village Funds in a more participatory, accountable, and empowerment-oriented manner. The methods applied included joint problem identification with community partners, participatory program planning, implementation of mentoring activities, as well as monitoring and evaluation. The mentoring focused on strengthening the capacity of village officials in Village Fund administration, optimizing the role of the village-owned enterprise (BUMDes) as a driver of the local economy, and enhancing community understanding of village development programs. The results indicate an improvement in village officials’ understanding of Village Fund governance principles, strengthened functions of BUMDes in supporting local economic activities, and increased community participation in development and empowerment initiatives. Overall, this community service activity contributes to improved Village Fund governance and the sustainable enhancement of community welfare in Sumbertebu Village. ABSTRAK Dana Desa merupakan instrumen strategi pemerintah dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. Namun dalam pelaksanaannya, pemanfaatan Dana Desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas aparatur desa dan belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemerintah dan masyarakat Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dalam pengelolaan Dana Desa agar lebih partisipatif, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan bersama mitra, perencanaan program secara partisipatif, pelaksanaan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi Dana Desa, optimalisasi peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman aparatur desa terhadap prinsip tata kelola Dana Desa, penguatan fungsi BUMDes, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan pemberdayaan. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada penguatan tata kelola Dana Desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sumbertebu secara berkelanjutan.
MAKANAN BERGIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN MOJOKERTO Athiya, Saadatul; Anshori, Isa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8775

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a chronic nutritional problem that is commonly found in rural areas, including Mojokerto Regency, and has serious implications for child growth and development. This community service activity aimed to enhance the knowledge and awareness of mothers with young children and posyandu cadres regarding stunting prevention through balanced nutrition education and the utilization of local food resources. The activity was implemented using an educational and participatory approach, including socialization sessions, nutrition counseling, interactive discussions, and hands-on assistance in preparing nutritious local food–based meals. The program targeted mothers of children under five, posyandu cadres, and members of the village community. The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of balanced nutrition, appropriate parenting practices, age-appropriate child feeding, and the use of local food such as pumpkin as an alternative nutritious complementary food. In addition, the activity encouraged positive behavioral changes, particularly in regular child growth monitoring at posyandu. Overall, this community-based nutrition socialization contributed positively to stunting prevention efforts and strengthened community participation in improving child health and development outcomes.   ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan kronis gizi yang masih banyak ditemukan di wilayah pedesaan, termasuk Kabupaten Mojokerto, dan berdampak serius terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita serta kader posyandu mengenai pencegahan stunting melalui sosialisasi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan gizi, diskusi interaktif, serta pendampingan praktik pengolahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. Sasaran kegiatan meliputi ibu balita, kader posyandu, dan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, praktik memberikan makan anak sesuai usia, serta pemanfaatan pangan lokal seperti labu kuning sebagai alternatif MP-ASI Bergizi. Kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap masyarakat dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin di posyandu. Secara keseluruhan, sosialisasi gizi berbasis komunitas ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting dan penguatan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.
PELATIHAN PENGGUNAAN MAIL MERGE MICROSOFT WORD UNTUK KEGIATAN ADMINISTRASI YANG EFEKTIF BAGI GURU DAN STAF TPQ BINA UMMAH Wahyuhening Fibriany, Firstianty; Oloan Lubis, Baginda; Riana, Eri; Setiawan, Santoso
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8841

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk administrasi lembaga pendidikan. Namun, observasi di TPQ Bina Ummah menunjukkan bahwa sebagian staf belum menguasai penggunaan fitur TIK secara optimal, khususnya Mail Merge pada Microsoft Word, sehingga proses administrasi masih dilakukan secara manual, memakan waktu lebih lama, dan rawan kesalahan. Penelitian ini bertujuan memberikan pelatihan Mail Merge kepada staf dan guru TPQ Bina Ummah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tahapan ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung menggunakan modul latihan. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan partisipasi, dan dokumentasi hasil latihan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai pemahaman dan kemampuan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dari rata-rata skor pretest 57,0 menjadi 85,6 pada posttest, dengan peningkatan kemampuan teknis, kreativitas, kemandirian, serta pemahaman menyeluruh dalam pengelolaan dokumen administrasi. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja, akurasi dokumen, dan kesiapan staf serta guru menghadapi transformasi digital. Secara keseluruhan, integrasi Mail Merge dan pelatihan berbasis praktik memberikan dampak positif bagi kualitas administrasi TPQ Bina Ummah dan dapat menjadi model yang direplikasi di lembaga pendidikan nonformal lain dengan keterbatasan sumber daya teknologi. ABSTRACT The development of Information and Communication Technology (ICT) has significantly transformed various aspects of life, including educational administration. However, observations at TPQ Bina Ummah indicate that some staff have not fully mastered ICT features, particularly the Mail Merge function in Microsoft Word, causing administrative processes to be manual, time-consuming, and prone to errors. This study aimed to provide Mail Merge training to the staff and teachers of TPQ Bina Ummah to improve administrative efficiency and accuracy. A descriptive qualitative method was employed, involving lectures, demonstrations, discussions, and hands-on practice with training modules. Data were collected through direct observation, participant notes, and documentation of practice results, then analyzed descriptively to assess participants’ understanding and skills. The training results showed an improvement in participants’ skills, with the average pretest score increasing from 57.0 to 85.6 in the posttest, enhancing technical abilities, creativity, independence, and overall document management competence. The training proved effective in improving work efficiency, document accuracy, and staff readiness for digital transformation. Overall, the integration of Mail Merge and practice-based training positively impacted the quality of administration at TPQ Bina Ummah and can serve as a replicable model for other nonformal educational institutions with limited technological resources.
IMPLEMENTASI KEWIRAUSAHAAN BERBASIS LINGKUNGAN: PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH Endang Yani, Tri; Wibisono, Totok; Sujito, Sujito
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8842

Abstract

  ABSTRAK Kewirausahaan berbasis lingkungan adalah konsep bisnis yang menekankan penggunaan inovasi dan kreativitas untuk mengatasi masalah lingkungan dan keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya bisnis yang menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga berdampak positif pada lingkungan. Peluang bisnis yang berbasis lingkungan diantaranya adalah daur ulang dan pengelolaan limbah. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan sebagai bahan baku suatu produk. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kewirausahaan berbasis lingkungan dan memberikan pelatihan tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai suatu peluang bisnis. Sasaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pelaku UMKM di Kelurahan Rejosari Semarang Timur. Target yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat memahami tentang kewirausahaan berbasis lingkungan, dan dapat menerapkannya sebagai suatu usaha yang menghasilkan keuntungan finansial. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  adalah metode sosialisasi, edukasi dan pelatihan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan  pengetahuan dan pemahaman tentang Kewirausahaan barbasis lingkungan, peningkatan semangat berwirausaha berbasis lingkungan, kesadaran terhadap lingkungan yang aman dari pencemaran dan peningkatan kemampuan mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan ide-ide kreatif bagi para peserta pengabdian untuk berwirausaha berbasis lingkungan. ABSTRACT Environmentally based entrepreneurship is a business concept that emphasizes the use of innovation and creativity to address environmental and sustainability issues. This approach aims not only for businesses to generate financial profits, but also to have a positive impact on the environment. Environmentally based business opportunities include recycling and waste management. Used cooking oil is a type of waste that can be recycled and used as a raw material for a product. The purpose of this community service program is to educate the public about environmentally based entrepreneurship and provide training on utilizing used cooking oil into aromatherapy candles as a business opportunity. The target of this community service program is MSMEs in Rejosari Village, East Semarang. The target to be achieved is for the community to understand environmental-based entrepreneurship and be able to apply it as a business that generates financial profits. The methods of implementing community service program activities are socialization, education, and training. The results of this community service program are increased knowledge and understanding of environmental-based entrepreneurship, increased enthusiasm for environmental-based entrepreneurship, awareness of a safe environment from pollution, and increased ability to manage used cooking oil waste into products with economic value. This activity is expected to generate creative ideas for community service participants to become environmentally based entrepreneurs.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Ningsih, Murtiana; Rayani, Dewi; Ali, Nurain Abdurrahman; Kardi, Kardi; Astawan, Wanda Januar; Angelica, Zona; Hairunisa, Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.