cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER MAPSI DAN OSN SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN POTENSI, PRESTASI, DAN KARAKTER RELIGIUS SISWA Melviyana, Elka; Mardiyah, Aulia; Luthfinda, Muhammad; Famularsih, Sari; Hanik, Umi; Prihananto, Agus
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8946

Abstract

This community service activity aims to strengthen the implementation of extracurricular coaching in Islamic Subject and Arts (MAPSI) and the National Science Olympiad (OSN) as platforms for developing students’ potential, achievements, and religious character at SMP Negeri 4 Salatiga. The program was carried out collaboratively between supervising teachers and MBKM Teaching Assistance students from UIN Salatiga using a participatory and school-based approach. The activities included stages of coordination, coaching, mentoring, and evaluation conducted regularly every week. MAPSI coaching focused on developing students’ talents in Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, and Rebana, while OSN coaching emphasized analytical and problem-solving skills in mathematics and science through intensive practice. The results showed a significant improvement in students’ discipline, confidence, and enthusiasm for learning. Participation levels reached 95%, and several students achieved awards in city-level competitions. The collaboration between the university and the school successfully fostered an integrated model of religious character education and academic achievement development. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan ekstrakurikuler Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai wadah pengembangan potensi, prestasi, dan karakter religius siswa di SMP Negeri 4 Salatiga. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru pembina dan mahasiswa MBKM Asistensi Mengajar UIN Salatiga melalui pendekatan partisipatif berbasis sekolah. Kegiatan meliputi tahap koordinasi, pembinaan, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap minggu. Pembinaan MAPSI berfokus pada pengembangan bakat siswa dalam bidang Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, dan Rebana, sedangkan pembinaan OSN menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah siswa melalui latihan intensif di bidang Matematika dan IPA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedisiplinan, kepercayaan diri, dan semangat belajar siswa. Tingkat partisipasi mencapai 95%, serta beberapa siswa berhasil meraih prestasi di ajang lomba tingkat kota. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini berhasil menciptakan model pembinaan terpadu yang mampu mengembangkan prestasi akademik sekaligus karakter religius peserta didik.    
OPTIMALISASI GREENHOUSE SEKOLAH SEBAGAI LABORATORIUM HIDUP BERBASIS QR CODE SMP NEGERI 10 SALATIGA Ulya, Septi Asma; Zarin, Khofifah Ike Umi; Azizah, Isnaeni Waffiq; Ilham, A.Reza Fais; Malihah, Noor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8947

Abstract

This community service activity aims to optimize the school's greenhouse as a digital Living Laboratory based on QR Code technology at SMP Negeri 10 Salatiga. The effort was motivated by a significant gap between the ideal potential of the greenhouse as a living laboratory for Science education and its current condition, which is poorly maintained, lacks plant identification, and is dominated by conventional teaching methods. The service focused on the problem of transforming the physical asset of the greenhouse into an interactive digital learning resource. The implementation method employed was Action-based Implementation, structured into four main stages: needs analysis, development of QR Code-based digital content, physical revitalization of the greenhouse, and installation of the QR Code system. The implementation results show successful physical transformation, marked by a clean and structured greenhouse environment (98.0% of students agree), and successful implementation of the digital system with the installation of 35 big data-integrated QR Codes. The main conclusion indicates that this innovation received very positive acceptance from students (an average of over 85%), particularly in the aspects of information access convenience (96.7%) and increased motivation in learning Science (90.0%). Thus, the integration of QR Code technology proves effective as an innovative solution for providing contextual and responsive Science learning media. Future development prospects can focus on the integration of gamification and the development of an integrated monitoring system for the evaluation of students' self-directed learning. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan greenhouse sebagai Laboratorium Hidup digital berbasis QR Code di SMP Negeri 10 Salatiga dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan potensi ideal greenhouse sebagai laboratorium hidup dalam pembelajaran IPA dan kondisi yang kurang terawat, minim identitas, serta didominasi oleh metode pengajaran konvensional. Dalam pengabdian berfokus pada masalah mengubah aset fisik greenhouse menjadi sumber belajar digital interaktif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Pengembangan dan Implementasi Berbasis Aksi (Action-based Implementation) melalui empat tahapan utama: analisis kebutuhan, pengembangan konten digital berbasis QR Code, Revitalisasi fisik greenhouse, dan instalasi sistem QR Code. Hasil pelaksanaan menunjukkan keberhasilan transformasi fisik, yang ditandai dengan lingkungan greenhouse yang bersih dan terstruktur (98,0% siswa setuju), serta keberhasilan implementasi sistem digital dengan pemasangan 35 QR Code terintegrasi big data. Simpulan utama menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki penerimaan yang sangat positif dari siswa (rata-rata di atas 85%), terutama dalam aspek kemudahan akses informasi (96,7%) dan peningkatan motivasi belajar IPA (90,0%). Dengan demikian, integrasi teknologi QR Code terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk menyediakan media pembelajaran IPA yang kontekstual, dan responsif. Prospek pengembangan ke depan dapat difokuskan pada integrasi gamifikasi dan pengembangan sistem monitoring terpadu untuk evaluasi belajar mandiri siswa.  
ANALISIS KEDISIPLINAN SISWA SMPN 10 SALATIGA MENYIKAPI PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB Sardiyosa, Katrine Ananda; Imaduddin, Wildan; Wafa, Muhammad Sirril; Rizal, Tanaya Elghifara Syah; Malihah, Noor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8948

Abstract

Student discipline in responding to the playing of the Indonesian national anthem is an important part character of nationalism and respect for national symbols in the school environment. However, in practice, there are still variations in student responses, ranging from punctuality in standing, awareness of following the rules, to respectful behavior while the song is playing. This study aims to analyze the discipline of students at SMP 10 Salatiga in responding to the playing of the Indonesia Raya every day at 10:00 a.m. and to identify the factors that influence this behavior. The study uses a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques. Data was obtained from teachers, students, and school officials directly involved in the implementation of this discipline program. The results showed that most students demonstrated disciplined behavior, such as stopping their activities, standing at attention, and following the teacher's instructions, in line with the finding that routine school activities can strengthen moral character and discipline. However, several obstacles were found, such as a lack of supervision at certain points, a low understanding of the meaning of the activities, and differences in individual awareness. In conclusion, student discipline is influenced by the consistency of school rules, teacher role models, and student understanding of the value of nationalism. Strengthening socialization and routine monitoring are necessary to maintain the sustainability of a culture of discipline in schools. ABSTRAK Kedisiplinan siswa dalam menyikapi pemutaran Lagu Indonesia Raya merupakan bagian penting dari pembentukan karakter nasionalisme dan penghargaan terhadap simbol negara di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan variasi respons siswa, mulai dari ketepatan waktu berdiri, kesadaran mengikuti aturan, hingga sikap menghormati selama lagu diputar. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kedisiplinan siswa SMP 10 Salatiga dalam merespons pemutaran Lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru, siswa, dan pihak sekolah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program kedisiplinan ini. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap disiplin seperti berhenti beraktivitas, berdiri tegap, dan mengikuti instruksi guru, sejalan dengan temuan bahwa kegiatan rutin sekolah dapat memperkuat karakter moral dan kedisiplinan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya pengawasan di titik tertentu, rendahnya pemahaman tentang makna kegiatan, serta perbedaan kesadaran individu. Kesimpulannya, kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh konsistensi aturan sekolah, keteladanan guru, dan pemahaman siswa terhadap nilai nasionalisme. Penguatan sosialisasi dan monitoring rutin diperlukan untuk menjaga keberlanjutan budaya disiplin di sekolah.  
PENINGKATAN KAPASITAS BINAAN USAHA MIKRO MELALUI INTEGRATED FARMING DAN EKONOMI SIRKULAR Hartono, Budi; Giovanni, Axel; Wafa, Muchammad Khusni; Purwanto, Mu'alfad Zulfikar; Harsono, Mirna
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8949

Abstract

Micro-enterprises focusing on food security, particularly in the context of urban farming, play a vital role in the local economy. However, many micro-enterprises in this sector face significant challenges, including limited business management capacity, scarce resources, and insufficient technical knowledge related to efficient and sustainable agricultural practices. This community engagement program aims to enhance the capacity of micro-enterprises through the application of integrated farming and circular economy approaches to improve efficiency, sustainability, and product competitiveness. Implemented through a strategic partnership with Fita Farm an organization with expertise in integrated agriculture and community empowerment the program involves training, hands-on mentoring, and continuous evaluation to develop a more efficient and sustainable micro-enterprise model. Furthermore, it targets tangible outcomes such as scientific publications, video documentation, and the acquisition of intellectual property rights (IPR) for innovations developed during the program. Ultimately, the expected outcomes include improved business management capacity, increased income, and greater resilience and sustainability of micro-enterprises in facing economic challenges. ABSTRAK Usaha mikro yang berfokus pada ketahanan pangan, terutama dalam konteks urban farming, memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, banyak usaha mikro yang terlibat dalam sektor ini menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pengetahuan teknis terkait praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pendekatan integrated farming dan ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing produk usaha mikro. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan strategis dengan Fita Farm, yang memiliki keahlian dalam pertanian terpadu dan pemberdayaan masyarakat, sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan tujuan untuk menghasilkan model usaha mikro yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di samping itu, program ini juga menargetkan hasil berupa publikasi ilmiah, dokumentasi video, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dikembangkan. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan usaha mikro yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.
IMPLEMENTASI KOMBINASI PRESS MOLDING & DEHYDRATOR PACKAGE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, HIGIENITAS, SERTA PROFITABILITAS USAHA TERASI QONJAMADU Lestari, Sukma Puji; Iryanti, Endang; Farel, Kholin Gio; Dewantara, Arya Gading; Falah, Naimul; Husnika, Roaina
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8950

Abstract

QonjaMadu is a Micro, Small, and Medium Enterprise (MSMEs) which operates in the field of processing pond shrimp, especially into shrimp paste. QonjaMadu’s shrimp paste are highly demanded by consumers enabling a monthly production capacity of up to 72 kg of tiger prawns. However, based on a statement from the owner of QonjaMadu, there are several issues in the production process, especially in the drying of row materials, molding, and final drying stages, which are still performed using conventional methods that require up to 78 hours and pose a risk of reducing the product’s level of hygiene. The Objective of this science and technology implementation activity is to implement the Press Molding and Dehydrator Package as a solution to improve the productivity, hygiene, and profitability of QonjaMadu. The methods used in this activity include partner needs surveys, equipment design, fabrication, testing, implementation, and laboratory testing of the produced shrimp paste quality. The implementation of these tools has proven to provide production efficiency solution and to enhance to productivity, hygiene, and profitability of the QonjaMadu. ABSTRAK QonjaMadu merupakan sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan hasil tambak udang terutama terasi. Terasi QonjaMadu banyak diminati oleh masyarakat sehingga dalam satu bulan dapat memproduksi 72 kg udang windu. Namun berdasarkan pernyataan pemilik usaha, terdapat permasalahan dalam proses produksinya, yaitu pada proses penjemuran bahan, pencetakan, dan pengeringan akhir menggunakan metode konvensional yang memerlukan waktu hingga 78 jam dan berisiko menurunkan higienitas produk. Tujuan kegiatan penerapan iptek ini adalah untuk menerapkan alat Press Molding dan Dehydrator Package sebagai solusi peningkatan produktivitas, higienitas serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu. Metode yang digunakan dalam kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pembuatan alat, uji coba alat, penerapan alat, dan uji laboratorium kualitas terasi yang dihasilkan. Penerapan alat tersebut telah terbukti memberikan solusi efisiensi produksi dan meningkatkan produktivitas, higienitas, serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu.     
PENERAPAN MATRAS-TBC SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS DALAM ELIMINASI TB–DM Hartanto, Agung Eko; Wiratmoko, Heru; Purwaningsih, Endang; Suwanto, Agus Wiwit; Purwaningsih, Yustina; Hendrawati, Gandes Widya
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8951

Abstract

Integrated community-based screening for Tuberculosis (TB) and Diabetes Mellitus (DM) is an essential strategy to enhance early detection of communicable and non-communicable diseases. This community engagement activity was conducted in July 2024 in Kadipaten Village, Ponorogo, using four screening approaches: village hall service, Posbindu, elderly health screening, and door-to-door. A total of 265 participants underwent TB screening and 166 underwent DM screening. Results showed 16 suspected TB cases (6%) and 15 individuals (9%) with elevated blood glucose, including four new DM cases (2.4%). The door-to-door method yielded the highest detection in both TB and DM screenings. The findings support existing evidence that active case finding improves detection coverage among at-risk populations. This integrated screening emphasizes the need for structured referral pathways, community health education, cross-program collaboration, and integrated health information systems to ensure sustainable TB–DM detection programs.  ABSTRAK Kegiatan skrining terpadu Tuberkulosis dan Diabetes Mellitus (skrining TB-DM) berbasis komunitas merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular, khususnya di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melalui empat pendekatan, yaitu Balai Kelurahan, Posbindu, kegiatan lansia, dan door-to-door. Sebanyak 265 peserta mengikuti skrining TBC dan 166 peserta mengikuti skrining DM. Hasil menunjukkan 16 peserta (6%) terduga TBC dan 15 peserta (9%) dengan gula darah tinggi, termasuk 4 kasus DM baru (2,4%). Pendekatan door-to-door memberikan kontribusi temuan terbanyak baik pada TBC maupun DM baru. Temuan ini sejalan dengan bukti penelitian bahwa active case finding meningkatkan cakupan deteksi pada komunitas berisiko. Skrining terpadu ini menegaskan perlunya jalur rujukan konfirmasi, edukasi kesehatan masyarakat, kolaborasi lintas program, dan integrasi sistem informasi kesehatan untuk keberlanjutan program deteksi dini TB–DM.    
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS WEBSITE DI MI PLUS WALISONGO TRENGGALEK Hatifuddin, Muhammad Iqbal; Junaris, Imam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8952

Abstract

This Community Service (PkM) program was motivated by the urgent need to address the challenges of managing educational institutions, which are still dominated by manual and semi-digital systems at MI Plus Walisongo Trenggalek, resulting in time inefficiency, difficulty in accessing data, and potential accountability issues. The main objective of this activity is to implement and assist in the management of a website-based Management Information System (MIS) to transform administrative workflows into an integrated, efficient, and data-driven decision-making system. The methods used were the System Development Approach and Participatory Assistance, including stages of partner needs analysis, MIS module design and development (covering master data, academic, attendance, and reporting modules), intensive user training (staff and teachers), and continuous monitoring and evaluation. The results of the Community Service Program show that the website-based SIM has been successfully implemented and is operating well. This achievement is supported by a significant increase in the competence of madrasah human resources, where the level of system mastery after training has had a very positive impact. Managerially, the implementation of the SIM has successfully reduced data processing and recapitulation report generation time, enabling madrasah management to monitor student data in real-time and make faster, more accurate, and data-driven decisions. It is concluded that the effective implementation of website-based SIM management can transform the administration of MI Plus Walisongo into an efficient, structured, and accountable digital system, which ultimately contributes to improving the quality of educational institutions' services. ABSTRAK Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk mengatasi tantangan pengelolaan administrasi lembaga pendidikan yang masih didominasi oleh sistem manual dan semi-digital di MI Plus Walisongo Trenggalek, yang berdampak pada inefisiensi waktu, kesulitan akses data, dan potensi masalah akuntabilitas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengimplementasikan dan mendampingi pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis website guna mentransformasi alur kerja administrasi menjadi sistem digital yang terpadu, efisien, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Pengembangan Sistem dan Pendampingan Partisipatif, meliputi tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan modul SIM (mencakup modul data induk, akademik, kehadiran, dan pelaporan), pelatihan intensif pengguna (staf dan guru), serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil PkM menunjukkan bahwa SIM berbasis website berhasil diimplementasikan dan dioperasikan dengan baik. Capaian ini didukung oleh peningkatan signifikan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) madrasah, di mana tingkat penguasaan sistem pasca-pelatihan sangat berdampak baik. Secara manajerial, implementasi SIM berhasil memangkas waktu pemrosesan data dan pembuatan laporan rekapitulasi, memungkinkan manajemen madrasah untuk memantau data siswa secara real-time dan melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan didasarkan pada data yang valid. Disimpulkan bahwa implementasi pengelolaan SIM berbasis website secara efektif mampu mentransformasi administrasi MI Plus Walisongo menuju sistem digital yang efisien, terstruktur, dan akuntabel, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan lembaga pendidikan.