cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PERAN MAHASISWA KKM TEMATIK STKIP BINA MUTIARA SUKABUMI DALAM MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI DI KAMPUNG CINILA Gunawan, Asep Sahrul; Hambali, Asep Hadi; Yuni, Yuni; Yulia, Yaya; Nurliah, Siti; Yuliyanti, Yuliyanti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7162

Abstract

The 2025 community service program, conducted through the Thematic Student Creativity Program (KKM) at STKIP Bina Mutiara Sukabumi, had the theme "Empowering Sukabumi Regional Communities Through Strengthening Literacy in Welcoming the Society 5.0 Era." It was held in Cinila Hamlet, Mekarjaya Village, Ciemas District, with a focus on improving technological literacy among elementary school children. The main problem identified was the children's limited understanding of technology, as most only knew mobile phones as digital devices. The activity was conducted through participatory methods, socialization, hands-on practice, and mentoring, introducing laptops as a learning tool. The activity phases included planning, implementation, and evaluation. Children were given the opportunity to practice typing, drawing, and understanding the ethical use of digital devices. The results of the activity demonstrated an increase in knowledge, basic skills, and positive attitudes toward technology. The enthusiasm of the participants was a key strength, despite challenges such as limited devices, time, and internet access. Overall, this program made a significant contribution to building a foundation for technological literacy in rural communities, while also providing direction for further development through more focused, sustainable programs. ABSTRAKPengabdian masyarakat melalui KKM Tematik STKIP Bina Mutiara Sukabumi tahun 2025 mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Daerah Sukabumi Melalui Penguatan Literasi Menyongsong Era Society 5.0” yang dilaksanakan di Kampung Cinila, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, dengan fokus peningkatan literasi teknologi pada anak-anak sekolah dasar. Permasalahan utama yang ditemukan adalah keterbatasan pemahaman anak mengenai teknologi, karena sebagian besar hanya mengenal telepon genggam sebagai perangkat digital. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatif, sosialisasi, praktik langsung, dan pendampingan dengan memperkenalkan laptop sebagai sarana pembelajaran. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Anak-anak diberi kesempatan untuk berlatih mengetik, menggambar, serta memahami etika penggunaan perangkat digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan dasar, serta sikap positif terhadap teknologi. Antusiasme peserta menjadi kekuatan utama, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat, waktu, dan akses internet. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi penting dalam membangun fondasi literasi teknologi di masyarakat pedesaan, sekaligus memberikan arah bagi pengembangan lanjutan melalui program berkelanjutan yang lebih terfokus.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MELALUI PROGRAM TAMAN EDUKASI DI DESA PANGUMBAHAN KECAMATAN CIRACAP Muhidin, Muhidin; Hidayat, Sarip; Maulana, Akbar; M, M. Rayiz Ayinul; Safitri, Meilani; Mutiara, Seli
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7163

Abstract

Pangumbahan Village, located in Ciracap Subdistrict, Sukabumi Regency, is a coastal area renowned for turtle conservation. However, the village still encounters challenges in children’s access to education and literacy. Limited informal learning facilities and the absence of expressive spaces hinder children from experiencing enjoyable learning outside formal schooling. In response, the Student Community Service Program (KKM) of STKIP BMS II initiated the establishment of an Educational Park as an open learning space integrating literacy, ecology, and local culture. This program was designed to improve children’s basic literacy skills through contextual and interactive approaches grounded in the local environment. The methods implemented included the provision of open reading corners, environmental education boards, storytelling sessions, and educational games that encouraged active participation of both children and parents. The results indicated a noticeable improvement in children’s reading interest, the emergence of community initiatives to sustain the facilities, and increased awareness of the importance of early literacy. The program demonstrates the synergy between students, communities, and the environment in building a village literacy ecosystem. With its simple and locally based concept, the Educational Park holds potential to be replicated in other villages with similar characteristics. ABSTRAKDesa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kawasan konservasi penyu, namun masih menghadapi tantangan dalam hal akses pendidikan dan literasi anak. Minimnya fasilitas belajar informal dan kurangnya ruang ekspresi membuat anak-anak desa kesulitan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar sekolah. Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 4 STKIP BMS II merespons isu tersebut dengan merancang dan membangun Taman Edukasi sebagai ruang belajar terbuka yang menggabungkan Literasi Ekologi, Teknologi Informasi, Seni dan Budaya. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui pendekatan kontekstual dan interaktif berbasis lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyediaan sudut baca terbuka, papan edukasi lingkungan, sesi dongeng, serta permainan edukatif yang mendorong keterlibatan aktif anak dan orang tua. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan minat baca anak, munculnya inisiatif masyarakat untuk turut menjaga fasilitas, serta tumbuhnya kesadaran pentingnya literasi sejak dini. Kegiatan ini menjadi praktik nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan dalam membangun ekosistem literasi desa. Dengan konsep sederhana dan berbasis potensi lokal, taman edukasi ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah desa lain dengan karakter serupa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMBUATAN OLAHAN SEMANGKA PADA KELOMPOK TANI PELANGI NUSANTARA Tuju, Fandi; Dewi, Mirnawati; Hamzah, Pratiwi; Sari, Fatma Puspita; Pangestu, Reyyo; Maulidya, Yova; Lasari, Reysha Mei; Purba, Ella Afrida
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7164

Abstract

Anjir Pulang Pisau Village is one of the villages located in Kahayan Hilir District, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. The village covers an area of 110 hectares, with a watermelon production of 294 tons from 10.5 hectares of cultivated land. One of the farmer groups partnering in this community service program is the Pelangi Nusantara Farmer Group. The program focuses on developing the watermelon agroindustry by empowering farmer groups to process watermelons that are unsuitable for sale due to size and shape. Both the flesh and rind of watermelons can be processed into various consumable products with economic value, ensuring zero waste utilization, as every part of the fruit can be utilized. The implementation method of this community service consists of two stages: socialization and assistance in watermelon processing. The results of the questionnaire showed positive improvements across several aspects after the presentation. Participants became more aware and knowledgeable that watermelon-based products are not limited to the flesh, but all parts of the fruit can be processed into nutritious food products. They also expressed willingness to consume the processed products and showed high enthusiasm to participate in watermelon processing activities after learning about the safety and nutritional content of both the flesh and rind. The assistance activities provided the Pelangi Nusantara Farmer Group with an opportunity to gain hands-on experience in processing watermelons, from harvesting to packaging, resulting in five types of processed products. These stages of the community service program serve as the initial step toward developing watermelon-based products for the community of Anjir Pulang Pisau Village, particularly for the Pelangi Nusantara Farmer Group. ABSTRAKDesa Anjir Pulang Pisau merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Desa ini memiliki luar lahan sebesar 110 hektar dengan jumlah produksi buah semangka sebanyak 294 ton untuk luas lahan 10,5 hektar. Salah satu kelompok tani yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Tani Pelangi Nusantara. Program pengabdian difokuskan pada pengembangan agroindustri semangka melalui pemberdayaan kelompok tani semangka untuk mengolah semangka yang tidak layak jual (ukuran dan bentuk semangka). Buah dan kulit semangka  dapat diolah menjadi beberapa produk konsumsi dan bernilai ekonomis sehingga tidak menghasilkan limbah karena semua bagian semangka dapat diolah. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu sosialisasi dan pendampingan pembuatan olahan semangka. Hasil pengisian kuesioner menunjukkan peningkatan yang positif dari beberapa aspek setelah pemaparan materi. Peserta menjadi lebih sadar dan tahu bahwa olahan semangka bukan hanya berasal dari dagingnya saja tetapi semua bagian semangka dapat diolah menjadi produk olahan bergizi. Peserta juga bersedia untuk mengonsumsi olahan produk dalam kegiatan ini serta memiliki antusias tinggi untuk ikut dalam kegiatan pengolahan buah semangka setelah mengetahui seberapa aman olahan semangka dan kandungan gizi dalam buah dan kulit semangka. Pendampingan pengolahan semangka menjadi ajang bagi Kelompok Tani Pelangi Nusantara untuk praktik langsung pengolahan semangka sampai pada proses pengemasan yang terdiri dari 5 jenis produk olahan. Tahapan kegiatan pengabdian ini menjadi langkah awal usaha produk olahan semangka masyarakat Desa Anjir Pulang Pisau khususnya Kelompok Tani Pelangi Nusantara.
IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PROGRAM LITERASI AL QUR’AN UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA DI MTS AL HUDA BANDUNG Jaswadi, Jaswadi; Junaris, Imam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7165

Abstract

This community service was initiated in response to the urgent need for strengthening character education in Islamic schools that currently face the challenges of globalization, modernization, and the moral decline among students. MTs Al Huda Bandung was selected as the partner institution due to its strong commitment to cultivating a religious culture grounded in the values of the Qur’an. The Qur’anic literacy program was designed as a managerial strategy to habituate students to read, understand, and internalize the teachings of the Qur’an into their daily behavior. The planning stage included the formulation of school policies, teacher training through the Ummi method of Qur’anic recitation to ensure standardized sanad, and the provision of Qur’ans and other supporting facilities. The program was implemented daily, from Monday to Friday at 07:30–09:10, with core activities including recitation of the Qur’an with tartil, memorization of Arabic vocabulary, memorization of selected hadiths, and Arabic writing practice. Teachers played an active role as guides, while students were fully involved through habituation and gradual mentoring. The outcomes demonstrated significant improvements in Qur’anic literacy skills, discipline, responsibility, religiosity, and social solidarity among students. Furthermore, the program fostered the development of a sustainable religious school culture, encouraged parental involvement in Qur’anic habituation at home, and built stronger collaboration between the school and the surrounding community. The future development of the program is directed toward the utilization of digital technology to enhance accessibility and effectiveness, as well as the strengthening of partnerships with educational stakeholders. Thus, the Qur’anic literacy program serves not only as a school routine but also as a strategic instrument in shaping an Islamic generation with strong character, noble morals, and readiness to face modern civilizational challenges. ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan karakter pendidikan di madrasah yang saat ini menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, serta menurunnya moralitas peserta didik. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Huda Bandung dipilih sebagai mitra karena memiliki komitmen tinggi dalam membangun budaya religius yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Program literasi Al-Qur'an dirancang sebagai strategi manajerial untuk membiasakan siswa membaca, memahami, dan menginternalisasikan ajaran Al-Qur'an ke dalam perilaku sehari-hari. Perencanaan kegiatan dilakukan secara terstruktur, meliputi penyusunan kebijakan madrasah, pelatihan guru melalui program tahsin metode Ummi untuk penyetaraan sanad bacaan, serta penyediaan fasilitas berupa mushaf dan sarana pendukung lainnya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 07.30–09.10 dengan aktivitas utama berupa membaca Al-Qur'an secara tartil, penghafalan kosa kata bahasa Arab, hafalan hadis pilihan, dan pelatihan menulis bahasa Arab. Guru berperan aktif sebagai pembimbing, sementara siswa dilibatkan secara penuh melalui sistem pembiasaan dan bimbingan bertahap. Dampak kegiatan ini terlihat pada peningkatan keterampilan literasi Alquran, penguatan nilai disiplin, tanggung jawab, religiusitas, serta solidaritas sosial antar siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya budaya sekolah yang religius, partisipasi orang tua dalam mendukung pembiasaan di rumah, serta terciptanya sinergi positif antara madrasah dan masyarakat sekitar. Prospek program pengembangan diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan efektivitas kegiatan, serta penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan pendidikan. Dengan demikian, program literasi Al-Qur'an ini tidak hanya menjadi agenda rutin madrasah, tetapi juga menjadi instrumen strategi dalam membangun generasi Islami yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan peradaban modern.
IMPLEMENTASI PELATIHAN PENGGUNAAN MENDELAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA Mahmud, Mahmud; Nuraeni, Nuraeni; Yudas, Chiko Yuardan; Melinda, Elsin; Sufari, Fadila; Arif, Andi Muhammad; Razilu, Zila; Erik, Erik
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7166

Abstract

The development of digital technology encourages students to possess strong digital literacy, including the ability to manage scientific references systematically. Many students are still unfamiliar with using reference management applications such as Mendeley in academic writing. This study aims to implement training on the use of the Mendeley application for students of the Information Technology Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Kendari to provide them with digital literacy skills in reference management. The method used is the lecture method combined with hands-on practice through four stages: preparation, implementation, a final stage consisting of a Q&A session, and concluding with activity evaluation. The training results showed that participants were able to install the application, add references automatically, and integrate Mendeley with Microsoft Word. Activity evaluation was conducted using a Likert scale-based questionnaire covering four indicators: training effectiveness (89.5%), participants’ understanding (85.5%), quality of material delivery (88.5%), and technical competence (84.5%), with an overall average of 87%, which is classified as very good. The findings conclude that Mendeley training is effective in improving students’ reference management skills and digital literacy, and contributes to the development of technology-based training models in higher education environments. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital mendorong mahasiswa untuk memiliki literasi digital yang baik, termasuk kemampuan dalam mengelola referensi ilmiah secara sistematis. Banyak mahasiswa yang belum terbiasa menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley dalam penulisan karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari guna memberikan keterampilan literasi digital dalam pengelolaan referensi. Metode yang digunakan adalah metode ceramah yang dipadukan dengan praktik langsung dalam empat tahapan: persiapan, pelaksanaan, tahap akhir yang berisi sesi tanya jawab dan di akhiri dengan evaluasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menginstal aplikasi, menambahkan referensi secara otomatis, dan mengintegrasikan Mendeley dengan Microsoft Word. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen kuisioner skala Likert yang mencakup empat indikator: efektivitas kegiatan (89,5%), pemahaman peserta (85,5%), kualitas penyampaian materi (88,5%), dan kompetensi teknis (84,5%) dengan rata-rata keseluruhan 87% yang tergolong sangat baik. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Mendeley efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan referensi dan literasi digital mahasiswa, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan model pelatihan berbasis teknologi informasi di lingkungan perguruan tinggi.
PENYULUHAN HUKUM: PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI MENYIAPKAN GENERASI EMAS DI DESA PENUJAK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Anugerahayu, Ayang Afira; S, Nathania Permata
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7167

Abstract

Early marriage is a multidimensional problem that hinders the fulfillment of children's and women's rights in Indonesia, especially in West Nusa Tenggara (NTB) province, which has a high prevalence rate (14.23% in 2023) compared to the national average (8.06%). This practice is rooted in economic factors, local traditions, and low legal awareness, which leads to serious consequences for health, education, and socioeconomic aspects. Therefore, legal counseling in Penujak Village, Central Lombok, which still holds strong traditional values, is a strategic step to increase public awareness about the risks of early marriage and the importance of child protection. This activity was conducted on September 4, 2025, at the Penujak Village Hall using a participatory method. The goal was to provide legal understanding and education through presentations and interactive discussions involving village officials, religious leaders, traditional leaders, parents, and teenagers. The results of this activity showed an increase in understanding and collective awareness among participants, evidenced by their enthusiasm in discussions and their commitment to supporting early marriage prevention efforts. Participants realized that delaying the age of marriage is a long-term investment to achieve a healthy, intelligent, and competitive "Golden Generation 2045". Thus, this legal counseling activity is considered a successful and strategic first step in building public legal awareness and has the potential for further development through the formation of a children's forum or village regulations. ABSTRAKPernikahan usia dini menjadi persoalan multidimensional yang menghambat pemenuhan hak anak dan perempuan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki prevalensi tinggi (14,23% pada tahun 2023) dibandingkan rata-rata nasional (8,06%). Praktik ini berakar pada faktor ekonomi, tradisi, dan rendahnya kesadaran hukum, yang menimbulkan konsekuensi serius pada aspek kesehatan, pendidikan, dan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, penyuluhan hukum di Desa Penujak, Lombok Tengah, yang masih kental dengan nilai adat, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko pernikahan usia dini dan pentingnya perlindungan anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 September 2025 di Balai Desa Penujak dengan menggunakan metode partisipatif. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman hukum dan edukasi melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif yang melibatkan perangkat desa, tokoh agama, tokoh adat, orang tua, dan remaja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran kolektif di kalangan peserta, yang terlihat dari antusiasme dalam diskusi dan komitmen untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini. Peserta menyadari bahwa menunda usia perkawinan adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan "Generasi Emas 2045" yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan hukum ini dinilai berhasil sebagai langkah awal yang strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan forum anak atau regulasi desa.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI PANTI BHAKTI KASIH SITI ANNA TAHUN 2024 Utari, Aulia; Kusumajaya, Hendra; Anggraini, Rima Berti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7168

Abstract

Dementia is one of the global health problems whose prevalence continues to rise in line with the increasing number of elderly populations. This condition not only disrupts cognitive function, behavior, and social abilities but also has a significant impact on the quality of life of older adults. In addition, the economic and social burden caused by dementia is increasingly evident, particularly in developing countries such as Indonesia, which is currently experiencing a surge in the elderly population. One of the institutions accommodating elderly individuals with dementia symptoms is Panti Bhakti Kasih Siti Anna in Pangkalpinang. This study is therefore important to identify the factors influencing the incidence of dementia within that setting. The research focused on analyzing both risk factors and supporting factors that contribute to the occurrence of dementia among the elderly. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach through in-depth interviews and documentation involving nurses, the head nurse, and elderly residents with dementia. The research was conducted from May 22 to May 30, 2024, using a non-probability sampling technique, specifically convenience sampling. The key stages included collecting primary data through interviews, observing the daily activities of the elderly, and conducting thematic analysis of risk factors such as age, level of knowledge, and physical activity, as well as supporting factors such as institutional policies, social support, and the availability of supporting facilities. The findings indicate that the informants’ understanding of dementia was relatively good, routine physical activity played an important role in maintaining cognitive function, and institutional support contributed significantly to the well-being of the elderly. In conclusion, knowledge-based interventions, structured activities, and strong social support are essential strategies to reduce the prevalence of dementia while enhancing the quality of life of elderly residents in the institution. ABSTRAKDemensia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi ini tidak hanya mengganggu fungsi kognitif, perilaku, dan kemampuan sosial, tetapi juga berdampak besar terhadap kualitas hidup lansia. Selain itu, beban ekonomi dan sosial akibat demensia semakin dirasakan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang tengah menghadapi lonjakan populasi lansia. Salah satu institusi yang menampung lansia dengan gejala demensia adalah Panti Bhakti Kasih Siti Anna di Pangkalpinang. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian demensia di lingkungan tersebut. Fokus penelitian diarahkan pada analisis faktor risiko maupun faktor pendorong yang berperan terhadap munculnya demensia pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap perawat, kepala perawat, serta lansia dengan demensia. Penelitian dilakukan pada 22-30 Mei 2024 dengan teknik non probability sampling, khususnya convenience sampling. Tahapan penting meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara, observasi aktivitas lansia, serta analisis tematik terhadap faktor risiko seperti usia, tingkat pengetahuan, dan aktivitas fisik serta faktor pendorong seperti kebijakan panti, dukungan sosial, dan ketersediaan fasilitas penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman informan tentang demensia cukup baik, aktivitas fisik rutin berperan dalam mempertahankan fungsi kognitif, dan dukungan sistem dari panti memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan lansia. Simpulannya, intervensi berbasis pengetahuan, aktivitas terstruktur, dan dukungan sosial menjadi strategi utama untuk menekan prevalensi demensia sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia di panti.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MA MENGHITUNG VALIDITAS SOAL MATEMATIKA JENIS SOAL PILIHAN GANDA DI MGMP Sampoerno, Pinta Deniyanti; Salsabila, Ellis; Meidianingsih, Qorry; Permana, Agus Agung; Meilani, Ajeng; Khoirunnisa , Mustika
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7240

Abstract

The training program on multiple-choice question validity for Madrasah Aliyah teachers aims to enhance teachers’ professional competence in designing and evaluating assessment instruments that are valid, reliable, and aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. This program was initiated in response to teachers’ limited ability to conduct item validity testing, both statistically and conceptually, which often leads to less accurate assessments of student learning outcomes. The training employed an andragogical approach emphasizing active participation through interactive lectures, group discussions, simulations, and hands-on practice in calculating item validity using students’ test data. The results indicated significant improvements in teachers’ understanding and skills in computing and interpreting test validity more accurately. Furthermore, the program fostered reflective awareness among teachers about the importance of data-driven evaluation to support meaningful learning. Overall, this activity contributed to strengthening teachers’ professionalism and improving the quality of educational assessment in Madrasah Aliyah throughout the DKI Jakarta region. ABSTRAKKegiatan pelatihan validitas soal pilihan ganda bagi guru Madrasah Aliyah bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang dan mengevaluasi instrumen penilaian yang valid, reliabel, serta sesuai dengan prinsip asesmen Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan guru dalam melakukan uji validitas butir soal secara statistik dan konseptual, yang berakibat pada rendahnya kualitas penilaian hasil belajar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi yang menekankan partisipasi aktif peserta melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung penghitungan validitas menggunakan data hasil tes siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menghitung serta menafsirkan validitas soal pilihan ganda dengan lebih akurat. Selain itu, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran reflektif guru terhadap pentingnya evaluasi berbasis data dalam mendukung pembelajaran yang bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru dan mutu asesmen pendidikan di Madrasah Aliyah wilayah DKI Jakarta.
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK UMKM DALAM UPAYA MENCEGAH FINANCIAL FAILURE DI KABUPATEN SANGGAU Saputra, Edi; Nugroho, Yohanes Adi; Toliang, Ermina; Maulana, Arief Rio; Ilham, Syarif Muhammad; Hadi, Vanesha Astri; Pamungkas, Whilis Aziz Panji; Anam, Muhammad Khairul
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7248

Abstract

ABSTRACT This community service program was initiated in response to the low financial management and accounting skills among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The activity aimed to enhance financial literacy and management competence of MSME entrepreneurs under the guidance of Rumah BUMN Sanggau to prevent financial failure. The program was implemented using a participatory and practice-based training approach, which consisted of three main stages: preparation (coordination and module development), implementation (interactive lectures, group discussions, and financial recording simulations), and evaluation (conducted through pre-test and post-test to measure learning outcomes). The results showed a significant improvement in participants’ understanding, with 95% able to identify their business financial position, 90% able to plan profits realistically, and all participants successfully separating personal and business finances. These findings indicate that practice-based training is effective in strengthening basic accounting skills and financial discipline among MSMEs. Through more systematic financial management, assisted MSMEs are expected to enhance business resilience and competitiveness sustainably. Program continuity will be supported through regular mentoring by Rumah BUMN to ensure consistent implementation of proper financial recording practices. ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan dan menyusun laporan akuntansi sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi serta keterampilan pengelolaan keuangan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau agar mampu mencegah kegagalan finansial. Program ini dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan partisipatif dan metode pelatihan berbasis praktik, yang mencakup tiga tahapan utama: persiapan (meliputi koordinasi dan penyusunan modul), pelaksanaan (meliputi kegiatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi pencatatan keuangan sederhana), dan evaluasi (melalui pelaksanaan pre-test dan post-test untuk mengukur hasil pelatihan). Hasil pelaksanaan kegiatan memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta, di mana 95% peserta mampu mengidentifikasi posisi keuangan usahanya, 90% mampu menyusun perencanaan laba secara realistis, dan seluruh peserta telah berhasil memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik efektif dalam memperkuat kemampuan akuntansi dasar dan disiplin finansial pelaku UMKM. Dengan penerapan manajemen keuangan yang lebih sistematis, UMKM binaan diharapkan mampu meningkatkan ketahanan usaha dan daya saing secara berkelanjutan. Keberlanjutan program akan didukung melalui pendampingan rutin oleh Rumah BUMN untuk memastikan konsistensi penerapan pencatatan keuangan yang baik.
AMPLIFIKASI KINERJA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN PELATIHAN MANAJEMEN PERSEDIAAN BERBASIS DIGITAL PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN SANGGAU Maulana, Arief Rio; Sastrawan, Rahman; Hendreo, Chornolius; Pratiwi, Nia; Patria, Andika; Lestari, Siti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7342

Abstract

ABSTRACT Sanggau Regency has experienced rapid economic growth, as indicated by the increasing number of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Its strategic location as a cross-district and cross-border trade route creates a high turnover of goods and services, providing significant opportunities for MSMEs, particularly in the handicraft and local food sectors. However, inventory management is still conducted manually, which is prone to errors, data loss, and lacks real-time stock information. This community service activity aimed to enhance MSME actors’ digital capabilities through training in digital-based inventory management. The training was carried out using lectures, hands-on practice with Google Spreadsheets, Focus Group Discussions (FGD), and evaluation through pre-test and post-test involving 20 MSME participants under Rumah BUMN Sanggau. The results showed an increase in participants’ understanding of digital inventory management, with 80% of participants able to independently apply stock recording digitally. The activity received positive responses and opened opportunities for further collaboration with Rumah BUMN to ensure the sustainability of MSME digitalization training in Sanggau Regency. ABSTRAK Kabupaten Sanggau menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, ditandai dengan meningkatnya jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Letaknya yang strategis sebagai jalur penghubung antar kabupaten dan lintas negara menyebabkan perputaran barang dan jasa tinggi, sehingga menciptakan peluang besar bagi UMKM, khususnya di sektor kerajinan dan kuliner khas daerah. Namun, pengelolaan persediaan masih dilakukan secara manual sehingga rawan kesalahan, kehilangan data, dan tidak mampu menyajikan informasi stok secara real-time. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM melalui pelatihan manajemen persediaan berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, praktik langsung menggunakan Google Spreadsheet, Focus Group Discussion (FGD), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 20 peserta UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan persediaan digital, dengan 80% peserta menyatakan mampu mempraktikkan pencatatan stok secara mandiri. Kegiatan mendapat respon positif dari peserta dan membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Rumah BUMN untuk keberlanjutan pelatihan digitalisasi UMKM di Kabupaten Sanggau.