cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 18 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MURID Zuhri, Bahtiar Amin; Sriyanto, Sriyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6366

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in enhancing critical thinking skills and learning outcomes among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Cilongok. The research employed a quasi-experimental design with two groups: an experimental group that received PBL treatment and a control group that followed conventional instructional methods. Data collection instruments included critical thinking tests and academic achievement tests, administered both before (pretest) and after (posttest) the intervention. Initial analysis indicated that both groups had relatively equivalent baseline abilities. Following the intervention, the experimental group demonstrated a significant increase in critical thinking scores (mean = 98.10) and learning outcomes (mean = 88.00), compared to the control group (mean = 84.13 and 80.25, respectively). The experimental group also achieved 100% mastery learning, surpassing the minimum required criteria. Statistical tests confirmed that the data were valid and reliable. These findings suggest that the PBL model is more effective than conventional methods in fostering students’ critical thinking and improving academic performance. Therefore, PBL is recommended as an active and contextual learning strategy for classroom implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Cilongok. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan pembelajaran PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes berpikir kritis dan tes hasil belajar, baik sebelum (pretest) maupun sesudah (posttest) perlakuan. Analisis awal menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang relatif setara. Setelah perlakuan diberikan, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berpikir kritis (rata-rata 98,10) dan hasil belajar (rata-rata 88,00), dibandingkan kelompok kontrol (masing-masing 84,13 dan 80,25). Ketuntasan klasikal kelompok eksperimen mencapai 100%, melampaui kriteria minimal. Uji statistik menunjukkan bahwa data valid dan dapat dipercaya. Hasil ini menegaskan bahwa model PBL lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, PBL layak diterapkan sebagai strategi pembelajaran aktif dan kontekstual di kelas.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENGUKURAN SATUAN PANJANG KELAS II MELALUI METODE DISKUSI DAN ALAT PERAGA PAPAN SATUAN PANJANG DI SDIT AL FURQON KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN Andriani, Andriani; Prasetyono, Hendro
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6502

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes and participation of second-grade students at SDIT Al Furqon on the topic of measuring units of length, caused by the use of conventional lecture methods. The focus of this classroom action research was to improve student learning outcomes and teacher performance through the application of discussion methods combined with a length unit board. As a crucial step, this research was conducted in two cycles, each encompassing planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 22 second-grade students, with quantitative data from learning evaluations and qualitative data from teacher performance observations analyzed descriptively. The main findings showed significant improvement in each cycle. In cycle I, student learning completion reached 81.81%, increasing to 86.36% with an average score of 89.77 in cycle II. Teacher performance also improved substantially, with more effective time management and student interaction. In conclusion, the use of discussion methods and the length unit board as a teaching aid has proven effective in improving mathematics learning outcomes and teacher performance by transforming abstract concepts into concrete concepts and creating a more active classroom atmosphere. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan partisipasi siswa kelas II SDIT Al Furqon pada materi pengukuran satuan panjang, yang disebabkan oleh penggunaan metode ceramah konvensional. Fokus penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kinerja guru melalui penerapan metode diskusi yang dikombinasikan dengan alat peraga papan satuan panjang. Sebagai langkah penting, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas II, dengan data kuantitatif dari hasil evaluasi belajar dan data kualitatif dari observasi kinerja guru yang dianalisis secara deskriptif. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan di setiap siklus. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 81,81%, dan meningkat menjadi 86,36% dengan rata-rata nilai 89,77 pada siklus II. Kinerja guru juga membaik secara substansial, dengan manajemen waktu dan interaksi siswa yang lebih efektif. Kesimpulannya, penggunaan metode diskusi dan alat peraga papan satuan panjang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan kinerja guru, dengan mengubah konsep abstrak menjadi konkret serta menciptakan suasana kelas yang lebih aktif.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI Datu, Dwi Kartika; Nggilu, Ariyanto; Wantu, Asmun W.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6503

Abstract

This research aimed to identify the causes of low student discipline and the strategies implemented by the principal to improve student discipline at SMA Negeri 1 Kabila. Discipline is a crucial factor in creating a conducive learning environment and supporting the success of the educational process. As the leader of an educational institution, the principal plays a central role in fostering discipline through effective and systematic strategies. This research employed a qualitative approach with a descriptive method, and data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants in this research consist of the principal, teachers, student affairs staff, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the main causes of low student discipline include tardiness, truancy, failure to attend flag ceremonies, and improper use of school uniforms. To address these issues, the principal applied several strategies, such as modelling good behaviour, establishing effective communication with students and parents, implementing reasonable sanctions, and building a school environment that supports discipline values The principal also involved the entire school community in efforts to cultivate a culture of discipline. With the right strategies, the principal could increase student awareness and responsibility in complying with school regulations, thereby creating an orderly and productive learning environment ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kedisiplinan siswa dan strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Kabila. Kedisiplinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menunjang keberhasilan proses pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam membina kedisiplinan melalui penerapan strategi yang efektif dan sistematis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, staf kesiswaan, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya kedisiplinan siswa antara lain keterlambatan datang ke sekolah, bolos, tidak mengikuti upacara, dan penggunaan atribut sekolah yang tidak sesuai. Untuk mengatasi hal tersebut, kepala sekolah menerapkan beberapa strategi seperti memberikan keteladanan, menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua, menerapkan sanksi yang logis, serta membangun lingkungan sekolah yang mendukung nilai-nilai kedisiplinan. Kepala sekolah juga melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya menciptakan budaya disiplin.Dengan strategi yang tepat, kepala sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam menaati peraturan sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang tertib dan produktif.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA Ahiri, Yuniyarti; Ahiri, Jafar; Lewa, Muhammad Juwantho; Syata, Wahyu Muh.; Harjun, Harjun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6595

Abstract

Creative thinking ability is one of the essential competencies of the 21st century; however, evidence from Indonesia indicates that this capability remains underdeveloped among university students. Numerous studies have identified passive conventional teaching methods as the main factor hindering the development of student creativity. This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model in enhancing students' creative thinking abilities through a Systematic Literature Review (SLR). The research employed a three-stage methodology: planning, implementation, and reporting. Articles were collected from reputable databases covering the period 2020–2024 and were selected using strict relevance criteria. The SLR results from 19 articles demonstrate that PjBL is effective in improving all aspects of students' creative thinking, although its implementation faces challenges such as limited facilities, insufficient instructor preparedness, and the need for objective creativity assessment. This study recommends optimizing PjBL implementation by strengthening instructor competencies, utilizing digital technology, and developing continuous formative evaluation approaches. These findings are expected to serve as a practical reference for higher education institutions in designing more innovative, adaptive, and relevant learning strategies that meet the needs of student creativity development in the modern era. ABSTRAK Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi esensial abad ke-21, tetapi fakta di Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan ini masih rendah di kalangan mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan metode pembelajaran konvensional yang pasif menjadi penyebab utama kurang berkembangnya kreativitas mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Peneliti menggunakan tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Artikel dikumpulkan dari database bereputasi dengan rentang 2020–2024 dan diseleksi menggunakan kriteria relevansi yang ketat. Hasil SLR terhadap 19 artikel menunjukkan bahwa PjBL terbukti efektif meningkatkan seluruh aspek berpikir kreatif mahasiswa, meskipun implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan dosen, dan penilaian kreativitas yang objektif. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penerapan PjBL melalui penguatan kompetensi dosen, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan evaluasi formatif yang berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi perguruan tinggi untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kreativitas mahasiswa di era modern.
KODING DAN AI DI SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR TERHADAP KESIAPAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI SD/SMP Prihatin, Muhammad Ridho
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6022

Abstract

The rapid advancement of digital technology requires education systems to adapt by integrating new competencies such as coding and artificial intelligence (AI) into primary and lower secondary school curricula. In response, the Indonesian government introduced the Merdeka Curriculum, which includes coding and AI as elective subjects. However, the extent to which schools are prepared to implement this policy remains a critical issue. This study aims to analyze school readiness using a narrative literature review approach by examining research findings, policy documents, and academic sources published between 2019 and 2025. The analysis focuses on three key areas: digital infrastructure, curriculum integration, and teaching strategies. Findings reveal significant challenges, including infrastructure gaps, lack of standardized curriculum guidelines, and limited teacher competence in technological and pedagogical integration. The study recommends more operational policy support, teacher training based on the TPACK framework, and equitable infrastructure development to ensure the digital transformation of education is both effective and inclusive. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut sistem pendidikan untuk beradaptasi dengan cara mengintegrasikan keterampilan baru, seperti koding dan kecerdasan buatan (AI), ke dalam kurikulum dasar dan menengah pertama. Pemerintah Indonesia telah merespons melalui kebijakan Kurikulum Merdeka yang memasukkan koding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan. Namun, kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan ini masih menjadi pertanyaan krusial. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan tersebut melalui pendekatan kajian literatur naratif dengan menelaah hasil-hasil penelitian, dokumen kebijakan, dan sumber ilmiah lainnya dalam rentang 2019–2025. Fokus analisis mencakup tiga aspek utama: infrastruktur digital, integrasi kurikulum, dan strategi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pedoman kurikulum yang terstandar, serta rendahnya kompetensi guru dalam aspek teknopedagogi. Kajian ini merekomendasikan perlunya dukungan kebijakan yang lebih operasional, pelatihan berbasis model TPACK, serta pemerataan infrastruktur agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan secara adil dan efektif.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOGNITIF SISWA DI KELAS YANG MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA Rosfiani, Okta; Anggreini, Novita; Irmanika, Ananta; Devansyah, Azriel; Hanif, Farhan Nur
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6120

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum faces challenges in addressing students' cognitive gaps due to teachers' difficulties in differentiated instruction and comprehensive diagnostic assessment, necessitating innovative strategies to enhance teacher competence for achieving the curriculum's project-based learning goals. This qualitative research examines teacher strategies in overcoming students' cognitive gaps in classes implementing the Independent Curriculum, with a case study at MA Darussalam, South Tangerang City, Banten Province, class 10. Through in-depth interviews with 1 PAI teacher and 1 principal, as well as learning observations, the study identified four effective strategies: (1) differentiated learning based on diagnostic assessment, (2) continuous formative assessment, (3) project-based learning, and (4) utilization of educational technology. The findings show an increase in student understanding after three months of implementation, with key factors being personal feedback, peer tutoring, and changes in student mindsets. The main obstacles include limited time for material preparation and the need for ongoing teacher training. The implications of the study emphasize the importance of: (1) developing a community of teacher practice, (2) integrating technology into assessment, and (3) school policies that support pedagogical flexibility. These findings provide an operational framework for teachers in managing heterogeneous classes according to the principles of the Independent Curriculum, while enriching the differentiated learning model with local contextualization. The study recommends the development of a digital platform integrated training module to optimize strategies for addressing cognitive gaps. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi tantangan dalam kesenjangan kognitif siswa akibat kesulitan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk meningkatkan kompetensi guru demi tercapainya tujuan kurikulum berbasis proyek. Penelitian kualitatif ini mengkaji strategi guru dalam mengatasi kesenjangan kognitif siswa di kelas yang menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan studi kasus di MA Darussalam Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten kelas 10. Melalui wawancara mendalam dengan 1 guru PAI dan 1 kepala sekolah, serta observasi pembelajaran, penelitian mengidentifikasi empat strategi efektif: (1) pembelajaran berdiferensiasi berbasis asesmen diagnostik, (2) asesmen formatif berkelanjutan, (3) pembelajaran berbasis proyek, dan (4) pemanfaatan teknologi pendidikan. Temuan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah tiga bulan implementasi, dengan faktor kunci berupa umpan balik personal, tutor sebaya, dan perubahan mindset siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu persiapan materi dan kebutuhan pelatihan guru berkelanjutan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya: (1) pengembangan komunitas praktik guru, (2) integrasi teknologi dalam asesmen, dan (3) kebijakan sekolah yang mendukung fleksibilitas pedagogis. Temuan ini memberikan kerangka operasional bagi guru dalam mengelola kelas heterogen sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, sekaligus memperkaya model pembelajaran berdiferensiasi dengan kontekstualisasi lokal. Penelitian merekomendasikan pengembangan modul pelatihan terintegrasi platform digital untuk optimalisasi strategi penanganan kesenjangan kognitif.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN SISWA Derek, Stefani Valentina Putri; Audita, Sindy; Rahayu, Elsa Dwi; Nurhidayat, Febri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6545

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed the paradigm of modern education, making digital literacy a fundamental competency that students must acquire. As agents of change, teachers play a strategic and multifaceted role in facilitating the development of students' digital literacy through various innovative approaches. This study comprehensively examines the role of teachers in enhancing students' digital literacy, identifying effective strategies, implementation challenges, and applicable solutions. The research was conducted using a qualitative approach with a descriptive-analytical literature review method, drawing on sources from indexed journals, books, and policy documents. Data were analyzed thematically and validated through source triangulation. The findings reveal that teachers hold five primary roles: as facilitators of digital learning, role models for responsible technology use, curators of quality digital content, critical guides in evaluating information, and collaborators in developing digital projects. The success of improving students' digital literacy largely depends on teachers' digital competencies, infrastructure support, institutional commitment, as well as sustained collaboration and strategies that generate transformational impact in education. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital yang pesat telah mengubah paradigma pendidikan modern, di mana literasi digital menjadi kompetensi fundamental yang harus dikuasai siswa. Guru sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dan multifaset dalam memfasilitasi pengembangan literasi digital siswa melalui berbagai pendekatan inovatif. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif peran guru dalam meningkatkan literasi digital siswa, mengidentifikasi strategi efektif, tantangan implementasi, dan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur deskriptif-analitis, menggunakan sumber dari jurnal terindeks, buku, dan dokumen kebijakan. Data dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki lima peran utama: sebagai fasilitator pembelajaran digital, model penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, kurator konten digital berkualitas, pembimbing kritis dalam evaluasi informasi, dan kolaborator dalam pengembangan proyek digital. Keberhasilan peningkatan literasi digital siswa sangat bergantung pada kompetensi digital guru, dukungan infrastruktur, komitmen institusional, serta kolaborasi dan strategi berkelanjutan yang menciptakan dampak transformasional dalam dunia pendidikan.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN IPA MATERI RANTAI MAKANAN KELAS V DI SDN MAYANGCINDE Juliani, Yuli; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama , Febri Fajar
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6576

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills of students. The purpose of this study is to improve the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Mayangcinde in the science learning process on the Food Chain topic. An alternative solution used in this study is the application of the PBL (Problem Based Learning) learning model in the science learning process. The research method used in this study was Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two cycles. Data collection techniques used included tests, observation, and documentation. The results of the students' critical thinking test in the pre-action phase obtained an average score of 49.06, with the percentage of students who were critical only reaching 12.5%. In cycle I, the average score of the critical thinking test increased to 70.62, with the percentage of students who were critical reaching 37.5%. In cycle II, the average score of the critical thinking test increased again to 82,18, with the percentage of students who were critical reaching 75%. The test results indicate an increase in students' critical thinking skills from the pre-action phase, cycle I, and cycle II. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PBL learning model can improve the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Mayangcinde, Cigalontang District, in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SDN Mayangcinde pada proses pembelajaran IPA materi Rantai Makanan. Alternatif solusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dalam proses pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Hasil tes berpikir kritis siswa pada pra tindakan mendapatkan nilai rata-rata 49,06 dengan persentase siswa yang sudah kritis hanya mencapai 12,5%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil tes berpikir kritis meningkat menjadi 70,62 dengan persentase siswa yang sudah kritis mencapai 37,5%. Pada siklus II nilai rata-rata hasil tes berpikir kritis meningkat lagi menjadi 82,18 dengan persentase siswa yang sudah kritis mencapai 75%. Berdasarkan hasil tes tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari mulai pra tindakan, ke siklus I, sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SDN Mayangcinde Kecamatan Cigalontang Tahun Ajaran 2025/2026.
STRATEGI BELAJAR EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Hidayah, Kamilatul; Syafitri, Bella; Wulandari, Nursinta; Wenda, Delo
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6695

Abstract

This research is motivated by low student academic achievement, a crucial problem influenced by a lack of motivation and ineffective learning strategies in facing the challenges of the digital era. The focus of this research is to identify and analyze various effective learning strategies to improve academic achievement, by examining the inhibiting and driving factors in the learning process. As a crucial step, this research uses a literature review method, where data is collected and synthesized from various scientific sources such as journals and books. The main findings of this study confirm that motivation, both intrinsic and extrinsic, is the main foundation of academic success. The literature also identifies various learning strategies that have been proven effective, such as problem-based, cooperative, and contextual learning, supported by personalized learning techniques and the active role of teachers and parents. In conclusion, improving academic achievement requires the implementation of planned and active learning strategies supported by a conducive environment. This study recommends the development of an intervention program that focuses on learning strategy training for students and strengthening a supportive learning ecosystem. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi akademik siswa, sebuah masalah krusial yang dipengaruhi oleh kurangnya motivasi dan strategi belajar yang tidak efektif dalam menghadapi tantangan era digital. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai strategi belajar yang efektif untuk meningkatkan prestasi akademik, dengan menelaah faktor-faktor penghambat dan pendorong dalam proses pembelajaran. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode studi literatur, di mana data dikumpulkan dan disintesiskan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal dan buku. Temuan utama dari studi ini menegaskan bahwa motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, merupakan fondasi utama keberhasilan akademis. Literatur juga mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran yang terbukti efektif, seperti pembelajaran berbasis masalah, kooperatif, dan kontekstual, yang didukung oleh teknik belajar personal dan peran aktif guru serta orang tua. Kesimpulannya, peningkatan prestasi akademik memerlukan implementasi strategi belajar yang terencana, aktif, dan didukung oleh lingkungan yang kondusif. Studi ini merekomendasikan pengembangan program intervensi yang berfokus pada pelatihan strategi belajar bagi siswa serta penguatan ekosistem pembelajaran yang suportif.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KARAKTER Halimah, Nur; Rahmawati, Aslihatul; Azhari, Ainul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6696

Abstract

This research is motivated by the challenges of implementing effective character education, where traditional learning methods often fail to deeply instill values such as responsibility and cooperation. The focus of this study is to examine the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model as a medium for strengthening the character of responsibility, cooperation, and independence in junior high school students. As a crucial step, this study used a qualitative field research approach with 25 eighth-grade students at SMPN 1 Mauk. Data were collected through observation, interviews, and documentation of a project themed “Anti-Plastic Waste Campaign,” which was then analyzed using the Miles and Huberman model. The main findings indicate that the implementation of PjBL successfully encouraged positive character behavior changes. Students showed significant improvements in responsibility, active collaboration in groups, and independence in decision-making. In conclusion, the PjBL model has proven effective in shaping students' character through contextual and meaningful learning experiences, thus being recommended as a sustainable strategy for character education. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi pendidikan karakter yang efektif, di mana metode pembelajaran tradisional seringkali gagal menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerja sama secara mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) sebagai media untuk penguatan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian pada siswa SMP. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif field research pada 25 siswa kelas VIII di SMPN 1 Mauk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proyek bertema “Kampanye Anti Sampah Plastik,” yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan PjBL berhasil mendorong perubahan perilaku karakter yang positif. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal tanggung jawab, kolaborasi aktif dalam kelompok, dan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kesimpulannya, model PjBL terbukti efektif membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, sehingga direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan untuk pendidikan karakter.

Page 1 of 2 | Total Record : 18