cover
Contact Name
Acitya Bhakti
Contact Email
acityabhakti@unpam.ac.id
Phone
+6281284242547
Journal Mail Official
acityabhakti@unpam.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Pamulang Jl. Raya Puspiptek No.46, Buaran Kec. Serpong, Tangerang Selatan, Banten-15310. e-mail: acityabhakti@unpam.ac.id
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Acitya Bhakti
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 27974979     EISSN : 27754383     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/acb.v1i2
Core Subject : Education,
Merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diterbitkan dua edisi dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus oleh Program Studi Sastra Inggris, Universitas Pamulang. Fokus kajian jurnal ini adalah hasil kegiatan PkM pada bidang Bahasa dan Sastra Inggris, Indonesia, Arab, Cina, dan Jepang dalam ruang lingkup pembahasan peningkatan literasi, digitalisasi bahasa, pengajaran bahasa dan sastra, dan penerjemahan.
Articles 115 Documents
Melampaui Sekat Bahasa: Reorientasi Pembelajaran BIPA Berbasis Interkultural sebagai Katalis Integrasi Sosial Pengungsi Internasional Juwita Elmina Saragih; Devina Christania; Susanne A.H. Sitohang
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.58449

Abstract

Kemampuan berbahasa Indonesia merupakan fondasi utama bagi pengungsi internasional untuk mengatasi isolasi sosial dan mengakses layanan dasar. Namun, keterbatasan ruang aman untuk praktik bahasa serta minimnya pemahaman lintas budaya menjadi hambatan signifikan bagi pengungsi di kawasan Puncak–Cipayung, Bogor. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis interkultural sebagai solusi untuk mendorong integrasi sosial pengungsi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan melalui identifikasi kebutuhan, pelaksanaan melalui sepuluh sesi pembelajaran interaktif dengan pendekatan active learning dan collaborative learning, serta tahap evaluasi. Hasil tahap awal menunjukkan dampak positif yang signifikan: sekitar 85% peserta merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi, dan tingkat keberhasilan latihan percakapan mencapai 65–75%. Pendekatan interkultural melalui aktivitas cultural sharing terbukti efektif membangun solidaritas dan membantu adaptasi sosial peserta di lingkungan baru. Program ini merekomendasikan adanya kolaborasi berkelanjutan dengan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia untuk memastikan dukungan integrasi sosial yang konsisten dan sistematis bagi pengungsi.
Satu Bumi, Beragam Aksi: Manifestasi Literasi Lingkungan Inklusif dalam Memutus Rantai Maladaptasi Ekologis Komunitas Nor Islafatun; Khusna Furoida; Moh Heri Kurniawan; Muslikhah; Aula Larasati; Mega Nada Mufidah; Yusrul Hana
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.59036

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas, berpikir kritis, empati, inspirasi, dan keberanian anak melalui literasi lingkungan sebagai pendekatan edukatif yang interaktif. Menggunakan metode kolaboratif dan partisipatoris, program “Juli K(re)asih 2025: Satu Bumi Beragam Aksi” menghadirkan rangkaian lokakarya tematik yang melibatkan anak, remaja, dan ibu rumah tangga di Desa Kalipucang Kulon, Jepara. Sebagai pembuka, diadakan prafestival “Melukis Tong Emas KaMu”, yaitu kegiatan melukis tong sampah yang akan didistribusikan kepada warga penerima program EMAS (Emak-Emak Sadar Sampah) sebagai upaya memperkuat manajemen sampah rumah tangga. Tujuh aktivitas utama dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, yaitu penampilan seni tari, sesi berbagi bersama petugas pengangkut sampah, permainan edukatif Petualangan Bajak Laut, lokakarya pemilahan sampah, PhotoVoice, pemberdayaan ibu rumah tangga melalui EMAS, serta distribusi Tong Emas KaMu sebagai tindak lanjut pengelolaan sampah. Pelaksanaan kegiatan diperkuat kolaborasi KUBIK, projek antara Yayasan Kali Ilmu dan She for the Sea, yang memfasilitasi pelatihan mentor perempuan dan 16 relawan muda untuk merancang mini-proyek lingkungan. Penerima manfaat kegiatan ini adalah 150 peserta yang terdiri dari 112 anak-anak, 35 remaja, dan 13 ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, kemampuan anak dalam mengidentifikasi jenis sampah, serta keberanian remaja menyuarakan perspektif lingkungannya melalui foto. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Secara keseluruhan, Juli K(re)asih 2025 berhasil mencapai tujuannya dalam memperkuat karakter peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan lintas generasi dalam kegiatan memperkuat kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab seluruh masyarakat.
Optimalisasi Literasi Bahasa Asing Melalui Pembelajaran Mandarin Dasar di SMPN 182 Elyana; Nitainawati; Lyra Yuwono
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.58446

Abstract

Pembelajaran Bahasa Mandarin di sekolah negeri masih terbatas akibat kurangnya tenaga pengajar dan sarana pendukung, sehingga literasi bahasa asing siswa belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Mandarin kepada siswa SMPN 182 Jakarta melalui metode pembelajaran interaktif yang meliputi ceramah, permainan kosakata, latihan pinyin, penulisan Hanzi, serta penggunaan media audiovisual. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan total 12 pertemuan, menggunakan instrumen evaluasi berupa pre-test, post-test, dan lembar observasi keaktifan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kosakata dan pinyin sebesar 76%, peningkatan kemampuan menulis Hanzi sebesar 87%, serta kenaikan tingkat keaktifan siswa dari 65% menjadi 90%. Temuan ini mengindikasikan bahwa program berhasil melampaui 80% indikator keberhasilan, sehingga terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dasar Bahasa Mandarin dan memperluas literasi global siswa di sekolah menengah.
Menanam Empati, Merayakan Keberagaman: Transformasi Literasi Multikultural Guru melalui Resonansi Kisah My Garden Over Gaza dan Cap Go Meh Lisda Liyanti; Rouli Esther; Dhita Hapsarani; Azkiya Nisa; Ratna Djumala; Fitria Sis Nariswari
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.58451

Abstract

Guru sekolah dasar memegang peran krusial dalam mengonstruksi literasi toleransi dan multikulturalisme, khususnya pada institusi pendidikan berbasis agama seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang cenderung memiliki ekosistem sosial homogen. Homogenitas ini membatasi eksposur siswa terhadap keberagaman, sehingga diperlukan pendekatan pedagogis inovatif untuk membuka ruang pengalaman multikultural. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di sebuah SDIT di wilayah Depok dengan fokus pada dua aspek utama: 1) internalisasi konsep literasi multikultural melalui kerangka kerja “mirror, windows, and sliding glass doors”, dan 2) pelatihan interactive storytelling berbasis aplikasi Twine dan Inklewriter untuk memperkaya metode penyampaian materi keberagaman. Dua karya sastra, yaitu My Garden over Gaza dan Cap Go Meh, digunakan sebagai instrumen utama. My Garden over Gaza menyajikan narasi keadilan, resiliensi, dan harapan melalui simbolisme merawat alam, sementara buku Cap Go Meh mengusung tema kesetaraan dan harmoni antara kelompok minoritas dan mayoritas melalui representasi kuliner lokal. Melalui metode lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD), guru dilatih untuk mengolah teks secara kritis dan memproduksi materi ajar interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman literasi multikultural serta keterampilan teknis guru dalam menyusun materi ajar berbasis interactive storytelling.
Program Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Pengungsi dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika: Studi Kasus di Bogor dan Jakarta Susanne A.H. Sitohang; Devina Christania; Jannes Freddy Pardede; Lea Maria Moningka; Yeni Masus; Yepsan
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.59037

Abstract

Bahasa merupakan pintu masuk bagi terciptanya koherensi budaya dan kesetaraan dalam kehidupan. Hal inilah yang melandasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Fakultas Sastra dan Bahasa (FSB) untuk memberikan pembelajaran bahasa Indonesia bagi para pengungsi asal Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika yang bernaung di Cipayung, Puncak, Bogor. Melalui artikel ini, ditunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia bagi pengungsi tersebut memberikan manfaat terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. Kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bekerja sama dengan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia ini memberikan pembelajaran kosakata hingga kalimat sederhana untuk berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara menyenangkan dengan metode collaborative dan active learning untuk memberikan kesempatan pada pengungsi untuk saling berkenalan, bermain, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesama pengungsi maupun orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia. Sebagian besar pengungsi belajar kosakata untuk meningkatkan kepercayaan diri, tampil, dan memperkenalkan identitasnya. Dari kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia ini dapat ditunjukkan bahwa mempelajari bahasa Indonesia dapat memberikan kesempatan luas untuk mengenal budaya Indonesia sekaligus membuka ruang selebar-lebarnya bagi pengungsi untuk mengekspresikan diri dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam bergaul dengan masyarakat--mengubah stigma bahwa pengungsi merupakan kelompok yang rentan untuk menjadi manusia seutuhnya yang setara dan diterima.

Page 12 of 12 | Total Record : 115