cover
Contact Name
Sari Susanti
Contact Email
sarisusanti@ars.ac.id
Phone
+6289677743359
Journal Mail Official
redaksi@ars.ac.id
Editorial Address
ARS University Jl. Sekolah Internasional 1-2 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Digital Media dan Relationship
ISSN : -     EISSN : 27227413     DOI : https://doi.org/10.51977/jdigital
Jurnal Digital Media & Relations memfokuskan pada tulisan-tulisan yang memuat penelitian dan pemikiran kekinian di bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai sudut pandang / perspektif termasuk: 1. Media Baru dan Teknologi Komunikasi 2. Media dan Jurnalisme 3. Komunikasi Terapan 4. Hubungan Masyarakat 5. Komunikasi pemasaran
Articles 68 Documents
MANAJEMEN REDAKSI MEDIA ONLINE HARIAN GARUT NEWS Febrina, Ismira; Mujianto, Haryadi; Wiguna, Jayaesni
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.1879

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan jumlah pengunjung pada situs website hariangarutnews.com selama 3 bulan terakhir, jumlah tersebut mencapai angka 42,8 persen. Dalam mengelola sebuah perusahaan media massa dibutuhkan manajemen redaksional yang baik sebagai faktor kunci keberhasilan sebuah perusahaan media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen redaksi yang dilakukan oleh Harian Garut News dalam menentukan topik pemberitaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teori yang digunakan yaitu Manajemen Redaksi model George R. Terry. Teknik pengumpulan data observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Planning Harian Garut News berjalan dengan sukses, dengan mengembangkan isu-isu terkini kemudian melakukan rapat proyeksi untuk menentukan perkembangan isu-isu tersebut. Pada tahap Organizing, telah dibentuk unit kerja secara terstruktur dimulai dari atasan hingga bawahan. Dalam tahap Actuating, berbagai tindakan telah diambil, termasuk memberikan pelatihan kepada para wartawan serta memberikan motivasi untuk membuat wartawan semangat dalam menjalankan tugas. Pada tahap Controlling Harian Garut News telah berjalan sesuai dengan yang ditetapkan dan evaluasi berfokus pada aspek-aspek pengembangan.
STRATEGI HUMAS PEMERINTAH KOTA BOGOR DALAM PENYEBARAN INFORMASI MELALUI INSTAGRAM Nurman, Farrel Wiratama Raisyah; Moenawar, Mohamad Ghozali; Dharmawan, Leonard; Riyanto, Sutisna; Manisya, Nabhila; Azzahra, Maharani
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.1906

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan humas dari pemerintah Kota Bogor menggunakan media sosial Instagram yaitu @pemkotbogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi humas pemerintah Kota Bogor dalam mengelola sosial media Instagram @pemkotbogor dan juga memahami bagaimana upaya komunikasi yang dilakukan dapat memperkuat citra positif pemerintah Kota Bogor di kalangan masyarakat. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, karena tujuan peneliti adalah menghasilkan data berupa gambaran strategi komunikasi yang diterapkan oleh humas pemerintah Kota Bogor pada media sosial Instagram. Objek yang difokuskan dalam penelitian ini adalah humas pemerintah Kota Bogor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah Kota Bogor telah melakukan strategi kehumasan dengan pendekatan analisis tren dan pemantauan media untuk memastikan konten yang dipublikasikan sesuai dengan preferensi audiens, serta menjalankan perannya dalam penyebaran informasi melalui Instagram @pemkotbogor.
PENGARUH PENGGUNAAN INSTAGRAM TERHADAP PERILAKU FOMO PADA GENERASI Z Christa, Cecilia Putri; Oktaviani, Femi
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.1918

Abstract

Kehadiran media baru mempermudah kehidupan manusia dalam setiap aspek kehidupan. Internet sebagai media baru yang mudah diakses hingga dapat mengaburkan antara Masyarakat dengan media. Salah satu produk dari Internet adalah sosial media, salah satunya Instagram. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Instagram terbanyak di dunia. Dominasi ini juga membawa Indonesia sebagai salah satu negara yang menggunakan Instagram dalam kehidupan sehari-hari. Instagram menghasilkan berbagai konten yang menarik, dan tentunya hal tersebut dari apa yang disukai pengguna. Dari konten inilah yang memungkinkan seseorang dapat terkena perilaku Fear of Missing Out atau FOMO. Dimana FOMO didefinisikan sebagai perasaan takut tertinggal sesuatu di internet. Generasi Z merupakan generasi yang lahir di era perkembangan teknologi, bahkan dapat dikatakan bertumbuh bersama teknologi. Generasi Z mendominasi sebagai pengguna Internet maupun Instagram pada saat ini. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku FOMO pada Generasi Z.Pada penelitian ini peneliti meneliti perilaku FOMO dari penggunaan Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang dimana teknik sampling yaitu Simple Random Sampling pada 100 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian analisis deskriptif menunjukkan bahwa sosial media Instagram, dan perilaku FOMO masuk ke dalam kategori cukup. Lalu, hasil dari penelitian analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa penggunaan Instagram berpengaruh signifikan terhadap perilaku FOMO pada Generasi Z.
MODEL PEMBENTUKAN CITRA POLITIK BEDAS DADANG SUPRIATNA: (Studi Kasus Pada Pemilihan Bupati Kabupaten Bandung 2020) Permana, Renaldi
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.1984

Abstract

Pembentukan citra politik merupakan bagian dari komunikasi politik, dilakukan secara persuasif untuk memperluas jaringan wilayah harapan antara kandidat dengan pemilih. Kontestan politik, baik dari figur yang dikenal publik sebagai orang bersih maupun orang bermasalah, sama-sama menginginkan citra politik positif untuk memengaruhi pemilih, karena citra telah menjadi faktor paling menentukan sukses tidaknya sebuah perjalanan kampanye. Dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Bandung 2020, terdapat nama Dadang Supriatna yang digandeng artis ternama Sahrul Gunawan, bahkan akhirnya pasangan ini menjadi pemenang. Munculnya nama Dadang Supriatna dengan citra politik BEDAS akhirnya memutus kekuasaan yang sudah puluhan tahun di Kabupaten Bandung. Citra politik bedas membawa harapan baru bagi masyarakat, ditambah kehadiran sosok Sahrul Gunawan, sehingga citra politik BEDAS pada saat Pilkada Kabupaten Bandung begitu kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma kontruktivis. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data, penerapannya dilakukan dalam tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan model pembentukan citra politik BEDAS Dadang Supriatna dalam Pemilihan Bupati Kabupaten Bandung 2020 berjalan dengan baik sesuai harapan. Citra politik BEDAS Dadang supriatna mempunyai arti sebagai kekuatan yang sangat besar untuk meyakinkan masyarakat agar memilih mereka. Perencanaan dalam pembentukan citra politik menggunakan model kampanye PR yang meliputi identifikasi, legitimasi, partisipasi, penetrasi dan distribusi, terbukti kemenangan Dadang Supriatna – Syahrul Gunawan memperoleh hasil suara lebih dari 50%. 3. Pembentukan citra politik BEDAS Dadang Supriatna penting, karena modal utama dalam kampanye salah satu nya citra politik dari sosok paslon seperti Dadang – Sahrul yang kemudian diperkuat dengan slogan BEDAS sehingga menarik simpati masyarakat untuk memilih.
RESILIENSI MENTAL REMAJA MELALUI KOMUNIKASI INTRAPRIBADI: (Studi Fenomenologi Resiliensi Mental Pada Remaja di Masa Transisi) Taufiki, Reza Rizkina; Karamani, Dinar Dina; Suhadi, Mahardiansyah
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mental remaja pada masa transisi melalui komunikasi intrapersonal atau intrapribadi. Masa transisi ini, yang mencakup usia 16-24 tahun, ditandai oleh tantangan besar baik dari segi biologis, psikologis, maupun emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap delapan informan berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam memahami resiliensi mental remaja. Faktor-faktor fungsional dan struktural mempengaruhi bagaimana remaja memaknai dan merespon tantangan hidup.
Pengaruh Literasi Media Terhadap Kemampuan Mendeteksi Berita Hoaks di Kalangan Mahasiswa: (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Garut) Sani Rahman; Zikri Fachrul Nurhadi
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jvwsja80

Abstract

Abstract The rapid development of digital media has made social media one of the primary sources of information for university students. However, this condition also increases the risk of exposure to misleading information and hoax news. This study aims to analyze the influence of media literacy on the ability to detect hoax news among students at Garut University. This research employs a quantitative approach using an explanatory method. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire distributed online to 31 students selected using a purposive sampling technique. The independent variable in this study is media literacy, while the dependent variable is the ability to detect hoax news. Data analysis was conducted using descriptive statistics and simple linear regression analysis with the assistance of the SPSS program. The results showed that students’ media literacy was categorized as good, with an average score of 50.84, while their ability to detect hoax news was also categorized as good, with an average score of 52.13. The results of the simple linear regression analysis indicate that media literacy has a positive and significant influence on students’ ability to detect hoax news. The regression model obtained an R value of 0.742 and an R Square value of 0.551, indicating that media literacy explains 55.1% of the variation in students’ ability to detect hoax news, while the remaining 44.9% is influenced by other factors outside this research model. The significance value of 0.000 (<0.05) confirms that media literacy has a statistically significant influence on the ability to detect hoax news. These findings indicate that higher levels of media literacy contribute to better abilities in recognizing, evaluating, verifying, and responding to hoax news. This study emphasizes the importance of strengthening media literacy, particularly in information verification skills and critical evaluation of digital content, to improve students’ critical thinking and responsibility in dealing with information in the digital environment.   ABSTRAK Pesatnya perkembangan media digital telah menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber informasi utama bagi mahasiswa. Namun, kondisi ini juga meningkatkan risiko terpapar informasi yang menyesatkan dan berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi media terhadap kemampuan mendeteksi berita hoaks di kalangan mahasiswa Universitas Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang disebarkan secara daring kepada 31 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik *purposive sampling*. Variabel independen dalam penelitian ini adalah literasi media, sedangkan variabel dependennya adalah kemampuan mendeteksi berita hoaks. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi media mahasiswa berada dalam kategori baik, dengan skor rata-rata 50,84, sementara kemampuan mereka dalam mendeteksi berita hoaks juga berkategori baik, dengan skor rata-rata 52,13. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa literasi media memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam mendeteksi berita hoaks. Model regresi menghasilkan nilai R sebesar 0,742 dan nilai R Square sebesar 0,551, yang menunjukkan bahwa literasi media menjelaskan 55,1% variasi dalam kemampuan mahasiswa mendeteksi berita hoaks, sedangkan 44,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) mengonfirmasi bahwa literasi media memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan mendeteksi berita hoaks. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat literasi media yang lebih tinggi berkontribusi pada kemampuan yang lebih baik dalam mengenali, mengevaluasi, memverifikasi, dan merespons berita hoaks. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi media, khususnya dalam keterampilan verifikasi informasi dan evaluasi kritis terhadap konten digital, guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab mahasiswa dalam menyikapi informasi di lingkungan digital.  
Difusi Inovasi Kereta Kerakyatan melalui TikTok: Studi Kasus Akun @Keretaapikita Deri Hanafy D; Rahmad Hidayat; Resna Wahyuni; Ike Junita Triwardhani
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/64c26x14

Abstract

  ABSTRACT This study aims to analyze the role of TikTok as a communication medium for the diffusion of innovation related to the "People's Train" developed by PT Kereta Api Indonesia (KAI) through the @keretaapikita account. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation of TikTok content, analysis of user interactions, and in-depth interviews with KAI's social media managers. The observed TikTok post, published on March 3, 2026, generated 123,457 views, 8,445 likes, 204 comments, 402 shares, and 846 saves, indicating a high level of audience engagement. Data were analyzed using Thematic Analysis to identify patterns in communication messages and audience responses. The findings indicate that TikTok is effective as a communication medium for disseminating innovation, particularly during the knowledge and persuasion stages of Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation Theory. The innovation's characteristics, including relative advantage, compatibility, and ease of understanding through visual content, contributed to the public's initial acceptance. TikTok also enabled broad audience reach and interactive communication, while users' social interactions strengthened information dissemination and shaped public perceptions, as reflected in positive, neutral, and negative responses. Nevertheless, social media remains limited in facilitating the later stages of innovation adoption. Therefore, more comprehensive communication strategies are needed to support the sustainability of innovation diffusion.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial TikTok sebagai media komunikasi dalam difusi inovasi kereta kerakyatan yang dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun @keretaapikita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi konten TikTok, analisis interaksi pengguna, serta wawancara mendalam dengan pengelola media sosial KAI. Unggahan yang dianalisis pada 3 Maret 2026 memperoleh 123.457 tayangan, 8.445 likes, 204 komentar, 402 kali dibagikan, dan 846 kali disimpan, yang menunjukkan tingginya keterlibatan audiens. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Tematik untuk mengidentifikasi pola pesan komunikasi dan respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok efektif sebagai media komunikasi dalam menyebarkan inovasi, terutama pada tahap pengetahuan dan persuasi sebagaimana dijelaskan dalam Teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers. Karakteristik inovasi berupa keunggulan relatif, kompatibilitas, serta kemudahan pemahaman melalui konten visual mendukung terbentuknya penerimaan awal masyarakat. TikTok juga mampu menjangkau audiens secara luas dan mendorong interaksi yang memperkuat penyebaran informasi serta membentuk persepsi publik yang tercermin dalam respons positif, netral, dan negatif. Meskipun demikian, media sosial masih memiliki keterbatasan dalam mendorong tahap adopsi lanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang lebih komprehensif untuk mendukung keberlanjutan difusi inovasi.      
Memaknai Fenomena #KaburAjaDulu di Tengah Doomscrolling Krisis Sosial: Studi Fenomenologi pada Mahasiswa Mahardiansyah Suhadi; Renaldi Permana; Sarah Jehan
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/fbj74k66

Abstract

ABSTRACT   This study aims to examine the meaning of the #KaburAjaDulu phenomenon among students amidst exposure to social crisis content on social media. The phenomenon of doomscrolling, which is the habit of continuously consuming negative content, has affected students using TikTok, Instagram, and X. This research employs purposive sampling and qualitative phenomenology. A study was conducted on ten students who are active social media users. After data was collected through in-depth interviews, digital recording, and social media observation, it was then analysed using Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006). According to the research findings, KaburAjaDulu is regarded as a form of digital escapism, symbolic resistance, and an expression of socio-political dissatisfaction. This hashtag also helps alleviate fatigue when interacting in the virtual world. KaburAjaDulu is a communication style arising from digital fatigue and the social crises currently facing society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan fenomena #KaburAjaDulu oleh mahasiswa di tengah paparan konten krisis sosial di media sosial. Fenomena doomscrolling, yang merupakan kebiasaan mengonsumsi konten negatif secara terus-menerus, telah mempengaruhi mahasiswa yang menggunakan TikTok, Instagram, dan X. Penelitian ini menggunakan sampling purposive dan fenomenologi kualitatif. Sebuah studi dilakukan pada sepuluh mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial. Setelah data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pencatatan digital, dan observasi media sosial, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik (Braun & Clarke, 2006). Menurut hasil penelitian, KaburAjaDulu dianggap sebagai bentuk escapism digital, perlawanan simbolis, dan ekspresi ketidakpuasan sosial-politik. Tagar ini membantu mengurangi kelelahan saat berinteraksi di dunia maya juga. KaburAjaDulu adalah gaya komunikasi yang berasal dari kelelahan digital dan krisis sosial yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.